Anda di halaman 1dari 14

FILSAFAT ILMU

EPISTEMOLOGI ILMU EKONOMI

Disusun Oleh:
Annisa’ Firdausy (16080694021)
Resita Yolanda (16080694067)
Nur Haula Muna (16080694075)
Evan Nursasmita (16080694079)

Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Surabaya
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia,
serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang epistemologi ilmu
ekonomi ini dengan baik meskipun banyak kekurangan di dalamnya. Dan juga saya berterima
kasih pada Dr. Moch. Khoirul Anwar, S.Ag., M.EI selaku Dosen mata kuliah Filsafat Ilmu yang
telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan mengenai epistemologi ilmu ekonomi. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di
dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna.
Demikian yang dapat kami sampaikan. Kami berharap adanya kritik, saran , dan usulan demi
perbaikan makalah yang telah kami buat dimasa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu
yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Surabaya, Februari 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................................................... i


DAFTAR ISI................................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ..................................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................................................ 1
C. Tujuan .................................................................................................................................. 1
D. Manfaat ................................................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................................ 3
A. Epistemologi ........................................................................................................................ 3
B. Epistemologi Ilmu Ekonomi ................................................................................................ 4
C. Pendekatan Keilmuan Ekonomi ........................................................................................... 6
1. Teori Ekonomi Mikro....................................................................................................... 6
2. Teori Ekonomi Makro ...................................................................................................... 7
3. Teori keuangan ................................................................................................................. 7
D. Metode Penelitian Ilmu Ekonomi ........................................................................................ 7
1. Metode Induktif ................................................................................................................ 7
2. Metode Deduktif .............................................................................................................. 8
3. Metode Matematika.......................................................................................................... 8
4. Metode Statistika .............................................................................................................. 8
BAB III PENUTUP ........................................................................................................................ 9
A. Kesimpulan .......................................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................... 11

ii
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara
spesifik mengkaji hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah). Perbincangan, tentang filsafat ilmu
dalam khazanah bidang filsafat modern secara umum telah diletakkan dasar-dasarnya
oleh Rene Descartes (Perancis) dengan metode deduksinya dan Francis Bacon
(Inggris) dengan metode induksinya pada abad ke sembilan belas. Namun baru pada awal
abad ke dua puluh perhatian orang terhadap filsafat ilmu mulai merebak.
Sebagian ahli filsafat berpendapat bahwa perhatian yang begitu besar terhadap peran dan
fungsi filsafat ilmu ketika ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) mengalami kemajuan yang
sangat pesat. Terdapat semacam kekhawatiran dikalangan ilmuwan, filsuf, dan agamawan
bahwa kemajuan iptek tersebut dapat mengancam eksistensi umat manusia, bahkan alam
beserta isinya.
Terutama para filsuf melihat ancaman tersebut muncul karena pengembangan iptek
berjalan terlepas dari asumsi-asumsi dasar filosofisnya seperti landasan ontologis,
epistimologis, aksiologis yang cenderung berjalan sendiri-sendiri. Kehadiran filasat ilmu
sebagai upaya meletakkan kembali peran dan fungsi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek)
sesuai dengan tujuan semula yaitu demi kebahagiaan umat manusia.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan epistemologi?
2. Apa yang dimaksud dengan epistemologi ilmu ekonomi?
3. Bagaimana pendekatan keilmuan ekonomi?
4. Bagaimana metode penelitian ilmu ekonomi?
C. Tujuan
Dari rumusan masalah di atas, tujuan dari malah ini adalah untuk mengetahui apa itu
epistemologi, epistemologi ilmu ekonomi, pendekatan keilmuan, dan metode penelitian ilmu
ekonomi.

1
D. Manfaat
Manfaat dari pembuatan makalah ini adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan
mengenai epistemologi, epistemologi ilmu ekonomi, pendekatan keilmuan, dan metode
penelitian ilmu ekonomi.

