Anda di halaman 1dari 45

PHYLUM MOLLUSCA

LAPORAN PRAKTIKUM

disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Zoologi Invertebrata yang diampu oleh Dra. Ammi Syulasmi, M.S. , dan Rini Solihat, S.Pd., M.Si.

Dra. Ammi Syulasmi, M.S. , dan Rini Solihat, S.Pd., M.Si. oleh: Kelompok 1 Pendidikan Biologi A

oleh:

Kelompok 1

Pendidikan Biologi A 2017

Amalia Karim

(1702574)

Dimas Caesaria Novianto

(1701869)

Mauli Novilda Afifa

(1702363)

Vanni Destianti Kurnia

(1705682)

Vira Berliani

(1701410)

DEPARTEMEN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG

2018

A. Judul Laporan Phylum Mollusca

B. Waktu Pelaksanaan

Hari

Tanggal

Waktu

Tempat

: Selasa : 24 April 2018 : 07.00 09.30 WIB : Laboratorium Struktur Hewan Departemen Pendidikan Biologi UPI.

C. Tujuan

1. Mengenal keanekaragaman hewan Phylum Mollusca.

2. Observasi morfologi dan struktur tubuh hewan Phylum Mollusca.

3. Mengelompokan hewan-hewan Phylum Mollusca ke dalam classis yang berbeda berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri.

4. Observasi dan identifikasi ciri-ciri khas setiap classis.

D. Landasan Teori

1. Pengertian Phylum Mollusca Secara bahasa Mollusca berasal dari Molus bahasa yunani yang artinya lunak. Jadi Mollusca merupakan kelompok hewan invertebrata yang bertubuh lunak dan multiseluler. Anggota dalam Phylum Mollusca ini mencapai 100.000 spesies dan ilmu yang mempelajarinya disebut malakologi. Ukuran tubuh dari Mollusca sangat bervariasi, bahkan ada cumi cumi raksasa yang tergolong ke dalam kelompok mollusca ini yang panjangnya dapat mencapai 18 m. Mollusca ini mudah ditemukan di berbagai tempat, baik darat mapun di air. Pada phylum ini dapat dibedakan individu jantan dan betina, namun beberapa jenis merupakan hermafrodit yaitu memiliki 2 kelamin (jantan dan betina) dalam satu tubuh contohnya Achatina fulica tetapi tetap membutuhkan individu lain untuk bereproduksi.

2.

Struktur dan Fungsi Tubuh Mollusca Mollusca biasanya memiliki bentuk tubuh simetri bilateral ( bila

ditarik garis memotong yang membagi tubuhnya dari depan ke belakang akan didapatkan dua sisi yang sama), tubuhnya relatif bulat dan pendek. Tubuh lunak dari mollusca ini dilindungi oleh cangkang, namun beberapa adapula yang tidak bercangkang. Tubuh Mollusca memiliki 3 struktur utama, yaitu :

a. Kaki, merupakan penjuluran bagian tubuh yang terdiri atas otot otot. Kaki ini berfungsi untuk bergerak, merayap, atau menggali. Pada beberapa jenis mollusca kaki digantikan dengan tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa.

b. Massa Viseral, merupakan bagian tubuh yang lunak tempat terdapatnya organ-organ tubuh. Massa ini diselubungi jaringan tebal yang disebut mantel.

c. Mantel, merupakan bagian yang menyelubungi dan melindungi massa viseral. Pada mantel terdapat rongga cairan yang merupakan tempat lubang insang, anus dan cairan hasil eksresi. Mantel ini juga dapat mensekresikan komponen yang akan membentuk cangkang.

3. Sistem Organ Mollusca

a. Sistem Peredaran Darah Sistem peredaran darah pada phylum Mollusca merupakan sistem peredaran darah terbuka, kecuali pada Classis Cephalopoda. Artinya darah mengalir dari rongga terbuka pada tubuh dan tidak ada arteri atau vena utama yang dapat meningkatkan tekiri darah, sehingga tekiri darahnya lambat dan juga organ tergenang oleh darah. Sistem peredaran darahnya terdiri atas jantung dan pembuluh darah, jantung terdiri atas satu atau dua atrium dan satu ventrikel.

b. Sistem Pencernaan Terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus dan anus. Pada jenis Mollusca tertentu, dibagian mulutnya terdapat organ seperti rahang dan lidah yang bergerigi (radula) yang dapat bergerak ke depan dan ke belakang.

c. Sistem Saraf Terdiri dari 3 pasang ganglia (cerebral di atas mulut, pedal di bagian mulut, dan visceral di bagian tubuh) yang mengelilingi esofagus dan serabut saraf lainnya yang menyebar dari cicin tersebut untuk mempersarafi berbagai organ.

d. Sistem Eksresi Terdiri dari Nefridia yang berperan seperti ginjal, Nefridia ini juga mengeluarkan sisa metabolisme dalam bentuk cairan.

e. Sistem Respirasi Apabila hewan hidup di air maka yang berperan adalah insang, sedangkan yang hidup di darat melalui paru-paru namun juga dapat terjadi melalui pertukaran udara pada pembuluh darah yang terdapat di mantel, sistem ini fungsinya seperti paru - paru.

4. Klasifikasi Mollusca Berdasarkan bentuk struktur tubuhnya Mollusca terbagi menjadi 5 Classis, yaitu :

a. Classis Cephalopoda Cephalopoda adalah kelompok yang memiliki kaki pada bagian kepalanya. Tubuhnya terbagi menjadi bagian kepala, leher , dan badan. Bagian kepalanya relatif besar dan memiliki 2 buah mata. Hewan ini tidak memiliki cangkang. Pada kepalanya terdapat 10 bagian memanjang, 8 diantaranya berfungsi sebagai lengan berukuran panjang yang disebut tentakel. Hewan ini memiliki rongga mantel yang ditutupi oleh mantel khas yang ada padanya. Habitatnya di laut. Hewan ini bernapas dengan insang, memiliki sistem pencernaan yang lengkap, sistem peredaran darah tertutup, dan fertilisasinya terjadi di air laut. Cephalopoda dapat berubah warna dengan cepat karena memiliki otot khusus dan zat kromatofora yang akan melakukan kombinasi perubahan warna tubuhnya. Umumnya ia melarikan diri dari mangsanya dengan menghasilkan sejenis cairan seperti tinta. Jenis kelamin terpisah (dioesis) tidak mengalami fase

larva. Anggotanya yang sangat dikenal adalah Loligo sp (cumi-cumi), Octopus sp (gurita), Nautilus sp.

b. Classis Gastropoda Gastropoda adalah kelompok yang menggunakan perutnya sebagai kaki untuk bergerak. Kata Gastropoda berasal dari 2 kata, yaitu Gaster yang artinya perut dan Podos yang artinya kaki. Perut hewan ini dapat menghasilkan lendir yang berfungsi untuk melindungi dan mempermudahnya dalam bergerak. Tubuhnya simetri bilateral, pada bagian kepala terdapat 2 buah tentakel yang berfungsi sebagai indra penglihatan dan penciuman. Hewan-hewan ini memiliki cangkok, besarnya beraneka ragam, memiliki wara cangkok yang bermacam- macam, tubuhnya terlindung di dalam cangkok. Adapula yang tidak memiliki cangkok misalnya Limax sp. Putaran cangkok dapat ke arah ke kiri atau kiri, secara genetis dapat diwariskan kepasa keturunannya. Hewan ini merupakan hermafrodit (memiliki dua buah alat kelamin dalam satu tubuh), alat kelaminnya disebut Ovotestis yang dapat menghasilkan sperma dan ovum. Sistem pernapasannya dengan menggunakan paru-paru atau insang yang terdapat di dalam rongga mantel. Gastropoda memiliki mulut dengan alat bergerigi seperti penuh gigi yang disebut radula. Ia biasa memakan tumbuhan, namun adapula yang memangsa hewan lainnya. Sistem pencernaannya lengkap dan ekskresinya melalui nefridia yang bekerja seperti ginjal. Contoh hewan ini adalah Achatina fulica (bekicot), Lymnaea javanica (siput air tawar), Fissurella sp (siput laut), Vaginula sp (siput telanjang).

