Anda di halaman 1dari 20

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

SENAM OTAK PADA REMAJA

OLEH KELOMPOK 5:

1. BAIQ AZILA FALASIFA (P07120316006)


2. MISKAN PEBRIANI (P07120316035)
3. NI PUTU GRAHITA KIRANA (P07120316040)
4. RIZHKA VIONITA (P07120316046)
5. SITI MASRUROH (P07120316054)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN
MATARAM
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN MATARAM
TAHUN AKADEMIK 2017/2018

1
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Pokok bahasan : Otak
Sub pokok Bahasan : Senam Otak
Sasaran : Remaja
Hari/Tanggal : Minggu, 29 April 2018
Waktu : 07.30-08.30 WIB
Tempat : Ruang terbuka (lapangan)
Pembicara : Kelompok 5 Mahasiswa Poltekkes Mataram

A. Tujuan
1. Umum
Setelah selesai mengikuti senam otak, remaja dapat menerapkan senam
otak sebagai kegiatan olahraga rutin.
2. Khusus
Setelah selesai mengikuti penyuluhan senam otak selama 1x60 menit,
peserta mampu :
a. Memahami pengertian senam otak
b. Memahami tujuan senam otak
c. Memahami manfaat senam otak
d. Mengikuti senam otak dengan lancar sampai selesai
e. Mendemonstrasikan senam otak

B. Metode
1. Penyuluhan
2. Sesi tanya-jawab
3. Demontrasi senam otak

2
C. Media dan Alat
1. Laptop
2. LCD
3. Wirelass

D. Kegiatan
No PENYULUHAN RESPON WAKTU
1. Pembukaan - Menjawab salam 10 menit
a. Salam pembuka
b. Apersepsi - Berpartisipasi aktif
c. Perkenalan
d. Mengkomunikasikan Tujuan - Memperhatikan
2. Kegiatan inti: Senam Otak - Memperhatikan 15 Menit
a. Menjelaskan pengertian, penjelasan penyuluhan
tujuan dan manfaat senam dengan cermat
otak
b. Menjelaskan prosedur - Memperhatikan simulasi 20 Menit
senam otak - Menanyakan hal-hal yang
c. Demontrasi dan belum jelas
pelaksanaan senam otak - Memperhatikan jawaban
d. Memberikan kesempatan
kepada audience untuk
bertanya
e. Menjawab pertanyaan
3. Penutup - Memperhatikan
a. Menyimpulkan kegiatan kesimpulan materi
yang telah disampaikan
b. Melakukan evaluasi dengan - Menjawab pertanyaan
mengajukan pertanyaan 15 Menit

3
c. Mengakhiri kegiatan - Menjawab salam

E. Materi Pendidikan Kesehatan


1. Pengertian
Terapi Brain Gym adalah senam otak yang bertujuan untuk
memicu otak agar tidak kehilangan daya intelektualnya dan
awarenessnya. Senam otak adalah senam ringan yang dilakukan
dengan gerakan menyilang, agar terjadi harmonisasi dan optimalisasi
kinerja otak kanan dan otak kiri. (Budhi, 2010 )
Senam otak merupakan salah satu metode gerak dan latih otak,
yang berguna dalam meningkatkan fungsi kognitif (Departemen
Kesehatan Republik Indonesia, 2008). Senam otak adalah serangkaian
latihan gerakan tubuh sederhana yang bermanfaat. Senam otak
dikatakan sebagai aktifitas yang sederhana, Karena dapat dilakukan
dalam waktu singkat dan menunjukan hasil dengan segera. Senam
otak dapat dilakukan oleh siapapun, kemanapun dan dimanapun.
Menurut ahli senam otak sekaligus penemu senam otak, dari
lembaga Educational Kinesiology Amerika Serikat Paul E. Denisson
Ph.D., meskisederhana,senam otak mampu memudahkan kegiatan
belajar dan melakukan penyesuaian terhadap ketegangan, tantangan
dan tuntutan hidup sehari-hari. Selain itu senam otak juga bias
mengoptimalkan perkembangan dan potensi otak serta meningkatkan
kemampuan berbahasa dan dayaingat. Pada lansia, penurunan
kemampuan otak dan tubuh membuat tubuh mudah jatuh sakit, pikun
dan frustasi. Meski demikian, penurunan ini bias diperbaiki dengan
melakukan senam otak. Senam otak tidak saja akan memperlancar
aliran darah dan oksigen keotak, tetapi juga merangsang kedua
belahan otak untuk bekerja. (Yanuarita, 2012).

