Anda di halaman 1dari 2

II.

2 URAIAN BAHAN AKTIF

A. Uraian farmakologi (Depkes RI, 2005)


Nama : Isoniazid
Kelas farmakologi : Tuberculosis
Indikasi : Paling kuat terhadap micobacterium tuberculosa
yang bersifat bkterisid terhadap basil yang sedang
tumbuh plasma
Mekanisme kerja : Terganggunya sintesis sycolic acid yang
diperlukan untuk membangun dinding bakteri
Kontra indikasi : Penyakit hati akut, hipersensitivitas terhadap
Isoniazid epilepsi, gangguan fungsi ginjal dan
psikis
Dosis dan pemberian : Dosis diberikan 300 mg/hari atau 900mg dua kali
sehari selama 6-9 bulan pada pasien yang tidak
menderita HIV dan 9 bulan pada pasien yang
menderita infeksi TB aktif
Interaksi obat : Antimikroba, sedativ, neuroleptik, antikoagulan,
narkotika, teofilin, obat-obatan bersifat
hepatotoksik
farmakokinetik : Dosis usus sangat cepat difusinya ke dalam
jaringan dan cairan tubuh, di dalam hati INH
diprediksikan oleh acetilan ferase menjadi
menjadi inaktif.

B. Uraian sifat fisika-kimia (FI III, 320)


Nama resmi : Isoniazidum
Sinonim : Isoniazida, INH
Khasiat : Antituberculosa
Farmakologi : Tergantung sintesa mycoli ocid yang diperlukan untuk
membangun dinding bakteri. (OOP V, 149)
Pemerian : Warna : tidak berwarna
Rasa : agak pahit
Bau : tidak berbau
Bentuk : hablur
Kelarutan : Dalam air : mudah larut dalam air
Dalam pelarut lain : agak sukar larut dalam etanol (95%)
P, sukar larut dalam kloroform P
dan dalam eter P.
Titik lebur : 170˚C
RM : C6H7N8O1
BM : 137,14
RB :

Kestabilan : Suhu :-
Cahaya : stabil
Air :-
Lainnya : kuat mengoksidasi
Inkompabilitas: Isoniazid tidak cocok dengan chloral, aldehid, yodium,
tidak cocok dengan pewarna oksidasi.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik