Anda di halaman 1dari 13

RAPAT RUTIN BULANAN RUANGAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman

RSUH/SPO/.../…. 00 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan


STANDAR Direktur RSU Handayani
PROSEDUR 28 April 2018
OPERASIONAL

dr. H. Djauhari Thalib, M.Kes

Pertemuan antara kepala ruangan dan anggotanya untuk


merundingkan atau menyelesaikan suatu masalah berdasarkan
PENGERTIAN kesepakatan bersaman yang rutin dilakukan setiap bulannya di
ruangan.

1.Sebagai media komunikasi dan informasi antar kepala ruangan


dan anggotanya.
TUJUAN
2. Ada keseragaman dalam acara rapat untuk mencapai tujuan
yang akan dicapai.

Sesuai dengan keputusan bersama mengenai jadwal rapat berkala


KEBIJAKAN
1. Memberi undangan atau informasi akan diadakannya rapat.
2. Notulis menyusun acara rapat dan notulen jalannya rapat.
3. Perserta rapat mengisi daftar hadir rapat.
4. Doa pembukaan oleh pimpinan rapat.
5. Pembacaan notulen rapat yang lalu oleh oleh pimpinan rapat.
6. Pembahasan / tindak lanjut keputusan rapat yang lalu / Evaluasi
PROSEDUR
dan mengenai pemecahan masalah yang akan dibahas bersama.
7. Menyampaian usulan oleh pimpinan rapat .
8. Penyampaian usulan oleh perserta rapat.
9. Doa penutup rapat oleh salah satu perserta rapat.
10. Setelah rapat, membuat notulen lalu di sosialisasikan dan
didistribusikan kepada peserta rapat.

Rawat inap
UNIT TERKAIT
Rawat jalan
PROSES PERGANTIAN SHIFT ATAU OPERAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman

RSUH/SPO/..../…. 00 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan


STANDAR Direktur RSU Handayani
PROSEDUR 28 April 2018
OPERASIONAL

dr. H. Djauhari Thalib, M.Kes

Proses serah terima tugas antara tim kerja yang dinas dalam kurun
waktu tertentu kepada tim yang lain pada jam kerja berikutnya yang
PENGERTIAN
mencakup pasien yang dirawat , obat-obatan pasien, maupun
informasi lain yang perlu di over kan kepada tim berikutnya.
Sebagai acuan penerapan angkah-langkah dalam melakukan serah
TUJUAN
terima tugas perawat antar shift.
1. Keputusan direktur utama RS Handayani tentang kebijakan
pelayanan umum RS Handayani
KEBIJAKAN
2. Peraturan Direktur RS Handayani tentang kebijakan akses
dan kontinuitas pelayanan di RS Handayani
1. Perawat akan menyerahkan tugas kepada tim kerja lain
menyiapkan seluruh RM pasien , obat pasien, hasil
pemeriksaan penunjang, dan dokumen lain yang diperlukan
2. Tim duduk bersama melakukan serah terima tugas .
3. Kepala ruangan menyampaikan selamat pagi siang atau
malam
4. Kepala ruangan meminta semua staf duduk di nurse station
karena akan dilakukan operan
5. Kepala ruangan menyampaikan :
a. Jumlah total pasien ruangan dan jumlah pasien tiap tim
PROSEDUR b. Jumlah pasien yang pegawasan khusus
c. Rencana pasien pulang (ada atau tidak) jika ada sebut
nama pasien dan ada di tim berapa
d. Rencana pasien pindah ruang (ada atau tidak) jika ada
sebut nama dan ada di tim berapa
e. Rencana pasien masuk atau pasien baru (ada atau tidak)
jika ada masuk di tim berapa di kamar berapa
f. Apakah saat dinas ada
KTD/KNC/CENTINEL/COMPLAIN dari pasien jika
ada tim berikutnya melakukan followup

