Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

PENDIDIKAN KRAKTER

“Membiasakan Perilaku Patriotisme”

OLEH

KELOMPOK 8

JAMALUDIN MAHU

(150302222)

SAFIA RAHAKBAU

(1603………..)

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

AMBON

2018
KATA PENGANTAR

Bismillahhirrahmanirrahim

Assalammualaikum Wr.Wb

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang masih memberi kita nikmat dan
karunianya sehingga kita selalu dalam keadaan sehat wal’afiat hingga saat ini.

Alhamdulillah, pada kesempatan ini kami dapat menyelesaikan makalah Pendidikan


krakter tentang “Membiasakan Perilaku Patriotisme”. Makalah ini disusun dengan tujuan
untuk menginformasikan bagi pembacanya tentang proses Membiasakan Perilaku Patriotisme.

Semoga makalah yang kami susun ini dapat bermanfaat bagi pembacanya. Akan tetapi
dari pembuatan makalah ini pasti ada kekurangan atau ketidakpasan tentang masalah yang kami
bahas dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami harap agar semua pihak dapat memakluminya
serta dapat memberikan kritik dan sarannya. Sekian dan terima kasih.

Wassalammualaikum Wr.Wb.
DAFTAR ISI

Cover……………………………………………………………………………….

Kata Penagantar…………………………………………………………………...

Daftar Isi…………………………………………………………………………...

BAB I.Pendahuluan……………………………………………………………….

A. Latar Belakang………………………………………………………….
B. Rumusan Masalah………………………………………………………
C. Tujuan …………………………………………………………………..

BAB II. Pembahasan………………………………………………………………

A. Perilaku Patriotisme…………………………………………………….
B. Nilai Cinta Tanah Air Dan Bernegara…………………………………
BAB III. Penutup………………………………………………………………….

A. Kesimpulan……………………………………………………………....

Daftar Pustaka……………………………………………………………………..
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dewasa ini terjadi penurunan jiwa patriotisme di kalangan generasi penerus bangsa. Hal
ini dapat tercermin jelas dari sikap siswa-siswi terdidik dalam mengikuti tata upacara
bendera, sebagai perserta seharusnya mereka menyimak dan memperhatikan dengan
seksama agar memperoleh suatu arti perjuangan dan pengorbanan yang telah diberikan oleh
pahlawan bangsa.Jiwa Patriotisme harus tertanam sejak dini sehingga membentuk suatu
karakter generasi penerus bangsa yang cinta dan menghargai tanah air, sebagai generasi
penerus bangsa kita sadar tidak cukup hanya menghargai jasa-jasa pahlawan namun kitapun
harus mengemban tugas sebagai penerus bangsa yaitu melanjutkan perjuangan
bangsa.Mencoba menelisikan lebih dalam pelaksanaan tata upacara bendera saat ini berjalan
sudah cukup baik namun masih terdapat kekurangan pada perserta, petugas upacara dan
sarana prasarana.

Indikator yang nampak ialah tidak khitmatnya pelaksanaan upacara bendera karena
peserta menyibukan diri sendiri dengan berbagai perilaku untuk menghilangkan rasa jenuh
dan lelah. Petugas upacara terlihat kurang serius dalam membawakan tugasnya dan tidak
bisa mengefisienkan waktu. Selain itu, sarana prasana yang digunakan dalam upacara
bendera kurang menunjang seperti : tiang bendera, pengeras suara dan tempat yang
digunakan dalam upacara.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai
berikut.
1. Apakah yang dimaksud dengan patriotisme?
2. Sikap-sikap patriotisme
3. Faktor apa saja yang menyebabkan penurunan jiwa patriotisme pada kalangan
generasi penerus bangsa?
4. Cara meningkatkan rasa cinta tanah air / jiwa patriotis Negara Indonesia ?
5. Bagaiman Tata Upacara sebagai contoh patriotisme ?

