Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN PRAKTIKUM

FISIKA DASAR
PENGAMATAN TERHADAP SPEKTRUM GELOMBANG
ELEKTROMAGNETIK

oleh :
Diah Amemia Pramayesti (171810301056)
Lindi Pradita Wiguna (171810301057)
Ainun Nihayah (171810301058)
Yulia Dwi Anisa (171810301059)
Cameliatus Syarifah (171810301060)

LABORATORIUM FISIKA DASAR


JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2017
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat walau
tidak ada medium. Energi elektromagnetik akan merambat dalam gelombang
dengan beberapa karakter yang bisa diukur yaitu panjang gelombang, frekuensi,
amplitudo serta kecepatan. Amplitudo merupakan tinggi gelombang dan panjang
gelombang adalah jarak antara dua puncak. Frekuensi adalah jumlah gelombang
yang melalui suatu titik dalam satu satuan waktu. Frekuensi bergantung dari
kecepatan proses merambatnya gelombang. Kecepatan energi elektromagnetik
adalah konstan (kecepatan cahaya), panjang gelombang serta frekuensinya
berbanding terbalik. Energi elektromagnetik dipancarkan atau dilepaskan oleh
semua masa di alam semesta yang berbeda. Energi dalam suatu sumber apabila
semakin tinggi, maka makin rendah panjang gelombang dari energi yang
dihasilkan. Frekuensi apabila semakin tinggi maka energi dalam suatu sumber
tinggi (Sutarno, 2013).
Percobaan pengukuran terhadap spektrum gelombang suatu elektromagnetik
dapat dilakukan dengan percobaan Fresnell – Young. Fresnell – Young
merupakan percobaan yang dilakukan untuk menentukan panjang gelombang
sebuah cahaya monokromatik dan didasarkan pada prinsip difraksi cahaya
melewati celah. Benda yang akan didifraksikan diletakkan pada statif dan
ditentukan nilai N banyaknya garis dalam 1 mm. L jarak, memilih spektrum
warna dan titik pusat serta menentukan P. Percobaan dilakukan dengan
menembakkan cahaya pada kisi sehingga warna akan terdifraksi yang merupakan
cahaya jenis polikromatik menjadi cahaya monokromatik.
Gelombang elektromagnetik dapat diaplikasikan dan dapat dijumpai dalam
berbagai kehidupan sehari – hari misalnya dalam berbagai peralatan elektronik
seperti TV, radio, microwave dan lain sebagainya. Peralatan elektronik
memanfaatkan gelombang elektromagnetik. Gelombang elektromagnetik terdiri
dari dua jenis spektrum gelombang elektromagnetik yaitu spektrum gelombang
elektromagnetik berdasarkan frekuensi dan panjang gelombang.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dapat dipaparkan dalam percobaan pengamatan
terhadap spektrum gelombang elektromagnetik adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pengaruh jarak kisi terhadap panjang gelombang?
2. Bagaimana pengaruh jarak layar ke kisi terhadap spektrum cahaya?
3. Bagaimana hubungan panjang gelombang dan spektrum warna terhadap
seluruh variasi L?

1.3 Tujuan
Tujuan dari praktikum pengamatan terhadap spektrum gelombang adalah
sebagai berikut :
1. Mengetahui pengaruh jarak kisi terhadap panjang gelombang.
2. Mengetahui pengaruh jarak layar ke kisi terhadap spektrum cahaya.
3. Mengetahui hubungan panjang gelombang dan spektrum warna terhadap
seluruh variasi L.

