Anda di halaman 1dari 7

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN

PEMBERIAN TERAPI OKSIGEN BINASAL KANUL


DI RUANG KENARI RSUD BHAYANGKARA

Nama Pasien : Tn. R


Umur : 42 tahun
Alamat :
Diagnosa Medik : Bronkhitis Kronik
No. RM :
1. Diagnosa Keperawatan
Bersihan jalan nafas tidak efektif
Data Fokus :
DS : Pasien mengeluh sesak
Pasien mengeluh nyeri pada dada
DO : Pasien tampak sulit bernapas (Dispneu)
Pasien tampak lemah
Pasien tampak kelelahan
Pasien tampak batuk dengan lendir
TD : 140/90
RR: 28 x/menit
S : 36,5’C
N:
Hasil Pemeriksaan fisik Paru :
Inspeksi : Thoraks simetris, klien tampak menggunakan otot bantu nafas , dan
Respiratory Rate 28x/menit
Auskultasi : Terdapat suara tambahan wheezing, Ronkhi. Bunyi nafas Vesikuler..
Palpasi : tidak teraba massa, tidak ada nyeri tekan, tidak terdapat fraktur pada daerah
thoraks
Perkusi : Sonor
2. Dasar Pemikiran
Bronkhitis adalah infeksi pada saluran pernafasan yang mengakibatkan produksi
lendir meningkat sehingga menyebabkan batuk dan kesulitan bernapas. Bronkhitis
kronis ditandai dengan gejala yang berlangsung lama (3 bulan dalam setahun selama
dua tahun berturut-turut.
3. Tindakan Keperawatan
Pemberian Therapy Oksigen binasal kanul 5 liter
4. Prinsip Tindakan
a. Definisi
Memberikan tambahan oksigen pada pasien yang membutuhkan
b. Tujuan
1) Meningkatkan ekspansi dada
2) Memperbaiki status oksigenasi klien dan memenuhhi kekurangan oksigen
3) Membantu kelancaran metabolism
4) Mencegah hipoksia
5) Menurunkan kerja jantung
6) Menurunkan kerja paru-paru pada pasien dengan dispneu
7) Meningkatkan rasa nyaman dan efisiensi napas pada penyakit paru
c. Indikasi :
1) Gagal napas
2) Gangguan jantung
3) Kelupuhan alat pernapasan
4) Tanda-tanda ipoksia, shock, dsypneu,syanosis dan apneu
5) Keadaan gawat missal koma
6) Trauma paru
7) Metabolism yang meningkat : luka bakar, injuri multiple, infeksi berat.
8) Post operasi
9) Keracunan karbon monoksida
d. Kontra indkasi
1) Pada pasien dengan PPOM yang mulai bernapas spontan maka
pemasangan masker parsial rebreathing dan no rebreathing dapat
menimbulkan tanda dan gejala keracunan oksigen
2) Face mask tidak dianjrkan pada pasien yang mengalami muntah-muntah
3) Jika pasien terdapat obstruksi nasal, maka hindari pemakaian nasal kanul.
e. Prainteraksi
1) Membaca program terapi keperawatan
2) Mengecek identitas pasien
3) Menyiapkan peralatan
 Tabung O2 dan flow meter
 Botol pelembab (humidifier) yang berisi air higga garis water level
 Binasal kanul/ Sungkup (masker) O2
4) Mencuci tangan
f. Orientasi
1) Memperkenalkan diri dengan salam terapeutik dan validasi data : nama
pasien, keluhan, data lain terkait.
