Anda di halaman 1dari 15

Pra-Rancangan Pabrik Polietilen Tereftalat dari Asam Tereftalat dan Etilen Glikol

BAB III
DASAR PERANCANGAN

3.1 Kapasitas Produksi


Pabrik Polietilen Tereftalat (PET) direncanakan mulai beroperasi pada
tahun 2019 dengan kapasitas produksi sebesar 175.000 ton/tahun atau dua kali
lipat dari prediksi impor PET tahun 2019. Polietilen Tereftalat (PET) yang
diproduksi ini sebagian digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan
sebagian lagi untuk diekspor.

3.2 Kapasitas Minimum Pabrik Polietilen Tereftalat


Kebutuhan Indonesia terhadap produk turunan dari polyester cukup besar.
Dengan demikian, potensi pasar dalam negeri untuk Polietilen Tereftalat (PET) ini
sangat besar. Kapasitas pabrik yang akan didirikan harus berada di atas kapasitas
minimal atau paling tidak sama dengan pabrik yang sedang berjalan. Berikut data
pabrik polyester yang ada di Indonesia dan di dunia beserta data produksi per
tahunnya.
Tabel 3.1 Produksi Polietilen Tereftalat (PET) di Indonesia
Kapasitas Produksi
No. Perusahaan
(Ton)
1 PT. Gajah Tunggal Petrochemical 61.760
2 PT. Teijin Indonesia Fiber Corporation 56.250
3 PT. Panasia Indosyntec 50.400
4 PT. Sulindafin 33.840
5 PT. Indorama Synthetics 64.800
6 PT. Indonesia Toray Synthetics 19.000
7 PT. Polysindo Eka Perkasa 64.800
8 PT. Texmaco Taman Synthetics 22.600

Kelompok 2 / S.Genap / 2018-2019


By Checked Approved
Anton Ciaputra Anton Ciaputra
Dian Novita R. Dian Novita R.
Siti Rahmalia Siti Rahmalia
Pra-Rancangan Pabrik Polietilen Tereftalat dari Asam Tereftalat dan Etilen Glikol

9 PT. Polyfin Canggih 39.600


10 PT. Vastex Prima Indtustries 12.500
11 PT. Sunkyong Keris 67.200
12 PT. KOHAP Indonesia 49.000
13 PT. Central Filament 38.000
14 PT. Polyfibre Industry 29.600
Sumber : Dirjen Perindustrian Indonesia, 2016

Tabel 3.2 Produksi Polietilen Tereftalat (PET) di dunia


Kapasitas Produksi
No. Perusahaan Lokasi
(Ton/Tahun)
1 Octal Petrochemical Arab 150.000
2 Dhunseri Petrochemical India 175.000
3 Chepsa Petrochem Kanada 175.000
4 JBF Industries Amerika Serikat 50.000
(ICIS, 2014)
3.3 Spesifikasi Bahan Baku dan Produk
3.3.1 Asam Tereftalat (TPA)
AsamTereftalat (TPA) atau1,2-benzene dicarboxylic acid yang memiliki
rumus molekul C6H4(COOH)2 merupakan salah satu senyawa berupa kristal putih
yang dapat digunakan sebagai bahan baku dalam industri serat sintetis. Bahan ini
merupakan produk turunan dari para-xylene yang selanjutnya melalui proses
polimerisasi dengan ethylen glikol akan menghasilkan serat poliester (polyester
fiber) untuk keperluan industri tekstil. Hal inilah yang menjadikan konsumsi
terbesar TPA dilakukan oleh industri tekstil. Asam tereftalat merupakan bahan
baku pembuatan Polietilen Tereftalat (PET) yang digunakan pada industri serat
kain, tekstil, film dan recording tapes (Kirk Othmer, 1981)

Kelompok 2 / S.Genap / 2018-2019


By Checked Approved
Anton Ciaputra Anton Ciaputra
Dian Novita R. Dian Novita R.
Siti Rahmalia Siti Rahmalia
Pra-Rancangan Pabrik Polietilen Tereftalat dari Asam Tereftalat dan Etilen Glikol

Gambar 3.1 Struktur Kimia Asam Tereftalat.

