Anda di halaman 1dari 18

PEMBERIAN NUTRISI PADA PASIEN

RAWAT INAP
No. Dokumen :
445/368/pkm.bk/sop.ukp/06/
2015
SOP
No.Revisi :

Tanggal Terbit : 01 JUNI 2015

Halaman :1/2

H. Trisno, SKM
PUSKESMAS
NIP.197806041999111001
BAKAM

Pemberian nutrisi pada pasien rawat inap adalah Proses intervensi


gizi atau perlakuan dalam bentuk pemberian serta pengaturan
1.
Pengertian makanan/ nutrisi pasien yang disesuaikan dengan kondisi dan status
gizi pasien rawat inap.

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah pemberian menu yang


2.Tujuan sesuai atau terapi diit pasien guna mencapai status gizi optimal

SK Kepala Puskesmas Bakam No.


3.Kebijakan

1. Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas Perawatan, Depkes RI


tahun 2001;
2. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS), Kemenkes RI
4.Referensi tahun 2013;
3. Pedoman Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT), Kemenkes RI
tahun 2014.

1. Petugas gizi mengetahui identifikasi pasien meliputi nama


pasien,tanggal lahir, alamat dan diit pasien yang diperoleh dari
data pasien rawat inap;
2. Petugas gizi mengecek identitas pasien berdasarkan dengan diit
pasien;
3. Petugas gizi mencatat serta pengecekan ulang dan perhitungan
jumlah pasien disetiap persiapan penyelengaaraan makan
pasien;
4. Petugas gizi mencatat jenis diet pasien, sesuai instruksi dokter
atas diet yang ditentukan Untuk pasien yang dengan diit
5.Prosedur/
normal tanpa ada diit khusus, menu yang dihidangkan TKTP
Langkah -
(Tinggi Kalori Tinggi Protein), maupun untuk pasien yang
Langkah
memerlukan diet khusus;
5. Petugas gizi Melakukan assasmen ulang terhadap pasien yang
malnutrisi dan pasien yang memerlukan diit khusus seperti
hipertensi,diabetes militus ,jantung ,asam urat dll,dan
pemberian nutrisi disertai juga dengan pilihan menu yang
komposisnya sesuai dengan hasil assasmen guna mendapatkan
terapi gizi yang tepat;
PEMBERIAN NUTRISI PADA PASIEN RAWAT INAP
No. Dokumen :
445/368/pkm.bk/sop.ukp/06/ H. Trisno, SKM
2015 NIP.197806041999111001
PUSKESMAS
BAKAM SOP No. Revisi :
Tanggal Terbit : 01 JUNI 2015
Halaman : 2/2

6. Petugas gizi mengumpulkan dan Pengkajian data meliputi data


subyektif meliputi keluhan utama,kebiasaan makan ,riwayat
penyakit dahulu dan sekarang. Data obyektif meliputi
pemeriksaan antropometri,pemeriksaan laboratorium;
7. Petugas gizi menghitung jumlah kalori perhari dan perencanaan
diit lanjut;
8. Petugas gizi menyiapkan terapi diit yang sesuai untuk
penyelenggaraan makan untuk pasien yang khusus sesuai
dengan jumlah kebutuhan perporsi dan jenis makanan yang
diperbolehkan yang ditentukan ahli gizi.

6.Diagram -
Alir
1. PETUGAS GIZI
2. UGD DAN RAWAT INAP
7.Unit 3. PONED
Terkait 4. TFC
PEMBERIAN EDUKASI BILA KELUARGA
MENYEDIAKAN MAKANAN
No. Dokumen :
445/369/pkm.bk/sop.ukp/06/2015
SOP
No.Revisi :

Tanggal Terbit : 01 JUNI 2015


Halaman : 1/1
H. Trisno, SKM
PUSKESMAS
NIP.197806041999111001
BAKAM

Pemberian edukasi bila keluarga menyediakan makanan adalah


komunikasi dan informasi yang bersifat edukatif agar keluarga pasien
1. memahami dan melaksanakan aturan dan anjuran pemberian makan
Pengertian pada pasien, untuk mengembangkan pengertian dan sikap yang positif
terhadap gizi.

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah Pemberian edukasi bila


keluarga menyediakan makanan agar keluarga pasien memiliki
2.Tujuan pemahaman tentang gizi dan keluarga pasien dapat memberikan
makanan sesuai dengan diet pasien.

