Anda di halaman 1dari 11

Alat Pengurai Sampah Organik

MAKALAH

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas


Mata Pelajaran Prakarya

Oleh

Kelas : XI MIA 4
Kelompok :3

 Risnawati
 Jenal Arifin
 Anwar Fauzy
 Maya Surya Listianti
 Ulfatul
 Ayuni
 Vinna
 Fahira

SMAN 1 SINGAPARNA

KAB.TASIKMALAYA
Jl.Pahlawan KHZ.Mustafa Singaparna 46416 Tasikmalaya Jawa Barat
KATA PENGANTAR

Puju syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah swt. Karena berkat rahmat dan
hidayahnya penulis telah mampu menyelesaikan makalah berjudul “Alat Pengurai Sampah
Organik ”. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas salah satu pelajaran Prakarya.

Terima kasih sebelum dan sesudahnya penulis ucapkan kepada guru serta teman-
teman sekalian yang telah membantu, sehingga makalah guna memenuhi tugas ini
terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.

Makalah ini bukanlah karya yang sempurna karena masih memiliki banyak
kekurangan, baik dalam hal isi maupun sistematika dan teknik penulisannya. Oleh sebab itu,
penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah
ini. Semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi penulis dan bagi pembaca.

Singaparna,7 Februari 2015

Penulis

ii
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang……………………………………………….....1

B. Rumusan Masalah……………………………………….….....1

C. Maksud dan Tujuan………….…………..….…………………....1

BAB II PEMBAHASAN
A. Jenis-jenis pengurai sampah organik.........................................2
B. Manfaat daur ulang sampah organik..........................................4
C. Analisis SWOT..........................................................................6

BAB III KESIMPULAN

A. Kesimpulan………………............................………….……..........7
B. Saran.……………………………………………...…………...…..7

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Sampah adalah material sisa suatu aktivitas yang tidak diinginkan setelah berakhirnya
suatu proses. Sampah didefinisikan menurut derajat keterpakaian dan kegunaannya. Makin
majunya ilmu pengetahuan akan makin banyak material ditemukan kemanfaatannya bagi
manusia, dan dengan itu akan makin sedikit material sisa yang dikatagorikan sampah.
Sampah organik bisa digunakan pada pembuatan pupuk organik, berguna bagi pemberian zat
hara tanaman. Sementara sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi barang bernilai
ekonomi baru.

Sampah organik hari ini bukan lagi barang yang dianggap sepele, tetapi memiliki
potensi ekonomi sosial yang sangat tinggi. Material organik yang dihancurkan dengan
menggunakan Mesin Penghancur sampah organik lainnya berupa , rumput-rumputan, daun-
daunan, ataupun sampah pasar rumah tangga. Hasil Penghancuran tersebut nantinya akan
kompos yang siap dipasarkan.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah fungsi alat pengurai sampah organik?
2. Bagaimanakah analisis S.W.O.T alat pengurai sampah organik?
3. Bagaimana proses alat pengurai sampah organik?

C. Maksud dan Tujuan


1. Untuk memenuhi tugas Prakarya.
2. Untuk menambah wawasan mengenai cara membuat makalah.
3. Menambah wawasan fungsi alat pengurai sampah.
4. Untuk mempublikasikan hasil pekerjaan kelompok.
5. Sebagai dokumentasi bahwa kelompok 3 telah selesai mengerjakan tugas.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Jenis-jenis Mesin Pengurai Sampah Organik

1. Mesin Pencacah sampah organik ini berfungsi untuk menghancurkan sampah-sampah


organik seperti sampah daun-daunan, rumput-rumputan, sampah organik pasar,ataupun
sampah organik rumahtangga. Hasil cacahan mesin pencacah sampah organik ini dapat
diproses menjadi pupuk organik. Cara Kerja : Pengunaan mesin
pencacah sampah organik ini sederhana, seluruh sampah organik
yang tersedia dimasukkan ke dalam corong pemasukkan, ketika
mesin sudah menyala, maka secara otomatis akan menghancurkan
sampah organik menjadi bagian-bagian yang lebih kecil berukuran
0,5 – 1 cm. Fungsi :

