Anda di halaman 1dari 2

Comparison of Effectiveness between Rifampicin Ofloxin-Minocycline

Regimen and Multidrug Therapy-World Health Organization in


Multibacillary Leprosy Patients
Octawyana Moestopo,1 Hendra Gunawan,2 Anisah Dahlan3

Rangkuman jurnal oleh: Khairunnisa Rahadatul ‘Aisy Sodikin (G4A016119)

Pada pasien morbus hansen tipe multibasiler (MB) diberikan terapi MDT yang berisi
Rifampicin 600 mg, Clofazimine 300 mg, Dapsone 100 mg pada hari pertama dilanjutkan
Clofazimine 50 mg dan Dapsone 100 mg pada hari ke-2 sampai hari ke-28 selama 12-18
bulan. Rifampicin merupakan obat bakterisidal kuat yang dapat mengeliminasi bakteri
M.leprae secara cepat, sedangkan dapsone dan clofazimine adalah obat bakteriostatik.
MDT akan menyebabkan efek samping seperti kulit menjadi lebih gelap, anemia
hemolitik, methemoglobinemia, dan hipersensitivitas.
Pada pasien yang memiliki kontraindikasi terhadap MDT, maka sesuai guideline WHO
akan diberikan ROM (Rifampicin 600 mg, Ofloxacin 400 mg, Minocycline 100 mg)
diberikan setiap bulan selama 24 bulan. Regimen ROM diketahui memiliki efek samoing
lebih lemah seperti mual, muntah. Namun ROM memiliki harga lebih tinggi dibandingkan
MDT.
Dilakukan penelitian dengan metode kohort retrospektif menggunakan rekam medis pasien
morbus hansen tipe multibasiler yang menerima terapi berbeda MDT dan ROM minimal
12 bulan, berusia lebih dari 15 tahun dan memiliki pemeriksaan Indeks Morfologi (IM)
lengkap. Didapatkan 20 sampel yang menerima terapi ROM dan 39 sampel yang menerima
terapi MDT. Kemudian data diukur berdasarkan hasil pemeriksaan IM.
Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat penurunan indeks morfologi pada pasien yang
diberikan ROM dan pasien yang diberikan MDT. Namun penurunan lebih besar terjadi
pada pasien yang diberikan regimen ROM (94,83%) dibandingan dengan pasien yang
diberikan MDT (79,97%). Hal ini mengindikasikan bahwa efektivitas ROM lebih baik
daripada MDT untuk 12 bulan awal masa pengobatan diukur dengan penurunan score
Indeks Morfologi (IM) pada pasien.
Kedua regimen sama-sama memiliki Rifampicin sebagai agen bakterisidal namun memiliki
2 komposisi regimen lain yang berbeda. Pada penelitian sebelumnya pada bayi tikus yang
terinfeksi M.leprae ditemukan bahwa Ofloxacin dan Minocyline lebih poten dibandingkan
Clofazimine & Dapsone dalam mengeliminasi M.leprae.
Lebih jauh lagi, sebuah studi klinis tentang pemberian pefloxacin dan ofloxacin pada tikus
yang terinfeksi M.leprae menunjukkan bahwa viabilitas M.leprae berkurang pada hari ke
14-28 penelitian. Pada hari ke-56, semua tikus yg diberikan ofloxacin menunjukkan tidak
ada morfologi M.leprae yang utuh pada pemeriksaan skin-slit. Hal ini menunjukkan bahwa
medikasi fluoroquinolon sebagai bakterisidal aktif untuk mengeliminasi M.leprae lebih
baik dibanding Clofazimine dan Dapsone. Meskipun ofloxacin lebih signifikan
mengeliminasi M.leprae jika dikombinasikan dengan Rifampicin.
Penelitian lain juga menyatakan bahwa Minocycline lebih efektif mengeliminasi M.leprae
dibandingan clofazimine dan dapsone. Efek minocycline lebih lemah dari Rifampicin
namun setara dengan Ofloxacin.
Kesimpulannya adalah regimen ROM lebih efektif dibandingkan MDT untuk 12 bulan
masa awal pengobatan dinilai dari penurunan IM. Sehingga pemberian ROM pada 12 bulan
awal masa terapi pada pasien Morbus Hansen tipe Multibasiler bisa dipertimbangkan.

Daftar Pustaka:
Moestopo, O., Gunawan, H., & Dahlan, A. 2017. Comparison of Effectiveness between
Rifampicin Ofloxin-Minocycline Regimen and Multidrug Therapy-World Health
Organization in Multibacillary Leprosy Patients. Althea Medical Journal, 3(4):
661-665.