SK Kepala Puskesmas Bakam No


3.Kebijakan

1. Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas Perawatan, Depkes RI


tahun 2001;
2. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS), Kemenkes RI tahun
4.Referensi 2013;
3. Pedoman Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT), Kemenkes RI
tahun 2014.

1. Petugas gizi memperkenalkan diri kepada pasien dan keluarga


pasien;
2. Petugas gizi menyampaikan maksud dan kedatangan;
3. Petugas gizi melakukan Cara pendekatan konsultasi gizi dengan
cara pendekatan perseorangan dan kelompok (keluarga);
4. Petugas gizi melakukan Metode wawancara, tanya jawab,
5.Prosedur/
konsultasi;
Langkah -
Langkah 5. Petugas gizi memberikan saran, edukasi dan informasi kepada
keluarga pasien tentang aturan makan pasien dan dampak
terhadap kesehatan pasien apabila mendapatkan asupan makan
dari luar yang tidak sesuai dengan aturan diet;
6. Petugas gizi melakukan edukasi kepada keluarga pasien pada
saat hari pertama atau hari kedua pasien di rawat.

6.Diagram -
Alir
1. PETUGAS GIZI
7.Unit 2. UGD DAN RAWAT INAP
Terkait 3. PONED
4. TFC
PEMESANAN MAKANAN UNTUK PASIEN
RAWAT INAP

No. Dokumen :
445/370/pkm.bk/sop.ukp/06/2015

SOP No.Revisi :

Tanggal Terbit : 01 JUNI 2015

Halaman : 1/1

PUSKESMAS
H. Trisno, SKM
BAKAM
NIP.197806041999111001

Pemesanan makanan Pasien rawat inap adalah suatu proses kegiatan


1. permintaan makanan berdasarkan diet pasien oleh petugas gizi ke
Pengertian dapur Gizi.

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah pemesanan makanan


2.Tujuan
Untuk pasien rawat inap.

SK Kepala Puskesmas Bakam No.


3.Kebijakan

1. Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas Perawatan, Depkes RI


tahun 2001;
2. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS), Kemenkes RI
4.Referensi
tahun 2013;
3. Pedoman Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT), Kemenkes RI
tahun 2014.
1. Perawat di rawat inap mengisi surat pesanan permintaan
makanan pasien sesuai dengan jenis diet dan jumlah pasien ,
yang ditandatangani oleh penanggungjawab ruang rawat inap;
2. Petugas gizi/ petugas dapur mengambil surat pesanan
permintaan makanan pasien di rawat inap dan perawat
5.Prosedur/
Langkah - menyerahkan surat pesanan permintaan diit pasien tersebut;
Langkah 3. Petugas Gizi/ petugas dapur merekap setiap bon permintaan
makanan pasien dari masing-masing ruangan. Bila ada pasien
baru/ perubahan diet maka pemesanan dilakukan dengan
menambahkan dibon yang tersedia, sesuai instruksi dokter yang
merawat.
6.Diagram -
Alir
1. PETUGAS GIZI
2. UGD DAN RAWAT INAP
3. PONED
7.Unit 4. PETUGAS DAPUR
Terkait 5. TFC
PENYIAPAN MAKANAN UNTUK PASIEN
RAWAT INAP

No. Dokumen :
445/371/pkm.bk/sop.ukp/06/2015
SOP
No.Revisi :

Tanggal Terbit : 01 JUNI 2015


Halaman : 1/1
PUSKESMAS
H. Trisno, SKM
BAKAM
NIP.197806041999111001

Penyiapan makanan untuk pasien rawat inap adalah serangkaian


Proses kegiatan mulai dari perencanaan menu sampai distribusi
1.
Pengertian makanan kepada pasien dalam rangka pencapaian status gizi yang
optimal melalui pemberian diit yang tepat.

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah Untuk menyediakan


makanan dengan kualitas yang baik dan jumlah yang sesuai
2.Tujuan
kebutuhan serta pelayanan yang layak dan memadai bagi pasien.

SK Kepala Puskesmas Bakam No.


3.Kebijakan

1. Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas Perawatan, Depkes RI


tahun 2001;
2. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS), Kemenkes RI
4.Referensi tahun 2013;
3. Pedoman Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT), Kemenkes RI
tahun 2014.

