Anda di halaman 1dari 13

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Aluminium adalah putih keperakan dan logam yang sangat populer yang

memiliki banyak kegunaan dan sifat yang berguna. Tidak ada logam lain memiliki

sebagai banyak kegunaan seperti aluminium. Aluminium memiliki sifat daur

ulang, logam ini cukup untuk memenuhi semua kebutuhan sehari-hari kita.

Aluminium digunakan di rumah, di konstruksi, dalam beberapa bagian mobil dan

juga di sebagian besar moda transportasi. Hal ini cukup mengejutkan untuk

melihat bahwa ada begitu banyak menggunakan logam.

Unsur-unsur logam biasanya dapat membentuk senyawa kompleks.

Senyawa yang tersusun atas atom pusat yang berupa ion logam dan ligannya

dikenal sebagai senyawa kompleks. Senyawa ini biasanya memiliki warna yang

khas diakibatkan dari adanya atom pusat yang berupa ion logam yang umumnya

merupakan ion logam dari golongan transisi. Asam dan basa lewis adalah jenis

asam dan basa yang berperan dalam senyawa ini dimana asam lewis adalah atom

pusat yang berperan sebagai penerima pasangan elektron bebas sedangkan sifat

basa lewis dimiliki oleh ligannya yang berperan sebagai pendonor atau penyedia

pasangan elektron bebas untuk diberikan kepada atom pusat.

Salah satu contoh senyawa kompleks adalah kalium trioksalato aluminat

yang memiliki rumus molekul K3[Al(C2O4)3]H2O. Senyawa kompleks tersebut

memperlihatkan bahwa unsur trivalensi seperti Al membentuk kompleks dengan

bilangan koordinasi enam. Berdasarkan uraian tersebut, maka perlu dilakukan

percobaaan tentang pembuatan kalium trioksalato aluminat K3[Al(C2H4)3]H2O.


B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada percobaan pembuatan kalium trioksalato aluminat

K3[Al(C2H4)3]H2O adalah bagaimana pembuatan kalium trioksalato aluminat

K3[Al(C2H4)3]H2O ?

C. Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai pada percobaan pembuatan kalium trioksalato

aluminat K3[Al(C2H4)3]H2O adalah untuk mengetahui pembuatan kalium

trioksalato aluminat K3[Al(C2H4)3]H2O.

D. Manfaat

Manfaat yang diperoleh pada percobaan pembuatan kalium trioksalato

aluminat K3[Al(C2H4)3]H2O adalah dapat mengetahui pembuatan kalium

trioksalato aluminat K3[Al(C2H4)3]H2O.


II. TINJAUAN PUSTAKA

Aluminum, Al, merupakan anggota golongan 13 berada sebagai

aluminosilikat di kerak bumi dan lebih melimpah daripada besi. Walaupun Al

adalah logam mulia yang mahal di abad ke-19, harganya jatuh bebas setelah dapat

diproduksi dengan jumlah besar dengan elektrolisis alumina, Al2O3, yang

dilelehkan dalam krolit, Na3AlF6. Logam aluminum melarut dalam asam mineral,

kecuali asam nitrat pekat, dan dalam larutan hidroksida akan menghasilkan gas

hidrogen. Aluminum membentuk senyawa dengan alkali sebagian besar non

logam dan menunjukkan sifat kimia yang beragam, tetapi tidak seperti boron,

tidak ditemukan hidrida kluster aluminum (Sugiarto, 2003).

Pembuatan senyawa kompleks terdapat istilah ligan serta ion pusat. Dalam

reaksi senyawa kompleks ligan merupakan atom, ion atau sekelompok atom yang

bertindak sebagai penyedia pasangan elecktron bebas (donor elektron) sering

disebut sebagai basa lewis dan ion logam yang memiliki sejumlah orbital kosong

tempat masuknya pasangan electron dari ligan dikenal sebagai asam lewis.

