Anda di halaman 1dari 2

Nama :

1. Dwi Rizqi Putri Wahyu H ( 1510011)


2. Ririn Prastia Agustin ( 1510045)

DEFISIT PERAWATAN DIRI


Pengertian
Defisit perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi
kebutuhannya guna mempertahankan hidupnya, kesehatnnya dan kesejahteraannya sesuai
dengankondisi kesehatannya. Klien dinyatakan terganggu perawatan dirinya jika tidak dapat
melakukan perawatan dirinya. (Aziz R., 2003)
Kurangnya perawatan diri pada pasien dengan gangguan jiwa terjadi akibat adanya
perubahan proses pikir sehingga kemampuan untuk melakukan aktivitas perawatan diri
menurun.
Rentang Respon
Asuhan yang dapat dilakukan keluarga bagi klien yang tidak dapat merawat diri sendiri adalah
:
1. Meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri
2. Membimbing dan menolong klien merawat diri.
3. Ciptakan lingkungan yang mendukung
Jenis-jenis
1. Kurang perawatan diri: mandi/kebersihan
2. Kurang perawatan diri: berpakaian/berhias
3. Kurang perawatan diri: makan dan minum
4. Kurang perawatan diri: toileting
Etiologi
Menurut Trawoto dan Wartonah (2000) penyebab kurang perawatan diri adalah kelelahan fisik
dan penurunan kesadaran. Menurut Depkes (2000) penyebab kurang perawatan diri adalah:
1. Faktor prediposisi:
Perkembangan keluarga terlalu melindungi dan memanjakan klien sehingga
perkembangan inisiatif terganggu.
Biologis: penyakit kronis yang menyebabkan klien tidak mampu melakukan perawatan
diri.
Kemampuan realitas turun: klien dengan gangguan jiwa dengan kemampuan realitas
yang kurang menyababkan ketidakpedulian dirinya dan lingkungan termasuk
perawatan diri.
Sosial: kurang dukungan dan latihan kemampuan perawatan diri lingkungannya. Situasi
lingkungan mempengaruhi latihan kemampuan dalam perawatan diri.
2. Faktor presipitasi
Faktor presitipasi deficit keperawatan diri adalah penurunann motivasi,
kerusakan kognisi atau perseptual, cemas, lelah.
Faktor yang memperngaruhi personal hygiene:
a. Body image e. Budaya
b. Praktik sosial f. Kebiasaan seseorang
c. Status social ekonomi g. Kondisi fisik dan psikis
d. Pengetahuan
Mekanisme Koping
 Regresi
 Penyangkalan
 Isolasi diri, menarik diri
 Intelektualisasi
Mekanisme koping berdasarkan penggolongannya dibagi menjadi 2 (Stuart & Sundeen, 2000)
yaitu :
1. Mekanisme koping adaptif
2. Mekanisme koping yang mendukung fungsi integrasi, pertumbuhan, belajar dan
mencapai tujuan. Kategorinya adalah klien bisa memenuhi kebutuhan perawatan diri
secara mandiri
3. Mekanisme koping maladaptif
Mekanisme koping yang menghambat fungsi integrasi, memecah pertumbuhan,
menurunkan otonomi dan cenderung menguasai lingkungan. Kategorinya adalah tidak
mau merawat diri.
Penatalaksanaan Umum
 Meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri
 Membimbing dan menolong klien merawatan diri
 Ciptakan lingkungan yang mendukung