1. Petugas gizi membuat Perencanaan menu;


2. Petugas dapur/ pramusaji melakukan pemesanan/ belanja bahan
makanan;
3. Petugas dapur/ pramusaji melakukan penerimaan bahan makanan;
5.Prosedur/ 4. Petugas dapur/ pramusaji melakukan penyimpanan bahan
Langkah - makanan;
Langkah 5. Petugas dapur/ pramusaji melakukan distribusi bahan makanan ;
6. Petugas dapur/ pramusaji melakukan Persiapan bahan makanan;
7. Petugas dapur/ pramusaji melakukan Pengolahan bahan makanan;
8. Petugas dapur/ pramusaji melakukan Penyajian dan Distribusi
makanan.
6.Diagram
Alir
1. PETUGAS GIZI
2. UGD DAN RAWAT INAP
7.Unit
3. PONED
Terkait
4. PETUGAS DAPUR/ PRAMUSAJI
5. TFC
DISTRIBUSI MAKANAN UNTUK PASIEN
RAWAT INAP

No. Dokumen :
445/372/pkm.bk/sop.ukp/06/2015
No.Revisi :
SOP
Tanggal Terbit : 01 JUNI 2015

Halaman : 1/1

PUSKESMAS
H. TRISNO, SKM
BAKAM
NIP.197806041999111001

Distribusi makanan untuk pasien rawat inap adalah serangkaian


kegiatan penyaluran makanan sesuai dengan jumlah porsi dan jenis
1. Pengertian makanan pasien yang dirawat (makanan biasa maupun makanan
khusus).

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk pendistribusian


2.Tujuan makanan tepat diet tepat sasaran

SK Kepala Puskesmas Bakam No.


3.Kebijakan

1. Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas Perawatan, Depkes RI


tahun 2001;
2. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS), Kemenkes RI
4.Referensi tahun 2013;
3. Pedoman Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT), Kemenkes RI
tahun 2014.

1. Petugas dapur/ pramusaji memasang celemek dan penutup


kepalanya;
2. Petugas dapur/ pramusaji mencuci tangan dengan sabun ;
3. Petugas dapur/ pramusaji menyiapkan alat makan pasien dan
makanan sebelum mendistribusikan kepada pasien, di meja yang
terpisah dari bahan-bahan berbahaya lainnya;
4. Petugas dapur/ pramusaji memasukkan makanan yang sudah
dilakukan pemorsian kedalam alat makan pasien, secara satu
5.Prosedur/ persatu per alat makan, dan alat makan di susun secara tidak
Langkah -
tumpang tindih;
Langkah
5. Petugas dapur/ pramusaji menutup alat makan pasien dengan
menggunakan plastic press, untuk menghindari kontaminasi
dengan kuman dan bakteri;
6. Petugas dapur/ pramusaji membuat label kopelan yang
bertuliskan nama pasien, jenis kelamin, umur, dan jenis diet, dan
di tempelkan di alat makan pasien, dengan tujuan agar tidak
tertukar antar pasien;
DISTRIBUSI MAKANAN UNTUK
PASIEN RAWAT INAP
No. Dokumen :
445/372/pkm.bk/sop.ukp/
PUSKESMAS 06/2015 H. Trisno, SKM
BAKAM No. Revisi : NIP.197806041999111001
SOP
Tanggal Terbit : 01 JUNI
2015
Halaman : 2/2

7. Petugas dapur/ pramusaji membawa makanan ke ruang


perawatan, dengan membawa alat makan secara sedikit demi
sedikit, yaitu dua ompreng setiap kali menyalurkan /
mendistribusikan ke pasien di masing - masing ruang perawatan
sesuai jumlah pasien dan jenis diit;
8. Petugas dapur/ pramusaji mendistribusikan makanan kepada
pasien sesuai jadwal yang telah ditentukan, Untuk makan pagi
jam 08.00 WIB, Makan siang jam 11.00 WIB, Makan sore jam
16.30 WIB;
9. Petugas dapur/ pramusaji kembali ke ruangan dapur gizi Setelah
semua makanan diberikan ke semua pasien.
6.Diagram
Alir
1. PETUGAS GIZI
2. UGD DAN RAWAT INAP
7.Unit
3. PONED
Terkait
4. PETUGAS DAPUR/ PRAMUSAJI
5. TFC
PEMBERIAN MAKANAN PADA PASIEN
RAWAT INAP

No. Dokumen :
445/373/pkm.bk/sop.ukp/06/2015

SOP No.Revisi :

Tanggal Terbit : 01 JUNI 2015

Halaman : 1/2

PUSKESMAS
H. TRISNO, SKM
BAKAM
NIP.197806041999111001

Pemberian makanan pada pasien rawat inap adalah Serangkaian


Kegiatan yang dilakukan dalam memberikan makanan kepada pasien
sesuai dengan terapi diit pasien. Untuk mencapai status gizi yang
1. Pengertian
optimal, makanan diberikan sebanyak 3 ( tiga) kali sehari yaitu
pada pagi hari, siang dan sore.