 Menghancurkan dan mencacah sampah daun-daunan menjadi rajangan kecil 0,5- 1 cm


 Menghancurkan dan mencacah sampah rumput-rumputan menjadi rajangan kecil 0,5
– 1 cm
 Menghancurkan dan mencacah sampah pasar dan rumah tangga mejadi rajangan kecil
0,5 – 1 cm

2. Kapasitas : 1000 – 1500 kg/jam

Spesifikasi :

 Kapasitas. 1000 -1500 kg/jam


 Dimensi: 1500x800x1200mm
 Diameter tabung 40
 Pisau gerak 12 buah
 Pisau diam 12 buah
 Penggerak: Motor Diesel 16 PK RRT
 Bahan material kerangka : Besi UNP 65 mm
 Tebal Drum: 3mm
 Fungsi: Penghancur kotoran atau sampah organik

3. Kapasitas 50 -100 kg/jam

 Kapasitas. 50-100 kg/jam


 Dimensi 80x70x80 cm
 Penggerak: Motor Listrik 1 Hp 220 V
 Tebal Drum: 2 mm
 Fungsi: Penghancur kotoran atau sampah organik

2
4. Mesin Pencacah Organik MPO 500 HD [Honda Gx]

Proses penguraian atau pelapukan bahan organik dalam pembuatan kompos dipengaruhi
oleh faktor-faktor antara lain oleh rasio C/N, ukuran partikel, masukan oksigen (aerasi),
porositas dan kelembaban. Salah satu tahapan menyiapkan pengomposan dari bahan limbah
dan sampah organik lainnya dalah pengecilan ukuran.
Pengecilan ukuran limbah pertanian, limbah domestik rumah tangga, pasar sayur,
limbah pasar induk, dan sampah umumnya dilakukan dengan merajang atau mencacah
menggunakan mesin pencacah MPO 500 HD [Honda 5,5 PK].
Mesin pencacah ini berguna untuk memudahkan proses pencacahan sampah organik
menjadi ukuran 10 sd 15 mm agar memperluas permukaan dan meningkatkan porositas bagi
percepatan pembuatan kompos. Sampah organik (material sisa berasal dari makhluk hidup
meliputi manusia, hewan danm tumbuhan) akan lebih cepat terurai jika berukuran kecil (10-
15 mm) sehingga lebih mudah dalam penanganan.
Mesin Pencacah Organik MPO 500 HD [Honda] memiliki Spesifikasi :
1. kapasitas Kerja : 500-700 kg/jam
2. dimensi Keseluruhan : 1100x680x1350 mm
3. Dimensi Penghancur : 1100x400x1350 mm
4. Ukuran Pemasukan : 200x120x200 mm
5. Panjang Drum : 420 mm
6. Diameter drum dengan pisau : 400 mm
7. Berat Unit : 100 kg
8. Berat Keseluruhan : 165 kg
9. Jumlah Pisau : 18 buah
10. Lebar/Tebal pisau : 50/12 mm (bisa buka pasang satu persatu)

3
B. Manfaat Daur Ulang Sampah

1. Membuka Peluang Bisnis


Sampah, khususnya di kota kota Indonesia, makin terasa menimbulkan masalah
seiring dengan pertumbuhan penduduk dan tingkat konsumsi. Komposisi sampah, merujuk
pada data statistik, rata-rata 74 % adalah sampah organik dan, sisanya 26 % terdiri dari kain,
logam, plastik, styrofoam, dan aneka sisa kemasan makanan. Kini, atas inisiatif swadaya atau
karena tuntutan ekonomi, sampah telah memberi peluang bisnis kepada para pelaku, usaha
daur ulang (recycle) maupun produsen produk guna ulang (reuse). Di berbagai pelosok kota
akan ditemukan kelompok masyarakat mendaur ulang sisa material kemasan kopi instan,
permen, pasta gigi, menjadi tas tangan, sandal dan barang baru lainnya yang bisa bernilai
ekonomi dan laku dijual. Atau, terdapat juga komunitas yang mengolah sampah organik
menjadikannya kompos, dan banyak diantaranya yang lebih modern menggunakan mesin
rotary kiln dan lebih lanjut menggunakan komposnya sebagai media tumbuh jamur kompos (
jamur kancing, jamur tiram dan champignon).

