Anda di halaman 1dari 5

STUDY ANATOMI ORGAN DALAM BULU BABI (Echinometra Mathaei) DI PULAU

MARA TUA KABUPATEN BERAU


Anatomy Study Of Organ In The Feather Pig Of Echinometra Mathaei In The Island Of
Mara Tua District Berau
Irlosiana Lencau1
1
universitas Borneo, Jl.kweni RT03 Kmp 4, Tarakan, 0853-4877-8098
Email : irlosiana98@gmail.com
ABSTRAK
Bulu babi umumnya hidup di daerah batu karang, lamun, dan juga pasir. Penelitian ini telah dilakukan
pada bulan Desember 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui anatomi organ-organ
dalam bulu babi yang ada di pulau Mara tua Kabupaten Berau. Hasil anatomi dari organ dalam bulu
babi Echinometra mathaei yaitu gigi, usus, telur, lambung, tembolok dan ampullae. Pada penelitian ini
digunakan metode Purposive sampling yaitu pengambilan sampel yang sudah direncanakan oleh peneliti.
Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dasar bagi pihak – pihak terkait yang
memanfaatkan bulu babi, dan dapat mengetahui anatomi organ-organ dalam bulu babi di pulau Mara
Tua kabupaten Berau.
.

Kata Kunci: Bulu babi, Mara Tua, Echinometra mathael, anatomi,terumbu karang

ABSTRACT
The fur of pigs are generally live in a part the rock, seagrass beds, and also the sand. This study has been
was held in december 2017. The purpose of this research is to know the anatomy of the organs in sea
urchins that are on the island of Mara old Berau. The results of the anatomy of the organs in sea urchins
Echinometra mathaei namely teeth, intestines, stomach, egg, cache and ampullae. In this study used
methods of Purposive sampling namely sampling planned by researchers. From this study are expected to
provide basic information on behalf of – related parties which utilizes sea urchins, and may know the
anatomy of the organs in sea urchins in Old Mara Island Berau.

Keywords: sea urchins, mara old, echinometra mathael, anatomy, coral reefs

PENDAHULUAN Bulu babi adalah hewan avertebrata laut.


Para ahli mengelompokkan bulu babi dalam

Penulis pertama et al., Tiga Kata Pertama Judul Artikel 1


Kelas Echinoidea, Filum Echinodermata Penelitian ini telah dilakukan pada
(echinos = landak; derma = kulit). bulan Desember 2017, bertempat di pulau
Organisme ini sangat banyak, menurut Aziz Mara Tua ,Kabupaten Berau, Provinsi
(1999) in Dahuri (2003) dikenal sekitar 800 Kalimantan Timur dengan titik koordinat
spesies di dunia. Sedangkan di Perairan penelitian yaitu N2◦14’4.0884’’,E
Indonesia terdapat sekitar 84 jenis bulu babi 118◦34’4.4904’’.
(Aziz, 1993). Alat dan Bahan
Bulu babi umumnya hidup di daerah Alat yang digunakan:
batu karang, lamun, dan juga pasir. Bulu 1.Termometer untuk mengukur suhu
babi hidup berkoloni yang berfungsi agar 2.Handrefraktometer mengukur salinitas
3.GPS untuk melihat titik koordinat
dapat mempertahankan diri dan ada juga
4.Gunting untuk mengunting duri sampel
yang hidup menyendiri yang membuat bulu 5.Pisau untuk membedah sampel
babi rentan terhadap predator. Menurut 6.Toples tempat menyimpan sampel
Nystrom et al, (2000) dalam Setyawan, dkk 7.Alat tulis untuk mencatat data
(2014) bulu babi merupakan salah satu 8.Kamera untuk dokumentasi
spesies kunci bagi komunitas terumbu 9.Penjepit/Pinset untuk menjepit sampel
karang. Hal ini karena bulu babi adalah pada saat pembedahan
salah satu pengendali populasi mikroalga. Bahan yang digunakan:
1.Bulu Babi sebagai sampel
Keberadaan bulu babi pada suatu ekosistem
2.Tisu untuk mengelap
tidak lepas juga dari pengaruh faktor fisika 3.Alkohol 95%Untuk mengawetkan sampel
kimia pada lingkungan tersebut. Bulu babi yang telah didapat
memiliki fisik pertahanan (duri) dan yang Jenis Data
membuat mereka cocok untuk bertahan dan Data primer diperoleh langsung dari
melindungi diri dari organisme laut seperti lapangan. Data ini diperoleh dari
moluska, udang, kepiting, polychaetes pengukuran parameter perairan dan
(cacing anelida), copepods (crustacea pengamatan anatomi yang dilakukan
kecil), dan ikan, (Ayyagari dan Kondamudi, dilaboratorium.
2014). Data skunder diperoleh dari literature-
Dalam artikel ini akan mengkaji literatur yang mendukung penelitian ini.
Bagaimana struktur anatomi organ dalam Tahap Penelitian
Bulu Babi Echinometra mathaei di pulau 1. Survei
Mara Tua Kabupaten Berau. Dari penelitian Pengamatan ini dilakukan untuk
ini diharapkan dapat memberikan informasi mengetahui daerah yang sering ditemukan
dasar bagi pihak – pihak terkait yang bulu babi diperairan pulau Mara Tua
memanfaatkan bulu babi dan dapat kabupaten Berau.
mengetahui anatomi organ-organ dalam 2. Penentuan Lokasi Pengamatan
bulu babi di pulau Mara Tua kabupaten Penentuan stasiun pengamatan bulu
Berau. babi dilakukan berdasarkan teknik
purposive sampling. Dimana berdasarkan
pertimbangan dan tujuan tertentu Fachrul
(2007). Ada pun tujuan tersebut ialah untuk
METODE pengukuran parameter perairan dan
Waktu dan Tempat Penelitian pengambilan sampel untuk pengamatan