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk memberikan


pelayanan terapi diit pada pasien guna memperbaiki status gizi yang
2.Tujuan
optimal

SK Kepala Puskesmas Bakam No.


3.Kebijakan

1. Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas Perawatan, Depkes RI


tahun 2001;
2. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS), Kemenkes RI
4.Referensi tahun 2013;
3. Pedoman Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT), Kemenkes RI
tahun 2014.

1. Petugas gizi/ pramusaji mengambil surat pesanan diet pasien


yang dibuat oleh perawat;
2. Petugas gizi mengecek kelengkapan, identifikasi gizi berupa nama
pasien, jenis diit, waktu pemberian;
3. Petugas gizi menyiapkan daftar jenis menu sesuai dengan daftar
diet yang diperlukan, serta menentukan jumlah porsi yang
diperlukan;
4. Petugas gizi menyampaikan jenis menu sesuai dengan daftar diet
yang diperlukan, serta menentukan jumlah porsi yang
5.Prosedur/ diperlukan, kepada petugas dapur/ pramusaji;
Langkah - 10. Petugas dapur/ pramusaji menyiapkan bahan makanan yang
Langkah
akan di olah;
11. Petugas dapur/ pramusaji membersihkan dan memasak bahan
makanan;
12. Petugas dapur/ pramusaji menyiapkan alat makan dan makanan
sebelum mendistribusikan kepada pasien;
13. Petugas dapur/ pramusaji memasukan makanan yang sudah
dilakukan pemorsian kedalam alat makan pasien;
PEMBERIAN MAKANAN PADA PASIEN
RAWAT INAP
No. Dokumen : H. Trisno, SKM
445/373/pkm.bk/sop.ukp/06/ NIP.197806041999111001
PUSKESMAS 2015
BAKAM
SOP No. Revisi :

Tanggal Terbit : 01 JUNI 2015

Halaman : 2/2

14. Petugas dapur/ pramusaji membawa makanan ke ruang


perawatan, untuk didistribusikan ke pasien di masing - masing
ruang perawatan sesuai jumlah pasien dan jenis diit, nama, dan
ruang rawatan;
15. Petugas dapur/ pramusaji mendistribusikan makanan kepada
pasien sesuai jadwal yang telah ditentukan, Untuk makan pagi
jam 08.00 WIB, Makan siang jam 11.00 WIB, Makan sore jam
16.30 WIB;
16. Petugas dapur/ pramusaji memberikan makanan dengan
menyebutkan nama pasien, nama makanannya dengan
sopan,ramah dan senyum kepada pasien dan keluarga;
17. Petugas dapur/ pramusaji juga mengucapkan terima kasih dan
selamat makan.
6.Diagram -
Alir
1. PETUGAS GIZI
2. UGD DAN RAWAT INAP
7.Unit
3. PONED
Terkait
4. PETUGAS DAPUR/ PRAMUSAJI
5. TFC
PENYIAPAN MAKANAN DAN
DISTRIBUSI MAKANAN AMAN

No. Dokumen :
445/374/pkm.bk/sop.ukp/06/
SOP 2015
No.Revisi :

Tanggal Terbit : 01 JUNI 2015


Halaman : 1/1
PUSKESMAS
H. TRISNO, SKM
BAKAM
NIP.197806041999111001

Penyimpanan makanan dan distribusi makanan aman adalah suatu


tata cara menata, menyimpan dan menyalurkan makanan serta
1. Pengertian jumlah, kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada
pasien.

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk Penyimpanan


2.Tujuan makanan dan distribusi makanan aman.

SK Kepala Puskesmas Bakam No.


3.Kebijakan

1. Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas Perawatan, Depkes RI


tahun 2001;
2. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS), Kemenkes RI
4.Referensi tahun 2013;
3. Pedoman Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT), Kemenkes RI
tahun 2014.

