Anda di halaman 1dari 4

A.

Pengertian Batuan
Permukaan bumi kita tersusun dari berbagai jenis batuan. batuan juga
mengalami hal yang kompleks dalam pembentukannya. Batuan adaiah
kompleks/kumpulan dari mineral sejenis atau tak sejenis yang terikat secara
gembur ataupun padat. Bedanya dengan mineral, batuan tidak memiliki
susunan kimiawi yang tetap, biasanya tidak homogen. Batuan tidak perlu
padat dan keras dan biasanya merupakan agregat-agregat yang berukuran
cukup besar, tetapi dapat pula dalam ukuran yang cukup kecil atau tersusun
oleh benda gelas saja.
Berbagai definisi dari batuan sebagai objek dari mekanika batuan telah
diberikan oleh para ahli dari berbagai disiplin ilmu yang saling berhubungan.
1. Menurut Para Geologiwan
Batuan adalah susunan mineral dan bahan organis yang bersatu
membentuk kulit bumi. Batuan adalah semua material yang membentuk
kulit bumi yang dibagi atas :
a. batuan yang terkonsolidasi (consolidated rock),
b. batuan yang tidak terkonsolidasi (unconsolidated rock).

2. Menurut Para Ahli Teknik Sipil Khususnya Ahli Geoteknik


Istilah batuan hanya untuk formasi yang keras dan padat dari kulit
bumi. Batuan adalah suatu bahan yang keras dan koheren atau yang telah
terkonsolidasi dan tidak dapat digali dengan cara biasa, misalnya dengan
cangkul dan belincong.

3. Menurut Talobre
Menurut Talobre, orang yang pertama kali memperkenalkan
Mekanika Batuan di Perancis pada tahun 1948, batuan adalah material
yang membentuk kulit bumi termasuk fluida yang berada didalamnya
(seperti air, minyak dan lain-lain).
4. Menurut Astm
Batuan adalah suatu bahan yang terdiri dari mineral padat (solid)
berupa massa yang berukuran besar ataupun berupa fragmen-fragmen.

5. Secara Umum
Batuan adalah campuran dari satu atau lebih mineral yang berbeda, tidak
mempunyai komposisi kimia tetap.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa batuan tidak sama


dengan tanah. Tanah dikenal sebagai material yang “mobile“, rapuh dan
letaknya dekat dengan permukaan bumi.

6. Komposisi Batuan
Kulit bumi, 99 % dari beratnya terdiri dari 8 unsur : O, Si, Al, Fe,
Ca, Na, Mg, dan H. Komposisi dominan dari kulit bumi tersebut adalah :
SiO2 = 59,8 % FeO = 3,39 %
A12O = 14,9 % Na2O = 3,25 %
CaO = 4,9 % K2O = 2,98 %
MgO = 3,7 % Fe2O3 = 2,69 %
H2O = 2,02 %
Batuan terdiri dari bagian yang padat baik berupa kristal maupun yang
tidak mempunyai bentuk tertentu dan bagian kosong seperti pori-pori,
fissure, krack, joint, dll.

B. Pengertian Mineral

Arti mineral mempunyai pengertian berlainan dan bahkan dikacaukan


dikalangan awam. Sering diartikan sebagai bahan bukan organik (anorganik).
Maka pengertian yang jelas dari batasan mineral oleh beberapa ahli geologi
perlu diketahui walaupun dari kenyataannya tidak ada satupun persesuaian
umum untuk definisinya.
Definisi mineral menurut beberapa ahli:

1. L.G. Berry dan B. Mason, 1959


Mineral adalah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam
terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas-batas
tertentu dan mempunyai atom-atom yang tersusun secara teratur.

2. D.G.A Whitten dan J.R.V. Brooks, 1972


Mineral adalah suatu bahan padat yang secara struktural homogen
mempunyai komposisi kimia tertentu, dibentuk oleh proses alam yang
anorganik.

3. A.W.R. Potter dan H. Robinson, 1977


Mineral adalah suatu bahan atau zat yang homogen mempunyai
komposisi kimia tertentu atau dalam batas-batas dan mempunyai sifat-sifat
tetap, dibentuk di alam dan bukan hasil suatu kehidupan.

Tetapi dari ketiga definisi tersebut mereka masih memberikan anomali


atau suatu pengecualian beberapa zat atau bahan yang disebut mineral,
walaupun tidak termasuk didalam suatu definisi. Sehingga sebenarnya dapat
dibuat suatu definisi baru atau definisi kompilasi. Dimana definisi kompilasi
tidak menghilangkan suatu ketentuan umum bahwa mineral itu mempunyai
sifat sebagai: bahan alam, mempunyai sifat fisis dan kimia tetap dan berupa
unsur tunggal atau senyawa.
Definisi mineral kompilasi: mineral adalah suatu bahan alam yang
mempunyai sifat-sifat fisis dan kimia tetap dapat berupa unsur tunggal atau
persenyawaan kimia yang tetap, pada umumnya anorganik, homogen, dapat
berupa padat, cair dan gas. Mineral adalah zat-zat hablur yang ada dalam
kerak bumi serta bersifat homogen, fisik maupun kimiawi. Mineral itu
merupakan persenyewaan anorganik asli, serta mempunyai susunan kimia
yang tetap. Yang dimaksud dengan persenyawaan kimia asli adalah bahwa
mineral itu harus terbentuk dalam alam, karena banyak zat-zat yang
mempunyai sifat-sifat yang sama dengan mineral, dapat dibuat didalam
laboratorium. Sebuah zat yang banyak sekali terdapat dalam bumi adalah SiO2
dan dalam ilmu mineralogi, mineral itu disebut kuarsa. Sebaliknya zat inipun
dapat dibuat secara kimia akan tetapi dalam hal ini tidak disebut mineral
melainkan zat Silisium dioksida.
Kalsit, adalah sebuah mineral yang biasanya terdapat dalam batuan
gamping dan merupakan mineral pembentuk batuan yang penting. Zat yang
dibuat dalam laboratorium dan mempunyai sifat- sifat yang sama dengan
mineral kalsit adalah CaCO3. Demikian pula halnya dengan garam-garam
yang terdapat sebagai lapisan-lapisan dalam batuan. Garam dapur dalam ilmu
mineralogi disebut halit sedangkan dalam laboratorium garam dapur disebut
dengan natrium-khlorida. Mineral-mineral mempunyai struktur atom yang
tetap dan berada dalam hubungan yang harmoni dengan bentuk luarnya.
Mineral-mineral inilah yang merupakan bagian-bagian pada batuan-batuan
dengan kata lain batuan adalah asosiasi mineral-mineral.