Anda di halaman 1dari 23

PENGENALAN DAN PENGGUNAAN MIKROSKOP DAN

SEL – SEL PENYUSUN JARINGAN TUMBUHAN

I. TUJUAN PRAKTIKUM

Praktikum kali ini bertujuan untuk mengenali bagian – bagian mikroskop,


memahami fungsi dan teranpil menggunakannya, mengamati susunan jaringan dan
bentuk – bentuk sel pada tumbuhan.

II. DASAR TEORI

2.1 Pengenalan dan Penggunaan Mikroskop


Kehidupan di bumi ini terdapat beberapa bagian, ada makhluk hidup yang
hanya dapat dilihat oleh panca indra kita dan ada pula makhluk yang tidak dapat
dilihat oleh mata kita sekalipun mata telanjang, hal tersebut tidak dapat dilihat
karena keterbatasan manusia yang tidak dapat melihat sesuatu yang lebih kecil
diantaranya kuman, virus dan bakteri. Salah satu yang sering digunakan terutama
dalam bidang sains adalah mikroskop. Mikroskop berfungsi sebagai alat untuk
mengamati objek yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Dengan
menggunakan mikroskop, maka daya akomodasi mata akan semakin besar
sehingga dapat memisahkan benda-benda yang kecil. Dalam mempelajari struktur
sel diawali dengan mempelajari pengertian dan penggunaan mikroskop.
Mikroskop adalah suatu benda yang berguna untuk memberikan bayangan yang
diperbesar dari benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata
telanjang (Karmana, 1989).
Pengetahuan tentang mikroskop dimulai sejak abad ke-17 ketika hooke dan
Malpighi menggunakan lensa-lensa sederhana untuk meneliti berbagai macan
sifat struktural. Antara tahun 1673 dan 1716, Leewenhoek mengembangkan lensa-
lensa gabungan dan menerbitkan serangkaian hasil penelitian mengenai protozoa,
bakteri, otot, saraf, dan banyak struktur lainnya. Anatomi mikroskopik
berkembang lambat selama abad ke-18, dan awal abad ke- 19 mikroskop
mejemuk telah berkembang menjadi sangat canggih (Junqueira, 1998).
Antonio Van Leuwenhoek orang yang untuk pertama kalinya menggunakan
mikroskop walaupun dalam bentuk sederhana pada bidang mikrobiologi.
Kemudian pada tahun 1600 Hans dan Z. Jansen telah menemukan mikroskop
yang lebih maju dengan nama mikroskop ganda (Ansori, 1984).
Mikroskop sangat penting dalam bidang pelajaran seperti : Biologi,
Kedokteran, Studi Bahan-Bahan, Metalergi dan Konstalagrati. Kemampuan mata
mikroskop menerima bayangan disebut Resolving Lower, mata kita saat melihat
suatu obyek mempunyai 10 inchi atau 0,2 cm, sedangkan mikroskop mempunyai
resolusi yang lebih baik karena diperkuat oleh adanya sistem lensa. Resolusi lensa
pada mikroskop adalah mencapai 0,2 mikron, artinya lebih efisien untuk melihat
benda yang sangat kecil (Purba, 1999).
Mikroskop berasal dari kata mikro yang berarti kecil dan scopium
(penglihatan). Mikroskop yang paling sedehana adalah kaca pembesar,
sedangkan yang biasa digunakan dalam laboratorium adalah mikroskop
monookuler. Objek yang diamati kecil sehingga tembus pandang (Amir, 1981).
Mikroskop adalah suatu benda yang berguna untuk memberikan bayangan
yang diperbesar dari benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata
telanjang. Mikroskop merupakan alat optik yang terdiri dari kombinasi alat optik.
Mikroskop terdiri dari beberapa bagian dan setiap bagian memiliki fungsi-fungsi
tersendiri. Bagian-bagian mikroskop harus dalam keadaan bersih agar tidak
