Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PROYEK ELEKTRONIKA DASAR II

“AUDIO AMPLIFIER”

Disusun Oleh :
Imelza Febdiansih (A1C316074)
Bagus Purwanto (A1C316056)
Asrinanda Yoandina (A1C316036)

Dosen Pengampu :
Fibrika Rahmat Basuki S.Pd, M.Pd
Nehru S.T, M.T

PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2018
BAB I
Pendahuluan
Latar Belakang
Penguat audio merupakan alat yang paling banyak digunakan dalam sistem
elektronika. Rangkaian ini berfungsi menguatkan sinyal listrik lemah menjadi sedikit lebih
kuat. Perkembangan ilmu teknologi yang semakin berkembang pesat membuat teknologi
audio amplifier menjadi semakin canggih. Perkembangan ini tampak mengarah pada
kesempurnaan suara yang dihasilkan dan penggunaan di berbagai peralatan elektronik.
Seperti Compack Disk (CD) player, Tape Playback yang merupakan piranti audio yang
sering dijumpai di masyarakat.
Selain itu pada masyarakat modern, perangkat audio sangatlah penting, dimana
penggunaannya sangat luas terutama digunakan untuk memungkinkan seseorang untuk
berkomunikasi dengan masyarakan banyak. Sehingga amplifier audio elektronik adalah
media terbaik untuk menyampaikan pesan sebanyak sejauh yang diinginkan. Selain itu
audio amplifier merupakan penerapan dalam elektronika, dimana dalam komponen-
komponen penyusunnya terdiri dari komponen dasar elektronika dan penyusunannya
menggunakan prinsip elektronika. Dari pembelajaran mata kuliah Elektronika Dasar,
audio amplifier sangat berkaitan dimana prinsip dalam audio amplifier menggunakan
prinsip dari penguat operasional (op-amp).
Penguat operasional atau Op-Amp (dari kata operasional amplifier) adalah penguat
diferensial dengan dua masukan dan satu keluaran yang mempunyai penguat tegangan
yang amat tinggi. Salah satu contoh pemakaian penguat operasional tersebut yaitu audio
amplifier ini. Untuk itu kami mengadakan percobaan untuk mengetahui bagaimana proses
pembuatan audio amplifier dengan prinsip pada elektronika dasar.

1.1. Rumusan Masalah


1. Kompoenen elektronika apa saja yang digunakan dalam pembuatan Audio
Amplifier?
2. Bagaiman bentuk rangkaian yang digunakan dalam pembuatan Audio Amplifier?
3. Bagaimana cara kerja dari Audio Amplifier dalam mengolah suara yang
dihasilkan?
4. Bagaimana tahapan-tahapan dalam pembuatan Audio Amplifier ?
1.2. Tujuan
1. Untuk mengetahui rangkaian yang digunakan dalam pembuatan Audio Amplifier
2. Untuk mengetahui cara kerja proses pengolahan suara dalam Audio Amplifier
3. Untuk mengetahui cara pembuatan Audio Amplifier
BAB II
Kajian Pustaka

Pengertian Audio Amplifier


Penguat suara (audio amplifier) adalah sebuah penguat elektronik yang berfungsi
menguatkan sinyal audio rendah (frekuensi 20 – 20.000 Hz, rentang pendengaran
manusia) ke tingkat yang cocok untuk pengeras suara dan merupakan tahapan akhir dalam
proses pengolahan suara.
Proses pengolahan suara dengan amplifier melewati beberapa tahapan, yaitu input
(CD/DVD Player, radio, tape, dll), penguat depan (pre-amplifier), pengatur nada (tone
control), penguat akhir (power amplifier), dan loadspeaker.