Tabel 3.3 Sifat Fisika Kimia Asam Tereftalat


Asam Tereftalat
Rumus Molekul C6H4(COOH)2
Berat Molekul 166,13 g/mol
98,5% AT
Kemurnian
1,5% impuritas (logam katalis Co)
Ukuran 5-300 µm
Wujud Bubuk atau kristal
Warna Putih
Densitas 1,522 g/cm3
Titik lebur 427 oC
Titik didih 402oC
Air 1,7 g/ 100 mL (25 oC)
Kelarutan dalam solvent Metanol 0,1 g/ 100 mL (25 oC)
Asam asetat 1,3 g/ 100 mL (25 oC)
Kapasitas panas ,Cp 1.202 J/(kg.K)
Panas pembakaran ,∆Hc 3.223 kJ/mol (25 oC)
Panas penguapan, ∆Hv 57,3 kJ/mol (25 oC)
Panas pembentukan, Hf -816 kJ/mol (25 oC)
Tekanan uap 1,3 kPa (300 oC)
(Kirk Othmer, 1981)
Sifat-sifat Kimia dari Asam Tereftalat, sebagai berikut :
a. Bereaksi dengan ethylene glicol menghasilkan polyethylene terepthalate.
b. Bereaksi dengan metanol menghasilkan dimethyl terepthalate.
c. Dihasilkan dengan mengoksidasikan p-dimetil benzena.

Kelompok 2 / S.Genap / 2018-2019


By Checked Approved
Anton Ciaputra Anton Ciaputra
Dian Novita R. Dian Novita R.
Siti Rahmalia Siti Rahmalia
Pra-Rancangan Pabrik Polietilen Tereftalat dari Asam Tereftalat dan Etilen Glikol

d. Dihasilkan dengan mengoksidasikan p-xylenedengan menggunakan katalis


cobalt.
e. Dihasilkan dengan mereaksikan dipotassium terepthalate dengan asam sulfat.
(Kirk Othmer, 1981)
Asam tereftalat diproduksi dari oksidasi larutan asam nitrat dari p-xylene,
dan kedua perusahaan tersebut menggunakan teknologi yang sama. Versi dari
proses oksidasi asam nitrat, yang sudah lama tidak digunakan secara komersial,
termasuk penggunaan udara pada langkah pertama untuk mengurangi konsumsi
asam nitrat.
Meskipun dimetil tereftalat digunakan secara luas untuk produksi poli
(etilena tereftalat), penggunaan polimer kelas asam tereftalat menawarkan
keuntungan biaya yang berbeda untuk produsen. Secara khusus, proses poliester
yang didasarkan pada tereftalat harus dirancang untuk pemulihan metanol yang
merupakan produk samping esterifikasi. Proses yang dapat dibandingkan yang
didasarkan pada asam tidak memerlukan desain tersebut. Selain itu, asam
tereftalat memberikan hasil yang lebih tinggi dari poliester per kilogram dari
bahan awal, dan etilena glikol kurang dibutuhkan selama poliesterifikasi yang
mengurangi ukuran aliran daur ulang dan meningkatkan kualitas akhir polimer.
Polimer kelas asam tereftalat menjadi tersedia secara komersial dari
Amoco Chemicals Corporation, yang merupakan anak perusahaan dari
Perusahaan Minyak Standars dari Indiana, pada tahun 1965. Proses Amoco
didasarkan pada oksidasi p-xilena, tetapi unit pemurnian terpisah digunakan untuk
mencapai kemurnian produk yang dibutuhkan oleh produsen poliester. Meskipun
Amoco teknologi adalah yang paling populer, proses lain telah dikembangkan
(Kirk Othmer, 1981).
3.3.2 Etilen Glikol (EG)
Etilen (etena H2C=H2) dengan berat molekul 28,0536 merupakan
senyawa hidrokarbon olefinik yang paling ringan, cairan tidak berwarna, gas yang

Kelompok 2 / S.Genap / 2018-2019


By Checked Approved
Anton Ciaputra Anton Ciaputra
Dian Novita R. Dian Novita R.
Siti Rahmalia Siti Rahmalia
Pra-Rancangan Pabrik Polietilen Tereftalat dari Asam Tereftalat dan Etilen Glikol

mudah terbakar, berbau manis. Senyawa ini terdapat dalam gas alam, minyak
bumi kotor, atau deposit bahan bakar fosil lainnya. Namun etilen dapat juga
diperoleh dalam jumlah besar dari berbagai proses thermal dan katalitik suhu
tinggi dengan fraksi-fraksi gas alam dan minyak bumi sebagai bahan bakunya.

