Anda di halaman 1dari 26

LOG BOOK PRAKTIKUM BIOLOGI

BAB 1
PENGGUNAAN MIKROSKOP

 Tujuan Praktikum
Mahasiswa mampu menerapkan penggunaan dan pemeliharaan mikroskop dengan baik
dan benar.

 Alat dan Bahan


Alat : Bahan :
1. Mikroskop cahaya binokuler 1. Potongan kertas koran (huruf T dan e)
2. Gelas obyek 2. Kertas tisu
3. Gelas penutup 3. Aquades
4. Pipet tetes

N Hari/Tangg Kegiatan Hasil


o. al/Waktu
1. Senin, 09 Mengamati preparat potongan kertas koran huruf
November T pada perbesaran 400x.
2015 Dengan cara sebagai berikut :
1. meja benda diturunkan sampai bawa.
2. Ganti perbesaran bayangan lensa obyektif
dari 10x ke 40x dengan memutarnya searah
jarum jam.
3. Setelah itu tabung mikroskop diturunkan
sehingga lensa obyektif berjarak kurang lebih
1 mm di atas preparat. Sifat :
4. Selanjutnya pengamatan dilakukan dari lensa Maya
okuler dengan menaikkan tabung perlahan Terbalik
menggunakan pengatur kasar sampai terlihat Diperbesar
bayangan.
5. Apabila sudah terlihat bayangan, dapat
diperjelas dengan sedikit mengatur pemutar
halus.
6. Amati posisi bayangan yang terlihat di
mikroskop dengan posisi obyek yang
sebenarnya. Catat dan gambar hasil yang
terlihat.
7. Amati sifat bayangan yang terbentuk.

Menulis Data Hasil Praktikum kelompok


2.
 Kesimpulan
Mikroskop merupakan alat bantu yang digunakan untuk mengamati obyek
mikroskopis. Dari bagian-bagian mikroskop terdapat bagian-bagian dengan fungsinya
masing-masing. Prinsip dari mikroskop yaitu mengamati benda atau obyek mikroskopis
dengan memanfaatkan sifat optik dari lensa yang digunakan dengan menggunakan
perbesaran tertentu untuk membentuk sifat bayangan yang maya, terbalik dan diperbesar.
Dari pengamatan yang bertujuan agar mampu menerapkan penggunaan dan
pemeliharaan mikroskop dengan benar, diperoleh beberapa hasil pengamatan dengan
menggunakan perparat huruf T dan e. Dengan perbesaran 40x menghasilkan bayangan
yang nyata, terbalik dan diperbesar. Pada perbesaran 100x, bayangan yang terbentuk
adalah nyata, terbalik, diperbesar dengan beberapa bagian huruf mulai hilang dan tekstur
mulai terlihat. Sedangkan pada perbesaran 400x, huruf sudah tidak terlihat bentuknya,
tekstur dari huruf sangat jelas terlihat dan bayangan yang terbentuk adalah maya, tegak,
diperbesar

 Saran
Praktikumnya terlalu singkat sehingga belum terlalu memahami tentang pengamatan
dengan berbagai perbesaran.

Praktikan Asisten Praktikum

(Restu Vitri Astuti) (..........................................)


LOG BOOK PRAKTIKUM BIOLOGI
BAB 2
KALIBRASI MIKROMETER

 Tujuan Praktikum
Memahami dan menerapkan teknik kalibrasi mikrometer okuler, menentukan diameter
bidang pandang dan ukuran obyek yang diamati.

 Alat dan Bahan


Alat : Bahan :
1. Mikrometer okuler 1. Preparat mikroskopis
2. Mikrometer obyektif
3. Mikrometer monokuler

N Hari/Tangg Kegiatan Hasil


o. al/Waktu
1. Senin, 09 Kalibrasi mikrometer okuler Kalibrasi mikrometer
November 1. Mikrometer obyektif diletakkan di atas okuler
2015 meja obyektif dan dicari bayangn skalanya 𝐴
= B X 0,01 mm
pada perbesaran 400 x. Terlihat pada 1
= 1 X 0,01 mm
bidang pandang nampak baik skala
mikrometer obyektif dan okuler. = 0,01 mm
2. Skala pada ujung kiri dari kedua
mikrometer dihimpitkan dan dicari skala
terdekat lainnya dimana skala pada
mikrometer berhimpit untuk pertama kali.
3. Dihitung banyak anak skala pada
mikrometer obyektif (A) yang terdapat
diantara 2 skala mikrometer okuler (B)
4. Dihitung kalibrasi mikrometerokuler
dengan rumus A dibagi B dikali 0,01 mm

2. Mengamati diameter dan luas bidang Perbesaran = 1000 x


pandang sel stomata yang sudah siap Jenis sel = sel stomata
dimikrometer dengan perbesaran 1000x Bentuk = lingkaran
Penghitungan :
a. PDBP
= jumlah skala pada
DBP x kalibrasi
mikrometer okuler
= 45 x 0,01 x 400/100
= 1,8 mm

b. LBP
= ¼ x 3,14 x (PDBP)2
= ¼ x 3,14 x (1,8)2
= 2,54 mm2
c. Panjang stomata
= panjang sel (skala) x
kalibrasi mikrometer
okuler
= 20 x 0,01 x 1000/100
= 2 mm

d. Lebar stomata
= lebar sel (skala) x
kalibrasi mikrometer
okuler
= 20 x 0,01 x 1000/100
= 2 mm