1.4 Manfaat
Manfaat dari spektrum gelombang elektromagnetik adalah sinar inframerah
(infrared/IR) yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Sinar inframerah
dihasilkan oleh proses di dalam suatu molekul dan benda panas, sehingga sinar
inframerah disebut radiasi panas. Inframerah dalam bidang kesehatan berfungsi
untuk mengaktifkan molekul air dalam tubuh. Inframerah banyak digunakan
dalam bidang kesehatan sehingga sangat bermanfaat bagi dokter dalam
mendiagnosis kondisi pasien.
BAB 2. DASAR TEORI

Teori gelombang elektromagnetik pertama kali dikemukakan oleh James


Clerk Maxwell (1831 – 1879). Hukum dasar yang telah dipelajari, yaitu Hukum
Coloumb, Hukum Biot – Savart atau Hukum Ampere dan Hukum Faraday.
Maxwell menurunkan beberapa persamaan yang berujung pada hipotesisnya
mengenai gelombang elektromagnetik. Maxwell menyatakan bahwa ketika
terdapat perubahan medan listrik (E), akan terjadi perubahan medan magnetik (B).
perubahan medan magnetik akan menimbulkan kembali perubahan – perubahan
medan listrik dan seterusnya. Maxwel menemukan bahwa perubahan medan
listrik dan perubahan medan magnetik ini menghasilkanj gelombang medan listrik
dan gelombang medan magnetik yang dapat merambat di ruang hampa.
Gelombang medan listrik (E) dan gelombang medan magnetik (B) inilah yang
kemudian dikenal dengan nama gelombang elektromagnetik (Saripudin, 2009).
Gelombang elektromagnetik bukanlah sebutan untuk sebuah jenis
gelombang berfrekuensi tunggal. Gelombang elektromagnetik memiliki ruang
atau rentang frekuensi yang cukup lebar. Gelombang elektromagnetik meliputi
berbagai gelombang dengan frekuensi yang berbeda – beda. Kelompok
gelombang dengan frekuensi yang berbeda – beda membentuk spektrum
gelombang elektromagnetik (Purwoko dan Fendi, 2009).

Gambar 2.1 Spektrum Gelombang Elektromagnetik


(Sumber : Young dan Freedman, 2003)
Gelombang elektromagnetik meliputi spektrum panjang gelombang dan
frekuensi yang sangat besar. Spektrum gelombang elektromagnetik ini mencakup
transmisi radio dan TV, cahaya tampak, radiasi inframerah dan UV, sinar – X dan
gamma. Gelombang elektromagnetik telah terdeteksi dengan frekuensi sedikitnya
1 sampai 1024 Hz yang memberikan jangkauan panjang gelombang dan frekuensi
aproksimasi untuk berbagai segmen. Meskipun sangat luas perbedaan penggunaan
dan cara untuk menghasilkan spektrum, namun semua ini adalah gelombang
elektromagnetik dengan suatu karakteristik umum termasuk laju perambatan
(Young dan Freedman, 2003).
Menurut Giancolli (1989), kisi difraksi merupakan suatu piranti untuk
menganalisis sumber cahaya. Alat ini terdiri dari sejumlah besar slit – slit paralel
yang termasuk berjarak sama. Kisi dapat dibuat dengan cara memotong garis –
garis paralel diatas permukaan plat gelas dengan mesin terukur berpresisi tinggi.
Celah diantara goresan – goresan adalah transparan terhadap cahaya dan arena itu
bertindak sebagai celah yang terpisah. Kisi dapat memiliki ribuan garis per
sentimeter. Data banyaknya garis per sentimeter dapat menentukan jarak antara
celah, maka tetapan kisi d adalah
(2.1)

dimana d = Tetapan kisi

N = Banyaknya garis per satuan panjang

Menurut Giancolli (1989), difraksi merupakan penyebaran gelombang


contohya cahaya, karena adanya halangan. Halangan yang semakin kecil, maka
penyebaran gelombang semakin besar. Berdasarkan prinsip Huygens, tiap bagian
celah berlaku sebagai sebuah sumber gelombang, dengan demikian cahaya dan
satu bagian celah dapat berinterferensi dengan cahaya dari bagian yang lain dan
intensitas resultannya pada layar bergantung pada arah yang dirumuskan
sebagai berikut :