C. Tujuan Penelitian

Sejalan dengan rumusan masalah di atas, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan
untuk mengetahui dan mendeskripsikan:
1. Pengertian patriotism
2. Sikap-sikap patriotism dan manfaat
3. Faktor penyebab terjadinya penurunan jiwa patriotisme pada kalangan generasi
penerus bangsa;
4. Cara meningkatkan rasa cinta tanah air / jiwa patriotis Negara Indonesia;
5. Peran tata upacara bendera, hal-hal yang harus dibenahi dan solusi upacara
untuksemakin menumbuhkan jiwa patriotis.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Perilaku Patriotisme
1. Pengertian Patriotisme
Patriotisme adalah sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi
bangsa dan negara. Patriotisme berasal dari kata “patriot” dan “isme” yang berarti sifat
kepahlawanan atau jiwa pahlawan, atau “heroism” dan “patriotism” dalam bahasa
Inggris. Pengorbanan ini dapat berupa pengorbanan harta benda maupun jiwa
raga.Patriotisme juga merupakan suatu kebajikan yang benar-benar fitri (fitrah manusia)
dan mempunyai tempat didalam kehidupan moral manusia. Perasaan taat setia merupakan
senjata mental yang cukup kuat untuk mempertahankan negara.

Patriotisme adalah semangat dan jiwa yang dimiliki oleh seseorang untuk
berkorban / rela berkorban demi nusa bangsa atau Negara.Beberapa tokoh seperti Blank
(2003) & Schmidt (2003) melalui studi mereka mendukung pendapat bahwa patriotisme
tidak sama dengan nasionalisme. Nasionalisme lebih bernuansa dominasi, superioritas
atas kelompok bangsa lain. Tingkat nasionalisme suatu kelompok atau bangsa,
ditekankan pada adanya perasaan "lebih" atas bangsa lain .

Dibandingkan dengan nasionalisme, patriotisme lebih berbicara akan cinta dan


loyalitas. Patriotisme memiliki beberapa dimensi dengan berbagai istilah, namun Staub
(1997) membagi patriotisme dalam dua bagian yakni blind dan constructive patriotism
(patriotisme buta dan patriotisme konstruktif). Sementara Bar-Tal (1997) menyisipkan
conventional patriotism diantaranya.Patriotisme berasal dari kata Patriot, yang artinya
adalah: pecinta dan pembela tanah air. Sedangkan Patriotisme maksudnya adalah
semangat cinta tanah air. Pengertian Patriotisme adalah sikap Untuk selalu mencintai atau
membela tanah air, seorang pejuang sejati, pejuang bangsa yang mempunyai semangat,
sikap dan perilaku cinta tanah air, dimana ia sudi mengorbankan segala-galanya bahkan
jiwa sekalipun demi kemajuan, kejayaan dan kemakmuran tanah air. Untuk memahami
arti patriotisme, Coba kita cermati nukilan naskah pidato Bung Karno pada peringatan
hari proklamasi 17 Agustus 1951 berikut ini :“…. Saudara-saudara … hal `kemakmuran’
dan `keadilan sosial’ ini cita cita kita bukan cita-cita yang kecil. Manakala Revolusi
Perancis, misalnya, adalah revolusi untuk membuka pintu buat kapitalisme dan
imperialisme, maka revolusi kita adalah justru untuk menjauhi kapitalisme dan
imperialisme. Tetapi seperti sudah puluhan, ratusan kali saya katakan: Revolusi bukan
sekedar kejadian sehari bukan sekedar satu evenement; revolusi adalah suatu proses,
suatu proses destruktif dan konstruktif yang gegap-gempitanya kadang-kadang memakan
waktu puluhan tahun. Proses destruktif kita boleh dikatakan sudah selesai, proses
konstruktif kita, sekarang baru mulai. Dan ketahuilah, proses konstruktif ini memakan
banyak waktu dan banyak pekerjaan. Ya, banyak pekerjaan! Banyak pemerasan tenaga
dan pembantingan tulang! Banyak keringat! Adakah di dalam sejarah tercatat suatu
bangsa menjadi bangsa yang besar dan makmur zonder (tanpa) banyak mencucurkan
keringat? Tempo hari saya membaca tulisan seorang bangsa asing yang mengatakan
bahwa “mempelajari sejarah adalah tiada guna.” “History is bunk”, demikian katanya.
Tetapi saya berkata: justru dari menelaah sejarah itulah kita dapat menemukan
beberapa hukum pasti yang menguasai kehidupan bangsa-bangsa. Salah satu daripada
hukum-hukum itu ialah tidak ada kebesaran dan kemakmuran yang jatuh begitu saja dari
langit. Hanya bangsa yang mau bekerjalah menjadi bangsa yang makmur. Hukum ini
berlaku buat segala zaman, buat segala tempat, buat segala warna kulit, buat segala
agama atau ideologi. Ideologi yang mengatakan bahwa bisa datang kemakmuran zonder
kerja adalah ideologi yang bohong!