2
BAB II

PEMBAHASAN
A. Epistemologi
Epistemologi, (dari bahasa Yunani episteme (pengetahuan) dan logos
(kata/pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter
dan jenis pengetahuan. Topik ini termasuk salah satu yang paling sering diperdebatkan dan
dibahas dalam bidang filsafat, misalnya tentang apa itu pengetahuan, bagaimana
karakteristiknya, macamnya, serta hubungannya dengan kebenaran dan keyakinan.
Epistemologi atau Teori Pengetahuan yang berhubungan dengan hakikat dari ilmu
pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggungjawaban atas
pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia. Pengetahuan tersebut
diperoleh manusia melalui akal dan panca indera dengan berbagai metode, diantaranya
metode induktif, metode deduktif, metode positivisme, metode kontemplatis dan metode
dialektis.
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan
menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara
kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya
terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg:
scarcity). Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti
"keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara
garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga."
Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan
konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling
terkenal adalah mikroekonomi dan makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa
dibagi menjadi positif (deskriptif) dan normatif, mainstream dan heterodox, dan lainnya.
Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan
pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang
moneter, seperti penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan,
pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi

3
seperti yang telah disebutkan di atas adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia. Banyak
teori yang dipelajari dalam ilmu ekonomi diantaranya adalah teori pasar bebas, teori
lingkaran ekonomi, invisble hand, informatic economy, daya tahan ekonomi, merkantilisme,
briton woods, dan sebagainya.
B. Epistemologi Ilmu Ekonomi
Epistemologi ilmu ekonomi adalah asal, sifat, karakter dan jenis ilmu ekonomi sebagai
sebuah pengetahuan yang berhubungan dengan hakikat dari ilmu ekonomi, pengandaian-
pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggungjawaban atas pernyataan mengenai ilmu
ekonomi yang dimiliki oleh setiap manusia. Pengetahuan tersebut diperoleh manusia melalui
akal dan panca indera dengan berbagai metode, diantaranya metode induktif, metode
deduktif, metode positivisme, metode kontemplatis dan metode dialektis.
Metode-metode untuk memperoleh pengetahuan:
1. Empirisme
Empirisme adalah suatu cara/metode dalam filsafat yang mendasarkan cara
memperoleh pengetahuan dengan melalui pengalaman. John Locke, bapak empirisme
Britania, mengatakan bahwa pada waktu manusia dilahirkan akalnya merupakan jenis
catatan yang kosong (tabula rasa) dan di dalam buku catatan itulah dicatat pengalaman-
pengalaman inderawi. Menurut Locke, seluruh sisa pengetahuan kita diperoleh dengan
jalan menggunakan serta memperbandingkan ide-ide yang diperoleh dari penginderaan
serta refleksi yang pertama-pertama dan sederhana tersebut.
Ia memandang akal sebagai sejenis tempat penampungan,yang secara pasif menerima
hasil-hasil penginderaan tersebut. Ini berarti semua pengetahuan kita betapapun rumitnya
dapat dilacak kembali sampai kepada pengalaman-pengalaman inderawi yang pertama-
tama, yang dapat diibaratkan sebagai atom-atom yang menyusun objek-objek
material.Apa yang tidak dapat atau tidak perlu dilacak kembali secara demikian itu
bukanlah pengetahuan, atau setidak-tidaknya bukanlah pengetahuan mengenai hal-hal
yang faktual.
2. Rasionalisme
Rasionalisme berpendirian bahwa sumber pengetahuan terletak pada akal. Bukan
karena rasionalisme mengingkari nilai pengalaman, melainkan pengalaman paling
dipandang sebagai sejenis perangsang bagi pikiran. Para penganut rasionalisme yakin

4
bahwa kebenaran dan kesesatan terletak di dalam ide kita dan bukannya di dalam diri
barang sesuatu. Jika kebenaran mengandung makna mempunyai ide yang sesuai dengan
atau menunjuk kepada kenyataan, maka kebenaran hanya dapat ada di dalam pikiran kita
dan hanya dapat diperoleh dengan akal budi saja.
3. Fenomenalisme
Bapak Fenomenalisme adalah Immanuel Kant. Kant membuat uraian tentang
pengalaman.”Barang sesuatu sebagaimana terdapat dalam dirinya sendiri merangsang
alat inderawi kita dan diterima oleh akal kita dalam bentuk-bentuk pengalaman dan
disusun secara sistematis dengan jalan penalaran”. Karena itu kita tidak pernah
mempunyai pengetahuan tentang barang sesuatu seperti keadaannya sendiri, melainkan
hanya tentang sesuatu seperti yang menampak kepada kita, artinya, pengetahuan tentang
gejala (Phenomenon).
Bagi Kant para penganut empirisme benar bila berpendapat bahwa semua
pengetahuan didasarkan pada pengalaman meskipun benar hanya untuk sebagian. Tetapi
para penganut rasionalisme juga benar, karena akal memaksakan bentuk-bentuknya
sendiri terhadap barang sesuatu serta pengalaman.
4. Intusionisme
Menurut Bergson, intuisi adalah suatu sarana untuk mengetahui secara langsung dan
seketika. Analisa atau pengetahuan yang diperoleh dengan jalan pelukisan, tidak akan
dapat menggantikan hasil pengenalan secara langsung dari pengetahuan intuitif.
Salah satu diantara unsur-unsur yang berharga dalam intuisionisme Bergson ialah,
paham ini memungkinkan adanya suatu bentuk pengalaman di samping pengalaman yang
dihayati oleh indera. Dengan demikian data yang dihasilkannya dapat merupakan bahan
tambahan bagi pengetahuan di samping pengetahuan yang dihasilkan oleh penginderaan.
Kant masih tetap benar dengan mengatakan bahwa pengetahuan didasarkan pada
pengalaman, tetapi dengan demikian pengalaman harus meliputi baik pengalaman
inderawi maupun pengalaman intuitif.
Hendaknya diingat, intusionisme tidak mengingkari nilai pengalaman inderawi yang
biasa dan pengetahuan yang disimpulkan darinya. Intusionisme setidak-tidaknya dalam
beberapa bentuk hanya mengatakan bahwa pengetahuan yang lengkap di peroleh melalui
intuisi, sebagai lawan dari pengetahuan yang nisbi yang meliputi sebagian saja yang

