Anda di halaman 1dari 5

2.

1 Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul


Diagnosa 1: Hambatan Mobilitas Fisik
2.2.1 Definisi
Keterbatasan dalam pergerakan fisik mandiri dan terarah pada tubuh
atau satu ekstermitas atau lebih (Wilkinson dan Ahern, 2011).
2.2.2 Batasan karakteristik
 Dispnea setelah beraktivitas
 Gangguan sikap berjalan
 Gerakan lambat
 Ketidaknyamanan
 Kesulitan membolak balik posisi
 Tremor akibat bergerak.
2.2.3 Faktor yang berhubungan
 Ansietas
 Depresi
 Fisik tidak bugar
 Gangguan metabolisme
 Gangguan neumoskular
 Kaku sendi
 Intolrensi aktifitas
 Gaya hidup kurang gerak

Diagnosa 2: Ketidakefektifan Pola Nafas


2.2.4 Definisi
Inspirasi atau ekspirasi yang tidak memberi ventilasi yang adekuat
(Wilkinson dan Ahern, 2011).
2.2.5 Batasan karakteristik
 Dispnea
 Nafas pendek
 Perubahan ekskursi dada
 Mengambil posisi tiga titik tumpu (tripod)
 Bradipnea
 Penurunan tekanan inspirasi-ekspirasi
 Penurunan ventilasi semenit
 Penurunan kapaasitas vital
 Peningkatan diameter anterior-posterior
 Nafas cuping hidung
 Ortopnea
 Fase ekspirasi memanjang
 Pernafasan bibir mencucu
 Takipnea
 Penggunaan otot bantu asesorius untuk bernafas
2.2.6 Faktor yang berhubungan
 Ansietas
 Posisi tubuh
 Deformaitas tulang
 Deformitas dinding dada
 Penurunan energi dan dan kelelahan
 Hiperventilasi
 Sindrom hipoventilasi
 Kerusakan muskuloskeletal
 Imanuritas neurologis
 Disfungsi neuromuskular
 Obesitas
 Nyeri
 Kerusakan presepsi atau kognitif
 Kelelahan otot-otot pernafasan
 Cedera medula spinalis
2.3 Perencanaan
Diagnosa 1: Hambatan Mobilitas Fisik
2.3.1 Tujuan dan Kriteria Hasil (outcomes criteria): berdasarkan NOC
 Memperlihatkan penggunaan alat bantu secara benar dengan
pengawasan
 Meminta bantuan untuk aktivitas mobilisasi jika diperlukan
 Melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari secara mandiri
dengan alat bantu
 Menyangga berat badan
 Berpindah dari dan ke kursi atau kursi roda
 Menggunakan kursi roda secara efektif
2.3.2 Intervensi Keperawatan dan Rasional: berdasarkan NIC
 Promosi latihan fisik (latihan kekuatan): memfasilitasi pelatihan
otot resisitif secara rutin untuk mempertahankan atau
meningkatkan kekuatan otot.
 Terapi latihan fisik (ambulasi): meningkatkan dan membantu
dalam berjalan untuk mempertahankan atau mengembalikan
fungsi tubuh autonom dan volunter selama pengobatan dan
pemulihan dari kondisi sakit atau cedera.
 Terapi latihan fisik (keseimbangan): menggunakan aktivitas,
postur, dan gerakan tertentu untuk mempertahankan,
meningkatkan, atau memulihkan keseimbangan.
 Terapi latihan fisik (mobilitas sendi): menggunakan gerakan
tubuh aktif atau pasif untuk mempertahankan atau
mengembalikan fleksibilitas sendi.
 Terapi latihan fisik (pengendalian otot): menggunakan aktivitas
spesifik atau protokol latihan yang sesuai untuk meningkatkan
atau mengembalikan gerakan tubuh yang terkendali.
 Pengaturan posisi: mengatur penempatan pasien atau bagian
tubuh pasien secara hati-hati untuk meningkatkan kesejahteraan
fisiologi dan psikologis.
 Bantuan perawatan diri (berpindah): membantu individu untuk
mengubah posisi tubuhnya.
Diagnosa 2: Ketidakefektifan Pola Nafas
2.3.3 Tujuan dan Kriteria Hasil (outcomes criteria): berdasarkan NOC
 Menunjukkan pola pernafasan efektif
 Mempunyai kecepatan dan irama pernafasan dalam batas normal
 Mempunyai fungsi paru dalam batas normal
2.3.4 Intervensi Keperawatan dan Rasional: berdasarkan NIC
 Manajemen jalan nafas: memfasilitasi kepatenan jalan nafas
 Pengisapan jalan nafas: mengeluarkan sekret jalan nafas dengan
cara memasukkan kateter penghiap ke dalam jalan nafas oral
atau trakea pasien
 Ventilasi Mekanis: menggunakan alatbuatan untuk membantu
pasien bernafas
 Pemantauan pernafasan: mengumpulkan dan menganalisis data
pasien untuk memastikan kepatenan jalan nafas dan pertukaran
gas yang adekuat
 Bantuan ventilasi: meningkatkan pola pernafasan spontan yang
opytimal sehingga memaksimalkan pertukaran oksigen dan
karbondioksida di dalam paru
 Pemantauan tanda vital: mengumpulkan dan menganalisis data
kardiovaskular, pernafasan, dan suhu tubuh pasien untuk
menentukan dan mencegah komplikasi
III. Daftar Pustaka
Anonim. 2008. Epilepsi. www.nersunhas.com.
Copel, L.C. 2007. Kesehatan Jiwa dan Psikiatri. Jakarta: EGC.
Nurarif, A.H., & Kusuma, H., 2015, Aplikasi Asuhan Keperawatan:
Berdasarkan Diagnosa Medis dan Nanda Nic-Noc. Jogjakarta:
Mediaction.
Pinzon, Rizaldy. 2007. Dampak epilepsi pada aspek kehidupan
penyandangnya. SMF Saraf RSUD Dr. M. Haulussy, Ambon, Indonesia.
Sri D, Bambang. 2007. Epilepsi. Buku Ajar Ilmu Penyakit Syaraf PSIK
UNSOED.
Turana, Yuda. 2007. Epilepsi dan gangguan fungsi kognitif.
www.medikaholistikcom.
Wilkison, J.,M. & Ahern N.,R. 2011. Buku Saku Diagnosis Keperawatan.
Jakarta: EGC.

Banjarmasin, Mei 2017


Muhammad Rizal Firdaus

( )

Clinikal Teacher Clinikal Instruktur

( ) ( )