2) Menjelaskan tujuan dan langkah-langkah tindakan
3) Meminta persetujuan tindakan kepada pasien
4) Membuat kontrak dan kesepakatan untuk pelaksanaan tindakan
g. Interaksi
1) Mencuci tangan
2) Ucapkan salam terapeutik
3) Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada pasien
4) Tutup tirai dan pintu kamar pasien
5) Dekatkan peralatan ke sisi tempat tidur pasien
6) Mengatur posisi pasien senyaman mungkin
7) Hubungkan binasal kanul atau masker dengan selang oksigen ke botol
pelembab
8) Pasang ke pasien
9) Atur aliran oksigen sesuai kebutuhan
10) Rapikan pasien, rapikan alat
11) Evaluasi keadaan pasien dan berpamitan
12) Cuci Tangan
13) Lakukan dokumentasi keperawatan
5. Analisa Tindakan
Pemberian oksigen dimaksudkan untuk mensuport transport oksigen yang adekuat
dalam darah sehingga jaringan dalam tubuh tidak kekurangan O2. Dengan
mempertahankan oksigen jaringan yang adekuat diharapkan pasien yang mengalami
sesak nafas akibat infeksi pada saluran pernapasan dapat teratasi.
6. Bahaya dan Pencegahan
Bahaya :
Pemberian oksigen yang berlebihan dan secara terus menerus pada pasien dapat
menyebabkan keracunan O2 dan akan semakin sesak napas.
Sedangkan untuk prosedur yang tidak sesuai dengan teori diantaranya adalah tindakan
tidak mencuci tangan dapat memperbesar penularan penyakit, penggunaan binasal
kanul yang tidak steril juga memperbesar penularan penyakit melalui secret dari satu
pasien ke pasien lain. Penggunaan cairan humidifier yang tidak steril meningkatkan
kemungkinan kuman-kuman yang terkandung dalam air akan terhirup oleh pasien.
Pencegahan :
Selalu monitor pemberian O2 setiap 2 jam sekali dan selalu memantau reaksi alergi
yang muncul secara periodic setelah pemajanan terhadap allergen spesifik, obat-
obatan tertentu dan latihan fisik. Memahami dan mengaplikasikan prinsip 5 moments
for hand hygiene untuk pencegahan penularan infeksi. Pastikan alat-alat tindakan
dalam kondisi steril sebelum di gunakan ke pasien.
7. Hasil yang didapatkan dan Maknanya
S : Pasien mengatakan bernafas lebih nyaman dari sebelumnya
O : Pasien tampak releks
RR : 24 x/menit
A : Masalah teratasi
P : Pertahankan Intervensi
Kaji vital sign
Kaji keadaan umum tiap 2 jam
8. Tindakan Keperawatan Lain
a. Pemberian posisi semi fowler (45’)
b. Pemberian terapi nebulizer dengan atrovent 1 cc, diencerkan dengan Nacl 9% 1 c
c. Pemberian obat bronkodilator dan mukolitik
d. Pemasangan infuse
9. Evaluasi Diri
Kelebihan :
Dapat melakukan pemberian O2 binasal kanul ataupun maker tanpa bantuan perawat
Kekurangan :
Malaksanakan tindakan keperawatan kurang maksimal karena yang dilaksanakan
hanya tindakan yang darurat saja.