Gambar 3.2 Struktur Kimia Etilen Glikol


Etilen glikol atau yang disebut Monoetilen Glycol, dihasilkan dari reaksi
etilen oksida dengan air, merupakan agent antibeku yang digunakan pada mesin-
mesin, juga digunakan untuk bahan baku produksi Polietilen Tereftalat (PET) dan
sebagai cairan penukar panas. Etilen glikol ini merupakan senyawa organik yang
dapat menurunkan titik beku pelarutnya dengan mengganggu pembentukan
kristales pelarut. Etilen Glikol berupa cairan jenuh, tidak berwarna, tidak berbau,
berasa manis dan larut sempurna dalam air. Secara komersial, etilen glikol di
Indonesia digunakan sebagai bahanbaku industri polyester (tekstil) sebesar
97,34% (Pratiwi,2009).
Tabel 3.4 Sifat Fisika Kimia Etilen Glikol
Etilen Glikol
Rumus Molekul C2H4(OH)2
Berat Molekul 62,068 g/mol
Bentuk Cair
Bau Tidak berbau
Warna Tidak berwarna
Densitas 1,1132 g/cm3
Titik lebur -8,6 oC
Titik didih 198 oC
Titik nyala 111 oC (closed cup)
Viskositas 21 mPa.s (20 oC)
Autoignition Temperature 398oC

Kelompok 2 / S.Genap / 2018-2019


By Checked Approved
Anton Ciaputra Anton Ciaputra
Dian Novita R. Dian Novita R.
Siti Rahmalia Siti Rahmalia
Pra-Rancangan Pabrik Polietilen Tereftalat dari Asam Tereftalat dan Etilen Glikol

Upper flame limit 15,3 %V


Lower flame limit 3,2 %V
Index refractive 1,4318η20D
Panas penguapan, ∆Hv 52,24 kJ/mol (pada 101.3 kPa)
Panas pembakaran, ∆Hc 19,07 kJ/mol (pada 101.3 kPa)
Panas pembentukan, Hf -108,1 kkal/mol
Tegangan permukaan 48,4 dyne/cm (20 oC)
Suhu penguraian 200 – 250 oC
(MERCK, 2017)
Sifat-sifat kimia dari Etilen Glikol, sebagai berikut :
a. Bereaksi dengan ethylene glicol dengan menggunakan katalis antimon
trioksida menghasilkan polyethylene terepthalate.
b. Bereaksi dengan Carbonat menghasilkan ethylene carbonat dan metanol
c. Dihidrasi dengan menggunakan katalis asam menghasilkan 1,4-dioxane
d. Bereaksi dengan Methylamine menghasilkan N-methylmorpholin.
e. Bereaksi dengan keton dan aldehid menghasilkan 1,3-dioxolanes (cyclic
ketals dan acetals) dan air(Kirk Othmer, 1981).
Etilen Glikol (1,2-etandiol, HOCH2CH2OH) dengan berat molekul 62,07
merupakan senyawa diol yang simpel. Etilen Glikol berupa cairan tak berwarna,
dengan aroma yang manis. Senyawa ini higroskopis dan larut sempurna dalam
berbagai pelarut polar seperti air, alkohol, eter glikol, dan aseton. Sedikit larut
dalam pelarut nonpolar seperti benzene, toluene, dikloroetan, dan klorofom. Etilen
glikol sulit dikristalkan ketika dingin, dia berbentuk senyawa yang sangat kental.
3.3.3 Dimetil Tereftalat (DMT)
Dimetil tereftalat (DMT) adalah dimetil ester dari asam tereftalat (AT),
dengan rumus molekul C6H4(COOCH3)2. Berbentuk kristal dan larut dalam
kloroform, dioksan, metanol, etilen diklorid maupun pada senyawa organik lain.
(Kirk Othmer, 1981).

Kelompok 2 / S.Genap / 2018-2019


By Checked Approved
Anton Ciaputra Anton Ciaputra
Dian Novita R. Dian Novita R.
Siti Rahmalia Siti Rahmalia
Pra-Rancangan Pabrik Polietilen Tereftalat dari Asam Tereftalat dan Etilen Glikol

Gambar 3.3 Stuktur Kimia Dimetil Tereftalat.

