Anda di halaman 1dari 5

RENCANA TINDAK DARURAT BENDUNGAN CENGKLIK 2012

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Pada sebuah bendungan dapat terjadi bermacam-macam kejadian darurat


yang dapat mengancam terhadap keamanan bendungan atau berakibat
pada keluaran air yang tidak terkendali. Penduduk yang tinggal pada
daerah potensi genangan banjir akibat keruntuhan bendungan atau
operasi bendungan, akan terkena risiko kehilangan jiwa dan harta benda.
Risiko tersebut harus ditekan sekecil mungkin.

Setiap masalah yang terjadi, atau timbulnya perilaku abnormal pada


bendungan, segera ditangani, dicegah agar tidak berkembang lebih parah
yang akhirnya mengarah pada keruntuhan bendungan.

Pemeriksaan visual oleh petugas operasi dan pemeliharaan (OP)


bendungan merupakan garis depan pertahanan untuk memastikan bahwa
bendungan selalu dalam keadaan aman. Walaupun petugas OP
bendungan telah melakukan pemeriksaan bendungan secara rutin, namun
pengelola atau pemilik bendungan harus tetap selalu waspada
mengahadapi setiap ancaman keamanan bendungan dan siap
menghadapi kondisi terburuk bendungan berupa kemungkinan runtuhnya
bendungan. Untuk itu, Pemilik dan Pengelola bendungan wajib
menyiapkan Rencana Tindak Darurat (RTD) yang akan menjadi acuan
tindakan saat terjadi kondisi darurat. RTD adalah dokumen formal yang
memberikan petunjuk mengenai berbagai kondisi darurat pada suatu
bendungan dan upaya-upaya pencegahan terjadinya keruntuhan
bendungan serta pencegahan atau setidaknya upaya memperkecil
jatuhnya korban jiwa dan harta benda.

1-1
RENCANA TINDAK DARURAT BENDUNGAN CENGKLIK 2012

1.2. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud pembuatan Rencana Tindak Darurat adalah untuk menyiapkan


panduan / petunjuk bagi petugas Pengelola Bendungan dan Instansi
Terkait dalam Satlak PBP / BPBD untuk mengambil tindakan jika terjadi
kondisi darurat bendungan.

Tujuan dari Rencana Tindak Darurat adalah memberi petunjuk yang


sistematis, untuk:
 Mengenali problem-problem yang mengancam keamanan bendungan;
 Mempercepat respon yang efektif untuk mencegah terjadinya
keruntuhan bendungan;
 Mempersiapkan upaya-upaya untuk memperkecil risiko jatuhnya korban
jiwa dan mengurangi kerusakan property, bila terjadi keruntuhan
bendungan.

1.3. RUANG LINGKUP

Ruang lingkup RTD disesuaikan dengan tahapan kegiatan yang diperlukan


pada waktu pelaksanaan keadaan darurat, yang dirinci sebagai berikut:
1. Pengenalan keadaan darurat, termasuk pengkajian
terhadap akibat yang mungkin bisa timbul dan uraian mengenai
kegiatan pencegahannya;
2. Petunjuk komunikasi, pemberitahuan keadaan darurat
kepada pejabat / instansi terkait, koordinasi berdasarkan tahapan
kegiatan sesuai dengan tanggung jawab organisasi yang bersangkutan;
3. Penjelasan mengenai kesediaan tenaga listrik atau
sumber tenaga lain, tersedianya peralatan dan bahan material serta
dimana peralatan dan material tersebut bisa diperoleh;
4. Penyiapan peta genangan di bagian hilir bendungan
akibat runtuhnya bendungan serta penggambaran daerah bahaya
berdasarkan kedalaman genangannya;
5. Rencana pengungsian dan perkiraan biaya yang
diperlukan untuk evakuasi;

1-2
RENCANA TINDAK DARURAT BENDUNGAN CENGKLIK 2012

6. Penjabaran kriteria pengakhiran keadaan darurat dan


tindakan selanjutnya.
7. Pemutakhiran RTD.