c. Classis Scaphopoda Scaphopoda adalah kelompok yang memiliki cangkang berbentuk tajam seperti taring atau terompet. Tubuhnya memanjang dorsoventral, kepala rudimenter atau menyusut, kaki lancip berguna untuk menggali lumpur. Jenis kelaminnya bersifat diesis, mengalami bentuk larva trokofor. Didekat mulut terdapat semacam tentakel untuk

alat peraba yang berfungsi menangkap mikroflora dan mikrofauna (plankton). Scaphopoda bernafas dengan menggunakan rongga mantel dan tidak memiliki insang. Habitatnya pada daerah yang berlumpur atau berpasir, dan hidup dengan menanamkan diri pada daerah tersebut. Pada ujung cangkangnya terdapat lubang yang berfungsi untuk menyesuaikan diri dengan habitatnya. Scaphopoda memiliki kaki kecil yang berfungsi untuk bergerak, pada kepalanya terdapat beberapa tentakel dan tidak mempunyai insang. Contohnya adalah Dentalium sp.

d. Classis Bivalvia / Pelecypoda / Lamellibranchiata Hewan ini dinamakan Pelecypoda karena bentuk kakinya yang pipih atau seperti kapak. Disebut juga Bivalvia karena cangkangnya terdiri dari dua katup (valva). Ada juga yang menamakan Lamellibranchiata karena insangnya (branchia) berbentuk lembaran (lamella). Bentuk tubuhnya simetri bilateral, habitatnya di air tawar atau dilaut. Pelecypoda mempunyai otot penggerak cangkang yang dinamakan otot aduktor, meliputi otot aduktor anterior dan otot aduktor posterior. Otot ini berfungsi untuk membuka dan mengatupkan cangkang. Ia bernapas dengan insang yang berlapis- lapis. Pelecypoda memiliki alat keseimbangan yang disebut statocis yang terletak dekat ganglion pedal. Reproduksi berlangsung secara seksual dan membentuk larva yang disebut glosidium. Sistem peredaran darahnya merupakan sistem peredaran darah tertutup. Anggotanya sekitar 300 spesies. Classis ini adalah kelompok Mollusca yang memiliki kaki pipih dan cangkang terdiri atas 3 lapisan. Lapisan

lapisan cangkangnya adalah :

1) Periostrakum, yaitu lapisan paling luar yang terdiri dari zat kitin, berfungsi untuk pelindung tubuh.

2)

Prismatic, yaitu lapisan tengah yang terdiri atas kristal CaCO 3

3) Nakreas, yaitu lapisan paling akhir yang terdiri atas CaO 3 halus, berfungsi menghasilkan sekret lapisan mutiara. Sistem saraf Pelecypoda terdiri dari :

1)

Ganglion anterior, terdapat disebelah ventral lambung.

2)

Ganglion pedal, terdapat pada kaki.

3)

Ganglion posterior, terdapat disebelah otot aduktor posterior.

Contoh : Chima sp (remis), Pinctada margaritifera (kerang mutiara).

e. Classis Polyplacophora Tubunya bilateral simetris, kaki terdapat dibagian ventral memanjang. Pada bagian dorsal tubuhnya dilindungi oleh beberapa (biasanya memiliki jumlah 8) keping atau lempeng (plate) kapur. Ruang mantel banyak mengandung insang. Memiliki girdle yang merupakan bagian dari mantel terletak dibagian sisi tubuh. Habitat dilaut, menempel pada bebatuan dengan melingkarkan tubuhnya. Jenis kelaminnya dioesis tapi ada juga yang hermaprodit. Fertilisasi terjadi secara eksternal. Hewan betina dapat bertelur hingga 200.000 butir. Contohnya adalah Cryptochiton sp (Chiton).

f. Classis Monoplacophora Binatang ini memiliki cangkang tunggal satu sisi dan insang ganda.

ini memiliki cangkang tunggal satu sisi dan insang ganda. Gambar 1. Contoh classis pada Phylum Mollusca

Gambar 1. Contoh classis pada Phylum Mollusca (Abdul Hadi, 2015)

E. Alat dan Bahan Tabel 1. Alat yang digunakan dalam praktikum mengobservasi Phylum Mollusca.

No.

Alat

Jumlah

1

Set alat bedah

1 set

2

Kamera Handphone

1 unit

3

Loupe

1 unit

4

Jarum Pentul

1 set

Tabel 2. Bahan yang digunakan dalam praktikum mengobservasi Phylum Mollusca.

No.

Bahan

Jumlah

1

Awetan Basah Vaginula sp.

1 unit

2

Awetan Basah Limax maximus

1 unit

3

Awetan Basah Murex trapa

1 unit

4

Awetan Basah Doris sp.

1 unit

5

Awetan Basah Polinices sp.

1 unit

6

Awetan Basah Octopus sp.

1 unit

7

Awetan Basah Chaetopleura sp.

1 unit

8

Awetan Basah Chiton sp.

1 unit

9

Spesimen Loligo sp. Jantan

1 unit

10

Spesimen Loligo sp. Betina

1 unit

11

Spesimen Achatina fulica

1 unit

12

Spesimen Anadara sp.

1 unit

13

Awetan Kering Classis Gastropoda

12 unit

14

Awetan Kering Classis Cephalopoda

2

unit

15

Awetan Kering Classis Pelecypoda

6

unit

16

Awetan Kering Phylum Mollusca

Beberapa

F. Langkah Kerja

Diagram 1. Langkah Kerja Pengamatan Phylum Mollusca

Dilakukan pengamatan terhadap hewan-hewan yang diberikan dan dijelaskan di atas.

Dilakukan pembelahan

pada bagian posterior tubuh Loligo pealii jantan dan betina melalui siphon sampai akhir dorsal tubuh, diamati struktur dalamnya.

siphon sampai akhir dorsal tubuh, diamati struktur dalamnya. Dilakukan pengamatan dan identifikasi terhadap beberapa

Dilakukan pengamatan dan identifikasi terhadap beberapa contoh cangkok Gastropoda dan awetan- awetan lainnya.

contoh cangkok Gastropoda dan awetan- awetan lainnya. Dikeluarkan tubuh Achatina fulica dari cangkoknya untuk

Dikeluarkan tubuh Achatina fulica dari cangkoknya untuk dilakukan pengamatan tubuh bagian dalam.Dikeluarkan tubuh Achatina fulica

cangkoknya untuk dilakukan pengamatan tubuh bagian dalam. Diamati morfologi tubuh Loligo pealii jantan dan betina.
cangkoknya untuk dilakukan pengamatan tubuh bagian dalam. Diamati morfologi tubuh Loligo pealii jantan dan betina.

Diamati morfologi tubuh Loligo pealii jantan dan betina. Loligo pealii jantan dan betina.

G. Hasil Pengamatan

Tabel 3. Pengamatan Anatomi Phylum Mollusca.

   

Simetri

Bentuk

 

Tipe /

Alat

Karakteristik Cangkok

 

No.

Nama Spesies

Tubuh/

Mantel

letak

Warna

Arah

Jumlah

Classis

Tubuh

Cangkok

kaki

respirasi

Cangkok

Putaran

Cangkok

   

Bilateral

Bulat

             

1.

Vaginula sp.

Simetris

pipih

Perut

Insang

-

-

- Gastropoda

   

Bilateral

Bulat

             

2.

Limax maximus

Simetris

panjang

Perut

Insang

-

-

- Gastropoda

3.

Murex trapa

Bilateral

Lonjong

 

Perut

Insang

Putih

Kiri

 

1 Gastropoda

Simetris

berduri

coklat

   

Bilateral

               

4.

Doris sp.

Simetris

Bulat

Perut

Insang

Coklat

Kiri

1 Gastropoda

   

Bilateral

               

5

Polinices sp.