(2.2)
dimana Io = intensitas cahaya awal

= difraksi

Pembelokan gelombang yang disebabkan oleh adanya penghalang berupa


celah disebut difraksi gelombang. Cahaya yang dilewatkan pada sebuah celah
sempit juga akan mengalami lenturan, sama halnya dengan gelombang. Difraksi
cahaya terjadi pada celah sempit yang terpisah sejajar satu sama lain pada jarak
yang sama. Celah sempit yang demikian disebut kisi difraksi. Semakin banyak
celah pada sebuah kisi, semakin tajam pola difraksi yang dihasilkan pada layar
(Sutarno, 2013).
Menurut Sutarno (2013), seberkas cahaya monokromatis dilewatkan
kedalam suatu kisi, maka sebagian akan diteruskan dan yang lainnya akan
dilenturkan atau didifraksi. Pelenturan tersebut jika diamati akan nampak sebagai
spektrum berupa pita – pita terang dan gelap kearah kiri dan kanan sumbu sinar.
Pita warna spektrum akan terbentuk lagi makin jauh dengan pusat sumbu, hal ini
terjadi untuk orde yang lebih besar lagi. Pita – pita hasil warna difraksi terjadi bila
selisih lintasan dan cahaya yang keluar dan kedua celah kisi berurutan memenuhi
persamaan :
(2.3)
dimana = orde pola difraksi

= panjang gelombang difraksi

d = konstanta kisi

= sudut difraksi ( )
Menurut Sutarno (2013), berkas cahaya jatu pada celah tunggal akan
dibelokkan dengan sudut belok . Pola gelap dan terang akan terlihat pada layar.
Pola gelap dan terang akan terjadi apabila mengalami suatu peristiwa interferensi.
Gambar 2.2 Peristiwa Difraksi pada Celah Tunggal
(Sumber : Sutarno, 2013)
Rumus hasil interferensi pada celah tunggal dapat dituliskan sebagai berikut :
1. Interferensi Maksimum (Pola Terang)
atau (2.4)

2. Interferensi Minimum (Pola Gelap)


atau (2.5)

dimana d = lebar celah (m)


= sudut belok ( )
n = bilangan asli
l = jarak celah ke layar (m)
p = jarak antara dua terang atau gelap (m)
= panjang gelombang (m)
Gelombang elektromagnetik dapat diaplikasikan dan dapat dijumpai dalam
berbagai kehidupan sehari – hari misalnya dalam berbagai peralatan elektronik
seperti TV, radio, microwave dan lain sebagainya. Gelombang elektromagnetik
misalnya sinar inframerah (infrared/IR) yang dapat diaplikasikan dalam
kehidupan. Peralatan elektronik memanfaatkan gelombang elektromagnetik.
Gelombang elektromagnetik terdiri dari dua jenis spektrum gelombang
elektromagnetik yaitu spektrum gelombang elektromagnetik berdasarkan
frekuensi dan panjang gelombang (Sutarno, 2013).
BAB 3. METODE PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang dapat digunakan dalam praktikum pengamatan
terhadap spektrum gelombang elektromagnetik adalah sebagai berikut :
1. Mistar digunakan untuk mengukur jarak warna hasil dari proses difraksi
cahaya.
2. Meteran digunakan untuk mengukur jarak antara kisi dengan layar.
3. Lampu LED digunakan sebagai sumber utama cahaya jenis polikromatik.
4. Kisi digunakan sebagai media yang akan ditentukan difraksi warnanya.
5. Layar digunakan sebagai media untuk melihat hasil difraksi cahaya
polikromatik menjadi cahaya monokromatik.
6. Statif digunakan untuk menjepit kisi atau benda.
7. Kalkulator digunakan untuk menghitung data hasil percobaan.