Penulis pertama et al., Tiga Kata Pertama Judul Artikel 2


anatomi bulu babi. Daerah tersebut pengamatan ini didokumentasikan dengan
merupakan tempat hidup biota bulu babi menggunakan kamera digital.
sehingga penentuan lokasi pengambilan Parameter Perairan
dengan pertimbangan ditemukannya bulu Pengukuran kualitas perairan yang
babi yaitu berdasarkan dari survei lapang diukur di pulau Mara Tua adalah parameter
dan informasi yang didapatkan dari fisika dan kimia yang meliputi: suhu dan
masyarakat. salinitas.
3. Pengambilan Sampel Analisis Data
Pada penelitian ini digunakan metode Setelah sampel diteliti dan dianalisis di
Purposive sampling yaitu pengambilan laboratrium, data yang diperoleh dari hasil
sampel yang sudah direncanakan oleh analisis di laboratrium akan disajikan dalam
peneliti. Cara pengambilan sampel dengan bentuk gambar yang pembahasannya
menggunakan penjepit pada saat surut dilakukan secara deskriptif.
terendah. Pengambilan sampel ini
dilakukan di daerah terumbu karang. HASIL DAN PEMBAHASAN
Kemudian sampel dimasukkan kedalam Anatomi Bulu Babi
toples yang sudah disediakan. Pengambilan Adapun hasil yang didapatkan dari
sampel bulu babi di ambil secara acak pada pembedahan bulu babi echinometra
sekitar daerah Pulau Mara Tua tergantung mathaei dapat dilihat pada gambar dibawah
dimana ditemukan Bulu Babi. ini:
Cara Pengamatan Anatomi Sampel Bulu
Babi

Hasil anatomi dari organ dalam bulu babi


Echinometra mathaei yaitu gigi, usus,telur,
Pengamatan anatomi dari bulu babi ini tembolok, lambung,dan ampullae.
Parameter Perairan
dilakukan dengan cara menggunting duri
Parameter kualitas perairan yang diukur
bulu babi menggunakan gunting, kemudian
dalam penelitian adalah suhu dan salinitas.
melakukan pembedahan secara horizontal
Tabel 1. Parameter perairan
menggunakan pisau, setelah itu dilakukan
pengamatan bagian organ dalam tubuh bulu Parameter Waktu Siang
Suhu 29 0C
babi tersebut.
Salinitas 32‰
Cara pembedahan bulu babi ini
mengacu pada Irawan (2012) dalam Suyanti
(2013) dan Http:// web.standford.edu/˜
seastar/ VirtualUrchin/ urchinanatomy.swf . 1. Suhu
Setelah bulu babi dibedah, tandai bagian Berdasarkan Tabel 1 diatas , terlihat
organ dalam tubuh bulu babi tersebut bahwa suhu perairan di Pulau Mara tua
seperti mulut, anus. Setelah itu hasil yaitu 29 0C. Budiman dkk. (2014: 98)

