Anda di halaman 1dari 7

RANCANG BANGUN ALAT PENJERNIH AIR YANG TERCEMAR LOGAM

BERAT Fe, Cu, Zn DALAM SKALA LABORATORIUM

Andi Syahputra, Sugianto, Riad Syech

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau
Kampus Bina Widya Pekanbaru, 28293, Indonesia
Andisyahputra_08@yahoo.com

ABSTRACT

A research on design and construction of purification equipment of water contaminated


by heavy metals Fe, Cu, and Zn was carried out. The equipment was utilized to purify
water sample of Siak River at a distance of 1m from the PT. RICRY of rubber industry
in Pekanbaru. Analysis was performed by using Atomic Absorption Spectrophotometer
(AAS). The analysis results showed that the concentration of Cu, Fe and Zn before
filtration process sequentially were 0.3809 ppm, 0.0051 ppm, and -0.0012 ppm. After
being filtered twice showed an absorption percentage for type I sieve (with carbon) on
the heavy metals sequentially were Fe 75%, Zn 14.29% and Cu 10.78%. Sieve type II
(without carbon) absorption percentage of each heavy metal were Fe 59.5%, Zn 7.75%,
and Cu 0.0%, while the water discharge at the sieve type I (with carbon) obtained an
average water discharge of 0.164 645 x 10-2 m3/s, and the sieve type II (without carbon)
of 0.17838 x 10-2 m3/s. Based on the result the sieve type I with carbon has a better
result for water purification treatment.

Keywords: Atomic Absorption Spectrophotometer, heavy metals, Fe, Cu, Zn

ABSTRAK

Telah dilakukan pembuatan rancang bangun alat penjernihan air yang tercemar logam
berat Fe, Cu, Zn. Eksperimen diawali dengan mengambil sampel air Sungai Siak pada
jarak 1m dari industri pabrik karet PT. RICRY di Pekanbaru. Setelah itu dilakukan
analisa dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA), hasil analisa
sebelum penyaringan menunjukkan bahwa konsentrasi Cu, Fe dan Zn berturut-turut
yakni 0,3809 ppm, 0,0051 ppm, dan -0,0012 ppm. Setelah disaring sebanyak dua kali
diperoleh persentase penyerapan pada saringan tipe I dengan (menggunakan karbon)
pada masing-masing logam berat yakni Fe sebesar 75 %, Zn sebesar 14,29 % dan Cu
sebesar 10,78 %. Saringan tipe II (tanpa menggunakan karbon) persentase penyerapan
pada masing-masing logam berat yaitu Fe sebesar 59,5 %, Zn sebesar 7,75 %, dan Cu
sebesar 0,0 %, sedangkan debit air pada saringan tipe I (menggunakan karbon)
diperoleh debit air rata-rata sebasar 0,164645 x 10-2 m3/det, dan pada saringan II (tanpa
menggunakan karbon) sebesar 0,17838 x 10-2 m3/det. Dari data dapat disimpulkan
bahwa hasil penyerapan saringan tipe I (menggunakan karbon) lebih bagus digunakan
untuk pengolahan air dibandingkan saringan tipe II (tanpa menggunakan karbon).

JOM FMIPA Volume 2 No. 1 Februari 2015 86


Kata kunci: Logam berat, (Fe), (Cu), (Zn), Spektrofotometer serapan atom (SSA)