Pembimbing Mahasiswa

(…………………..) (…………………………….)
ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN
PENGUKURAN TANDA-TANDA VITAL (MENGHITUNG PERNAPASAN)
DI RUANG KENARI RSUD BHAYANGKARA

Nama Pasien : Tn. R


Umur : 42 tahun
Alamat :
Diagnosa Medik : Bronkhitis Kronik
No. RM :
1. Diagnosa Keperawatan
Pola nafas tidak efektif
Data Fokus :
DS : Pasien mengeluh sesak
Pasien mengeluh nyeri pada dada
DO : Pasien tampak sulit bernapas
Pasien tampak lemah
Pasien tampak kelelahan
Pasien tampak batuk dengan lendir
TD : 140/90
S : 36,5’C
N:
Hasil Pemeriksaan fisik Paru :
Inspeksi : Thoraks simetris, klien tampak menggunakan otot bantu nafas.
Auskultasi : Terdapat suara tambahan wheezing, Ronkhi. Bunyi nafas Vesikuler..
Palpasi : tidak teraba massa, tidak ada nyeri tekan, tidak terdapat fraktur pada daerah
thoraks
Perkusi : Sonor
2. Dasar Pemikiran
Bronkhitis adalah infeksi pada saluran pernafasan yang mengakibatkan produksi
lendir meningkat sehingga menyebabkan batuk dan kesulitan bernapas. Bronkhitis
kronis ditandai dengan gejala yang berlangsung lama (3 bulan dalam setahun selama
dua tahun berturut-turut.
3. Tindakan Keperawatan
Menghitung Jumlah Pernapasan
4. Prinsip Tindakan
a. Definisi
Menghitung jumlah pernapasan (Inspirasi yang diikuti ekspirasi selama 1 menit)
b. Tujuan
1) Mengetahui keadaan umum pasien
2) Mengetahui jumlah dan sifat pernapasan dalam rentan 1 menit
3) Mengikuti perkembangan penyakit
4) Membantu menegakkan diagnosis
5) Menurunkan kerja jantung
6) Menurunkan kerja paru-paru pada pasien dengan dispneu
7) Meningkatkan rasa nyaman dan efisiensi napas pada penyakit paru
c. Indikasi :
1) Pada pasien yang baru masuk dan untuk dirawat
2) Secara rutin pada pasien yang dirawat
3) Sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan pasien
d. Prainteraksi
1) Membaca program terapi keperawatan
2) Mengecek identitas pasien
3) Menyiapkan peralatan (jam tangan & APD)
4) Mencuci tangan
e. Orientasi
1) Memperkenalkan diri dengan salam terapeutik dan validasi data : nama pasien,
keluhan, data lain terkait.
2) Menjelaskan tujuan dan langkah-langkah tindakan (penghitungan pernapasan
seringkali di ikutkan dalam pemeriksaan TTV lengkap dan perhitungan
pernapasan tidak disebutkan untuk menghindari pasien mengatur pola
nafasnya)
3) Meminta persetujuan tindakan kepada pasien
4) Menjaga prifacy pasien
f. Tahap Kerja
1) Mencuci tangan
2) Menggunakan sarung tangan
3) Menananyakan keluhan utama melakukan penilaian sesuai dengan prosedur
4) Membuka baju pasien jika perlu untuk mengobservasi gerakan dada
5) Meminta pasien meletakkan tangan pada dada, mengobservasi keadaan dan
kesimetrisan gerak pernapasan
6) Menentukan irama pernapasan
7) Menghitung pernapasan selama 1 menit atau 60 detik
8) Mencuci tangan
g. Terminasi
1) Menanyakan kepada pasien apa yang dirasakan setelah dilakukan tindakan
2) Menyimpulkan prosedur yang telah dilakukan
3) Melakukan kontrak untuk tindakan selanjutnya
4) Berikan penghargaan sesuai dengan kemampuan pasien
5) Mengakhiri kegiatan dengan member salam
6) Mencuci tangan
h. Dokumentasi
Catat hasil kegiatan tindakan dalam buku, beri waktu pelaksanaan tindakan dan
tanda tangan perawat yang melakukan tindakan
5. Analisa Tindakan
Menghitung pernapasan dimaksudkan untuk mengetahui keadaan umum, jumlah dan
sifat pernapasan pasien selama 1 menit atauu 60 detik. Dengan menghitung
pernapasan dapat membantu menegakan diagnosa dengan akurat dan pemberian
therapy yang efektif sehingga diharapkan masalah pasien dapat teratasi dengan baik.
6. Bahaya dan Pencegahan
Bahaya :
Perhitungan jumlah pernapasan yang salah dapat menyebabkan kesalahan dalam
penentuan diagnosa yang berujung pada pemberian therapy pengbatan yang salah
akibtanya masalah pasien tidak teratasi.
Sedangkan untuk prosedur yang tidak sesuai dengan teori diantaranya adalah tindakan
tidak mencuci tangan dapat memperbesar penularan penyakit, memberitahukan pasien
jika perhitungan pernapasan ingin dilakukan juga dakhawatirkan perhitungan tidak
akurat mengingat pernapasan dapat diatur dengan sendiri.
Pencegahan :
Lakukan perhitungan pernapasan selama 1 menit atau 60 detik. Memahami dan
mengaplikasikan prinsip 5 moments for hand hygiene untuk pencegahan penularan
infeksi. Perhitungan pernapasan di ikutkan dalam pemeriksaan tanda-tanda vital
lainnya agar perhitungan akurat dan pastikan untuk tidak memberitahu pasien jika
ingin menghitung pernapasan.
7. Hasil yang didapatkan dan Maknanya
S : Pasien mengatakan sesak napas
O : Pasien tampak sesak dan kelelahan
RR : 28x/menit
A : Masalah tidak teratasi
P : Lanjutkan Intervensi
 Kaji pernapasan dan vital sign lainnya
 Kaji keadaan umum tiap 2 jam
8. Tindakan Keperawatan Lain
e. Pemberian posisi semi fowler (45’)
f. Pemberian terapi nebulizer dengan atrovent 1 cc, diencerkan dengan Nacl 9% 1 c
g. Pemberian obat bronkodilator dan mukolitik
h. Pemasangan infus
9. Evaluasi Diri
Kelebihan :
Dapat melakukan perhitungan pernapasan tanpa bantuan perawat
Kekurangan :
Malaksanakan tindakan keperawatan kurang maksimal karena yang dilaksanakan
hanya tindakan yang darurat saja.

Pembimbing Mahasiswa

(…………………..) (…………………………….)