Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH EKONOMI MANAJERIAL

ANALISIS SWOT PADA PRODUK AIR MINUM


DEPOT ISI ULANG

DISUSUN OLEH

SRI MULYANI NPM 2012 41 010

UNIVERSITAS KALTARA TANJUNG SELOR


FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN
2015

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat-Nya saya
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Analisis Swot pada produk Air Minum Depot
Isi Ulang”. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Manajerial.
Pada kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Henky Fetrisian, S.E.,MM
selaku dosen mata kuliah Ekonomi Manajerial yang telah banyak memberikan bimbingan dan
pengarahan, rekan-rekan, serta semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat
selesai tepat pada waktunya Makalah ini kami buat dengan tujuan agar dapat menambah
wawasan dan ilmu pengetahuan bagi saya maupun mahasiswa yang lain yang akan membaca
atau mempelajari makalah ini. Serta memberi penjelasan yang lebih mendalam mengenai
Analisis Swot pada produk Air Minum Isi Ulang. Tidak lupa pula, saya ucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai
dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna oleh karena itu saya mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan
mahasiswa/mahasisiwi dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita
semua.

Tanjung Selor, Januari 2015

Penulis,

Sri Mulyani

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................. i


DAFTAR ISI ............................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1
1.1 LATAR BELAKANG ........................................................................... 1
1.2 TUJUAN PENELITIAN ...................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................. 2
2.1 PENGERTIAN ANALISIS SWOT....................................................... 2
2.2 FAKTOR LINGKUNGAN DALAM ANALISIS SWOT .................... 2
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN .................................................... 6
3.1 KESIMPULAN ..................................................................................... 6
3.2 SARAN.................................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 8

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kesehatan dan air merupakan hal yang sangat berhubungan. Kualitas air yang
dikonsumsi kita sehari-hari ini sangat menentukan kesehatan pada diri kita. Masalah kualitas
air di indonesia saat ini sangatlah memprihatinkan. Salah satu permasalahan dari kualitas air
yang buruk tidak lepas dari manusia itu sendiri karena tingginya eksploitasi sumber daya air
yang sangat berlebihan.
Kualitas air yang buruk sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan daya tahan tubuh
sehingga dapat terserang penyakit dalam maupun penyakit luar seperti keracunan air minum,
gatal-gatal, keracunan pada air yang dikonsumsinya, saluran pencernaan dan diare. Untuk
mencegah terjadinya penyakit tersebut maka dapat dicegah dengan cara meningkatkan
kualitas air, sanitasi, pengolahan air minum skala rumah tangga.
Melihat dari persoalan diatas tentang kesehatan pada air minum, perlu dilakukan berbagai
upaya seperti pengawasan kualitas air minum yang dikonsumsi masyarakat. Pemerintah
mengeluarkan surat Keputusan Mentri Kesehatan (KEPMENKES) No
907/Menkes/SK/VII/2002 yang berisikan “Syarat air minum sesuai Permenkes itu harus bebas
dari bahan-bahan anorganik dan organik yaitu bebas bakteri, zat kimia, racun, limbah
berbahaya dan lainnya”.
Pada saat ini banyak perusahaan-perusahaan yang menyediakan air minum kemasan/ air
minum isi ulang. Dengan makin banyaknya perusahaan yang memproduksi air kemasan/ air
minum isi ulang maka makin banyaknya jenis-jenis air minum isi ulang yang beredar
dimasyarakat. Salah satunya adalah depot air minum isi ulang CINK QUA. Mereka
menawarkan air minum isi ulang yang berbeda dari depot pengisian air minum isi ulang
lainnya. Hal ini lah yang membuat diri saya sangat tertarik untuk mengambil penelitian ilmiah
tentang “Analisis SWOT Pada Produk Air Minum Depot Isi Ulang”.