Peluang ekonomi dan bisnis dari sampah muncul, ketika, warga


khususnya di kota, memiliki perilaku BerSeka Trash Bin- Memilah
Sampah Per Jenis. Jenis sampah organik, setelah terpilah sejak di
sumber timbulnya dalam berbagai model dan kapasitas tempat sampah
terpisah, didaur ulang dalam Komposter. Kini, sejak penemuan teknik
pembuatan kompos secara modern pada 25 Februari 2005, atau sejak
longsornya TPA Sampah Leuwigajah, sampah organik bisa diolah secara higienis, tanpa
berbau busuk, sangat cepat dan, bahkan, dalam skala jumlah tertentu, menggunakan mesin
kompos, bisa menguntungkan. Jenis sampah organik, yakni material sisa aktivitas manusia
berbahan alami (makhluk hidup manusia, hewan dan tumbuhan), diperkecil ukurannya oleh
fungsi pencacah sampah, untuk memperluas intensitas kontak dengan penggembur serta
bakteri pengurai. Mesin Pencacah Organik (MPO) dapat dipilih pada berbagai tipe dan
kapasitas, serta dengan berbagai pilihan penggerak, mulai penggunaan sumber listrik PLN,
tipe MPO elektrik hingga penggunaan engine berbahan solar (diesel) maupun premium.
Pemilihan MPO disesuaikan dengan target jumlah sampah yang akan dikelola. Fungsi MPO
diperlukan untuk tujuan memperkecil material organik, berukuran besar menjadi ukuran 2 cm
sampai 5 cm. Sementara bagi sampah rumah tangga, sisa memasak dan makanan, umumnya
tidak memerlukan alat pencacah lagi atau, bagi jumlah kecil, dapat digunakan pencacah
berupa pisau rajang.

Penguraian bahan organik, limbah maupun sampah, dengan upaya daur ulang
(recycle) maupun guna ulang (reuse), akan menjadi material baru berupa kompos. Bagi
kepentingan pertanian di pedesaan, perawatan tanaman hias dan obat di pekarangan, kompos
- sebagai jenis pupuk organik, sangat penting untuk menggemburkan dan menumbuhkan
mikrobilal.

4
Pembuatan taman dan budidaya tanaman di pekarangan rumah, kendati bisa
menggunakan pupuk kimia, namun dengan hasilnya dikonsumsi, memerlukan perlengkapan
taman atau sangat dianjurkan hanya diaplikasikan unsur hara dan senyawa dari bahan
kandungan pupuk organik kompos.

Kompos, kini dikomersialkan sebagai pupuk


guna melengkapi peranan penyedia unsur hara
dalam konsentrasi tinggi pada pupuk buatan
(sintetis), seperti aneka jenis pupuk yang kini
banyak beredar. Berbagai jenis pupuk kimia,
mulai pupuk dengan kandungan hara tunggal
hingga majemuk, pupuk formula spesifik
tanaman maupun pupuk berbentuk tabur dan bentuk pupuk tablet. Perkebunan, dan pertanian
komersial, yang mengusahakan tanaman tahunan, atau tanaman keras, dalam menjaga tingkat
produktivitasnya, sangat tergantung kepada pupuk kimia. Namun, meningkatnya kerusakan
lahan akibat ekspoloitasi terus menerus, serta tuntutan pengurangan emisi timbulan efek
rumah kaca dalam pemanasan global, penggunaan kompos, khususnya yang mendapat asupan
inokulan bakteri penambat (N2), pelarut posfat, zat tumbuh (ZPT) sebagai katagori kualitas
pupuk hayati, penggunaannya makin meningkat. Pupuk organik seperti kompos maupun
pupuk hayati sangat penting dalam membangun pertanian organik, yakni praktek budidaya
pertanian dalam menghasilkan aneka bahan pangan berlabel produk sehat, memiliki
kandungan residu kimia dibawah ambang batas yang membahayakan kesehatan.

2. Kemelimpahan Produk Sehat

Tren meningkatnya permintaan produk pangan sehat, khususnya di perkotaan,


menuntut warga kota itu sendiri mendukungnya dalam bentuk kemelimpahan kompos dan
pupuk organik bagi pertanian. Karena, hasil pertanian akan kembali ke kota, menjadi
makanan kita semua. Makin banyaknya komunitas Posko Hijau - Green Phoskko Organic
Product, melakukan pilah olah sampah di kota, biaya pupuk pertanian diharapkan akan turun,
dan sekaligus dengan itu naiknya kesejahteraan petani. Sedikit merobah kebiasaan kita
semua, dalam meletakan dan menempatkan material sisa aktiviats, dalam tempat sampah
secara terpisah berdasar jenisnya, memberi arti besar pada perbaikan derajat kesehatan serta
kesejahteraan. Daur ulang sampah, membuka peluang bisnis sekaligus, memberi
kemelimpahan pada ketersediaan produk sehat*).

