Anda di halaman 1dari 13

Judul resume : Perkembangan dan permasalahan kurikulum dari waktu ke waktu,

termasuk K-13
Keperluan resume :Untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Problematika Biologi pada
pokok atau sub pokok pembahasan mengenai Perkembangan dan
permasalahan kurikulum dari waktu ke waktu, termasuk K-13
Nama penulis resume: Granitha Chandika Komsi / Offering C -170341864554
Tempat dan waktu penulisan resume: Malang, 31 Januari 2018

A. Perkembangan Kurikulum Darii Masa Ke Masa


Banyaknya perubahan yangg terjadi tentu saja ada kekurangan dalam implementasinya karena
kurangnya pengetahuan serta kemampuan guru dalam memahami tugas-tugas yangg harus di
laksanakan. Dengaan persepsi yangg berbeda diantara kompenen-kompenen pelaksana yaitu
kepala dinas, pengawasan, kepala sekolah, dan guru karena kurangnya kemampuan
menerjemahkan kurikulum ke dalam operasi pembelajaran.E. Mulyasa (2004:13) mengungkapkan
bahwa keberhasilan sebuah kurikulum melalui tahapan :
1. Adanya sosialisasi yangg menyeluruh
Penting sekali melakukan sebuah sosialisasi yangg sistematis pada setiap perubahan kurikulum
yangg terjadi dan penyebaran informasi tersebut tentu saja dimulai darii pemerintah yangg
ditujukan kepada seluruh warga sekolah, bahkan terhadap siswa dan orang tua. Kepala sekolah
harus mengambil peran penting dalam hal ini dengaan cara menghadirkan mereka yangg
mengerti dengaan perubahan kurikulum baru yang akan diterapkan.
2. Selalu menghadirkan lingkungan yangg kondusif
Sekolah sebagai sarana pendidikan haruslah menjadi tempat yangg kondusif, aman, nyaman
dan tertib. Dengaan menciptakan kondisi belajar yangg kondusif dapatt menjadi faktor pendukung
dan memberikan daya tarik sendiri bagi prose pembelajaran.
3. Selalu mengembangkan fasilitas dan sumber belajar
Fasilitas dan sumber belajar tentu akan membantu mempercepat proses tercapainya tujuan
kurikulum, fasilitas tersebut diantaranya laboratorium, pusat sumber belajar dan perpustakaan.
Pemberdayagunaan fasilitas dan sumber belajar dapatt meningkatkan aktivitas dan kreativitas
belajar siswa.
4. Selalu mengembangkan kemandirian sekolah
Mengembangkan kemandirian sekolah lebih identik dengaan mengembngakan
kemandirian kepala sekolah terutama dalam hal mengkoordinasikan, menggerakkan, dan
menyelaraskan semua sumber daya pendidikan yangg tersedia serta memberikan arahan dan
mengimplementasikan kurikulum baru.
5. Meluruskan paradigma (pola pikir) guru
Semua guru perlu diberikan sebuah pelatihan serta penataran khusus mengenai bagaimana
pelaksanaan kurikulum yangg baru tersebut. Kegiatan diadakan oleh semua pihak sekolah,
sehingga guru sebagai pihak yangg paling banayak menhabiskan waktu dikelas selama proses
pembelajaan lebih mengerti dan paham dengaan kurikulum.
6. Memberdayakan semua tenaga kependidikan
Manajemen tenaga kependidikan ialah pihak yangg paling bertanggung jawab untukk
menciptakan perubahan tersebut sehinnga semua berjalan secara efektif dan efesien demi
mencapai hasil yangg optimal.
Menurut Hamalik (2000: 19-23) pengembangan kurikulum harus berlandaskan pada faktor-
faktor :
1. Tujuan filsafat dan pendidikan nasional yangg dijadikan sebagai dasar untukk merumuskan
tujuan institusional.
2. Sosial budaya dan agama yangg berlaku dalam masyarakat.
3. Perkembangan peserta didik yangg menunujuk pada karakteristik perkembangan peserta didik.
4. Keadaan lingkungan dalam arti luas yangg meliputi lingkungan kebudayaan, hidup dan alam,
termasuk ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
5. Kebutuhan pembangunan mencakup kebutuhan pembangunan dibidang ekonomi,
kesejahteraan rakyat, hukum dan lain-lain.
6. Perkembangan ilmu pengetahuan, seni dan teknologi yanggs esuai dengaan sistem nilai
kemanusiaan budaya dan bangsa.