1.2 Tujuan Penelitian


Dari keterangan diatas, maka penulis dapat menjelaskan masalah analisis SWOT pada
produk air minum depot isi ulang.

ii
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Analisis SWOT

Analisis SWOT (SWOT Analysis) adalah suatu metode perencanaan strategis yang
digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang menjadi kekuatan (Strengths), Kelemahan
(Weaknesses), Peluang (Opportunities), dan Ancaman (Threats) yang mungkin terjadi dalam
mencapai suatu tujuan dari kegiatan proyek/kegiatan usaha atau institusi/lembaga dalam skala
yang lebih luas. Untuk keperluan tersebut diperlukan kajian dari aspek lingkungan baik yang
berasal dari lingkungan internal maupun eskternal yang mempengaruhi pola strategi
institusi/lembaga dalam mencapai tujuan.
Dilihat dari sejarahnya dan penggunaannya saat ini, metode SWOT banyak dipakai di
dunia bisnis dalam menetapkan suatu perencanaan strategi perusahaan (strategic planning)
sehingga literatur mengenai metode ini banyak berkaitan dengan aspek penerapan di dunia
bisnis meskipun pada beberapa analisa ditemukan pula penggunaan SWOT untuk kepentingan
public policy. Metode SWOT pertama kali digunakan oleh Albert Humphrey yang melakukan
penelitian di Stamford University pada tahun 1960-1970 dengan analisa perusahaan yang
bersumber dalam Fortune 500. Meskipun demikian, jika ditarik lebih ke belakang analisa ini
telah ada sejak tahun 1920-an sebagai bagian dari Harvard Policy Model yang dikembangkan
di Harvard Business School. Namun pada saat pertama kali digunakan terdapat beberapa
kelemahan utama di antaranya analisa yang dibuat masih bersifat deskripstif dan belum/tidak
menghubungkan dengan strategi-strategi yang mungkin bisa dikembangkan dari analisa
kekuatan-kelemahan yang telah dilakukan.
Analisis SWOT merupakan bagian dari proses perencanaan. Hal utama yang
ditekankan adalah bahwa dalam proses perencanaan tersebut, suatu institusi membutuhkan
penilaian mengenai kondisi saat ini dan gambaran ke depan yang mempengaruhi proses
pencapaian tujuan institusi.

2.2 Faktor Lingkungan dalam Analisis SWOT

Walaupun terdapat beberapa metode penentuan faktor SWOT, secara umum terdapat
keseragaman bahwa penentuan tersebut akan tergantung dari faktor lingkungan yang berada

ii
di luar institusi. Faktor lingkungan eksternal mendapatkan prioritas lebih dalam penentuan
strategi karena pada umumnya faktor-faktor ini berada di luar kendali institusi (exogen)
sementara faktor internal merupakan faktor-faktor yang lebih bisa dikendalikan. Faktor-faktor
yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada produk air minum depot isi
ulang, yaitu sebagai berikut :

a. Kekuatan (Strengths)
1) Mutu produk baik
Produk yang dihasilkan mempunyai mutu yang baik dan dapat bersaing di
pasaran, hal ini dapat dilihat dari produk yang dihasilkan sudah memenuhi standar
mutu yang ditetapkan oleh badan standarisasi nasional melalui Sucofindo
terhadap analisa hasil uji laboratorium. Selain itu, tidak adanya keluhan dari pihak
konsumen tentang mutu air.
2) Tenaga kerja setempat
Tenaga kerja yang ada di lingkungan masyarakat sekitar industri pengolahan
air minum merupakan sisi positif bagi kedua belah pihak, yaitu pihak pemilik Air
Minum Depot Isi Ulang merasa diuntungkan dengan mempekerjakan tenaga
kerja murah dan di pihak masyarakat setempat diuntungkan dengan diberikannya
kesempatan untuk menjadi pekerja di industri pengolahan tersebut.
3) Kapasitas produksi yang relatif cukup besar
Dibandingkan dengan Air Minum Depot Isi Ulang sejenis di lingkungan
Tanjung Selor, Air Minum Depot Isi Ulang sistem RO memiliki kapasitas produksi
cukup besar. Saat ini, Air Minum Depot Isi Ulang mempunyai kapasitas produksi
terpasang rataan 110 galon/hari. Hal tersebut masih sangat memungkinkan untuk
dilakukan penambahan volume produksi, tetapi dengan tetap memperhatikan
permintaan pasar.

b. Kelemahan (Weaknesses)

