Anda di halaman 1dari 16

LEMBAR KERJA 4

PERMASALAHAN KESEHATAN, FAKTOR RESIKO, SUMBER DAYA


A. Status Kesehatan
No Permasalahan Faktor Resiko Potensial Sumber Daya
ISPA
1. Adanya Psikobiologik  Bidan desa : 2 orang
kesenjangan pada  Imunitas host kurang  Perawat desa : 1 orang
status kesehatan : baik/sehat  Posyandu : 12 buah
ISPA Lingkungan / Environment  Kader : 59 orang
 Jarak antar rumah terlalu  KIE dari petugas
berdekatan kesehatan agar memakai
 Kawasan Kelurahan masker untuk mencegah
Dandangan termasuk kawasan penularan serta
industri di Kota Kediri menghindari hal-hal yang
terutama terdapat pabrik rokok dapat memperberat sakit
gudang garam ISPA, serta
 Mayoritas rumah Kelurahan meningkatkan konsumsi
Dandangan memiliki ventilasi makanan bergizi agar
rumah kurang baik, polusi daya tahan tubuh
udara dari kawasan industri, meningkat.
asap kendaraan bermotor, asap  RUK UPTD Puskesmas
rokok. Poned Balowerti 2018
Pelayanan Kesehatan / Health halaman 168
services
 Kurang adanya informasi
tentang penyakit ISPA dari
tenaga kesehatan
Perilaku / Life styles
 Kurang adanya kesadaran dari
penderita ISPA untuk
pamakaian masker sebagai
upaya pencegahan ISPA
kepada orang lain.
 Kurang adanya kesadaran
untuk mengkonsumsi makanan
yang bergizi sebagai upaya
untuk peningkatan daya tahan
tubuh.
B. Upaya Kesehatan
Kesehatan Ibu
No Permasalahan Faktor Resiko Potensial Sumber Daya

IBU HAMIL

2. Adanya Faktor Lingkungan /  Bidan : 2 orang


kesenjangan pada Environtment  Perawat : 1 orang
K4, Tablet Fe  Mayoritas ibu hamil bekerja  Kader : 59 orang 
saat pagi atau memilih Membantu dalam
tinggal di rumah orang tua mempromosikan
sehingga memilih pindah pentingnya ANC dan
fasilitas kesehatan untuk menjaga kesehatan ibu,
ANC terutama ibu nifas
 Kelurahan Dandangan dekat sehingga mengurangi
Rumah sakit sehingga ibu risiko setelah persalinan.
hamil memilih ANC  KIE dari petugas
 Mayoritas masyarakat kesehatan supaya ibu
beranggapan bahwa biaya rutin ANC, melahirkan di
perawatan ibu nifas di bidan Puskesmas, danperiksa
tidak dapat terjangkau setelah persalinan agar
 Kurangnya dukungan dapat menurunkan resiko.
keluarga agar ibu hamil  RUK UPTD Puskesmas
melakukan ANC Poned Balowerti 2018
Faktor Pelayanan Kesehatan / halaman 160
Healt Service  RUK UPTD Puskesmas
 Kurang aktifnya tenaga Poned Balowerti 2018
kesehatan atau kader dalam halaman 16
memberikan informasi
tentang pentingnya ANC.
Faktor Perilaku / Life Style
 Kurangnya informasi atau
pemahaman tentang
pentingnya ANC.
 Mayoritas ibu lebih
mementingkan bekerja
dibandingkan ANC
 Mayoritas ibu menganggap
dirinya sehat dan tidak
terdapat masalah
No. Permasalahan Faktor Resiko Potensial Sumber Daya

