Anda di halaman 1dari 4

Debat Bahasa Indonesia

Kelompok 3

Tim afirmatif : Tim oposisi :


- Klarisa Kawengian - Nathania Oroh
- Jesica Panggulu - Natalia Salindeho
- Jonathan wowor - Meyfania Tumbag

Materi debat : bahasa indonesia berpeluang menjadi bahasa internasional

PRO :
1. Saya sebagai pihak pro setuju bahwa bahasa Indonesia berpeluang menjadi bahasa
Internasional. Alasannya karena bahasa Indonesia banyak dipelajari oleh warga
negara asing.

Indikasi mulai diterimanya bahasa Indonesia dalam pergaulan internasional adalah


tingginya minat warga asing mempelajari bahasa Indonesia di pusat pembelajaran
bahasa Indonesia di negara mereka. Contohnya di negara-negara besar seperti
Eropa, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Mesir, Italia, Vietnam dan Rusia.
Bahkan di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, bahasa Indonesia menjadi bahasa ke-dua dan
telah diumumkan secara resmi oleh pemerintah kota tersebut sejak Desember 2007
yang setara dengan bahasa Inggris, Perancis dan Jepang.

Bahkan dalam surat kabar Tempo yang terbit pada tanggal (20/11/11) di Universitas
Benn, Jerman. Seorang Prof. Berthol Damshauser Kepala Program Studi Bahasa
Indonesia menyatakan bahwa bahasa Indonesia sangat berpeluang menjadi bahasa
Internasional karena banyaknya jumlah penutur bahasa Indonesia khususnya di
kawasan Melayu. Karena sebagian besar kosa kata yang terdapat pada Kamus Besar
Bahasa Melayu adalah Bahasa Indonesia. Selain itu Deputy Head Asian Languages
and Culture yang berasal dari Asosiasi Profesor National Institute of Education
Singapore Hadijah Bte Rahmat menilai bahwa Bahasa Indonesia berpeluang menjadi
bahasa Internasional mendampingi Bahasa Inggris karena sekitar 400juta penutur
B.Indonesia tersebar di 156 Negara.

2. Alasan lain bahasa Indonesia berpeluang menjadi bahasa Internasional karena


bahasa Indonesia memiliki tingkatan kata yang mudah dimengerti. Pengucapan
kata/kalimat untuk semua situasi meskipun sekarang, kemarin, esok, dan lusa pun
tetap sama. Contohnya : kata “Makan”, saya sudah makan kemarin, saya sedang
makan, saya ingin makan esok, tetap dibaca dan ditulis “Makan”. Selain itu menurut
Prof. Berthol Damshauser mengatakan bahasa Indonesia mudah dikuasai karena
kemudahan bunyi dan gramatikalnya. Seperti : “APA” ditulis dengan huruf “A-P-A”
sedangkan dalam bahasa Inggris ada kata “What” padahal kata ini mengandung
huruf “W-H-A-T”.

3. Penyebab lainnya bahasa Indonesia berpeluang menjadi bahasa Internasional


karena negara Indonesia merupakan negara yang luas dan memiliki penduduk
terbanyak ke -4 setelah RRC, India, dan AS. Peneliti Badan Bahasa Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, Dendy Sugono mengatakan, keragaman budaya
Indonesia adalah faktor terpenting yang menyebabkan banyak warga negara asing
yang ingin mempelajari bahasa Indonesia. Selain itu, penduduk Indonesia juga
banyak yang menggunakan jejaring sosial seperti fecebook dan twitter. Hal ini
membuat bahasa Indonesia terkenal secara mendunia. Bahkan belum lama ini
Universitas Guangdong China mengungkapkan keinginan mereka untuk bekerja
sama dengan Indonesia dalam hal peningkatan studi Indonesia dalam hal ini
termasuk pembelajaran bahasa Indonesia di kampus tersebut.

Jadi disini saya menyatakan bahwa saya setuju jika Bahasa Indonesia menjadi
Bahasa Internasional.

KONTRA :
1. Saya sebagai pihak kontra tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Alasannya
adalah untuk menjadi sebuah bahasa internasional, bahasa tersebut harus
digunakan dalam diplomasi dan perdagangan internasional, dan juga berperan
besar dalam penyebaran ilmu pengetahuan. Sedangkan pada kenyataannya
bahasa Indonesia belum digunakan dalam diplomasi maupun perdagangan
internasional apalagi dalam penyebaran ilmu pengetahuan.