Sinyal input dari sebuah amplifier hanya beberapa ratus mikrowatt, sedangkan sinyal
keluaran mencapai 10, 100, atau 1000 watt.
Bagian-bagian audio amplifier :
1. Input
Input sinyal dapat berasal dari beberapa sumber, antara lain dari CD/DVD Player,
Tape, Radio AM/FM, Microphone, MP3 Player, Ipod, dll. Masing-masing sumber
sinyal tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Bagian Input sinyal harus
mempu mengadaptasi sinyal sinyal tersebut sehingga sama pada saat dimasukkan ke
penguat awal/ penguat depan (pre-amp)
2. Penguat Depan ( Pre-Amplifier )
Penguat depan berfungsi sebagai penyangga dan penyesuai level dari masing-masing
sinyal input sebelum dimasukkan ke pengatur nada. Hal ini bertujuan agar saat proses
pengaturan nada tidak terjadi kesalahan karena pembebanan/loading. Penguat depan
harus mempunyai karakteristik penyangga/buffer dan berdesah rendah.
3. Pengatur nada ( Tone Control )
Pengatur nada bertujuan menyamakan (equalize) suara yang dihasilkan pada speaker
agar sesuai dengan aslinya (Hi-Fi). Pengatur nada minimal mempunyai pengaturan
untuk nada rendah dan nada tinggi. Selain itu ada juga jenis pengatur nada yang
mempunyai banyak kanal pengaturan pada frekuensi tertentu yang biasa disebut
dengan Rangkaian Equalizer. Prinsip dasar pengaturan nada diperoleh dengan
mengatur nilai R/C resonator pada rangkaian filter.
4. Penguat Akhir ( Power Amplifier )
Penguat Akhir adalah rangkaian penguat daya yang bertujuan memperkuat sinyal dari
pengatur nada agar bisa menggetarkan membran speaker. Penguat akhir biasanya
menggunakan konfigurasi penguat kelas B atau kelas AB. Syarat utama sebuah
penguat akhir adalah impedansi output yang rendah antara 4-16 ohm) dan efisiensi
yang tinggi.
Karena kerja dari penguat akhir sangat berat maka biasanya akan timbul panas dan
dibutuhkan sebuah plat pendingin untuk mencegah kerusakan komponen transistor
penguat akhir karena terlalu panas.
5. Loudspeaker
Speaker berfungsi mengubah sinyal listrik menjadi sinyal suara. Semakin besar daya
sebuah speaker biasanya semakin besar pula bentuk fisiknya. Secara umum speaker
terbagi menjadi tiga, yaitu Woofer (bass), Squaker (middle), dan tweeter (high).
Impedansi speaker antara 4 ohm, 8 ohm dan 16 ohm. Saat ini ada juga speaker yang
disebut dengan subwoofer, yaitu speaker yang mampu mereproduksi sinyal audio
dengan frekuensi yang sangat rendah dibawah woofer.
6. Power Supply
Power Supply merupakan rangkaian pencatu daya untuk semua rangkaian. Secara
umum power supply mengeluarkan dua jenis output, yaitu output teregulasi dan tidak
teregulasi. Output teregulasi dipakai untuk rangkaian pengatur nada dan penguat awal,
sementara rangkaian power supply tidak teregulasi dipakai untuk rangkaian power
amplifier.

1.1. Komponen Audio Amplifier


Dalam pembuatan audio amplifier terdapat komponen-komponen dasar
penyusunnya yaitu berupa IC 384, resistor, kapasitor, potensiometer dan speaker.
1. IC LM386
IC power amplifier LM386 adalah chip monolitik yang didesain khusus sebagai
power amplifier dengan daya rendah dan konsumsi daya yang rendah. Power amplifier IC
LM386 dapat dibuat sebagai power amplifier dengan penguatan sebesar 20 kali sampai
200 kali tergantung konfigurasi rangkaiannya. Rangkaian power amplifier yang
menggunakan IC power amplifier LM386 pada umumnya adalah perangkat yang
membutuhkan penguat audio dengan loudspeaker kecil terpasang pada perangkat tersebut.
Rangkaian power amplifier mini LM386 ini sering diaplikasikan pada perangkat radio atau
mainan yang menggunakan pengeras suara kecil. Rangkaian power amplifier mini dengan
IC LM386 sangatlah sederhana.
Rangkaian Power Amplifer Mini LM386 Rangkaian power amplifier mini
menggunakan IC LM386 diatas dapat dioperasikan dengan tegangan rendah dari 5-12 volt
DC. Dengan konfigurasi sederhana, rangkaian power amplifier mini IC LM386 tersebut
mampu memberikan penguatan tegangan input sebesar 20 kali. Rangkaian power amplifier
mini diatas merupakan salah satu jenis power amplifier mini dengan tipe OTL (Output
Transformer Less) dengan daya 0,5 watt. Power amplifer diatas dapat menggerakan beban
(loud speaker) 8 Ohm dengan konsumsi daya rendah. Potensiometer pada rangkaian power
amplifier mini LM386 diatas berfungsi untuk mengatur volume sinyal audio yang
dikuatkanoleh power amplifier mini LM386.

