Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini yang
berjudul “ Konsep Manusia dan Kebudayaan”.
Makalah ini membahas tentang konsep manusia sebagai makhluk budaya yang
tentunya memiliki peran penting dalam mempertahankan nilai-nilai kebudayaan yang ada di
Indonesia. Selain itu, makalah dengan judul “Konsep Manusia dan Kebudayaan” membahas
tentang berbagai hal tentang kebudayaan, seperti wujud, unsur-usur, sifat dan hakekat, serta
ciri-ciri dari kebudayaan yang berkembang di Indonesia.
Tak ada gading yang tak retak. Demikianlah dengan makalah ini yang masih sangat
jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca demi lebih baiknya penulisan makalah di masa yang akan datang.

Malang,3 Mei 2013

Penyusun

1
DAFTAR ISI
JUDUL ..........................................
KATA PENGANTAR ..........................................
DAFTAR ISI ..........................................
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang ..........................................
B. Rumusan Masalah ..........................................
C. Tujuan Penulisan ..........................................
BAB II. PEMBAHASAN
A. Konsep Manusia sebagai Makhluk Budaya ..........................................
1. Pengertian manusia ..........................................
2. Pengertian budaya ..........................................
3. Konsep manusia sebagai makhluk budaya .......................................
B. Pengertian Kebudayaan ..........................................
C. Wujud Kebudayaan ..........................................
D. Unsur-unsur Kebudayaan ..........................................
E. Sifat dan Hakekat Kebudayaan .........................................
F. Ciri-ciri Kebudayaan .........................................
BAB III. PENUTUP
A. Kesimpulan .........................................
B. Saran .........................................
DAFTAR PUSTAKA

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Hubungan manusia dan kebudayaan sangat erat kaitannya karena kebudayaan
merupakan alat untuk bersosialisasi antara manusia yang satu dengan manusia lain
agar terjadi interaksi satu sama lainnya. Dalam hidup manusia pasti membutuhkan
orang lain untuk melangsungkan hidupnya baik yang secara langsung maupun yang
tidak langsung karena manusia merupakan mahluk yang memiliki jiwa sosial. Hal
inilah yang menyebabkan seseorang berinteraksi dengan orang lain, sehingga terjadi
suatu kebudayaan. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang
yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan
bahwa budaya itu dipelajari.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi
dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: “Budaya adalah suatu
perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung
pandangan atas keistimewaannya sendiri."
Kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat
hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup
manakala ada manusia sebagai pendukungnya. Kebudayaan mempunyai kegunaan
yang sangat besar bagi manusia. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang
mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan
alamnya.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren
untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan
perilaku orang lain.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas, saya menemukan beberapa masalah, yaitu antara lain
sebagai berikut:
1. Bagaimana konsep manusia sebagai makhluk kebudayaan?
2. Apa yang dimaksud dengan kebudayaan?
3. Apa saja yang termasuk wujud kebudayaan?

3
4. Apa saja yang termasuk unsur-unsur kebudayaan?
5. Bagaimana sifat dan hakekat kebudayaan?
6. Apa saja ciri-ciri kebudayaan?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah, sebagai berikut:
1. Agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami konsep manusia sebagai
makhluk budaya.
2. Agar mahasiswa dapat mengetahui dan mengerti pengertian dari manusia dan
kebudayaan.
3. Agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami unsur-unsur, sifat dan hakekat,
serta ciri-ciri dari kebudayaan yang ada dalam masyarakat.

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Konsep Manusia Sebagai Makhluk Budaya


1. Pengertian Manusia

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani,
dan istilah kebudayaan, atau secara campuran.

Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens ( Bahasa


Latin yang berarti " manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan
mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.

Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang


bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan
ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan
dengan ras lain. Selain itu, manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna
bila dibanding dengan makhluk lainnya, mempunyai kewajiban dan tanggung jawab
untuk mengelola bumi.

Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan


bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan
teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok
dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan. Untuk menjadi
manusia yang berbudaya, harus memiliki ilmu pengetahuan, tekhnologi, budaya dan
industrialisasi serta akhlak yang tinggi (tata nilai budaya) sebagai suatu
kesinambungan yang saling bersinergi.

