Anda di halaman 1dari 6

1.

Distorsi pada kompleks oktahedral


Suatu kompleks oktahedral misalnya [MF6]3- belum tentu keenam ikatan M-F yang ada
memiliki panjang yang sama. Hal ini disebabkan oleh adanya distorsi yang mungkin terjadi
pada kompleks tersebut. Ada dua macam distorsi yang dapat terjadi pada kompleks
oktahedral yaitu distorsi tetragonal dan distorsi trigonal.
a. Distorsi tetragonal
Pada kompleks otahedral apabila dua ligan yang berposisi trans (misalkan 2 ligan searah
dengan sumbu z) dijauhkan atau didekatkan terhadap atom pusat maka kompleks yang ada
dikatakan mengalami distorsi tetragonal.

Distorsi ini disebut distorsi teragonal karena adanyta tidak mengubah luas
bujursangkar atau tetragonal yang terbentuk dari 4 ligan yang terletak pada sumbu x dan
sumbu y. Distorsi ini akan merubah simetri dari kompleks yang ada yaitu dari kelompok
titik Oh ke kelompok titik D4h dengan tingkat simetris pada Oh lebih tinggi dibandingkan
pada D4h.

Pada umunya distorsi ini adalah tidak menguntungkan karena akan mengurangi
senergi ikatan yang ada, akan tetapi pada situasi tertentu distorsi ini justru
menguntungkan.distorsi tetragonal lebih dikenal sebagai distorsi jahn-teller. Teorema Jahn-
Teller menyatakan bahwa untuk molekul non linier pada keadaan elektronik yang
degenerat, suatu distorsi harus timbul untuk menghasilkan sistem dengan energi yang
lebih rendah, dan tingkat degenerasinya berkurang. Andaikan ligan pada arah z
mengalami distorsi tetragonal maka diagram tingkat energi orbital d akan mengalami
perubahan.

Akibat distorsi ini orbital t2g dan orbital eg akan mengalami pemisahan lebih lanjut.
Apabila ligan z keluar maka tolakan antara elektron-elektron dari ligan dengan elektron-
elektron dari ion pusat (yang menempati orbital-orbital d yang mengandung komponenz
seperti dxz, dyz, dan dz2) akan berkurang. Berkurangnya gaya tolak tersebut menyebabkan
terjadinya penstabilan atau penurunan tingkat energi dari orbital-orbital tersebut, sebaliknya
orbital-orbital d yang tidak memiliki komponen z yaitu orbital dxy dan dx2 –y2, akan
mengalami pentidakstabilan dan tingkat energinya meningkat. Hal ini mengakibatkan
terjadinya pemisahan orbital t2g dan eg lebih lanjut seperti pada gambar (a). Apabila ligan z
masuk maka akan terjadi keadaan sebaliknya sehingga diperoleh diagram tingkat energi
orbital-orbital d seperti pada gambar (b).

Distorsi Jahn-Teller terjadi untuk ion pusat dengan d1, d2, d4, d5, d7, dan d9, pada
kompelks oktahedral dengan medan kuat dan ion pusat dengan d1 distorsi melalui ligan z ke
dalam memberikan penstabilan sebesar –2/3δ2 sedangkan distorsi melalui ligan z keluar akan
memberikan penstabilan sebesar –1/3δ2. Dengan demikian untuk ion pusat dengan d1 distorsi
melalui ligan z ke dalam adalah lebih menguntungkan dibandingkan distorsi melalui ligan z
keluar karena penstabilannya lebih besar. Untuk kompleks oktahedral distorsi Jahn-Teller
pada berbagai dn ditunjkan dengan tabel dibawah ini.

Tabel 4.3. Distorsi Jahn-Teller kompleks oktahedral untuk berbagai harga dn

Medan Kuat Medan Lemah


Konfigurasi Distorsi Energi Konfigurasi Distorsi Energi
dn dn
electron ligan z penstabilan elektron ligan z penstabilan