Simetris

Bulat

Perut

Insang

Putih

Kiri

1 Gastropoda

     

Kerucut

             

Bilateral

Perut

Putih

6.

Achatina fulica

Simetris

terpilin

Insang

coklat

Kiri

1 Gastropoda

(spiral)

   
   

Simetri

Bentuk

 

Tipe /

Alat

   

No.

Nama Spesies

Tubuh/

Mantel

letak

Karakteristik Cangkok

Classis

Tubuh

Cangkok

kaki

respirasi

   

Bilateral

       

Putih

     

7.

Tonna sp.

Simetris

Bulat

Perut

Insang

coklat

Kiri

1 Gastropoda

   

Bilateral

       

Putih

     

8.

Conus sp.

Simetris

Kerucut

Perut

Insang

coklat

Kiri

1 Gastropoda

   

Bilateral

       

Putih

     

9.

Trochus sp.

Simetris

Kerucut

Perut

Insang

ungu

Kiri

1 Gastropoda

   

Bilateral

Bulat

             

10.

Oliva sp.

Simetris

panjang

Perut

Insang

Coklat

Kiri

1 Gastropoda

   

Bilateral

Bulat

     

Putih

     

11.

Turbo sp.

Simetris

spiral

Perut

Insang

coklat

Kiri

1 Gastropoda

12.

Turritella sp.

Bilateral

Kerucut

 

Perut

Insang

Coklat

Kiri

 

1 Gastropoda

Simetris

spiral

muda

   

Bilateral

Bulat

     

Putih

     

13.

Lambis lambis

Simetris

berduri

Perut

Insang

coklat

Kiri

1 Gastropoda

   

Simetri

Bentuk

 

Tipe /

Alat

   

No.

Nama Spesies

Tubuh/

Mantel

letak

Karakteristik Cangkok

Classis

Tubuh

Cangkok

kaki

respirasi

   

Bilateral

Bulat

             

14.

Busycon sp.

Simetris

kerucut

Perut

Insang

Putih

Kiri

1

Gastropoda

   

Bilateral

Bulat

             

15.

Pleuroploca sp.

Simetris

kerucut

Perut

Insang

Putih

Kiri

1

Gastropoda

   

Bilateral

Bulat

     

Putih

     

16.

Bursa sp.

Simetris

kerucut

Perut

Insang

coklat

Kiri

1

Gastropoda

     

Kerucut

             

Bilateral

Perut

Putih

17.

Babylonia sp.

Simetris

terpilin

Insang

coklat

Kiri

1

Gastropoda

(spiral)

   

18.

Cypraea tigris

Bilateral

Bulat

 

Perut

Insang

Coklat

 

- 1

Gastropoda

Simetris

putih

19.

Chaetopleura

Bilateral

Bulat

Bagian

 

Insang

Putih

 

- 6

Polyplacophora

sp.

Simetris

pipih

ventral

kuning

   

Bilateral

Bulat

Bagian

ventral

         

20.

Chiton sp.

Simetris

pipih

Insang

Putih

- 8

Polyplacophora

   

Simetri

Bentuk

 

Tipe /

Alat

   

No.

Nama Spesies

Tubuh/

Mantel

letak

Karakteristik Cangkok

Classis

Tubuh

Cangkok

kaki

respirasi

21.

Pecten sp.

Bilateral

Bulat

 

Tipe

kapak

Insang

Putih abu

 

- 2

Pelecypoda

Simetris

melebar

lembaran

kecil

22.

Anadara sp.

Bilateral

Pipih

 

Tipe

kapak

Insang

Putih

 

- 2

Pelecypoda

Simetris

lembaran

kecil

23.

Anodonta sp.

Bilateral

Pipih

 

Tipe

kapak

Insang

Putih

 

- 2

Pelecypoda

Simetris

lembaran

coklat

kecil

24.

Tridacna sp.

Bilateral

Bulat

bergelom

 

Tipe

kapak

Insang

Coklat

 

- 2

Pelecypoda

Simetris

lembaran

bang

kecil

25.

Trachycardium

Bilateral

Bulat

 

Tipe

kapak

Insang

Putih

 

- 2

Pelecypoda

sp.

Simetris

melebar

kecil

lembaran

   

Simetri

Bentuk

 

Tipe /

Alat

   

No.

Nama Spesies

Tubuh/

Mantel

letak

Karakteristik Cangkok

Classis

Tubuh

Cangkok

kaki

respirasi

26.

Perna viridis

Bilateral

Pipih

 

Tipe

kapak

Insang

Hijau

 

- 2

Pelecypoda

Simetris

panjang

lembaran

kecil

   

Bilateral

               

27.

Octopus sp.

Simetris

Lonjong

Kepala

Insang

-

- -

Chephalopoda

   

Bilateral

Bulat

             

28.

Loligo sp.

Simetris

lonjong

Kepala

Insang

-

- -

Chephalopoda

   

Bilateral

       

Merah

     

29.

Nautilus sp.

Simetris

Bulat

Kepala

Insang

kuning

- 1

Chephalopoda

   

Bilateral

               

30.

Sepia sp.

Simetris

Lonjong

Kepala

Insang

-

- -

Chephalopoda

Tabel 4. Klasifikasi Phylum Mollusca.

No.

 

Klasifikasi

Gambar Observasi

Gambar Referensi

1.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

1. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
1. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Gastropoda : Stylomazophora

Ordo

Familia : Veronicellidae

Genus

: Vaginula

Gambar 2.1 Vaginula sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 2.2

Species : Vaginula sp.

Vaginula sp.

(Roy Anderson,

2003)

2.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

2. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
2. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Gastropoda

Ordo

: Pulmonata

Familia : Limacidae

Genus

: Limax

Gambar 3.1 Limax maximus (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 3.2

Species : Limax maximus

Limax maximus.

(Roy Anderson,

2003)

3.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

3. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
3. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Gastropoda

Ordo

: Neogastropoda

Familia : Muricidae

Genus

: Murex

Gambar 4.1 Murex trapa (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 4.2

Species : Murex trapa

Murex trapa

(Gregg Daniel,

2000)

No.

 

Klasifikasi

Gambar Observasi

Gambar Referensi

4.

Regnum : Animalia

   

Phylum : Mollusca

Phylum : Mollusca
Phylum : Mollusca

Classis

: Gastropoda

Ordo

: Nudibranchia

Familia : Dorididae

Genus

: Doris

Gambar 5.1 Doris sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 5.2 Doris sp. (Sully Bachel, 2008)

Species : Doris sp.

5.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

5. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
5. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Gastropoda : Littorinimorpha

Ordo

Familia : Naticidae

Genus

: Polinices

Gambar 6.1 Polinices sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 6.2 Polinices sp. (Eddie Hardy, 2000)

Species : Polinices sp.

6.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

6. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
6. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Gastropoda : Stylommatophora

Ordo

Familia : Achatinidae

Genus

: Achatina

Gambar7.1.1

Gambar7.2

Species : Achatina fulica

Cangkok Achatina fulica (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Achatina fulica (David Robinson,

2013)

No.

 

Klasifikasi

Gambar Observasi

Gambar Referensi

   
     
 

Gambar 7.1.2 Tubuh bagian dalam Acathina fulica (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

7.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

7. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
7. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Gastropoda

Ordo

: Tonnaidea

Familia : Tonnaidae

Genus

: Tonna

Gambar 8.1 Tonna sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 8.2 Tonna sp. (Chris Vos, 2000)

Species : Tonna sp.

8.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

8. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
8. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Gastropoda

Ordo

: Conoidea

Familia : Conoidae

Genus

: Conus

Gambar 9.1 Conus sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 9.2

Species : Conus sp.

Conus sp.

(Giancarlo

Paganelli, 2000)

No.

 

Klasifikasi

Gambar Observasi

Gambar Referensi

9.