Pada proses dimetil tereftalat (DMT) adalah proses esterifikasi asam


tereftalat (AT) dan metanol karena lebih sering dipakai dan lebih ekonomis serta
banyak dikembangkan secara komersial. Reaktor yang digunakan juga lebih
mudah dikontrol jika dibandingkan dengan proses yang lain. Adapun reaksi
esterifikasi sebagai berikut ini :

Gambar 3.4 Reaksi Esterifikasi Asam tereftalat dengan Metanol

Tabel 3.5 Sifat Fisika Kimia Dimetil Tereftalat


Dimetil Tereftalat
Rumus molekul C6H4(COOCH3)2
Berat molekul 194,18 g/gmol
Fase / Warna Kristal berwarna putih
94% DMT
Kemurnian 0,002% metanol
5,998% air
Ukuran 0,3-1,5 mm
Specific gravity (25oC) 1,283

Kelompok 2 / S.Genap / 2018-2019


By Checked Approved
Anton Ciaputra Anton Ciaputra
Dian Novita R. Dian Novita R.
Siti Rahmalia Siti Rahmalia
Pra-Rancangan Pabrik Polietilen Tereftalat dari Asam Tereftalat dan Etilen Glikol

Triple point 140,64 oC


Titik leleh 141 oC
Titik didih 284 oC
Kelarutan dalam 100 g metanol 1,0 g (25 oC)
Tekanan uap 1,3 kPa (148 oC)
(Kirk Othmer,1981)
Permintaan akan produk Dimetil Tereftalat setiap tahunnya cenderung
mengalami kenaikan. Kebutuhan Dimetil Tereftalat di Indonesia dapat dilihat dari
data import sebagai berikut.
3.3.4 Antimony Trioxide
Antimony trioxide adalah senyawa anorganik dengan rumus Sb2O3.
Senyawa ini merupakan senyawa antimon yang paling dibutuhkan secara
komersial. Pada tahun 2012, terdapat 130.000 ton antimon trioksida yang
diproduksi di seluruh dunia. Senyawa ini juga dapat ditemui di alam sebagai
mineral valentinit dan senarmontit. Seperti oksida polimerik lainnya, Sb2O3 larut
dalam larutan berair lewat proses hidrolisis.
Antimoni yang digunakan sebagai katalis PET dapat bermigrasi dari
plastik PET yang digunakan untuk mengemas minuman baik air mineral maupun
jus. Laju migrasi antimoni dipengaruhi beberapa faktor antara lain suhu, lama
penyimpanan, dan kondisi bahan pangan. Produsen minuman dalam kemasan
harus mempertimbangkan kondisi penyimpanan dan pengangkutan serta
mempertimbangkan memilih plastik yang tidak melepaskan antimoni (seperti
plastik yang dibuat dari titanium atau germanium (Shotyk dan Rachel, 2007;
Thiele 2004). Sifat fisika kimia dapat dilihat pada tabel berikut:

Kelompok 2 / S.Genap / 2018-2019


By Checked Approved
Anton Ciaputra Anton Ciaputra
Dian Novita R. Dian Novita R.
Siti Rahmalia Siti Rahmalia
Pra-Rancangan Pabrik Polietilen Tereftalat dari Asam Tereftalat dan Etilen Glikol

Tabel 3.6 Sifat Fisika Kimia Antimony Trioxide


Antimoni Trioksida
Rumus molekul Sb2O3
Berat molekul 291,52 g/mol
Wujud Padatan kristal berwarna putih
Densitas 5,2 g/cm3
Titik lebur 656 oC
Titik didih 1425 oC
Kelarutan dalam air 1,4 mg/100 ml (30 oC)
(Kirk Othmer,1981)
Sifat-sifat kimia katalis Antimoni Trioksida, yaitu :
a. Digunakan sebagai katalis pada reaksi pembentukan polyethylene terepthalate
dari terepthalate acid dan ethylene glycol.
b. Dihasilkan dari reaksi oksidasi antimon.
4Sb + 3O2 → 2Sb2O3
c. Bereaksi dengan asam klorida menghasilkan antimony trihloride dan air.
Sb2O3 + 6HCl → 2SbCl3+ 3H2O
d. Bereaksi dengan asam bromida menghasilkan antimony tribromide dan air.
Sb2O3 + 6HCl → 2SbCl3+ 3H2O
e. Bereaksi dengan asam klorida menghasilkan antimony oxychloride dan air.
Sb2O3 + 2HCl → 2SbOCl + H2O
(Kirk Othmer, 1981)
Katalis antimoni digunakan oleh lebih dari 90% produsen PET di seluruh
dunia. Antimoni tidak kompatibel dengan oksidator kuat, asam halogen, klorin
dan fluorin. Dalam artikel Montague-Jones (2010), menyatakan bahwa telah ada
studi yang menemukan bahwa asam organik adalah ekstraktor yang efisien bagi
antimoni. Sehingga Hansen dkk dari Universitas Copenhagen menguji hipotesis
apakah antimoni lebih banyak terdapat pada jus dalam kemasan PET dibanding
air mineral dalam kemasan PET. Salah satu hal yang mencolok dari studi ini