IBU BERSALIN

3. Adanya Faktor Lingkungan /  Bidan : 2 orang


kesenjangan ibu Environtment  Perawat : 1 orang
bersalin yang  Mayoritas ibu hamil bekerja  Kader : 59 orang 
ditolong nakes saat pagi atau memilih Membantu dalam
tinggal di rumah orang tua mempromosikan
sehingga memilih pindah pentingnya ANC dan
fasilitas kesehatan untuk menjaga kesehatan ibu,
melahirkan terutama ibu nifas
 Kelurahan Dandangan dekat sehingga mengurangi
Rumah sakit sehingga ibu risiko setelah persalinan.
hamil memilih melahirkan di  KIE dari petugas
Rumah Sakit kesehatan supaya ibu
 Mayoritas masyarakat rutin ANC, melahirkan di
beranggapan bahwa biaya Puskesmas, danperiksa
melahirkan di bidan mandiri setelah persalinan agar
tidak dapat terjangkau dapat menurunkan resiko.
Faktor Pelayanan Kesehatan /  RUK UPTD Puskesmas
Healt Service Poned Balowerti 2018
 Kurang aktifnya tenaga halaman 160
kesehatan atau kader dalam  RUK UPTD Puskesmas
memberikan informasi Poned Balowerti 2018
tentang pentingnya halaman 161
melahirkan di fasilitas
kesehatan
Faktor Perilaku / Life Style
 Kurangnya informasi atau
pemahaman tentang
pentingnya komplikasi awal
yang dapat terjadi setelah
persalinan.
 Mayoritas ibu menganggap
dirinya sehat dan tidak
terdapat masalah
No. Permasalahan Faktor Resiko Potensial Sumber Daya

IBU NIFAS

4. Adanya Faktor Lingkungan /  Bidan : 2 orang


kesenjangan ibu Environtment  Perawat : 1 orang
nifas yang  Mayoritas ibu nifas yang  Kader : 59 orang 
mendapatkan telah melahirkan di rumah Membantu dalam
pelayanan nifas sakit lebih memilih untuk mempromosikan
kontrol di rumah sakit di pentingnya ANC dan
tempat ia melahirkan menjaga kesehatan ibu,
 Kelurahan Dandangan dekat terutama ibu nifas
Rumah sakit sehingga ibu sehingga mengurangi
nifas memilih pelayanan risiko setelah persalinan.
nifas yang lebih lengkap  KIE dari petugas
 Mayoritas masyarakat kesehatan supaya ibu
beranggapan bahwa biaya rutin ANC, melahirkan di
perawatan ibu nifas di bidan Puskesmas, danperiksa
tidak dapat terjangkau setelah persalinan agar
 Kurangnya dukungan dapat menurunkan resiko.
keluarga agar ibu nifas  RUK UPTD Puskesmas
mendapatkan pelayanan Poned Balowerti 2018
nifas. halaman 160
Faktor Pelayanan Kesehatan /  RUK UPTD Puskesmas
Healt Service Poned Balowerti 2018
 Kurang aktifnya tenaga halaman 161
kesehatan atau kader dalam
memberikan informasi
tentang pentingnya
perawatan selama masa nifas.
Faktor Perilaku / Life Style
 Kurangnya informasi atau
pemahaman tentang
pentingnya ANC dan
komplikasi awal yang dapat
terjadi setelah persalinan.
 Mayoritas ibu lebih
mementingkan merawat anak
dan mengesampingkan
perawatan masa nifas.
 Mayoritas ibu menganggap
dirinya sehat dan tidak
terdapat masalah
Kesehatan Anak