Penulis pertama et al., Tiga Kata Pertama Judul Artikel 3


menyatakan bahwa suhu 28-32oC termasuk echinometra mathaei yaitu gigi,usus,
kondisi baik bagi bulu babi. Peningkatan tembolok, telur,lambung dan ampullae.
suhu secara spontan hingga mencapai 400C Nilai parameter perairan yang diperoleh di
akan mengakibatkan terjadinya kematian perairan Mara Tua yaitu suhu berkisar 290C
massal bulu babi khususnya di daerah dan salinitas berkisar 32%. Kondisi
intertidal. parameter perairan tersebut masih tergolong
Berdasarkan pernyataan tersebut dapat layak bagi kehidupan bulu babi di perairan
disimpulkan bahwa nilai kisaran suhu yang Mara Tua kabupaten Berau.
diperoleh pada lokasi penelitian tersebut Saran
mampu mendukung kehidupan bulu babi. Data yang dihasilkan dari penelitian ini
2. Salinitas dapat digunakan sebagai data awal, data
Salinitas perairan pada lokasi dasar dan data pendukung untuk penelitian
pelaksanaan penelitian yaitu 32‰. Menurut selanjutnya. maka saran yang diberikan
Darsono, (1983:32) menyatakan bahwa berupa perlu adanya penelitian lanjutan
bulu babi hidup pada salinitas 26-32o% dan tentang anatomi bulu babi dan pengaruh
pada umumnya salinitas di air laut dalam tempat hidup bulu babi terhadap lingkungn
adalah 32-27o%. Aslan (2010:28) hidupnya serta perlu adanya penelitian yang
menyatakan bahwa bulu babi tergolong berkelanjutan dalam bidang bulu babi di
stenohalin. Hal ini menyebabkan bulu babi perairan Mara Tua kabupaten Berau.
sangat sensitif terhadap perubahan salinitas.
Kisaran salinitas yang ideal adalah 29-33 DAFTAR RUJUKAN
ppt. Kisaran salinitas diperoleh dari hasil
pengukuran kisaran salinitas pada habitat Aziz, A. (1987). Makanan dan Cara Makan
bulu babi. Kisaran salinitas di suatu Berbagai Jenis Bulu Babi. Jurnal Osean.
perairan berkisar antara 23 ‰–26 ‰, maka Volume 12(4)
akan berakibat pada perubahan pigmen
warna, duri-duri akan rontok, dan bulu babi Ayyagari, A, & Kondamundi, R, B.( 2014).
akan menjadi tidak aktif, tidak mau makan, Ecological Significance of the
dan pada akhirnya akan mengalami Association between stomopneustes
kematian setelah beberapa hari. Variolaris (Echinoidea) and
Berdasarkan pernyataan tersebut dapat Lumbrinerislatreilli (polychaeta) from
disimpulkan bahwa nilai kisaran salinitas Visakhapatnam Coast India. Jurnal of
yang diperoleh pada lokasi penelitian Marine Biologi. India
tersebut mampu mendukung kehidupan
bulu babi. Irawan. H. (2012). Bahan Ajar Advetebrata
Air Filum Echinodermata. Fakultas
Perikanan dan Kelautan. Universitas
Maritim Raja Ali Haji. Tanjungpinang.

Supono & Ardi, U., Y., (2010).Struktur


PENUTUP
Kesimpulan Komunitas Echinodermata Di Padang
Bulu babi yang ada di perairan Mara Lamun Perairan Kema, Sulawesi Utara.
Tua ditemukan jenis bulu babi Echinometra Jurnal Oseanologi dan Limnologi
mathaei. Anatomi dari jenis bulu babi

Penulis pertama et al., Tiga Kata Pertama Judul Artikel 4


Efendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Timotius, S. (2003). Biologi Terumbu
Pengelolaan Sumber Daya dan Karang1 [online].www.terangi.or.id/
Lingkungan Perairan. Penerbit publications/pdf/ biologikarang.pdf.
Kanisius : Jakarta Diakses pada tanggal 16 Desember 2017

Dobo, J. (2009). Tipologi Komunitas Fahrul, M. F.(2007). Metode Sampling


Lamun Kaitanya dengan Populasi Bulu Bioekologi. PT. Sarana Graha, Jakarta
Babi di Pulau Hatta Kepulauan Banda.
(Skripsi) IPB. Bogor Aslan, L.(2010). Bulu Babi (Manfaat dan
Pembudidayaanya) Edisi Revisi.Unhalu
Press: Kendari.

Penulis pertama et al., Tiga Kata Pertama Judul Artikel 5