Bila kita mempunyai jiwa rela berkorban demi tanah air dan bangsa, bangga
sebagai bangsa Indonesia dan menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan
pribadi berarti dalam dada kita telah tertanam patriotisme.

 Patriotisme Pemuda
Patriotisme pemuda Indonesia telah memiliki peranan penting dalam mengubah
perjalanan sejarah bangsa. Mulai dari Sumpah Pemuda tahun 1928 hingga era
reformasi 1998. Semuanya tak lepas dari peran pemuda pada saat itu.
Semangat patriotisme generasi muda ini masih diperlukan kendati kemerdekaan
Republik Indonesia telah memasuki usia yang ke 64 tahun. Bagaimana generasi
muda saat ini membuktikan patriotismenya kepada bangsa dan negara ?
Generasi muda yang anti patriotisme adalah mereka-mereka yang melakukan hal-
hal yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan, norma sosial dan agama serta
yang dapat merugikan dirinya sendiri. Seperti mengkonsumsi narkotika dan obat-
obatan terlarang, gemar minum minuman keras, pergaulan bebas dan sejenisnya
adalah bentuk dari sikap anti patriotisme.Seharusnya para pemuda indonesia
menerapkan prinsip Student Today, Leader Tomorrow. Maksudnya pemuda harus
terus belajar meningkatkan kualitas dirinya, sehingga kelak dapat menjadi pemimpin
yang baik. Karena Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk jiwa
patriotisme para generasi muda.

2. Bentuk Patriotika
Ada 2 (dua) bentuk Patriotisme :
1. Patriotisme Buta (Blind Patriotism) : keterikatan kepada bangsa dan negara
tanpa mengenal toleran terhadap kritik, seperti dalam ungkapan : “right or
wrong is my country” (benar atau salah, apapun yang dilakukan bangsa
harus didukungsepenuhnya).
2. Patriotisme Konstruktif (Constructive Patriotisme) : keterikatan kepada
bangsa dan negara dengan tetap menjunjung tinggi toleran terhadap kritik,
sehingga dapat membawa perubahan positif bagi kesejahteraan bersama.

3. Ciri-Ciri dan Sikap Patriotika


1. Ciri-Ciri Patriotika
 Cinta tanah air
 Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara
 Menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa diatas kepentingan pribadi dan
golongan
 Berjiwa pembaharu
 Tidak kenal menyerah dan putus asa
2. Sikap Patriotika
 Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
 Setia memakai produksi dalam negeri.
 Rela berkorban demi bangsa dan negara.
 Bangga sebagai bangsa dan bernegara indonesia.
 Mendahulukan kepentingan negara dan bangsa diatas kepentingan pribadi
 Menjaga nama baik bangsa dan negara.
 Berprestasi dalam berbagai bidang untuk mengharumkan nama bangsa dan negara.
 Setia kepada bangsa dan negara terutama dalam menghadapi masuknya dampak
negatif globalisasi ke Indonesia

4. Faktor Penyebab Terjadinya Penurunan Jiwa Patriotisme pada Kalangan Generasi


Penerus Bangsa

Banyak faktor yang mempengaruhi penurunan jiwa patriotisme pada kalangan generasi
penerus bangsa Indonesia, diantaranya pengaruh globalisasi dan informasi, serta kurangnya
pendidikan fisik terutama di bidang kesejarahan. Hal ini seakan menjadi ancaman serius bagi
generasi muda dalam memaknai dan menggelorakan semangat kemerdekaan di dalam jiwa
mereka.
Penyebab utama dari memudarnya semangat patriotisme dan kebangsaan dari generasi
penerus bangsa terutama disebabkan contoh yang salah dan kurang mendidik yang
diperlihatkan generasi tua atau kaum tua yang cenderung mementingkan kepentingan pribadi
dan golongannya daripada mendahulukan kepentingan bangsa dan rakyat. Kaum tua juga
tidak memberikan contoh sikap disiplin dan rasa tanggungjawab terhadap suatu
apapun.Kurangnya patriotisme dan hilangnya spirit kemerdekaan di kalangan generasi
penerus bangsa saat ini ternyata membawa dampak atau pengaruh yang cukup besar terhadap
keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saat ini.