1. Petugas dapur/ pramusaji melakukan Persiapan bahan


makanan;
2. Petugas dapur/ pramusaji melakukan Pengolahan
bahan makanan;
3. Petugas dapur/ pramusaji memisahkan makanan yang
telah diolah sesuai jenisnya;
4. Petugas dapur/ pramusaji memasang celemek dan
penutup kepalanya;
5. Petugas dapur/ pramusaji mencuci tangan dengan
5.Prosedur/
Langkah – sabun ;
Langkah
6. Petugas dapur/ pramusaji menyiapkan alat makan
pasien dan makanan sebelum mendistribusikan kepada
pasien, di meja yang terpisah dari bahan-bahan
berbahaya lainnya;
7. Petugas dapur/ pramusaji memasukkan makanan yang
sudah dilakukan pemorsian kedalam alat makan
pasien, secara satu persatu per alat makan, dan alat
makan di susun secara tidak tumpang tindih;
8. Petugas dapur/ pramusaji menutup alat makan pasien
dengan menggunakan plastic press, untuk menghindari
kontaminasi dengan kuman dan bakteri;
9. Petugas dapur/ pramusaji membuat label kopelan yang
bertuliskan nama pasien, jenis kelamin, umur, dan
jenis diet, dan di tempelkan di alat makan pasien,
dengan tujuan agar tidak tertukar antar pasien;
10. Petugas dapur/ pramusaji membawa makanan ke
ruang perawatan, dengan membawa alat makan secara
sedikit demi sedikit, yaitu dua ompreng setiap kali
menyalurkan / mendistribusikan ke pasien di masing -
masing ruang perawatan sesuai jumlah pasien dan
jenis diit;
11. Petugas dapur/ pramusaji mendistribusikan makanan
kepada pasien sesuai jadwal yang telah ditentukan,
Untuk makan pagi jam 08.00 WIB, Makan siang jam
11.00 WIB, Makan sore jam 16.30 WIB;
12. Petugas dapur/ pramusaji kembali ke ruangan dapur
gizi Setelah semua makanan diberikan ke semua
pasien.
6.Diagram
Alir
1. PETUGAS GIZI
2. UGD DAN RAWAT INAP
7.Unit Terkait 3. PONED
4. PETUGAS DAPUR/ PRAMUSAJI
5. TFC
PENYIMPANAN MAKANAN DAN
BAHAN MAKANAN

No. Dokumen :
445/375/pkm.bk/sop.ukp/06/
2015
SOP
No.Revisi :

Tanggal Terbit : 01 JUNI 2015

Halaman : 1/1

PUSKESMAS
H. TRISNO, SKM
BAKAM
NIP.197806041999111001

Penyimpanan makanan dan bahan makanan adalah suatu tata cara


1. menata, penyimpanan bahan makanan yang kering, basah, dan cair
Pengertian yang sesuai tempat penyimpanannya.

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk Penyimpanan


2.Tujuan makanan dan bahan makanan.

SK Kepala Puskesmas Bakam No.


3.Kebijakan

1. Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas Perawatan, Depkes RI


tahun 2001;
2. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS), Kemenkes RI
4.Referensi tahun 2013;
3. Pedoman Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT), Kemenkes RI
tahun 2014.

6. Petugas dapur/ pramusaji mengatur tempat penyimpanan


bahan makanan sesuai tempat penyimpanannya;
5.Prosedur/ 7. Petugas dapur/ pramusaji mengatur setiap bahan makanan,
Langkah - dan ditempatkan secara terpisah menurut jenisnya ke dalam
Langkah wadah, toples, kantong plastic, atau lemari es;
8. Petugas dapur/ pramusaji mengatur penyimpanan bahan
makanan yang berada di lemari es;
9. Petugas dapur/ pramusaji menata makanan ke dalam alat
makan dan menutup alat makan dengan plastic press;

6.Diagram
Alir
1.PETUGAS GIZI
2.UGD DAN RAWAT INAP
7.Unit
3.PONED
Terkait
4.PETUGAS DAPUR/ PRAMUSAJI
5. TFC

MONITORING TERAPI GIZI

No. Dokumen :
445/376/pkm.bk/sop.ukp/06/
2015
SOP
No.Revisi :

Tanggal Terbit : 01 JUNI 2015


Halaman : 1/1
PUSKESMAS
H. TRISNO, SKM
BAKAM
NIP.197806041999111001

Monitoring terapi gizi adalah suatu bentuk pengaturan makanan


1. Pengertian pasien untuk memperbaiki status gizi pasien.

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk monitoring


2.Tujuan terapi gizi.