PENDAHULUAN berada dalam makanan. Manusia bisa


bertahan hidup 2 - 3 minggu tanpa
Air adalah unsur yang tidak dapat makan, tetapi hanya 2 - 3 hari tanpa
dipisahkan dari kehidupan makhluk minum (Suripin, 2002)
hidup ( manusia, hewan, tumbuh – Pencemaran air khususnya di
tumbuhan ). Dapat dipastikan tanpa perairan yang merupakan sumber air
pengembangan sumber daya air secara adalah suatu perubahan sifat fisika,
konsisten peradaban manusia tidak akan kimia dan biologi yang tidak
mencapai tingkat yang dinikmati sampai dikehendaki pada ekosistem perairan
saat ini. Oleh karena itu pengembangan yang akan menimbulkan kerugian pada
dan pengolahan sumber daya air sumber kehidupan, proses industri.
merupakan dasar peradaban manusia Pencemaran ini disebabkan karena
(Sunaryo, 2005). limbah industri maupun limbah rumah
Banyaknya masyarakat yang tangga yang bersifat racun, seperti
memanfaatkan air yang kualitasnya disekitar perairan sungai Siak banyak
kurang baik, akan mengakibatkan aktivitas industri yang pembuangan
berbagai penyakit sepeti, muntaber, limbahnya langsung ke sungai, begitu
diare, kolera, tipus, dan lain - lain. Air pula dengan limbah rumah tangga
yang berkualitas kurang baik dalam penduduk Kota Pekanbaru yang
jangka panjang dapat mengakibatkan dialirkan melalui parit-parit juga ikut
penyakit keropos tulang, korosi gigi, serta menyumbang pencemarannya ke
anemia dan kerusakan ginjal. Ini terjadi sungai, sehingga untuk mendapatkan air
karena adanya logam – logam berat bersih yang tersedia di alam diperlukan
yang bersifat toksik (racun) yang suatu peralatan yang sederhana maupun
terlarut dalam air tersebut (Sutrisno, modern untuk mendapatkan air bersih
1987). untuk dikonsumsi, seperti penyaringan
Salah satu faktor penting air sederhana yang bahan – bahannya
penggunaan air dalam kehidupan sehari- mudah di dapat dan terjangkau atau
hari adalah untuk kebutuhan air tersedia di alam. Jenis logam berat Fe,
minum. Air bersih merupakan air yang Cu, Zn, Mn, Co adalah logam berat
harus bebas dari mikroorganisme esensial yaitu dalam jumlah tertentu
penyebab penyakit dan bahan-bahan sangat dibutuhkan dalam tubuh, namun
kimia yang dapat merugikan kesehatan dalam jumlah yang berlebihan akan
manusia maupun makhluk hidup menjadi racun dalam tubuh. Mengetahui
lainnya. Air merupakan zat kehidupan, sudah tercemar atau tidak maka perlu
di mana tidak ada satupun makhluk diteliti dengan menggunakan
hidup di bumi ini yang tidak Spektrofotometer Serapan Atom (SSA).
membutuhkan air. Hasil penelitian Saringan atau penjernih air adalah suatu
menunjukkan bahwa 65 - 75% dari alat yang dirancang untuk menjernihkan
berat manusia terdiri dari air. Menurut air. Banyak cara digunakan yaitu
ilmu kesehatan setiap orang dengan menggunakan tawas, biji kelor,
memerlukan air minum sebanyak 2,5 - 3 dan saringan. Saringan sederhana dapat
liter setiap hari termasuk air yang dibuat menggunakan cadas, tanah liat

JOM FMIPA Volume 2 No. 1 Februari 2015 87


dan saringan bambu tetapi cara
pembuatannya susah dan debit air dari Merancang Alat Penyaringan
Pengancuran arang dan
pengayakan arang
hasil penyaringan kecil. Saringan dari
bambu, walaupun bambu mudah
didapat tetapi butuh keahlian khusus Pengambilan Sampel
untuk membuatnya. Merujuk dari hal
diatas, maka dirancang suatu peralatan
Mengukur konsentrasi logam berat air sebelum
yang sederhana dalam rangka disaring menggunakan (SAA)
meningkatkan kualitas air dengan
membuat peralatan saringan
Penyaringan air setelah pengukuran konsentrasi
penjernihan air yang terbuat dari pasir, logam berat
ijuk, kerikil, arang tempurung kelapa
dan batu koral yang disusun secara
berlapis. Alat ini dapat digunakan oleh Mengukur konsentrasi logam berat air setelah
disaring menggunakan (SSA)
penduduk karena tidak membutuhkan
biaya yang mahal dan perawatannya
juga tidak rumit, sehingga air yang Pengolahan data dan analisa kelayakan saringan
berdasarkan konsentrasi yang didapat dan
dihasilkan lebih jernih, bersih dan dapat diperoleh
digunakan untuk kebutuhan sehari-hari

