Anda di halaman 1dari 4

Cynthia Hotma Fatmawati

21010115120041

Mass Concrete

1. Pengertian Mass Concrete


Mass concrete adalah pekerjaan pengecoran masal dengan jumlah beton yang sangat besar.
Beton yang tergolong mass concrete didesain dengan mempertimbangkan beberapa faktor
yaitu kondisi cuaca, rasio volume permukaan, tingkat pemanasan, dan tingkat ketahanan
terhadap perubahan volume, perubahan suhu, dan pengaruh massa dari material sekitar.
Pekerjaan mass concrete memerlukan pengendalian thermal yang mana dalam hal ini
pengecoran beton dengan volume besar mengakibatkan terjadinya proses hidrasi semen
atau proses pengerasan dimana beton akan mengeras dengan cara mengeluarkan hidrasi
yang besar sehingga berpotensi beton menjadi retak dan beton menjadi tidak konjugasi.

2. Definisi Mass Concrete


a. (Berdasarkan ACI 207) :
Mass concrete adalah segala volume beton dengan dimensi yang cukup besar sehingga
perlu pengendalian thermal tehadap panas yang ditimbulkan oleh proses hidrasi semen.
b. Potential Problem Mass Concrete :
Masalah yang biasa terjadi pada mass concrete adalah retak thermal yaitu retak pada
beton yang disebabkan adanya perbedaan temperatur beton antar lapisan maupun
dengan suhu lingkungan ≤ 20oC (ACI, Jurnal Vol. 94 No 2, 1997), dan kenaikan
Cynthia Hotma Fatmawati
21010115120041

maksimum atau penurunan suhu yang menyebabkan kontraksi dan mengakibatkan


crack adalah 40oC/Jam.

3. Persyaratan Teknis Mass Concrete


a. Keberadaan beton yang bersambung dan selalu ada agar tidak terjadi pekerja atau alat
yang terpaksa menganggur akibat menunggu supply adukan beton yang belum tersedia.
b. Tenaga kerja yang cukup untuk memastikan pekerjaan bisa berjalan sesuai jadwal yang
direncanakan.
c. Kecepatan cor memadai agar tidak ada penumpukan antrian truck mixer akibat
menunggu penuangan beton lama yang belum selesai.
d. Jenis dan kapasitas alat memadai, misalnya jumlah pompa beton disesuaikan dengan
volume mass concrete, jumlah pompa beton, dan jadwal kedatangan truck mixer.
e. Metode pengecoran yang bagus sehingga terhindar dari terjadinya cold joint, yaitu
sambungan beton terhadap beton lama yang sudah mengalami pengerasan.
f. Mix design beton yang sesuai, yaitu kualitas beton K berapa yang sesuai dengan
spesifikasi teknik yang direncanakan. Mengingat salah satu standar penilaian untuk
keberhasilan struktur beton juga dilihat dari segi kekuatannya apakah bisa berfungsi
dengan baik atau tidak.
g. Schedule pengecoran yang tepat dengan memperhatikan tingkat kesulitan pengecoran
dan arus lalu lintas antara batching plant beton dan area proyek. Misalnya pada proyek
di kota tertentu ada yang jam lintas kendaraanya dibatasi.
h. Pengendalian letak thermal dengan memantau suhu beton dan melakukan upaya
pencegahan agar tidak terjadi keretakan. Pemantauan dimulai dari saat kedatangan
truck mixer sampai dengan kontrol suhu beton saat sudah dituang ke dalam bekisting.

