Anda di halaman 1dari 5

STRATEGI PELAKSANAAN SEHAT JIWA PADA USIA PRA SEKOLAH

DISUSUN OLEH

1. MAHARANI UTAMI BERUTU


2. MAYA NOVIASARI
3. META EKA SARI
4. NIA SAGITA SAFITRI
5. NOVI TRI LESTARI
6. NUR SINTA DEVI

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)
MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNG
TAHUN 2018
A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Klien
a. Data Subjektif
Ny. S mengatakan bersedia anaknya dikelola oleh mahasiswa. Ny. S
mengatakan An. L saat ini berusia 4 tahun 9 bulan dengan status
imunisasi tidak lengkap. An. L adalah bungsu dari 4 bersaudara.
b. Data Objektif
An. L usia 4 tahun 9 bulan. Berat saat ini 15 kg dengan tinggi 75 cm.
Saat pengkajian, anak mau diajak berkenalan. Anak terlihat sedikit
malu-malu ketika berkenalan dengan mahasiswa. An. L mampu
menyebutkan nama lengkapnya dan bertanya siapa nama mahasiswa.

2. Diagnosa
Kesiapan Peningkatan Perkembangan Anak Usia Prasekolah

3. Tujuan
1) Keluarga mengetahui cara untuk memfasilitasi perkembangan anak
2) Keluarga dapat memahami cara yang akan digunakan keluarga untuk
menstimulasi inisiatif anak
3) Kelurga dapat menerapkan cara menstimulasi inisiatif anak

4. Intervensi
1) Informasikan pada keluarga mengenai cara yang dapat dilakukan
keluarga untk memfasilitasi perkembangan psikososial anak
2) Diskusikan dengan keluarga mengenai cara yang akan digunakan
keluarga untuk menstmulasi inisiatif anak
3) Latih keluarga untuk melakukan cara tersebut dan dampingi saat
keluarga menstimulus inisiatif anak.
B. STRATEGI KOMUNIKASI
1. Fase Orientasi
a. Salam teraupetik
“ Assalamu’alaikum, Selamat sore Bu. Perkenalkan Bu, kami dari
mahasiswa stikes muhammadiyah pringsewu lampung. Nama Ibu
siapa? Senang dipanggil apa?

b. Evaluasi validasi
“ Bagaimana perasaan ibu hari ini, apakah Ibu sehat?

c. Kontrak
Topik : “Baiklah bu, hari ini kita akan berbincang-bincang tentang
cara merawat anak Bapak/Ibu yang berusia 3-6 tahun”
Waktu : “ kita akan berbincang-bincang kurang lebih 30 menit ya
bu”
Tempat : “ Dimana ibu ingin kita berbincang-bincang bu? Di ruang
tamu? Baiklah bu”
Tujuan : “tujuan kita berbincang- bincang hari ini yaitu agar ibu
mengetahui perkembangan perilaku anak yang normal
serta cara menstimulasinya. “
2. Fase Kerja
Mari Bu kita pelajari bersama mengenai ciri perkembangan anak
prasekolah yang normal seperti apa dan yang menyimang seperti apa,
kemudian apa dampaknya dan bagaimana cara menstimulasi
perkembangan anak. Baiklah bu, saya akan jelaskan satu per satu.
Kemampuan utama anak di usia 3-6 tahun secara normal adalah
berinisiatif menggunakan situasi di rumah untuk bermain (menyusun kursi
jadi kereta api, mengumpulkan batuan, dll), mengerjakan pekerjaan
sederhana: buang sampah, lipatan-lipat pakaian, meletakkan sepatu pada
tempatnya, senang bermain dengan teman sebaya, cerita berkhayal, mudah
pisah dengan orangtua, banyak bertanya dan mengkuti ritual keagamaan
dalam keluarga.
Apakah Adek sudah sama kemapuannya sepeti yang kita pelajari
ini Bu? Sebagian besar sudah? Waah, bagus ya Bu. Untuk itu Ibu tinggal
menstimulasinya supaya kemampuan lain dapat tercapai. Anak yang tidak
dapat mencapai kemampuan tersebut maka ia akan tidak percaya diri, malu
untuk tampil di depan umum, pesimis, tidak memiliki cita-cita, takut salah
melakukan sesuatu dan malas melakukan kegiatan serta tidak mempunyai
inisiatif”. Ditakutkan, anak dengan perkembangan yang menyimpang
seperti itu pada saat dewasa akan mengalami rendah diri dan tidak dapat
bergaul”.
“Baiklah Bu, saya sekaligus akan mengajarkan Ibu tentang
bagaimana menstimulasi perkembangan anak di usia 3-6 tahun. Kali ini
kita akan stimulasi perkembangan motorik kasarnya ya bu yaitu dengan
bermain tangkap bola. Nah untuk itu saya akan langsung melakukannya
pada An.L.
“Selamat sore Adek, gimana kabarnya dek Sehat? Adek Sedang
apa ya ? adek boleh kita kenalan dulu? Kenalkan nama kakak Kak ... .
Coba nama adek siapa yah kalo kakak boleh tau? Wah, pintar.
Kalau kaka boleh tau adek suka bermain apa? Oh bermain bola.
Suka nya main bersama teman-temannya ya? Bagaimana kalau sekarang
main bersama kakak? Boleh pinjam bolanya? Wah, terimakasih, baik
sekali! Nah, sekarang kakak ingin mengajak adek untuk bermain tangkap
bola. Nanti, bola ini akan kakak lempar kepada Adek ya, adek harus siap
menangkap ya? kalau, nanti jika bolanya telah sampai pada adek , kamu
lempar kembali bolanya kepada kakak. Begitu seterusnya. Mengerti?
Bagus sekali. Nah, ayo sekarang coba tangkap bolanya. Ia, bagus. Nah,
lempar sini. Waah pintar. Baiklah, Adek, Kakak akan berbicara lagi
dengan dan Ibu, Adek terus bermain dengan teman/abangnya ya.”

“Tadi Bapak/Ibu sudah melihat bagaimana cara menstimulasi


inisiatif anak Bapak/Ibu. Sekarang Bapak/Ibu coba melakukannya. Bagus
sekali Pak/Bu. Jadi, kalau Adek mau melakukan sesuatu, jangan langsung
dilarang, bahkan dapat disuruh melakukan sesuatu. Pertahankan cara
Bapak/Ibu mengasuh Adek nya ya, semoga perkembangannya akan bagus.
Agar perkembangan Adek lebih baik lagi, mari kita rencanakan kegiatan
kita selanjutnya. kalau begitu, Apakah masih ada yang ingin Bapak/Ibu
tanyakan ?

3. Fase Terminasi
a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi subjektif :
bagaimana perasaan Bapak/Ibu setelah kita latihan tadi ?
Ealuasi Objektif :
Coba Bapak/ Ibu sebutkan lagi apa saja perkembangan normal pada
anak usia 3-6 tahun, perkembangan yang menyimpang lalu apa saja
dampak penyimpangannya? Nah, apa saja yang bisa kita ajarkan bu?
b. Rencana tindak lanjut
Selanjutnya besok saya akan kembali mengunjungi Bapak/Ibu dan An.
L untuk menjelaskan perkembangan moral anak usia 2-6 tahun dan
cara mestimulasinya.
c. Kontrak yang akan datang
Topik :“Baik bu, untuk pertemuan besok kita akan membahas
perkembangan moral anak usia 3-6 tahun dan cara
menstimulasinya”
Waktu :“jam berapa besok ibu ada waktu? Bagaimana kalau siang
jam 2 bu? baiklah
Tempat :“untuk tempat bagaimana kalau disini saja di ruang tamu
ya bu”

Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu Pak/Bu dan Adek terimakasih
atas waktu nya. Assalamu’alaikum