METODE PENELITIAN Kesimpulan

Penelitian ini dilakukan dengan


melakukan eksperimen dan untuk Gambar 1. Diagram Alir Penelitian
mendapatkan konsentrasi logam
beratnya digunakan spektrofotometer Alat dan bahan yang digunakan
serapan atom ( SSA ). Alat penjernih air dalam penelitian ini adalah :
yang digunakan pada penelitian ini 1. Air yang tercemar (Air Sungai
berbasis teknologi (IPTEK) tepat Siak) sebagai sampel untuk
guna.Teknologi tepat guna adalah diteliti.
teknologi yang cocok dengan kebutuhan 2. Pasir untuk menghilangkan
masyarakat sehingga bisa dimanfaatkan, kekeruhan pada air.
biasanya dipakai sebagai istilah untuk 3. Ijuk untuk menghilangkan
teknologi yang tidak terlalu mahal, tidak kandungan lumpur atau tanah
perlu perawatan yang rumit, dan dalam sampel.
penggunaannya ditujukan bagi 4. Arang tempurung kelapa untuk
masyarakat yang kurang mampu secara menghilangkan bau, warna dan
ekonomi. Alat penjernih air ini logam berat yang terlarut dalam
berbentuk slinder dengan diameter 20 sampel.
cm dan tinggi 1 m terbuat dari bahan 5. Kerikil untuk menyerap
agkrilit yang mudah didapat, dimnana kandungan lumpur atau penyaring
alat tersebut diisi dengan bahan yang kotoran halus.
dapat disaring dan terdiri dari pasir, 6. Tanah liat mampu membantuk
ijuk, kerikil, arang tempurung kelapa, suspensi koloid saat didispersikan
batu koral, tanah liat. dalam air, dua buah drum dengan
tinggi 1 m, dan diameter 20 cm

JOM FMIPA Volume 2 No. 1 Februari 2015 88


sebagai tempat untuk bahan Siak yakni Besi (Fe) sebesar 0,3809
penyaringan, dua buah kran ppm, Seng (Zn ) -0,0012 ppm, Tembaga
berfungsi mengalirkan air ke (Cu) 0,0051 ppm. Konsentrasi logam
ember penampungan, Stopwatc berat Zn bernilai negatif disebabkan
sebagai penghitung waktu, empat beberapa faktor yaitu, karena
buah botol ukuran 150 ml untuk konsentrasi larutan standar yang
tempat air sebelum dan sesudah diberikan pada sampel lebih besar dari
disaring, satu buah drigen untuk pada konsentrasi sampel air sungai siak
tempat sampel air. dan kemungkinan konsentrasinya sangat
kecil, sehingga harus memakai alat
Sampel diambil dari air permukaan ukuran ppb untuk melihat konsentrasi
Sungai Siak dekat pembuangan pabrik yang sangat kecil (Mary dan Suryani,
karet PT. RICRY yang dialirkan ke 2012).
perairan dengan koordinat 0032ꞌ35.40ꞌꞌ
Utara 101024ꞌ08.20ꞌꞌ Selatan. a. Kandungan Logam Berat pada
Pengambilan sampel menggunakan Sampel sebelum Proses
sampan pada hari Jum’at tanggal 28 Penyaringan
Februari 2014 pada pukul 15.00 WIB.
Gambar 3 menunjukkan Hasil
HASIL DAN PEMBAHASAN pengukuran (SSA) pada sampel air
sebelum disaring. Hasil pengukuran
kandungan logam berat air sungai siak
dengan menggunakan alat Spektroskopi
Serapan Atom (SSA) sebelum proses
penyaringan dapat diperoleh konsentrasi
sampel air Sungai Siak yakni Besi ( Fe )
sebesar 0,3809 ppm, Seng (Zn) -0,0012
ppm, Tembaga (Cu) 0,0051 ppm.
0,45
0,4 0,3809
0,35
Konsentrasi (ppm)