3.2 Desain Percobaan


Desain percobaan yang dapat dilakukan dengan percobaan pengamatan
terhadap spektrum gelombang elektromagnetik adalah sebagai berikut :

Gambar 3.1 Pengamatan Terhadap Spektrum Gelombang Elektromagnetik


(Sumber : Tim Penyusun, 2017)
3.3 Langkah Kerja
Langkah kerja yang digunakan dalam praktikum suatu pengamatan terhadap
spektrum gelombang elektromagnetik adalah sebagai berikut :
1. Alat – alat percobaan disusun sesuai dengan desain percobaan yang ada.
2. Kisi dijepitkan pada statif untuk ditentukan nilai konstanta.
3. Jarak diukur antara kisi dengan layar penerima spektrum.
4. Pusat titik O ditentukan dengan memberi tanda pada layar dan ditandai
warna yang sama untuk kedua sisi.
5. Jarak antara kedua sisi dan warna diukur dengan mistar dan dicatat hasilnya.
6. Lakukan percobaan untuk jenis spektrum yang lain hingga diperoleh empat
data.
7. Percobaan diulangi dengan jarak L yang berbeda – beda.

3.4 Analisis Data


Analisis data yang digunakan dalam praktikum pengamatan terhadap
spektrum gelombang elektromagnetik adalah sebagai berikut :
3.4.1 Tabel Hasil Pengamatan
Spektrum
L P S D I K AP
Warna
Ungu

Biru

Kuning

Merah
3.4.2 Ralat

3.4.3 Grafik Hasil Pengamatan


(m)

L (m)
Gambar 3.1 Grafik Hubungan terhadap L pada Spektrum Warna Ungu
(m)

L (m)
Gambar 3.2 Grafik Hubungan terhadap L pada Spektrum Warna Biru

(m)

L (m)
Gambar 3.3 Grafik Hubungan terhadap L pada Spektrum Warna Kuning
(m)

L (m)
Gambar 3.4 Grafik Hubungan terhadap L pada Spektrum Warna Merah
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Hasil yang diperoleh dalam praktikum pengamatan terhadap spektrum
gelombang elektromagnetik adalah sebagai berikut :
Spektrum
L (cm) P (cm) S (cm) d
Warna
20 7,30 3,50 0,171
30 12,30 5,70 0,182
Ungu
40 18,50 9,30 0,223
50 22,50 11,30 0,214
20 9,20 4,80 0,216
30 15,40 7,30 0,234
Biru
40 22,20 10,90 0,261
50 28,40 13,50 0,256
20 15,30 7,60 0,357
30 23,10 11,50 0,356
Kuning
40 28,30 14,10 0,338
50 34,20 18,00 0,342
20 19,30 9,90 0,444
30 28,20 14,20 0,426
Merah
40 32,90 16,80 0,386
50 40,90 20,90 0,380

I (%) K (%) AP
1,60 98,40 3
1,00 99,00 3
0,63 99,37 3
0,53 99,47 3
1,32 98,68 3
0,80 99,20 3
0,12 99,88 4
0,44 99,56 3
0,78 99,22 3
0,52 99,48 3
0.42 99,58 3
0,33 99,67 3
0,40 99,60 3
0,42 99,58 3
0,36 99,64 3
0,21 99,79 4
λ
0.000400
0.000350
0.000300
0.000250
0.000200
λ
0.000150
0.000100
0.000050
0.000000
0 10 20 30 40 50 60

Gambar 4.1 Grafik Hubungan terhadap L pada Spektrum Warna Ungu

λ
0.000450
0.000440
0.000430
0.000420
0.000410
0.000400 λ
0.000390
0.000380
0.000370
0.000360
0 10 20 30 40 50 60

Gambar 4.2 Grafik Hubungan terhadap L pada Spektrum Warna Biru


λ
0.000610
0.000605
0.000600
0.000595
0.000590
λ
0.000585
0.000580
0.000575
0.000570
0 10 20 30 40 50 60

