Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat gizi yang

dibutuhkan oleh masyarakat. Seiring dengan perkembangan jaman, kesadaran

masyarakat akan kesehatan serta pentingnya nilai gizi dalam makanan yang

mereka konsumsi semakin meningkat. Kesadaran masyarakat akan pola hidup

sehat menyebabkan kebutuhan akan sayuran meningkat juga. Pasar luar negeri

dan pasar modern (supermarket, hotel dan restoran) menuntut adanya sayuran

segar yang bermutu tinggi, yakni memiliki penampakan baik, relatif tahan lama,

dan tidak cepat layu selama penyimpanan. Kualitas sayuran tersebut hanya

mungkin dipenuhi dengan adanya penanganan pasca panen yang baik termasuk

usaha untuk dapat memperpanjang tingkat kesegaran..

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menghambat kerusakan

sayuran antara lain dengan cara melakukan modifikasi kemasan sayuran dan

penyimpanan dengan suhu rendah. Salah satu cara yang juga dapat dilakukan

untuk memperpanjang masa simpan sayuran, namun tetap dapat mempertahankan

mutu, adalah dengan mengaplikasikan edible film pada sayuran tersebut. Edible

film sangat berpotensi untuk mempertahankan kesegaran dari sayuran karena

secara teori pengaplikasian edible film akan membentuk suatu coating yang

mampu berperan sebagai barrier agar tidak kehilangan kelembaban, bersifat

permeabel terhadap gas-gas tertentu, serta mengontrol migrasi komponen-

1
2

komponen larut air yang dapat menyebabkan perubahan pigmen dan komponen

nutrisi sayuran.

Pengaplikasian edible coating yang dilakukan dalam penelitian ini adalah

pembuatan edible film yang berasal dari gel tanaman Aloe vera. Aloe vera

merupakan tanaman serbaguna yang akhir-akhir ini, selain digunakan sebagai

bahan baku industri shampoo (kosmetik), juga mulai diolah menjadi aneka produk

makanan. Aloe vera juga telah dilaporkan mengandung beberapa senyawa bioaktif

yang bersifat antimikroba dan dapat menyembuhkan luka jaringan sehingga

diharapkan pada pengaplikasian gel Aloe vera sebagai edible coating mampu

mempertahankan mutu serta memperpanjang masa simpan sayuran tersebut.

Aplikasi gel Aloe vera sebagai edible coating telah dicoba sebelumnya pada buah

anggur dengan menggunakan gel Aloe vera yang dilarutkan dengan sejumlah air.

Sayuran yang akan dijadikan sebagai objek penelitian ini adalah sayuran tomat

karena mudah untuk ditanam, bersifat responsif terhadap berbagai perlakuan

eksperimen, dan sangat berpotensi untuk dikomersialkan baik di dalam maupun

luar negeri.

Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti ingin melakukan penelitian

tentang Pembuatan Gel Lidah Buaya (Aloe vera) sebagai Pelapis (Edible

Coating) pada Pengawetan tomat (Licopersicon Esculentum).


3

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, menjadi rumusan masalah

dalam penelitian ini adalah bagaimana pembuatan gel lidah buaya (Aloe vera)

sebagai pelapis (edible coating) pada pengawetan tomat (Licopersicon

Esculentum).

C. Tujuan Penulisan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembuatan gel pelapis dari

tanaman lidah buaya (Aloe vera L.) sebagai pengawet tomat (Licopersicon

Esculentum).

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh bagi beberapa pihak dari penelitian

mengenai pembuatan gel lidah buaya (Aloevera) sebagai pelapis (edible coating)

pada pengawetan tomat (Licopersicon Esculentum), penelitian ini diharapkan

bermanfaat untuk :

1. Menambah pengetahuan dan wawasan bagi penulis sendiri tentang cara

pengawetan tomat dengan cara edible coating atau pelapisan dengan

memanfaatkan gel lidah buaya.

2. Memberikan informasi kepada pembaca tentang pengawetan tomat dengan

cara edible coating atau pelapisan dengan memanfaatkan gel lidah buaya.
4

E. Penjelasan Istilah

1. Pengawetan tomat (Licopersicon Esculentum) merupakan salah satu cara

agar mutu tomat dapat terjga dalam jangka waktu yang lama. Pengawetan

tomat dapat dilakukan dengan melapisi tomat dengan pelapis (edible)

berupa gel yang dapat merpertahankan masa simpan tomat. Cara ini sudah

dilakukan sejak abad ke-13 di China, buah-buahan pada jaman itu

dicelupkan kedalam cairan lilin panas dengan tujuan fermentasi.

2. Gel lidah buaya (Aloe vera) merupakan cairan kental yang terdapat pada

tumbuhan lidah buaya (Aloe vera) dan merupakan salah satu bahan alami

yang sudah digunakan sejak berabad-abad lalu karna fungsi

pengobatannya. Gel lidah buaya dapat digunakan untuk melembabkan

kulit, merawat kulit yang terbakar, dan meredakan iritasi.