Anda di halaman 1dari 7

16

BAB 3

METODOLOGI PENULISAN

3.1 Rancangan Studi Kasus

Studi kasus merupakan salah satu jenis penelitian yang meneliti

permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit

tunggal yang menjadi studi kasus tersebut secara mendalam dianalisis baik

dari segi yang berhubungan dengan keadaan kasus itu sendiri, fator-faktor

yang mempengaruhi kejadian-kejadian khusus yang muncul sehubungan

dengan kasus maupun tindakan dan reaksi kasus terhadap suatu

perlakuan atau pemaparan tertentu. Meskipun didalam studi kasus ini yang

diteliti hanya berbentuk unit tunggal namun di analisis mendalam

mencakup berbagai aspek yang cukup luas (Notoatmodjo, 2010:47).

Penelitian studi kasus ini menggunakan desain penelitian

deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan terhadap

sekumpulan objek yang biasanya bertujuan untuk melihat gambaran

fenomena (termasuk kesehatan) yang terjadi di dalam suatu populasi

tertentu (Notoatmodjo, 2010: 35).

Dalam studi kasus ini meneliti tentang gambaran Asuhan

Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Rasa Nyaman Nyeri pada pasien

Preeklampsia.

3.2 Subyek Studi Kasus

3.2.1 Kriteria Inklusi

a. Ibu hamil yang dirawat di ruang obstetric ginekologi dengan

diagnose medis preeklampsia

Akademi Keperawatan Samawa


16
17

b. Ibu hamil dengan usia gestasi 20-38 minggu

c. Ibu hamil dengan usia 20-45 tahun

d. Ibu hamil yang kooperatif dan bersedia menjadi responden

dibuktikan dengan informed consent.

3.2.2 Kriteria Eksklusi

a. Ibu hamil dengan komplikasi seperti diabetes

mellitus/perdarahan.

b. Ibu hamil yang tidak tahu membaca dan menulis

3.3 Fokus Studi

Fokus studi merupakan kajian utama dari permasalahan yang akan

dijadikan titik acuan studi kasus. Dalam studi kasus ini yang menjadi fokus

studi adalah gambaran Asuhan Keperawatan pasien Preeklampsia dalam

Pemenuhan Kebutuhan Rasa Nyaman Nyeri di RSUD Sumbawa yang

meliputi melakukan pengkajian keperawatan , merumuskan diagnosa

keperawatan, menyusun rencana keperawatan, melakukan implementasi

keperawatan dan melakukan evaluasi dari semua tindakan keperawatan

yang telah dilakukan.

3.4 Definisi Operasional

Definisi operasional adalah definisi berdasarkan karakteristik yang

diamati dari suatu yang didefinisikan tersebut yaitu karakteristik yang dapat

diamati (diukur) memungkinkan peneliti melakukan observasi atau

pengukuran secara cermat atas fenomena (Nursalam, 2008:101).

3.4.1 Preeklampsia merupakan hipertensi yang terjadi saat masa

kehamilan yang mungkin terjadi pada usia gestasi >20 minggu

Akademi Keperawatan Samawa


18

dengan gejala kenaikan tekanan darah sistolik >140 dan diastolic >90

mmHg, yang disertai dengan adanya proteinuria.

3.4.2 Nyeri adalah mekanisme produksi bagi tubuh, timbul bila jaringan

rusak yang menyebabkan individu bereaksi untuk menghilangkan

nyeri.

3.5 Tempat dan Waktu

Tempat pelaksanaan studi kasus ini adalah di Ruang Obgyne Rumah

Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa, pada bulan Juni sampai Juli 2018.

3.6 Pengumpulan Data

3.6.1 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data menurut Narbuko, 2012 :

3.6.1.1 Metode Interview (wawancara)

Wawancara adalah suatu metode yang di gunakan untuk

mengumpulkan data, dimana peneliti mendapatkan

keterangan secara lisan dari sasaran studi kasus ( pasien),

atau berkomunikasi langsung dengan keluarga pasien.

3.6.1.2 Metode Observasi (pengamatan)

Observasi adalah alat pengumpulan data yang dilakukan

dengan cara mengamati dan mencatat seara sistematik

gejala-gejala yang diselidiki.