Regnum : Animalia

   

Phylum : Mollusca

Phylum : Mollusca
Phylum : Mollusca

Classis

: Gastropoda

Ordo

: Trochoidea

Familia : Trochidae

Genus

: Trochus

Gambar 10.1 Trochus sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 10.2 Trochus sp. (P. Wansei, 2000)

Species : Trochus sp.

10.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

10. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
10. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Gastropoda

Ordo

: Neogastropoda

Familia : Olividae

Genus

: Oliva

Gambar 11.1 Oliva sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 11.2

Species : Oliva sp.

Oliva sp.

(Eddie Hardy,

2000)

11.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

11. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
11. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Gastropoda

Ordo

: Trochoidea

Familia : Turbinidae

Genus

: Turbo

Gambar 12.1 Turbo sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 12.2

Species : Turbo sp.

Turbo sp.

(Des Beechey,

2000)

No.

 

Klasifikasi

Gambar Observasi

Gambar Referensi

12.

Regnum : Animalia

   

Phylum : Mollusca

Phylum : Mollusca
Phylum : Mollusca

Classis

: Gastropoda

Ordo

: Neogastropoda

Familia : Turitellidae

Genus

: Turritella

Gambar 13.1 Turritella sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 13.2 Turritella sp. (D. T. Polve, 2000)

Species : Turritella sp.

13.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

13. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
13. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Gastropoda : Neotaeniglosum

Ordo

Familia : Strombidae

Genus

: Lambis

Gambar 14.1 Lambis lambis (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 14.2

Species : Lambis lambis

Lambis lambis

(Guido Poppe,

2000)

14.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

14. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
14. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Gastropoda

Ordo

: Buccinoidea

Familia : Busyconidae

Genus

: Busycon

Gambar 15.1 Busycon sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 15.2 Busycon sp. (Eddie Hardy, 2000)

Species : Busycon sp.

No.

 

Klasifikasi

Gambar Observasi

Gambar Referensi

15.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

15. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
15. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Gastropoda

Ordo

: Buccinoidea

Familia : Fasciolariidae

Genus

: Pleuroploca

Gambar 16.1 Pleuroploca sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 16.2 Pleuroploca sp. (Chris Muller, 2000)

Species : Pleuroploca sp.

16.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

16. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
16. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Gastropoda

Ordo

: Tonnoidea

Familia : Bursidae

Genus

: Bursa

Gambar 17.1 Bursa sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 17.2 Bursa sp. (D. Berschaurer, 2000)

Species : Bursa sp.

17.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

17. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
17. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Gastropoda

Ordo

: Muricoidea

Familia : Babyloniidae

Genus

: Babylonia

Gambar 18.1 Babylonia sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 18.2 Babylonia sp (Ph. Poppe, 2000)

Species : Babylonia sp.

No.

 

Klasifikasi

Gambar Observasi

Gambar Referensi

18.

Regnum : Animalia

   

Phylum : Mollusca

Phylum : Mollusca
Phylum : Mollusca

Classis

: Gastropoda

Ordo

: Cypraeoidea

Familia : Cypraeidae

Genus

: Cypraea

Gambar 19.1 Cypraea tigris (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 19.2 Cypraea tigris (Eddie Hardy, 2000)

Species : Cypraea tigris

19.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

19. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
19. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Polyplacopora

Ordo

: Chitonida

Familia : Chaetopleuridae

Genus

: Chaetopleura

Gambar 20.1 Chaetopleura sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 20.2 Chaetopleura sp. (Bruno Anseeuw,

2004)

Species : Chaetopleura sp.

20.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

20. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
20. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Polyplacopora

Ordo

: Chitonida

Familia : Chitonidae

Genus

: Chiton

Gambar 21.1 Chiton sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 21.2 Chiton sp (Litscape Art, 2010)

Species : Chiton sp.

No.

 

Klasifikasi

Gambar Observasi

Gambar Referensi

21.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

21. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
21. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Pelecypoda

Ordo

: Pectinoida

Familia : Pectinidae

Genus

: Pecten

Gambar 22.1.1 Pecten sp.

Gambar 22.2

Species : Pecten sp.

Pecten sp. (J. P. Oliveira)

(Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

(Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 22.1.2 Pecten sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

22.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

22. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
22. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Pelecypoda

Ordo

: Arcoida

Familia : Arcidae

Genus

: Anadara

Gambar 23.1 Anadara sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 23.2 Anadara sp. (Jill Leonard, 2008)

Species : Anadara sp.

No.

 

Klasifikasi

Gambar Observasi

Gambar Referensi

23.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

23. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
23. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Pelecypoda

Ordo

: Unionoida

Familia : Unionidae

Genus

: Anodonta

Gambar 24.1.1 Anodonta sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 24.1.1 Anodonta sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 24.2 Anodonta sp. (Delta Biological Team, 2018)

Species : Anodonta sp.

Gambar 24.1.2 Anodonta sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

 

24.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

24. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
24. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Pelecypoda

Ordo

: Veneroida

Familia : Tridacnidae

Genus

: Tridacna

Gambar 25.1 Tridacna sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 25.2 Tridacna sp. (Keith Berkelhamer,

2015)

Species : Tridacna sp.

No.

 

Klasifikasi

Gambar Observasi

Gambar Referensi

25.

Regnum : Animalia

   

Phylum : Mollusca

Phylum : Mollusca
Phylum : Mollusca

Classis

: Pelecypoda

Ordo

: Veneroida

Familia : Cardiidae

Genus

: Trachycardium

Gambar 26.1 Trachycardium sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 26.2 Trachycardium sp. (Jill Leonard, 2008)

Species : Tracycardium sp.

26.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

26. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
26. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Pelecypoda

Ordo

: Mytiloida

Familia : Mytilidae

Genus

: Perna

Gambar 27.1 Perna viridis (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 27.2 Perna viridis (Linnaeus, 1758)

Species : Perna viridis

27.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

27. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
27. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Chepalopoda

Ordo

: Octopoda

Familia : Octopoidae

Genus

: Octopus

Gambar 28.1 Octopus sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 28.2 Octopus sp. (Peter Bryant, 2008)

Species : Octopus sp.

No.

 

Klasifikasi

Gambar Observasi

Gambar Referensi

28.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

28. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
28. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Chepalopoda

Ordo

: Myopsida

Familia : Loliginidae

Genus

: Loligo

Gambar 29.1.1 Morfologi Loligo sp. Jantan dan Betina

Gambar 29.2

Species : Loligo sp.

Morfologi

Loligo sp.

(Tom Kiendinst,

(Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

2012)

sp. (Tom Kiendinst, (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018) 2012) Gambar 29.1.2 Anatomi Loligo sp. Betina (Dokumentasi

Gambar 29.1.2 Anatomi Loligo sp. Betina (Dokumentasi Kelompok 5A, 2018)

Anatomi Loligo sp. Betina (Dokumentasi Kelompok 5A, 2018) Gambar 29.1.3 Anatomi Loligo sp. Jantan (Dokumentasi

Gambar 29.1.3 Anatomi Loligo sp. Jantan (Dokumentasi Kelompok 5A, 2018)

No.

 

Klasifikasi

Gambar Observasi

Gambar Referensi

29.

Regnum : Animalia

   

Phylum : Mollusca

Phylum : Mollusca
Phylum : Mollusca

Classis

: Chepalopoda

Ordo

: Nautilida

Familia : Nautilidae

Genus

: Nautilus

Gambar 30.1 Nautilus sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 30.2 Nautilus sp. (Carl Vernon, 2012)

Species : Nautilus sp.

30.

Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

30. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca
30. Regnum : Animalia Phylum : Mollusca

Classis

: Chepalopoda

Ordo

: Sepiida

Familia : Sepiidae

Genus

: Sepia

Gambar 31.1 Sepia sp. (Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)

Gambar 31.2 Sepia sp. (Simon Thorrold,

2012)

Species : Sepia sp.

H.