1.4. ACUAN NORMATIF

Sebagaimana dalam penggunaan Pedoman Operasi, Pemeliharaan dan


Pengamatan Bendungan pada keadaan normal, maka dalam
menggunakan Buku Rencana Tindak Darurat pada keadaan darurat,
diperlukan beberapa dokumen pendukung yang perlu ada di Kantor
Pemilik Bendungan. Dokumen-dokumen pendukung tersebut antara lain
ditampilkan pada Tabel 1 - 1 di bawah ini.
Tabel 1 – 1 Dokumen Pendukung
Pemilik /
No. Dokumen
Penyusun
1 Pedoman Teknis Konstruksi dan Bangunan Sipil, Ditjen Sumber
Klasifikasi Bahaya Bendungan, Keputusan Direktorat Daya Air
Sumber Daya Air No. 257/KPTS/D/2011, tanggal 30
Mei 2011
2. Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2010 tentang Pemerintah RI
Bendungan
3. Peraturan Presiden Nomor 24/M tahun 2009 tentang Pemerintah RI
Pengangkatan Anggota Unsur Pengarah
Penanggulangan Bencana dari Masyarakat
Profesional.
4. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Pemerintah RI
Bencana Nomor 2 tahun 2009 tentang Tata Kerja
Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana.
5. Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2008 tentang Pemerintah RI
Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
6. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Pemerintah RI
Bencana Nomor 4 tahun 2008 tentang Pedoman
Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana
7. PP No. 21 , Tahun 2008 , Tentang Penyelenggaraan Pemerintah RI
Penanggulangan Bencana
8. Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Pemerintah RI
Penanggulangan Bencana
9. Surat Deputi Bidang SDA selaku Ketua Komisi Komisi Keamanan
Keamanan Bendungan No. IR.01.11/KKB/13/2000 Bendungan
tentang Penyiapan Panduan Tindak Darurat
10. Draft Revisi Pedoman Penyiapan Rencana Tindak Ditjen Pengairan
Darurat, Keputusan Direktur Jenderal Pengairan,
Nomor 94/KPTS/A/1998, tanggal 30 Juli 1998

1-3
RENCANA TINDAK DARURAT BENDUNGAN CENGKLIK 2012

1.5. PENGERTIAN

Keadaan Darurat:
Adalah suatu keadaan yang diperkirakan mempengaruhi keamanan
bendungan dan terjadinya keluaran air dari bendungan yang melebihi
kapasitas tampung sungai, sehingga diperlukan tindakan darurat guna
melindungi manusia dan harta benda dibagian hilir bendungan.

Rencana Tindak Darurat (RTD):


Adalah suatu panduan yang memberikan petunjuk tindakan darurat yang
harus dalam wilayah rawan terhadap bahaya akibat jika ada keruntuhan
bendungan dan atau terjadinya keluaran air dari bendungan yang melebihi
kapasitas tampung sungai di hilirnya;

Klasifikasi Bahaya Bendungan:


Adalah peringkat bahaya bendungan yang ditentukan berdasarkan potensi
kehilangan jiwa dan/atau kerusakan harta benda di daerah hilirnya jika
terjadi keruntuhan bendungan.

Keruntuhan bendungan (dam break):


Adalah terjadinya atau kemungkinan terjadinya keruntuhan bendungan
atau tumpuan bendungan yang mengakibatkan keluaran air waduk dalam
jumlah besar atau terjadi peningkatan jumlah keluaran air dari waduk yang
tak terkendali.

Peluapan (overtopping):
Adalah aliran air dari waduk melewati puncak bendungan, akibat banjir
berlebihan atau karena tidak berfungsinya pintu air;

Penelusuran banjir:
Adalah suatu proses menentukan tinggi (amplitudo) gelombang banjir dan
waktu banjir untuk daerah hilir bendungan akibat terjadinya keruntuhan
bendungan;

Penduduk Terkena Risiko (Penris):


Adalah semua orang yang berada didaerah genangan banjir akibat
keruntuhan bendungan, yang jika tidak diungsikan akan terancam bahaya;

1-4
RENCANA TINDAK DARURAT BENDUNGAN CENGKLIK 2012

Pemerintah:
Adalah pemerintah di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota yang
terlibat dalam kegiatan penanggulangan keadaan darurat;

Pemilik bendungan:
Adalah instansi pemerintah, badan hukum, badan sosial atau perorangan
yang bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan suatu
bendungan;

Unit Pengelola Bendungan (UPB):


Adalah suatu Unit yang dibentuk untuk melakukan pengelolaan dan
pemantauan Bendungan;

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB):


Adalah Lembaga Pemerintah Nondepartemen setingkat menteri yang
mempunyai fungsi: perumusan dan penetapan kebijakan penanggulangan
bencana dan penanganan pengungsi dengan bertindak cepat dan tepat,
efektif dan efisien; serta pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan
penanggulangan bencana secara terencana, terpadu dan menyeluruh.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD):


Adalah lembaga yang dibentuk di provinsi/kabupaten/kota yang
mempunyai fungsi: perumusan dan penetapan kebijakan penanggulangan
bencana dan penanganan pengungsi dengan bertindak cepat dan tepat,
efektif dan efisien; serta pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan
penanggulangan bencana secara terencana, terpadu dan menyeluruh.

1-5