KESEHATAN ANAK
No Permasalahan Faktor Resiko Potensial Sumber Daya
5. Adanya Lingkungan/environment  Bidan desa : 2 orang
kesenjangan  Keadaan sosial ekonomi yang  Perawat desa : 1
pada KN 2 rendah sehingga pelayanan orang
kesahatan dianggap sesuatu yang  Posyandu : 12 buah
tidak dapat dijangkau  Kader : 59 orang
 Dukungan yang kurang dari  KIE ibu agar
anggota keluarga yang lain untuk membawa bayinya ke
memeriksakan bayi baru lahir pusat kesehatan agar
 Kurangnya pengetahuan dicek kesehatan
masyarakat tentang kunjungan setelah melahirkan.
neonatus  RUK UPTD
Faktor Pelayanan Kesehatan Puskesmas Poned
 Kurangnya upaya penyuluhan dari Balowerti 2018
tenaga kesehatan kepada ibu hamil halaman 163
tentang kunjungan neonatus
Faktor perilaku / life styles
 Pengetahuan yang kurang dari ibu
setelah melahirkan terhadap
pentingnya kunjungan neonatus ke
pusat kesehatan
6. Adanya Faktor Perilaku /Lifestyle  Bidan desa : 2 orang
kesenjangan  Kurang aktifnya masyarakat untuk  Perawat desa : 1
pada Neonatus melakukan kunjungan posyandu. orang
Resti yang  Mayoritas ibu di Kelurahan  Posyandu : 12 buah
Ditangani Dandangan adalah pekerja industri  Kader : 59 orang
dan pedagang, sehingga tidak bisa  KIE agar ibu
dilakukan kunjungan karena alasan memeriksakan bayi
bekerja. baru lahir dengan
resiko tinggi setelah
Minimnya pengetahuan serta persalinan ke fasilitas
informasi ibu hamil untuk menjaga kesehatan tingkat
kehamilan agar tidak terjadi neonatus pertama atau ke
risiko tinggi fasilitas kesehatan
Faktor lingkungan / Environment: lanjutan.
 Tingkat sosial ekonomi serta  RUK UPTD
pendidikan ibu yang rendah Puskesmas Poned
Faktor pelayanan kesehatan / Health Balowerti 2018
Services: halaman 162
 Minimnya penyuluhan dari tenaga
kesehatan tentang kesehatan
neonatus.
 Minimnya kunjungan dari tenaga
kesehatan untuk neonatus dengan
risiko tinggi.
7. Adanya Faktor Lingkungan / Environment  Bidan desa : 2 orang
kesenjangan  Perawat desa : 1
pada ASI  Semakin banyak produk dari susu orang
Eksklusif formula.  Posyandu : 12 buah
Faktor Perilaku / Life styles  Kader : 59 orang
 Ibu beranggapan bahwa nilai gizi  KIE agar ibu
susu formula lebih tinggi memberikan ASI
dibandingkan ASI. eksklusif selama 6
 Mayoritas ibu di Kelurahan bulan penuh dan
Dandangan berprofesi sebagai dilanjutkan selama 2
karyawan pabrik dan pedagang tahun ditambah
dipasar, sehingga kurangnya makanan tambahan
informasi akan cara penyimpanan supaya daya tahan
ASI yang baik dan benar sehingga tubuh baik dan gizi
lebih memilih menggunakan susu dari anak tersebut
formula. terpenuhi.

 Ibu merasa bahwa produksi ASI


nya kurang cukup untuk asupan
makanan bagi bayinya, sehingga
menambah asupan makanan dari
susu formula untuk bayi.
 Mayoritas ibu memiliki kesadaran
yang kurang untuk memberikan
ASI eksklusif untuk bayinya.
 Semakin banyak promosi dari
produk susu formula masyarakat
Faktor pelayanan kesehatan / Health
care services

 Minimnya penyuluhan yang


diberikan oleh petugas kesehatan
tentang ASI eksklusif.
Imunisasi

IMUNISASI
No Permasalahan Faktor Resiko Potensial Sumber Daya
8. Adanya Faktor lingkungan/Environment  Bidan desa : 2 orang
kesenjangan  Masih terdapat kepercayaan di  Perawat desa : 1
pada Imunusasi masyarakat tentang efek samping yang orang
timbul dari imunisasi  Posyandu : 12 buah
 Minimnya informasi atau pengetahuan  Kader : 59 orang
masyarakat tentang penyakit yang  KIE agar ibu
dapat dicegah bila melakukan membawa anaknya
imunisasi. ke pusat kesehatan
Faktor perilaku / Life styles. (Posyandu / pustu /
 Mayoritas ibu di Kelurahan puskesmas) untuk
Dandangan bekerja sebagai karwayan dilakukan imunisasi
pabrik dan pedagang sehingga tidak sesuai dengan
memiliki waktu ke pusat kesehatan jadwal imunisasi
untuk imunisasi. agar anak tersebut
 Mayoritas ibu tidak faham dan lupa terhindar dari
jadwal imunisasi yang akan diberikan penyakit tertentu.
kepada anaknya.  RUK UPTD
 Mayoritas ibu menganggap anaknya Puskesmas Poned
sehat dan sudah besar sehingga Balowerti 2018
beranggapan tidak perlu diimunisasi. halaman 169-172
 Mayoritas ibu beranggapan bila
setalah dilakukan imunisasi anaknya
menjadi sakit seperti panas, nyeri
dibekas suntikan sehingga tidak ingin
untuk diimuniasi lagi.
Faktor pelayanan kesehatan / Medical
care services
 Minimnya tenaga medis untuk
memberikan penyuluhan tentang
pentingnya imunisasi.
LEMBAR KERJA 5

