Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanegaraman hayati

yang sangat tinggi yang berupa sumber daya alam yang berlimpah, baik di

daratan, udara maupun di perairan. Semua potensi tersebut mempunyai peranan

yang sangat penting bagi pengembangan kepariwisataan, khususnya wisata alam.

Potensi Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) yang dimiliki Indonesia,

antara lain berupa keanekaragaman hayati, keunikan dan keaslian budaya

tradisional, keindahan bentang alam, gejala alam, peninggalan sejarah/budaya

yang secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat. Keseluruhan potensi

ODTWA tersebut di atas merupakan sumber daya ekonomi yang bernilai tinggi

dan sekaligus merupakan media pendidikan dan pelestarian lingkungan.

Konsep ekowisata di dunia pertama kali diperkenalkan oleh pakar ekowisata

yang telah lama menggeluti perjalanan alam, yakni Hector Ceballos dan Lascurain

(1987). Kemudian, The Ecotourism Society pada 1993 menyempurnakan konsep

ekowisata dengan mendefinisikan sebagai suatu perjalanan bertanggungjawab

pada lingkungan alami yang mendukung konservasi dan meningkatkan

kesejahteraan penduduk setempat. Pada dasarnya ekowisata merupakan perpaduan

dari berbagai minat yang tumbuh dari keprihatinan lingkungan, ekonomi, dan

sosial.

1
Kabupaten Raja Ampat adalah kabupaten bahari yang wilayahnya terdiri

dari ratusan pulau besar dan kecil. Penelitian yang dilakukan oleh Conservation

International Indonesia menyimpulkan bahwa laut Kabupaten Raja Ampat

termasuk salah satu kawasan terumbu karang terbaik di Indonesia. Wilayahnya

terdiri dari gugusan pulau besar dan kecil dan terletak pada posisi 2º.25' Lintang

Utara─4º.25' Lintang serta 130º─132º.55' Bujur Timur, dengan luas wilayah

6.791.55 km².

Kepulauan Raja Ampat terletak di jantung pusat segitiga karang dunia

(Coral Triangle) dan merupakan pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya

di dunia saat ini (Dinas Kelautan dan Perikanan Raja Ampat 2007). Kabupaten

Raja Ampat sebagai daerah kepulauan memiliki potensi sumberdaya laut dan

pesisir yang masih alami dan indah, sehingga merupakan kawasan yang sangat

berpeluang untuk pengembangan ekowisata bahari dan wilayah ini telah pula

diusulkan sebagai lokasi Warisan Dunia (Word Herritage Site) (CII 2006).

Keberadaan sumberdaya laut yang sangat potensial dan yang dijadikan

obyek wisata bahari di Raja Ampat adalah keindahan terumbu karang. Dari hasil

penelitian CI (2002), ditemukan 75 % dari 537 spesies terumbu karang dunia

terdapat di Raja Ampat dan kondisi terumbu karang masih sangat baik. Bahkan

hasil penelitian lebih lanjut yang dilakukan Conservation International (CII2004)

menyimpulkan bahwa laut di Kepulauan Raja Ampat adalah kawasan terumbu

karang terbaik di Indonesia.

2
B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu:

1. Apakah

pengertian dari pengembangan ekologi pariwisata?


2. Bagaimana

perkembangan ekowisata di Kabupaten Raja Ampat?


3. Adakah

permasalahan yang terjadi dalam pengembang ekowisata di Kabupaten Raja

Ampat?
C. Pembatasan

Masalah

Agar pembahasannya tidak keluar dari judul yang diangkat maka batasan-batasan

masalah yang akan dibahas sesuai dengan rumusan masalah diatas yaitu :

1. Pengertian

dari pengembangan ekologi pariwisata.


2. Bagaimana

Perkembangan ekowisata di Kabupaten Raja Ampat?


4. Bagaimana

permasalahan yang terjadi dalam pengembang ekowisata di Kabupaten Raja

Ampat.
D. Tujuan

Pembahasan
1. Untuk

mengetahui apakah pengertian dari pengembangan ekologi pariwisata.