B. Kurikulum pada Masa Awal Kemerdekaan / Masa Orde Lama


Setelah kemerdekaan Republik Indonesia kurikulum yangg diterapkan sudah mengalami
beberapa pergantian yaitu :

1. Kurikulum 1947 (Rentjana pelajaran 1947)

Pada awal kemerdekaan istilah kurikulum dikenal dengaan leer plan. Dalam bahasa Belanda
artinya rencana pelajaran. Dalam kurikulum ini terdapatt dua hal pokok antara lain :

a. Daftar mata pelajaran dan jam pengajaran


b. Garis garis besar pengajaran

Bahwa kurikulum pada masa-masa ini di pengaruhi oleh sistem pendidikan kolonial Belanda
dan Jepang sehingga hanya meneruskan kurikulum yangg pernah digunakan oleh Belanda.
Rentjana pembelajaran 1947 boleh dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial
Belanda dan kurilkulum ini tujuannya tidak menekan pada pikiran, tetapi diutamakan ialah
pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat. Kemudian materi-materi pelajaran
sangat dekat dengaan kejadian sehari-hari perhatian terhadap kesenian, jasmani dan lain-lain.
Untukk kurikulum SD juga masih dipengaruhi kolonial Belanda dan Rencana pelajaran 1947 baru
dilaksanakan di sekolah-sekolah tahun 1950. Sebagian menyebutkan sejarah perkembangan
kurikulum diawali darii kurikulum 1950.

2 Kurikulum 1952 (Rentjana peladjaran Terurai 1952)


Pada tahun ini Mentri P dan K yangg pada waktu itu dijabat oleh Mr. Soewandi melakukan
usaha untukk mengubah sistem pendidikan dan pengajaran sehingga akan lebih sesuai dengaan
keinginan dan cita-cita bangsa indonesia pada saat itu. Maka kurikulum pada semua tingkat
pendidikan mengalami perubahan, sehingga diorientasikan kepada kepentingan kolonial diubah
dengaan kebutuhan bangsa yangg merdeka. Salah satu hasil darii panitia tersebut ialah
menyanggkut kurikulum (rencana pelajaran) pada setiap tingkat pendidikan harus memperhatikan
hal-hal berikut :

a. Pendidikan pikiran harus dikurangi


b. Isi pelajaran harus dihubungkan terhadap kesenian
c. Pendidikan watak
d. Pendidikan jasmani
e. Kewarganegaraan dan masyarakat

3. Kurikulum 1964 (Rentjana Peladjaran 1964)


Sesuai dengaan keputusan MPRS NO. II/MPRS/1960 telah dirumuskan mengenai manusia
sosialis Indonesia sebagai suatu bagian darii sosialisme indonesia yangg menjadi tujuan
pembangunan nasional yakni tata masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. (Tilaar,
1995 : 254). Maka pelaksaan keputusan tersebut di sekolah diimplementasikan kedalamkurikulum
yangg dapatt menjiwai keputusan MPRS. Melaui keputusan Presiden Republik Indonesia No. 145
tahun 1965 tentang Nama dan Rumusan Induk Sistem Pendidikan Nasional antara lain dirumuskan
mengenai pembinaan manusia Indonesia :

a. Manusia Indonesia baru yangg berjiwa Pancasila Manipol atau USDEK dan sanggup berjuang
untukk mencapai citacita tersebut.
b. Manpower yangg cukup untukk melaksanakan pembangunan.
c. Kepribadian kebudayaan nasional yangg luhur
d. Ilmu dan teknologi yangg tinggi
e. Pergerakan kekuatan rakyat dalam pembangunan dan revolusi

Dan sesuai ketetapan MPRS NO. II/MPRS/1960 maka pendidikan berfungsi sebagai :
a. Pendidikan sebagai pembina manusia indonesia baru yangg berakhlak tinggi
b. Pendidikan sebagai produsen tenaga kerja dalam semua bidang dan tingkatan
c. Pendidikan sebagai lembaga pengembangan ilmu pengetahuan teknik dan fisik
d. Pendidikan sebagai lembaga penggerak seluruh kekuatan rakyat.