PENILAIAN KETEPATAN INTERVENSI

A. Permasalahan / Health Issue


1. ISPA
NO Strategi / Intervensi P E A R L
1 Sosialisasi/ penyuluhan perihal pentingnya Y N Y Y Y
mengetahui pencegahan dan gejala ISPA
2 Sosialisasi / penyuluhan tentang Perilaku hidup Y N Y Y Y
bersih dan sehat (PHBS)
3 Pembagian leafflet tentang ISPA Y N Y Y Y
4. Meningkatkan peran aktif tokoh masyarakat Y N Y Y Y
dalam memotivasi masyarakat agar mau
melakukan PHBS dan memakai masker guna
pencegahan penularan ISPA

Program dari Puskesmas


NO Strategi / Intervensi P E A R L
1 Kunjungan rumah untuk motivasi rumah sehat Y N Y Y Y
(PHBS)
2 Penyuluhan tentang rumah sehat (PHBS) Y N Y Y Y
3 Penyuluhan pada masyarakat tentang ISPA Y Y Y Y Y
4 Penemuan secara dini penderita ISPA Y N Y Y Y
5 Pengobatan penderita secara lengkap Y N Y Y Y
6 Kunjungan rumah untuk kasus pneumonia balita Y N Y Y Y
B. Kesehatan Ibu
2. Kesenjangan pada program K4 dan pemberian tablet Fe
NO Strategi / Intervensi P E A R L

1 Penyuluhan kepada masyarakat terutama ibu-ibu hamil Y N Y Y Y


mengenai pentingnya kunjungan ANC (ANC dini, minimal
ANC, ANC rutin, resiko komplikasi bagi bumil resti dan
pemeriksaan ibu dan bayi setelah lahir)

2 Meningkatkan kinerja kader, menggiatkan kegiatan kader yang Y N Y Y Y


telah ada, dan melakukan pembinaan kepada kader agar kader
lebih aktif melakukan penyuluhan dan konseling kepada
masyarakat di setiap kesempatan

3 Pembagian leafletkepada ibu hamil dan masyarakat berisi Y N Y Y Y


pentingnya ANC

4 Meningkatkan peranan aktif tokoh masyarakat dalam Y N Y Y Y


memotivasi masyarakat terutama ibu-ibu agar rutin
melaksanakan kunjungan ANC dan bersalin di fasilitas
kesehatan.

Program dari puskesmas


NO Strategi / Intervensi P E A R L
1 Peningkatan penyuluhan tentang persalinan dan nifas oleh Y N Y Y Y
petugas kesehatan yang berkompeten
2 ANC terpadu Y N Y Y Y
3 Pencatatan dan pendampingan ibu hamil oleh kader Y N Y Y Y

4 Pemberian transport sosialisasi dan pelacakan Y N Y Y Y


5 Peningktan kerjasama untuk pencatatan dan pelaporan dari Y N Y Y Y
BPM dan jejaring
6 Penambahan petugas sebagai penanggung jawab untuk Y N Y Y Y
kesehatan ibu
7. Penyampaian informasi tentan pelayanan kesehatan ibu Y N Y Y Y
melaluli lokakarya mini lintas program/lintas sektor
3. Kesenjangan ibu bersalin yang ditolong nakes
NO Strategi / Intervensi P E A R L

1 Penyuluhan kepada masyarakat terutama ibu-ibu hamil Y N Y Y Y


mengenai pentingnya bersalin di fasilitas kesehatan untuk
mendapatkan penanganan guna keselamatan ibu dan bayi

2 Meningkatkan kinerja kader, menggiatkan kegiatan kader yang Y N Y Y Y


telah ada, dan melakukan pembinaan kepada kader agar kader
lebih aktif melakukan penyuluhan dan konseling kepada
masyarakat di setiap kesempatan

3 Pembagian leafletkepada ibu hamil dan masyarakat berisi Y N Y Y Y


pentingnya persalinan dengan ditolong tenaga kesehatan

4 Meningkatkan peranan aktif tokoh masyarakat dalam Y N Y Y Y


memotivasi masyarakat terutama ibu-ibu agar rutin mau
melakukan persalinan dengan ditolong tenaga kesehatan.