Rangkaian Power Amplifer Mini LM386 Rangkaian power amplifier mini


menggunakan IC LM386 diatas dapat dioperasikan dengan tegangan rendah dari 5-12 volt
DC. Dengan konfigurasi sederhana seperti terlihat pada gambar diatas, rangkaian power
amplifier mini IC LM386 tersebut mampu memberikan penguatan tegangan input sebesar
20 kali. Rangkaian power amplifier mini diatas merupakan salah satu jenis power
amplifier mini dengan tipe OTL (Output Transformer Less) dengan daya 0,5 watt. Power
amplifer diatas dapat menggerakan beban (loud speaker) 8 Ohm dengan konsumsi daya
rendah. Potensiometer pada rangkaian power amplifier mini LM386 diatas berfungsi untuk
mengatur volume sinyal audio yang dikuatkan oleh power amplifier mini LM386 diatas.
2. Resistor
Resistor dipergunakan pada rangkaian listrik yang berhubungan dengan listrik .
Misalnya, untuk memperkecil arus atau tegangan dan juga sebagai pembagi tegangan.
Simbol untuk resistor dapat dilihat pada gambar berikut.

Banyak resistor yang mempunyai ukuran yang ditunjukkan dengan kode pita
warna yang ada di badan resistor itu sendiri. Seperti dapat dilihat pada table 1 di bawah
ini.

3. Kondensator (Capasitor) Keramik


Pada dasarnya kondensator itu terdiri dari dua lembar plat logam dipisahkan oleh
zat isolator. Zat isolator tersebut dinamakan dielektrika, kondensator (capasitor) pada
umumnya diberi nama sesuai dengan jenis bahan dielektriknya. Jika bahan dielektriknya
cairan maka dinamakan kondensator elektrolit. Demikian pula halnya dengan bahan-bahan
dielektriknya yang lain seperti kertas, udara, mika dan lain-lain. Seperti halnya dengan
nilai hambatan, kapasitas kondensator ada yang mempunyai kapasitasnya dapat diatur.
Yang mana jenis tersebut dapat dibedakan atas dua bagian yaitu jenis kondensator tetap
(fix capasitor) dan jenis kondensator tidak tetap (variabel capacitor) disingkat varco.
Kondensator tetap adalah kondensator yang mempunyai kapasitas tetap, sedangkan
kondensator tidak tetap adalah kondensator yang kapasitasnya dapat diatur. Kondensator
tetap dibagi menjadi dua bagian lagi, yaitu mempunyai tanda polaritas arus positif negatif
yang disebut dengan kondensator elektrolit (elco). Pada dasarnya banyak tipe kondensator
yang kontruksinya hampir sama . Tipe-tipe pokok yang digunakan pada perencanaan ini
adalah kondensator keramik.
Secara garis besar kondensator ini dapat dibagi menjadi dua kelas, yaitu tipe
permitivitas randah dan permitivitas tinggi. Kondensator ini berguna untuk kopling atau
dengan kopling serba guna yang tahan terhadap variasi cukup besar dalam harga kapasitas
akibat suhu, frekuensi, tegangan dan waktu. Adapun bentuk konstruksi dari pada
kondensator keramik terlihat seperti gambar 3 di bawah ini.