2. Untuk

mengetahui bagaimana perkembangan ekowisata di Kabupaten Raja Ampat.

3
3. Untuk

mengetahui permasalahan yang terjadi dalam pengembang ekowisata di

Kabupaten Raja Ampat.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pengembangan Ekologi Pariwisata

Secara konseptul pengembangan ekowisata dapat didefinisikan sebagai

suatu konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang bertujuan untuk

mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan

meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan, sehingga memberikan

manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat.

B. Perkembangan Ekowisata di Kabupaten Raja Ampat

Saat ini, Pemda-Pemda mulai mengembangkan ekowisata dengan

mengangkat potensi sumberdaya alam yang dimilikinya. Seperti halnya Pemda

Kabupaten Raja Ampat, yang telah mengembangkan kawasan-kawasan pariwisata

alam. Pengembangan ekowisata di Kabupaten Raja Ampat, selain menjaga

kelestarian hutan dan isinya juga untuk memberdayakan ekonomi masyarakat

yang ada di situ. Pengembangan ekowisata di suatu daerah tidak terlepas dari

dukungan pemerintah dan kalangan swasta. Selain menerbitkan kebijakan yang

mendukung pengembangan ekowisata, pemerintah tentunya juga perlu

mendukung dalam hal sarana dan prasarana.

4
Salah satu sarana yang vital dalam pengembangan ekowisata adalah

transportasi. Tanpa transportasi yang memadai tentunya para wisatawan akan

enggan datang ke lokasi-lokasi kawasan ekowisata. Jika hal ini terjadi maka

keindahan hutan dan isinya akan sia-sia saja, dan akhirnya hutan itu akan habis

ditebang. Selain itu, juga mengupayakan agar desain dan pembangunan fasilitas

transportasi harmonis dengan alam, sosial budaya, dan estetika.

Peta Kepulauan Raja Ampat


1. Akses menuju Kabupaten Raja Ampat

Anda bisa mencari penerbangan dari Jakarta yang menuju Sorong yang

melalui Manado. Lama penerbangan kira - kira 6 jam. Jika sudah sampai di

Sorong, silakan menuju ke Waisai, Kota Kabupaten Raja Ampat. Sebelum menuju

ke Raja Ampat, anda harus ke bandara udara bernama Domine Eduard Osok di

Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Setelah tiba di kota Sorong, anda harus ke

pelabuhan penyeberangan ferry bernama Pelabuhan Pelayaran Rakyat untuk

menyeberang menggunakan Kapal Ferry ke Pelabuhan Waisai di Raja Ampat.

5
Menuju Pelabuhan Pelayaran Rakyat dari bandara udara Sorong hanya

butuh waktu 10 menit menggunakan Taxi (Mobil Plat Kuning) dengan biaya Rp.

50,000 atau Ojeg Motor dengan biaya Rp. 20,000. Sebelum masuk ke dermaga

tempat kapal ferry sandar, ada tempat penjualan tiket, harga kelas ekonomi Rp.

140,000/orang. Jarak tempuh ferry terbilang cepat yaitu kurang lebih 2 jam tiba di

Pelabuhan Waisai. Tidak jauh dari dermaga penyeberangan ferry Waisai ada Tugu

Raja Ampat, untuk penginapan di Raja Ampat ada beberapa hotel di sekitar

pelabuhan laut waisai misalkan Waisai Beach Hotel dengan harga Rp.

385,000/malam.

Di sekitar hotel Waisai Beach dan pelabuhan laut penyeberangan ferry ada

beberapa tempat yang bisa di kunjungi dalam waktu 4 jam. Menuju ke tempat

lokasi bisa menyewa boat (Rp. 400,000/boat) maupun melalui darat dengan ojeg

motor (Rp. 150,000/orang). Berangkat jam 06:00 anda dapat memulai menyusuri

pinggir pantai menggunakan ojeg motor (lebih cepat dari sewa boat), minta antar

ke tempat tujuan yang paling jauh dahulu bernama "Saporkren", jarak tempuh +/-

1 jam dari hotel, setelah tiba anda dapat mengambil foto dan istirahat sejenak.

