Anda di halaman 1dari 2

Karakteristik Gigi Sulung

1. Primate Spaces (Celah Primata)

Celah yang terdapat di antara gigi – gigi sulung merupakan suatu karakteristik dan diperlukan untuk
mempersiapkan tempat yang dibutuhkan untuk gigi insisivus permanen. Sekitar 70% anak memiliki celah
pada bagian anterior ini. Celah yang paling lebar disebut sebagai celah primata, yakni berlokasi di antara
gigi insisivus lateral dan kaninus sulung, serta di antara kaninus sulung dan molar satu sulung. Lebar celah
ini diperkirakan 0 – 3 mm. Apabila tidak ditemukan adanya celah primata pada gigi sulung, atau bahkan
susunan gigi sulungnya telah berdesakan, maka dapat dipastikan susunan gigi permanennya akan berdesakan
(English, J. Dkk., 2013).

Gambar 1. A. Adanya celah primata akan berdampak pada cukupnya ruang untuk pertumbuhan gigi permanen. B. Susunan gigi
sulung yang berdesakan akan berdampak pada susunan gigi permanen yang berdesakan pula (English, J. Dkk., 2013).

2. Ugly Duckling

Spacing midline yang berhubungan dengan erupsi gigi kaninus permanen dapat terlihat pada periode
gigi bercampur. Keadaan ini disebut sebagai ugly duckling stage. Spacing ini terjadi karena benih gigi
kaninus yang sedang berkembang menggeser akar gigi insisif lateral ke mesial. Gaya ini kemudian
diteruskan ke insisif sentral sehingga mahkota gigi-gigi insisif memencar dan terlihat seperti diastema
sentral. Setelah gigi kaninus erupsi, keadaan ini akan terkoreksi dengan sendiri (Iswari, 2013).

Gambar 2. Fase Ugly duckling (Iswari, 2013).

Daftar Pustaka
1. English, J., Sercan A., Timo P., Kate L. 2013. Orthodontic Review. Cina: Elsevier.
2. Iswari, H. 2013. Gigi Supernumarary dan Perawatan Ortodonsi. Vol 1 (1) page 37 – 45.