Pada masa itu kurikulum 1960 ini memiliki kaitan yangg sangat erat dengaan situasi politik
di Indonesia pada zaman itu sehingga dirumuskan bahwa “pendidikan sebagai alat revolusi dalam
suasana mengharuskan pembantingan dalam segala bidang khususnya bidang pendidikan”.
(Tilaar, 1995 : 255)

C. Kurikulum Orde Baru


Macam kurikulum pada masa orde baru yaitu :
1. Kurikulum 1968
Kurikulum 1968 merupakan realisasi darii TAP MPRS No. XXVII/MPRS/1966, Bab
II pasal 2 ayat (3) berbunyi : “Pendidikan agama menjadi pelajaran di sekolah-sekolah mulai darii
sekolah dasar sampai dengaan universitas negeri.” Dengaan tujuan pendidikannya dirumuskan
dalam pasal 3 yangg berbunyi : “Membentuk manusia Pancasila sejati berdasarkan ketentuan-
ketentuan seperti yangg dikehendaki oleh Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan isi
Undang-Undang 1945.”
Pada kurikulum ini lebih menitik beratkan pada mempertinggi mental-moral-budi pekerti
dan memperkuat keyakinan beragama, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, membina atau
mengembangkan fisik yangg kuat dan sehat, sebagaimana tercantum dalam pasal 4 yangg
berbunyi :
“Untukk mencapai dasar dan tujuan, maka isi pendidikan ialah sebagai berikut :
a. Mempertinggi mental moral budi pekerti dan memperkuat keyakinan agama
b. Mempertinggi kecerdasan dan keterampilan
c. Membina/mengembangkan fisik yangg kuat dan sehat.”
Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964, yaitu dilakukannya
perubahan struktur kurikulum darii Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila,
pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kurikulum 1968 sebagai perwujudan darii perubahan
orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
Pada prinsipnya, kelahiran kurikulum 1968 sangatlah bersifat politis : mengganti Rencana
Pendidikan 1964 yangg dicitrakan sebagai produk Orde Lama, dengaan tujuannya pada
pembentukan manusia Pancasila sejati.
2. Kurikulum 1975
a. Sejak Tahun 1969 di Negara Indonesia telah banyak perubahan yangg terjadi sebagai akibat
lajunya pembangunan nasional, yangg mempunyai dampak baru terhadap program pendidikan
nasional. Hal-hal yangg mempengaruhi program maupun kebijaksanaan pemerintah yangg
menyebabkan pembaharuan itu ialah :
b. Selama Pelita I, yangg dimulai pada tahun 1969, telah banyak timbul gagasan baru tentang
pelaksanaan sistem pendidikan nasional.
c. Adanya kebijaksanaan pemerintah di bidang pendidikan nasional yangg digariskan dalam
GBHN yangg antara lain berbunyi : “Mengejar ketinggalan di bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi untukk mempercepat lajunya pembangunan.
d. Adanya hasil analisis dan penilaian pendidikan nasional oleh Departemen Pendidikan dan
Kebudayaaan mendorong pemerintah untukk meninjau kebijaksanaan pendidikan nasional.
e. Adanya inovasi dalam system belajar-mengajar yangg dianggap lebih efisien dan efektif yangg
telah memasuki dunia pendidikan Indonesia.
f. Keluhan masyarakat tentang mutu lulusan pendidikan untukk meninjau sistem yangg kini
sedang berlaku.
2) Pada Kurikulum 1968, hal-hal yangg merupakan faktor kebijaksanaan pemerintah yangg
berkembang dalam rangka pembangunan nasional tersebut belum diperhitungkan, sehingga
diperlukan peninjauan terhadap Kurikulum 1968 tersebut agar sesuai dengaan tuntutan masyarakat
yangg sedang membangun. Atas dasar petimbangan tersebut maka dibentuklah kurikulum tahun
1975 sebagai upaya untukk mewujudkan strategi pembangunan di bawah pemerintahan orde baru
dengaan program Pelita dan Repelita.
b. Prinsip Pelaksanaan Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 sebagai pengganti kurikulum 1968 menggunakan prinsip-prinsip di
antaranya sebagai berikut :
1. Berorientasi pada tujuan. Dalam hal ini pemerintah merumuskan tujuan-tujuan yangg harus
dikuasai oleh siswa yangg lebih dikenal dengaan khirarki tujuan pendidikan, yangg meliputi :
tujuan pendidikan nasional, tujuan institusional, tujuan kurikuler, tujuan instruksional umum
dan tujuan instruksional khusus.
2. Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan
yangg menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yangg lebih integratif.
3. Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu.
4. Menganut pendekatan sistem instruksional yangg dikenal dengaan Prosedur Pengembangan
Sistem Instruksional (PPSI). Sistem yangg senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan
yangg spesifik, dapatt diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa.
5. Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengaan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-
jawab) dan latihan (Drill). Pembelajaran lebih banyak menggunaan teori Behaviorisme, yakni
memandang keberhasilan dalam belajar ditentukan oleh lingkungan dengaan stimulus darii
luar, dalam hal ini sekolah dan guru.
c. Komponen Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 memuat ketentuan dan pedoman yangg meliputi unsur-unsur :
a. Tujuan institusional.
b. Struktur Program Kurikulum.
c. Garis-Garis Besar Program Pengajaran
d. Sistem Penyajian dengaan Pendekatan PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional).
e. Sistem Penilaian
f. Sistem Bimbingan dan Penyuluhan
g. Supervisi dan Administrasi
Kelemahan Kurikulum 1975
Kelemahan yangg terdapatt dalam kurikulum 1975 ialah
1. Pada kurikulum ini diberlakukan sistem sentralistik yangg menganggap bahwa para guru di
sekolah- sekolah sampai ke daerah- daerah terpencil mengerti dengaan sendirinya tujuan
kurikulum
2. Tidak meratanya informasi, sehingga setiap adanya pembaruan pendidikan, pemerintah tidak
mengikutsertakan guru sejak awal, bahkan guru hanya dianggap subjek dan bukanlah objek
darii proses pembelajaran tersebut
3. Dengaan digunakannya sistem instruksional, maka dalam tiap mata pelajaran, diberikan tujuan
kurikulum, dan tiap bahasan, diberikan pula tujuan instruksional bagi guru dan siswa apa yangg
harus dicapai. Jadi dalam pengajaran sudah ditentukan tujuan-tujuan yangg setelah proses
belajar yangg harus dicapai oleh siswa. Dan hal ini mengakibatkan bahan ajar tidak dapatt
berkembang
4. Proses belajar ditentukan terlebih dahulu oleh pembuat kebijakan tentang output yangg ingin
dihasilkan
5. Siswa dan guru akan cenderung lebih pasif dalam proses belajar mengajar
3. Kurikulum 1984
Ciri-ciri Kurikulum 1984
1. Kurikulum 1984 memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Berorientasi kepada tujuan instruksional.
Didasari oleh pandangan bahwa pemberian pengalaman belajar kepada siswa dalam waktu
belajar yangg sangat terbatas di sekolah harus benar-benar fungsional dan efektif. Oleh karena
itu, sebelum memilih atau menentukan bahan ajar, yangg pertama harus dirumuskan ialah
tujuan apa yangg harus dicapai siswa.
2. Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa aktif (CBSA).
CBSA ialah pendekatan pengajaran yangg memberikan kesempatan kepada siswa untukk aktif
terlibat secara fisik, mental, intelektual, dan emosional dengaan harapan siswa memperoleh
pengalaman belajar secara maksimal, baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor.
3. Materi pelajaran dikemas dengaan nenggunakan pendekatan spiral. Spiral ialah pendekatan
yangg digunakan dalam pengemasan bahan ajar berdasarkan kedalaman dan keluasan materi
pelajaran. Semakin tinggi kelas dan jenjang sekolah, semakin dalam dan luas materi pelajaran
yangg diberikan.
4. Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. Konsep-konsep yangg
dipelajari siswa harus didasarkan kepada pengertian, baru kemudian diberikan latihan setelah
mengerti. Untukk menunjang pengertian alat peraga sebagai media digunakan untukk
membantu siswa memahami konsep yangg dipelajarinya.
5. Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan siswa. Pemberian materi
pelajaran berdasarkan tingkat kematangan mental siswa dan penyajian pada jenjang sekolah
dasar harus melalui pendekatan konkret, semikonkret, semiabstrak, dan abstrak dengaan
menggunakan pendekatan induktif darii contoh-contoh ke kesimpulan. Darii yangg mudah
menuju ke sukar dan darii sederhana menuju ke kompleks.
6. Menggunakan pendekatan keterampilan proses. Keterampilan proses ialah pendekatan belajar-
mengajar yangg memberi tekanan kepada proses pembentukkan keterampilan memperoleh
pengetahuan dan mengkomunikasikan perolehannya. Pendekatan keterampilan proses
diupayakan dilakukan secara efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pelajaran.
c. Kelemahan Kurikulum 1984
Kurikulum 1984 memiliki kelemahan-kelemahan yaitu:
 Diberlakukannya sistem sentralistik sehingga memerlukan penyesuaian-penyesuaian di
daerah
 Pada masa itu, adanya keterbatasan dana yangg menjadi alasan klasikal dalam pelaksanaan
kurikulum tersebut
 Seringnya didapatti kompetensi guru yangg tidak sesuai dengaan yangg semestinya
 Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa aktif
(CBSA)