Begitupun juga dalam reaksi pembentukan K3[Al(C2O4)3]H2O. dimana ion logam

adalah aluminium dan ligan adalah oksalat. Ligan oksalat termasuk dalam ligan

multidentat. Ligan diklassifikasikan atas dasar banyaknya titik-lekat kepada ion

logam. Ligan-ligan sederhana, seperti ion-ion halida atau molekul-molekul H2O

atau NH3, adalah monodentat, yaitu ligan itu terikat pada ion logam hanya pada

satu titik oleh penyumbangan satu pasanagan-elektron-menyendiri kepada logam

(Sukardjo, 1992).
Banyaknya elektron yang didonorkan oleh ligan maka ligan dapat

diklasifikasikan menjadi ligan monodentat, ligan bidentat, dan ligan multidentat.

Ligan monodentat hanya dapat mendonorkan sepasang elektron yang dimilikinya

ke logam. Ligan bidentat dapat mendonorkan dua pasang elektron yag dimilikinya

ke logam, sedangkan banyak elektron yang bisa didonorkan ke logam pada ligan

(Saria dkk., 2012).

Temperatur rekristalisasi yaitu, perubahan struktur kristal akibat

pemanasan pada suhu kritis diamana untuk suhu kritis pada baja karbon adalah

pada 723°C, sehingga dapat diartikan lebih lanjut bahwa temperatur rekristalisasi

adalah suatu proses dimana butir logam yang terdeformasi digantikan oleh butiran

baru yang tidak terdeformasi yang intinya tumbuh sampai butiran asli termasuk

didalamnya (Affiz, 2012).

Perkembangan logam Al didasarkan pada matriks komposit yang menarik

banyak peminatnya. logam Aluminium alloy dan partikel Al2O3 yang dibutuhkan

untuk menghasilkan kandungan yang memiliki 6,9, 15, dan 18 persen volume dari

alumina. Partikel alumina awalnya dipanaskan pada suhu 250oC selama 5 minutes

untuk membantu meningkatkan kualitas dengan Al alloy. Logam Al dipanaskan

sampai suhu 750oC ± 300C (di atas suhu cair dari alloy) dan alloy cair kemudian

dibiarkan dingin dalam tungku untuk keadaan semi padat pada suhu tentang

6000C (Alaneme, 2011).

Asam oksalat adalah senyawa organik dengan rumus H2C2O4. Senyawa

ini memiliki sifat-sifat yaitu larut dalam air panas maupun dingin serta larut

dalam alkohol, keasamannya lebih kuat dari asam metanoat ataupun asam cuka,
garam-garam alkali oksalat semuanya mudah larut dalam air kecuali kalsium

oksalat hanya dapat larut dalam asam kuat, mudah untuk dioksidasi oleh KMnO4

dalam suasana pada temperatur 60–70°C. Asam oksalat dan garamnya dapat

digunakan sebagai zat pemutih serat, reagen dalam analisis kimia, dalam

pembuatan zat warna untuk kain, di pemurnian logam dalam mineral. Asam

oksalat juga digunakan dalam bubuk pembersih sebagai agen penghilang karat

dan pemoles logam (Ambarita dkk., 2015).


III. METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Percobaan pembuatan kalium trioksalato aluminat K3[Al(C2H4)3].H2O

dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 24 November 2016, pukul 07.30 sampai

10.00 WITA dan bertempat di Laboratorium Kimia Organik, Fakultas Matematika

dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Kendari.

B. Alat dan Bahan

1. Alat

Alat-alat yang digunakan pada percobaan pembuatan kalium trioksalato

aluminat K3[Al(C2H4)3].H2O adalah gelas kimia 100 mL, corong, oven, gelas ukur

10 mL, hotplate, statif dan klem.

2. Bahan

Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan pembuatan kalium

trioksalato aluminat K3[Al(C2H4)3].H2O adalah 20 mL akuades, aluminium foil, 1

gram serutan aluminium, metanol, 15 mL KOH 20 %, 14 gram asam oksalat,

kertas saring whatman, klem dan statif.