menimbulkan kesalahan (Pramesti, 2000).
Ada beberapa jenis tipe mikroskop yang masing-masing mempunyai tujuan
penggunaan tertentu dengan bermacam-macam kelengkapannya pula. Pada
dasarnya mikroskop-mikroskop itu dapat digolongkan menurut jenis sumber
cahaya yang dipakai. Dan paling banyak dipakai adalah mikroskop optik yang
menggunakan cahaya terlihat. Ada beberapa cara modifikasi tertentu yaitu
mikroskop polarisasi, Mikroskop kontras fasa, mikroskop interferens, dan
mikroskop lapangan (medan) gelap.Semua mikroskop yang menggunakan radiasi
tidak terlihat dan sinar ultraviolet serta mikroskop elektron (Johnson, 1994).
Mikroskop pada prinsipnya adalah alat pembesar yang terdiri dari dua lensa
cembung yaitu sebagai lensa obyektif (dekat dengan mata) dan lensa okuler
(dekat dengan benda). Baik obyektif maupun okuler dirancang untuk perbesaran
yang berbeda. Lensa obyektif biasanya dipasang pada roda berputar,yang disebut
gagang putar (Volk, 1984).
Setiap lensa obyektip dapat diputar ketempat yang sesuai dengan perbesaran
yang diingini. Sistem lensa obyektif memberikan perbesaran mula-mula dan
menghasilkan bayangan nyata yang kemudian diproyeksikan ke atas lensa okuler.
Bayangan nyata tadi,pada gilirannya,diperbesar oleh okuler untuk menghasilkan
bayangan maya yang kita lihat. Kebanyakan mikroskop laboratorium dilengkapi
dengan tiga lensa obyektif : lensa 16 mm,berkekuatan rendah (10 X);lensa 4 mm,
berkekuatan kering tinggi (40-45X);dan lensa celup minyak 1,8 mm (97-100X).
Obyektip celup minyak memberikan perbesaran tertinggi dari ketiganya
(Hadioetomo, 1993).
Lensa okuler terletak pada ujung atas milroskop, terdekat dengan mata
Lensa okuler biasanya mempunyai perbesaran: 5X,10X,12,5X,dan 15X. Lensa
okuler terdiri dari lensa plankonveks yaitu lensa kolektif dan lensa mata. Okuler
dengan pembesaran 10X ke atas sangat baik bila dikombinasikan dengan obyektif
yang berkualitas tinggi, apabila dengan obyektif yang berkualitas rendah,
pembesaran yang dihasilkan okuler akan jelek (Gabriel,1996).
Bila kita ingin perbesaran sudut yang lebih besar daripada pembesaran kaca
pembesar, oleh karena itu keberadaan mikroskop sangat diperlukan. Benda O
yang akan diteliti diletakkan pada titik fokus pertama F dari lensa objektif, yang
membentuk bayangan nyata dan diperbesar yaitu I. Bayangan ini terletak tepat
pada titik fokus pertama F1 dari okuler yang membentuk bayangan semu dari I
pada I.
Macam-macam mikroskop, yaitu :
a. Mikroskop Cahaya
Merupakan mikroskop yang mempunyai bagian – bagian yang terdiri dari
alat-alat yang bersifat optik, berguna untuk mengamati benda-benda atau
preparat yang transparan. Suatu variasi dari mikroskop cahaya biasa ialah
mikroskop ultraviolet, karena cahaya ultraviolet tak dapat dilihat oleh mata
manusia maka bayangan benda harus direkam pada piringan peka cahaya.
Mikroskop ini menggunakan lensa kuarsa.
b. Mikroskop Pendar
Mikroskop ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau antigen
dalam jaringan.
c. Mikroskop Medan Gelap
Mikroskop ini digunakan untuk mengamati bakteri hidup, khususnya bakteri
yang begitu tipis yang hampir mendekati batas daya pisah mikroskop
majemuk.
d. Mikroskop Fasekontras