1) Produksi belum optimal


Pemanfaatan kapasitas produksi terpasang belum dapat dilakukan dengan baik,
karena penggunaan mesin RO belum optimal, sehingga industri sering tidak dapat
memenuhi permintaan pasar.
2) Keterbatasan modal

ii
Faktor modal merupakan faktor yang berpengaruh dalam proses produksi
AMDIU. Seluruh kegiatan produksi yang dilakukan sarat dengan biaya, maka sudah
dipastikan untuk memproduksi air minum sehat dengan jumlah banyak diperlukan
modal tidak sedikit. Kurangnya modal bagi AMDIU dapat menjadi sumber
kelemahan, yang pada akhirnya berdampak pada terbatasnya kemampuan AMDIU
untuk meningkatkan kapasitas produksi.
3) Biaya produksi yang semakin tinggi
Biaya produksi yang tinggi disebabkan oleh volume produksi masih sedikit
pada kapasitas yang besar, sehingga biaya per satuan produk menjadi tinggi. Faktor
lain yang memicu semakin tingginya biaya produksi adalah naiknya harga bahan baku
dan biaya tenaga kerja.
4) Pemasaran yang belum optimal
Kegiatan pemasaran lebih banyak pada kegiatan penjualan, sedangkan
komponen lain yang ada dalam bauran pemasaran (marketing mix), yaitu penetapan
harga dan promosi belum dioptimalkan untuk meraih pangsa pasar yang masih luas.
Secara mutu, produk air minum dengan sistem RO yang dihasilkan sudah memiliki
standarisasi yang teruji dari Sucofindo dan ISO 14000.
5) Kemampuan manajerial masih masih belum profesional
Kemampuan manajerial yang dimiliki oleh pengusaha belum tergali hampir
dikatakan tidak ada. Sebagian besar dari AMDIU ini menggunakan sistem usaha
keluarga dalam pengelolaannya. Keputusan-keputusan manajerial ditentukan oleh satu
orang, yaitu pemilik modal sekaligus pengelola.

c. Peluang (Opportunities)
1) Meningkatnya permintaan
Disamping disebabkan oleh pertumbuhan penduduk, peningkatan permintaan
air minum sehat disebabkan oleh pencemaran lingkungan yang parah. Hal ini yang
telah memicu berkembangnya industri AMDIU semakin meningkat.
2) Meningkatnya konsumsi
Peningkatan konsumsi air minum sehat sejalan dengan meningkatnya
pertumbuhan penduduk. Pada saat ini, konsumsi masyarakat terhadap air minum sehat
semakin tinggi. Kebutuhan air minum setiap orang bervariasi dari 2,1 - 2,8 l per hari
(Supriyatin, 2004).

ii
3) Pola konsumsi masyarakat yang berubah
Pola konsumsi berubah, karena masyarakat pada saat ini sudah berpikir
tentang keutamaan kesehatan dibandingkan harga yang harus dibayar. Kecenderungan
ini akan terus meningkat seiring dengan peningkatan tingkat pendidikan masyarakat.
Dengan demikian, prospek air minum sehat ini cukup menjanjikan.
4) Hubungan baik dengan pemasok
Selama ini AMDIU selalu menjaga hubungan baik dengan pihak pemasok
bahan baku (PAM), maupun dengan pihak penyedia air bersih (dari pegunungan).
Hubungan baik dijaga dengan cara menciptakan kondisi bisnis yang saling
menguntungkan kedua belah pihak.

d. Ancaman (Threats)
1) Ketersediaan Bahan Baku
Ketersediaan air bersih di wilayah Tanjung Selor dan sekitarnya untuk saat ini
masih dapat memenuhi AMDIU, tetapi dengan semakin berkurangnya wilayah yang
terbebas dari pencemaran telah mengakibatkan perlunya ketersedian bahan baku yang
mencukupi.
2) Adanya produk pengganti
Walaupun tidak menjadi ancaman yang serius, produk pengganti air minum
seperti air minum bersoda, maupun air minum dalam kemasan dapat menjadi ancaman
produk AMDIU.
3) Pesaing dari Industri Besar
Disamping menghadapi persaingan dengan industri kecil lainnya di satu
daerah dengan segmen pasar yang sama, industri ini harus bersaing dengan pesaing
besar yang berasal dari daerah lain yang lebih maju dalam teknologi maupun pangsa
pasar. Salah satu pesaing yang perlu menjadi perhatian adalah industri air minum
dalam kemasan.