5. Tata Cara Penerapan Prinsip dan Berperilaku Patriotisme

Tata cara penerapan prinsip dalam berbagai lingkungan dewasa ini.Pelajar sebagai
salah satu generasi penerus harus berikrar dan bertikad dengan sepenuh hati akan
melanjutkan dan meneruskan perjuangannya, sehingga cita-cita kemerdekaan segera dapat
terwujud.Dalam rangka untuk menyegarkan semangat perjuangan dan pembentukan watak
bangsa, serta menumbuhkan jiwa idealisme, patriotisme dikalangan generasi muda dapat
ditempuh :
a) Mengadakan peringatan hari-hari besar nasional
b) Melakukan pendidikan politik, khususnya dikalangan generasi muda, dalam rangka
meningkatkan kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.
c) Meningkatkan disiplin nasional dan tanggung jawab sosial dalam rangka menumbuhkan
sikap mental kesetiakawanan sosial, tenggang rasa, tepa selira, dan rasa tanggung jawab.
d) Memelihara semangat, tekad disiplin serta meningkatkan partisipasi aktif dalam
pelaksanaan pembangunan nasional.

Untuk kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang pada pngembangan sikap


patriotisme, diantaranya :
a) Upacara-upacara hari-hari besar nasional.
b) Apresiasi seni dan budaya.
c) Kegiatan wisata remaja.
d) Kegiatan pecinta alam.
e) Kegiatan keagamaan
f) Kegiatan bakti sosial.
g) Kegiatan pramuka, palang merah remaja..

Tata cara berperilaku patriotik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Wujud


sikap dan perilaku patriotisme berdasarkan pada butir-butir pancasila antara lain :
a) Menetapkan persatuan dan kesatuan,kepentingan dan keselamatan bangsa dan
negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
b) Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
c) Cinta tanah air dan bangsa.
d) Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia.
e) Memajukan pergaulan demi kepentingan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal

6. Nilai-nilai Patriotisme
nilai-nilai patriotisme yang melekat pada patriotisme yang telah teruji dan terbukti
kehandalannya sejak bangsa Indonesia berjuang merebut dan mempertahankan
kemerdekaan. Dengan semangat patriotisme, kita yang semula lemah menjadi kuat, yang
semula terbelenggu menjadi bebas.(Abu Bakar, 1994:72).
Pelaksanaan sikap patriotisme tidak hanya milik angkatan 45 dan angkatan 66 saja,
tetapi juga harus diwariskan kepada generasi berikutnya, sehingga akan tercipta suatu
rantai perjuangan yang tidk ada putusnya, dan akan tetap lestari sepanjang masa. Karena
tujuan perjuangan bangsa Indonesia tidak hanya untuk memperoleh kemerdekaan semata,
tetapi harus juga mengisi kemerdekaan tersebut dengan pembangunan disegala bidang,
dimana sikap para pelaku pembangunan sudah dilandasi semgat patriotisme yang tinggi
sehingga akan mempermudah tercapainya tujuan nasional yaitu mewujudkan suatu
tatanan masyarakat yang adil dan makmur.

Nilai-nilai moral yang terkandung dalam angkatan 1945 adalah :


a) “Pro Patria” dan “Primus Patrialis”, yaitu selalu berjiwa patriot untuk tanah air dan
mendahulukan kepentingan tanah air.
b) Jiwa solidaritas atau kesetiakawanan semua lapisan masyarakat terhadap perjuangan
kemerdekaan.
c) Jiwa toleransi atau tenggang rasa antar agama, suku, golongan, dan bangsa.
d) Jiwa tanpa pamrih dan tanggung jawab.
e) Jiwa kesatria, kebesaran jiwa yang tidak mengandung balas dendam, seperti sikap
terhadap kaum koperator dan bekas gerombol;an bersenjata.
f) Semangat menentang dominasi asing dalam segala bentuknya terutama penjajahan
dari suatu bangsa terhadap bangsa lain.
g) Semangat pengorbanan seperti pengorbanan harta benda dan jiwa raga.
h) Semangat derita dan tahan uji.
i) Semangat kepahlawanan.
j) Semangat persatuan dan kesat.
k) Percaya kepada diri sendiri.

