Anda di halaman 1dari 5

JURNAL MINGGU KE 7

FONDASI DAN BUKTI MATEMATIKA (MPMT 5103 )

SUCI NURHANDAYANI NIM 500903543

KOMBINATORIK
Factorial adalah hasil kali bilangan asli berurutan dari 1 sampai dengan n atau sebaliknya dan dinyatakan
dengan n!.

𝑛! = 𝑛 (𝑛 − 1) . (𝑛 − 2). (𝑛 − 3) … . . (𝑛 − 𝑘) … 3.2.1

Dari definisi di atas dapat diturunkan sifat factorial :

𝑛! = 𝑛. ( 𝑛 − 1 )!

= 𝑛. ( 𝑛 − 1). (𝑛 − 2)!

= 𝑛. (𝑛 − 1). (𝑛 − 2). (𝑛 − 3 )!

= 𝑛. (𝑛 − 1). (𝑛 − 2). ( 𝑛 − 3 ) … . ( 𝑛 − 𝑘)!

Untuk menghitung nilai kemungkinan dari kejadian kejadian yang lebih majemuk digunakan analisis kombi
natorial.

Kombinatorial adalah pengkombinasian dari beberapa unsure.

Kunci untuk memecahkan permasalahan perhitungan sebenarnya adalah mengidentifikasi sifat sifat atau ciri
ciri dasar matematika dari permasalahan permasalahan yang sedang dihitung, maka akan dapat merumuska
n suatu masalah dengan cara lebih mudah.

Banyak masalah perhitungan yang dapat diselesaikan dengan mengambil keuntungan dari fakta bahwa pers
oalan persoalan yang dihitung dapat dipilih atau disusun melalui urutan langkah langkah.

Diagram yang digunakan untuk menampilkan hasil hasil yang mungkin disebut pohon kemungkinan. Pohon
kemungkinan dapat digunakan untuk menghitung banyaknya string jika jumlah string tersebut tidak terlalu
besar.

Ciri khusus dari pohon pohon kemungkinan adalah prinsip perhitungan perkalian umum.

Prinsip berhitung perkalian

Misalkan string string itu dihasilkan dari suatu prosedur yang mengandung k langkah berurut dan itu adala
h :

langkah ke 1 dapat dilakukan dengan n1 cara

langkah ke 2 dapat dilakukan dengan n2 cara,

-----------------------------------------------------------

dan langkah ke k dapat dilakukan dengan nk cara

Maka banyaknya string adalah n1 . n2 . ... . nk

Jika pengulangan diperbolehkan, maka banyaknya string dengan r-simbol yang dapat disusun dari sekumpu
lan n simbol adalah n’
Permutasi

Permutasi dari simbol simbol a1, a2, ... , an adalah string dari simbol simbol tanpa adanya pengulangan.

Misalnya : 1 2 3 3 1 2 2 3 1

Adalah tiga permutasi berbeda dari bilangan bilangan 1, 2 dan 3

Gunakan pohon kemungkinan untuk menulis daftar dari semua permutasi.

Teorema permutasi

Terdapat n! Permutasi dari n anggota berbeda.

Permutasi n unsure

Secara umum permutasi dari n unsure yang berlainan diperoleh dengan cara melihat banyaknya unsur men
urut posisinya

Permutasi n unsure diperoleh dengan rumus :

𝑃𝑛 = 𝑛(𝑛 − 1)(𝑛 − 2)( 𝑛 − 3) … 3.2.1 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑃𝑛 = 𝑛!

Permutasi k unsure dari n unsure

Permutasi k unsure yang disusun dari n unsure dengan syarat k ≤ n adalah :

Dengan memperhatikan urutan ( tempat )

Tempat pertama dapat diisi n unsure

Tempat kedua dapat diisi oleh ( n – 1 ) unsure

……………..

Tempat ke –k dapat diisi oleh n – ( k-1) unsure atau ( n – k + 1 )

Menurut sifat kombinatorial permutasi k unsure dapat disusun dari n unsure dinotasikan :

𝑃𝑘𝑛 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑃 (𝑛, 𝑘)

Diperoleh :

𝑃𝑘𝑛 = 𝑛(𝑛 − 1)(𝑛 − 2)(𝑛 − 3) … . (𝑛 − 𝑘 + 1)

Jika ruas kanan dikalikan dengan 1 yang dinyatakan dengan :


(𝑛 − 𝑘)(𝑛 − 𝑘 − 1)(𝑛 − 𝑘 − 2) … 3.2.1
(𝑛 − 𝑘)(𝑛 − 𝑘 − 1)(𝑛 − 𝑘 − 2) … 3.2.1
𝑛 !
Maka diperoleh 𝑃𝑘𝑛 = (𝑛−𝑘 )!