C. Prosedur Kerja

Serutan
Kalium oksalat
aluminum

- ditimbang sebanyak 1 gram - ditimbang sebanyak 14


- dimasukkan kedalam gelas gram
kimia 200 mL - ditambahkan kedalam
- ditambahkan 15 mL KOH 20 % 20 mL akuades
- dibiarkan berbuih
- dididihkan sampai semua
serutan aluminium larut

Larutan Larutan panas


aluminium asam oksalat

- dicampur
- diaduk
- disaring menggunakan kertas Whatman

Residu Filtrat
- dicuci dengan metanol
- dikeringkan dalam deksikator
- ditimbang
- dihitung rendamenya

Hasil Pengamatan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

1. Tabel Pengamatan

No. Perlakuan Hasil Pengamatan

30 mL KOH + 1 gram serutan Larut dan berwarna abu-abu


1.
aluminium foil
Larut dan larutan berwarna
2. 14 gram asam oksalat + 20 mL H2O bening

14 gram asam oksalat + 20 mL H2O + Berwarna abu-abu muda


3.
30 mL KOH + serutan aluminium foil
4. Disaring + metanol Mengendap

2. Persamaan Reaksi

2 Al + 2 KOH + 6 H2O 2 [Al(OH)4]- + 3 H2↑ + 2 K+

[Al(OH)4]- + 3 C2O42- [Al(C2O4)3]3- + 4 OH-

[Al(C2O4)3]3- + 2 OH- + 3 K K3[Al(C2O4)3].H2O

3. Analisis data

 Secara praktek :

Diketahui :

Berat kertas saring (A) = 1,025 gram

Berat kristal saring + kristal (B) = 2,35 gram

Berat kristal =B-A

= (2,35 – 1,025) gram

= 1,325 gram
 Secara teori

Diketahui : Berat Al = 1 gram

Berat H2C2O4 = 14 gram

V KOH 20% = 30 mL

massa 1 gram
 Mol Al = = = 0,037 mol
Ar 27 gram/mol

massa 14 gram
 Mol H2C2O4 = = = 0,15 mol
Mr 90,03 gram/mol

Vx%xρ
 M KOH =
Mr

0,03 L x 20 x 2,04 g/mL


=
56,11 g/mol

= 0,0218 M
 Mol KOH =MxV

= 0,0218 M x 0,03 L

= 0,000654 mol

2 Al + 2 KOH + 6 H2O 2 [Al(OH)4]- + 3 H2↑ + 2 K+

Mula–mula: 0,037 mol 0,000654 mol - - - -

Bereaksi : 0,000654 mol 0,000654 mol - 0,000654 mol

Sisa : 0,0363 mol - 0,000654 mol

[Al(OH)4]- + 3 C2O42- [Al(C2O4)3]3- + 4 OH-

[Al(C2O4)3]3- + 2 OH- + 3 K K3[Al(C2O4)3].H2O

Mula-mula: 0,037 mol 0,000654 mol 0,15 mol

Bereaksi : 0,000654 mol 0,000654 mol 0,000654 mol

Sisa : 0,0363 mol - 0,149 mol


Mol K3[Al(C2O4)3]H2O(aq) = 0,149 mol

Berat K3[Al(C2O4)3]H2O(aq) = mol x Mr

= 0,149 mol x 462 g/mol

= 68,838 gram

berat secara praktek


% rendamen = x 100 %
berat teori

1,352 gram
= x 100%
68,838 gram

= 1,964 %

B. Pembahasan

Senyawa kompleks merupakan senyawa kimia anorganik karena terdiri

dari ion yang bermuatan logam dan ligan. Logam adalah senyawa atom pusat

yang bertindak sebagai penyedia orbital kosong sehingga biasa disebut sebagai

asam Lewis. Sedangkan ligan adalah senyawa yang bisa terdiri dari atom ataupun

molekul yang dapat mengelilingi atom pusat yang bertindak sebagai atom

penyedia pasangan elektron bebas dan biasa disebut sebagai basa lewis.