Pembahasan Berdasarkan hasil pengamatan terhadap awetan basah, awetan kering, dan spesimen. Dapat disimpulkan bahwa ada banyak sekali hewan Mollusca. Hewan-hewan yang kami amati digolongkan kepada empat kelas berdasarkan pada letak dan bentuk atau tipe kakinya yaitu :

1. Classis Gastropoda

a. Vaginula sp. Hewan ini merupakan salah satu Gastropoda yang tidak memiliki cangkang atau cangkok pada bagian dorsal tubuhnya. Karena itu hewan ini disebut sebagai siput telanjang. Struktur tubuhnya sama seperti pada Gastropoda umumnya yaitu memiliki tubuh yang

berlendir dengan mulut terletak di anterior dan kaki merupakan bagian yang menonjol pada tubuhnya dengan memiliki kelenjar berlendir untuk memudahkan pergerakan. Tubuh simetri bilateral, bentuknya bulat pipih, dan memiliki mantel. Kakinya terletak pada bagian perutnya atau perut berfungsi sebagai kaki, serta bernapas dengan insang.

b. Limax maximus Hewan ini memiliki simetri tubuh bilateral, bentuk tubuhnya bulat memanjang, mempunyai mantel, dan bernapas dengan insang. Sebagian besar hidup di laut dan di air tawar. Bernapas dengan insang, kepala dilengkapi dengan satu atau dua pasang tentakel, sepasang di antaranya mempunyai mata, rongga mantel terletak di interior, organ reproduksi hermaprodit atau berumah satu. Kebanyakan hidup teresterial.

c. Murex trapa Hewan ini memiliki simetri tubuh bilateral, bentuk tubuhnya bulat spiral dengan duri, mempunyai mantel, bernapas dengan insang, mempunyai cangkok yang berwarna putih kecoklatan, arah putar cangkok ke kiri. Cangkangnya berbentuk agak bulat panjang dan bagian belakangnya runcing, memiliki tanduk pada cangkangnya dan mempunyai duri-duri yang panjang. Sistem ekskresi ginjal, pencernaan makanan holozoik atau saprozoik. Alat pencernaan sudah lengkap dari mulai mulut sampai anus. Peredaran darahnya terbuka. Hewan ini hidup di daerah pasang surut beriklim tropis, pada batu karang yang bertemperatur panas, laut lepas pantai, laut dangkal dan laut yang berlumpur.

d. Doris sp. Doris merupakan genus dari siput. Hewan ini merupakan siput laut. Genus ini memiliki banyak spesies yang tersebar. Memiliki simetri tubuh bilateral, bentuk tubuhnya bulat, mempunyai mantel, bernapas dengan insang, mempunyai cangkok yang berwarna putih kecoklatan, arah putar cangkoknya ke kiri.

e. Polinices sp. Polinices sp. sering terlihat pada malam hari di daerah pesisir pantai. Siput bulan pada genus Polinices memiliki operculum yang tipis terbuat dari bahan seperti tanduk biasanya berwarna kekuningan. Siput ini berukuran sekitar 2 cm. namun, ketika keluar dari cangkangnya, ukuran badan dari Polinices sp. lebih besar dibandingkan dengan cangkangnya. Tubuh membentuk benutk baji yang membantu gerakan siput di bawah pasir. Bagian depan kaki digunakan seperti bajak,. Bagian kaki menutupi kepala sebagai perisai pelindung, dimana tentakel dan siphon keluar dari perisai ini. Mantel (bagian tubuhnya) membentang dalam dua tutup di atas cangkang dikedua sisinya. Hewan ini memangsa bivalvia atau hewan dikelas gastropoda lainnya.

f. Achatina fulica Pada kepalanya memiliki dua tentakel dan berpasangan dengan ukuran yang pendek dan berada di anterior yang memiliki saraf pembau serta sepasang kedua yang berukuran lebih panjang memiliki mata. Letak mulut pada. berada di bagian anterior kepala, di ventral tentakel. Tepat dibawah mulut terdapat lubang yang berhubungan dengan kelenjar mukosa kaki (pedal). Kaki lebar dan pipih dan terdiri atas otot. Kaki merupakan organ yang berfungsi untuk bergerak (lokomosi) dan mengandung selaput mukosa yang menghasilkan lendir untuk membantu selama bergerak. Kaki dan kepala dapat ditarik kedalam cangkang.

g. Tonna sp. Hewan ini memiliki simetri tubuh bilateral, bentuk tubuhnya bulat, mempunyai mantel, bernapas dengan insang, mempunyai cangkok yang berwarna putih, arah putar cangkok ke kiri. Siput ini dikenal dengan siput laut besar karena memiliki ukuran yang cukup besar dengan bentuk cangkok seperti sirip pada ikan pada salah satu bagian cangkok nya dan memiliki kelenjar lendir untuk bergerak pada kakinya.

h. Conus sp. Conus umumnya memiliki cangkang yang ditutupi oleh lapisan berupa jaringan tipis disebut periostracum. memiliki berbagai macam pola cangkang dan warna yang menarik. Determinasi Conus umumnya didasarkan pada morfologi dan warna pada cangkangnya, bisa juga dilakukan dengan mengamati organ yang disebut radula. Bentuk dan struktur dari radula seringkali unik pada tiap-tiap spesies dan struktur ini umum digunakan sebagai sumber data dalam pengamatan mengenai sistematik Mollusca. Kaki terletak di sepanjang ventral tubuhnya dan berlendir seperti pada gastropoda umumnya.

i. Trochus sp. Merupakan kerang berukuran besar, cangkngnya berbentuk kerucut dengan 10 sampai 12 buah ulir (suture). Perputaran seluk (whorl) berbentuk spiral yang jelas. Beberapa seluk permulaan memiliki tonjolan-tonjolan kecil. Seluk akhir (body whorl) berbentuk lingkaran yang cembung dan membesar. Kolumellanya tipis yang ujungnya memiliki tonjolan seperti gigi. Cangkngnya berwarna dasar krem keputihan dengan corak bergaris merah lembayung, sementara dasar cangkangnya berbintik merah muda. di bagian kepalanya terdapat sepasang tentakel, sepasang bintik mata dan sebuah tonjolan yang disebut “proboscis” pendek dan tidak aktif digerakkan. Mulutnya terletak di bagain ujung kepala dengan dua buah bibir lateral. Didalam rongga mulutnya terdapat banyak gigi radula mulai dari bagian atas hingga bagian bawah mulut dan berakhir di bagian depan mulut dekat bibir. Antara mulut dan cangkang terdapat juntaian dari bagian mantel berbentuk cerobong.

j. Oliva sp Hewan ini memiliki simetri tubuh bilateral, bentuk tubuhnya bulat memanjang, mempunyai mantel, bernapas dengan insang, mempunyai cangkok yang berwarna putih, arah putar cangkok ke kiri. Oliva memiliki cangkang yang permukaannya licin dan mengkilap.

Spesies ini biasanya hidup di laut

k. Turbo sp. Hewan ini memiliki simetri tubuh bilateral, bentuk tubuhnya bulat spiral, mempunyai mantel, bernapas dengan insang, mempunyai cangkok yang berwarna putih coklat, arah putar cangkok ke kiri jumlah keeping nya hanya satu, termasuk classis Gastropoda.

l. Turritella sp. Memiliki bentuk tubuh Turreted (meninggi) dan menyudut pada kamarnya. Ia adalah siput laut berukuran sedang dan memiliki operculum, yang termasuk ke dalam Gastropoda laut dan termasuk kedalam familia turritellidae. Spesies ini memiliki cangkang dengan alur melingkar, dimana secara keseluruhan pada dasarnya memiliki bentuk dari suatu kerucut yang memanjang.

m. Lambis lambis Memiliki panjang cangkang yang bisa mencapai 29 cm, rata-rata 18 cm. memiliki cangkang yang besar, kuat, dan berat. Pada bagian mulut terluarnya terbentuk 6 digitalis (seperti jari) yang tipis. Warna cangkangnya bervariasi mulai dari putih atau cream (bagian luar) dan sering terdapat bercak coklat, ungu, atau hitam. Bagian dalamnya berwarna pink, oreange, atau ungu.