Mikroskop ini digunakan untuk mengamati benda hidup dalam keadaan
alaminya, tanpa menggunakan bahan pewarna. Pada bawah meja objeknya
dan pada lensa objektifnya terpasang perlengkapan fase kontras.
e. Mikroskop Elektron
Banyak komponen sel seperti mitokondria, ribosom dan retikulum
endoplasma yang begitu kecil tidak bisa dilihat secara detail dengan
mikroskop biasa. Mereka hanya bisa melihat dengan mikroskop elektron
(Kamajaya, 1996).
d. Mikroskop Elektron Pemayaran
Mikroskop ini menggunakan berkas elektron, tetapi yang seharusnya
ditransmisikan secara serempak ke seluruh medan elektron difokuskan
sebagai titik yang sangat kecil dan dapat digerakkan maju mundur pada
spesimen (Winatasasmita, 1986).
2.2 Sel-Sel Penyusun Jaringan Tumbuhan
Pada umumnya organisme kehidupan yang ada di bumi ini terdiri atas
banyak sel. Sel merupakan satuan struktural terkecil dari suatu organisme hidup.
Pada makhluk hidup bersel tunggal segala fungsi kehidupan harus dilakukan oleh
sel-sel itu sendiri, misalnya pertukaran zat dan energi dengan respon terhadap
berbagai rangsangan dari lingkungannya, tumbuh dan berkembang biak pun
dilakukan oleh sel itu sendiri. Sedangkan pada makhluk bersel banyak yang
tentunya lebih kompleks, berbagai fungsi kehidupan itu dilakukan oleh
kelompok-kelompok sel yang berbeda, walaupun masih ada fungsi-fungsi
kehidupan yang dilakukan oleh semua sel, misalnya respirasi. Karena itu agar
fungsi-fungsi kehidupan berjalan baik maka masing-masing kelompok sel akan
saling bekerja sama (Kimbal, 1999).
Istilah celula atau sel pertama kali digunakan oleh Robert Hook pada tahun
1665. Ia menggunakan istilah tersebut untuk memberi nama pada ruang yang
dibatasi oleh dinding yang dilihatnya pada sel gabus. Sel sendiri sebagai dasar
menyusun suatu organisma yang terdiri dari inti (nukleus) yang terbungkus oleh
membran atau struktur serupa tanpa membran. Tidak ada kehidupan dalam satuan
yang lebih kecil dari pada sel. Sel terbentuk hanya dengan pembelahan sel-sel
sebelumnya. Sel dicirikan oleh adanya molekul makro khusus,seperti pati
danselulosa, yang terjadi dari ratusan sampai ribuan gula atau molekul lain selain
itu sel juga dapat dicirikan oleh adanya molekul makro seperti protein dan asam
nukleat baik DNA atau RNA yang tersusun sebagai rantai yang terdiri dari ratusan
sampai ribuan molekul (Kamajaya, 1996).
Setelah kurun waktu yang cukup lama, dinding sel dianggap sebagai zat
mati hasil ekskresi zat hidup dalam sel, terbukti dengan ditemukannya bahwa ada
satuan organik antara protoplasma dan dinding sel khususnya pada sel muda,
keduanya bersama-sama merupakan satuan tunggal biologis (Fhan, 1991).
Sel-sel penyusun tubuh makhluk hidup sangat bervariasi baik ukuran,
bentuk, struktur maupun fungsinya. Secara umum sel terdiri atas membran
plasma, sitoplasma, nukleus, dan organel-organel yang memiliki bentuk khusus
dan secara bersama-sama membentuk sistem yang kompak. Komponen utama sel
tumbuhan adalah dinding sel, sitoplasma, apparatus golgi, mmitokondria,
ribosom, vakuola dan komponen lainnya. Berdasarkan organisasi internal tipe sel
mikroorganisme dibedakan menjadi dua bagian yaitu sel prokariotik dan sel
eukariotik (Brotowidjoyo, 1994).
Ada dua macam teori yang berkaitan dengan hubungan antara organisme
