Anda di halaman 1dari 8

RENCANA SURVEY

RENCANA SURVEY Budaya Keselamatan Rumah


Sakit

Abstract
Rencana survey ini bertujuan untuk menjelaskan maksud dan tujuan perencanaan dan
pelaksanaan survey budaya keselamatan rumah sakit pada RS Mata Bali Mandara.

dr. I Ketut Widiyasa, MPH


wideeyasa@gmail.com

RENCANA SURVEY Budaya Keselamatan Rumah Sakit


Pendahuluan
Laporan ini disusun dengan yang bertujuan untuk sebagai dasar pengembangan pedoman
praktik klinis dan instrument peningkatan kualitas lainnya. Survei ini dilaksanakan dengan
cara menyebarkan kertas survey kepada unit-unit yang berada dalam RS Mata Bali Mandara.
Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk mengevaluasi skor penilaian rumah sakit
terhadap budaya keselamatan pasien, yang akan dibandingkan antara unit ataupun rumah
sakit lain.

RENCANA SURVEY Budaya Keselamatan Rumah Sakit i


Table of Contents

PENDAHULUAN I

KATA PENGANTAR 1

TATA CARA SURVEY 1


MENGIDENTIFIKASI SUMBER DAYA YANG TERSEDIA DAN RUANG LINGKUP PROYEK 1
IDENTIFIKASI RESPONDEN SURVEY 1
SURVEY KERTAS (PRINT) 2

SAMPLING 2

TOOL SURVEY 2
DISTRIBUSI SURVEY 2
MENGEMBALIKAN SURVEY 2
PUBLIKASI SURVEY 2
MENYUSUN MATERIAL SURVEY 3

ANALISA SURVEY 3
IDENTIFIKASI SURVEY YANG TIDAK LENGKAP DAN TIDAK SAH. 3
HITUNG FINAL RESPONSE RATE. 3
EDIT DATA 3
EDIT DATA YANG TIDAK SAH, YANG MASIH BISA DIRUBAH. 3
BUAT DAN BERSIHKAN DATA. 3
IDENTIFIKASI RESPONDEN. 3
DEIDENTIFIKASI SURVEY. 3
ANALISA DATA DAN MEMBERIKAN LAPORAN. 4
HITUNG FREKUENSI LAPORAN. 4
HITUNG PERSENAN SCORE POSITIVE PER ITEM. 4
BANDINGKAN HASIL LAPORAN. 5

ii
Kata Pengantar
Tugas utama rumah sakit ialah untuk terus berusaha untuk meningkatkan mutu dan
keselamatan pasien. Sangat penting bagi kepemimpinan rumah sakit untuk mendirikan
budaya keselamatan. Untuk mencapai budaya tersebut dibutuhkan pemimpin, dokter, dan
staff untuk mengerti dengan nilai, kepercayaan, dan norma dalam sebuah organisasi
mengenai apa yang penting dan sikap dan perilaku bagaimana yang diharapkan atau sesuai
dengan nilai tersebut.

Survei ini dapat digunakan untuk:


 Meningkatkan kesadaran staff mengenai keselamatan pasien,
 Menilai status budaya keselamatan pasien saat ini,
 Mengidentifikasi kekuatan dan area untuk pengembangan budaya keselamatan
pasien,
 Memeriksa perubahan trend pada budaya keselamatan pasien dari waktu ke waktu,
 Evaluasi dampak inisiatif dan intervensi budaya keselamatan pasien, dan
 Melaksanakan perbandingan dalam ataupun di luar organisasi.

Tata Cara Survey


Sebelum mulai, penting untuk mengetahui tugas yang bersangkutan untuk menumpul data
survey dan memutuskan siapa yang menjadi person in charge di project ini.