Selanjutnya, tidak jauh dari saporkren ada banyak resort yang bisa

dikunjungi dan anda bisa menikmati keindahan resort ini sampai jam 08:00, resort

yang terbaik di pulau ini adalah private beach "Raja Ampat Dive Resort"

6
Foto di Dermaga Raja Ampat Dive Resort

Foto diatas menggambarkan suasana setelah sunset yang dapat dinikmati bila anda

menginap di Raja Ampat Dive Resort. Di Waisa, anda juga bias mengunjungi

Pantai Waisai Torang Cinta.

Suasana di pantai ini agak mirip dengan pantai Losari di Makassar serta

Ancol di Jakarta. Namun, karena ini berada di Raja Ampat, pemandangannya

tentu saja berbeda. Pantai Waisai Torang Cinta yang biasa disingkat Pantai WTC

berada di Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Waisai. Tahun 2014 lalu tempat ini

dijadikan tempat pusat persinggahan sail Raja Ampat. Pantai WTC memiliki

fasilitas berupa taman di tepi pantai yang memanjakan para traveller yang ingin

menikmati suasana Ibukota Raja Ampat dengan cara yang berbeda. Pohon-pohon

kelapa yang tampak tumbuh di sekitar taman menjadi pelengkap suasana di Pantai

WTC.

7
2. Potensi dan Pengembangan Wilayah Pesisir di Kepulauan Raja

Ampat

Raja Ampat telah diakui oleh dunia sebagai salah satu dari 10 perairan

terbaik untuk diving alias menyelam. Oleh para wisatawan yang pernah

menyelam di sini, perairan Raja Ampat dianggap memiliki flora dan fauna

terlengkap di dunia. Karang (coral) nya mencapai 537 jenis.

Rumah terbesar terumbu karang

Penelitian tahun 2001 - 2002 melaporkan terdapat lebih dari 540 jenis

karang keras ( 75% dari total jenis di dunia ), lebih dari 1.000 jenis ikan karang,

700 jenis moluska, serta catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod

crustaceans. Ditemukan pula 828 jenis ikan dan diperkirakan jumlah keseluruhan

jenis ikan di daerah ini 1.074. Di darat, penelitian ini menemukan berbagai

tumbuhan hutan, tumbuhan endemik dan jarang, tumbuhan di batuan kapur serta

pantai peneluran ribuan penyu. Di beberapar tempat ada keunikan tersendiri,

ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa

8
menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut masih bisa hidup

walaupun di udara terbuka dan terkena matahari langsung.

Potensi Sumber Daya Alam Di Kepulauan Raja Ampat

Di Kepulauan Raja Ampat juga dapat ditemukan beberapa spesies unik

saat menyelam seperti pigmy seahorse atau kuda laut mini, wobbegong dan manta

ray. Juga ada ikan endemic Raja Ampat yaitu Eviota Raja sejenis ikan gobbie.

Jika menyelam di Cape Kri atau chiken reef, kita akan di kelilingi ribuan ikan

seperti kumpulan ikan Tuna, snapper dan giant travellies. Di Kepulauan Raja

Ampat juga cocok untuk melakukan drift dive, yaitu menyelam mengikuti arus

kencang dengan air yang sangat jernih sambil menerobos kumpulan ikan.

Cocok juga untuk wreck dive karena disana kita dapat menjumpai Pesawat

karam bekas peninggalan perang dunia II seperti di P. Wai dan masih banyak lagi

situs yang belum pernah terjamah dan lebih menantang di Kepulauan Raja Ampat

ini. Sekali pun kebayakan wisatawan yang data ke Raja Ampat saat ini adalah para

penyelam, sebenarnya lokasi ini menarik juga bagi turis non-penyelam karena

memiliki pantai-pantai berpasir putih yang sangat indah dan gugusan pulau-pulau.