secara keseluruhan dengan sel tunggal. Menurut teori sel yang dikembangkan
pada pertengahan abad ke-19 organisme terdiri atas kumpulan sejumlah besar sel
yang masing-masing berperan dalam menentukan sifat organisme yang
bersangkutan. Teori lain adalah teori organismal yang tidak menunjukkan tiap-
tiap sel melainkan menekankan kesatuan protoplasma seluruh prganisme.
Menurut teori ini organismelah sebagai kesatuan, sangat menentukan sifat sel
pembentuknya (Hidayat, 1995).
Sel adalah segumpal protoplasma yang berinti, sebagai individu yang
berfungsi menyelenggarakan seluruh aktivitas untuk kebutuhan hidupnya. Sel itu
setelah tumbuh dan berdeferensiasi, akan berubah bentuknya sesuai dengan
fungsinya, ada yang menjadi epidermis berfungsi untuk melindungi sel-sel
sebelah dalamnya ada yang menjadi tempat penyediaan makanan, ada yang
berfungsi menjadi tempat persediaan makanan dan lain-lain (Yekti, 1994).
Ada tiga keistimewaan yang khas pada sel tumbuhan dibandingkan sel
hewan : dinding sel dengan selulosa; vakuola (yang memberi tekanan dan
memperbesar volume sereta luas permukaan meskipun dengan protoplasma
sedikit); dan plastuda, khususnya kloroplas. Sel hewan tak pernah berdinding,
demikian pula sel protista. Dinding sel prokariot dan cendawan berbeda sekali
dari dinding sel tumbuhan. Vakuola dapat ditemui pada anggota kelima dunia,
namun vakuola besar di pusat sel ada pada hampir semua sel tumbuhan,
cendawan, dan beberapa protista. Kloroplas hanya terdapat p[ada tumbuhan dan
beberapa protista (bergantung pada golongannya) (Suwasono, 1987).
Pada tumbuhan istilah sel meliputi protoplasma dan dinding sel, sedangkan
pada organisme multi sel yang ada membentuk struktur kompleks yaitu jaringan
dan organ. Sel pada organisme multi sel tidak sama satu dengan lainnya tetapi
masing-masing mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda. Pada awalnya
struktur dinding sel yang ada pada tumbuhan dianggap sebagai sel mati hasil
ekresi zat hidup dalam sel akan tetapi baru-baru ini makin banyak ditemui bukti
bahwa ada satuan organik yang ada diantara protoplas dan dinding, khususnya
pada sel muda (Fhan, 1991).
Komponen utama sel tumbuhan adalah dinding sel, sitoplasma, dan inti sel.
Dinding sel merupakan bagian terluar dan tak hidup yang berfungsi untuk
melindungi sel. Sitoplasma merupakan cairan yang mengisi ruangan antara
dinding sel dan inti sel. Inti sel merupakan organel terbesar didalam sel yang
berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan sel (albert, 1994).
Sel tumbuhan mempunyai bentuk yang bermacam-macam. Ada yang
berbentuk peluru, prisma, dan memanjang seperti rambut atau seperti ular. Sel
tumbuhan mempunyai dua bagian pokok yang berbeda dari hewan yaitu vakuola,
plastida dan dinding sel. Vakuola dan plastida merupakan bagian hidup dari sel
tumbuhan dan disebut protoplas. Sedangkan dinding sel yang berfungsi untuk
melindungi isi sel atau lumen yang ada di protoplasma disebut bagian sel yang
mati. Hal ini terlihat pada sel gabus tumbuhan yang tergolong sel mati karena
hanya memiliki inti sel dan sitoplasma, sehingga ruang antar selnya kosong.
Bentuk sel gabus heksagonal, tersusun rapat antara satu dan lainnya (Pramesti,
2000).