Ada beberapa pengertian manusia menurut para ahli, yaitu sebagai berikut :

 Abineno J. L
Manusia adalah "tubuh yang berjiwa" dan bukan "jiwa abadi yang berada atau
yang terbungkus dalam tubuh yang fana"
 Upanisads
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan
prana atau badan.

5
 Sokrates
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku
datar dan lebar.
 Kees Bertens
Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak
dinyatakan.
 I Wayan Watra
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta,
rasa dan karsa
 Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang
berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal,
dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan
lingkungan
 Erbe Sentanu
Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang
manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan
mahluk yang lain.
 Paula J. C & Janet W. K
Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi,
mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta
turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai
kemungkinan.

2. Pengertian Budaya
 Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh
sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya
terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem politik dan politik,
adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan dan karya seni. Bahasa
sebagaimana juga budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia
sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.
Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda
budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa
budaya itu dipelajari.
 Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks,
abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku

6
komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak
kegiatan sosial manusia.

Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi


dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: “Budaya adalah
suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang
mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya
dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan
nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk
memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren
untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan
perilaku orang lain.

3. Konsep Manusia Sebagai Makhluk Budaya


Secara sederhana, hubungan manusia dengan kebudayaan itu adalah manusia
sebagai perilaku/ makhluk budaya, dan kebudayaan merupakan objek yang
dilaksanakan manusia.
Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk
kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang
menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang
diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai
pendukungnya. Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi
manusia. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan
utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya.
 Etika manusia dalam berbudaya
Etika berasal dr kata Yunani, yaitu Ethos, secara etimologis etika adalah
ajaran tentang baik buruk. Etika sama artinya dengan moral (mores dalam
bahasa latin) yang berbicara tentang predikat nilai susila atau tidak susila,
baik dan buruk. Bertens menyebutkan ada tiga jenis makna etika yaitu :
 Etika dalam nilai-nilai atau norma untuk pegangan seseorang atau
kelompok orang dalam mengatur tingkah laku.
 Etika dalam kumpulan asas atau moral (dalam arti lain kode etik)

7
 Etika dalam arti ilmu atau ajaran tentang baik dan buruk artinya
dalam filsafat moral.
 Estetika Manusia dalam Berbudaya
Estetika dapat diartikan lain sebagai teori tentang keindahan. Keindahan
dapat diartikan beberapa hal yaitu :
 Secara luas yaitu mengandung ide yang baik yang meliputi watak
indah, hukum yang indah, ilmu yang indah, dsb.
 Secara sempit yaitu indahn yang terbatas pada lingkup persepsi
penglihatan (bentuk dan warna).
 Secara estetik murni yaitu menyangkut pengalaman yang
berhubungan dengan penglihatan, pendengaran, dan etika.

B. Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Ada beberapa pendapat
para ahli tentang kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
 Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa
segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan
yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah
Cultural-Determinism.
 Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari
satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai
superorganic.
 Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian
nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur
sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan
artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
 Menurut Edward Burnett Taylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang
kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat
seseorang sebagai anggota masyarakat.
 Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah
sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

8
 Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan dan
rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan
bermasyarakat yang dijadikan miliknya dengan belajar.
 Menurut Pelly dan Menanti, mengemukakan bahwa kebudayaan sebagai
penciptaan, penerbitan, dan pengolahan nilai-nilai insani.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan


adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem
ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan
sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

Kebudayaan mengalami dinamika seiring dengan dinamika pergaulan hidup


manusia sebagai pemilik kebudayaan, dan adanya budaya dari luar yang teradang
kita langsung menerima dan menerapkan pada diri dan kehidupan kita tanpa
berfikir panjang dengan resiko efek ke kebudayan kita sendiri.

Inilah beberapa contoh problematika kebudayaan:


 Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sistem
kepercayaan.
Dalam hal ini, kebudayaan tidak dapat bergerak atau berubah karena
adanya pandangan hidup dan sistem kepercayaan yang sangat kental.
Karena kuatnya kepercayaan sekelompok orang dengan kebudayaannya
mengakibatkan mereka tertutup pada dunia luar dan tidak mau menerima
pemikiran-pemikiran dari luar walaupun pemikiran yang baru ini lebih
baik daripada pemikiran mereka.
 Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan presepsi atau sudut
pandang.
Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan presepsi dan sudut
pandang ini dapat terjadi antara masyarakat dan pelaksanaan
pembangunan. Sebagai contoh dapat kita lihat banyak masyarakat yang
tidak setuju dengan program KB yang dicanangkan pemerintah yang salah
satu tujuannya untuk mengatasi kemiskinan dan kepadatan penduduk,
karena masyarakat beranggapan bahwa banyak anak banyak rezeki.