Kelompok 2 / S.Genap / 2018-2019


By Checked Approved
Anton Ciaputra Anton Ciaputra
Dian Novita R. Dian Novita R.
Siti Rahmalia Siti Rahmalia
Pra-Rancangan Pabrik Polietilen Tereftalat dari Asam Tereftalat dan Etilen Glikol

adalah jumlah antimoni yang terbanyak terdapat pada jus dengan kadar
karbohidrat tertinggi. Sehingga mereka menyimpulkan bahwa karbohidrat
mungkin membantu dalam pelepasan antimoni.
3.3.5 Polietilen Tereftalat (PET)
Polietilena tereftalat (disingkat PET, PETE atau dulu PETP, PET-P)
adalah suatu resin polimer plastik termoplast dari kelompok poliester. PET
banyak diproduksi dalam industri kimia dan digunakan dalam serat sintetis, botol
minuman dan wadah makanan, aplikasi thermoforming, dan dikombinasikan
dengan serat kaca dalam resin teknik. PET merupakan salah satu bahan mentah
terpenting dalam kerajinan tekstil (Kirk Othmer, 1981).

Gambar 3.5 Struktur Kimia Polietilen Tereftalat


Produksi polyester (polyethylene terepthalate) untuk serat-serat sintetis
menggunakan bahan baku Terepthalate Acid (TPA) dan Ethylene Glycol (EG).
Produksi serat polyester (polyethylene terepthalate) secara komersial dimulai pada
tahun 1944 di Inggris dengan nama dagang “Terylene” dan pada tahun 1953 di
Amerika Serikat (Dupont) dengan nama dagang “Dacron”.
Tabel 3.7 Sifat Fisika Kimia Polietilen Tereftalat
Polietilen Tereftalat
Rumus molekul C10H8O4
Densitas 1370 kg/m3
Modulus young 2800-3100 Mpa
Tensile strength 55-75 Mpa
Temperature glass 75 oC
Konduktivitas thermal 0,24 W/(m.K)
Titik lebur 260 oC

Kelompok 2 / S.Genap / 2018-2019


By Checked Approved
Anton Ciaputra Anton Ciaputra
Dian Novita R. Dian Novita R.
Siti Rahmalia Siti Rahmalia
Pra-Rancangan Pabrik Polietilen Tereftalat dari Asam Tereftalat dan Etilen Glikol

Panas spesifik 1,0 kJ/(kg.K)


Penyerapan air 0,16
Viskositas intrinstik 0.629 dl/g
(Kirk Othmer,1981)
Kebanyakan (sekitar 60%) dari produksi PET dunia digunakan dalam serat
sintetis, dan produksi botol mencapai 30% dari permintaan dunia. Dalam
penggunaannya di bidang tekstil, PET biasanya disebut dengan poliester saja.

3.4 Lokasi Pabrik


Penentuan lokasi pabrik sangat penting dalam menentukan keberhasilan
dan kelangsungan produksi pabrik tersebut. Pemilihan lokasi pabrik harus tepat
berdasarkan perhitungan biaya produksi dan distribusi yang minimal serta
pertimbangan sosiologi dan budaya masyarakat disekitar lokasi pabrik
(Timmerhause,2004).
Dalam studi penentuan lokasi pabrik dikenal tiga orientasi pendirian
pabrik, yaitu (raw material oriented, technology and human resources oriented,
dan market oriented). Studi kelayakan pendirian pabrik PET ini yang rencananya
akan berada di Indonesia khususnya di pulau Jawa. Alasannya mengingat fasilitas
pendukung (support facility) yang lebih banyak untuk mendukung operasional
pabrik dibandingkan dengan pulau-pulau lain di Indonesia.
Di Pulau Jawa, dipilih 4 lokasi yang kami anggap sesuai, yaitu:
1. Kota Cilegon di Provinsi Banten.
2. Kota Semarang di Propinsi Jawa Tengah.
3. Kota Cilacap di Provinsi Jawa Tengah.
4. Karawang di Provinsi Jawa Barat.
Dari keempat alternatif diatas, dipilih Cilegon sebagai tempat yang paling
sesuai untuk dijadikan lokasi pendirian pabrik. Adapun uraian yang mendukung
Cilegon sebagai tempat pendirian pabrik adalah sebagai berikut:

Kelompok 2 / S.Genap / 2018-2019


By Checked Approved
Anton Ciaputra Anton Ciaputra
Dian Novita R. Dian Novita R.
Siti Rahmalia Siti Rahmalia
Pra-Rancangan Pabrik Polietilen Tereftalat dari Asam Tereftalat dan Etilen Glikol

3.4.1 Ketersediaan Bahan Baku


Pemilihan lokasi pabrik Polietilen Tereftalat (PET) ini dipilih berdasarkan
raw material oriented. Yang menjadi pertimbangan adalah raw material yang
dibutuhkan berjumlah besar, karena pertimbangan biaya bahan baku yang lebih
mahal jika diimpor dari luar. Asam Tereftalat diperoleh dari PT. Pertamina
Tanjung Gerem, Banten. Etilen Glikol sendiri dapat diimpor melalui Pelabuhan
Merak, Banten atau dibuat sendiri dengan mendatangkan bahan baku pembuat
Etilen Glikol, yaitu Etilen dari PT.Chandra Asri Petrochemical, Cilegon.
Kedekatan pabrik ini dengan bahan baku akan memudahkan kinerja pabrik
sehingga proses produksi dapat berjalan dengan baik. Oleh karena pasaran yang
dituju adalah kebutuhan nasional dan melihat kedekatan pabrik dengan bahan
baku,hal ini menjadikan pabrik ini sebagai raw material oriented.
3.4.2 Lokasi Pemasaran
Letak pasar atau konsumen yaitu penempatan pabrik di dekat dengan
pelabuhan. Alasan yang mendasari pemilihan lokasi dekat dengan pelabuhan
adalah adanya kemudahan untuk distribusi produk ke konsumen, mengurangi
resiko kerusakan dalam pengangkutan apabila barang yang diproduksi tidak tahan
lama, biaya angkut mahal, khususnya untuk produksi jasa. Pelabuhan di kawasan
industri Cilegon memiliki sarana pelayaran nasional dan Internasional sehingga
dapat memperlancar distribusi produk. Selain itu, lokasi pemasaran cukup
strategis karena terletak pada dua akses jalan yaitu darat dan air. Karena jalur
yang dapat diakses baik darat dan air maka akan mempermudah pemasaran baik
impor maupun ekspor.
3.4.3 Ketersediaan Sarana Pendukung
Kawasan ini memiliki ketersediaan air untuk utilitas, tenaga listrik, dan
penyediaan bahan bakar. Kebutuhan air proses dapat dipenuhi dari air laut ( Sea Water
System ), genangan dan air sungai, terutama dipasok dari sungai. Penyediaan bahan
bakar berupa gas dan minyak untuk pembangkit mesin industri dapat dipasok dari

Kelompok 2 / S.Genap / 2018-2019


By Checked Approved
Anton Ciaputra Anton Ciaputra
Dian Novita R. Dian Novita R.
Siti Rahmalia Siti Rahmalia
Pra-Rancangan Pabrik Polietilen Tereftalat dari Asam Tereftalat dan Etilen Glikol

