Anda di halaman 1dari 36

Penyaji : Pembimbing:

Siti Hani Amiralevi dr. Muslim M. Amin, Sp. THT-KL


I4061162037

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN THT


RSUD DR ABDUL AZIZ SINGKAWANG
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
2018
PENDAHULUAN
✢ Tonsilitis  Merupakan salah satu kasus penyakit yang sering
dijumpai dalam praktek dokter.
✢ Gejala yang mendasar pada kasus tonsilitis adalah sakit tenggorokan.
Selain itu juga dapat terjadi demam, pembengkakan nodus limfe, hidung
tersumbat, kesulitan menelan, dan sakit kepala.
✢ Berdasarkan durasi waktu, tonsillitis dibagi menjadi tonsilitis akut dan
tonsilitis kronis.
✢ Berdasarkan data epidemiologi penyakit THT di 7 provinsi (Indonesia) :
○ Prevalensi tonsillitis kronik yaitu sebesar 3,8%.
○ RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung ditemukan 1024 pasien tonsilitis kronis
atau 6,75% dari seluruh kunjungan ke bagian THT-KL.
○ Poliklinik THT-KL BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, jumlah
penderita tonsiltis berjumlah 593 orang (Januari 2003 – Desember 2010)
TINJAUAN
PUSTAKA
ANATOMI FARING
ANATOMI TONSIL
✢Tonsil 3  tonsila faringeal (adenoid), tonsila palatina dan
tonsila lingual  Cincin Waldeyer (Waldeyer’s Ring)
✢Terletak di rongga faring (nasofaring dan orofaring)
Tonsil Palatina
Tonsila palatina terletak di fosa tonsil

Massa terdiri dari jaringan limfoid, jaringan ikat dan kriptus di dalamnya.

Menangkap dan mengumpulkan bahan asing dengan efektif

Organ utama produksi antibodi dan sensitisasi sel limfosit T dengan antigen
spesifik.
Histologi
Perdarahan Tonsil Palatina
✢ a. palatina minor
✢ a. palatina asendens
✢ a. maksila eksterna
✢ a. faring desendens
✢ a. lingualis dorsal.
Ukuran Tonsil
✢ T0 : Tonsil masuk di dalam fosa/ post
tonsilektomi
✢ T1 : Tonsil masih berbatas dalam fosa
tonsilaris
✢ T2 : Pembesaran tonsil sudah melewati pilar
anterior tetapi belum masuk garis
paramedian
✢ T3 : Pembesaran tonsil berada diantara garis
paramedian dengan garis median
✢ T4 : Pembesaran tonsil melewati garis
mediana
TONSILITIS
Peradangan dan pembengkakan jaringan tonsila
palatina disertai pengumpulan leukosit, sel-sel epitel
mati, dan bakteri patogen dalam kripta.
Klasifikasi
1. Tonsilitis akut :
✢Tonsilitis Viral
✢Tonsilitis Bakterial

2. Tonsilitis kronis

3. Tonsilitis Membranosa
Faktor Predisposisi
✢Rangsangan menahun rokok
✢Makanan
✢Hygiene mulut buruk
✢Pengaruh cuaca
✢Kelelahan fisik
✢Terapi tonsilitis akut tidak adekuat.
Etiologi
✢ Tonsilitis akut
○ Tonsilitis viral > Penyebab tersering adalah virus Epstein
Barr.
○ Tonsilitis bakterial > grup A Streptococcus β
Hemolitikus, pneumokokus, Streptococcus viridan, dan
Streptococcus piogenes.

✢ Tonsilitis kronis
○ Penyebabnya sama dengan tonsilitis akut, tetapi kadang-
kadang kuman berubah menjadi kuman golongan Gram
negatif.
Etiologi
✢ Tonsilitis membranosa
○ Tonsilitis difteri  Corynebacterium diphteriae.
○ Tonsilitis septik  Streptococcus hemolitikus yang
terdapat dalam susu sapi dan masuk ke sirkulasi melalui
saluran pencernaan.
○ Angina Plaut Vincent  spirochaeta atau triponema
yang didapatkan pada penderita dengan higiene mulut
yang kurang baik dan defisiensi vitamin C.
Tonsilitis Kronis
Peradangan kronis Tonsila
Palatina > 3 bulan, setelah serangan
akut yang berulang atau infeksi
subklinis. Tonsilitis berulang banyak
terdapat pada anak-anak, serangan
infeksi tonsil dapat terlihat sehat atau
terlihat membesar.
Patofisiologi Tonsilitis Akut
Bakteri atau
Tonsil > filter > Kuman
virus memasuki
membentuk menginfiltrasi Epitel mukosa
tubuh melalui
antibodi lapisan epitel tonsil terkikis
hidung atau
terhadap infeksi. tonsil.
mulut.

Terdapat
Korpus tonsil Jaringan limfoid
pembendungan
berisi bercak superfisial
radang dengan
kuning yang mengalami
infiltrasi leukosit
disebut detritus. reaksi.
PMN.
Patofisiologi Tonsilitis Kronis
Jaringan Jaringan parut
Epitel mukosa
Proses radang limfoid diganti akan mengerut
dan jaringan
berulang oleh jaringan dan kripta akan
linfoid terkikis
parut melebar

Perlekatan Proses berlanjut Infiltrasi bakteri


dengan hingga Kripta terisi di lapisan epitel
jaringan sekitar menembus detritus jaringan tonsil 
fossa tonsilaris kapsul tonsil reaksi radang
Patofisiologi Tonsilitis Membranosa
Melekat serta berkembang
Bakteri masuk biak pada permukaan
melalui mukosa mukosa saluran
pernapasan atas

Memproduksi
Menyebar ke
toksin yang
seluruh tubuh
merembes ke limfe
Manifestasi Klinis Tonsilitis
Tonsilitis akut
✢ Tonsilitis viral
○ Menyerupai common cold yang disertai rasa nyeri
tenggorok.
○ Jika terjadi infeksi virus coxschakie, maka pada
pemeriksaan rongga mulut akan tampak luka-luka kecil
pada palatum dan tonsil yang sangat nyeri dirasakan
pasien.

12
Manifestasi Klinis Tonsilitis
Tonsilitis bakterial ○ Detritus
○ Nyeri tenggorok ○ Pembesaran & nyeri
○ Nyeri menelan tekan KGB
○ Demam tinggi submandibula
○ Malaise
○ Nyeri sendi
○ Anoreksia
○ Otalgia (nyeri alih)
○ Tonsil hiperemis
○ Tonsil membengkak
13
Manifestasi Klinis Tonsilitis
Tonsilitis kronis
○ Tonsil membesar dengan
permukaan yang tidak rata
○ Kriptus melebar dan beberapa
kripti terisi oleh detritus
○ Rasa ada yang mengganjal di
tenggorok
○ Rasa kering di tenggorok
○ Napas berbau

15
Manifestasi Klinis Tonsilitis
Tonsilitis membranosa > Tonsilitis difteri
✢ Gejala umum
○ Demam subfebris, nyeri kepala, anoreksia, malaise, nadi lambat,
nyeri menelan.
✢ Gejala lokal
○ Membran semu  dapat meluas dari palatum mole hingga bronkus
 melekat erat pada dasarnya  bila diangkat mudah berdarah
○ Pembesaran KGB leher  Bull neck
✢ Gejala eksotoksin
○ Jantung  Miokarditis, decompensatio cordis
○ Saraf kranial  kelumpuhan otot palatum & otot pernapasan
○ Ginjal  Albuminuria
16
17
Tatalaksana Tonsilitis
✢ Tonsilitis viral ✢ Tonsilitis bakterial
○ Istirahat ○ Antibiotika spektrum luas >
○ Minum cukup penicillin atau eritromisin
○ Analgetik ○ Analgetik
○ Antivirus diberikan jika ○ Antipiretik
gejala berat ○ Obat kumur yang
mengandung desinfektan

18
Tatalaksana Tonsilitis
✢ Tonsilitis membranosa
○ Anti difteri serum (ADS) diberikan segera tanpa menunggu
hasil kultur, dengan dosis 20.000 – 100.000 unit tergantung
dari umur dan beratnya penyakit.
○ Antibiotika
○ Kortikosteroid
○ Analgetik
○ Antipiretik
○ Istirahat di tempat tidur selama 2 – 3 minggu.
○ Pasien harus diisolasi karena penyakit difteri dapat menular.
19
Komplikasi Tonsilitis
✢ Tonsilitis akut ○ Hipertrofi tonsil akan
○ Otitis media akut menyebabkan pasien bernapas
○ Sinusitis, abses peritonsil melalui mulut, tidur
(Quincy throat) mendengkur (ngorok),
○ Abses parafaring gangguan tidur karena
○ Bronkitis terjadinya sleep apnea yang
○ Glomerulonefritis akut dikenal sebagai Obstructive Sleep
○ Miokarditis Apnea (OSA).
○ Artritis
○ Septikemia akibat infeksi vena
jugularis interna (sindrom
Lemierre). 20
Komplikasi Tonsilitis
✢ Tonsilitis kronis ✢ Tonsilitis difteri
○ Rinitis kronik ○ Jantung > Miokarditis,
○ Sinusitis decompensatio cordis
○ Otitis media ○ Saraf kranial > kelumpuhan
○ Komplikasi jauh  otot palatum & otot
hematogen atau limfogen  pernapasan
endokarditis, artritis, ○ Ginjal > Albuminuria
miositis, nefritis, uveitis,
iridosiklitis, dermatitis,
pruritus, urtikaria, dan
furunkulosis.
21
Indikasi Tonsilektomi
Berdasarkan panduan oleh American Academy of Otolaryngology – Head
and Neck Surgery (AAO-HNS) tahun 2011 :
✢ Infeksi tenggorok berulang, dengan frekuensi hingga 7 episode dalam
1 tahun terakhir/ 5 episode tiap tahun dalam 2 tahun berturut-turut/
3 episode tiap tahunnya dalam 3 tahun berturut-turut dengan catatan
gambaran klinis suhu > 38,3˚C/ limfadenopati servikal (KGB nyeri
atau diameter >2cm)/ eksudat tonsil kultur positif untuk streptokokus
beta hemolitikus grup A.
✢ Watchful waiting dilakukan untuk infeksi tenggorok berulang dengan
frekuensi kurang dari kriteria tonsilektomi di atas.

22
Indikasi Tonsilektomi
✢ Perhatikan bagi anak yang tidak memenuhi kriteria namun termasuk
dalam yang dipertimbangkan untuk tonsilektomi: alergi terhadap
multipel antibiotik, stomatitis, faringitis dan adenitis, atau riwayat
dengan abses peritonsilar.
✢ Perhatikan pula pada anak-anak dengan gangguan tidur dan bernapas
yang lebih baik bila dilakukan tonsilektomi, apalagi bila terdapat
enuresis, retardasi pertumbuhan, dan performa sekolah yang
menurun.
✢ Kontraindikasi dilakukannya tonsilektomi berupa anemia, infeksi
akut, penyakit lainnya yang tidak terkontrol, dan perdarahan.

23
Tonsilektomi (TE)
Diseksi Sluder Guillotine

Keuntungan : Keuntungan :
✢ Perdarahan pasca operasi ✢ Cepat dan praktis
minimal ✢ Biaya lebih murah
✢ Dapat mengangkat seluruh
jaringan tonsil Kerugian :
✢ Sering terdapat sisa dari tonsil
Kerugian : karena tidak seluruhnya
✢ Nyeri hebat pasca operasi terangkat
✢ Dapat timbul perrdarahan hebat
KESIMPULAN
• Tonsilitis adalah salah satu kasus penyakit THT yang sering dijumpai dalam
praktek sehari-hari. Tonsilitis adalah peradangan pada tonsil palatina yang
merupakan bagian dari cincin Waldeyer.
• Derajat pembesaran tonsil dinilai melalui inspeksi pada rongga mulut dan
dinyatakan dengan grading T0-T4. Tonsilitis diklasifikasikan menjadi
tonsilitis akut (infeksi bakteri/virus), tonsilitis kronis, dan tonsilitis
membranosa.
• Tatalaksana yang adekuat sesuai jenis tonsillitis dan penyebabnya penting
untuk mencegah komplikasi yang dapat terjadi. Tindakan tonsilektomi
dilakukan apabila terdapat indikasi yang telah ditetapkan dalampanduan
American Academy of Otolaryngology – Head and Neck Surgery (AAO-HNS) tahun
2011.
Terima Kasih