Gambar 4.3 Grafik Hubungan terhadap L pada Spektrum Warna Kuning

λ
0.000760

0.000740

0.000720

0.000700
λ
0.000680

0.000660

0.000640
0 10 20 30 40 50 60

Gambar 4.4 Grafik Hubungan terhadap L pada Spektrum Warna Merah


4.2 Pembahasan
Praktikum kali ini kami melakukan percobaan mengenai pengamatan
terhadap spektrum gelombang elektromagnetik. Percobaan ini bertujuan untuk
mengetahui proses penguraian cahaya yaitu cahaya polikromatik menjadi cahaya
monokromatik. Mengetahui pengaruh jarak kisi terhadap panjang gelombang.
Mengetahui pengaru jarak layar ke kisi terhadap spektrum cahaya. Mengetahui
hubungan panjang gelombang dan spektrum warna terhadap seluruh variasi L
yang berbeda – beda.
Percobaan pertama kam melakukan penentuan panjang gelombang dari
sumber sinar berwarna ungu, kuning, biru dan merah yang didasarkan pada
peristiwa difraksi pada kisi. Penentuan panjang gelombang digunakan satu macam
kisi difraksi yaitu 600 grs/mm dan yang diubah – ubah hanya jarak layar terhadap
kisi. Sinar yang melewati kisi akan jatuh pada layar atau media yang akan
digunakan untuk melihat hasil penguraian cahaya. Cahaya yang tampak pada layar
berupa garis – garis warna yang disebut dengan gelombang. Cahaya pada layar
terbagi menjadi dua arah yang pusatnya berada ditengah dan memiliki sinar yang
paling terang disebut dengan terang pusat. Cahaya pada layar akan semakin redup
apabila semakin menjauhi pusat titik.
Spektrum cahaya yang tampak pada kisi 600 grs/mm hampir sama yaitu
warna ungu, biru, kuning dan merah yang membedakan adalah warna merah
dengan pola orde sebanyak dua orde. Pengaruh jarak kisi terhadap panjang
gelombang yaitu mempengaruhi tingkat keterangan jarak pusat antara panjang
gelombang satu dengan panjang gelombang lainnya. Pengaruh jarak layar pada
kisi terhadap spektrum cahaya adalah dapat mempengaruhi terang tidaknya suatu
pusat warna. Titik cahaya pada layar apabila semakin redup dikarenakan menjauhi
titik pusat. Titik cahaya pada layar akan terang, apabila jarak cahaya mendekati
titik pusat.
Proses penembakan cahaya pada kisi juga mempengaruhi difraksi cahaya
yang dihasilkan. Sinar yang ditembakkan pada kisi apabila agak jauh dari kisi
maka panjang gelombang yang dihasilkan lebih lebar jaraknya dan tidak terlalu
jelas. Sinar yang ditembakkan pada kisi apabila dekat dengan kisi maka akan
menghasilkan warna yang terang dan jarak panjang gelombang akan berdekatan.
Hubungan panjang gelombang dan spektrum warna terhadap variasi L, adalah
apabila panjang gelombang kecil maka sinar yang dihasilkan tampak akan tetapi
terdapat pada interval sinar UV dengan gelombang 200 nm – 400 nm. Panjang
gelombang apabila nilainya besar maka sinar yang dihasilkan tidak tampak
terdapat pada interval sinar inframerah dengan panjang gelombang 400 nm –
750 nm. Percobaan Fresnell – Young yang didasarkan pada prinsip difraksi
cahaya melewati cela sempit, yang memiliki lebar celah mendekati panjang
gelombang cahaya yang melewatinya. Cahaya yang dihasilkan pada percobaan ini
merupakan proses penguraian cahaya polikromatik menjadi cahaya
monokromatik.
Berdasarkan hasil percobaan yang kami lakukan diperoleh hasil data
panjang gelombang yang berbeda – beda pada setiap spektrum warna. Data
panjang gelombang berbeda karena dipengaruhi oleh jarak antara kisi dengan
layar (L) berbeda – beda. Semakin besar nilai jarak antara kisi dengan layar,
panjang gelombang yang dihasilkan semakin besar. Berdasarkan hasil pengamatan
spektrum warna merah memiliki panjang gelombang tertinggi atau terbesar
dibandingkan dengan panjang gelombang spektrum warna ungu, biru dan kuning.
Data yang diperoleh menunjukkan bahwa spektrum warna ungu mempunyai
panjang gelombang paling rendah.
Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan diperoleh data panjang
gelombang warna ungu , panjang gelombang
warna biru , panjang gelombang warna kuning
cm dan panjang gelombang warna merah
. Berdasarkan teori panjang gelombang warna ungu
terletak pada interval 380 nm – 450 nm, warna biru 435 nm – 480 nm, warna
kuning 580 nm – 595 nm dan warna merah 610 nm – 750 nm. Hasil pengamatan
yang diperoleh bila dibandingkan dengan teori kurang mendekati, sehingga dapat
dikatakan hasil percobaan kurang sesuai dengan teori. Kemungkinan besar
disebabkan karena kesalahan pada saat mengukur jarak panjang gelombang.
BAB 5. PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diperoleh dalam praktikum suatu pengamatan
terhadap spektrum gelombang elektromagnetik adalah sebagai berikut :
1. Semakin jauh jarak antara kisi dengan panjang gelombang maka jarak
gelombang yang dihasilkan semakin besar. Sedangkan semakin dekat jarak
kisi dengan panjang gelombang maka kerapatan panjang gelombang
semakin kecil.
2. Semakin dekat jarak antara layar ke kisi maka difraksi cahaya yang
dihasilkan jelas. Sebaliknya semakin jauh jarak antara layar ke kisi maka
difraksi cahaya yang dihasilkan kurang jelas.
3. Variasi L yang berbeda menunjukkan spektrum warna merah memiliki
panjang gelombang yang tinggi dibandingkan dengan spektrum warna ungu,
biru dan kuning.

5.2 Saran
Saran yang dapat dikemukakan pada praktikum suatu percobaan terhadap
spektrum gelombang elektromagnetik adalah praktikan harus mempunyai
ketepatan dan kecermatan posisi mata saat mengamati hasil pengukuran.
Praktikan memerlukan kemaksimalan dan strategi langkah kerja agar pengambilan
data saat praktikum berjalan dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA

Giancolli. 1989. Fisika. Jakarta : Erlangga.


Purwoko dan Efendi. 2009. Fisika Untuk Universitas. Jakarta : Erlangga.
Saripudin, Aip, dkk. 2009. Praktis Belajar Fisika. Jakarta : Visindo Media
Pratama.
Sutarno. 2013. Fisika Untuk Universitas Edisi Pertama. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Tim Penyusun, 2017. Modul Praktikum Fisika Dasar. Jember : Universitas
Jember.
Young dan Freedman. 2003. Fisika Universitas Edisi Kesepuluh Jilid Dua.
Jakarta : Erlangga.
LAMPIRAN

 Spektrum Warna Ungu

L = 20,00 cm
S = 3,50 cm

3,50 (0,049)
0,171
L = 30,00 cm
S = 5,70 cm

5,70 (0,032)
0,182
L = 40,00 cm
S = 9,30 cm

9,30 (0,024)
0,223
L = 50,00 cm
S = 11,30 cm
11,30 (0,019)
0,214
 Spektrum Warna Biru

L = 20,00 cm
S = 4,80 cm

4,80 (0,045)
0,216
L = 30,00 cm
S = 7,30 cm

7,30 (0,032)
0,234
,096

L = 40,00 cm
S = 10,90 cm

10,90 (0,024)
0,261
L = 50,00 cm
S = 13,50 cm

13,50 (0,019)
0,256
 Spektrum Warna Kuning

L = 20,00 cm
S = 7,60 cm

7,60 (0,047)
0,357
L = 30,00 cm
S = 11,50 cm

11,50 (0,031)
0,356
,28

L = 40,00 cm
S = 14,10 cm

14,10 (0,024)
0,338
L = 50,00 cm
S = 18,00 cm

18,00 (0,019)
0,342
 Spektrum Warna Merah

L = 20,00 cm
S = 9,90 cm

9,90 (0,045)
0,444
L = 30,00 cm
S = 14,20 cm

14,20 (0,03)
0,426
,38

L = 40,00 cm
S = 16,80 cm

16,80 (0,023)
0,386
L = 50,00 cm
S = 20,90 cm
20,90 (0,018)
0,380