n. Busycon sp. Tubuh bilateral simetris dan berbentuk bulat kerucut, memiliki mantel, dan bernapas menggunakan insang. Jumlah cangkoknya satu, berwarna putih , dan arah putar cangkok ke kiri

o. Pleuroplacna sp. Hewan ini memiliki simetri tubuh bilateral, bentuk tubuhnya bulat, mempunyai mantel, bernapas dengan insang, mempunyai cangkok yang berwarna putih, arah putar cangkok ke kiri. Spesies ini hidup di zona benthos.

p. Bursa sp. Bentuk cangkang seperti terompet namun lebih kecil. Dengan tonjolan-tonjolan yang berwarna kemerahan yang mengelilingi

sepanjang lingkar cangkangnya. Tonjolan ini terlihat memiliki ukuran yang berbeda-beda sampai pada apeks nya. Memiliki kaki seperti pada gastropoda umumnya yaitu pada bagian ventral tubuhnya terdapat tonjolan yang memiliki kelenjar lendir untuk memudahkan dalam pergerakan. Arah lingkar cangkang nya ke arah kiri. Dengan warna aperture cangkang nya berwarna kehitaman dan terlihat lebih gelap dibanding warna karangannya.

q. Babylonia sp. Memiliki simetri tubuh bilateral, bentuk tubuhnya bulat, mempunyai mantel, bernapas dengan insang, mempunyai cangkok yang berwarna putih kecoklatan. Hewan ini merupakan siput laut dengan cangkang berukuran kecil. Hewan ini sangat tersebar luas dan mudah ditemukan di seluruh dunia.

r. Cypraea tigris Cypraea tigris banyak ditemukan di daerah tropis Pasifik, dan Samudra Hindia. Hewan ini hidup di bawah batu dan di bagian dasar

karang. Selain itu, hewan ini memiliki simetri tubuh bilateral, bentuk tubuhnya bulat, mempunyai mantel, bernapas dengan insang, mempunyai cangkok yang berwarna putih dan berbintik-bintik.

2. Classis Polyplacophora

a. Chaetopleura sp. Hewan ini termasuk classis Polyplacophora. Pada bagian ventroanterior tubuh hewan ini terdapat kepala berukuran kecil, tidak memiliki mata dan tentakel. Daerah di sekeliling mantel disebut gelang (girdle) yang ditutupi oleh kutikula tipis dengan permukaannya yang bersifat halus, bersisik atau dengan spikula yang terbuat dari zat kapur. Di posterior kepala terdapat kaki berotot yang pipih dan luas untuk memudahkan melekat pada substrat dan untuk

respirasi berupa insang bipectinate (ktenidia) yang

terletak di dalam lekuk mantel. Fertilisasi terjadi di lingkungan eksternal atau di dalam rongga mantel hewan betina. Telur yang telah

bergerak

Alat

dibuahi berkembang menjadi larva trokofor dan tidak memiliki fase larva veliger.

b. Chiton sp. Ia memiliki struktur yang sesuai dengan kebiasaan melekat pada batu karang dan cangkang mirip hewan lainnya. Hewan ini jika disentuh akan melekat erat pada batu karangKaki chiton terletak di permukaan ventral tubuh dan berfungsi untuk melekat juga untuk bergerak. Gerak merayap chiton sangat lamban dan disebabkan oleh gerakan gelombang otot kaki seperti gerakan yang dimiliki keong. Bagian yang digunakan untuk melekat pada substrat adalah kaki dan gelang. Pada dasarnya kaki bertanggung jawab untuk melekat, namun pada saat seekor chiton diganggu maka gelang berperanan juga sebagai pelekat. Hal inilah yang menyebabkan pelekatan chiton terhadap substratnya begitu erat.

3. Classis Pelecypoda

a. Pecten sp. Hidup di laut lepas pantai Mediteran, Canary Island, cangkangnya bisa mencapai ukuran 12 cm. Memiliki garis konsentris dan garis pertumbuhan. Bergerak menggunakan kaki kapak, cangkok dari bivalve.

b. Anadara sp. Ia hidup pada dasar perairan dan mempunyai ciri khas yaitu ia ditutupi oleh 2 cangkang yang bisa dibuka-tutup karena memiliki persendian berupa engsel elastis penghubung penutupnya. Puncak cangkangnya terdiri dari umbo yang tersusun dari kapur dan terdiri dari 3 lapisan yaitu periostrakum, prismatic, dan nakreas. Umbo juga sebagai bagian paling tua yang bisa membesar dan menonjol, kakinya

berbentuk seperti kapak yang berfungsi untuk merayap dan menggali lumpur atau pasir.

c. Anodonta sp. Hewan ini dapat ditemukan di lumpur , pasir, didanau. Pada bagian luar nampak cangkang sebagai pelindung tubuh yang dihubungkan

oleh ensel yang bersifat elastis sehingga cangkang memungkinkan untuk membuka dan diantara rongga antar mantel dan tubuh terdapat kaki. Didalam rongga terdapat mantel dan dua insang alarviseral dengan sistem sirkulasinya terdiri atas jantung , saluran darah dan rongga sinus dan alat indaranya tidak berkembang dengan baik. Dan biasanya menguburkan diri didalam pasir dan pada waktu tertntu dapat berpindah tempat.

d. Tridacna sp. Tridacna atau dikenal dengan kerang raksasa merupakan kerang terbesar di dunia. Hewan ini memiliki bentuk tubuh simetri bilateral dan bentuk tubuhnya bergelombang, mempunyai rongga mantel. Hewan ini bernafas dengan lembaran insang, mempuyai cangkok yang berwarna coklat. Tridacna sp. dapat ditemukan di terumbu karang samudra Indian, Pasifik Selatan dan bagian dari Afrika Selatan, dan hidup di kedalaman 20 m di bawah permukaan laut.

e. Trachycardium sp. Hewan ini memiliki bentuk tubuh simetri bilateral dan bentuk tubuhnya bulat melebar dan ada juga yang bergelombang, mempunyai rongga mantel. Hewan ini bernafas dengan lembaran insang, mempuyai cangkok yang berwarna putih atau putih kecoklatan. Tekstur cangkang bagian luar kasar dan bagian dalam halus. Habitatnya di perairan laut, hidup dengan membenamkan diri di dalam pasir atau lumpur di laut. Secara morfologi memiliki cangkang luar yang keras karena tersusun dari kalsium karbonat dan umumnya berwarna putih dengan berkas coklat. Struktur permukaan cangkangnya kasar karena garis pertumbuhan pada cangkangnya membentuk garis-garis yang timbul. Memiliki umbo pada bagian dorsal. Mempunyai kaki yang pipih dan menyerupai kapak.

f. Perna viridis Perna viridis hewan ini memiliki bentuk tubuh simetri bilateral. Bentuk tubuhnya bulat melebar, mempunyai rongga mantel. Hewan ini bernafas dengan insang, mempuyai cangkok yang berwarna putih.

Hidup di dasar perairan laut tersebar di Indo-Pasifik. Perna viridis digunakan sebagai bahan makanan oleh manusia.