4. Potensiometer
Adapun pengertian secara umum potensiometer bisa didefinisikan sebagai sebuah
resistor tiga terminal dengan kontak geser yang membentuk pembagi tegangan yang
diatur. Jika hanya dua terminal yang digunakan (satu sisi dan wiper), bertindak sebagai
variabel resistor. Potensiometer biasanya digunakan untuk mengontrol perangkat listrik
seperti kontrol volume pada peralatan audio. Potensiometer dioperasikan oleh mekanisme
yang dapat digunakan sebagai transduser posisi, misalnya, dalam joystick.
Dalam kontruksi Potensiometer yaitu dibangun dengan melawan elemen yang
dibentuk menjadi sebuah busur lingkaran, dan salah satu kontak geser (wiper) bepergian
atas busur itu. Elemen resistif, dengan terminal pada satu atau kedua ujungnya, yang datar
atau miring, dan umumnya terbuat dari grafit, meskipun bahan lain dapat digunakan tetapi
wiper ini terhubung melalui kontak lain yang menggeser ke terminal lain.sedangkan Pada
potensiometer panel, wiper biasanya mempunyai terminal pusat tiga. Untuk potensiometer
tunggal-turn, wiper ini biasanya perjalanan hanya di bawah satu revolusi di sekitar kontak
yaitu "Multiturn" potensiometer juga ada, dimana elemen resistor mungkin heliks dan
wiper dapat bergerak 10, 20, atau lebih revolusi lengkap, meskipun potentimeters
multiturn biasanya dibangun dari elemen dapat melawan konvensional menyeka melalui
roda gigi cacing. Selain itu grafit, bahan yang digunakan untuk membuat elemen resistif
termasuk kawat penghambat, partikel karbon dalam plastik, dan campuran / keramik
logam yang disebut cermet.
The 'pot log' potensiometer juga digunakan sebagai kontrol volume di amplifier
audio, di mana ia juga disebut "lancip pot audio", karena respon amplitudo dari telinga
manusia juga logaritma. Memastikan bahwa, pada kontrol volume ditandai 0 hingga 10,
misalnya, pengaturan dari 5 suara setengah keras sebagai pengaturan 10. Ada juga sebuah
pot anti-log atau lancip audio sebaliknya yang hanya kebalikan dari potensiometer
logaritmik. Hal ini hampir selalu digunakan dalam konfigurasi mengeroyok dengan
potensiometer logaritmik, misalnya, dalam kontrol keseimbangan audio. Adapun fungsi
potensiometer sebagai kontrol nada atau equalizer dalam penggunaan kombinasi dan
jaringan filter, sebelumnya untuk televisi dipergunakan untuk mengontrol kecerahan
gambar, kontras, dan respon warna. Sebuah potensiometer sering digunakan untuk
mengatur "menahan vertikal", yang mempengaruhi sinkronisasi antara menyapu sirkuit
internal penerima (kadang-kadang multivibrator a) dan sinyal gambar yang diterima.
5. Elemen Pemanas (Solder)
Solder merupakan alat bantu dalam merakit atau membongkar rangkaian
elektronika pada rangkaian yang terdapat pada papan pcb. Solder merupakan alat
elektronika yang mengubah energi listrik menjadi energi panas. Solder banyak jenis dan
beragam bentuknya, pada umumnya berbentuk seperti pistol, dan lurus dengan mata solder
di ujung yang berbentuk lancip, dan dilengkapi tombol pengatur suhu ukuran tinggi
rendahnya panas yang dihasilkan.
Solder merupakan salah-satu perkakas yang utama bagi teknisi, solder berguna
untuk memanaskan logam dan melelehkan timah solder. Penyolderan merupakan proses
penyambungan dua logam dengan menggunakan logam campuran yang disebut timah
solder, secara umum solder dapat dikelompokkan menjadi 2 macam, yaitu (1) solder
dengan pemanas gas (2) solder listrik. Tetapi disini hanya akan dibahas solder listrik saja,
sedangkan solder dengan pemanas gas tidak. Solder listrik ( selanjutnya disebut solder saja
) terdiri atas 3 komponen utama, yaitu (1) Elemen pemanas, (2) Besi solder, dan (3)
Gagang.
Elemen pemanas pada solder merupakan komponen yang menentukan tingginya
suhu dari solder, tingginya suhu pada elemen pemanas bergantung pada besarnya daya
elemen pemanas tersebut yang diukur dalam satuan watt, semakin besar watt-nya maka
semain tinggi suhu yang dihasilkan.
Secara umum dibawah ini adalah tahapan penyolderan yang baik dan benar :
 Menunggu hingga suhu solder mencapai panas yang cukup.
 Membersihkan seluruh permukaan logam yang akan disolder dari kotoran atau
karat
 Memberi flux / pasta solder pada logam yang akan disolder dan pada ujung tip
(ujung kepala besi solder)
 Melapisi ujung tip (ujung kepala besi solder) dengan timah, proses ini dikenal
dengan istilah Tinning
 Menunggu sesaat ujung tip pada logam yang disolder, hingga logam menjadi
panas, lalu memberikan timah solder pada logam tersebut secukupnya, kemudian
membiarkan ujung tip tetap menempel pada logam yang disolder hingga timah
mencair dan menempel pada seluruh lapisan logam lalu melepaskan solder, dan
membiarkan timah mendingin secara alami. Selama proses pendinginan timah,
jangan menggerakkan logam / sambungan, karena akan menyebabkan hasil
penyolderan tidak sempurna, tanda bahwa hasil penyolderan tersebut baik adalah
timah menempel sempurna pada logam dan berkilau. Pada praktikum kali ini,
solder didekatkan pada sensor suhu LM35, tetapi tidak menempel pada sensor
suhu.