4. Kurikulum 1994
a. Latar Belakang
Adapun yangg menjadi latar belakang diberlakukanya kurikulum 1994 ialah sebagai berikut :
1. Bahwa sesuai dengaan Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan upaya untukk
mencerdaskan kehidupan bangsa serta agar pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan
satu sistem pengajaran nasional yangg diatur dengaan Undang-Undang.
2. Bahwa untukk mewujudkan pembangunan nasional di bidang pendidikan, diperlukan
peningkatan dan penyempurnaan pentelenggaraan pendidikan nasional, yangg disesuaikan
dengaan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian, perkembangan
masyarakat, serta kebutuhan pembangunan.
3. Dengaan berlakunya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem
Pendidikan Nasional maka Kurikulum Sekolah Menengah Umum perlu disesuaikan dengaan
peraturan perundang-undangan tersebut.

b. Pokok Kurikulum 1994


Terdapatt ciri-ciri yangg menonjol darii pemberlakuan kurikulum 1994, di antaranya sebagai
berikut :
1. Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengaan sistem caturwulan.
2. Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yangg cukup padat (berorientasi
kepada materi pelajaran/isi)
3. Kurikulum 1994 bersifat populis, yaitu yangg memberlakukan satu sistem kurikulum untukk
semua siswa di seluruh Indonesia. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yangg
khusus dapatt mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengaan lingkungan dan
kebutuhan masyarakat sekitar.
4. Dalam pelaksanaan kegiatan, guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yangg
melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, dan sosial. Dalam
mengaktifkan siswa guru dapatt memberikan bentuk soal yangg mengarah kepada jawaban
konvergen, divergen (terbuka, dimungkinkan lebih darii satu jawaban), dan penyelidikan.
5. Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengaan kekhasan
konsep/pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa, sehingga diharapkan akan terdapatt
keserasian antara pengajaran yangg menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran
yangg menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah.
6. Pengajaran darii hal yangg konkrit ke hal yangg abstrak, darii hal yangg mudah ke hal yangg
sulit, dan darii hal yangg sederhana ke hal yangg komplek.
7. Pengulangan-pengulangan materi yangg dianggap sulit perlu dilakukan untukk pemantapan
pemahaman siswa.

D. Kurikulum Masa Reformasi


1. Kurikulum 2004 kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
Kurikulum 1994 yangg dilengkapi dengaan kurikulum suplemen 1998, masih dirasakan
kurang, untukk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Setelah berjalannya Kurikulum 1994,
Kalau dilihat darii hasil ebtanas, memang hasilnya sangat tidak memuaskan. pergantian kekuasaan
kembali terjadi, dan kurikulum pun kembali berubah. Dan mulai tahun 2004 lahirlah kurikulum
baru dengaan nama Kurikulum Berbasis Kompetensi ( KBK ) diterapkan di Indonesia. Lahir
sebagai respon darii tuntutan reformasi, diantaranya UU No 2 1999 tentang pemerintahan daerah,
UU No 25 tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan propinsi sebagai daerah
otonom, dam Tap MPR No IV/MPR/1999 tentang arah kebijakan pendidikan nasional.