Selain harus menjadi bahasa penyebar ilmu pengetahun masyarakat dunia, bahasa
diplomasi dan perdagangan masyarakat internasional, syarat lainnya untuk
menjadi bahasa dunia adalah pemiliknya harus memiliki rasa percaya diri dan
peduli terhadap bahasanya sendiri. Tapi sayangnya kini para generasi penerus
bangsa kurang peduli terhadap bahasanya sendiri. Bisa dilihat dari rendahnya nilai
hasil ujian nasional mata pelajaran bahasa Indonesia pada tahun 2011. Menurut
harian KOMPAS yang terbit pada tanggal 26/5/2011 menyatakan bahwa Dari 11.
443 siswa yang tidak lulus UN tahun 2011, 1.786 (38,43%) di antaranya adalah
untuk mata pelajaran bahasa Indonesia. Sedangkan bahasa Indonesia setiap hari
dituturkan. Bahkan masyarakat Indonesia sendiri cenderung menggunakan bahasa
daerah masing masing dan masyarakat indonesia juga lebih bangga jika menguasai
bahasa negara lain. Dan masih ada pula masyarakat Indonesia yang mengalami
buta huruf.

Menurut munsypedia.blogspot.com bahasa Indonesia tidak termasuk 5 bahasa


terbesar sebagai bahasa yang digunakan di dunia. Dan 5 besar bahasa tersebut
adalah bahasa Mandarin, bahasa Inggris, bahasa Indiea, bahasa Spanyol, bahasa
Rusia. Bahkan bahasa Indonesia menempati urutan ke-3 bahasa tersulit di Asia dan
menempati urutan ke-15 bahasa tersulit di dunia.

Alasan lainnya adalah Indonesia bukanlah negara yang pernah menjajah, bahkan
sejarah mencatat bahwa Indonesia termasuk negara yang paling sering dan paling
lama dijajah. Sedangkan bahasa Intenasional yang digunakan berasal dari negara
yang sering menjajah negara lain. Bahkan masih banyak negara persemakmuran
negara tersebut. Contohnya saja negara Inggris.

Jadi menurut saya bahasa Indonesia tidak memiliki peluang untuk menjadi bahasa
Internasional.

NETRAL :
1. Saya sebagai netral berpendapat bahwa Bahasa Indonesia berpeluang menjadi
bahasa Internasional karena telah meluasnya penggunaan bahasa indonesia di
negara-negara besar seperti Eropa, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Mesir,
Italia, Vietnam dan Rusia. Bahkan di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, bahasa Indonesia
menjadi bahasa ke-dua dan telah diumumkan secara resmi oleh pemerintah kota
tersebut sejak Desember 2007 yang setara dengan bahasa Inggris, Perancis dan
Jepang. Bahasa Indonesia juga merupakan bahasa yang mudah dimengerti karena
bahasa Indonesia memiliki tingkatan kata yang mudah dimengerti. Pengucapan
kata/kalimat untuk semua situasi meskipun sekarang, kemarin, esok, dan lusa pun
tetap sama. Selain itu bahasa Indonesia mudah dikuasai karena kemudahan bunyi
dan gramatikalnya. Terlebih lagi, bahasa Indonesia berpeluang karena Indonesia
merupakan negara yang besar dan memiliki penduduk ke-4 di dunia. Sehingga
banyak pula penduduk Indonesia yang tersebar di hampir 156 negara yang
berprofesi sebagai penutur bahasa Indonesia.

2. Namun, pihak kontra juga benar. Karena untuk menjadi bahasa Internasional
bahasa tersebut harus digunakan dalam diplomasi dan perdagangan internasional,
dan juga berperan besar dalam penyebaran ilmu pengetahuan. Sedangkan pada
kenyataannya bahasa Indonesia belum digunakan dalam diplomasi maupun
perdagangan internasional apalagi dalam penyebaran ilmu pengetahuan.
Meskipun Indonesia dikatakan sebagai bahasa yang mudah dimengerti namun
menurut munsypedia.blogspot.com bahasa Indonesia tidak termasuk 5 bahasa
terbesar sebagai bahasa yang digunakan di dunia. Dan 5 besar bahasa tersebut
adalah bahasa Mandarin, bahasa Inggris, bahasa India, bahasa Spanyol, bahasa
Rusia. Bahkan bahasa Indonesia menempati urutan ke-3 bahasa tersulit di Asia dan
menempati urutan ke-15 bahasa tersulit di dunia. Bukan hanya pengakuan dari
luar negeri. Dukungan dari dalam negeri pun kian marak. Contohnya saja
penggunaan bahasa Indonesia dikalangan remaja, kini banyak remaja yang lebih
bangga apabila menggunakan bahasa Inggris yang dipadukan dengan bahasa gaul.
Seperti : kata “whatsapp” yang berarti “ada apa”. Nah kata ini sering sekali
digunakan remaja Indonesia untuk bertegur sapa.

Jadi saya membuat kesimpulan bahwa bahasa Indonesia mungkin dapat menjadi
bahasa Internasional jika masyarakat dan pemerintah Indonesia sendiri yang sadar
untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan
sehari-hari, mulai memperkenalkan bahasa Indonesia yang baik di dunia melalui
dunia maya (jejaring sosial terutama) dan menerbitkan undang-undang yang tegas
untuk orang asing/badan asing yang akan bekerja atau membuat usaha di
Indonesia agar saat mereka kembali ke negara asal mereka, mereka dapat
memperkenalkan bahasa Indonesia pada masyarakat asal negara mereka.