III.METODE PRAKTIKUM

3.1 Alat dan Bahan


Alat – alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah mikroskop cahaya
monokuler dan binokuler, kaca benda, kaca penutup, pinset, pipet tetes, dan silet
tajam.
Bahan – bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah penempang
melintang sel gabus batang ubi kayu (Manihot utilissima), rambut buah kapuk
(Ceiba pentandra), kapas (Gossypium sp), penampang melintang daun karet
(Ficus elastica), daun Hydrilla verticillata, selaput bagian dalam umbi lapis
bawang merah (Allium cepa) dan aquades.

3.2 Prosedur Kerja


3.2.1 Pengenalan dan Penggunaan Mikroskop
1. Mencari bidang penglihatan
Tabung dinaikkan menggunakan makrometer (pemutar kasar),
sehingga lensa obyektif tidak membentur meja / panggung bila
revolverdiputar-putar. Lensa obyektif ditempatkan pembesaran lemah (4X
atau 10X)dengan memutar revolver sampai berbunyi klik (posisinya satu
poros dengan lensa okuler). Membuka diafragma sebesar-besarnya dengan
menarik tangkainya ke belakang. Kemudian mengatur letak cermin
sedemikian rupa ke arah cahaya, sehingga terlihat lingkaran (lapangan
pandang) yang sangat terang didalam lensa okuler. Dan mikroskop siap
untuk digunakan.
2. Mencari bayangan sediaan
Tabung mikroskop dinaikkan menggunakan makrometer, sehingga
jarak antara lensa obyektif dengan permukaan meja ± 3 cm. Meletakkan
sediaan yang akan diamati di tengah-tengah lubang meja benda,
menggunakan penjepit sediaan agar tidak terlepas. Setelah itu memutar
makrometer ke belakang sampai penuh (hati-hati), sambil menempatkan
roda sediaan tepat di bawah lensa obyektif, sehingga jarak antara ujung
lensa obyektif dengan permukaan atas kaca penutup hanya ≠ 1 mm.
Selanjutnya membidikkan mata ke lensa okuler sambil memutar
makrometer ke depan searah jarum jam secara hati-hati sampai tampak
bayangan yang jelas. Untuk mendapatkan perbesaran yang kuat, revolver
dan lensa obyektif di putar yang sesuai. Memainkan fungsi mikrometer
secara perlahan dan hati-hati. (Bila menggunakan lensa obyektif 100X,
maka diatas sediaan perlu ditetesi minyak imersi terlebih dahulu).
3. Mempersiapkan bahan untuk diamati
Menggunting potongan huruf dari koran (kecuali O, A, I, H) dan
diletakkan di gelas obyek. Kemudian basahi obyek dengan 1-2 tetes air
kemudian tutup dengan kaca penutup dan diamati di bawah mikroskop.
Menggambar sesuai dengan pengamatan dan di beri keterangan perbesaran
gambar.
4. Memelihara Mikroskop
Mengangkat dan membawa mikroskop harus selalu dalam posisi
tegak, dengan satu tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan
tangan yang lain menyangga pada dasar atau kakinya. Mencondungkan
posisi tabung, cukup dilakukan dengan memutar engsel penggerak sebagai
titik putar dan menegakkan kembali setelah selesai. Mengusahakan agar
lensa obyektif lemah (4X atau 10X) berada satu poros di ujung lensa
obyektif lemah berjarak ± 1 cm dari atas meja benda. Mengatur kedudukan
penjepit sediaan dengan rapi dan cermat pada posisi tegak agar debu tidak
banyak menempel. Membersihkan sisa minyak imersi dengan menggunakan
cairan Xilol sesegera mungkin setelah pengamatan dengan menggunakan
minyak imersi telah berakhir, dan mengeringkan dengan kain lap yang
bersih. Membersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap yang
bersih dari bahan halus (flanel) setiap akan menggunakan mikroskop.
5. Pengukuran Mikroskopis / Mikrometri
Untuk mengetahui ukuran obyek yang akan diamati dengan
mikroskop dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu yang disebut
mikrometer obyektif dan mikrometer okuler.