4. Monitoring Suhu Mass Concrete


Alat yang digunakan adalah kabel Thermocouple dicor pada beton, kabel
penghubung thermocouple, dan alat pengukur suhu. Pembacaan suhu dilaksanakan setelah
pengecoran usai pada umumnya sebagai berikut :
a. Untuk 24 jam pertama pembacaan dilaksanakan setiap 2 jam
b. Untuk 2 x 24 jam berikutnya pembacaan dilaksanakan setiap 3 jam
c. Selanjutnya dilaksanakan selama 4 kali pagi 09.00, siang 12.00, sore 17.00 dan malam
20.00 selama 7 hari.
d. Pembacaan suhu dihentikan setelah dicapai delta suhu konstan < 20oC
Cynthia Hotma Fatmawati
21010115120041

5. Metode Pelaksanaan Pengontrolan Suhu Beton dalam Pelaksanaan Mass Concrete


Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan mass concrete adalah perbedaan
temperatur bagian dalam dan bagian luar yang terjadi akibat adanya panas hidrasi. Panas
yang timbul ini menyebabkan beton mengembang namun bagian luar lebih cepat
mendingin dan menyusut volumenya sedangkan bagian dalam masih panas dan belum
menyusut, maka terjadilah perbedaan volume. Tahap berikutnya lapisan bagian luar
mendingin dan menyusut sehingga menarik lapisan luar yang sudah terlebih dahulu
menyusut sehingga timbul kecenderungan retak thermal. Proses berlangsungnya retak
thermal ini bersamaan dengan proses pengerasan beton.

a. Cementitious Material Content Control


Dilakukan dengan melakukan pemilihan tipe atau jumlah material semen untuk
miminimalisir potensi generasi panas pada beton, seperti penggunaan semen “low heat”
misalnya semen tipe 2, penggunaan fly ash atau slag sebagai pengganti porsi semen,
penggunaan rasio air semen yang rendah, dan mengurangi penggunaan semen pada
campuran.
b. Pre-cooling Concrete
Pre-cooling concrete yaitu metode yang lebih menekankan kepada material-material
penyusun betonnya, di mana suhu beton dapat meningkat yang diakibatkan oleh
material-material penyusun betonnya. Salah satu contohnya yaitu dengan
menambahkan nitrogen dan es pada saat mixture beton untuk membuat kondisi beton
segar berada dalam kondisi dingin.
c. Post-cooling Concrete
Post-cooling concrete adalah metode mendinginkan beton dengan cara membuat
sirkulasi air dingin melalui pipa yang sebelumnya telah dilakukan instalasi sebelum
Cynthia Hotma Fatmawati
21010115120041

pengecoran. Post-cooling concrete menggunakan sirkulasi air dingin dengan instalasi


pipa di dalam beton.
d. Concrete Surface Insulation
Perawatan beton pasca pengecoran dengan cara mengatur pelepasan panas yang
dihasilkan dari reaksi kimia untuk mengontrol perbedaan suhu antara bagian core
dengan permukaan beton. Metode ini dilaksanakan dengan cara menutup dan membuka
bagian permukaan beton yang berhubungan langsung dengan udara luar. Metode ini
dapat berupa menutup permukaan dengan stereofoam dan plastik atau pun dengan
menutup permukaan beton dengan air untuk dapat membuat permukaan beton untuk
tetap dalam kondisi segar yang memungkinkan udara yang berasal dari dalam beton
pada saat proses hidrasi dapat keluar. Insulation juga bisa dilakukan dengan
mempertahankan bekisting samping untuk tidak segera dibuka, agar panas pada
permukaan beton tidak terlalu cepat lepas.

Sumber :
https://www.scribd.com/document/366097613/Mass-Concrete
http://www.ilmusipil.com/syarat-teknis-pekerjaan-mass-concrete-agar-menghasilkan-beton-
bagus
http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2007-3-00387-SP%20Bab%202.pdf
http://www.newkidjoy.com/2016/01/mass-concrete-pengecoran-massal.html
https://nabilalaras.wordpress.com/2016/12/06/sekilas-tentang-mass-concrete/
https://dwikusumadpu.wordpress.com/2012/10/21/beton-massa/
http://www.ultra-chem.com/product/detail/aplikasi-thermocouple