KBK ini mencakup beberapa kompetensi dan seperangkat tujuan pembelajaran yangg harus
dicapai siswa. Dan kegiatan pembelajaran pun diarahkan untukk membantu siswa mengyasai
kompetensi – kompetensi agar tujuan pembelajaran tercapai. Depdiknas mengemukakan
katakteristik KBK ialah sebagai berikut:

a. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa yangg baik secara individual maupun
klasikal.
b. Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman
c. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode bervariasi
d. Sumber belajar bukam hanya guru tetapi juga sumber belajar lainnya yangg memenuhi unsur
edukatif
e. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian
suatu kompetensi.
f. Kebijakan tentang KBK sebagai sebuah Sistem Kurikulum Nasional, KBK terdiri darii dua
buah bagian penting yangg mencakup:

Beberapa keunggulan KBK dibandingkan kurikulum 1994 ialah.


a. KBK yangg dikedepankan Penguasaan materi Hasil dan kompetenasiParadigma pembelajaran
versi UNESCO: learning to know,learning to do, learning to live together, dan learning to be.
b. Silabus ditentukan secara seragam, peran serta guru dan siswa dalam proses pembelajaran,
silabus menjadi kewenagan guru.
c. Jumlah jam pelajaran 40 jam per minggu 32 jam perminggu, tetapi jumlah mata pelajaran
belum bisa dikurangi.
d. Metode pembelajaran Keterampilan proses dengaan melahirkan metode pembelajaran
PAKEM dan CTL,
e. Sistem penilaian Lebih menitik beratkan pada aspek kognitif, penilaian memadukan
keseimbangan kognitif, psikomotorik, dan afektif, dengaan penekanan penilaian berbasis
kelas.
f. KBK memiliki empat komponen, yaitu kurikulum dan hasil belajar (KHB), penilaian berbasis
kelas (PBK), kegiatan belajar mengajar (KBM), dan pengelolaan kurikulum berbasis sekolah
(PKBS). KHB berisi tentang perencaan pengembangan kompetensi siswa yangg perlu dicapai
secara keseluruhan sejak lahir sampai usia 18 tahun. PBK ialah melakukan penilaian secara
seimbang di tiga ranah, dengaan menggunakan instrumen tes dan non tes, yangg berupa
portofolio, produk, kinerja, dan pencil test. KBM diarahkan pada kegiatan aktif siswa dala
membangun makna atau pemahaman, guru tidak bertindak sebagai satu-satunya sumber
belajar, tetapi sebagai motivator yangg dapatt menciptakan suasana yangg memungkinkan
siswa dapatt belajar secara penuh dan optimal.

2. KURIKULUM 2006 ( KTSP )


Kurikulum tingkat satuan Pendidikan ( KTSP ) ini disusun untukk menjalankan amanah yangg
tercantum dalam Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem
Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia No 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan. Otonomi penyelenggaraan pendidikan tersebut pada gilirannya
berimplikasi pada perubahan sistem menejemen pendidikan darii pola sentralisasi ke disentralisasi
dalam pengelolaan pndidikan, dimana guru memiliki otoritas dalam mngmbangkan kurikulum
secara bebas dngan mmperhatikan karaktristik siswa dan lingkungan disekolah masing – masing.
Pada prinsipnya, KTSP merupakan bagian yangg tidak terpisahkan darii SI, namun
pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengaan kebutuhan sekolah itu sendiri.
KTSP terdiri darii tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum
tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Pelaksanaan KTSP mengacu pada
Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL. ditetapkan oleh kepala
sekolah setelah memperhatikan pertimbangan darii komite sekolah. Dengaan kata lain,
pemberlakuan KTSP sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, dalam arti tidak ada intervensi darii
Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional. Penyusunan KTSP selain melibatkan
guru dan karyawan juga melibatkan komite sekolah serta bila perlu para ahli darii perguruan tinggi
setempat. Dengaan keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan KTSP maka KTSP yangg
disusun akan sesuai dengaan aspirasi masyarakat, situasi dan kondisi lingkungan dan kebutuhan
masyarakat. Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP ialah.

a. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam


Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam
mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumberdaya yangg tersedia.
b. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum
melalui pengambilan keputusan bersama.
c. Meningkatkan kompetisi yangg sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan
yangg akan dicapai.
3. Kurikulum 2013
Menteri Pendidikan dan kebudayaan, Prof.Ir. Muhammad Nuh, DEA mengatakan
bahwaKurikulum 2013 ini lebih ditekankan pada kompetensi dengaan pemikiran kompetensi
berbasis sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan
faktor-faktor sebagai berikut:

a. Tantangan Internal
Tantangan internal antara lain terkait dengaan kondisi pendidikan dikaitkan dengaan tuntutan
pendidikan yangg mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yangg meliputi
standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan,
standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian
pendidikan.

b. Tantangan Eksternal
Tantangan eksternal antara lain terkait dengaan arus globalisasi dan berbagai isu yangg terkait
dengaan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri
kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional.

Adapun ciri kurikulum 2013 yangg paling mendasar ialah:


a. Menuntut pengetahuan Guru dalam berpengetahuan dan mencari tahu pengetahuan sebanyak-
banyaknya karena siswa zaman sekarang telah mudah mencari informasi dengaan bebas
melalui perkembangan teknologi dan informasi.
b. Siswa lebih didorong untukk memiliki tanggung jawab kepada lingkungan, kemampuan
interpersonal, antar personal, maupun memiliki kemampuan berpikir kritis.
c. Memiliki tujuan agar terbentuknya genenrasi produktif, kreatif, inovativ, dan avektif.
d. Khusus tingkat SD, pendekatan tematik integrative memberi kesempatan siswa untukk
mengenal dan memahami suatu tema dalam berbagai pelajaran.
Kurikulum 2013 dirancang dengaan karakteristik sebagai berikut:
a. mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin
tahu, kreativitas, kerja sama dengaan kemampuan intelektual dan psikomotorik;
b. sekolah merupakan bagian darii masyarakat yangg memberikan pengalaman belajar terencana
dimana peserta didik menerapkan apa yangg dipelajari di sekolah ke masyarakat dan
memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar;
c. mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai
situasi di sekolah dan masyarakat;
d. memberi waktu yangg cukup leluasa untukk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan
keterampilan;
e. kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yangg dirinci lebih lanjut dalam
kompetensi dasar matapelajaran;
f. kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar,
dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untukk mencapai
kompetensi yangg dinyatakan dalam kompetensi inti;
g. kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat
(reinforced) dan memperkaya (enriched) antarmatapelajaran dan jenjang pendidikan
(organisasi horizontal dan vertikal).

Tujuan Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 bertujuan untukk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki


kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yangg beriman, produktif, kreatif, inovatif,
dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan
peradaban dunia.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Muhammad. 1997. Pengembangan Kurikulum. Bandung : Pustaka Setia,
Imas . berlin, sani . 2014. Implementasi Kurikulum 2013 konsep dan penerapan. Surabaya : Kata Pena
Sujanto, Bedjo. 2007. Mengorek Kegelisahan Guru. Jakarta :Sagung Seto Kurnia
KRITERIA PENILAIAN RESUME
MATAKULIAH PROBLEMATIKA BIOLOGI
SEMESTER GENAP 2017-2018

Penilaian
No. Elemen Skor Maks
Teman Dosen
I. IdentitasResume
1 Judul resume 5 5
2 Keperluan ditulis nya resume 2 2
3 Nama penulis resume 2 2
4 Tempat dan waktu penulisan resume 1 1

II. Bagian Teks Utama Resume


5  Topik-topik relevan dengan materi yang dikaji 15 15
 Berisi pokok-pokok pikiran penting yang 20 20
berkaitan dengan materi yang dikaji
 Pokok-pokok pikiran dieksplor dari banyak 20 15
sumber (> 5 sumber buku atau artikel)
 Gambar/diagram/foto yang disertakan dilengkapi 15 15
dengan penjelasan yang sesuai dengan materi
yang dikaji
 Memunculkan pertanyaan-pertanyaan konvergen 20 20

Jumlah Skor Maksimal 100 95

Malang, 31 Januari 2018


Penilai

Allvanialista Ikalor