Anda di halaman 1dari 3

Satuan Acara Penyuluhan

Topik : Gizi Kurang

Judul : Deteksi dini penyimpangan nutrisi pada anak

Tempat/sasaran: Posyandu/ Ibu dengan masalah bayi/ balita dengan gizi kurang

Hari/tanggal : Senin/16 april 2018

Waktu :

Tujuan intruksional Umum : Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 20 menit ibu
dapat memahami tentang Deteksi dini penyimpangan nutrisi pada anak

Tujuan intruksional Khusus : Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama 20 menit ibu
dapat:

1. Mengetahui pengertian tumbuh kembang


2. Mengetahui ciri-ciri anak tumbuh dan berkembang
3. Mengetahui cara mendeteksi dini penyimpangan tumbuh kembang pada anak

Metode: Sokratik (langgsung)

Media : Poster

Leaflet

Materi : Terlampir

Kegiatan Penyuluhan

No Kegiatan Waktu
1. Pembukaan 3 menit
a.memberi salam dan perkenalan
b.menjelaskan tujuan,manfaat dan
cakupan materi
2. Kegiatan inti penyuluhan 15 menit
a.menjelaskan dan menguraikan materi
b.membuka sesi tanya jawab
c,menjawab pertanyaan peserta berkaitan
dengan materi yang belum jelas
3. Penutupan 10 menit
a.menyimpulkan materi
b.melakukan evaluasi penyuluhan secara
lisan
c.mengakhiri kegiatan penyuluhan
d. memberi salam
Materi :

A. Pengertian tumbuh kembang


Pertumbuhan (growth) adalah merupakan peningkatan jumlah dan besar sel di
seluruh bagian tubuh selama sel-sel tersebut membelah diri dan mensintesis protein-
protein baru, menghasilkan penambahan jumlah dan berat secara keseluruhan atau
sebagian. Dalam pertumbuhan manusia juga terjadi perubahan ukuran, berat badan,
tinggi badan, ukuran tulang dan gigi, serta perubahan secara kuantitatif dan perubahan
fisik pada diri manusia itu. Dalam pertumbuhan manusia terdapat peristiwa percepatan
dan perlambatan. Peristiwa ini merupakan kejadian yang ada dalam setiap organ tubuh.
Perkembangan (development) adalah perubahan secara berangsur-angsur dan
bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh, meningkatkan dan meluasnya kapasitas
seseorang melalui pertumbuhan, kematangan atau kedewasaan (maturation), dan
pembelajaran (learning). Perkembangan manusia berjalan secara progresif, sistematis
dan berkesinambungan dengan perkembangan di waktu yang lalu. Perkembangan
terjadi perubahan dalam bentuk dan fungsi kematangan organ mulai dari aspek fisik,
intelektual, dan emosional. Perkembangan secara fisik yang terjadi adalah dengan
bertambahnya sempurna fungsi organ. Perkembangan intelektual ditunjukan dengan
kemampuan secara simbol maupun abstrak seperti berbicara, bermain, berhitung.
Perkembangan emosional dapat dilihat dari perilaku sosial lingkungan anak.
B. ciri-ciri anak tumbuh dan berkembang
memiliki tanda-tanda sebagai berikut :
berat badan naik sesuai garis pertumbuhan mengikuti pita hijau di Kartu Menuju Sehat
(KMS) atau naik ke pita warna di atasnya,anak bertambah tinggi, kemampuannya
bertambah sesuai umur, jarang sakit serta ceria, aktif dan lincah.

C. cara mendeteksi dini penyimpangan tumbuh kembang pada anak


Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita dapat dilakukan dengan cara :
1. Menimbang berat badannya tiap bulan di Posyandu, fasilitas pelayanan kesehatan lain,
atau Pos Pelayanan Anak Usia Dini (PAUD).
2. Merangsang perkembangan anak sesuai umurnya dengan melakukan stimulasi.
3. Mengajak anak bermain dan bercakap-cakap.
4.Membawa anak ke petugas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan Stimulasi Deteksi
dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK).
a. Umur 0-1 tahun : 4 kali dalam setahun
b. Umur 1-6 tahun : 2 kali tiap tahun (setiap 6 bulan)
6.Meminta kader mencatat pertumbuhan dan perkembangan di KMS.
Imunisasi adalah memberikan kekebalan pada bayi dan balita dengan suntikan atau tetesan
untuk mencegah agar anak tidak sakit atau walaupun sakit tidak menjadi parah. BAlita harus
diimunisasi agar kebal terhadap penyakit. Bila tidak diimunisasi tubuh mudah terserang
penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi. Imunisasi melindungi dari
penyakit, mencegah kecacatan dan kematian.
7.Pemberian Vitamin A
Pemberian Vitamin A adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram.
BBLR bisa terjadi pada bayi kurang bulan atau cukup bulan. Penyebab dari BBLR ini adalah
ibu hamil yang kurang gizi, kurang darah (anemia), muntah berlebihan, berumur kurang dari
20 tahun dan atau lebih dari 35 tahun, jarak kelahiran kurang dari 2 tahun, merokok dan
minum alcohol, memiliki tekanan darah tinggi, menderita penyakit kronis, mengalami
perdarahan selama kehamilan, mengalami infeksi, hamil kembar dan pernah melahirkan
bayi kurang bulan sebelumnya.