9
Dilihat dari segi sosial ekonomi ada beberapa biota laut yang diketahui

mempunyai potensi tertentu dan dapat dimanfaatkan. Potensi ini berupa bahan

makanan dan sumber protein, jenis potensial untuk dibudidayakan atau objek

indah untuk dilihat. Penyu misalnya merupakan objek untuk dilihat maupun

dimanfaatkan. Kehidupan masyarakat Kepulauan Raja Ampat pada umumnya

nelayan tradisional yang berdiam di kampung-kampung kecil yang letaknya

berjauhan dan berbeda pulau.

1) Teluk Mayalibit di Raja Ampat

Teluk Mayalibit berada di kepulauan Waigeo, Kabupaten Raja Ampat,

Papua Barat. Untuk mencapai tempat ini dapat ditempuh dengan speed boat dari

Waisai dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Mayalibit merupakan gabungan

dari kata “ma’ya” dan “libit”. Ma’ya adalah orang-orang yang bermigrasi ke

daerah ini, sedangkan libit berarti teluk. Kawasan ini begitu unik karena struktur

teluknya mengisolasi sejumlah air laut di wilayah bermulut sempit sekitar 350

meter ini. Hal tersebut menyebabkan pertukaran massa air tidak terjadi

sebagaimana mestinya. Saat pasang surut laut maka akan terbentuk arus yang

sangat deras di pintu masuk teluk.

Foto di Teluk Mayalibit


10
2) Desa Sawinggrai

Desa Sawinggrai yang terletak di distrik Meos Mansar, Pulau Gam, Raja

Ampat, Papua Barat, Cenderawasih merah adalah ikon khas desa ini. Disini kita

bisa dengan leluasa melihat burung-burung tersebut di pagi hari hingga pukul 9

dan sore hari dari pukul 16.00 hingga 17.00 WIT. Tidak itu saja, kita juga bisa

melakukan snorkling dan bermain dengan ikan-ikan liar di dermaga. Keelokan

alam desa Sawinggrai dimanfaatkan oleh para pemilik homestay yang juga

membangun hunian mereka dengan desain yang menawan. Disini, tarif homestay

berkisar Rp. 500 ribu per malam.

Foto Cenderawasih & Desa Sawinggrai

3) Desa Arborek

Atraksi utama desa Arborek adalah ikan pari atau Manta yang dengan

mudah dapat kita lihat disini. Dengan hanya snorkling atau menumpang longboat

kita bisa melihat Manta yang kepakan sayapnya bisa menggoyang kapal Anda. Itu

11
mengapa desa Arborek sering dikunjungi wisatawan yang ingin bermalam dan

diving keesokan harinya. Salah satu keunggulan desa ini adalah kerajinan tangan

warganya dalam membuat topi atau tas anyam. Kerajinan – kerajinan cantik itu

menjadi oleh-oleh wajib yang harus Anda bawa pulang dari Raja Ampat.

Foto di Desa Arborek

3. Unsur-unsur Pengembangan Ekowisata

Pengembangan ekowisata sangat dipengaruhi oleh keberadaan unsur-unsur

yang harus ada dalam pengembangan itu sendiri, yaitu:

1) Sumber daya alam, peninggalan sejarah dan budaya

Kekayaan keanekaragaman hayati Kabupaten Raja Ampat merupakan daya

tarik utama bagi pasar ekowisata sehingga kualitas, keberlanjutan dan pelestarian

sumber daya alam, peninggalan sejarah dan budaya menjadi sangat penting untuk

pengembangan ekowisata. Ekowisata juga memberikan peluang yang sangat besar

untuk mempromosikan pelestarian keanekaragaman hayati Kabupaten Raja

Ampat di tingkat internasional, nasional maupun lokal.

2) Masyarakat

12
Pada dasarnya pengetahuan tentang alam dan budaya serta daya tarik wisata

kawasan dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Raja Ampat pada umumnya. Oleh

karena itu pelibatan masyarakat menjadi mutlak, mulai dari tingkat perencanaan

hingga pada tingkat pengelolaan.

