Anda di halaman 1dari 2

Permasalahan yang terjadi adalah tentang semangat kerja karyawan SKM (Sigaret Kretek Mesin)

Unit.V PT. Gudang Garam, Tbk. Kurangnya perhatian yang diberikan kepada perusahaan berupa
pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia telah berdampak pada peningkatan semangat kerja
karyawan. Pelatihan yang diadakan perusahaan terbukti positif. Hal ini membuktikan bahwa
karyawan yang mengikuti pelatihan mendapat perhatian dari perusahaan, dimana karyawan merasa
bahwa perusahaan tersebut menerapkan pelatihan karyawan melihat aset perusahaan. Selain itu,
karyawan juga merasa bahwa kehadirannya di perusahaan tidak hanya sebagai pekerja, namun
karyawan menilai bahwa perusahaan juga harus memperhatikan kepentingan karyawan yang
bersangkutan.

Landasan Teoritis :

1. Semangat Kerja

Handoko (2000) semangat kerja karyawan akan tercermin dari karyawan yang selalu menunjukkan
sikap dan tingkah laku mau bekerja dengan sungguh-sungguh, adanya kesenangan yang mendalam
dalam melakukan pekerjaan, adanya kemauan untuk bekerjasama dan merasa puas dalam
melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. Semangat kerja karyawan tersebut merupakan suatu
sikap mental karyawan untuk bekerjasama dengan lebih giat dan konsekwen, yang harus diwujudkan
dalam bentuk disiplin sehingga dapat tercapai hasil kerja yang maksimal.

2. Pelatihan dan Pengembangan

Siagian (2001) menyebutkan istilah pengembangan (development) berbeda penger-tiannya dengan


pelatihan (training). Pengertian ini menekankan bahwa pengembangan meru-pakan suatu proses
pendidikan jangka panjang bagi para karyawan manajerial untuk mempe-roleh penguasaan konsep-
konsep abstrak dan teoritis secara sistematis. Sedangkan pelatihan adalah suatu proses pendidikan
jangka pendek bagi para karyawan operasional untuk mempe-roleh keterampilan tehnis operasional
secara sistematis. Dengan kata lain, dalam pengem-bangan diperlukan banyak conceptual skills
daripada technical skills sedangkan dalam pelatihan lebih diperlukan technical skills daripada
conceptual skills Pelatihan tidak ha-nya membawa pengaruh bagi peningkatan efisiensi dan
efektifitas kerja, namun pelatihan yang dilaksanakan perusahaan diharapkan dapat memberikan
manfaat dalam mening-katkan semangat kerja karyawan.
3. Kinerja Karyawan

Dessler (2009) berpendapat : Kinerja (prestasi kerja) karyawan adalah prestasi aktual karyawan
dibandingkan dengan prestasi yang diharapkan dari karyawan. Prestasi kerja yang diharapkan adalah
prestasi standar yang disusun sebagai acuan sehingga dapat melihat kinerja karyawan sesuai dengan
posisinya dibandingkan dengan standar yang dibuat. Selain itu dapat juga dilihat kinerja dari
karyawan tersebut terhadap karyawan lainnya.