3.2.2 Sel – Sel Penyusun Jaringan Tumbuhan


Tulang dan tangkai daun serta batang tumbuhan diiris setipis mungkin
secara melintang. Irisan tersebut kemudian dibuat preparat basah dan diamati di
bawah mikroskop. Digambar dan diberi keterangan serta diberi perbesaran
gambar yang diamati. Kemudian diamati perbedaan struktur histologi masing-
masing jaringan.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Pengamatan
A. Pengenalan Mikroskop
Gambar Mikroskop

Keterangan gambar mikroskop :


1. Lensa okuler
2. Tabung
3. Makrometer
4. Mikrometer
5. Lensa obyektif
6. Penjepit
7. Diafragma
8. Panggung
9. Cermin
10. Kaki / dasar
11. Lengan
Menurut literatur

B. Sel – Sel Penyusun Jaringan Tumbuhan


No Sel Tumbuhan Keterangan

1 Sel kapas
a. Torsi
b. Rongga sel
c. Ruang antar sel
d. Dinding sel
Perbesaran 10 X 0,25
Mikroskop elektron
Menurut literatur :

2 Sel kapuk
a. Dinding sel
b. Rongga sel
Bentuk sel benang-benang
Perbesaran 10 X 0,25
Mikroskop elektron

Menurut literatur

3 Selaput bagian dalam umbi lapis


bawang merah a. Dinding sel
b. Inti sel
c. Sitoplasma
Perbesaran 10 X 0,25
Mikroskop elektron

Menurut literatur

Sumber : ( www.biologie-uni-
hamburg.de)
4 Hydrilla verticillata a. Dinding sel
b. Inti sel
Perbesaran 10 X 0,25
Mikroskop elektron

Menurut literatur

5 Sel gabus batang ubi kayu a. Dinding sel


b. Ruang antar sel
Perbesaran 40 X 0,65
Mikroskop elektron
6 Penampang melintang daun Ficus
Elastica atau daun karet a. Lapisan kutikula
b. Epidermis ganda
c. Jaringan tiang
d. Jaringan bunga karang
e. Jaringan dasar
f. Jaringan penutup
g. Stomata
h. Xilem
i. Floem
j. Sklerenkim
Perbesaran 10 X 1,25
Mikroskop elektron