0,3
Gambar 2. Alat Penyaringan Air 0,25
0,2
Alat tersebut dibuat diuji tentang 0,15
analisis penjernihan air sebelum dan 0,1
sesudah disaring dengan tipe 1 0,05 0,0051
menggunakan karbon dan tidak 0
menggunakan karbon dengan -0,05 Besi ( Fe ) -0,0012
Seng ( Zn ) Tembaga (
menggunakan alat sprektrometri Cu )
serapan atom (SSA). Jenis logam berat
Pengukuran kandungan logam berat
air sungai siak dengan menggunakan Gambar 3. Hasil pengukuran
alat Spektroskopi Serapan Atom (SSA) (SSA) pada
sebelum proses penyaringan dapat sampel air
diperoleh konsentrasi sampel air Sungai sebelum disaring

JOM FMIPA Volume 2 No. 1 Februari 2015 89


0,85
b. Kandungan Logam Berat pada 0,845
0,845
Sampel Sesudah Proses

Volume ( 10-2 m3 )
Penyaringan 0,84
0,835
Berdasarkan Gambar 4 dibawah 0,83
dapat dilihat bahwa debit yang 0,83
dihasilkan sangat dipengaruhi oleh 0,825
permeabilitas semakin kecil rongga
0,82
media yang digunakan, maka semakin 4,65 4,74
kecil juga alirannya, dan Q rata – rata
pada alat penyaringan I lebih kecil dari Waktu (detik)
pada Q rata – rata alat penyaringan II
disebabakan karena pada alat
penyaringan II tanpa menggunakan
karbon. Gambar 5. Grafik hubungan waktu (t)
terhadap volume (v) pada
0,172 0,17037 alat saringan II tanpa
0,17 menggunakan karbon
0,168
Debit ( 10-2 m3 )

0,166
0,164 PEMBAHASAN DARI SEMUA
0,162 HASIL
0,16 0,15892
0,158 Hasil pengukuran rata-rata
0,156 persentase penyerapan logam berat
0,154 pada sampel alat penyaringan I dan
0,152 penyaringan II dapat dilihat pada
5,4 5,38 Gambar 6.
Waktu (detik)

Gambar 4. Grafik hubungan waktu (t)


terhadap debit (Q) pada
alat saringan I dengan
menggunakan karbon

JOM FMIPA Volume 2 No. 1 Februari 2015 90


. 70
80 75 59,5

Persentase penyerapan ( % )
60
70 50
Persentase penyerapan ( % )

60 40
50 30

40 20
7,75
30 10
0
0
20 14,29
10,78 Besi (Fe) Seng (Zn) Tembaga
10 (Cu)
Logam Berat
0
Besi (Fe) Seng (Zn) Tembaga Gambar 7. Grafik hubungan antara
(Cu) jenis logam berat
Logam Berat dengan persentase
penyerapan pada alat
Gambar 6. Grafik hubungan antara saringan II tanpa
jenis logam berat menggunakan karbon.
dengan persentase
penyerapan pada alat Berdasarkan hasil persentase
saringan I dengan penyerapan logam berat pada alat
menggunakan karbon. penyaringan I menggunakan karbon dan
alat penyaringan II tanpa menggunakan
Gambar 6 menunjukkan bahwa alat karbon, maka dapat diperoleh gambar
penyaringan I menggunakan karbon grafik persentase penyerapan pada
konsentrasi penyerapan logam besi (Fe) kedua alat tersebut pada Gambar 8.
sebesar 75 %, (Zn) seng 14,29 %, dan
(Cu) tembaga 10,78 %. Persentase 80 75
persentase penyerapan (%)