5
diberikan oleh analisis. Ada yang berpendirian bahwa apa yang diberikan oleh indera
hanyalah apa yang menampak belaka, sebagai lawan dari apa yang diberikan oleh intuisi,
yaitu kenyataan. Mereka mengatakan, barang sesuatu tidak pernah merupakan sesuatu
seperti yang menampak kepada kita, dan hanya intuisilah yang dapat menyingkapkan
kepada kita keadaanya yang senyatanya.
5. Dialektis
Yaitu tahap logika yang mengajarkan kaidah-kaidah dan metode penuturan serta
analisis sistematik tentang ide-ide untuk mencapai apa yang terkandung dalam
pandangan. Dalam kehidupan sehari-hari dialektika berarti kecakapan untuk melekukan
perdebatan. Dalam teori pengetahuan ini merupakan bentuk pemikiran yang tidak
tersusun dari satu pikiran tetapi pemikiran itu seperti dalam percakapan, bertolak paling
kurang dua kutub.
C. Pendekatan Keilmuan Ekonomi
1. Teori Ekonomi Mikro
Ilmu ekonomi mikro merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku
individu dalam membuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan aspek
ekonomi. Individu dimaksud seperti consume pemilik sumber-sumber daya dan
perusahaan dalam perekonomian pasar bebas. Jadi teori mikro atau teori harga
mempelajari arus barang dan jasa dari sektor rumah tangga, komposisi arus tersebut serta
bagaimana harga-harga barang dan jasa ditentukan dalam arus tersebut. Juga mempelajari
arus jasa sumber-sumber ekonomi dari pemilik sumber-sumber daya ke perusahaan-
perusahaan bisnis, kemana penggunaan sumber-sumber mengalir dan bagaimana harga
sumber-sumber ditentukan. Ekonomi mikro atau price theory, juga akan membahas
persoalan-persoalan yang tergolong kedalam dua jenis teori yaitu:
1) Teori Nilai (Value Theory)
Teori nilai ini membahas persoalan konsumen dan produsen secara individu atau
kelompok-kelompok konsumen dan produsen yang dikenal sebagai pasar-pasar atau
industri-industri.
2) Teori Distribusi (Distribution Theory)
Teori distribusi ini membahas faktor-faktor yang menentukan harga dari faktor-
fakto produksi dan perubahan dari upah, sewa (rent) dan tingkat bunga (interest).