5
C. Analisis SWOT
1.Strength (Kekuatan)
1) Sistem pengelolaan sampah terpadu dimulai dari pewadahan, pengangkutan,
prmilahan, pengomposan, pengolahan/daur ulang, sampai PLTS.
2) Networking yang sudah terjalin dengan berbagai organisasi atau perusahaan pengelola
sampah.
3) Recycling center sebagai tempat penukaran barang bekas juga menjual aneka produk
dan jasa.
4) Energi listrik yang dihasilkan dapat digunakan untuk operasional mesin produksi.
5) Sistem pengomposan yang cepat jadi
6) Perubahan image pemulung
7) Pendidikan kesehatan dan motivasi bagi pemulung
8) Lingkungan yang menjadi bersih dan indah.
2. Weaknesess (Kelemahan)
1) Kurang modal
2) Kekurangan modal dapat diatasi dengan meminjam modal dari kerabat, angel
investor, atau bank.
3) Belum mempunyai pengalaman sebelumnya
4) Hal ini telah di atasi dengan cara membentuk tim ahli dan bekerjasama dengan
banyak orang yang telah berpengalaman dalam bidang pengolahan sampah.
3. Opportunities (Peluang)
1) Volume dan ragam sampah yang semakin hari semakin banyak
2) Harga barang bekas yang semakin mahal
3) Harga pupuk urea yang semakin mahal dibandingkan pupuk kompos
4) Harapan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik
5) Masyarakat menginginkan pekerja sampah dengan image dan attitude yang baik
4. Threats (Ancaman)
1) Masyarakat belum sadar dan paham akan kegunaan recycle center. Oleh karena itu
perlu di lakukan tindakan berikut :
a. Menggencarkan branding serta pemasaran above dan below the line sehingga
mereka akan aware.
b. Memberikan pengertian kepada mereka akan keuntungan yang dapat mereka
peroleh apabila mereka bekerja sama dengan kita.
c. Membangun image perusahaan
2) Produksi sampah yang bisa di daur ulang ternyata tidak memenuhi target
karena di ambil pemulung lepas. Untuk menyiasati hal tersebut, perlu
dilakukan hal berikut :
1. Melakukan pendekatan langsung dengan pemilik rumah atau wakil
kompleks supaya mereka hanya memberikan sampah pada kita.
2. Memberikan pengawasan yang lebih terhadap sampah-samaph tersebut.
6
BAB III
KESIMPULAN

A. Kesimpulan
Di jaman modern ini terdapat banyak alat pengurai sampah organik
baik yang sederhana,besar dan lainnya. Dengan kegunaan yang sangat
menguntungkan bagi perekonomian masyarakat maupun lingkungan sekitar.

B. SARAN
.Adanya sampah merupakan suatu konsekuensi dari aktifitas manusia,
setiap aktifitas manusia pasti akan menyebabkan buangan atau sampah.
Jumlah volume sampah akan berimbang dengan tingkat konsumsi kita
terhadap material yang digunakan sehari hari. Demikian pula dengan jenis
sampah sangat tergantung dengan material yang kita konsumsi. Oleh karena
itu pengelolaan sampah tidak bisa lepas juga dari pengelolaan gaya hidup
masyarakat.

7
DAFTAR PUSTAKA

http://infomanfaat.com/799/manfaat-sampah-bagi-kehidupan/lingkungan
http://indriaranipgsdipab.blogspot.com/2012/12/pemanfaatan-sampah.html
http://viemufidah.guru-indonesia.net/artikel_detail-18152.html
http://www.scribd.com/doc/19635362/BAHAN-SWOT
http://mukti-aji.blogspot.com/2008/05/sistem-pengelolaan-sampah-terpadu.html
http://eprints.ui.ac.id/7971/
hasanpoerbo.blogspot.com
http://uripsantoso.wordpress.com/2009/01