ii
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
Melihat dari pembahasan diatas tentang kesehatan pada air minum, perlu dilakukan
berbagai upaya seperti pengawasan kualitas air minum yang dikonsumsi masyarakat.
Pemerintah mengeluarkan surat Keputusan Mentri Kesehatan (KEPMENKES) No
907/Menkes/SK/VII/2002 yang berisikan “Syarat air minum sesuai Permenkes itu harus bebas
dari bahan-bahan anorganik dan organik yaitu bebas bakteri, zat kimia, racun, limbah
berbahaya dan lainnya”.
Pada saat ini banyak perusahaan-perusahaan yang menyediakan air minum isi ulang.
Dengan makin banyaknya perusahaan yang memproduksi air minum isi ulang maka makin
banyaknya jenis-jenis air minum isi ulang yang beredar dimasyarakat. Salah satunya adalah
depot air minum isi ulang CINK QUA. Mereka menawarkan air minum isi ulang yang
berbeda dari depot pengisian air minum isi ulang lainnya. Hal ini lah perlu dibahas tentang
Analisis SWOT Pada Produk Air Minum Depot Isi Ulang.
Analisis SWOT (SWOT Analysis) adalah suatu metode perencanaan strategis yang
digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang menjadi kekuatan (Strengths), Kelemahan
(Weaknesses), Peluang (Opportunities), dan Ancaman (Threats) yang mungkin terjadi dalam
mencapai suatu tujuan dari kegiatan proyek/kegiatan usaha atau institusi/lembaga dalam skala
yang lebih luas. Untuk keperluan tersebut diperlukan kajian dari aspek lingkungan baik yang
berasal dari lingkungan internal maupun eskternal yang mempengaruhi pola strategi
institusi/lembaga dalam mencapai tujuan.

3.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh, dapat diajukan beberapa saran bagi pihak-
pihak yang terkait dengan hasil peneltian ini.

1. Disarankan pada instansi pemerintah yang terkait dengan pengawasan dan pengelitian
industri pangan khususnya air minum untuk melakukan pengawasan dan pembinaan
pada perusahaan air minum baik air minum dalam kemasan maupun isi ulang agar
dapat menjaga kualitas produknya. Hal ini dikarenakan produk air minum yang tidak
berkualitas akan membahayakan konsumen.

ii
2. Pada perusahaan-perusahaan air minum isi ulang disarankan untuk selalu
menggunakan bahan baku air yang sesuai dengan kelas penggunaanya agar kualitas air
minum selalu terjaga dari pencemaran dan melakukan pelatihan pada karyawan
mengenai higiene dan sanitasi. Perusahaan air minum isi ulang yang memproduksi
tidak sesuai dengan standar kualitas dengan sendirinya akan ditinggalkan oleh
konsumen dan pada akhirnya perusahaan sendiri yang akan rugi.
3. Kepada masyarakat, Bagi konsumen air minum isi ulang disarankan untuk memilih
tempat-tempat pengisian air minum yang menjaga kebersihan lingkungan dan mutu air
minum.

ii
DAFTAR PUSTAKA

Akdon. 2007. Strategic Management For Educational Management ( Manajemen Strategik


untuk Manajemen Pendidikan ). Bandung : Alfabeta.
Depkes RI. 2004. Kriteria Uji Air Minum Dalam Kemasan dan Air Isi Ulang Sistem
Ozonisasi.
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/09/05/. Diakses tanggal 31 maret 2010.
PDAM Tangerang. 2003. Company Profile. Tangerang.
Rangkuti, F. 1999. Analisa SWOT : Teknik Membedah Kasus Bisnis. PT. Gramedia Pustaka
Utama, Jakarta.
Sidharta, W. 2003. Mengamankan Air Isi Ulang. Kompas, Jakarta.
Sucofindo. 2004. Kriteria Uji Air Minum dalam Kemasan dan Air Isi Ulang Sistem RO.
Sutojo. 1993. Studi Kelayakan Proyek. PT. Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta.
Wiriya, S. 1996. Air dalam Kehidupan dan Lingkungan yang Sehat. Alumni, Bandung.

ii