6
Teori ekonomi makro mempelajari faktor-faktor apa yang mempengaruhi posisi
kurva permintaan dan penawaran dimasing-masing pasar.
2. Teori Ekonomi Makro
Teori ekonomi makro mempelajari faktor-faktor apa yang mempengaruhi posisi
kurva permintaan dan penawaran dimasing-masing pasar.
Masalah utama dalam analisis makro ekonomi:
1) Penentuan kegiatan ekonomi
2) Masalah-masalah dalam perekonomian
3) Kebijakan makro ekonomi
3. Teori keuangan
Teori keuangan pada prinsipnya menjelaskan tentang bagaimana orang atau
perusahaan seharusnya berperilaku dan kemudian dikembangkan teori lebih formal untuk
mempelajari perilaku orang atau perusahaan.
D. Metode Penelitian Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi secara sederhana merupakan upaya manusia untuk memenuhi
kebutuhannya yang bersifat tidak tersebut dengan alat pemenuhan kebutuhan berupa barang
dan jasa yang bersifat langka serta memiliki kegunaan alternatif. Untuk itu, cara pemenuhan
kebutuhannya berkaitan dengan metode-metode dalam ilmu ekonomi tersebut.
Adapun metode yang digunakan dalam ilmu ekonomi menurut Chaurmain dan Prihatin
(1994:14-16) meliputi sebagai berikut.
1. Metode Induktif
Metode dimana suatu keputusan dilakukan dengan mengumpulkan semua data
informasi yang ada di dalam realitas kehidupan. Realitas tersebut mencakup setiap unsur
kehidupan yang dialami individu, keluarga, masyarakat lokal, dan sebagainya yang
mencoba mencari jalan pemecahan sehingga upaya pemenuhan kebutuhan tersebut dapat
dikaji secermat mungkin. Sebagai contoh, upaya menghasilkan dan menyalurkan sumber
daya ekonomi. Upaya tersebut dilakukan sedemikian rupa sampai diperoleh barang dan
jasa yang dapat tersedia pada jumlah, harga, dan waktu yang tepat bagi pemenuhan
kebutuhan tersebut. Untuk mencapai tujuan kebutuhan tersebut, diperlukan perencanaan
yang dalam ilmu ekonomi berfungsi sebagai cara atau metode untuk menyusun daftar
kebutuhan terhadap sejumlah barang dan jasa yang diperlukan masyarakat.

7
2. Metode Deduktif
Metode ilmu ekonomi yang bekerja atas dasar hukum, ketentuan, atau prinsip umum
yang sudah diuji kebenarannya. Dengan metode ini, ilmu ekonomi mencoba menetapkan
cara pemecahan masalah sesuai dengan acuan, prinsip hukum, dan ketentuan yang ada
dalam ilmu ekonomi. Misalnya, dalam ilmu ekonomi terdapat hukum yang
mengemukakan bahwa jika persediaan barang dan jasa berkurang dalam masyarakat,
sementara permintaannya tetap maka barang dan jasa akan naik harganya. Bertolak dari
hukum ekonomi tersebut, para ahli ekonomi secara deduktif sudah dapat menentukan
bahwa harus dijaga agar persediaan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat tersebut
selalu dapat mencukupi dalam kuantitas dan kualitasnya.
3. Metode Matematika
Metode yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi dengan cara
pemecahan soal-soal matematis. Maksudnya bahwa dalam matematika terdapat kebiasaan
yang dimulai dengan pembahasan dalil-dalil. Melalui pembahasan dalil-dalil tersebut
dapat dipastikan bahwa kajiannya dapat secara umum.
4. Metode Statistika
Suatu metode pemecahan masalah ekonomi dengan cara pengumpulan, pengolahan,
analisis, penafsiran, dan penyajian data dalam bentuk angka-angka secara statistik. Dari
angka-angka yang disajikan, kemudian dapat diketahui permasalahan sesungguhnya,
selanjutnya dicarikan cara pemecahannya. Sebagai contoh, pembahasan mengenai
pengangguran. Dalam hal ini, dapat terlebih dahulu diindentifikasi unsur-unsur yang
berkaitan dengan pengangguran, misalnya data perusahaan, data tenaga kerja yang
terdidik atau kurang terdidik, jenis dan jumlah lapangan kerja yang tersedia, jumlah dan
tingkat upah yang ditawarkan perusahaan, tempat perusahaan beroperasi, rata-rata tinggal
para calon pekerja.
Dari data yang terkumpul tersebut, seorang ahli ekonomi dapat menyusun analisis dan
penafsiran data secara statistik yang berhubungan dengan pemecahan masalah
pengangguran tersebut. Selanjutnya, dari angka-angka statistik tersebut dapat ditentukan
cara tepat untuk membantu mengatasi masalah pengangguran secara akurat berdasarkan
tafsiran peneliti terhadap angka-angka yang disajikan statistik.

8
BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
Filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara
spesifik mengkaji hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah). Perbincangan, tentang filsafat ilmu dalam
khazanah bidang filsafat modern secara umum telah diletakkan dasar-dasarnya oleh Rene
Descartes (Perancis) dengan metode deduksinya dan Francis Bacon (Inggris) dengan metode
induksinya pada abad ke sembilan belas. Namun baru pada awal abad ke dua puluh perhatian
orang terhadap filsafat ilmu mulai merebak. Filsafat adalah suatu metode, yaitu cara,
kecenderungan, sikap bertanya tentang segala sesuatu. Hakikat filsafat adalah bertanya terus
menerus. Filsafat adalah sebuah sistem pemikiran atau lebih tepatnya cara berpikir yang terbuka
yaitu terbuka untuk dipertanyakan dan dipersoalkan kembali. Secara umum ilmu filsafat
dibedakan menjadi lima cabang besar yaitu metafisika atau ilmu tentang yang ada sebagai ada,
epistemologi atau filsafat ilmu pengetahuan, etika filsafat moral yang berbicara baik buruknya
perilaku manusia, logika berbicara mengenai berpikir secara tepat, dan estetika atau filsafat seni
berbicara mengenai keindahan.

Epistemologi, (dari bahasa Yunani episteme (pengetahuan) dan logos


(kata/pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan
jenis pengetahuan. Sedangkan ilmu ekonomi sendiri berarti ilmu yang mempelajari perilaku
manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya
ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan
yang jumlahnya terbatas. Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa
cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi dan makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi
juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) dan normatif, mainstream dan heterodox, dan
lainnya.

Epistemologi ilmu ekonomi adalah asal, sifat, karakter dan jenis ilmu ekonomi sebagai
sebuah pengetahuan yang berhubungan dengan hakikat dari ilmu ekonomi, pengandaian-
pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggungjawaban atas pernyataan mengenai ilmu ekonomi
yang dimiliki oleh setiap manusia. Pengetahuan tersebut diperoleh manusia melalui akal dan

9
panca indera dengan berbagai metode, diantaranya metode induktif, metode deduktif, metode
positivisme, metode kontemplatis dan metode dialektis.

Adapun pendekatan keilmuan ekonomi meliputi teori ilmu ekonomi mikro, teori ilmu
ekonomi makro dan teori keuangan. Ilmu ekonomi mikro merupakan bagian dari ilmu ekonomi
yang mempelajari perilaku individu dalam membuat keputusan-keputusan yang berhubungan
dengan aspek ekonomi. Sedangkan ilmu ekonomi makro merupakan teori yang mempelajari
faktor-faktor apa yang mempengaruhi posisi kurva permintaan dan penawaran dimasing-masing
pasar. Dan teori keuangan adalah teori yang menjelaskan tentang bagaimana orang atau
perusahaan seharusnya berperilaku dan kemudian dikembangkan teori lebih formal untuk
mempelajari perilaku orang atau perusahaan.

Untuk metode yang digunakan dalam ilmu ekonomi menurut Chaurmain dan Prihatin
(1994:14-16) meliputi metode induktif, metode deduktif, metode matematika, dan metode
statistika. Metode induktif adalah metode dimana suatu keputusan dilakukan dengan
mengumpulkan semua data informasi yang ada di dalam realitas kehidupan. Realitas tersebut
mencakup setiap unsur kehidupan yang dialami individu, keluarga, masyarakat lokal, dan
sebagainya yang mencoba mencari jalan pemecahan sehingga upaya pemenuhan kebutuhan
tersebut dapat dikaji secermat mungkin. Sedangkan metode deduktif adalah metode ilmu
ekonomi yang bekerja atas dasar hukum, ketentuan, atau prinsip umum yang sudah diuji
kebenarannya. Dengan metode ini, ilmu ekonomi mencoba menetapkan cara pemecahan masalah
sesuai dengan acuan, prinsip hukum, dan ketentuan yang ada dalam ilmu ekonomi. Yang
dimaksud metode matematika adalah metode yang digunakan untuk memecahkan masalah-
masalah ekonomi dengan cara pemecahan soal-soal matematis. Maksudnya bahwa dalam
matematika terdapat kebiasaan yang dimulai dengan pembahasan dalil-dalil. Melalui
pembahasan dalil-dalil tersebut dapat dipastikan bahwa kajiannya dapat secara umum. Dan
metode statistika adalah suatu metode pemecahan masalah ekonomi dengan cara pengumpulan,
pengolahan, analisis, penafsiran, dan penyajian data dalam bentuk angka-angka secara statistik.
Dari angka-angka yang disajikan, kemudian dapat diketahui permasalahan sesungguhnya,
selanjutnya dicarikan cara pemecahannya.

10
DAFTAR PUSTAKA
Keraf, A. Sonny dan Dua, Mikhael. 2001. Ilmu Pengetahuan Sebuah Tinjauan Filosofis.
Yogyakarta: Kanisius.

Kertistika, Erika. 2014


http://www.academia.edu/28155894/Epistemologi_ilmu_ekonomi (Online)
Diakses pada 20 Februari 2017

https://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_ekonomi (Diakses pada 20 Februari 2017)

11