Rumus itu berlaku pula untuk :


𝑛
1. 𝑃𝑛 = 𝑃 =𝑛 !
𝑘
𝑛 𝑛! 𝑛! 𝑛!
𝑠𝑒𝑏𝑎𝑏 ∶ 𝑃 = = = = 𝑛!
𝑛 ( 𝑛 − 𝑛 )! 0! 1
2. Definisi 0! = 1 sebab :
𝑛 𝑛!
𝑃 = 𝑃𝑛 → 𝑛! =
𝑛 ( 𝑛 − 𝑛 )!
𝑛!
→ 𝑛! =
𝑛!
𝑛!
→ 0! = =1
𝑛!
𝑛 𝑛! 𝑛 ( 𝑛−1 )! 𝑛(𝑛−1)! 𝑛−1
3. 𝑃 = = = =𝑛 𝑃
𝑘 ( 𝑛−𝑘)! ( 𝑛−1−𝑘+1)! { (𝑛−1)− ( 𝑘−1)}! 𝑘−1
Permutasi n unsure yang memiliki unsure yang sama

Sifat :

Jika P menyatakan banyak permutasi yang berbeda dari n unsure yang disusun n – n , dimana terdapat a
unsure yang sama, yang lain b unsure yang sama dan yang lain lagi c unsure yang sama dst, maka
𝑛 𝑛!
𝑃 (𝑎, 𝑏, 𝑐, … ) =
𝑎! 𝑏! 𝑐! …

Permutasi siklis

Adalah permutasi yang disusun menurut suatu putaran tertentu misalnya mengelilingi kurva tertutup sederh
ana. Permutasi siklis dari n unsure dapat diperoleh dengan rumus :

𝑃𝑠(𝑛) = ( 𝑛 − 1 )!

Permutasi berulang

Adalah permutasi yang memperhatikan susunan dua unsure yang sama atau lebih sebagai suatu permutasi.

Kombinasi

Rumus untuk menentukan nilai kombinasi k unsure yang disusun dari n unsure yaitu :
𝑛
𝑛 𝑃
𝐶 = 𝑘
𝑘 𝑘!
𝑛 1 𝑛!
𝐶 = .
𝑘 𝑘! ( 𝑛 − 𝑘 )!

𝑛 𝑛!
𝐶 =
𝑘 𝑘! ( 𝑛 − 𝑘 )!

Dari rumus di atas dapat diturunkan bahwa


𝑛
𝐶 =1
𝑛
𝑛
Untuk menyatakan kombinasi huruf C dihilangkan dan diganti dengan notasi ( )
𝑘
Modifikasi rumus tersebut adalah :

𝑛 𝑛!
( )=
𝑘 𝑘! (𝑛 − 𝑘)!

𝑛(𝑛 − 1)!
=
𝑘(𝑘 − 1)! ( 𝑛 − 1 − 𝑘 + 1)!
𝑛 (𝑛 − 1)!
= .
𝑘 (𝑘 − 1)! { (𝑛 − 1) − (𝑘 + 1)}!
𝑛 𝑛− 1
= .( )
𝑘 𝑘− 1
Dengan cara yang sama dapat diturunkan pula rumus :

𝑛 𝑛 𝑛− 1 𝑛 (𝑛 − 1) 𝑛− 2
( )= .( )= . .( ) 𝑑𝑠𝑡
𝑘 𝑘 𝑘− 1 𝑘 (𝑘 − 1) 𝑘− 2

Teorema binomial

Segitiga pascal menyediakan metode rekursif untuk menghasilkan pangkat pangkat x + y, karena untuk me
ncari bilangan bilangan pada baris k pada segitiga tersebut, harus lebih dahulu mencari bilangan bilangan
pada baris k - 1.