4
2. Tujuan
Gerakan Senam otak dibuat untuk mempertahankankan bahkan
meningkatkan kemampuan fungsi kognitif (Departemen Kesehatan
Republik Indonesia, 2008). Aktivitas ini juga dapat berguna untuk
menyeimbangkan otak kanan dan kiri manusia. Otak kanan kiri lebih
berisi hal-hal yang bersifat emosional, seni, dan berperasaan.
Sedangkan otak kiri lebih bersifat rasional dan abstrak. Senam otak
yang terkait dengan ilmu gerak tubuh yang dirangkai dan dipadukan,
mampu memaksimalkan fungsi otak.
Adapun tujuan senam otak menurut Sapardjiman ( 2007 ) antara
lain :
a. Untuk membuka bagian-bagian otak yang sebelumnya tertutup atau
terhambat sehingga kegiatan belajar atau bekerja berlangsung
menggunakan seluruh otak
b. Mengurangi stress emosional dan pikiran lebih jernih
c. Menjadikan orang lebih bersemangat, lebih konsentrasi, lebih
kreatif dan efisien
d. Kemampuan berbahasa dan daya ingat meningkat
e. Hubungan antar manusia dan suasana belajar/bekerja lebih rileks
dan senang.

3. Manfaat
Gerakan-gerakan ringan dengan permainan melalui olah tangan
dan kaki dapat memberikan rangsangan atau stimulus pada
otak.Gerakan yang menghasilkan stimulus itulah yang dapat
meningkatkan kemampuan kognitif (kewaspadaan, konsentrasi,
kecepatan, persepsi, belajar, memori, pemecahan masalah dan
kreativitas), selain itu kegiatan – kegiatan yang berhubungan dengan
spiritual sebaiknya digiatkan agar dapat memberi ketenangan pada
peserta.(Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2008).

5
Adapun menurut Ayinosa ( 2009 ), selain dapat meningkatkan
kemampuan belajar, Brain Gym memberikan beberapa manfaat yaitu :
a. Stress emosional berkurang dan pikiran lebih jernih
b. Hubungan antar manusia dan suasana belajar/kerja lebih relaks
dan senang
c. Kemampuan berbahasa dan daya ingat meningkat
d. Orang menjadi lebih bersemangat, lebih kreatif dan efisien
e. Orang merasa lebih sehat karena stress berkurang
f. Prestasi belajar dan bekerja meningkat

4. Indikasi
Brain Gym dapat dilakukan oleh siapa saja, dimana saja, dan
kapan saja. Brain Gym dapat dilakukan pada anak-anak usia sekolah
yang mengalami kesulitan dalam menghafal
angka/numerik/matematika. Brain Gym ini juga dapat dilakukan pada
lansia yang mengalami penurunan daya ingat atau demensia, juga
pada lansia yang mengalami penyakit Alzheimer.

5. Persiapan pelaksanaan
a. Brain Gym dapat digabung atau dihantarkan dengan music yang
menyenangkan, berirama tenang atau disukai, sehingga membuat
lebih rileks

b. Membuat situasi ruangan yang menyenangkan dan nyaman untuk


anak

c. Gunakan baju yang nyaman untuk bergerak

d. Pemimpin kelompok harus dalam keadaan rileks dan


menyenangkan saat memberikan pelatihan

6
6. Gerakan-gerakan Senam otak ( Brain Gym )

a. Gerakan membuka dan menutup jari

7
Gerakan membuka dan menutup ibu jari ke tiga arah, dimulai dari
arah yang dominan (kanan), depan/tengah, selanjutnya ke bagian
yang non dominan (kiri).

Begitu terus hingga 4 kali putaran. Gerakan ini berfungsi untuk


merelaksasi dan melemaskan/mengendorkan kembali atau sebagai
pemanasan awal otot-otot di jari agar tidak kaku dan nantinya dapat
digunakan untuk gerakan inti senam gym brain otak yang
kebanyakan menggunakan jari-jari sebagai gerakannya.

b. Gerakan mengangkat jempol dan kelingking

Gerakan mengangkat jempol dan kelingking di waktu bersamaan


dengan tangan yang berbeda.