 Kesimpulan
Mikrometer merupakan alat yang fungsinya untuk memperkirakan ukuran dari obyek
mikroskopis yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Prinsip dari kalibrasi
mikrometer yaitu menghitung jumlah anak skala antara skala mikrometer okuler dengan
mikrometer obyektif yang saling berhimpitan, sehingga akan diperoleh satu nilai kalibrasi
mikrometer okuler.
Praktikum yang dilakukan pada bab kalibrasi mikrometer merupakan praktikum yang
bertujuan untuk dapat memahami dan menerapkan teknik kalibrasi mikrometer okuler serta
dapat menentukan diameter bidang pandang dan ukuran obyek yang diamati.Setelah
dilakukan beberapa perlakuan, diperoleh nilai kalibrasi mikrometer okuler adalah 0,01mm.
Panjang diameter bidang pandang adalah 1,8mm. Luas bidang pandang adalah 2,54mm.
Panjang dari stomata adalah 2 mm dan lebar dari stomata adalah 2 mm.

 Saran
Praktikumnya terlalu singkat sehingga belum terlalu memahami tentang materi kalibrasi
mikrometer.

Praktikan Asisten Praktikum

(Restu Vitri Astuti) (..........................................)


LOG BOOK PRAKTIKUM BIOLOGI
BAB 3
“Morfologi Koloni Mikroorganisme”

 Tujuan Praktikum
Mengetahui morfologi dari bakteri, khamir dan kapang dan mengetahui perbedaan
morfologi secara makroskopis.

 Alat dan Bahan


1. Alat tulis untuk mencatat hasil pengamatan
2. Cawan petri yang berisi sampel mikroorganisme

No. Hari/Tanggal/Waktu Kegiatan Hasil


1. Senin, 16 November - Mengamati dan Hasil yang didapatkan
2015 jam 13.30-16.00 mengindentifikasi morfologi dari pengamatan bakteri
WIB bakteri Candida pada cawan Candida adalah sebagai
petri. berikut.
- Mencatat morfologi Candida Ukuran : large
pada kertas yang telah Warna : Putih
disiapkan sebelumnya. Diameter : 2 cm
Tempat
tumbuh:permukaan
Konfigurasi: Circular
Elevasi : Kasar
Tepian : Lobate

Kesimpulan
Hasil yang didapatkan dari pengamatan dari ketiga mikroorganisme (E. Coli, A. Niger, dan
Candida) didapatkan data morfologi yang beragam yang menyimpulkan bahwa setiap
organisme mempunyai ciri khasnya masing-masing.

Saran
Disarankan agar selanjutnya pengamatan dan identifikasi morfologi tidak hanya dilakukan
secara makroskopis tapi juga secara mikroskopis menggunakan mikroskop.

Praktikan Asisten Praktikum

(Restu Vitri Astuti) ........................


LOG BOOK PRAKTIKUM BIOLOGI
BAB 4
“Pengamatan Jaringan Tanaman”

 Tujuan Praktikum
Mampu mengamati struktur jaringan dari beberapa jenis tanaman.
Mampu mengambar jaringan dari beberapa jenis tanaman.

 Alat dan Bahan


Bahan :
1. Bahan kulit pisang (Musa paradisiaca)
2. Daun kana (Canna p).
3. Tangkai daun seledri (Apium graveolens).
4. Daun waru (Hibiscus tiliaceus).
Alat :
1. Mikroskop cahaya, gelas obyek, gelas penutup, silet, pipet tetes

No. Hari/Tanggal/ Kegiatan Hasil


Waktu
1. Senin, 23 - Mengamati dan mengindentifikasi Jaringan sklerenkim
November jaringan sklerenkim daun waru daun waru
2015 jam Cara :
13.30-15.00 a. Nyalakan mikroskop cahaya
WIB b. Atur fokus cahayanya.
c. Turunkan meja preparat dengan
pemutar kasar.
d. Pasang preparat yang telah
disiapkan di atas meja preparat .
e. Atur menggunakan perbesaran
dari yang lebih kecil dulu dari 40
x, 100 x, dan 400 x
f. Atur sekrup pemutar kasar
sampai terlihat bayangan yang
paling jelas.
g. Bayangan dapat diperjelas
dengan sedikit mengatur
pemutar halus.
h. Untuk mempertajam fokus
ubahlah perbesaran bayangan
nya.
i. Amati bayangan yang terlihat
dan gambar

- Mengamati dan mengindentifikasi


jaringan parenkim daun kana
Cara :
a. Nyalakan mikroskop cahaya
b. Atur fokus cahayanya.
c. Turunkan meja preparat dengan
pemutar kasar.
d. Pasang preparat yang telah
disiapkan di atas meja preparat . Jaringan parenkim daun
e. Atur menggunakan perbesaran kana
dari yang lebih kecil dulu dari 40
x, 100 x, dan 400 x
f. Atur sekrup pemutar kasar
sampai terlihat bayangan yang
paling jelas.
g. Bayangan dapat diperjelas
dengan sedikit mengatur
pemutar halus.
h. Untuk mempertajam fokus
ubahlah perbesaran bayangan
nya.
i. Amati bayangan yang terlihat
dan gambar

Kesimpulan
Prinsip dari pengamatan jaringan tanaman adalah mengamati preparat jaringan dari
tanaman dengan menggunakan bantuan mikroskop dengan perbesaran tertentu sehingga dapat
diketahui bagian-bagian dari jaringan tanaman secara jelas serta dapat diamati dan dibedakan
sel jaringan penyusunnya. Tujuan dari praktikum ini adalah mahasiswa mampu mengamati
struktur jaringan dari beberapa jenis tanaman dan mahasiswa mampu menggambar jaringan
dari beberapa jenis tanaman. Dari pengamatan yang kami lakukan diperoleh bentuk dari sel
sklerenkim pada daun waru, sel parenkim pada daun pisang, sel kolenkim pada daun sledri
dan sel parenkim pada daun kana

Saran
Disarankan agar praktikan lebih memperhatikan yang dikatakan asisten agar dapat
melaksanakan praktikum dengan baik dan benar

Praktikan Asisten Praktikum

(Restu Vitri Astuti) ........................


LOG BOOK PRAKTIKUM BIOLOGI
BAB 5
“Pengamatan Jaringan Hewan”

 Tujuan Praktikum
Mampu mengamati struktur jaringan dari hewan.
Mampu mengambar jaringan dari hewan.

 Alat dan Bahan


Bahan :
1. Jaringan ileum
2. Jaringan ginjal
Alat :
1. Mikroskop cahaya, gelas obyek, gelas penutup, silet, pipet tetes, tangkai kayu es krim,
tusuk gigi

No. Hari/Tanggal/ Kegiatan Hasil


Waktu
1. Senin, 23 - Mengamati dan mengindentifikasi Jaringan ileum
November jaringan ileum
2015 jam Cara :
15.00-15.30 a. Nyalakan mikroskop cahaya
WIB b. Atur fokus cahayanya.
c. Turunkan meja preparat
dengan pemutar kasar.
d. Pasang preparat yang telah
disiapkan di atas meja preparat
.
e. Atur menggunakan perbesaran
dari yang lebih kecil dulu dari
40 x, 100 x, dan 400 x
f. Atur sekrup pemutar kasar
sampai terlihat bayangan yang
paling jelas.
g. Bayangan dapat diperjelas
dengan sedikit mengatur
pemutar halus.
h. Untuk mempertajam fokus
ubahlah perbesaran bayangan
nya.
i. Amati bayangan yang terlihat
dan gambar

- Mengamati dan mengindentifikasi


jaringan ginjal
Cara :
a. Nyalakan mikroskop cahaya
b. Atur fokus cahayanya.
c. Turunkan meja preparat dengan
pemutar kasar.
d. Pasang preparat yang telah
disiapkan di atas meja preparat . Jaringan ginjal
e. Atur menggunakan perbesaran
dari yang lebih kecil dulu dari 40
x, 100 x, dan 400 x
f. Atur sekrup pemutar kasar
sampai terlihat bayangan yang
paling jelas.
g. Bayangan dapat diperjelas
dengan sedikit mengatur
pemutar halus.
h. Untuk mempertajam fokus
ubahlah perbesaran bayangan
nya.
i. Amati bayangan yang terlihat
dan gambar

Kesimpulan
Prinsip dari pengamatan jaringan hewan adalah mengamati preparat jaringan dari hewan
dengan menggunakan bantuan mikroskop dengan perbesaran tertentu sehingga dapat
diketahui bagian-bagian dari jaringan hewan secara jelas serta dapat diamati dan dibedakan
sel jaringan penyusunnya. Tujuan dari praktikum ini adalah mahasiswa mampu mengamati
struktur jaringan dari hewan dan mahasiswa mampu menggambar jaringan dari hewan. Dari
pengamatan yang kami lakukan diperoleh bentuk dari jaringan ileum dan jaringan ginjal.

Saran
Disarankan agar praktikan lebih memperhatikan yang dikatakan asisten agar dapat
melaksanakan praktikum dengan baik dan benar

Praktikan Asisten Praktikum

(Restu Vitri Astuti) ........................


LOG BOOK PRAKTIKUM BIOLOGI
BAB 6
“Respirasi dan Fotosintesis”

 Tujuan Praktikum
Membuktikan dihasilkannya CO2 selama respirasi
Membuktikan perlunya sinar matahari dan klorofil dalam fotosintesis

 Alat dan Bahan


1. Uji Respirasi
Alat : Bahan :
Tabung reaksi Larutan phenol red
Rak tabung reaksi Kapas
Sekrup Jangkrik hidup
Sumbat karet Jangkrik mati
Pipet ukur Kecambah segar
Bulb Kecambah matang
Gula ragi segar
Gula ragi matang

2. Uji Fotosintesis
Alat : Bahan :
Tabung reaksi Daun coleus merah
Beaker glass Alkohol
Pengaduk kaca Alumunium foil
Aquades
Air
Larutan iodin (obat merah)

No. Hari/Tanggal/ Kegiatan Hasil


Waktu
1. Senin, 30 Uji Respirasi Data hasil percobaan :
November Menyiapkan alat dan bahan, Tabung 5 (jangkrik
2015 memberi label pada masing-masing hidup), larutan phenol
Jam 13.30- tabung reaksi. Pada tabung 5 diberi red berubah dari oranye
16.00 WIB label jangkrik hidup, pada tabung 6 menjadi oranye
diberi label jangkrik mati, pada tabung kemerahan. Tabung 6
3 diberi label kecambah segar, pada (jangkrik mati), larutan
tabung 4 diberi label kecambah matang, phenol red berubah
pada tabung 2 diberi label gula ragi warna dari oranye
segar, pada tabung 1 diberi label gula menjadi oranye
ragi matang dan pada tabung 7 diberi kemerahan. Tabung 3
label kontrol.Kemudian masukkan (kecambah segar),
larutan phenol red sebanyak 1 ml ke larutan phenol red
dalam tiap tabung reaksi dengan berubah warna dari
bantuan bulb dan pipet ukur ukuran 1 oranye menjadi oranye
ml. Setelah itu tutup tabung reaksi kemerahan. Tabung 4
dengan ibu jari dan masukkan sekrup ke (kecambah matang)
dalam masing-masing tabung reaksi. berubah warna dari
Kemudian, memasukkan sampel pada oranye menjadi oranye
masing-masing tabung reaksi sesuai pucat. Tabung 2 (gula
dengan label yang telah diberikan. ragi segar), larutan
Setelah itu menyumbat tabung reaksi phenol red berubah
dengan menggunakan sumbat karet. warna dari oranye
Setelah itu, tabung reaksi yang menjadi oranye pucat.
diletakkan di rak tabung reaksi dan Tabung 1 (gula ragi
disimpan pada tempat yang gelap. Pada matang), larutan phenol
praktikum ini tabung reaksi disimpan red berubah warna dari
pada rak meja praktikum. Setelah itu oranye menjadi oranye
dibiarkan beberapa saat supaya pucat. Tabung 7, warna
mengalami perubahan dan kemudian larutan tidak berubah
diamati perubahan warna yang terjadi yaitu tetap oranye.
pada masing-masing tabung reaksi.

Uji Fotosintesis Data Hasil Percobaan :


Menyiapkan alat dan bahan, daun coleus Daun yang tidak ditutup
dibagi menjadi dua bagian, bagian yang dengan alumunium foil
satu ditutupi dengan alumunium foil warnanya menjadi biru
sedangkan bagian yang kedua dibiarkan kehitaman. Sedangkan
saja. Setelah itu daun dibiarkan untuk daun yang ditutup
beberapa saat. Penutupan daun ini dengan alumunium foil,
sebaiknya dilakukan beberapa hari warnanya sedikit lebih
sebelum dilakukannya praktikum. Daun cerah.
tersebut kemudian dipetik lalu dibuka
alumunium foil yang menutupinya.
Setelah itu daun diremas-remas tetapi
tidak sampai rusak atau sobek.. Setelah
itu daun dimasukkan ke dalam gelas
beaker yang berisi air mendidih. Daun
tersebut kemudian direbus selama ± 10
menit. Setelah direbus, daun diangkat
dan dikeringkan dengan menggunakan
tisu. Kemudian dimasukkan ke dalam
tabung reaksi yang sudah diisi dengan
alkohol. Setelah itu alkohol dalam
tabung dipanaskan hingga alkohol yang
terdapat pada tabung reaksi hampir
habis. Setelah itu diangkat atau ambil
daun dari tabung reaksi secara perlahan-
lahan dan kemudian dikeringkan dengan
tisu. Selanjutnya, daun direbus kembali
pada aquades. Kemudian diangkat dan
dikeringkan, lalu daun diletakkan
didalam cawan petri (dilebarkan)
kemudian ditetesi dengan larutan iodin
secara merata, lalu amati perubahan
yang terjadi.

Kesimpulan
Praktikum ini dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan dihasilkannya CO2 selama
respirasi dan membuktikan perlunya klorofil dalam fotosintesis.
Pada uji respirasi prinsipnya iyalah menguji respirasi pada sampel hewan, tumbuhan
maupun mikroorganisme dimana hasil respirasi dari ketiga sampel tersebut adalah CO2 dan
H2O yang bereaksi membentuk HCO3- yang merupakan asam lemah dan apabila bereaksi
dengan phenol red dalam ruang tertutup akan membentuk kompleks warna oranye. Setelah
dilakukan perlakuan berbeda pada sampel berupa jangkrik hidup, jangkrik mati, kecambah
segar, kecambah matang, gula ragi segar dan gula ragi matang diperoleh data hasil percobaan
bahwa yang melakukan respirasi dan menghasilkan CO2 adalah jangkrik hidup, kecambah
segar, dan mikroorganisme yang terdapat pada gula ragi segar dan gula ragi matang.
Pada Uji fotosintesis prinsipnya iyalah menguji terjadinya proses fotosintesis pada
tumbuhan yang ditandai dengan perubahan warna daun setelah ditetesi larutan iodin, bagian
daun yang menghasilkan amilum akan berwarna biru ungu kehitaman yang berarti daun
tersebut mengalami fotosintesis dan daun yang tidak menghasilkan amilum akan berwarna
coklat pucat yang berarti daun tidak mengalami proses fotosintesis. Setelah dilakukan
beberapa perlakuan pada daun coleus, didapatkan data hasil praktikum bahwa bagian daun
yang ditutup dengan alumunium foil menunjukkan warna biru kehitaman sedangkan yang
tidak ditutupi berwarna biru muda agak coklat pucat.

Saran
Disarankan agar praktikan lebih memperhatikan yang dikatakan asisten agar dapat
melaksanakan praktikum dengan baik dan benar

Praktikan Asisten Praktikum

(Restu Vitri Astuti) ........................


LOG BOOK PRAKTIKUM BIOLOGI
BAB 7
“Keanekaragaman Hayati Pada Ekosistem Perairan”

 Tujuan Praktikum
Diharapkan setelah melakukan praktikum bab ini, dapat dijadikan landasan dasar
bagi mahasiswa untuk dapat mengetahui dan menjelaskan biota apa saja yang hidup pada
peraira darat, khususnya yang ada pada limbah cair yang terdapat pada perairan
darat/sungai.

 Alat dan Bahan


Alat : Bahan :
Mikroskop cahaya Aquades
Gelas beaker Alkohol
Pipet tetes Air selokan
Gelas penutup Air sungai
Gelas obyek Air kolam
Termometer Air akuarium
Kertas tissue limbah air tahu
pH meter
alat tulis

No. Hari/Tanggal/Waktu Kegiatan Hasil


1. Senin, 07 Desember - Mengamati dan Hasil yang didapatkan
2015 mengindentifikasi sampel air dari pengamatan
jam 13.30-15.00 WIB kolam dengan parameter keanekaragaman hayati
biologi pada ekosistem perairan
Cara : sampel air kolam adalah :
a. Membersihakn gelas
penutup dan gelas obyek
dengan aquades dan
alkohol
b. Keringkan dengan tissue
secara searah.
c. Masukkan sampel air
kolam kedalam gelas
beaker.
d. Ambil sampel beberapa
tetes menggunakan pipet Perbesaran : 400 x
tetes dan letakkan didalam Keterangan : ganggang
gelas oyek dan tutup hijau
dengan gelas penutup. Jumlah : 1
e. Nyalakan mikroskop Warna : hijau
cahaya Bentuk : panjang
f. Atur fokus cahayanya.
g. Turunkan meja preparat
dengan pemutar kasar.
h. Pasang preparat yang telah
disiapkan di atas meja
preparat .
i. Atur menggunakan
perbesaran dari yang lebih
kecil dulu dari 40 x, 100
x, dan 400 x
j. Atur sekrup pemutar kasar
sampai terlihat bayangan
yang paling jelas.
k. Bayangan dapat diperjelas
dengan sedikit mengatur
pemutar halus.
l. Untuk mempertajam fokus
ubahlah perbesaran
bayangan nya.
m. Amati bayangan yang
terlihat dan gambar.

- Mengamati dan mengidenti- pH sampel air kolam : 7,88


fikasi sampel kolam dengan
parameter kimia. Cara :
a. Nyalakan pH meter
dengan menancapkan
kabel pada stop kontak.
b. Menekan tombol on.
c. Tunggu 30 menit.
d. Bersihkan probe dengan
aquades kemudian
keringkan.
e. Kalibrasi pH meter.
f. Cuci probe dengan
aquades dan keringkan.
g. Masukkan probe ke
larutan sampel
h. Tekan pH dan tunggu
beberapa menit dan lihat
hasilnya.

- Mengamati dan mengidenti- Diperoleh data hasil


fikasi sampel air kolam praktikum sampel air
dengan parameter fisik. Cara kolam dengan parameter
: fisik ;
a. Mengamati warna pada a. Warna : kuning
sampel air kolam didalam kecoklatan.
gelas beaker. b. Bau : bau (++)
b. Mencium bau sampel air c. Suhu : 310 C
kolam didalam gelas d. Kekeruhan : keruh
beaker.
c. Mengukur suhu sampel
air kolam dengan
mencelupkan termometer
kedalam gelas beaker dan
ditunggu beberapa menit.
d. Mengamati kekeruhan
dari sampel air kolam.
- Menukar DHP dengan Kelompok B6 sampel air
kelompok lain yaitu akuarium, kelompok B7
kelompok B6, B4, B7, J5 sampel air tahu, kelompok
J5 sampel air sungai dan
kelompok B4 sampel air
selokan

Kesimpulan
Keanekaragaman hayati adalah salah satu sifat dasar alam yang bertanggung jawab
untuk keseimbangan dan stabilitas ekosistem. Keanekaragaman hayati dianggap bertanggung
jawab atas proses alam dan produk yang disediakan oleh ekosistem. Tujuan dari pengambilan
sampel pada beberapa jenis lokasi perairan yang berbeda adalah agar didapatkan jenis biota
dan mikroorganisme yang berbeda beda dan bervariasi pada jenis lokasi perairan yang
berbeda seperti air selokan, air sungai, air danau, air kolam, air akuarium, limbah cair industri
dan sebagainya. Jenis biota yang mungkin terdapat di sampel perairan adalah protista, hewan
dan tumbuhan. Jenis parameter diantaranya parameter fisik yang berupa bau, warna,
kecerahan, kekeruhan, suhu, kedalam, tipe subtrat dan arus. Pada parameter kimia berupa
derajat keasaman, oksigen terlarut, senyawa amonium, nitrit, nitrat dan senyawa fosfat. Pada
parameter biologi berupa plankton, perifiton, bentos, nekton, neuston, dan rantai makanan.
Sampel campuran (composite sample) merupakan sampel campuran dari sampel indvidu pada
beberapa waktu pengamatan. Sampel individu ( discrete sample ), adalah sampel terisolasi
yang diambil dari suatu titik pada singkapan sampel individual di ambil sewaktu-waktu yang
mewakili kondisi pada saat pengambilannya.
Tujuan dari praktikum ini adalah diharapkan setelah melakukan praktikum bab ini,
dapat dijadikan landasan dasar bagi mahasiswa untuk dapat mengetahui dan menjelaskan
biota apa saja yang hidup pada peraira darat, khususnya yang ada pada limbah cair yang
terdapat pada perairan darat/sungai. Dari praktikum diperoleh data hasil praktikum sebagai
berkut pada sampel air kolam yang berwarna kuning kecoklatan, air berbau (++), suhunya 310
C, bersifat keruh (++) dan memiliki pH sebesar 7,88 ditemukan jenis mikroorganisme berupa
ganggang hijau (chlorophyta) berjumlah 1 yang berbentuk panjang berwarna hijau. Pada
sampel air akuarium yang berwarna bening kekuningan, air yang tidak berbau (+), suhu air
sebesar 290 C, bersifat sedikir keruh (+) dan memiliki pH sebesar 7,72 ditemukan jenis
mikroorganisme jenis ganggang berjumlah 2 buah berwarna hijau transparan dan berbentuk
bulat serta seperti garis. Pada sampel air tahu yang berwarna putih kekuningan, airnya berbau
(++), suhunya sebesar 280 C, bersifat sangat keruh (+++) dan memiliki pH sebesar 3,69
ditemukan jenis organisme berupa koliform berjumlah banyak, berwarna biru dan berbentuk
batang. Pada sampel air sungai yang berwarna sedikit coklat, airnya tidak berbau (+), suhunya
sebesar 290 C, bersifat sedikit keruh (+) dan memiliki pH sebesar 7,2 ditemukan jenis
organisme berupa ganggang berjumlah 1 koloni, berwarna hijau bening dan berbentuk koloni.
Pada sampel air selokan yang berwarna keruh, airnya berbau menyengat (+++), suhunya
sebesar 280 C, bersifat keruh (++) dan memiliki pH sebesar 6,86 ditemukan jenis organisme
berupa alga hijau berjumlah 1 buah, berwarna hijau dan berbentuk abstrak. Bentuk dan
morfologi organisme pada masing-masing sampel berbeda-beda. Bentuk sampel dan
morfologi organisme dipengaruhi oleh tempat tinggal dan habitat organisme tersebut.
Sehingga meskipun organismenya sama akan ada perbedaan bentuk dan morfologi pada
masing-masing sampel. Misalnya bentuk organisme pada sampel air kolam akan berbeda
dengan sampel air akuarium, air sungai, air tahu dan juga air selokan.

Saran
Disarankan agar selanjutnya pengamatan dan identifikasi sampel limbah dilakukan
dengan lebih cermat agar didapat varian organisme. Dan lebih baik satu kelompok mengamati
lima sampel sekaligus sehingga praktikan dapat mengetahui betul organisme apa yang ada di
setiap sampel. Sehingga akan diperoleh varian organisme dari kelompok kita dan kelompok
lain. Dan untuk laporannya menurut saya terlalu banyak, dan saya kurang paham dengan
pertanyaannya, diharapkan pertanyaan di LKP sedikit saya sehingga praktikan bisa
memahami isinya bukan hanya sekedar buat.

Praktikan Asisten Praktikum

(Restu Vitri Astuti) ........................


DATA HASIL PENGAMATAN INTERAKSI KOMPONEN BIOTIK DI EKOSISTEM

Kelompok : B5 Tanggal : 16 November 2015


Kelas :B Lokasi : Sungai Brantas

Interaksi Komponen Biotik Biotik


Jenis Organism
Dokumentasi Keterangan
Interaksi e
Parasitisme Nyamuk Interaksi antara komponen
dengan biotik dan biotik yang terjadi
manusia adalah simbiosis parasitisme.
Hubungan ini terjadi karena
nyamuk diuntungkan dengan
menghisap darah manusia
sementara manusia dirugikan
karena nyamuk dapat
membawa penyakit seperti
demam berdarah, malaria.

Predasi Laba-laba Interaksi antara komponen


dengan biotik dan biotik yang terjadi
lalat adalah predasi. Dalam hal ini
Laba-laba berperan sebagai
predator dengan memakan
lalat yang terperangkap pada
jaring laba-labanya,
sementara lalat berperan
sebagai mangsa yang akan
menjadi makanan laba-laba.

Komensalis Laba-Laba Interaksi antara komponen


me dengan biotik dan biotik yang terjadi
pohon adalah komensalisme. Dalam
hal ini laba-laba mengunakan
pohon untuk membuat jaring.
Hal ini digunakan untuk
menangkap mangsa,
berkembang biak, dan
melindungi diri dari predator.
Sementara pohon tidak
dirugikan dengan adanya
laba-laba karena pohon tidak
diserap zat-zat makanannya
ataupun dimakan organ-
organnya seperti daun.
Parasitisme Semut Interaksi antara komponen
dengan biotik dan biotik yang terjadi
manusia adalah parasitisme. Dalam hal
ini semut menggigit manusia
untuk perlindungan
sementara manusia dirugikan
karena semut bisa
menyebabkan rasa gatal pada
kulit.

Komensalis Semut Interaksi antara komponen


me dengan biotik dan biotik yang terjadi
Tanaman adalah komensalisme. Dalam
hal ini semut diuntungkan
dengan membuat sarang pada
tanaman. Sementara itu
tanaman tidak dirugikan
dengan adanya semut
didahannya.

Komensalis Lalat Lalat dapat berteduh di


me dengan Interaksi antara komponen
tanaman biotik dan biotik yang terjadi
adalah komensalisme. Dalam
hal ini lalat memanfaatkan
tanaman rumput untuk
berteduh agar terlindung dari
hujan. Sedangkan tanaman
tidak merasa terganggu
dengan adanya lalat
didaunnya

Interaksi Komponen Biotik Abiotik


Organisme Organisme Dokumentasi Keterangan
Biotik Abiotik
Lumut Batu Interaksi komponen biotik
dan abiotik yang
menguntungkan komponen
biotik. Dalam hal ini lumut
memanfaatkan batu untuk
tempat berpijak, mengambil
air dan zat hara dengan cara
akar lumut masuk ke dalam
celah-celah batu yang
nantinya digunakan untuk
fotosintesis.
Bambu Tanah Interaksi komponen biotik
dan abiotik yang
menguntungkan komponen
biotik. Dalam hal ini tanaman
membutuhkan air dan zat
hara untuk berfotosintesis.
Akar pohon masuk ke dalam
tanah untuk mengambil air
dan zat hara yang digunakan
untuk fotosintesis.

Ikan Air Interaksi komponen biotik


dan abiotik yang
menguntungkan komponen
biotik. Ikan membutuhkan air
untuk tempat hidup dan
memperoleh makanan. Selain
itu untuk memperoleh
oksigen.

Semut Tanah Interaksi antara komponen


biotik dan abiotik yang
menguntungkan komponen
biotik. Dalam hal ini tanah
dimanfaatkan oleh semut
untuk berlindung dari
predator sekaligus digunakan
untuk tempat mencari dan
menyimpan makanan.
Bambu Cahaya Interaksi antara komponen
matahari biotik dan abiotik yang
menguntungkan komponen
biotik. Dalam hal ini
tumbuhan memanfaatkan
cahaya matahari untuk
membantunya dalam proses
berfotosintesis.
Tumbuhan Tanah Interaksi antara komponen
paku biotik dan abiotik yang
menguntungkan komponen
biotik. Dalam hal ini
tumbuhan paku memanfaat-
kan tanah sebagai sumber
mineral untuk proses
fotosintesis dengan cara akar
pohon masuk ke dalam tanah
untuk mengambil air dan zat
hara yang digunakan untuk
fotosintesis. Selain itu juga
berfungsi untuk tempat
hidup.

Pelestarian Lingkungan Ekosistem Sungai


No Jenis Kegiatan Manfaat Dokumentasi
1 Memungut sampah Agar sampah anorganik
anorganik dari aliran tidak mencemari air,
sungai karena biasanya sampah
anorganik khususnya
yang terbuat dari plastik
sukar terurai.
2 Memungut sampah Agar sampah anorganik
anorganik disekitar tidak mencemari tanah
sungai sekitar aliran sungai,
karena biasanya sampah
anorganik khususnya
yang terbuat dari plastik
sukar terurai.

3 Memungut sampah Agar sampah anorganik


anorganik disekitar tidak mencemari tanah
sungai sekitar aliran sungai,
karena biasanya sampah
anorganik khususnya
yang terbuat dari karet
sukar terurai.

4 Menebar bibit ikan Agar keseimbangan


ekosistem perairan
sungai tetap terjaga,
mengingat banyaknya
ikan yang mati akibat
tercemarnya air oleh
limbah.
5 Membersihkan Sampah organik dapat
sampah organik terurai menjadi kompos.
disekitar aliran sungai Maka dari itu perlu
dikelompokan agar
penguraian dapat
berlangsung maksimal.

6 Membersihkan Sampah organik dapat


sampah organik terurai menjadi kompos.
disekitar aliran sungai Maka dari itu perlu
dikelompokan agar
penguraian dapat
berlangsung maksimal.
LOG BOOK PRAKTIKUM BIOLOGI
BAB 8
“Interaksi Komponen Biotik Dalam Ekosistem”

 Tujuan Praktikum
Mahasiswa mampu mengidentifikasi komponen biotik dalam suatu ekosistem.
Mahasiswa mampu menjelaskan peran komponen biotik tersebut dalam ekosistem.
Mahasiwa mampu menjabarkan interaksi antara komponen biotik dalam ekosistem

 Keterangan
Lokasi : Sungai Brantas
Tanggal: 16 November 2015

No. Hari/Tanggal/Waktu Kegiatan Hasil


1. Senin, 14 Desember Menjelaskan prosedur kerja
2015 yaitu :
jam 13.30-16.00 WIB a. Memilih salah satu
ekosistem yaitu di sungai.
b. Menyiapkan dan membuat
plot pengamatan yang
dipilih (5x5 meter)
c. Mengamati dan
mengidentifikasi seluruh
komponen dalam plot. Interaksi biotik-biotik :
d. Diamati dicatat interaksi laba-laba dengan pohon
yang terjadi.
e. Didokumentasikan.
f. Hasil.

Interaksi biotik-abiotik :
Ikan dengan air

Menjelaskan data hasil Interaksi biotik-biotik :


pengamatan interaksi laba-laba dengan pohon
komponen biotik-biotik, Interaksi antara komponen
komponen biotik dan biotik dan biotik yang
pelestarian lingkungan di terjadi adalah
ekosistem sungai komensalisme. Dalam hal
ini laba-laba mengunakan
pohon untuk membuat
jaring. Hal ini digunakan
untuk menangkap mangsa,
berkembang biak, dan
melindungi diri dari
predator. Sementara pohon
tidak dirugikan dengan
adanya laba-laba karena
pohon tidak diserap zat-zat
makanannya ataupun
dimakan organ-organnya
seperti daun.
Interaksi biotik abiotik :
Interaksi komponen biotik
dan abiotik yang
menguntungkan komponen
biotik. Ikan membutuhkan
air untuk tempat hidup dan
memperoleh makanan.
Selain itu untuk
memperoleh oksigen.

Pelestarian lingkungan:

Tujuanya membersihkan
sampah organik disekitar
aliran sungai. Manfaatnya
Sampah organik dapat
terurai menjadi kompos.
Maka dari itu perlu
dikelompokan agar
penguraian dapat
berlangsung maksimal.

Kesimpulan :
Ekosistem merupakan suatu hubungan timbal balik atau interaksi antara komponen
biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu
ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa). Yang termasuk ke dalam komponen
biotik adalah semua makhluk hidup dari uniseluer sampai multiseluler seperti produsen,
konsumen dan dekomposer. Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan
kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau
lingkungan tempat hidup. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan
waktunya. Komponen abiotik diantaranya suhu, air, cahaya matahari, udara, tanah dan iklim.
Jenis-jenis interaksi komponen biotik di ekosistem diantaranya netralisme, mutualisme,
parasitisme, komensalisme, predasi, sinergisme, antibiosis, kompetisi, alelopati, dan
amensalisme.
Dari pengamatan yang kami lakukan di lokasi sungai diperoleh data hasil praktikum
sebagai berikut. Pada interaksi antara komponen biotik dan abiotik di sekitas lokasi sungai
diperoleh hubungan antara organisme dengan lingkungannya yaitu ada hubungan lumut
dengan batu, dalam hal ini lumut memanfaatkan batu untuk tempat berpijak, mengambil air
dan zat hara dengan cara akar lumut masuk ke dalam celah-celah batu yang nantinya
digunakan untuk fotosintesis. Bambu dengna tanah, dalam hal ini tanaman membutuhkan air
dan zat hara untuk berfotosintesis. Akar pohon masuk ke dalam tanah untuk mengambil air
dan zat hara yang digunakan untuk fotosintesis. Ikan dengan air, ikan membutuhkan air untuk
tempat hidup dan memperoleh makanan. Selain itu untuk memperoleh oksigen. Semut dengan
tanah, dalam hal ini tanah dimanfaatkan oleh semut untuk berlindung dari predator sekaligus
digunakan untuk tempat mencari dan menyimpan makanan. Bambu dengan cahaya matahari,
dalam hal ini tumbuhan memanfatkan cahaya matahari untuk membantunya dalam proses
berfotosintesis. Tumbuhan paku dengan tanah, dalam hal ini tumbuhan paku memanfaatkan
tanah sebagai sumber mineral untuk proses fotosintesis dengan cara akar pohon masuk ke
dalam tanah untuk mengambil air dan zat hara yang digunakan untuk fotosintesis. Selain itu
juga berfungsi untuk tempat hidup.
Pada interaksi antara komponen biotik dan biotik di sungai diperoleh hubungan antara
organisme satu dengan organisme lainnya yaitu nyamuk dengan manusia, interaksi yang
terjadi adalah simbiosis parasitisme. Hubungan ini terjadi karena nyamuk diuntungkan dengan
menghisap darah manusia sementara manusia dirugikan karena nyamuk dapat membawa
penyakit seperti demam berdarah, malaria. Laba-laba dengan lalat, interaksi yang terjadi
adalah predasi. Dalam hal ini Laba-laba berperan sebagai predator dengan memakan lalat
yang terperangkap pada jaring laba-labanya, sementara lalat berperan sebagai mangsa yang
akan menjadi makanan laba-laba. Laba-laba dengan pohon, interaksi yang terjadi adalah
komensalisme. Dalam hal ini laba-laba mengunakan pohon untuk membuat jaring. Hal ini
digunakan untuk menangkap mangsa, berkembang biak, dan melindungi diri dari predator.
Sementara pohon tidak dirugikan dengan adanya laba-laba karena pohon tidak diserap zat-zat
makanannya ataupun dimakan organ-organnya seperti daun. Semut dengan manusia, interaksi
yang terjadi adalah parasitisme. Dalam hal ini semut menggigit manusia untuk perlindungan
sementara manusia dirugikan karena semut bisa menyebabkan rasa gatal pada kulit. Semut
dengan tanaman, interaksi yang terjadi adalah komensalisme. Dalam hal ini semut
diuntungkan dengan membuat sarang pada tanaman. Sementara itu tanaman tidak dirugikan
dengan adanya semut didahannya. Lalat dengan tanaman rumput, interaksi yang terjadi adalah
komensalisme. Dalam hal ini lalat memanfaatkan tanaman rumput untuk berteduh agar
terlindung dari hujan. Sedangkan tanaman tidak merasa terganggu dengan adanya lalat
didaunnya.

Saran :
Hendaknya kita sebagai manusia menjaga ekosistem karena dalam ekosistem terdapat
komponen abiotik seerti tanah, air, udara, cahaya, suhu, angin, dan iklim. Dan juga komponen
biotik seperti tumbuhan, hewan, dan sebagainya yang sangat berguna bagi kelangsungan
hidup kita.
Praktikan Asisten Praktikum

(Restu Vitri Astuti) ........................