Nilai-nilai patriotismeyaitu pada nilai-nilai budi pekerti yang terdiri dari patriotik,
tangguh, tegar, dan ulet yang berkaitan dengan pembatasan masalah dalam penelitian ini.
Patiotik
Bermakna selalu siap bersedia membela kepentingan negara, rela berkorban untuk
kepentingan orang banyak dan menghindari sikap pengecut
Tangguh
Berarti selalu bersikap dan bertindak lurus, serta menghindari sikap dan tindakan plin
plan dan mencla mencle.
Tegar
Selalu berusaha mewujudkan cita-cita seoptimal mungkin, menghindari sikap dan
tindakan putus asa

B. Nilai Cinta Tanah Air Dan Bernegara


Apa sebenarnya pengertian Cinta Tanah Air itu?. Perasaan cinta sebenarnya mengandung
unsur kasih dan sayang terhadap sesuatu. Kemudian, dalam diri akan tumbuh suatu kemauan
untuk merawat, memelihara dan melindunginya dari segala bahaya yang mengancam. Cinta
tanah air berarti rela berkorban untuk tanah air dan membela dari segala macam ancaman dan
gangguan yang datang dari bangsa manapun. Para pahlawan telah membuktikan cintanya
kepada tanah airnya yaitu tanah air Indonesia. Mereka tidak rela Indonesia diinjak-injak oleh
kaum penjajah. Mereka tidak ingin negerinya dijajah, dirampas atau diperas oleh bangsa
penjajah. Mereka berani mengorbankan nyawanya demi membela tanah air Indonesia.
Cinta tanah air adalah perasaan yang timbul dari dalam hati sanubari seorang warga
Negara, untuk mengabdi, memelihara, membela, melindungi tanah airnya dari segala
ancaman dan gangguan. Definisi lain mengatakan bahwa Rasa cinta tanah air adalah rasa
kebanggaan, rasa memiliki, rasa menghargai, rasa menghormati dan loyalitas yang dimiliki
oleh setiap individu pada negara tempat ia tinggal yang tercermin dari perilaku membela
tanah airnya, menjaga dan melindungi tanah airnya, rela berkorban demi kepentingan bangsa
dan negaranya, mencintai adat atau budaya yang ada dinegaranya dengan melestarikannya
dan melestarikan alam dan lingkungan.

Sebagai seorang pelajar kita tetap dapat menunjukkan sikap cinta tanah air yaitu
diantaranya;

1. Belajar dengan tekun hingga kita juga dapat ikut mengabdi dan membangun negera
kita agar tidak ketinggalan
dari bangsa lain.
2. Menjaga kelestarian lingkungan.
3. Tidak memilih-memilih teman.
4. Berbakti pada nusa dan bangsa
5. Berbakti pada orang tua (Ibu, Bapak, Guru)
1. Perlunya Rasa Cinta Tanah Air

Bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.


Kemerdekaan itu diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan parada pejuang yang
tidak ternilai harganya. Sejak itu, bangsa Indonesia bertekad untuk membela tanah airnya
dari segala bentuk gangguan dan ancaman, baik yang datangnya dari dalam maupun dari
luar. Kita tidak boleh lengah sedikit pun karena ancaman akan datang dari berbagai arah.
Semangat persatuan dan kesatuan harus diperkukuh melalui berbagai kegiatan, baaik
yang bersifat local, kedaerahan, nasional, maupun internasbional.