SK Kepala Puskesmas Bakam No.


3.Kebijakan

1. Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas Perawatan, Depkes RI


tahun 2001;
2. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS), Kemenkes RI
4.Referensi tahun 2013;
3. Pedoman Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT), Kemenkes
RI tahun 2014.

1. Petugas Gizi mengidentifikasi masalah gizi


pasien;
5.Prosedur/ 2. Petugas Gizi mengidentifikasi dan menjelaskan tentang apa
Langkah - yang terjadi, resiko atau potendi akan terjaddi masalah gizi;
Langkah 3. Petugas Gizi merencanakan menu dan implementasi untuk
pemenuhan kebutuhan pasien;
4. Petugas Gizi melakukan asuhan gizi;
5. Petugas Gizi melakukan pencatatan perkembangan pasien
selama dirawat.
6.Diagram Alir
1.PETUGAS GIZI
2.UGD DAN RAWAT INAP
7.Unit Terkait 3.PONED
4.TFC

PENDIDIKAN/ PENYULUHAN/
KONSELING GIZI PADA PASIEN
RAWAT INAP

No. Dokumen :
445/377/pkm.bk/sop.ukp/06/
2015
SOP
No.Revisi :

Tanggal Terbit : 01 JUNI 2015


Halaman : 1/1
PUSKESMAS
H. TRISNO, SKM
BAKAM
NIP.197806041999111001

Konsultasi gizi pada pasien rawat inap adalah memberikan


informasi dan edukasi kepada pasien rawat inap secara individu
1. Pengertian
sesuai dengan masalah gizi yang dialami pasien.

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk Konsultasi gizi


2.Tujuan pada pasien rawat inap.

SK Kepala Puskesmas Bakam No.


3.Kebijakan

1. Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas Perawatan, Depkes RI


tahun 2001;
2. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS), Kemenkes RI
4.Referensi tahun 2013;
3. Pedoman Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT), Kemenkes RI
tahun 2014.

5.Prosedur/ 1. Petugas Gizi memberikan informasi gizi pada pasien rawat


Langkah -
Langkah inap pada saat hari terakhir di rawat;
2. Petugas Gizi mengucapkan salam dan memperkenalkan diri,
dan menjelaskan tujuannya;
3. Petugas Gizi memberikan informasi dan edukasi gizi dalam
pelaksanaan diet makanan pada pasien berdasarkan zat
gizi;
4. Petugas Gizi menjelaskan tentang makanan yang boleh dan
tidak boleh dikonsumsi sesuai diet;
5. Petugas Gizi menjelaskan tentang jadwal makan yang
teratur kepada pasien rawat inap;
6. Petugas Gizi memberikan informasi kepada pasien rawat
inap tentang membiasakan makan yang tepat waktu, jenis
dan jumlah;
7. Petugas Gizi mengucapkan terima kasih dan mengucapkan
salam.
6.Diagram Alir
1.PETUGAS GIZI
2.UGD DAN RAWAT INAP
7.Unit Terkait 3.PONED
4.TFC

ASUHAN GIZI PASIEN RAWAT INAP

No. Dokumen :
445/378/pkm.bk/sop.ukp/06/
SOP 2015
No.Revisi :

Tanggal Terbit : 1 JUNI 2015


Halaman : 1/1
PUSKESMAS
H. TRISNO, SKM
BAKAM
NIP.197806041999111001

Asuhan gizi pasien rawat inap adalah serangkaian proses kegiatan


pelayanan gizi yang berkesinambungan, dimulai dari perencanaan
1. Pengertian
diet hingga evaluasi rencana diet pasien di ruang rawat inap.

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk Asuhan gizi


2.Tujuan pasien rawat inap.

SK Kepala Puskesmas Bakam No.