penyerapan logam berat besi (Fe) lebih 70 59,5


60
tinggi dibandingkan logam berat seng 50
(Zn) dan tembaga (Cu), karena porositas 40
30 14,29
Fe lebih besar dari media saringan. 20 7,75 10,78
10 0
Gambar 7 alat penyaringan II tanpa 0
menggunakan karbon konsentrasi
penyerapan logam besi (Fe) sebesar
59,5 %, seng (Zn) 7,75 %, dan tembaga
(Cu) 0,0 %. Porositas setiap media juga
mempengaruhi hasil penyerapan logam jenis logam berat
berat pada sampel, sehingga ketika air
disaring tidak semua logam terserap
tetapi masih ada yang lolos melalui Gambar 8. Persentase penyerapan
celah – celah pada media. logam berat pada alat
saringan tipe I
menggunakan karbon

JOM FMIPA Volume 2 No. 1 Februari 2015 91


dan tipe II tanpa menggunakan karbon, untuk logam
menggunakan karbon berat Fe sebesar 59,5 %, Zn sebesar
7,75 % dan Cu sebesar 0 %.
Gambar 8 konsentrasi logam berat (Fe) 4. Alat penyaringan I yang
yang menggunakan karbon lebih besar menggunakan karbon lebih bagus
dibandingkan dengan konsentrasi logam dari alat penyaringan II yang tidak
besi (Fe) tanpa menggunakan karbon, menggunakan karbon, karena
hal ini karena karbon mempengaruhi karbon sangat mempengaruhi dalam
besar konsentrsi logam. Karbon penelitian ini.
mempunyai fungsi untuk
menghilangkan bau, warna dan logam
berat yang terlarut dalam sampel. DAFTAR PUSTAKA
Perbedaan ini tidak hanya dipengaruhi
oleh karbon, bisa juga dipengaruhi oleh Salintung, S dan Suryani, S. 2012. Studi
beberapa alasan seperti dipengaruhi Pengolahan Air melalui filter
ukuran butiran logam berat, ukuran Pasir Kuarsa(Studi Kasus
porisitas pada media yang digunakan Suangi Malimpung), Skripsi
lebih besar dari media saringan, Jurusan Teknik Sipil Fakultas
sehingga dapat meloloskan logam berat Teknik, Unhas. Makasar.
dari media penyaringan. Persentase
logam berat Cu pada saringan II tanpa Sunaryo,2005. Penjernihan air
menggunakan karbon sangat kecil yakni sederhana.
sebesar 0,0 %, hal ini dipengaruhi Suripin.2002.faktor penggunaan air
beberapa faktor seperti ukuran butiran bersih.Yogyakarta:Andi Offset
Zn lbih kecil dari porositas media.
Sutrisno, C.T dan Suciastuti. 1987.
Teknologi Penyediaan Air
KESIMPULAN Bersih. Jakarta: RinekaCipta.

Berdasarkan hasil dan pembahasan


dapat disimpulkan bahwa :
1. Hasil pengukuran debit air pada
saringan I menggunakan karbon
sebesar 0,17037 x 10-2m3/det, dan
0,15892 x 10-2m3/det. Sedangkan
pada alat saringan II tanpa karbon
didapat hasil pengukurannya
-2 3
0,17849 x 10 m /det, dan 0,17827
x 10-2 m3/det.
2. Persentase penyerapan rata-rata
pada alat saringan tipe I dengan
menggunakan karbon, untuk logam
berat Fe sebesar 75 %, Zn sebesar
14,29% dan Cu sebesar 10,78 %.
3. Persentase penyerapan rata-rata
pada alat saringan tipe II tanpa

JOM FMIPA Volume 2 No. 1 Februari 2015 92

Beri Nilai