9
 Hambatan budaya yang berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan.
Upaya untuk mentransmigrasikan penduduk dari daerah yang terkena
bencana alam sering mengalami kesulitan. Hal ini disebabkan karena
adanya kekhawatiran penduduk bahwa ditempat yang baru hidup mereka
akan lebih sengsara dibandingkan dengan hidup mereka ditempat yang
lama.
 Masyarakat yang terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat
luar.
Masyarakat yang tinggal di daerah-daerah terpencil yang kurang
komunikasi dengan masyarakat luar cendrung memiliki ilmu pengetahuan
yang terbatas, mereka seolah-olah tertutup untuk menerima program-
program pembangunan.
 Sikap tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal-hal baru.
Sikap ini sangat mengagung-agungkan budaya tradisional sedemikian rupa
sehingga menganggap hal-hal baru itu akan merusak tatanan hidup mereka
yang sudah mereka miliki secara turun-temurun.
 Sikap etnosentrisme.
Sikap etnosentris adalah sikap yang mengagungkan budaya suku bangsa
sendiri dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain. Sikap seperti ini
akan memicu timbulnya pertentangan-pertentangan suku, ras, agama, dan
antar golongan. Kebudayaan yang beraneka ragam yang berkembang
disuatu wilayah seperti Indonesia terkadang menimbulkan sikap
etnosentris yang dapat menimbulkan perpecahan.
 Perkembangan IPTEK sebagai hasil dari kebudayaan, sering disalah
gunakan oleh manusia, sebagai contoh nuklir dan bom dibuat justru untuk
menghancurkan manusia bukan untuk melestarikan suatu generasi, dan
obat-obatan yang diciptakan untuk kesehatan tetapi dalam penggunaannya
banyak disalahgunakan yang justru mengganggu kesehatan manusia.
 Pewarisan kebudayaan.
Dalam hal pewarisan kebudayaan bisa muncul masalah antara lain, sesuai
atau tidaknya budaya warisan tersebut dengan dinamika masyarakat saat
sekarang, penolakan generasi penerima terhadap warisan budaya tersebut,
dan munculnya budaya baru yang tidak lagi sesuai dengan budaya warisan.

10
Dalam suatu kasus, ditemukan generasi muda menolak budaya yang
hendak diwariskan oleh pendahulunya. Budaya itu dianggap tidak lagi
sesuai dengan kepentingan hidup generasi tersebut, bahkan dianggap
bertolak belakang dengan nilai-nilai budaya yang baru diterima sekarang
ini.
 Perubahan kebudayaan.
Perubahan kebudayaan yang terjadi bisa memunculkan masalah antara lain
perubahan akan merugikan manusia jika perubahan itu bersifat regress
(kemunduran) bukan progress (kemajuan), perubahan bisa berdampak
buruk atau menjadi bencana jika dilakukan melalui revolusi, berlangsung
cepat, dan diluar kendali manusia.
 Penyebaran kebudayaan.
Penyebaran kebudayaan (difusi) bisa menimbulkan masalah, masyarakat
penerima akan kehilangan nilai-nilai budaya lokal sebagai akibat kuatnya
budaya asing yang masuk. Contoh globalisasi budaya yang bersumber dari
kebudayaan Barat pada era sekarang ini adalah masuknya nilai-nilai
budaya global yang dapat memberi dampak negatif bagi perilaku sebagian
masyarakat Indonesia. Misalnya pola hidup konsumtif, hedonisme,
pragmatis, dan induvidualistik. Akibatnya nilai-nilai asli kebudayaan
bangsa seperti rasa kebersamaan dan kekeluargaan lambat laun bisa hilang
dari masyarakat Indonesia.

C. Wujud Kebudayaan
Wujud kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai
makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata,
misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni,
dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam
melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
J.J.Honigmann (dalam Koenjtaraningrat, 2000) membedakan adanya tiga wujud
kebudayaan : yaitu : (1) ideas, (2) activities, dan (3) artifact, dan ini diperjelas oleh
Koenjtaraningrat yang mengistilahkannya dengan tiga wujud kebudayaan :
 Wujud kebudayaan sebagai suatu yang kompleks dari ide-ide, gagasan-
gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.

11
 Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan
berpola dari manusia dalam masyarakat
 Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Mengenai wujud kebudayaan ini, Elly M.Setiadi dkk dalam Buku Ilmu Sosial dan
Budaya Dasar (2007:29-30) memberikan penjelasannya sebagai berikut :

 Wujud Ide
Wujud tersebut menunjukann wujud ide dari kebudayaan, sifatnya abstrak,
tak dapat diraba, dipegang ataupun difoto, dan tempatnya ada di alam
pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan yang bersangkutan itu
hidup.
Budaya ideal mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi
arah kepada tindakan, kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat
sebagai sopan santun. Kebudayaan ideal ini bisa juga disebut adat istiadat.
 Wujud perilaku
Wujud tersebut dinamakan sistem sosial, karena menyangkut tindakan dan
kelakuan berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ini bisa diobservasi,
difoto dan didokumentasikan karena dalam sistem ssosial ini terdapat
aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi dan berhubungan serta
bergaul satu dengan lainnya dalam masyarakat. Bersifat konkret dalam
wujud perilaku dan bahasa.
 Wujud Artefak
Wujud ini disebut juga kebudayaan fisik, dimana seluruhnya merupakan
hasil fisik. Sifatnya paling konkret dan bisa diraba, dilihat dan
didokumentasikan. Contohnya : candi, bangunan, baju, kain komputer dll.

D. Unsur-unsur kebudayaan
Ada beberapa unsur kebudayaan menurut beberapa ahli, yaitu sebagai berikut:
1. Mellville J. H mengajukan 4 unsur pokok kebudayaan ,yaitu:
 Alat-alat teknologi
 Sistem teknologi
 Keluarga
 Kekuasaan politik

12
2. C Kluckhohn, ada 7 unsur kebudayaan, yaitu:
 Peralatan dan perlengkapan hidup (pakaian, perumahan, alat-alat produksi,
transportasi)  teknologi
 Mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi (pertanian, peternakan,
sistem produksi, distribusi )  ekonomi
 Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem
hukum, perkawinan)  organisasi sosial.
 Bahasa
 Kesenian
 Sistem pengetahuan
 Religi
3. Bronislaw Maliowski, yang merupakan pelopor teori fungsional dalam
antropologi, menyebutkan unsur pokok kebudayaan sebaga berikut :
 sistem nama yang memungkinkan kerjasama antar anggota dalam upaya
menguasai alam sekitar.
 organisasi ekonomi
 alat-alat dan lembaga pendidik
 organisasi kekuatan
Dalam menganalisis suatu kebudayaan, seorang antropologi membagi seluruh
kebudayaan yang terintegrasi itu ke dalam unsur-unsur besar yang disebut “unsur-
unsur kebudayaan universal”. Mengenai hal ini ada beberapa pandangan, saperti yang
diuraikan oleh C. Kluckhohn dalam karangannya berjudul Universal Categories Of
Culture (1953). Dengan mengambil intisari dari berbagai kerangka yang ada
mengenai unsur-unsur kebudayaan universal, unsur-unsur kebudayaan yang dapat
pada semua bangsa di dunia berjumlah tujuh buah, yang dapat disebut isi pokok dari
setap kebudayaan yaitu:
 Sistem Religi
Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul
karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.
 Sistem Pengetahuan
Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang
berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula,
sehingga perlu disampaikan agar yang lain juga mengerti.

13
 Sistem Peralatan dan Perlengkapan Hidup Manusia
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan
sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan
manusia dengam makhluk hidup yang lain.
 Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem – Sistem Ekonomi
Terlahir karena manusia memiliki hawa nafsu dan keinginan yang tidak
terbatas dan selalu ingin lebih.
 Sistem Organisasi Kemasyarakatan
Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan
sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan
kelebihan masing – masing antar individu sehingga timbul rasa utuk
berorganisasi dan bersatu.
 Bahasa
Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai
lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan sudah
ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahasa Inggris.
 Kesenian
Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang
dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang
dapat memuaskan.

E. Sifat dan Hakekat Kebudayaan


1. Sifat kebudayaan
Secara umum, ada beberapa sifat dari kebudayaan, yaitu sebagai berikut:
 Kebudayaan bersifat universal
Akan tetapi perwujudan kebudayaan dapat berbeda sesuai dengan situasi
maupun lokasinya. Masyarakat dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan. Hal
ini mengakibatkan setiap masyarakat pasti memiliki kebudayaannya sendiri.
Namun demikian, setiap kebudayaan memiliki citi-ciri khusus berdasarkan
latar belakang atau pengalaman.
 Kebudayaan bersifat stabil dan dinamis.
Setiap kebudayaan pasti mengalami perubahan atau perkembangan, walaupun
kecil dan sering kali tidak dirasakan oleh anggota-anggotanya. Umumnya,

14
unsur perbedaan seperti teknologi lebih terbuka terhadap proses perubahan,
dibandingkan dengan unsur rohani seperti moral dan agama yang cenderung
statis.
 Kebudayaan cenderung mengisi dan menentukan jalannya kehidupan manusia
walaupun jarang disadari oleh manusia itu sendiri.
Kebudayaan merupakan atribut manusia. Namun, tidak mungkin seseorang
mengetahui dan meyakini seluruh unsur kebudayaan. Betapa sulit bagi
seseorang untuk mengetahui seluruh unsur kebudayaan.
2. Hakekat Kebudayaan
Ada beberapa hakekat kebuadayaan, yaitu sebagai berikut:
 Kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia
 Kebudayaan telah ada lebih dahulu mendahului lahirnya suatu generasi
tertentu, dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang
bersangkutan.
 Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya.
 Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban, tindakan-
tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang dan
tindakan-tindakan yang dizinkan.

F. Ciri-ciri Kebudayaan
Ciri-ciri khas kebudayaan, yaitu sebagai berikut:
1. Bersifat historis
Manusia membuat sejarah yang bergerak dinamis dan selalu maju yang
diwariskan secara turun temurun.
2. Bersifat geografis.
Kebudayaan manusia tidak selalu berjalan seragam, ada yang berkembang pesat
dan ada yang lamban, dan ada pula yang mandeg (stagnan) yang nyaris berhenti
kemajuannya. Dalam interaksi dengan lingkungan, kebudayaan kemudian
berkembang pada komunitas tertentu, dan lalu meluas dalam kesukuan dan
kebangsaan/ras. Kemudian kebudayaan itu meluas dan mencakup
wilayah/regiona, dan makin meluas dengan belahan-bumi. Puncaknya adalah
kebudayaan kosmo (duniawi) dalam era informasi dimana terjadi saling melebur
dan berinteraksinya kebudayaan-kebudayaan.

15
3. Bersifat perwujudan nilai-nilai tertentu
Dalam perjalanan kebudayaan, manusia selalu berusaha melampaui (batas)
keterbatasannya.

16
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hubungan manusia dan kebudayaan sangat erat kaitannya karena kebudayaan
merupakan alat untuk bersosialisasi antara manusia dengan manusia lain agar terjadi
interaksi satu sama lainnya, dimana manusia sebagai perilaku/ makhluk budaya, dan
kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia.
Adapun kebudayaan yang merupakan produk manusia, namun manusia itu sendiri
adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang
menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya.
Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendukungnya.

B. Saran
Kebudayaan merupakan ciptaan dari manusia. Dan sebagaimana dijelaskan di atas
bahwa kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendukungnya.
Oleh karena itu, penulis menyarankan agar kita sebagai manusia dapat menghormati
kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia serta mempertahankan nilai-nilai yang
terkandung didalamnya.

17
DAFTAR PUSTAKA

http://kantongajaibputri.blogspot.com/2011/11/manusia-sebagai-makhluk.html

http://ulfa-hakima.blogspot.com/2012/03/ilmu-budaya-dasar.html

http://www.slideshare.net/adysetia1/manusia-dan-kebudayaan

18