Teorema

Untuk semua bilangan integer positif n dan bilangan bilangan x dan y :


𝑛 𝑛 𝑛 𝑛 𝑛 𝑛
( 𝑥 + 𝑦)𝑛 = ( )𝑥 + ( ) 𝑥 𝑛−1 𝑦 + ( ) 𝑥 𝑛−2 𝑦 2 + … + ( ) 𝑥 𝑛−𝑘 𝑦 𝑘 + … + ( ) 𝑥𝑦 𝑛−1
0 1 2 𝑘 𝑛−1
𝑛
𝑛 𝑛 𝑛
+ ( ) 𝑦 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑠𝑒𝑐𝑎𝑟𝑎 𝑒𝑘𝑢𝑖𝑣𝑎𝑙𝑒𝑛 ∑ ( ) 𝑥 𝑛−𝑘 𝑦 𝑘
𝑛 𝑘
𝑘=0

Karena teorema binomial, segitiga pascal dianggap sebagai sebuah segitiga kombinasi. Ini menjelaskan men
gapa masukan masukan pada segitiga pascal terkadang disebut sebagai koefisien koefisien binomial.

∀ 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑔𝑒𝑟 𝑛 ≥ 0 ,
𝑛 𝑛
𝑛 𝑛 𝑛 𝑛 𝑛 𝑛 ( ) = 2𝑛
( ) + ( ) + ( ) + … + ( ) + … . + ( ) = 2 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑖𝑡𝑢 ∑ 𝑘
0 1 2 𝑘 𝑛
𝑘=0

Sifat simetrik dari koefisien binomial

𝑛 𝑛! 𝑛 𝑛! 𝑛 𝑛
( )= 𝑑𝑎𝑛 ( )= 𝑠𝑒ℎ𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ ( ) = ( )
𝑘 (𝑛 − 𝑘)! 𝑘! 𝑛−𝑘 𝑘! (𝑛 − 𝑘)! 𝑘 𝑛−𝑘

Koefisien koefisien binomial dapat disusun secara rekursif dalam baris barisnya dan sering disebut dengan
segitiga pascal.

Koefisien koefisien binomial dapat dibangun tanpa proses rekursif, tetapi dengan menggunakan notasi kom
binasi, jadi masalah kombinatorik dapat diselesaikan dengan 2 cara yaitu :

1. Segitiga pascal
2. Notasi kombinasi

Jika prinsip berhitung perkalian digunakan untuk menunjukkan bahwa terdapat 2n subset dari S, maka jum
lah teorema koefisien koefisien binomial mencerminkan banyaknya subset dari sebuah himpunan. Bukti ini
menyediakan pendekatan alternatif untuk menyelesaikan permasalahan permasalahan berhitung tertentu.

Probabilitas probabilitas binomial sangat penting untuk digunakan pada perhitungan probabilitas yang melib
atkan contoh contoh yang diambil dari populasi yang sangat besar.

Pada eksperimen dengan dua hasil maupun yang probabilitasnya h dan t yang hasil hasilnya, h + t = 1 da
𝑛
n ( ) ℎ𝑛−𝑘 𝑡 𝑘 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑝𝑟𝑜𝑏𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑒𝑏𝑢𝑡 𝑑𝑖𝑠𝑒𝑏𝑢𝑡 𝑝𝑟𝑜𝑏𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑏𝑖𝑛𝑜𝑚𝑖𝑎𝑙.
𝑘

Kombinasi dengan pengulangan


Misalkan n dan r adalah bilangan bilangan bulat positif. Banyaknya kumpulan r anggota yang dapat disusu
n dari sebuah himpunan yang anggotanya sebanyak n dengan pengulangan diperoleh dari
𝑟 + (𝑛 − 1)
( )
𝑟

(𝑛
Lambang (𝑟 + − 1)) 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑢𝑛𝑗𝑢𝑘𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑢𝑘𝑢 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑙𝑢𝑎𝑠𝑎𝑛( 𝑥1 + … . + 𝑥𝑛 )𝑟
𝑟
Misalkan k dan n adalah bilangan bilangan bulat positif. Pada perluasan ( x1 + x2 +.... + xk )n koefisien x1
𝑛!
a1, x2 a2, ... xk ak adalah
𝑎1 !𝑎2 !… 𝑎𝑘 !

Koefisien koefisien multinomial digunakan untuk memperluas pangkat dari suatu trinomial atau polinomial.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ----