Anda di halaman 1dari 16

PROPOSAL USAHA

LAMPU HIAS DARI BENANG


“LIGHT CLINK” LAMPU HIAS
Proposal ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Kewirausahaan
Dosen Pembimbing : Ros Endah Happy Patriyani, S.Kep., Ns., M. Kep.

Di Susun Oleh :
Ina Tri Sumiati P27220015017
Meygiarti Wananda P27220015023
Rani Agusti P27220015028

PRODI D-III KEPERAWATAN


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURAKARTA
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan
rahmat dan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan tugas proposal usaha
kewirausahaan dengan judul “Lampu Hias Light Clink”.
Adapun tujuan penulis menyusun proposal ini untuk memenuhi tugas mata kuliah
Kewirausahaan. Penulis menyadari bahwa kiranya dalam penyusunan proposal ini masih banyak
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Maka dari itu penulis mohon maaf apabila ada
kekeliruan ataupun kekurangan dalam proses penyusunan hingga terpenuhinya tugas ini.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ros Endah Happy Patriyani, S.Kep., Ns., M.
Kep. selaku pembimbing dan dosen mata kuliah Kewirausahaan dan semua pihak yang telah
membantu dalam proses penyusunan proposal ini hingga selesai dan mungkin kami tidak dapat
menyebutkan namanya satu persatu. Kami juga meminta saran serta kritik yang membangun demi
lebih sempurnanya proposal ini.
Semoga proposal ini dapat memberi manfaat bagi para pembaca sekalian.

Surakarta, 18 Maret 2017

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pemilihan Ide Bisnis


Hiasan rumah merupakan salah satu usaha yang berguna untuk mempercantik rumah
agar terlihat indah. Salah satu cara untuk menghias rumah adalah dengan meletakkan lampu
hias di setiap sudut ruangan. Lampu hias dari benang ini sudah cukup dikenal oleh
masyarakat, karena lampu ini memiliki nilai estetika yang menonjol dan juga termasuk
barang guna bukan hanya barang hiasan.
Lampu hias biasanya berbentuk unik dan lucu dari berbagai macam karakter kartun.
Karena memiliki bentuk yang lucu inilah yang membuat produk ini memiliki peminat yang
mayoritas anak-anak dan wanita remaja bahkan ibu rumah tangga. Namun kami berusaha
berinovasi lebih demi memperluas pangsa pemasaran, yaitu memproduksi lampion bermotif
klub sepakbola demi menggaet konsumen pria.
Lampion hias karakter ini merupakan hasil dari kerajinan lampu dan diolah secara
langsung menggunakan tangan, membuat kreasi yang menghasilkan produk yang laku di jual
ke pasaran tidak harus rumit. Dengan hanya berbahan benang pun bisa disulap menjadi
sebuah lampu hias yang cantik oleh tangan-tangan kreatif. Membuat kerajinan lampu
mungkin sudah menjadi hal yang biasa, tapi kerajinan lampu dengan bahan baku utama
benang jahit merupakan kreasi yang baru dan menuntut kreatifitas yang tinggi.
Karena alasan bahan baku seperti balon, benang, dan lampu yang mudah didapat,
harganya terjangkau, calon konsumen yang dari berbagai kalangan, dan memiliki keuntungan
yang cukup menjanjikan serta belum banyak produk serupa itulah alasan kami memilih
produk ini untuk dijadikan usaha.

B. Visi dan Misi

1. Visi
Menjadikan lampu lampion suatu produk yang bernilai sebagai penghias rumah ataupun
kamar tidur dengan kreativas dan inovatif yang disukai oleh semua kalangan masyarakat .
2. Misi
Memberikan kualitas yang terbaik dan terus mengembangkan dengan membuat tampilan
yang menarik dan unik.
C. Data Perusahaan
Nama Brand : Light Clink
Bidang Usaha : Kerajinan tangan kreatif
Jenis Produk : Lampion hias kreatif
Alamat Perusahaan : Jl. Maria Walanda No.5, Tegalmulyo, Mojosongo, Surakarta
Nomor Telefon : (0271) 55748
Alamat E-Mail : Lightlampion@gmail.com
Mulai Berdiri : 2017

D. Tim Manajemen
Dalam pendirian usaha ini tentunya membutuhkan pengelolaan barang, keuangan
dan tenaga pekerja yang baik agar hasil yang diharapkan dapat tercapai. Namun karena
mengingat usaha ini akan dirintis dari awal dan dibangun dengan modal yang minim, jadi
kami akan merangkap jabatan dari pimpinan, investor / kreditur dan karyawan. Sehingga
kami dapat menekan biaya produksi dan untuk kedepannya tidak menutup kemungkinan
untuk menambah karyawan, tergantung dari prospek usaha dan penghasilan yang didapatkan.
Dalam mempertimbangkan bentuk kepemilikan usaha yaitu peroangan (kerabat),
maka bentuk organisasi manajeman atau pembagian tugas usaha sebagai berikut:

No Nama Posisi
1 Ina Tri Sumiati Manajer, Investor, Pegawai
2 Meygiarti Wananda Manajer, Investor, Pegawai
3 Rani Agusti Manajer, Investor, Pegawai
BAB II
ASPEK PEMASARAN

A. Pengertian Pemasaran
Menurut Stanton (2001), definisi pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari
kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga,
mempromosikan dan mendistribusikan barang atau jasa yang memuaskan kebutuhan baik
kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

B. Aspek Pemasaran
Dalam pemasaran terdapat beberapa aspek pemasaran, antara lain :
1. Strategi Pasar
Strategi pasar adalah suatu proses pengambilan keputusan- keputusan tentang biaya
pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalamm hubungan dengan keadaan
lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan.
2. Penjualan
Penjualan adalah aktivitas atau bisnis menjual produk atau jasa kepada pembeli untuk
suatu harga tertentu.
3. Distribusi
Distribusi adalah proses penyaluran barang dari produsen kepada konsumen
Ketiga aspek pemasaran tersebut merupakan hal yang sangat menentukan kesuksesan
suatu usaha dipasaran. Target pemasaran dari produk-produk yang dihasilkan oleh
perusahaan ini adalah konsumen dari semua kalangan. Sasaran ditujukan pada masyarakat
umum, terutama muda-mudi yang sedang mengalami pertumbuhan menuju dewasa.
Kami bisa mengiklankan produk dengan bahasa yang mengikat dan membentuk opini
masyarakat sehingga pemikiran masyarakat (terutama muda-mudi) memiliki pemikiran bila
seseorang yang spesial dihidupnya sedang berulang tahun ataupun sedang ingin
mengungkapkan cinta bisa menggunakan produk ini dalam menyimbolkan rasa cintanya.
Kami juga menargetkan anak-anak serta ibu-ibu yang gemar dalam mengoleksi
barang yang unik dan lucu untuk menghiasi rumahnya, dan juga pria remaja yang
menggemari klub sepak bola yang dapat merepresentasikan dukungannya dengan
menggunakan produk ini didalam kamarnya.
Awalnya kami akan memproduksi sebanyak 20 buah saja dalam berbagai macam
karakter, kemudian kami akan melihat prospek penjualannya, dan tidak menutup
kemungkinan dalam menerima masukan konsumen untuk membuat motif baru. Untuk
pendistribusian awal, kami hanya menjualnya via online shop dan mendrop ke beberapa toko
souvenir maupun mall-mall yang ada kawasan Solo Raya. Untuk kedepannya kami bisa
memaksimalkan untuk menjual produk ini ke took-toko kecil hingga ke toko- toko besar.

B. Penetapan Harga
Harga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi permintaan produk. Seseorang
kebanyakan memilih produk yang murah tapi kualitas rendah, dibanding harga mahal dengan
kualitas tinggi. Dalam hal ini strategi penetapan harga harus diperhitungkan dalam memulai
suatu usaha. Pada awal peluncuran produk untuk menarik konsumen, menjual produk dengan
harga rendah. Jika permintaan meningkat, barulah menaikkan harga sedikit demi sedikit.
Dan juga penetapan harga produk ini tergantung pada kerumitan proses pembuatan
serta banyak sedikitnya bahan yang diperlukan untuk membuat produk ini. Kisaran yang kami
patok dalam awal peluncuran produk ini adalah berkisar pada Rp. 50.000 – Rp. 80.000. harga
tersebut kami rasa cukup terjangkau untuk target pemasaran yang sudah kami terangkan diatas.

C. Periklanan dan Promosi


Peiklanan merupakan salah satu usaha promosi pengenalan produk pada masyarakat
luas. Promosi di lakukan dengan cara menempel pamflet dipinggir jalan, warnet, warung, atau
tempat keramaian yang semua orang dapat membacanya. Bisa juga dengan cara promosi di
mall-mall dan toko aksesoris yang letaknya strategis. Selain itu, perusahaan akan memasang
iklan secara online atau bisa juga dari mulut ke mulut.
Dalam periklanan, perusahaan kami lebih mengutamakan segi kreatifitas dan kualitas
yang dibuat, dan juga membentuk opini publik bahwa produk ini cocok untuk hadiah dalam
momen-momen penting.
Kami juga akan membuka promosi yang berisi system pre-order. Sehingga apabila ada
konsumen yang memiliki design tersendiri dan berusaha menuangkan idenya kedalam produk,
kami bisa membantunya. Inilah yang menjadi kekuatan produk kami, produk kami tidak
menutup rapat atau membuat patokan baku mengenai design produk ini, tetapi juga bisa
menerima masukan dari konsumen.
D. Analisis SWOT
Mengacu pada persaingan ini,maka dapat dibuktikan analisis SWOT untuk mengidentifikasi
kekuatan perusahaan ditengah kancah persaingan perusahaan. Berikut ini adalah analisis yang
dapat dikemukakan :
1. Strength (kekuatan)
a. Memiliki kualitas yang baik
b. Bahan mudah ditemukan di pasar
c. Bentuk menarik
d. Tempat penjualan sudah tersedia
2. Weakness (kelemahan)
a. Belum memiliki cukup pengalaman untuk memulai usaha yang masih minim
b. Kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM)
Keterbatasan SDM sebagai pengrajin lampu hias diperlukan tangan-tangan yang kreatif
dan terampil khusus yang tidak setiap orang bisa melakukannya
c. Letak perusahaan yang tidak dekat dengan perkotaan
d. Manajemen perusahaan yang masih sederhana
e. Jika cuaca buruk tidak bisa mengeringkan produk.Karena prosens pengeringan
menggunakan sinar matahari secara langsung.
3. Oppertunities (peluang)
Permintaan yang diperkiraan terus meningkat
4. Threats (ancaman)
a. Selera konsumen yang selalu berubah-ubah,mempunyai pengaruh yang besar terhadap
pembelian produk.
b. Banyaknya variasi lampu hias

E. Analisis Lokasi
Pemilihan lokasi usaha memang sangat penting terhadap kelangsungan dan
perkembangan usaha itu sendiri, untuk itu dalam pemilihan dan penentuan usaha perlu berhati-
hati dan harus disesuaikan dengan usaha yang dijalankan berjalan lancar dan kelangsungan
usaha terjamin.
Proses produksi usaha ini bertempat di sebuah rumah yang berada di Desa Tegalmulyo,
Mojosongo, Surakarta. Namun karena dana yang minim dan usaha ini baru akan dirintis, jadi
kami mencoba untuk mendrop produk kami ke beberapa toko souvenir dan toko yang ada di
mall-mall yang ada dikawasan Kota Solo Raya. Selain berusaha untuk mendrop produk kami,
kami juga berusaha untuk memasarkan produk ini melalui jejaring media sosial seperti
Facebook, Instagram, Blackberry Massangger dan beberapa media sosial lain guna
memperluas pangsa pasar kami, dan mencoba mengetahui design seperti apa yang kini tengah
diminati oleh masyarakat.
Kelak, ketika kami sudah bisa mengumpulkan modal dari keuntungan yang kami
dapatkan dari produk ini, kami berencana membuka galeri ditempat produksi kami, ini
bertujuan agar pembeli yang ingin melihat proses produksi atau mencoba memesan design
lampion yang dia inginkan bisa datang langsung ke galeri kami.
BAB III
ASPEK PRODUKSI

A. Rencana Pengembangan dan Design


Dalam proses produksinya,perusahaan kami mempunyai beberapa rencana yang bertujuan
untuk pengembangan usaha yang akan dilakukan seperti:
1. Menciptakan produk lampu yang berkualitas dan dapat digunakan untuk hiasan rumah
2. Mengadakan hubungan kerjasama dengan para penjual bahan-bahan yang diperlukan
3. Mengadakan suatu hubungan kerjasama dengan masyarakat yang bisa membuat produk
ini
4. Mendirikan suatu pelatihan dalam membuat produk agar menjadi para pekerja yang
terampil
5. Menciptakan jaringan distributor yang lebih kuat,sehingga mampu menghasilkan laba
yang lebih besar dan perusahaan bisa berkembang dengan cepat
6. Produk ini dibuat dengan bentuk yang unik, seperti tokoh para kartun dan tim sepak bola.
Sehingga para konsumen tertarik untuk membelinya.
7. Produk ini juga menerima sitem pre order dan menerima design dari calon pembelinya

B. Bahan Produksi
Bahan – bahan yang digunakan untuk membuat lampu hias diantaranya :
No Nama Barang Jumlah Barang
1 Benang Jahit 10 pak
2 Balon 6 pak
3 Lampu 5 watt 80 buah
4 Kabel 2 rall
5 Kain Flanel 3m
6 Lem Kayu Fox 30 pak
7 Lem Bakar 50 batang
8 Dudukan Lampu dan Colokannya 80 80 Buah
C. Proses Produksi
Cara membuat bisa dibilang susah-susah gampang karena butuh keahlian dan keterampilan.
Cara pertama yang dilakukan dalam membuat lampu ini adalah dengan:
1. Meniup bola dan ukur diameter balon lampu hias yang akan dibuat

2. Campurkan benang dan lem kayu kemudian rekatkan sampai seluruh permukaan balon
tertutup benang

3. Jemur balon yang sudah tertutup benang dibawah sinar matahari,agar lem kayu bisa
kering dan kaku.biasanya untuk lampu kecil cukup di panaskan seharian,sedangkan yang
cukup besar butuh kurang lebih 4 hari.Tergantung cuacanya
4. Setelah kering pecahkan balon yang ada di dalamnya.sehingga yang terbentuk hanya
bulatan benang yang siap di hias sesuai dengan permintaan

5. Buat lubang dan masukkan lampu dan sandar lampu kabel agar lampu bisa berdiri dengan
baik
6. Setelah itu, baru proses pemberian aksen dan design yang kami inginkan, bisa berupa
tokoh kartun ataupun tim sepak bola. Setelah jadi, produk akan berupa seperti dibawah
ini. Lampu pun siap di pasarkan

D. Jenis Produksi
Hiasan rumah merupakan salah satu hiasan yang berguna untuk mempercantik rumah
agar terlihat indah. Salah satu cara untuk menghias rumah adalah dengan meletakkan lampu
hias di setiap sudut ruangan. Lampu hias dari benang berbeda dari lampu hias yang lainnya.
Kami mempunyai ide dan inovasi tersendiri dalam menciptakan lampu hias yang unik dan
menarik. Ada berbagai macam bentuk dan ukuran sesuai dengan karakter lampu hias yang di
buat. Kami harap dengan ide dan inovasi kami dalam menjual lampu hias dari benang, dapat
menarik para pembeli shingga dapat meningkatkan omset penjualan kami. Untuk macam
hiasan lampu dari benang diantaranya :
BAB IV
ASPEK KEUANGAN

A. Biaya Tetap Pembiayaan Per tahun


Kami tidak banyak menggunakan alat,karena proses pembuatan produk kami menggunakan
tenaga manusia. Di bawah ini bahan yang di gunakan

No Nama Barang Ju mlah Barang Harga Satuan Jumlah Harga

1 Gunting 10 buah Rp 5.000 Rp 50.000


2 Kuas 10 buah Rp 20.000 Rp 200.000
Jumlah Rp 250.000

B. Biaya variabel (variabel cost) per bulan


No Nama Barang Jumlah Barang Harga Satuan Jumlah Harga
1 Benang Wol 10 pak Rp 10.000 Rp 100.000
4 gulung @pak
2 Balon 6 pak Rp 5.000 Rp 30.0000
3 Lampu 5 watt 80 buah Rp 2.000 Rp 160.000
4 Kabel 2 rall Rp 25.000 Rp 50.000
5 Kain Flanel 3m Rp 15.000 Rp 30.000
6 Lem Kayu Fox 30 pak RP 8.000 Rp 240.000
7 Lem Bakar 50 batang Rp 2.000 Rp 65.000
8 Dudukan Lampu 80 buah Rp 3.000 Rp 240.000
dan Colokannya
Jumlah Rp 915.000

C. Perhitungan Biaya
· Biaya total = Variabel cost + fixed cost
= Rp 915.000+Rp 50.000
= Rp 965.000

Biaya Harga Per unit


Biaya per unit adalah Total biaya produksi dalam 1 bulan : Jumlah produksi yang dihasilkan
= Rp 915.000 : 80 buah = Rp. 11.437

Harga jual per unit Rp 50.000

Modal Awal
Modal awal = Rp 915.000

Analisis Titik Impas (BEP)


BEP harga = Total biaya produksi selama 1 bulan : produksi
= Rp 915.000 : 80 buah
= Rp. 11.437

Harga jual per unit Rp 50.000


BEP Produksi = total biaya produksi selama 1 bulan : harga per unit
= Rp. 915.000 : Rp 50.000
= 19 buah
Jadi, untuk mencapai titik impas maka dalam satu set lampu hias yang harus terjual adalah 19
buah dengan harga per produk adalah Rp.50.000

· Analisis Keuntungan
Pendapatan = lampu hias yang terjual x harga jual
= 80 x Rp. 50.000
= Rp. 4.000.000

· Total biaya produksi dalam satu bulan


Keuntungan = Pendapatan – total biaya produksi
= Rp. 4.000.000 - Rp. 915.000
= Rp. 3.085.000

Jadi, keuntungan yang diperoleh dengan menjual 80 buah lampu hias dengan harga Rp.50.000
per buah dalam satu bulan adalah Rp. 3.085.000

· Lampu hias yang terjual per hari = 80 : 30 (Asumsi 1 Bulan = 30 hari)


= 3 set lampu hias
Maka,pay back periode = BEP produksi : penjualan per hari
= 19 : 3
= 7 hari
Jadi, modal akan kembali dalam jangka waktu 7 hari dalam penjualan 3 set lampu hias tiap
harinya.
BAB V
PENUTUP

Demikianlah proposal bisnis ini kami buat. Semoga proposal ini dapat diterima dan
dapat bermanfaat bagi orang lain. Tidak lupa kami mengucap syukur kepada Tuhan YME karena
atas segala Rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan proposal bisnis ini. Tidak lupa pula kami
ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu dalam pembuatan proposal
ini. Semoga proposal ini dapat diterima oleh semua pihak karena proposal ini merupakan tahap
awal kami dalam memulai usaha lampu hias dari benang. Dengan selesainya proposal bisnis ini,
kami berharap dapat segera mewujudkan usaha bisnis yang telah kami rencanakan ini.
Segala saran dan kritik kami harapkan dari semua pihak karena kami menyadari bahwa
proposal kami masih jauh dari kata sempurna. Saran dan kritik tersebut semoga saja dapat
menjadi pelajaran bagi kami semua untuk dapat menjadi lebih baik lagi dihari esok. Atas
perhatiannya kami ucapkan terima kasih.