beberapa perusahaan minyak di PT. Pertamina RU IV Cilacap. Sedangkan sumber


listrik dapat dipenuhi dari PT. PLN Suralaya, satu-satunya perusahaan penyedia listrik
yang supply produksinya diperuntukkan ke perusahaan lingkungan Cilegon Industrial
Estate.
3.4.4 Akses Jalan
Akses jalan menuju lokasi pabrik ini dapat diakses melalui jalan darat
maupun air. Dengan adanya berbagai akses jalan ke lokasi pabrik tentu akan
mempermudah pengiriman bahan baku maupun produk kepada konsumen.
3.4.5 Sarana Transportasi
Sarana transportasi diperlukan untuk mengangkut bahan baku dan
memasarkan produk. Cilegon merupakan kota yang berada di tepi pantai yang
memiliki pelabuhan laut, terutama pelabuhan Merak di ujung Barat Kota Cilegon
dan pelabuhan lain khusus yang tersebar dan berbatasan dengan selat Sunda di
arah utara dan selatan Kota Cilegon (BPS, 2017), sehingga mempermudah
pengiriman bahan baku maupun produk. Sebagai kawasan industri yang cukup
besar di Indonesia, sarana transportasi, telekomunikasi dan prasarana penunjang
lainya di Cilegon sangat mendukung berdirinya industri-industri baru.
3.4.6 Iklim
Kota Cilegon merupakan kota dataran rendah dengan iklim tropika basah,
yaitu wilayah tropis beriklim panas tapi memiliki curah hujan cukup tinggi 33,20-
362,70 mm3/tahun yang terjadi antara Oktober – April (BPS, 2017). Provinsi
Banten didominasi oleh batuan cadas yang memiliki struktur keras, namun subur.
Formasi batuan endapan utama terdiri dari batuan sisa humus dan batuan pasir,
yang dicampur dengan lempung, namun pulau Jawa masuk dalam zona batas
lempang Eurasia dengan lempeng Australia sehingga potensial untuk terjadi
gempa, tetapi letaknya yang jauh diujung timur laut Pulau Jawa menyebabkan
daerah disekitar lokasi pabrik jarang terjadi bencana.

Kelompok 2 / S.Genap / 2018-2019


By Checked Approved
Anton Ciaputra Anton Ciaputra
Dian Novita R. Dian Novita R.
Siti Rahmalia Siti Rahmalia
Pra-Rancangan Pabrik Polietilen Tereftalat dari Asam Tereftalat dan Etilen Glikol

3.4.7 Kondisi Masyarakat


Kondisi masyarakat didaerah Cilegon cukup banyak yang dapat diambil
untuk bekerja di pabrik ini. Menurut data Badan Pusat Statistik jumlah penduduk
Kota Cilegon tahun 2017 adalah 418.705 jiwa, yang terdiri dari jumlah penduduk
laki-laki sebanyak 213.803 jiwa dan jumlah penduduk perempuan 204.902 jiwa.
Sedangkan jumlah angkatan kerja untuk usia produktif 15-49 tahun pada Agustus
2017 sejumlah 263.616 orang dengan tingkat pertumbuhan per tahun sebesar 8-
20%. Sehingga diperkirakan pada tahun 2018 dan 2019 jumlah angkatan kerja
mencapai lebih dari 300.000 jiwa. Tidak semua angkatan kerja ini dapat terserap,
karena tingkat pendidikannya yang tidak begitu tinggi (sebagian besar berada
pada tingkat pendidikan SLTA) (BPS, 2017). Luas wilayah Kota Cilegon terletak
pada posisi antara 5º52’24” - 6º04’07” Lintang Selatan dan 105º54’05” -
106º05’11” Bujur Timur. Kota Cilegon mempunyai luas 175,51 km2 dengan jarak
antara Kota Ciwaduk dengan Kota Cilegon adalah 5,80 km. Lokasi penempatan
pabrik yang akan dibangun dapat dilihat pada Gambar 3.6.

Gambar 3.6 Peta Lokasi Kota Cilegon, Banten, Indonesia

Kelompok 2 / S.Genap / 2018-2019


By Checked Approved
Anton Ciaputra Anton Ciaputra
Dian Novita R. Dian Novita R.
Siti Rahmalia Siti Rahmalia
Pra-Rancangan Pabrik Polietilen Tereftalat dari Asam Tereftalat dan Etilen Glikol

3.4.8 Kebijaksanaan pemerintah


Sesuai dengan kebijaksanaan pengembangan industri, pemerintah telah
menetapkan daerah Cilegon sebagai kawasan industri yang terbuka bagi investor
asing. Pemerintah sebagai fasilitator telah memberikan kemudahan dalam
perizinan, pajak dan hal-hal lain yang menyangkut teknis pelaksanaan pendirian
suatu pabrik.
3.4.9 Pertimbangan Aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Pekerja yang berurusan langsung dengan proses dan bahan kimia harus
diberi pelatihan K3. Pekerja harus dilengkapi dengan pakaian standar safety.
Sumber paparan kimia dan fisika harus diatur jaraknya atau diisolasi dari pekerja.

Kelompok 2 / S.Genap / 2018-2019


By Checked Approved
Anton Ciaputra Anton Ciaputra
Dian Novita R. Dian Novita R.
Siti Rahmalia Siti Rahmalia