3.Kebijakan

1. Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas Perawatan, Depkes RI


tahun 2001;
2. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS), Kemenkes RI
4.Referensi tahun 2013;
3. Pedoman Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT), Kemenkes
RI tahun 2014.
1. Petugas Gizi menganamnesa gizi pasien;
2. Petugas Gizi melakukan pengkajian status gizi/
mengskrining status gizi pasien;
3. Petugas Gizi melakukan pengambilan data untuk
assessment antara lain kebiasaan makan (frekuensi
makan, pemilihan bahan makanan tersering, cara
pengolahan makanan, dsb), data antropometri, dsb;
4. Petugas Gizi mengisi form gizi di rekam medic pasien;
5.Prosedur/ 5. Petugas Gizi membuat diagnose gizi dan intervensi gizi,
Langkah - antara lain riwayat gizi dan kebutuhan gizi sesuai dengan
Langkah status gizi dan riwayat penyakitnya, riwayat penyakit,
riwayat personal, riwayat alergi, tujuan dan implementasi ;
6. Petugas Gizi menentukan macam atau jenis diet sesuai
dengan penyakitnya dan cara pemberian makanan;
7. Petugas Gizi melakukan konseling gizi;
8. Petugas Gizi melakukan monitoring dan evaluasi gizi
pasien;
9. Petugas Gizi menerapkan asuhan gizi pasien secara
komputerisasi.
6.Diagram Alir
1.PETUGAS GIZI
2.UGD DAN RAWAT INAP
7.Unit Terkait
3.PONED
4.TFC

PENCUCIAN PERALATAN MAKAN


PASIEN RAWAT INAP

No. Dokumen :
445/379/pkm.bk/sop.ukp/06/
2015
SOP
No.Revisi :

Tanggal Terbit : 01 JUNI 2015


Halaman : 1/1
PUSKESMAS
H. TRISNO, SKM
BAKAM
NIP.197806041999111001

Pencucian peralatan makan pasien rawat inap adalah suatu proses


membersihkan dan memelihara peralatan makan pasien untuk
1. Pengertian
menjaga kebersihan dan keamanan alat makan pasien.

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk Pencucian


2.Tujuan peralatan makan pasien rawat inap.
SK Kepala Puskesmas Bakam No.
3.Kebijakan

1. Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas Perawatan, Depkes RI


tahun 2001;
4.Referensi 2. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS), Kemenkes RI
tahun 2013;

13. Petugas dapur/ pramusaji menyiapkan air, sabun dan


alat pembersih untuk mencuci alat makan pasien;
14. Petugas dapur/ pramusaji mencuci alat makan pasien
setelah mengambil alat makan dari ruang rawat;
5.Prosedur/ 15. Petugas dapur/ pramusaji mencuci menggunakan air
Langkah -
yang mengalir;
Langkah
16. Petugas dapur/ pramusaji mengelap alat makan pasien
setelah di cuci;
17. Petugas dapur/ pramusaji menyusun dan menyimpan
alat makan pasien ke rak/ lemari penyimpanan;

6.Diagram Alir
1.PETUGAS GIZI
2.UGD DAN RAWAT INAP
7.Unit Terkait 3.PONED
4.TFC
5.PETUGAS DAPUR/ PRAMUSAJI

PENCUCIAN PERALATAN MASAK


DAPUR RAWAT INAP

No. Dokumen :
445/380/pkm.bk/sop.ukp/06/
2015
SOP
No.Revisi :

Tanggal Terbit : 01 JUNI 2015


Halaman : 1/1
PUSKESMAS
H. TRISNO, SKM
BAKAM
NIP.197806041999111001

Pencucian peralatan masak dapur rawat inap adalah suatu proses


membersihkan dan memelihara peralatan masak dapur rawat inap
1. Pengertian untuk menjaga kebersihan dan keamanan peralatan dapur rawat
inap.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk Pencucian
2.Tujuan peralatan masak dapur rawat inap.

SK Kepala Puskesmas Bakam No.


3.Kebijakan

1. Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas Perawatan, Depkes RI


tahun 2001;
2. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS), Kemenkes RI
4.Referensi
tahun 2013;

1. Petugas dapur/ pramusaji menyiapkan air, sabun dan


alat pembersih untuk mencuci peralatan masak dapur
rawat inap;
2. Petugas dapur/ pramusaji mencuci peralatan masak
dapur rawat inap setelah selesai masak;
5.Prosedur/ 3. Petugas dapur/ pramusaji mencuci menggunakan air
Langkah -
yang mengalir;
Langkah
4. Petugas dapur/ pramusaji mengelap peralatan masak
dapur rawat inap setelah di cuci;
5. Petugas dapur/ pramusaji menyusun dan menyimpan
peralatan masak dapur rawat inap ke rak/ lemari
penyimpanan;

6.Diagram Alir
1.PETUGAS GIZI
2.UGD DAN RAWAT INAP
7.Unit Terkait 3.PONED
4.TFC
5.PETUGAS DAPUR/ PRAMUSAJI