3.6.1.3 Metode kuesioner (angket)

Metode keusioner adalah suatu daftar yang berisikan

rangkaian pertanyaa mengenai suatu masalah. Untuk

memperoleh data, anget disebarkan kepada responden.

Akademi Keperawatan Samawa


19

3.6.1.4 Studi dokumentasi

Studi dokumentasi merupakan metode pengumpulan data

dengan cara mengambil data yang berasal dari dokumen

asli. Dokumen asli tersebut dapat berupa gambar, table atau

daftar periksa (Hidayat, 2009). Teknik mendapatkan data

seperti catatan medis, hasil laboratorium, dan hasil radiologi.

3.6.2 Instrumen Pengumpulan Data

Instrument pengumpulan data yang digunakan pada studi kasus ini

adalah format keperawatan maternitas Akademi Keperawatan

Samawa meliputi format pengkajian, diagnosa, intervensi,

implementasi dan evaluasi.

3.7 Penyajian Data

Dalam studi kasus ini data disajikan dalam bentuk tekstural yaitu

penyajian data berupa tulisan atau narasi dan hanya dipakai untuk data

yang jumlahnya kecil serta memerlukan kesimpulan yang sederhana dapat

disertai cuplikan ungkapan verbal dari subjek penelitian yang merupakan

data pendukung. Penyajian secara tekstural biasanya digunakan untuk

penelitian atau data kualitatif, penyajian tabel digunakan untuk data yang

sudah diklasifikasikan (Notoatmodjo, 2010). Pada studi kasus ini data

disajikan secara tekstural yaitu data hasil penelitian disajikan dalam bentuk

uraian kalimat.

3.8 Etika Studi Kasus

Etika penelitian adalah suatu pedoman etika yang berlaku untuk

setiap kegiatan penelitian yang melibatkan antara pihak peneliti, pihak yang

diteliti (subjek penelitian) dan masyarakat yang akan akan memperoleh

Akademi Keperawatan Samawa


20

dampak hasil penelitian tersebut (Notoatmodjo, 2010:202), dalam

melaksanakan studi kasus ini penulis menekankan masalah etika yang

meliputi:

1.8.1 Lembar Persetujuan (Informed Consent)

Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dan

responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan (A.

Aziz Ulumul Hidayat, 2009). Informed consent tersebut diberikan

sebelum penelitian dilakukan dengan memberikan lembar

persetujuan untuk menjadi responden. Tujuan informed consent

adalah agar responden mengerti maksud dan tuuan penelitian,

mengetahui dampaknya. Jika responden bersedia, maka mereka

harus menandatangani lembar persetujuan. Ika responden tidak

bersedia, maka peneliti harus menghormati hak pasien.

1.8.2 Tanpa Nama (Anonimity)

Masalah etika keperawatan merupakan masalah yang memberikan

jaminan dalam menggunakan subyek penelitian dengan cara tidak

memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar alat

ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data

atau hasil penelitian yang akan disajikan.

1.8.3 Kerahasiaan (Confidentiality)

Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan

kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-

masalah lainnya. Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin

Akademi Keperawatan Samawa


21

kerahasiannya oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang

dilaporkan pada hasil penelitian.

1.8.4 Hak Menghargai Kebebasan Pribadi (Privacy)

Penelitian dilakukan dengan tidak mengganggu keleluasaan diri atau

privasi dalam hal rasa hormat dan harga diri, aspek sosial budaya

dan tidak mengganggu ketenangan hidup, hal ini berkaitan dengan

kerahasiaan dan masalah pribadi (Puji, 2008).

1.8.5 Tidak Merugikan (Non-maleficience)

Penelitian dilakukan dengan tidak menimbulkan bahaya/cedera baik

dari segi fisik maupun psikologis pada pasien (Nasrullah, 2014).

Akademi Keperawatan Samawa


22

DAFTAR PUSTAKA

Caroline Bunker Rosdahl, M. T. (2014). Buku Ajar Keperawatan Dasar. Jakarta: EGC.

Hidayat, A. A. (2009). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia . Jakarta: Salemba Medika.

Indonesia, I. K. (2016). Profil Kesehatan Indonesia 2016. Jakarta: Kementerian Kesehatan


Repulik Indonesia.

NTB, D. K. (2016). Profil Kesehatan NTB . NTB: Mataram, Dinas Kesehatan Provinsi.

Akademi Keperawatan Samawa