Menurut literatur
4.2 Pembahasan
Mikroskop merupakan suatu alat pembesar yang dipakai untuk mengamati
suatu benda yang sangat kecil (mikroskopis) yang tidak bisa dilihat dengan mata
telanjang. Sifat bayangan yang dibentuk oleh mikroskop adalah maya, tegak, dan
diperbesar. Mikroskop terdiri dari dua lensa, yaitu lensa obyektif (dekat dengan
benda) dan lensa okuler (dekat dengan mata). Adapun bagian-bagian dari
mikroskop terdiri dari alat optik dan non optik meliputi :
1. Lensa okuler
Berfungsi untuk memperbesar bayangan yang bersifat maya, tegak, dan
diperbesar. Mikroskop okuler terletak diatas tabung mikroskop yang dipakai
untuk melihat bayangan yang dibentuk olek lensa obyektif.
2. Lensa obyektif
Berfungsi untuk mengatur pembesaran ukuran untuk kekuatan
4x,10x,40x,dan 100x.
3. Kondensor
Berfungsi untuk mengatur bayangan yang akan diamati atau untuk
menaikkan dan menurunkan kondensor.
4. Reflektor
Berfungsi untuk menerima cahaya yang masuk atau dapat memperjelas
cahaya yang akan datang. Cermin cekung bila cahaya kurang terang dan
cermin datar bila pencahayaan cukup terang.
5. Tubus mikroskop
Berfungsi untuk tempat terjadinya proses pembesaran bayangan antara lensa
obyektif dengan lensa okuler.
6. Makrofokus
Berfungsi untuk mengatur jarak okuler obyektif sehingga tepat fokusnya
secara kasar dan jelas.
7. Mikrofokus
Berfungsi untuk mengatur jarak okuler sehingga tepat fokusnya secara tajam.
8. Revolver
Berfungsi sebagai tenpat untuk meletakkan lensa obyektif.
9. Meja obyek
Berfungsi untuk meletakkan preparat yang akan diamati.
10. Penjepit
Berfungsi untuk memperkokoh kedudukan preparat agar tidak goyang.
11. Pengatur kondensor
Berfungsi sebagai pengatur letak lensa kondensor terhadap preparat.
12. Pemegang(lengan)
Berfungsi untuk memegang mikroskop.
13. Diafragma
Berfungsi mengatur cahaya yang masuk dalam mikroskop.
14. Kaki/dasar
Berfungsi untuk memperkokoh kedudukan mikroskop.
15. Sekrup engsel
Berfungsi menyesuaikan mikroskop yang baik.
Pengamatan yang telah dilakukan dalam praktikum dapat diketahui Sel
bawang merah (Allium cepa) berbentuk heksagonal, di dalamnya terdapat
protoplasma sehingga sel bawang merah dinyatakan hidup dengan warna merah
muda. Perbesaran yang dilakukan sebesar 10X dengan menggunakan mikroskop
elektron. Sel gabus (Manihot utilissima) yang dipotong melintang tampak
berbentuk heksagonal, sel yang satu dengan sel yang lainnya tersusun rapi dan
rapat, di dalam dinding sel terlihat kosong. Hal ini menyatakan bahwa sel gabus
adalah sel mati. Untuk mengamati sel gabus ini praktikan harus mengiris gabus
secara melintang dan tipis sehingga preparat dapat ditembus cahaya dan terlihat
jelas melalui mikroskop elektron dengan perbesaran 40X. Warna dari sel gabus
sendiri agak coklat muda. Daun Hydrilla verticillata adalah tumbuhan air yang
berklorofil, sehingga terlihat berwarna hijau, selnya berbentuk persegi panjang
susunan bata dalam pembuatan bangunan, di dalamnya terdapat bintik-bintik
berwarna hijau yang disebut klorofil. Sel dari daun hydrilla ini akan tampak jelas
apabila dilihat melalui mikroskop elektron. Sel kapas (Gossypium sp) memiliki
batas-batas yang jelas yang disebut sigma, selain itu sel kapas juga terdapat torsi.
Di dalam sel terlihat kosong, ini menandakan bahwa sel kapas adalah sel mati.
Perbesaran yang digunakan untuk mengamati sel kapas adalah 10X. Warna dari
sel kapas itu sendiri kehitaman. Sel kapuk (Ceiba pentandra) memiliki batas-
batas yang jelas, sel kapuk berbentuk seperti tabung panjang yang kosong.
Perbesaran yang digunakan untuk mengamati adalah 10X. Warna dari sel kapuk
sendiri agak kehitaman, bening. Sel dari penampang melintang daun Ficus
elastica / daun karet yang dipotong melintang tampak berbentuk heksagonal,
berwarna hijau, sel yang satu dengan sel yang lainnya tersusun rapat, di dalam
dinding sel tidak terlihat kosong. Untuk mengamati sel ini praktikan harus
mengiris daun Ficus elastica secara melintang dan tipis sehingga preparat dapat
ditembus cahaya dan terlihat jelas melalui mikroskop elektron. Perbesaran yang
digunakan untuk mengamati adalah 10X.
Melalui praktikum ini dapat disimpulkan bahwa sel yang hidup adalah
sel yang didalamnya terdapat sitoplasma dan sel yang mati adalah sel yang di
dalamnya hanya terdapat ruang kosong. Jadi, yang termasuk sel hidup yaitu sel
bawang merah dan sel dari penampang melintang daun Ficus elastica, sedangkan sel
yang mati yaitu sel kapas, sel kapuk, dan sel gabus.