6. PCB (Project Circuit Board)


Bread board atau project board adalah susunan kartu (papan) tipis yang terbuat dari
fiberglass atau plastik dengan banyak lubang kecil, dan digunakan dengan
menghubungkan sejumlah chip dan komponen elektronika lainnya. Cara penggunaan
papan ini sangatlah sederhana dan praktis. Dengan menggunakan papan rangkaian ini, kita
dapat dengan mudah memasang, merubah, dan memperbaiki suatu rangkaian yang
dianggap belum sempurna atau mengalami salah hubung, sehingga kesalahan fatal tidak
terjadi. Dengan menggunakan project board, kita dapat memasang komponen elektronika
tidak permanen.
BAB III
Metode Pelaksanaan

3.1. Waktu dan Tempat


Waktu pelaksanaan :
Tempat pelaksanaan :

3.2. Alat dan Komponen

No. Alat & Bahan Banyaknya


1. IC LM 386 1 buah
2. Speker pasif 8 Ohm 1 buah
3. Elco 10 μF / 16 Volt 2 buah
4. Elco 220 μF / 16 Volt 1 buah
5. Kapasitor Keramik 104 1 buah
6. Resistor 10 ohm 1 buah
7. Resistor 1 kiloohm 1 buah
8. Kabel Secukupnya
9. Jumper Secukupnya
10. Potensiometer mono 50k 1 buah
11. Solder 1 buah
12 Papan PCB 1 buah
13. Kabel Jack 1 buah

3.3. Prosedur Percobaan


1. Menentukan telebih dahulu jenis rangkaian penguat apa yang akan digunakan.
disini kami menggunakan rangkaian penguat amplifier dengan menggunkaan
IC LM 386.
2. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
3. Membuat sketsa rangkaian penguata yang akan dibuat
4. Memasang masing-masing komponen di papan PCB
a. pasang IC pada papan PCB
b. Hubungkan kapasitor 220 μF pada kaki 5 IC
c. Pasang resistor 10 Ω dan 1 kΩ yang di rangkai paralel lalu dihubungkan
pada kaki 6 ic
d. Pasang kapasitor 220 μF yang diserikan dengan resistor 1 K pada kaki 1
dan kaki 8 IC.
e. Pasang potensiometer pada papan PCB dan dihubungkan dengan kaki 3 IC
5. Solder masing-masing komponen yang telah di rangkai
6. Beri kabel jumper pada kaki 3 IC yang dihubungkan pada kaki 2 potensiometer
7. Beri kabel jumper pada kaki 2 IC yang di hubungkan pada kaki 1 potensiometer
8. Sambungkan satu kabel jack pada kaki 3 potensiometer dan satu kabel jack pada
ground
9. Sambungkan kabel power pada resistor yang terhubung pada kaki 6 IC

3.4 Jadwal Kerja

Waktu September
NO Pengerjaan
1 -9 9 – 14 15 - 25 26
Penentuan Judul Alat
1 dan Proposal
Penganjuan Alat.
Perencanaan kegiatan
2
pembuatan alat
Pembelian Komponen
3 dan Perakitan Alat

Membuat rangkaian
4 Power Amplifier dan
Speaker.

5 Perakitan Alat

Pembuatan Box
6
Amplifier
Pengecekan dan Uji
7
Coba Alat
BAB IV
Hasil dan Pembahasan

4.1. Hasil Percobaan


BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan

1. Rangkaian mini amplifier merupakan rangkaian untuk mengeraskan suara


2. Rangkaian ini menggunakan IC op-amp yaitu LM 386
3. IC LM 386 merupakan IC yang unik dimana penguatannya telah ditentukan yaitu 20
kali akan tetapi dengan penambahan kapasitor pada pin 1 dan 8 dapat memberikan
kontrol penguatan.

5.2. Saran
1. IC LM 386 merupakan IC yang memiliki karakter unik dan baru digunakan
pertama kali sehingga kami memerlukan masukan dan saran mengenai
perhitungan yang digunakan sehingga dapat mencapai gain maksimal.