Program dari puskesmas

NO Strategi / Intervensi P E A R L
1 Peningkatan penyuluhan tentang persalinan dan nifas oleh Y N Y Y Y
petugas kesehatan yang berkompeten
2 ANC terpadu Y N Y Y Y
3 Pencatatan dan pendampingan ibu hamil oleh kader Y N Y Y Y

4 Pemberian transport sosialisasi dan pelacakan Y N Y Y Y


5 Peningktan kerjasama untuk pencatatan dan pelaporan dari Y N Y Y Y
BPM dan jejaring
6 Penambahan petugas sebagai penanggung jawab untuk Y N Y Y Y
kesehatan ibu
7. Penyampaian informasi tentan pelayanan kesehatan ibu Y N Y Y Y
melaluli lokakarya mini lintas program/lintas sektor
4. Kesenjangan ibu nifas yang mendapatkan pelayanan nifas

NO Strategi / Intervensi P E A R L

1 Penyuluhan kepada masyarakat terutama ibu-ibu nifas Y N Y Y Y


mengenai pentingnya kunjungan setalah melahirkan guna
mendeteksi dini adanya kelainan yang didapatkan setelah
proses persalinan

2 Meningkatkan kinerja kader, menggiatkan kegiatan kader yang Y N Y Y Y


telah ada, dan melakukan pembinaan kepada kader agar kader
lebih aktif melakukan penyuluhan dan konseling kepada
masyarakat di setiap kesempatan

3 Pembagian leaflet kepada ibu nifas dan masyarakat berisi Y N Y Y Y


pentingnya kunjungan nifas

4 Meningkatkan peranan aktif tokoh masyarakat dalam Y N Y Y Y


memotivasi masyarakat terutama ibu-ibu agar rutin
melaksanakan kunjungan nifas di fasilitas kesehatan.

Program dari puskesmas

NO Strategi / Intervensi P E A R L
1 Peningkatan penyuluhan tentang persalinan dan nifas oleh Y N Y Y Y
petugas kesehatan yang berkompeten
2 ANC terpadu Y N Y Y Y
3 Pencatatan dan pendampingan ibu hamil oleh kader Y N Y Y Y

4 Pemberian transport sosialisasi dan pelacakan Y N Y Y Y


5 Peningktan kerjasama untuk pencatatan dan pelaporan dari Y N Y Y Y
BPM dan jejaring
6 Penambahan petugas sebagai penanggung jawab untuk Y N Y Y Y
kesehatan ibu
7. Penyampaian informasi tentan pelayanan kesehatan ibu Y N Y Y Y
melaluli lokakarya mini lintas program/lintas sektor
C. Kesehatan Anak
5. Kesenjangan pada KN2

NO Strategi / Intervensi P E A R L
1 Penyuluhan pada masyarakat terutama ibu dan ibu yang Y N Y Y Y
memiliki anak usia bawah lima tahun mengenai
pentingnya kunjungan neonatus 2
2 Meningkatkan kinerja kader, menggiatkan kegiatan kader Y N Y Y Y
yang telah ada, dan melakukan pembinaan kepada kader
agar kader lebih aktif melakukan penyuluhan dan
konseling kepada masyarakat di setiap kesempatan serta
aktif mengajak masyarakat untuk ikut posyandu
3 Meningkatkan peranan aktif tokoh masyarakat dalam Y N Y Y Y
memotivasi masyarakat terutama ibu-ibu agar melakukan
kunjungan neonatus/bayi
4 Pembagian leaflet kepada ibu – ibu mengenai pentingnya Y N Y Y Y
kesehatan anak
5 Pemasangan pamflet di posyandu, pustu, tempat umum Y N Y Y Y
kesehatan anak

Program dari puskesmas

NO Strategi / Intervensi P E A R L
1 Meningkatan kunjungan rumah bayi dan balita oleh Y N Y Y Y
petugas kesehatan
2 Mengajukan obat untuk penyakit utama pada anak Y N Y Y Y
balita
3 Melaksanakan penyuluhan melalui kelas ibu balita Y N Y Y Y
4 Penyampaian informasi pelayanan anak balita melalui Y N Y Y Y
lokakarya mini lintas program atau lintas sektor
5 Pengajuan dana transportasi untuk kunjungan rumah Y N Y Y Y
6. Kesenjangan pada neonatus resti yang ditangani

NO Strategi / Intervensi P E A R L
1 Penyuluhan pada masyarakat terutama ibu-ibu hamil dan Y N Y Y Y
ibu nifas tentang pentingnya kesehatan bayi baru lahir
2 Meningkatkan kinerja kader, menggiatkan kegiatan kader Y N Y Y Y
yang telah ada, dan melakukan pembinaan kepada kader
agar kader lebih aktif melakukan penyuluhan dan
konseling kepada masyarakat di setiap kesempatan serta
aktif mengajak masyarakat untuk ikut posyandu
3 Meningkatkan peranan aktif tokoh masyarakat dalam Y N Y Y Y
memotivasi masyarakat terutama ibu-ibu agar melakukan
kunjungan neonatus
4 Pembagianleaflet kepada ibu – ibu mengenai pentingnya Y N Y Y Y
kesehatan bayi / neonatus
5 Pemasangan pamflet di posyandu, pustu, tempat umum Y N Y Y Y
tentang kesehatan bayi / neonatus

Program dari puskesmas

NO Strategi / Intervensi P E A R L
1 Meningkatan kunjungan rumah bayi dan balita oleh Y N Y Y Y
petugas kesehatan
2 Mengajukan obat untuk penyakit utama pada anak Y N Y Y Y
balita
3 Melaksanakan penyuluhan melalui kelas ibu balita Y N Y Y Y
4 Penyampaian informasi pelayanan anak balita melalui Y N Y Y Y
lokakarya mini lintas program atau lintas sektor
5 Pengajuan dana transportasi untuk kunjungan rumah Y N Y Y Y
7. Kesenjangan pada ASI Eksklusif

NO Strategi / Intervensi P E A R L
1 Penyuluhan pada masyarakat terutama ibu-ibu hamil dan Y N Y Y Y
ibu yang memiliki anak usia bawah lima tahun mengenai
pentingnya ASI eksklusif
2 Meningkatkan kinerja kader, menggiatkan kegiatan kader Y N Y Y Y
yang telah ada, dan melakukan pembinaan kepada kader
agar kader lebih aktif melakukan penyuluhan dan
konseling kepada masyarakat di setiap kesempatan serta
aktif mengajak masyarakat untuk ikut posyandu
3 Meningkatkan peranan aktif tokoh masyarakat dalam Y N Y Y Y
memotivasi masyarakat terutama ibu-ibu agar mau
menerapkan asi eksklusif
4 Pembagianleaflet kepada ibu – ibu mengenai pentingnya Y N Y Y Y
asi eksklusif
5 Pemasangan pamflet di posyandu, pustu, tempat umum Y N Y Y Y
tentang asi eksklusif

Program dari puskesmas

NO Strategi / Intervensi P E A R L
1 Meningkatan kunjungan rumah bayi dan balita oleh Y N Y Y Y
petugas kesehatan
2 Mengajukan obat untuk penyakit utama pada anak Y N Y Y Y
balita
3 Melaksanakan penyuluhan melalui kelas ibu balita Y N Y Y Y
4 Penyampaian informasi pelayanan anak balita melalui Y N Y Y Y
lokakarya mini lintas program atau lintas sektor
5 Pengajuan dana transportasi untuk kunjungan rumah Y N Y Y Y
8. Kesenjangan pada imunisasi

Kesenjangan: Imunisasi BCG, DPT 1, 2, 3, POLIO 1, 2, 3, 4, Hepatitiis, dan Campak,


MR
NO Strategi / Intervensi P E A R L
1 Sosialisasi/ penyuluhan tentang pentingnya imunisasi dan Y N Y Y Y
jadwal imunisasi
2 Meningkatkan kinerja kader, menggiatkan kegiatan kader Y N Y Y Y
yang telah ada, dan melakukan pembinaan kepada kader
agar kader lebih aktif melakukan penyuluhan dan
konseling kepada masyarakat di setiap kesempatan serta
aktif melakukan diskusi saat pelaksanaan imunisasi
3 Meningkatkan peranan aktif tokoh masyarakat dalam Y N Y Y Y
memotivasi masyarakat terutama ibu-ibu agar mau
melakukan imunisasi untuk anaknya
4 Pembagian leaflet kepada masyarakat terutama ibu - ibu Y N Y Y Y
tentang Imunisasi
5 Pemsangan pamflet di tempat umum, posyandu, dan pustu Y N Y Y Y

Program dari Puskesmas Pembantu Dandangan

NO Strategi / Intervensi P E A R L
1 Penyuluhan tentang Imunisasi di posyandu Y N Y Y Y
2 Pelatihan kader posyandu tentang imunisasi Y N Y Y Y
3 Kerja sama lintas sektoral Y N Y Y Y
4 Pelacakan balita yang drop out Y N Y Y Y
5 Penambahan jumlah leaflet imunisasi Y N Y Y Y