4. Classis Chephalopoda

a. Octopus sp. Ia memiliki delapan lengan dan bertubuh lunak. Setiap lengan memiliki dua baris alat hisap. Jika kehilangan lengan, maka dia dapat menumbuhkan kembali lengan lain. Octopus sp. memiliki mata di setiap sisi kepalanya dan memiliki penglihatan yang sangat baik. Octopus sp. tinggal di sarang-sarang, ruang di bawah batu, celah- celah di dasar laut, atau mereka menggali lubang di bawah batu besar. Untuk menghindari predator, Octopus sp. dapat menyemprotkan tinta hitamnya, untuk melarikan diri. Selain itu, cara berenang Octopus sp. dengan memuntahkan air dari tubuhnya. Octopus sp. hidup soliter di dasar laut. Hewan ini memiliki simetri tubuh bilateral, bentuk tubuhnya lonjong, dan bernafas dengan insang.

b. Loligo sp. Hewan ini memiliki simetri tubuh bilateral, bentuk tubuh panjang, lonjong dan bagian belakang meruncing. Terdiri atas kepala, leher dan badan. Kepala memiliki dua mata besar, tidak berkelopak, leher pendek dan badan berbentuk tabung mempunyai sirip di setiap sisinya. Pada kepala terdapat 8 tentakel dan 2 lengan panjang yang ujungnya terdapat batil isap. Mantel berwarna putih dengan bintik- bintik merah ungu sampai kehitaman dan diselubungi selaput tipis berlendir. Alat pencernaan terdiri atas mulut, esofagus, lambung, usus, rektum dan anus. Sistem pencernaan dilengkapi kelenjar pencernaan yaitu kelenjar ludah, hati, dan pankreas. Hewan ini bernafas dengan insang yang terdapat di rongga mantel. Adapun Ekskresi dilakukan dengan ginjal berupa nefridium. Habitatnya yaitu di laut.

c. Nautilus sp. Hewan ini memilii simetri tubuh bilateral, bentuk tubuhnya bulat.

Nautilus merupakan satu-satunya spesies anggota classis Cephalopoda yang memiliki cangkang. Dapat ditemukan di kawasan samudra Indo-Pasifik. Mempunyai cangkang berbentuk spiral yang sangat halus, berwarna putih kecoklatan. Pada celah cangkangnya hewan ini memiliki banyak tentakel, memiliki penglihatan yang buruk karena tidak mempunyai kornea maupun lensa. Karena penglihatannya buruk maka hewan ini lebih mengandalkan indera penciumannya untuk mencari mangsa.

d. Sepia sp Sepia sp. atau sotong. Spesies ini mempunyai cangkang yang terletak di dalam mantel, cangkang berbentuk oval, berwarna putih, terbuat dari kapur dan agak keras daripada cangkang cumi-cumi. Tubuhnya bulat memendek seperti kantung, terdapat selaput tipis pada permukaan mantelnya, berwarna merah kegelapan. Kepala dilengkapi dengan 8 tentakel dan 2 lenganpanjang. Lengan dan tentakel panjangnya sama-sama dilengkapi dengan bintil isap. Memiliki simetri tubuh bilateral. Hewan ini bernafas dengan insang.

I. Hasil Diskusi

1. Dapatkah anda menemukan persamaan yang dimiliki setiap Species yang Anda temukan ? tuliskan persamaan-persamaan tersebut ! Jawaban :

Persamaan-persamaan tersebut adalah spesies tubuhnya lunak, memiliki mantel, dan simetri tubuhnya bilateral.

2. Dapatkah anda menemukan perbedaan yang dimiliki oleh setiap spesies tersebut sehingga dimasukan pada classis yang berbeda ? tuliskan perbedaan-perbedaannya ! Jawaban :

Ya. Perbedaan tersebut terdapat pada bentuk tubuh atau cangkok, tipe atau letak kaki (alat gerak), alat respirasi yang dimiliki, dan dapat dilihat dari perbedaan cangkangnya (baik jumlah, struktur, warna, maupun arah putarannya).

3.

Tuliskan ciri khas dari tiap classis pada kolom berikut

Classis

Ciri Khas

 

- Memiliki kaki otot yang pipih

- Umumnya memiliki cangkok

Gastropoda

- Kepala dengan tentakel berjumlah dua atau empat

- Terdapat gigi radula

 

- Kaki di bagian ventral memanjang

Polyplacophora

- Memiliki cancang berjumlah delapan, terbuat dari kapur

- Ruang mantel banyak mengandung insang

 

- Berkaki pipih, kecil, seperti kapak

Pelecypoda

- Memiliki cangkang berjumlah dua yang terbuat dari kalsium karbonat

- Cangkangnya terdiri dari tiga lapisan, yaitu:

periostrakum, prismatic, nakreas

 

- Memiliki bagian mata yang jelas

- Memiliki delapan atau sepuluh tentakel dibagian kepala

Cephalopoda

- Tidak bercangkang kecuali Nautilus sp

- Memiliki kelenjar tinta

- Mempunyai sel sel khusus untuk berubah warna tubuh

 

- Cangkang berbentuk pena atau gading gajah

- Tubuhnya memanjang dorsoventral

- Kepala menyusut atau rudimeter

Scaphopoda

- Kaki lancip

- Bernafas dengan rongga mantel

- Tidak memiliki insang

4. Tuliskan kegunaan dan manfaat dari species-species Mollusca yang anda temukan! Jawaban :

a. Sebagai sumber makanan yang mengandung semua jenis asam amino esencial dan asam lemak tidak jenuh, contohnya : cumi-cumi, kerang darah, dan kerang hijau.

b. Sebagai penghasil mutiara pada kerang mutiara.

c. Cangkok dapat digunakan sebagai hiasan dinding, pajangan rumah, kancing.

5.

Dari teori perkuliahan atau buku sumber yang anda peroleh mengenai Phylum Mollusca, lengkapilah tabel berikut ini :

 

Pencernaan

       

Phylum

Makanan

Ekskresi

Pernapasan

Sistem Saraf

Reproduksi

 

Terdiri

dari

Memiliki

Apabila

Memiliki

3

Reproduksi

mulut,

alat

yang

hewan

pasang

Generatif

esofagus,

disebut

hidup di air

ganglia

(Seksual) :

lambung,

ginjal

maka

yang

(cerebral

di

Fertilisasi

usus,

anus.

(nephridia),

berperan

atas

mulut,

eksternal.

Pada

enam

atau

adalah

pedal

di

Persatuan

Mollusca

satu

insang,

bagian

kaki,

antara

gamet

tertentu

pasang.

sedangkan

dan visceral di bagian tubuh) dihubungkan oleh tali saraf longitudinal dan transversal

jantan

dan

dibagian

yang

hidup

gamet betina.

mulutnya

di

darat

terdapat

melalui

seperti

paru-paru

Mollusca

rahang

dan

namun

juga

lidah

yang

dapat terjadi

 

bergerigi

melalui

serta

sel-sel

(radula),

pertukaran

saraf,

dan

sering

udara

pada

memiliki

memiliki

pembuluh

organ

bentuk

U,

darah

yang

sensoris.

anus

terbuka

terdapat

di

ke

rongga

mantel,

excurrent

sistem

ini

siphon

pada

fungsinya

rongga

seperti

paru

mantel.

paru.

J.

Kesimpulan

1. Keanekaragaman hewan-hewan yang telah diamati dalam filum Mollusca diantaranya ada, Octopus sp., Loligo sp., Sepia sp., Nautilus sp., Vaginula sp., Limax maximus, Murex trapa, Doris sp., Polinices sp., Acathina fulica, Tonna sp., Conus sp., Trochus sp., Oliva sp., Turbo sp., Turritella sp., Lambis lambis, Busycon sp., Pleuroplacna sp., Bursa sp., Chaetopleura sp., Chinton sp., Pecten sp., Anadara sp., Tridacna sp., Anodonta sp., Trachycardium sp., Babylonia sp., Cypraea sp., Perna viridis.

2. Hewan-hewan Mollusca termasuk hewan multiseluler, hidup di laut, air tawar, dan darat, memiliki bentuk tbuh simetri bilateral, bertubuh lunak, triploblastik. Sebagian besar spesiesnya memiliki cangkang atau cangkok

yang terbuat dari zat kapur, mantel, dan rongga mantel.

3. Berdasarkan hasil pengamatan dapat diketahui bahwa hewan-hewan dalam filum Mollusca terbagi kedalam empat kelas yaitu, Chepalopoda dengan hewannya Octopus sp., Loligo sp., Nautilus sp., dan Sepia sp. , kelas Gastropoda dengan hewannya Vaginula sp., Limax maximus, Murex trapa, dan lainnya, kelas Polyplacopora dengan hewannya Chaetopleura sp., dan Chiton sp., Kelas Bivalvia atau Palecypoda dengan hewannya Pecten sp., Anadana sp., Anodonta sp., Tridacna sp., Trachycardium sp., dan Perna viridis.