Percobaan kali ini, senyawa kompleks kalium trioksalato aluminat

K3[Al(C2H4)3]H2O dapat dibuat dengan cara mereaksikan logam alumunium yang

dilarutkan dalam KOH lalu dicampurkan dengan larutan asam oksalat. Pada saat

potongan aluminium dilarutkan dalam larutan KOH menyebabkan aluminium

tersebut larut dan berwarna abu-abu serta menghasilkan buih atau gas. Gas

tersebut merupakan gas H2 yang dihasilkan dari reaksi KOH dan aluminium.
Campuran larutan tersebut kemudian ditambahkan larutan asam oksalat

untuk membentuk senyawa trioksalat. Pada saat telah dicampur, larutan tersebut

disaring yang bertujuan untuk memisahkan zat-zat pengotor dari kristalnya.

Kemudian dilakukan penambahan metanol untuk membantu suatu pembentukan

kristal K3[Al(C2H4)3]H2O.

Pembuatan kalium trioksalato aluminat (K3[Al(C2H4)3]H2O) disertai

dengan proses kristalisasi dimana kristal akan terbentuk yaitu berupa padatan

putih hasil reaksi ion-ion aluminium (Al3+) dengan anion-anion yang tidak

berwarna dan proses reklistalisasi dengan zat tertentu agar diperoleh kristal yang

lebih murni. Dari hasil analisis data, diperoleh berat kristal kalium trioksalato

aluminat (K3[Al(C2H4)3]H2O) sebesar 1,352 gram dengan rendamen sebesar

1,964%. Persen rendamen yang diperoleh menunjukkan bahwa masih adanya

kristal yang belum terbentuk hal ini disebabkan karena kristal yang terbentuk

masih perlu lama disimpan.


V. KESIMPULAN

Berdasarkan tujuan dan hasil pengamatan dari percobaan pembuatan

kalium trioksalatoaluminat K3[Al(C2O4)3]H2O, maka dapat diambil suatu

kesimpulan bahwa pembuatan kalium trioksalatoaluminat dapat dibuat dengan

mencampurkan larutan Aluminium dalam KOH 20% yang direaksikan dengan

larutan asam oksalat, lalu didinginkan sehingga terbentuk Kristal. Kristal yang

terbentuk sebesar 1,352 gram dengan persen rendamen sebesar 1,964 %.


DAFTAR PUSTAKA

Alaneme, K. K., dan M. O. Bodunrin, 2011, Corrosion Behavior Of Alumina


Reinforced Aluminium (6063) Metal Matrix Composites, Journal Of
Minerals and Materials Characterization and Engineering, 10 (12).

Affiz F. 2012. Pengaruh Pengerolan Pra Pemanasan dibawah Temperatur


Rekristalisasi dan Tingkat Deformasi Terhadap Kekerasan dan Kekuatan
Tarik Serta Struktur Mikro Baja Karbon Sedang untuk Mata Pisau
Pemanen Sawit. Jurnal E-Dinamis, 2 (2).

Ambarita, Y. P., Iloan P. H. M., dan Seri Maulina, 2015, Pembuatan Asam
Oksalat dari Pelepah Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis) Melalui Reaksi
Oksidasi Asam Nitrat, Jurnal Teknik Kimia USU, 4 (4).

Saria Y., Lucyanti, Hidayati N., dan Lesbani A. 2012. Sintesis Senyawa
Kompleks Kobalt dengan Asetilasetonato. Jurnal Penelitian Sains, 15
(3).

Sugiarto, K. H., 2003, Kimia Anorganik II, UNJ-Press, Yogyakarta.

Sukardjo, 1992, Kimia Koordinasi, Rineka Cipta, Jakarta.