V. KESIMPULAN

Kesimpulan yang diperoleh dari praktikum kali ini yaitu Mikroskop adalah suatu
benda yang berguna untuk memberikan bayangan yang diperbesar dari benda-benda
yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop merupakan suatu
alat yang digunakan untuk melihat benda-benda mikroskopis dan transparan.
Mikroskop sangat penting digunakan untuk mengamati objek yang sangat kecil
seperti sel. Bagian-bagian mikroskop terdiri dari alat optik dan alat non optik. Sifat
bayangan yang dibentuk pada mikroskop yaitu maya, tegak, dan diperbesar.
Sel adalah satuan massa protoplasma yang terbungkus di dalam suatu selaput,
yang dikenal sebagai membran plasma, dan sering terbungkus oleh suatu dinding
yang dapat dikatakan tahan lama. Sel terdiri atas sitoplasma, membrane sel, dan
organel – organel yang ada di dalam sitoplasma. Sel tumbuhan memiliki bentuk
dinding sel tetap yang terdiri dari selulosa. Sel tumbuhan terdiri atas berbagai bentuk
seperti heksagonal, lonjong dan sebagainya. Pada tumbuhan terdapat sel gabus yang
merupakan sel mati. Sel dikatakan mati apabila tidak memiliki sitoplasma sel (cairan
sel). Sel yang mati adalah sel kapas dan sel kapuk.
DAFTAR PUSTAKA

Albert, S. 1994. Fisiologi Tumbuhan. Genesa Exact, Bandung.

Amir, A. 1981. Biologi umum. Gramedia, Jakarta.

Anshori, I. 1984. Biologi Umum. Ganesa Exact, Bandung.

Brotowidjoyo, M. D. 1994. Zoologi Dasar Cetakan Ketiga. Erlangga, Jakarta.

Fahn, A. 1991. Anatomi tumbuhan Edisi Ketiga. Gadjah Mada University Press,
Yogyakarta.

Gabriael. J.F. 1996. Fisika Kedokteran. EGC: Jakarta

Hadioetomo, ratna Sari. 1993. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. PT. Gramedia,
Jakarta.

Hidayat, E. B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. ITB, Bandung

Johnson, E. K. 1994. Histrologi dan Biologi Sel. Binaputra aksara, Jakarta.

Junqueira, L. C, J. Carniero & A. M. Contopoulus. 1998. Histologi Dasar. Penerbit


Buku kedokteran ECG, Jakarta.

Kamajaya. 1996. Sains Biologi. Ganesa Exact, Bandung.

Karmana, O. 1989. Biologi. Ganesa Exact, Bandung.

Kimball, J. W. 1999. Biologi Edisi Kelima. Erlangga, Jakarta.

Pramesti, H. T. 2000. Biologi Umum. FK Unlam, Banjarbaru

Purba, M dan kawan-kawan. 1999. Kimia. Erlangga. Jakarta.

Sowarsono, H. 1987. Biologi Pertanian. Rajawali Press, Jakarta.

Volk dan Wheeler. 1984. Mikrobiologi Dasar Edisi Kelima Jilid I. Erlangga. Jakarta.

Winatasasmita, Djamhur. 1986. Fisiologi Hewan dan Tumbuhan.


Universitas.Indonesia. Jakarta.

Yekti, S. 1994. Biologi Umum. Erlangga, Jakarta


1

6
5

1
0
0
9

1
3
1
2
1
1 1
4

1
5
Keteragan gambar mikroskop, yaitu :
1. Lensa okuler
2. Tabung atau tubus
3. Makrometer atau coarse adjust
4. Revolver
5. Lensa obyektif
6. Micrometer
7. Lengan atau tangkai mikroskop
8. Klip atau penjepit
9. Diafragma
10. Meja obyektif
11. Sekrup engsel
12. Kondensor
13. Sekrup kondensor
14. Cermin
15. Alas dasar kaki
No. Sel Hewan atau Sel Tumbuhan Keterangan

1. Sel kapas a. Torsi


Perbesaran : 40X

2. Sel kapuk a. Dinding sel


b. Rongga sel
b
Perbesaran : 100X

3. Selaput bagian dalam umbi lapis Warna : agak kemerah-merahan


bawang merah Bentuk : kotak/kubus
Pada setiap sisi terdapat inti sel
Perbesaran : 40X

4. Hydrilla verticillata a. Kloroplas


b
b. Rongga antar sel
Warna : hijau
Perbesaran : 100X
a
5. Sel gabus batang ubi kayu a a. Dinding sel
Warna : hitam
Bentuk : heksagonal
Perbesaran : 100X

6. Penampang melintang daun Ficus Warna : hijau


Elastica/daun karet Bentuk : memanjang
Perbesaran : 40X