4. Kelas yang pertama yaitu Cephalopoda yang umumnya tidak memiliki cangkok kecuali pada Nautilus sp. Anggota geraknya berada di daerah kepala. Pada kelas Gastropoda hewan-hewannya memiliki cangkok kecuali pada Limax yang beraneka ragam ukuran dan warnanya, bagian yang dianggap kaki adalah bagian yang paling menonjol pada tubuhnya. kelas Polyplacophora hewannya memiliki keeping atau lempeng dari zat kapur yang pada bagian dorsa tubuhnya berjumlah delapan dan kakiya berada pada daerah sepanjang bagian ventral tubuh, dan kelas Bivalvia atau Pelecypoda yang memiliki sepasang cangkok yang disatukan oleh otot sehingga membentuk tonjolan yang disebut umbo, letaknya kearah

anterior tubuh, karena ia hidup di perairan ia memiliki insang berbentuk lembaran (lamella), dan kaki yang berbentuk pipih seperti kapak.

DAFTAR PUSTAKA

Hadi, Abdul. (2015). Pengertian, Ciri dan Klasifikasi Mollusca. [online]. Diakses dari: http://www.softilmu.com/2015/06/Pengertian-Ciri-Struktur-

Hisam, Sam. (2016). Penjelasan Ciri, Klasifikasi Dan Peranan Mollusca Beserta Contohnya Lengkap. [online]. Diakses dari :

mollusca-beserta-contohnya-lengkap/ Kastawi Y, dkk. (2005). Zoologi Avertebrata. Malang: Penerbit Universitas Negeri Malang (UM Press).

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Contoh Classis pada Phylum Mollusca Hadi, Abdul. (2015). Pengertian, Ciri dan Klasifikasi Mollusca. [online]. Diakses dari: http://www.softilmu.com/2015/06/Pengertian-Ciri-Struktur- Klasifikasi-Mollusca-Adalah.html?m=1 [25 April 2018] Gambar 2.2 Vaginula sp. Anderson, Roy. (2003). Fact Sheet : Vaginula. [online]. Diakses dari :

2018]

Gambar 3.2 Limax maximus Anderson, Roy. (2003). Fact Sheet : Limax maximus. [online]. Diakses dari :

[27 April 2018] Gambar 4.2 Murex trapa Daniel, Gregg. (2000). Murex(murex) trapa. [online]. Diakses dari :

http://www.gastropods.com/9/Shell_159.shtml [27 April 2018] Gambar 5.2 Doris sp. Bachel, Sully. (2008). Doris ananas,dorodidae from Indiana ocean. [online]. Diakses dari : http://seaslugs.free.fr/nudibranche/a_doris_sp2.htm [27 April 2018] Gambar 6.2 Polinices sp. Hardy, Eddy. (2000). Polinices mamila. [online]. Diakses dari :

http://www.gastropods.com/3/Shell_1623.shtml [27 April 2018] Gambar 7.2 Achatina fulica Oregon State University, (2013). Giant African Land Snail. [online]. Diakses dari : http://oregonstate.edu/dept/nurspest/giant_African_snail.htm [27 April

2018]

Gambar 8.2 Tonna sp. Vos, Chris. (2000). Tonna (Dolium complex) complex. [online]. Diakses dari :

Gambar 9.2 Conus sp. Pagganeli, G. (2000). Laminatus Laminconus carlessi. [online]. Diakses dari :

http://www.gastropods.com/1/Shell_9591.shtml [27 April 2018] Gambar 10.2 Trochus sp. Wansei, P. (2000). Trochus stellatus. [online]. Diakses dari :

http://www.gastropods.com/3/Shell_1683.shtml [27 April 2018] Gambar 11.2 Olivia sp. Hardy, Eddie. (2000). Olivia (Anulatoliva) Anula carnicolor. [online]. Diakses dari : http://www.gastropods.com/9/Shell_1249.shtml [27 April 2018] Gambar 12.2 Turbo sp. Beechey, Des. (2000). Lunella (Lunella) Undulatus. [online}. Diakses dar :

http://www.gastropods.com/7/Shell_2447.shtml [27 April 2018] Gambar 13.2 Turritella sp. Polfe, T. (2000). Turritella duplicata. [online]. Diakses dari :

http://www.gastropods.com/7/Shell_1527.shtml [27 April 2018] Gambar 14.2 Lambis lambis Poppe, Guido. (2000). Lambis (Lambis) Truncata sebae. [online]. Diakses dari :

http://www.gastropods.com/3/Shell_1323.shtml [27 April 2018] Gambar 15.2 Busycon sp. Hardy, Eddie. (2000). Busycon contrarium. [online]. Diakses dari :

http://www.gastropods.com/7/Shell_17.shtml [27 April 2018] Gambar 16.2 Pleuropoca sp. Muller, Chris. (2000). Pleuropoca trapezium. [online]. Diakses dari :

http://www.gastropods.com/3/Shell_3333.shtml [27 April 2018] Gambar 17.2 Bursa sp. Beerschaurer, D. (2000). Bursa (Bursa) calcipicta. [online]. Diakses dari :

http://www.gastropods.com/8/Shell_6248.shtml [27 April 2018] Gambar 18.2 Babylonia sp. Poppe. (2000). Eburna (Babylonia) areolata. [online]. Diakses dari :

Gambar 19.2 Cypraea tigris Hardy, Eddie. (2000). Cypraea tigris. [online]. Diakses dari :

http://www.gastropods.com/6/Shell_96.shtml [27 April 2018] Gambar 20.2 Chaetopleura sp. Anseeuw, Bruno. (2004). Chaetopleura apiculata. [online]. Diakses dari :

Gambar 21.2 Chiton sp. Litscape Art. (2010). Coat of Mail Shell or Chiton, Acanthopleura sp. [online].

:

r_Chiton_Acanthopleura_Sp.html [27 April 2018] Gambar 22.2 Pecten sp Oliveira, J. (2011). Pecten sp : Dragoshells-jp. [online]. Diakses dari :

Diakses

dari

Gambar 23.2 Anadara sp. Simthsonian Tropical Research Institute. (2008). STRI Office of Bioinformatics.

:

http://biogeodb.stri.si.edu/bioinformatics/dfm/metas/view/44368 [27 April

[online].

Diakses

dari

2018]

Gambar 24.2 Anodonta sp. Delta Biological Team. (2018). Clam-Freshwater-Anodonta. [online]. Diakses dari : http://www.deltabio.com/moreimages.cfm?item=122.2228.10 [27 April 2018] Gambar 25.2 Tridacna sp. Berkelhamer, Keith. (2015). Giant Clams, Tridacna Clams. [online]. Diakses dari

: http://animal-world.com/Aquarium-Coral-Reefs/Giant-Clams-Hippopus- and-Tridacna-Clams [27 April 2018]

Gambar 26.2 Trachycardium sp. Simthsonian Tropical Research Institute. (2008). STRI Office of Bioinformatics.

:

http://biogeodb.stri.si.edu/bioinformatics/dfm/metas/view/44340 [27 April

[online].

Diakses

dari

2018]

Gambar 27.2 Perna viridis

J. Masterson. (2007). Indian River Lagoon Species Inventory. [online]. Diakses dari : http://www.sms.si.edu/irlspec/perna_viridis.htm [27 April 2018] Gambar 28.2 Octopus sp

Bryant, Peter. (2008). Octopus, Octopus sp. [online]. Diakses dari :

Gambar 29.2 Loligo sp.

Kiendinst, Tom. (2012). Longfin Inshore Squid. [online]. Diakses dari :

Gambar 30.2 Nautilus sp.

Bonza Bay, (2012). Chambered & Paper Nautilus. [online]. Diakses dari :

[27 April 2018]

Gambar 31.2 Sepia sp.

Science360 News. (2012). Sleepy Sepia ?. [online]. Diakses dari :