Gerakan ini bertujuan untuk menstimulasi otak kiri dan kanan agar
lebih seimbang dan sangat bermanfaat untuk mengurangi
demensia (pikun),

8
c. Gerakan menembak kertas

Gerakan menembak kertas membentuk jari-jari diregangkan di


salah satu tangan dan tangan lainnya membentuk seperti pistol
dimana jempol dan telunjuk mengarah ke arah tangan yang
satunya.

Memiliki fungsi yang sama seperti gerakan jempol dan


kelingking. Yaitu, menstimulasi keseimbangan kiri dan kanan
serta sangat bermanfaat untuk mengurangi demensia (pikun).

9
d. Gerakan menepuk

10
Gerakan menepuk dengan cara menghadapkan telapak tangan ke
atas pada salah satu tangan dan tangan yang satunya menepuk
bagian atas, bawah, paha, dan tangan menepuk ke udara di sebelah
tangan yang menepuk.

Gerakan ini berguna untuk mengurangi stress dan memicu otak


untuk tidak kehilangan daya intelektual, fungsi memori, kreatifitas,
sekaligus meningkatkan kesehatan fisik.

e. Gerakan memutarkan tangan

Gerakan memutar dengan cara menyerongkan ke dua tangan dari


arah dominan (kanan) kearah berlawanan/non dominan (kiri) dan
begitu sebaliknya.

11
Gerakan ini mampu mempengaru otak agar dapat bekerja secara
optimal dan mampu memperlancar peredaran darah.

f. Gerakan menyerong

Gerakan menyerong ke kiri dan ke kanan masing-masing sebanyak


2 kali dengan tangan menggulung /memutar seperti menggulung

12
benang/kain.Dilakukan untuk menambah rasa kepercayaan diri dan
mengurangi stress.

g. Gerakan Menyilang

Gerakan menyilang dengan meyilang kedua tangan kea rah


berlawanan, salah satu tangan memegang hidung dan yang satunya
memegang telinga. Gerakan ini bermanfaat untuk mengharmoniskan
kinerja otak kiri dan kanan.

13
7. Evaluasi

a. Evaluasi Kognitif

1) Jelaskan pengertian senam otak

jawab: Senam otak adalah serangkaian latihan gerakan tubuh


sederhana yang bermanfaat

2) Sebutkan tiga manfaat dari senam otak

jawab:

a) Melepaskan ketegangan, menurunkan stress emosional dan


menjernihkan pikiran

b) Memudahkan belajar dan bekerja, serta meningkatkan


prestasi

c) Meningkatkan daya ingat

3) Sebutkan tiga macam gerakan senam otak

jawab: gerakan sakelar otak, gerakan tombol bumi, gerakan


silang,gerakan tombol imbang, titik positif, gerakan 8 tidur,
gerakan kait relaks dan putaran leher.

4) Peragakan gerakan senam otak

jawab: peserta dapat memperagakan senam otak dengan cukup


baik

14
b. Evaluasi Afektif

Petunjuk Pengisian :

Isilah kuesioner berikut dengan seksama dan tepat ( berikan


pendapat Ibu ) tentang sikap Ibu hamil dalam pendidikan
kesehatan ibu hamil melalui senam untuk ibu hamil ini.

Berilah tanda ( V ) disamping tiap pernyataan pada kolom yang


sesuai dengan pendapat Ibu, dengan menggunakan skala berikut :

SS = Sangat Setuju

S = Setuju

E = Tidak dapat menentukan pendapat ( ragu-ragu )

TS = Tidak Setuju

STS = Sangat Tidak Setuju

No Pernyataan SS S E TS STS

1 Saya akan rutin melaksanakan


senam otak agar prestasi
belajar meningkat

2 Saya malas melakukan senam


otak karena gerakannya sulit
dihafalkan

3 Saya akan makan dan minum


air putih sebelum melakukan
senam otak

15
4 Saya akan melakukan senam
otak agar daya konsentrasi
saya meningkat

5 Saya tidak dapat melakukan


senam otak secara rutin karena
tidak ada waktu

6 Saya perlu menambah


pengetahuan tentang manfaat
senam otak bagi kecerdasan
anak

7 Pendidikan kesehatan tentang


senam otak bermanfaat bagi
kcerdasan anak dan kesehatan
lansia

8 Saya sulit dalam mengatur


waktu luang untuk melakukan
senam otak

9 Materi dan fasilitas merupakan


kunci dari keberhasilan dari
senam hamil.

10 Tenaga kesehatan sangat


diperlukan untuk membantu
meningkatkan kesehatan saya
terutama dalam masalah
kesehatan anak dan lansia serta
kecerdasan anak

16
c. Evaluasi Psikomotorik

Pertanyaan dibawah ini merupakan pertanyaan tentang hal-hal


yang dilakukan Ibu untuk menjawab pertanyaan, dapat
memberikan tanda silang ( X ) pada jawaban yang sesuai menurut
Ibu. Jawaban tanda silang dapat lebih dari satu.

1.Apakah anda tau apa itu senam otak?

a. Ya b.Tidak

2.Setujukah anda melakukan senam otak tiap pagi hari?

a.Ya b.Tidak

3. Apakah remaja sudah paham akan manfaat senam otak?

a.Sudah b.Sebagian
c.Belum paham

4.Setujukah Anda makan dan minum air putih sebelum melakukan


senam otak?

a.Ya b.Tidak

5.Sudah pahamkah anda mengenai gerakan-gerakan senam otak?

a.Sudah b.Sebagian
c.Belum paham

6. Apakah remaja mampu mendemonstrasikan kembali gerakan


senam otak?

a.Mampu b.sebagian
c.belum mampu

7. Apakah remaja akan melakukan senam otak secara mandiri


dirumah ?

17
a. Ya b. Kadang-kadang
c. Tidak

8. Apakah remaja mengikuti gerakan-gerakan senam otak yang


diajarkan oleh petugas dengan baik ?

a. Ya b. Kadang-kadang
c. Tidak

F. Panitia

NO JABATAN SENAM OTAK


1 Moderator
2 Pemimpin senam otak
3 Peserta (remaja)
4 Observer
5 Fasilitator
1. Moderator :
Uraian tugas : Membuka acara kegiatan senam otak dan
perkenalan, menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, tujuan
kegiatan, mengatur waktu kegiatan dan menutup permainan.

2. Pemandu senam :
Uraian tugas : Memandu dan memimpin jalannya senam otak,
menanyakan respon kelayan, memberi reinforcement positif
kepada peserta senam.
3. Fasilitator :
Uraian tugas : Menfasilitsi, menyiapkan dan mengajak kelayan
mengikuti kegiatan yang dilaksanakan. Mendampingi kelayan,
membantu kelayan saat kegiatan, memberi motifasi, dan memberi
reinforcement positif kepada kelayan.
4. Observer :
18
Uraian tugas : Mengamati jalannya kegiatan, mencatat respon
kelayan selama kegiatan dengan menggunakan lembar observasi
yang digunakan, membuat kesimpulan tentang jalannya kegiatan
dan membuat usulan terhadap kelayan yang memerlukan tindakan
lebih lanjut.

19
DAFTAR PUSTAKA

Festi, Pipit. 2010. Jurnal Kesehatan : Pengaruh Senam otak Terhadap


Peningkatan Fungsi Kognitif Lansia Dikarang Werdha Peneleh
Surabaya. FIK UM Surabaya.

Purwanto, Setyanto. 2009. Jurnal Kesehatan: Manfaat Senam Otak (Senam


otak) dalam Mengatasi Kecemasan dan Stress pada Anak Sekolah, 2
(01) hal 81-90.

Dennison, Paul, P.Hd. 2002. Brain Gym ( Senam Otak ). Jakarta PT Gramedia

Demuth Elisabeth. 2005. Brain Gym(R) Pedoman Senam Otak Bagi Guru dan
Peminat Revised. Jakarta : Yayasan Kinesiologi Indonesia

Demuth Elisabeth. 2007. Pengenalan Brain Gym dalamSeminar dan Lokakarya


Nasional PAUD UNY, Yogyakarta

Sapardjiman, Kartini. 2007. Brain Gym (Senam Otak), (Online),


(http://atikofianti.wordpress.com/2007/12/05/health-brain-gym-senam-
otak/,akses:2009)

20