Mengidentifikasi Sumber Daya Yang Tersedia dan Ruang Lingkup Proyek


Dua elemen penting dari efektifnya proyek ini adalah anggaran yang jelas untuk
mengidentifikasi ruang lingkup usaha pengumpulan data dan penjadwalan yang realistis. Di
bawah beberapa poin untuk mengevaluasi sumber daya yang tersedia:
 Seberapa banyak biaya dan/atau sumber daya yang tersedia untuk menjalankan
proyek ini?
 Siapa yang tersedia dalam rumah sakit ini untuk bekerja dalam proyek ini?
 Kapan dibutuhkan hasil survey yang lengkap dan tersedia?
 Apakah kita memeliki kapabilitas teknikal untuk melaksanakan survey ini di rumah
sakit, atau membutuhkan vendor untuk beberapa tugas?

Identifikasi Responden Survey


Survey ini akan berbentuk anonimity, responden tidak akan dilampir dalam laporan
sehingga teridentifikasi sebagai pemberi nilai atau komentar. Survey ini juga tidak
mengajurkan untuk memberikan nama responden dengan tujuan, responden merasa
nyaman untuk mengisi survey dengan sejujurnya dan dengan presepsi yang sebenarnya.

RENCANA SURVEY Budaya Keselamatan Rumah Sakit 1


Survey Kertas (Print)
Akan diberikan tanda pada selembaran survey untuk mengetahui tiap unit yang akan
mengisi survey tersebut, contoh, unit keperawatan, ditandai dengan nomor atau warna
pada selembaran surbey.

Sampling
Pemilihan responden survey, dapat dipilih dengan cara menyeluruh kesemua staff dalam
unit-unit rumah sakit, atau memilih sample, beberapa staff per unit. Pemilihan sample
dapat juga dilakukan dengan focus pada beberapa unit saja. Contoh, survey dapat
dilaksanakan per kategori seperti keperawatan, spesialis mata, dll atau per unit seperti UGD,
farmasi, dll. Jumlah sample yang akan disurvey sangat bergantung pada anggaran dan
sumber daya rumah sakit.

Tool Survey
Pada chapter ini akan dijelaskan bagaimana cara mendistribusikan dan mengembalikan
survey dan beberapa cara untuk mempublikasikan, mendeskripsikan langkah-langkah
laksana survey, dan memberikan deskripsi mengenai, bagaimana cara untuk
mengembangkan dan menyusun material survey.

Distribusi Survey
Distribusi survey akan lebih mudah dilakukan jika diadakan pertemuan antara staff dengan
refreshment sebagai acuan staff untuk menghadiri dan mengisi survey. Berikut panduan
yang akan diberikan pada saat pendistribusian survey:
 Memberikan instruksi yang jelas untuk menyelesaikan survey.
 Menginformasikan kepada staff, pengisisan survey adalah secara sukareal.
 Memastikan staff bahwa respons mereka akan bersifat rahasia. Akan ditekankan
bahwa laporan hasil survey tidak akan mengikutsertakan nama responden.
 Memperingati responden untuk tidak mendiskusikan jawaban ataupun pertnyaan
survey pada staff lainnya.
 Memberikan waktu pada staff untuk menyelesaikan survey pada jam kerja untuk
menekankan dukungan untuk pengumpulan data langsung ke rumah sakit.

Mengembalikan Survey
Dalam mengembalikan survey, dapat dibuatkan semacam kotak terkunci diruang-ruang
rumah sakit atau cara apapun yang dapat membantu tidak adanya data survey staff yang
bocor ke staff yang lain.

Publikasi Survey
Publikasi survey dapat dilakukan pada saat morning report. Akan dimulai dari atasan tiap
unit, dan dari sana akan disebarkan ke staff lain di tiap unit. Pada saat publikasi survey,
survey dapat menekankan maksud dan tujuan pada survey, menjelaskan poin-poin survey

2
yang akan dibahas, dan menekankan bahwa survey ini bersifat rahasia dan individual yang
menigis survey ini tidak akan dilampir pada laporan survey. Disarankan publikasi survey
dilakukan sebanyak-banyaknya mungkin untuk mendapat hasil responden yang maksimal.