Perilaku cinta tanah air dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, diantaranya
memelihara persatuan dan kesatuan dan menyumbangkan pengetahuan dan keterampilan
yang di miliki untuk membangun Negara.Sekarang kita berada pada masa kemerdekaan.
Kita tidak di tuntut memanggul senjata dan maju di medan perang. Namun, perlu di
sadari bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia tetep menghadapi rongrongan dan
ancaman. Oleh karena itu, kita harus siap menghadapi segala bentuk rongrongan dan
ancaman demi kepentingan bangsa dan Negara republik Indonesia.Sesudah merdeka, kita
telah mengalami banyak pemberontakan, di antaranya Peristiwa Mediun pada tahun 1948
dan Gerakan 30 September pada tahun 1965. Penmberontakan tersebut didalangi Partai
Komunis Indonesi (PKI). Gerakan PKI bertujuan menghancurkan pemerintahan Nerara
republic Indonesia yang sah.Untuk mencegah kejadian tersebut terulang kembali, kita
harus mampu menahan diri dan jangan mudah terhasut oleh ajakan yang belum tentu
kebenaranya. Kita harus mampu mencegah perilaku yang mengarah pada perpecahan,
adu domba, menfitnah, membuat keonaran, kejahatan,dan melanggar hukum.Untuk
mengisi kmerdekaan pemerintah melaksanakan pembangunan nasional. Setiap warga
Negara harus turut \serta menunjang pelaksanaan pembangunan nasioanal melalui
berbagai kegiatan dengan bidangnya masing-masing.

Keikutsertaan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan nasional di antaranya


rajin belajar bagi pelajar, bekerja dengan tekun sesuai keahlianya, membayar pajak,
memelihara hasil pembangunan, dan menciptakan situasi aman dan damai.Kegiatan
masyarakat sangat beragam. Kegiatan tersebut hendaknya menunjang pelaksanaan
pembangunan nasional. Pembangunan nasional merupakan wujud cinta tanah air dan
bangsa. Cirri-ciri cinta tanah air diantaranya rela berkorban untuk tanah air dan bangsa;
bangga berbangsa, berbahasa, dan bertanah air Indonesia; giat dalam melaksanakan
pembangunan di segala bidang; dan ikut mempertahankan persatuan dan
kesatuan.Semangat cinta tanah air perlu terus dibina sehingga keutuhan Negara Kesatuan
Republik Indonesia tetap terjamin. Cinta tanah air bermanfaat dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara. Manfaat tersebut diantaranya Negara akan aman dan damai,
pembangunan dapat berjalan lancer, dan pendapatan Negara akan meningkat. Manfaat
tersebut kita sendiri yang merasakan. Kita akan merasa aman da damai serta
kesejahteraan hidup meningkat.

Jika cinta tidak terbina pada diri setiap warga maka Negara akan mudah dilanda
kekacauan, pembangunan tidak behasil, pendapatan Negara menurun, da pada akhirnya
ingkat kesejahteraan dan kesehatan warga sendiri yang akan hancur.Cita-cita untuk
mencapai masyarakat adil makmur berdasarkan pancasila perlu terus diperjuangkan.
Cinta tanah air bukan untuk dihafal, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari
melalui berbagai kegiatan sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing. Seorang
pelajar, mahasiswa, buruh, petani, pedagang, pegawai negeri, karyawan, atau pejabat
tinggi harus berperilaku mencintai tanah air. Cinta tanah air diartikan suatu sikap yang
mementingkan kepentingan bangsa dan Negara serta rela berkorban demi kejayaan
bangsa dan Negara.

2. Cara Meningkatkan Rasa Cinta Tanah Air


a. Mempelajari sejarah perjuangan para pahlawan pejuang kemerdekaan kita serta
menghargai jasa para pahlawan
kemerdekaan.
b. Menghormati upacara bendera sebagai perwujudan rasa cinta tanah air dan bangsa
Indonesia.
c. Menghormati simbol-simbol Negara seperti lambang burung garuda, bendera merah
putih, lagu kebangsaan
Indonesia raya, dll.
d. Mencintai dan menggunakan produk dalam negeri agar pengusaha local bisa maju
sejajar dengan pengusaha asing.
e. Ikut membela serta mempertahankan kedaulatan kemerdekaan bangsa dan Negara
Indonesia dengan segenap tumpah
darah secara tulus dan iklhas.
f. Turut serta mengawasi jalannya pemerintahan dan membantu meluruskan yang
salah sesuai dengan mekanisme yang
berlaku.
g. Membantu mengharumkan nama bangsa dan Negara Indonesia kepada warga
Negara asing baik di dalam maupun di luar
negeri serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang mencoreng nama baik
Indonesia.
h. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada acara-acara resmi dalam
negeri.
i. . Beribadah dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk kemajuan bangsa dan
Negara.
j. Membantu mewujudkan ketertiban dan ketemtraman baik di lingkungan sekitar kita
maupun secara nasional.

3. . Menanamkan Rasa Cinta Tanah Air

Sikap cintah tanah air harus ditanamkan kepada anak sejak usia dini agar menjadi
manusia yang dapat menghargai bangsa dan negaranya misalnya dengan upacara
sederhana setiap hari senin dengan menghormati bendera Merah Putih, menyanyikan lagu
kebangsaan Indonesia Raya, dan mengucapkan pancasila. Meskipun lagu Indonesia Raya
masih sulit dan panjang untuk ukuran anak usia dini, tetapi dengan membiasakan
mengajak menyanyikan setiap hari senin, maka anak akan hafal dan biasa memahami isi
lagu. Merah Putih bisa diangkat menjadi sub tema pembelajaran. Pentingnya sebuah lagu
kebangsaan dan itu menjadi sebagai identitas dari Negara tersebut, agar dapat
mengingatkan kembali betapa pentingnya cinta terhadap Negara.
Kegiatannya bisa diarahkan pada lima aspek perkembangan sikap perilaku maupun
kemampuan dasar. Pada aspek sikap perilaku, melalui cerita bisa menghargai dan
mencitai Bendera Merah Putih, mengenal cara mencintai Bendera Merah Putih dengan
merawat dan menyimpan dengan baik, menghormati Bendera ketika dikibarkan.Pada
aspek koknitif, anak mengenal konsep bilangan dan angka 2 (2 warna ), mengenal konsep
warna merah dan putih, mengenal konsep posisi di atas warna merah, di bawah warna
putih, dan mengenal konsep bentuk persegi panjang atau kotak.kegiatannya bisa berupa
permainan lomba mengelompokkan bendera yang benar.

4. Kasus-Kasus Cinta Tanah Air

 Bangga menjadi orang Indonesia


Tidak ada yang lebih menbanggakan selain menjadi orang Indonesia, Negara yang
diakui orang karena keramahan rakyatnya.kekayaan alam dan budayanya. Lihat saja
setiap tahun bahkan hari atau minggu turis asing dari berbagai mancanegara
berlomba-lomba datang untuk berlibur ke Indonesia. Mereka selalu menganggap
Indonesia itu eksotis. Bayingkan, mereka bahkan rela terbang jauh-jauh hanya untuk
menikmati keindahan panorama alam Indonesia. Jadi kita sebagai warga Negara
Indonesia sangat rugi kalo kita yang tinggal sedekat ini belum pernah menikmati atau
melihat kekayaan alam sendiri.

 Melestarikan Budaya

Concertoholics pasti diantara kita ada yang tahu kalo para wanita di India lebih
bangga mengenakan Sari mereka daripada baju casual sehari – hari. Belakangan trend
Sari justru ikut menjamur di Indonesia dengan fashion ala bohemiannya yang sempet
booming beberapa waktu lalu. Jadi , sebenarnya kita juga bisa melakukan hal yang
sama. Indonesia kan terkenal akan batik – batiknya yang indah dan kebaya –
kebayanya yang feminis. Lihat saja sekarang, sudah batik bahkan sudah menjadi must
have item di setiap lemari para pecinta mode di indonesia. Nah, siapa tahu ini justru
juga akan menjadi trend yang berlaku di luar negeri seperti trend bohemian yang
sempat booming di Indonesia. Pakaian hanya salah satu contohnya, masih banyak lagi
kekayaan budaya kita yang dapat kita kembangkan hingga membuat decak kagum
dunia Internasional.

 Menggunakan Produk Lokal

Belakangan ini barang-barang impor begitu merajai pasar retail & grosir sehingga
barang produksi dalam negeri malah tidak punya tempat di negeri sendiri karena
kalah bersaing. Coba kalo kita lihat, beragam barang import menghiasi kita. Mulai
dari ponsel, notebook, pakaian sampai makananpun, kita tidak terlepas dari barang
import. Ini menyedihkan. Karena sebetulnya banyak dalam negeri yang bagus – bagus
dengan kualitas yang bahkan lebih menjanjikan daripada produk luar negeri. Oleh
karena itu, ayo Concertoholics, mari kita galakkan penggunaan produk produk dalam
negeri. Selain memang bagus kualitasnya, kita juga akan membantu perekonomian
dan pengangguran – pengangguran yang semakin banyak sejak industri dalam negeri
gulung tikar.

 Hemat Energi

Banyak sekali cara yang bisa kita lakukan untuk menghemat energi, salah satunya
dengan menghemat listrik. Kenapa harus hemat listrik? Karena untuk mengaktifkan
listrik di Indonesia, PLN kita masih menggunakan BBM yang belakangan ini sudah
semakin berkurang jumlahnya. Nah, kalo kita tidak melakukan penghematan dari
sekarang, BBM ini bisa habis lho. Nah ngeri kan kalo sampai itu terjadi? Pada
akhirnya kalo BBM habis, kita justru tidak akan bisa menikmati listrik lagi. Hii,
ngeri!! Selain membantu bangsa sendiri, dengan penghematan listrik, kita pun sudah
membantu upaya dunia dalam kampanye global warming yang belakangan sedang
sangat gencar aksinya.

 Harumkan Nama Bangsa

Mengharumkan nama bangsa tidak sesulit yang kita bayangkan. Mengharumkan


nama bangsa tidak selalu harus dari hal-hal yang susah. Kita sebagai warga tidak
harus bahwa kita harus mengusai Kimia, Biologi, Matematika ataupun pelajaran yang
sangat susah kita kuasai, untuk mengharumkan nama bangsa kita sesuaikan saja
dengan bakat dan minat masing-masing, asalkan dilakukan dengan serius dengan
begitu kita akan terasa dan bukan tidak munngkin kalau disuatu saat nanti kita yang
dengan bakat kita, kita akan mengharunkan nama bangsa.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Patriotisme bisa didefinisikan sebagai kecintaan terhadap bangsa dan negara, rasa
kebanggaan sebagai warga negara, serta perhatian khusus terhadap sisi positif dari negara
dan rakyatnya. Patriotisme adalah sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban
demi bangsa dan negara. Pengorbanan ini dapat berupa pengorbanan harta benda maupun
jiwa raga.
Dalam patriotisme konstruktif terdapat 2 (dua) faktor penting yaitu mencintai dan
menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Sedangkan ciri-ciri dari patriotisme retdiri dari :
cinta tanah air; menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa dan dan Negara diatas
kepentingan kelompok dan individu; tidak kenal menyerah dan putus asa; rela berkorban
untuk kepentingan bangsa dan negara; berjiwa pembaharu.
Patriotisme pemuda Indonesia telah memiliki peranan penting dalam mengubah
perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Para pemuda meruapakan tonggak dari sebuah negara.
Jika pemudanya sudah tidak mempunyai jiwa patriotisme, maka kita hanya akan tinggal
menunggu saja kehancuran negara tersebut. Para pemuda harus terus belajar meningkatkan
kualitas dirinya, sehingga kelak dapat menjadi pemimpin yang baik.
sikap-sikap yang dapat kita lakukan untuk menunjukkan bahwa kita memiliki jiwa
patriotisme. Secara umum, kita dapat menerapkan patriotisme seperti : Menjaga persatuan
dan kesatuan bangsa; Setia memakai produksi dalam negeri; Rela berkorban demi bangsa
dan negara; Bangga sebagai bangsa dan bernegara indonesia; Mendahulukan kepentingan
negara dan bangsa diatas kepentingan pribadi; dan Menjaga nama baik bangsa dan negara.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailopiniindex&kid=5&id=4580 diakses
pada tanggal 25 Maret 2018
http://bangsaku45.blogspot.com/2012/08/patriotisme.Diakses 25 Maret 2018
https://guruppkn.com/contoh-sikap-cinta-tanah-air diakses 25 Maret 2018
http://en.wikipedia.org/wiki/Social_Patriotism diakses pada tanggal 25 Maret 2018
http://id.wikipedia.org/wiki/Patriotisme diakses pada tanggal 25 Maret 2018