d1 t2g1eg0 Ke dalam –2/3δ2 d1 t2g1eg0 Ke dalam –2/3δ2

d2 t2g2eg0 Ke luar –2/3δ2 d2 t2g2eg0 Ke luar –2/3δ2

d4 t2g4eg0 Ke dalam –2/3δ2 d4 t2g3eg1 Ke dalam/ –1/2δ1


ke luar

Ke dalam
d 5
t2g eg0
5
Ke laur –2/3δ2 d5
t2g eg2
4
–2/3δ2
ke luar

d7 t2g6eg1 Ke luar/ –1/2δ1 d7 t2g5eg2 –2/3δ2

Ke dalam
Ke dalam/
ke luar
d9 t2g6eg3 Ke dalam/ –1/2δ1 d9 t2g6eg3 –1/2δ1
ke luar
Apabila 2 ligan pada sumbu z menjauhi atom pusat searah dengan +z dan –z maka
tolakan antara elektron dari ligan ke elektron dari atom pusat yang menempati orbital d yang
mengandung komponen z akan berkurang,sehingga mengalami penstabilan/penurunan tingkat
energi dan sebaliknya.hal ini mengakibatkan terjadinya pemisahan orbital t2g dan orbital eg.

Diagram tingkat energi orbital d atom pusat pada kompleks oktahedral yang
mengalami distorsi jahn-teller. z out terjadi pada saat 2 ligan pada sumbu z menjauhi atom
pusat sedangkan z in terjadi pada saat2 ligan pada sumbu z mendekati atom pusat.

Spektrum absorbsi ion [Ti(H2O)6]3+ ditunjukan pada gambar 6. Sebagai akibat dari
pemisahan orbital t2g dan eg maka absorbsi tersebut muncul sebagai suatu shoulder akibat
superposisi dua puncak absorbsi dari dua transisi dengan panjang gelombang yang kecil
perbedaannya. Pada ion lain misalnya [CoF6]3- dengan ion pusat Co3+ (d6) transisi terjadi dari
orbital dxy ke orbital dx2-y2 dan orbital dz2 mirip dengan transisi pada ion [Ti(H2O)6]3+. Kedua
transisi tersebut muncul sebagai dua puncak yang terpisah karena terjadi dengan dua panjang
gelombang yang perbedaannya cukup besar.

Pada waktu terjadi distorsi tetragonal ada kemungkinan terjadi distorsi dengan
kekuatan yang berbeda sehingga dua ikatan yang terlertak pada sumbu z memliki panjang
yang berbeda sehingga dua ikatan yang terletak pada sumbu z memeiliki panjan g yang
berbeda pula.Distorsi tetragonal dengan dua ligan pada sumbu z menjauhi atom pusat sampai
jarak tak terhingga akan menghasilkan kompleks bujur sangkar.
b. Distorsi trigonal (trigonal distortion)
Pada distorsi ini terjadi perpanjangan atau pemendekan jarak antara dua bidang sejajar
dari suatu oktahedral melalui sumbu C3 yang melewati pusat dari dua bidang.distorsi ini
menghasilkan kompleks dengan struktur antiprisma trigonal.akibat distorsi ini terjadi
oenurunan tingkat simetri kompleks.

Struktur antiprisma trigonsl teramati pada kristal torium(II)iodida.dalam


kritstal torium(II) iodida. Ion torium(II) di koordinasi oleh enam ion idodia, dalam
kristal ThI2 separuh dari ion torium dikoordinasi oleh ion iodida dengan struktur
antiprisma trigonal sedangkan separuh ion torium sisanya dikoordinasi oleh enam ion
iodida dengan struktur prisma trigonal.
c. Distorsi pelintir
Pada oktahedral normal dua segitiga yang sejajar yag merupakan dua muka oktahedral
adalah berlawanan arah dengan sudut pelintir sebesar 60°

Pada saat terjadi distorsi pelintir salah satu segitiga misalnya yang bawah terpelintir dengan
sudut pelintir setelah distorsi besarnya adalah nol sampai kurang dari enampuluh derajat. Senyawa
kompleks tris(cis-1,2-difeniletena-1,2-ditiolato-S.S’)renium merupakan salah satu senyawa kompleks
dengan struktur prisma trigonal dengan sudut 0 derajat sampai 60 derajat.

Kesimpulan : Suatu kompleks oktahedral misalnya [MF6]3- belum tentu keenam ikatan M-F
yang ada memiliki panjang yang sama. Hal ini disebabkan oleh adanya distorsi yang mungkin
terjadi pada kompleks tersebut. Ada dua macam distorsi yang dapat terjadi pada kompleks
oktahedral yaitu distorsi tetragonal(Distorsi ini akan merubah simetri dari kompleks yang
ada) dan distorsi trigonal(Pada distorsi ini terjadi perpanjangan atau pemendekan jarak antara
dua bidang sejajar dari suatu oktahedral)