Menyusun Material Survey


Dalam penyusunan material survey akan ditentukan berapa banyak selembaran survey yang
akan diprint dengan jumlah yang sesuai dengan jumlah responden di rumah sakit. Pada saat
pemberian survey, surveyor akan melampirkan cover letter yang menjelaskan tujuan survey,
tata cara pengisian survey, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan survey,
memastikan untuk menjelaskan survey ini bersifat rahasia dan suka rela untuk dijawab buat
staff rumah sakit, dan cara pengembalian survey beserta kontak surveyor.

Analisa Survey

Identifikasi survey yang tidak lengkap dan tidak sah.


Sisihkan survey yang banyak kosongnya dan yang tidak sah. Yang dimaksud dengan tidak sah
adalah, survey yang memiliki banyak jawaban yang sama, contoh, Section A, semua
jawabannya sangat setuju.

Hitung final response rate.


Setelah mengumpulkan survey, hitung nilai response dengan rumus di bawah ini:

Edit data
Edit data yang tidak sah, yang masih bisa dirubah.
Beberapa jawaban dari item survey mungkin terdapat 2 jawaban yang mestinya responden
cuma harus memilih satu. Jika ada 2 jawaban dalam item, jawaban yang sah adalah jawaban
yang mendekati nilai positif.

Buat dan bersihkan data.


Kumpulkan semua survey yang sah, dan masukkan survey tersebut kedalam computer
dengan memakai excel.

Identifikasi responden.
Masukkan atau berikan tanda pada survey, dengan tujuan untuk mengetahui unit dan
subjek yang bersangkutan pada survey.

Deidentifikasi survey.
Pada akhir survey akan ada kolom comment buat responden untuk diisi. Untuk menjaga
anonimitas, sebelum data di input kedalam computer, surveyor harus memastikan untuk
tidak memasukkan nama responden ataupun subjek yang disebut dalam comment.

3
Analisa data dan memberikan laporan.
Jika responden total dari seluruh unit berjumlah dibawah 10, tidak diharuskan untuk
membuat laporan feedback. Fromat laporan adalah seperti di bawah:
 Bagaimana survey dilaksanakan.
 Jelaskan latar belakang unit, seperti jam kerja, ruang lingkup kerja, dll.
 Komposisikan hasil per item, contoh, item A1 positive, neutral, atau negatif.Tidak
disarankan untuk melaporkan item jika respondennya hanya 3.
 Pisahkan hasil reponden untuk tiap unit. Contoh, hasil laporan survey untuk unit
perwat, hasilnya… Tidak disarankan untuk melaporkan survey per unit jika dalam 1
unit yang menjadi reponden dibawah 5.
 Masi memungkinkan untuk memisahkan hasil per unit jika respondentnya kurang
dari 5 dengan cara menggabungkan beberapa unit yang bersangkutan.

Hitung frekuensi laporan.


Ini untuk memudahkan pembacaan laporan per item. Per item, response di bagi menjadi 3,
positive, neutral dan negative. Sangat setuju dan setuju di kelpomokkan menjadi positive,
netral menjadi netral, tidak setuju dan sangat tidak setuju dikelompokkan menjadi negatif.
Item yang tidak di isi oleh responden tidak akan di hitung dalam presentase seperti dibawah
ini:

Hitung persenan score positive per item.


Untuk menghitung skor rumah sakit dalam budaya keselamatan, rata-ratakan respon
positive dari semua item dari tiap responden rumah sakit. Adapula pertanyaan yang
jawabannya sangat tidak setuju yang memiliki skor positive yang sudah diidentifikasikan
dalam survey. Contoh penghitungan nilai rata-rata rumah sakit, sebagai berikut:

4
Bandingkan hasil laporan.
Bandingkan hasil laporan dari tiap unit, posisi staff, interaksi dengan pasien, dan masa
jabatan dalam unit. Bisa juga dilakukan perbandingan dengan rumah sakit lain.