3) Pendidikan

Ekowisata meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat Kabupaten

Raja Ampat terhadap alam, nilai-nilai peninggalan sejarah dan budaya. Ekowisata

memberikan nilai tambah kepada pengunjung dan masyarakat dalam bentuk

pengetahuan dan pengalaman. Nilai tambah ini mempengaruhi perubahan perilaku

dari pengunjung, masyarakat dan pengembang pariwisata agar sadar dan lebih

menghargai alam, nilai-nilai peninggalan sejarah dan budaya.


4) Pasar

Kenyataan memperlihatkan kecenderungan meningkatnya permintaan

terhadap produk ekowisata baik di tingkat internasional dan nasional. Hal ini

disebabkan meningkatnya promosi yang mendorong orang untuk berperilaku

positif terhadap alam dan berkeinginan untuk mengunjungi kawasan-kawasan

yang masih alami agar dapat meningkatkan kesadaran, penghargaan dan

kepeduliannya terhadap alam, nilai-nilai sejarah dan budaya masyarakat

Kabupaten Raja Ampat.


5) Ekonomi
Ekowisata memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan bagi

penyelenggara, pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Raja Ampat, melalui

kegiatan-kegiatan yang non ekstraktif, sehingga meningkatkan perekonomian

13
daerah setempat. Penyelenggaraan yang memperhatikan kaidah-kaidah ekowisata

mewujudkan ekonomi berkelanjutan.


4. Prinsip-Prinsip Pengembangan Ekowisata di Kabupaten Raja Ampat

Dalam pengembangan ekowisata perlu diperhatikan prinsip-prinsip sebagai

berikut:

1) Konservasi
a.Pemanfaatan keanekaragaman hayati tidak merusak sumber daya alam itu

sendiri.
b. Relatif tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan

dan kegiatannya bersifat ramah lingkungan.


c.Dapat dijadikan sumber dana yang besar untuk membiayai pembangunan

konservasi.
d. Dapat memanfaatkan sumber daya lokal secara lestari.
2) Pendidikan

Meningkatkan kesadaran masyarakat di Kabupaten Raja Ampat dan merubah

perilaku masyarakat tentang perlunya upaya konservasi sumber daya alam hayati

dan ekosistemnya.
3) Ekonomi

Dapat memberikan keuntungan ekonomi bagi pengelola kawasan,

penyelenggara ekowisata dan masyarakat di Kabupaten Raja Ampat.

4) Peran Aktif Masyarakat


a. Membangun hubungan kemitraan dengan masyarakat setempat
b. Memperhatikan kearifan tradisional dan kekhasan daerah setempat

agar tidak terjadi benturan kepentingan dengan kondisi sosial budaya

setempat.
c. Menyediakan peluang usaha dan kesempatan kerja semaksimal

mungkin bagi masyarakat di Kabupaten Raja Ampat.

14
5) Wisata
a. Menyediakan informasi yang akurat tentang potensi kawasan bagi

pengunjung.
b. Kesempatan menikmati pengalaman wisata dalam lokasi yang

mempunyai fungsi konservasi.


c. Memahami etika berwisata dan ikut berpartisipasi dalam

pelestarian lingkungan.
d. Memberikan kenyamanan dan keamanan kepada pengunjung.
5. Pengembangan dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Kabupaten

Raja Ampat
1. Pengembangan dan pemanfaatan hasil-hasil kelautan dan perikanan serta

ekowisata Kabupaten Raja Ampat ini dibangun dan didukung oleh potensi

sumber daya alam yang lestari untuk menuju masyarakat yang madani dalam

konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam hal ini Bupati Raja

Ampat mengusulkan pembangunan kawasan ini beranjak dari hasil-hasil

perikanan dan ekowisata Kawasan ini memilki kekayaan ikan karang dan

keindahan panorama yang hebat.


2. Pembangunan berwawasan lingkungan yang melibatkan masyarakat

Potensi yang ada di wilayah tersebut harus dikelola secara professional, dan

secara terpadu agar terangkat ekonomi daerah dan juga membantu ekonomi

negara yang semuanya bermuara pada pemberdayaan masyarakat atau

meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


3. Konservasi Ekosistem Pesisir dan Laut Kelestarian Ekosistem pesisir dan

laut sangat penting demi keberlanjutan pengelolaan sumberdaya. Meskipun

secara umum ekosistem hutan dan terumbu karang di Kepulauan Raja Ampat

masih baik, namun tetap diperlukan upaya-upaya pengembangan program

15
konservasi bagi ekosistem tersebut dengan melakukan sosialisasi dan edukasi

akan pentingnya ekosistem tersebut.


