Anda di halaman 1dari 4

2.

5 Implementasi Metode Gravity

Apa pun objeknya, mengaplikasikan metode gravity untuk mendapatkan


gambaran kondisi bawah permukaan mengikuti urutan umum dari praktik
geofisika seperti yang dijelaskan pada bagian 1.5. Urutan implementasi tersebut
melibatkan perencanaan, akuisisi data, pemrosesan data, dan fase interpretasi pada
gambar 2.7. Bagian ini secara luas mengenalkan topik, dengan detil-detil objektif
yang lebih spesifik dijelaskna nantinya pada bab 5, 6, dan 7

2.5.1 Fase Perencanaan


Ketika kita telah menganggap bahwa kondisi telah memungkinkan untuk
mengaplikasikan metode gravity pada suatu masalah / kasus tertentu, fase
perencanaan pun dimulai. Pada fase ini, luasan area survei, data densitas, dan
akurasi perhitungan dan pemrosesan data adalah yang diinginkan. Tahapan
pertama pada fase ini adalah untuk mengembakan model sumber bawah
permukaan yang diinginkan / menarik. Ini berarti bahwa lokasi general / umum
dari sumber tersebut, dan geometri, ukuran, kedalaman, serta konstras densitas
yang sejajar secara horisontal dengan suatu satuan batuan harus dapat dipastikan
atau diperkirakan. Pada umumnya, informasi bawah permukaan yang tersedia
tidak cukup untuk mendefiniiskan paramater-parameter ini dengan sangat akurat
atau ada sebuah range sumber-sumber yang menarik (anomali) tersebut, sehingga
spektrum model-model sumber anomali yang menutupi range ketidakpastian
dalam paramater-parameter yang pasti dapat didefinisikan.

Semua paramater dari sumber-sumber tersebut adalah sebuah anomali / interest,


tapi kedalaan adalah sebuah faktor signifikan tertentu karena fungsi jarak yang
berbanding terbalik pada teori gravity. Perbedaan densitas secara umum sulit
untuk diestimasi karena kekurangan dari data densitas langsung., terutama dalam
formasi-formasi yang sejajar dengan sumber anomali / interest. Batuan-batuan di
negara ini (amerika kali ya?) sangat sedikit dipelajari, dan potensi
heterogenitasnya membuat estimasi densitas menajdi semakin rumit. Kekurangna
data secara langsung berujung pada kegiatan estimasi densitas dari tabel-tabel
umum yang berdasarkan atas litologi litologi dan pertimbangan karakteristik-
karakteristik yang mengukurnya, lebih spesifik pada bagian 4.5.
Dalam fase perencanaan harus diestimasi karakteristik-karakterisik minimal dari
anomali-anoali yang diantisipasi dalam suatu studi. Ini dapat berasal dari
pengalaman pada proyek-proyek sejenis, tapi lebih sering kita melibatkan
aproksimasi dalam sumber-sumber terantisipasi dari sumber-sumber dengan
geometeri yang disederhanakan dan kalkulasi anomali tersebut berdasarkan dari
densitas yang terestimasi pada sumber-sumber dan formasi-formasinya yang
sejajar. Hasil ini adalah sebuah rangkaian dimensi-dimensianomali yang sering
dijumpai.
Sebagai tambahan, sifat-sifat noise yang diantisipasi dalam perhitungan-
perhitungna gravity dan anomali=anomali yang dihitung, sekali lagi adalah antara
berasal dari pengalaman atau melalui kalkulasi efek-efek dari sumber-sumber
terantisipasi. Sumber umum suatu noise, yang mana adalah anomali yang
memiliki panjang gelombang mendekati atau kurang daripada panjang gelombang
suatu sumber yang menarik, hasil-hasil dari errorerror dalam perhitungan dan
pmerosesan medan gravity terhadap anomali-anomali. Terkadang sumber-sumber
ini juga memproduksi panjanga gelombang anomali yang lebih panjang, akibat,
contohnya, lambatnya variasi kalibrasi dari suatu instrumen. Sumber-sumber
penting lainnya dari suatu noise diturunkan dari kondisi geologi lokal. Efek-efek
ini nantinya tidak dapat dieliminasi, ketika efek2 sebelumnya dapat diminimalkan
melalui perhitungan yang meningkat dan prosedur2 reduksi, jika efek2 tersebut
merupkana suatu faktor yang signfiikan dalam analisis anomali. Noise yang
diantipsipasi dan karakteristik2 sumber anomali digunakan dalam seleksi data
densitas dan keakuratan yang dibuuthkan dalam survei. Pada ujung sebaliknya
dari suatu spektrum, anomali akibat benda-benda yang lebih luas dan dalam
daripada sumber yang menarik / interest, dihasilkan pada panjang gelombang
yang lebih panjang atau anomali2 regional, umumnya diestimasi dari peta2
anomali regional daerah studi.
Ketika model2 dari smber-sumber yang diantisipasi merupakan sesuatu yang
spesifik dan anomali2nya ditentukan pada hubungan antara noise dan anomali2
regional , desain survey dimulai. Ini memerlukan spesifikasi dari ukuran dan
lokasi survei, tata ruang observasi, densitas data, dan akurasi yang dibutuhkan
dalam observasi dan reduksi data. Suatu hal yang penting adalah pemilihan data
data densitas, yang tidak hanya ditentukn oleh karakterisktk sumber tapi juga oleh
tujuan penggunaan data.

Sebuah sruvei dapat dilakukan secara sederhana untuk mendeteksi nilai2 anomali
yang menarik secara potensi di atas level noise untuk studi lebih lanjut atau untuk
melaksanakan analisis kuantitatif dari anomali. Analisis kuantitatif anomali
sendiri membutuhkan stasiun densitas yang lebih tinggi. Desain survei boleh jadi
tergantung kepada probabiitas dalam pendektesian sebuah anomali dan dapat
menggabungkan dimensi2 fraktal darisuatu sumber anomali dan jaringan stasiun.
Desain survei berarti pemilihan instrumentasi dan prosedur yang tepat untuk
membuat observasi dan penentuan informasi terajmin, seperti ketinggian dan
topografi sekitar, untuk reduksi pada observasi.
Juga merupakan hal yang penting pada tahap ini untuk menentukan jenis2 anomali
yang dapat digunakan dalam analisis data. Jenis anomali menentukan hal2 yang
diperlukan untuk data sejajar yang digunakan dalam kalkulasi. Pada banyak
kasus, data gravitasi diperlukan sebagai data sekunder terhadap metode lain yang
mengkontrol tata letak survei dan distribusi situs2 observasi. Contohnya adalah
data gravitasi yang diobservasi bersamaan dengan data seismk pantul baik pada
daratan maupun daerah laut.

Data yang besar dan relatif pada dapat menjangkau suatu daerah regional yang
luas yang tersedia secara meningkat dari pihak pemerintah, komersil, atau
sumber2 akademik yang melengkapkan data guna survei, mengelimasi kebutuhan
suatu program observasi gravity. Secara umum, data2 ini terdiri atas fakta2
prinsipal dari masing2 observasi termasuk posisi (bujur dan lintang), nilai
gravitasi yang terobservasi yang dihubungkan dengan datum absolut, ketinggian,
dan koreksi terrain yang dapat mereduksi data gravitasi menajdi anomali free air
ataupun anomali boguerus, berdasarkan asumsi massa di antara stasiun (tempat
ukur) dan ketinggian datum. Pada banyak daerah beberapa data tersedia
menjangkau daerah yang sama, tapi mungkin datanya tidak akan selalu sama
kaerna ketidkasamaan data densitas. Kepedulian harus dilatih untuk memilih
sebuah data yang memiliki nilai2 keliru yang dihapus baik melalui program
penjaminan kualtias yang komprehensif ataupun penyaringan komponen2 yang
memiliki jumlah gelombang yang tinggi serta memiliki kualitas koresi terrain
paling tinggi.
Pada banyak kasus data yang ada memiliki nilai2 anomali pada situs2 observasi,
eliminasi kebutuhan akan setiap pemrosesan tambahan sebelum analisis nilai2
anomali. Secara umum, data anomali terdiri atas nilai2 anomali dari suatu titik
nilai2, yang menyediakan distrubis seragam terhadap nilai2 untuk kemudhana
dalam presentasi dan pemrosesan lebih lanjut. Kepedulian harus dilakuakn dalam
evaluasi interval grid dibandingkan dengan distribusi observasi original sehingga
masalah aliasing dapat diminimalkan. Dimana data gravitasi tersedia, survei
akutal di lapangan mungkin saja tidak diperlukan. Namun, pemeliharaan harus
dilakukan dalam penentuan penggunaan data2 yang tersedia dengan evaluasi
densitas dan keakruatan dari data yang untuk tujuan studi. Lebih lanjut, kepadatan
dan akurasi tinggi dari data yang dibutuhkan dalam banyak sruvei untuk studi
sumber dangkal terkait engineering, lingkungan dan beberapa studi sumber daya
energi dan mineral tidak tersedia untuk publik.

2.5.2 Fase Akuisisi Data

Dalam fase ini, survei seperti ang telah didesain dalam tahap perencanaan
diimplementasikan. Ini adalah hal yang umum jika rencana tidak lengkap pada
awal fase akuisisi data karena kekurungan informasi kondisi bawah permukaan
dan tanda2 gravity yang diantisipasi. Sebagai sebuah hasil awal perhitungna
lapangan dapat mengambil bentuk dalam sebuah uji untuk menentukan
karakteristik dari noise dan anomali2 regional dan anomali2 yang diinginkan
dalam studi. Evaluasi perhitungan2 ini, yangmana difasilitasi oleh reduksi data
real time dan analisis, digunakan untuk menentukan validitas dari rencana2 awal
dan membentuk basis untuk modifikasi dalam prosedur2.
Fase akuisisi data dalam perhitungan lapangan melibatkan observasi data gravity,
dan penempatan kembali situs perhitungan sebelumnya untuk menentukan variasi
waktu, atau drift, dari instrumen2. Prosedur2 survei lapangan yang terspesialisasi,
dokumentasi, dan fasilitas2 perekaman data, dan data serta informasi tambahan
diperlukan untuk melakukan survei di bawah air, bawah tanah, dan di kapal serta
pesawat. Dalam survei2 seperti itu, seperti pada survei di tanah, tahap akhir dalam
fase ini adalh untuk merekamn dan menyimpan data dalam format standar di
bentuk digital.

Saatpelaksanaan survei gravitasy sangat penting di mana sebuah survei gravity


akan dilakuka bersamaan dengan metode geofisika lainnya. Hal ini harus
dilakukan di awal dalam proses tersebut karena metodenya secara umum adalah
salah satu metode termahal dalam metode geofisika. Okeh karena itu, ini dapat
menghasilkan informasi berharga untuk menentukan target sehingga penggunaan
metode lainnya yang lebih mahal dan lama dapat dibuat menjadi lebih efektif.