C. Permasalahan Pengembangan Pesisir dan Laut Kepulauan Raja

Ampat

Pengembangan pesisir dan laut Kepulauan Raja Ampat dihadapkan pada berbagai

isu dan permasalahan. Beberapa isu dan permasalahan tersebut adalah :

1. Kekayaan keanekaragaman hayati di Kepulauan Raja Ampat memilki

tingkat ancaman yang tinggi pula. Daerah ini juga sangat dilirik oleh

kepentingan-kepentingan sesaat yang ingin mengeksploitasi sumber daya

alamnya. Hal itu bisa dilihat dari kerusakan terumbu karang dan hutan.

Kerusakan terumbu karang umumnya dikarenakan penangkapan ikan yang

tidak ramah lingkungan seperti bom, sianida dan akar bore (cairan dari olahan

akar sejenis pohon untuk meracun ikan).


2. Masalah yang harus diperhatikan adalah pemilikan atau masalah ulayat

dan adat. Sebenarnya ini merupakan sebuah masalah atau tantangan, tetapi

sebagai modal atau dorongan dalam pembangunan yang tentunya melibatkan

masyarakat Raja Ampat sendiri, sebagai pemilik hak ulayat dan adat yang bisa

ikut berperan dalam proses pembangunan. Budaya dan adat istiadat akan

menunjukan pada proporsi sebenarnya dan dengan bersama-sama pemerintah

dan stake holder lainnya akan membangun Kepulauan Raja Ampat sebagai

wilayah yang menjanjikan.


3. Potensi obyek pariwisata pantai dan pariwisata bahari yang belum

dimanfaatkan secara optimal. Hal ini disebabkan belum tersedianya

infrastruktur dasar yang memadai dan sarana prasarana pariwisata lainnya.

16
Dari uraian permasalahan yang telah dijelaskan diatas, maka perlu adanya

kerjasama yang baik antara Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Stake Holder, dan

Masyarakat setempat dalam mengembangkan ekowisata.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan rumusan masalah serta uraian hasil pembahasan diatas maka

kesimpulan yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

17
1. Pengembangan ekowisata merupakan pengembangan pariwisata

berkelanjutan yang bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian

lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatkan partisipasi masyarakat

dalam pengelolaan, sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada

masyarakat di Kabupaten Raja Ampat.


2. Pemda Kabupaten Raja Ampat telah mengembangkan kawasan-kawasan

pariwisata alam. Dalam rangka pengembangan ekowisata di Kabupaten Raja

Ampat maka penerapan prinsip-prinsip pengembangan Ekowisata sangat

penting agar pengembangan ekowisata di Kabupaten Raja Ampat dapat

berjalan dengan sukses. Sehingga daerah pariwisata alam yang dikembangkan

dapat menarik minat para wisatawan domestik maupun mancanegara.


B. Saran

Saran yang dapat diberikan sebagai masukan dan bahan pertimbangan adalah

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Stake Holder dan Masyarakat setempat

hendaknya melakukan setiap langkah dan peraturan dalam pengembangan

ekowisata dengan baik agar pengembangan ekowisata tersebut tidak menimbulkan

dampak yang tidak baik bagi lingkunagn alam sekitar.

DAFTAR PUSTAKA

Atiyah Oemie, 2007. Jurnal Raja Ampat. Di unduh tanggal 3 Oktober 2010
Ikawati, Juni, 2010. Nasib Terumbu Karang Di Tangan Anda. Jakarta : Coremap
LIPI
Website:
https://tomiaecologytourism.wordpress.com/

http://potensiekowisatarajaampat.blogspot.co.id/2015/.html

https://kepulauanrajaampat.com/

18
http://elife-komunitas.blogspot.co.id/2014/05/e-entertainment.html

19
20
21