UNIT TERKAIT Staf ruangan bogenvil


MENERIMA PASIEN BARU

No. Dokumen No. Revisi Halaman

RSUH/SPO/..../…. 00 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan


STANDAR Direktur RSU Handayani
PROSEDUR 28 April 2018
OPERASIONAL

dr. H. Djauhari Thalib, M.Kes

PENGERTIAN Menerima pasien dari IGD ke Unit Rawat Inap


1. Melakukan serah terima pasien baru dari IGD ke Unit
Rawat Inap
2. Memberikan pelayanan dan Re- Assesment terhadap pasien
TUJUAN baru dari IGD
3. Meningkatkan pemantauan pasien rawat inap terutama
pasien yang memiliki potensi gawat darurat.

1. Semua petugas Ruangan Cendana bisa menerima pasien


dengan benar.
KEBIJAKAN 2. Semua petugas mampu memberikan edukasi yang
diperlukan pada pasien/ keluarga

1. Pasien datang keruangan disertai status


2. Pasien di tempatkan di kelas yang disepakati
3. Perawat memperkenalkan diri
4. Diterangkan hak dan kewajiban kepada pasien dan keluarga
5. Melaksanakan program orientasi kepada pasien,
memberitahu tentang denah ruangan, letak kamar mandi,
PROSEDUR
ruang perawat, dan memberitahu fasilitas yang tersedia serta
cara penggunaan nya . perawat memberitahu tentang jadwal
kegiatan rutin ruangan antara lain waktu makan, kunjungan
dokter dan waktu besuk.
6. Melaksanakan asuhan keperawatan mulai dari pengkajian
sampai evaluasi

UNIT TERKAIT Rawat inap


PEMBAGIAN JADWAL CUTI

No. Dokumen No. Revisi Halaman

RSUH/SPO/..../…. 00 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan


STANDAR Direktur RSU Handayani
PROSEDUR 28 April 2018
OPERASIONAL

dr. H. Djauhari Thalib, M.Kes

Cuti merupakan hak karyawan untuk libur bekerja pada hari kerja.
PENGERTIAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan pembagian jadwal cuti kepada
TUJUAN
pegawai RS Umum Handayani.

Pemerintah memberikan aturan cuti di Indonesia dalam Undang-Undang


KEBIJAKAN
Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 pasal 79.

Tahapan pengajuan pemohonan cuti :


1. Pegawai RS akan mengajukan formulir permohonan cuti
dengan mengisi formulir permohonan cuti 2 rangkap 1
(satu) formulir untuk dijadikan arsip 1 (satu) formulir lagi
diberikan kepada pegawai yang bersangkutan.
2. Pegawai yang akan mengajukan permohonan cuti harus
sudah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan sesuai
dengan jenis cuti yang akan diambil oleh pegawai. Syarat-
syarat yang sesuai dengan jenis cuti yang ada adalah
sebagai berikut :
a. Cuti Tahunan, syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah
1) Pegawai yang mengajukan cuti tahunan harus sudah
PROSEDUR bekerja sekurang-kurangnya 1 tahun secara terus
menerus terhitung sejak diangkat menjadi pegawai.
2) Pegawai yang akan mengajukan cuti harus mengisi
formulir pengajuan cuti.
b. Cuti Besar, syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam
pengambilan cuti besar adalah :
1) Pegawai yang telah bekerja minimal 2 tahun.
2) Pegawai yang bersangkutan harus mengisi formulir
pengajuan cuti untuk dijadikan arsip.
c. Cuti Sakit, syarat-sayarat yang harus dipenuhi antara
lain:
1) Pegawai yang sakit selama 1 (satu) atau 2(dua) hari
harus memberitahu alasan baik secara tertulis maupun
lisan
2) Pegawai yang sakit lebih dari 2 (dua) hari harus
mencantumkan surat keterangan dari dokter
d. Cuti di Tempat Asal, adapun syarat-syarat yang harus
dipenuhi pegawai dalam mengajukan cuti ditempat kerja
adalah :
1) Pegawai harus memberikan alasan-alasan yang sesuai
dengan keadaan.
2) Pegawai harus benar-benar bertempat tinggal jauh
dan sulit dicapai dengan jalan darat atau laut dan
membutuhkan waktu yang lama untuk sampai.
3) Pegawai juga harus menyertakan formulir pengajuan
cuti.
e. Cuti Keguguran, syarat-syarat yang harus dipenuhi
dalam pengajuan cuti keguguran adalah :
1) Pegawai wanita yang keguguran berhak atas cuti
dengan mengajukan permintaan cuti secara tertulis
kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti.
2) Pegawai wanita yang keguguran juga harus
menyertakan surat keterangan dari dokter atau bidan.
f. Cuti Bersalin, syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam
pengambilan cuti bersalin adalah :
1) Pegawai RS wanita yang berhak mendapatkan cuti
bersalin.
2) Pegawai wanita yang jangka waktu melahirkan sudah
dekat yaitu satu bulan sebelum melahirkan.
3) Pegawai wanita yang bersangkutan harus mengisi
formulir pengajuan cuti untuk diproses jadwal
pemberian cutinya.
g. Cuti karena alasan lain, syarat-syarat yang harus
dipenuhi adalah :
1) Pegawai yang mengambil cuti dengan alasan lain atau
dengan alasan penting harus dapat menyebutkan alasan-
alasannya, misalnya ada keluarga yang sakit atau
meninggal dunia.
2) Pegawai yang bersangkutan menjalankan pernikahan
yang pertama.
3) Pegawai yang akan mengajukan cuti juga harus
mengisi formulir permohonan cuti.
h. Cuti diluar tanggungan RS, syarat-syarat yang harus
dipenuhi untuk mengajukan cuti diluar tanggungan RS
adalah :
1) Pegawai yang telah bekerja sekurang-kurangnya 5
(lima) tahun secara terus menerus.
2) Pegawai yang mempunyai alasan-alasan pribadi yang
penting dan mendesak, misalnya pegawai wanita yang
mengikuti suaminya yang menjalankan tugas dinas
keluar Negeri,
i. Cuti Ibadah Haji, syarat-syarat yang harus dipenuhi
adalah :
1) Pegawai yang bekerja sekurang-kurangnnya 5 tahun
secara terus-menerus.
2) Pegawai yang bersangkutan harus mengisi formulir
pengajuan cuti untuk diserahkan pada Direksi yang
berwenang memberikan cuti.
3. Setelah persyaratan cuti dipenuhi oleh pegawai yang akan
mengajukan permohonan cuti. Pegawai mengisi formulir
permohonan cuti dengan sebenar-benarnya dan
menyerahkan formulir permohonan cuti kepada Sub
personalia.
4. Sub personalia memproses formulir permohonan cuti
seperti melihat data pegawai apakah pegawai sudah pernah
cuti sebelumnya. Dan berapa lama cuti yang dapat diambil
oleh pegawai yang bersangkutan. Selain itu sub personalia
juga menetapkan jadwal pelaksanaan cuti. Jika sub
personalia mengijinkan formulir permohonan cuti
diserahkan pada kepala seksi pegawai yang mengajukan
permohonan cuti.
5. Formulir permohonan cuti yang sudah diijinkan dari Sub
personalia diserahkan pada Kepala Seksi pegawai yang
mengajukan pemohonan cuti. Formulir permohonan cuti
diproses lagi agar tidak terjadi kesamaan jadwal dengan
pegawai lain yang juga mengajukan pemohonan cuti.
Supaya tidak terjadi kekosongan posisi. Kecuali pegawai
yang sakit atau dengan alasan penting seperti keluarga
meniggal dunia. Apabila permohonan cuti sudah sesuai
dengan jadwal dan tidak terjadi tabrakan jadwal dengan
pegawai lain formulir permohonan cuti diijinkan.
6. Apabila permohonan cuti sudah mendapatkan ijin dari
Kepala Seksi pegawai yang mengajukan permohonan cuti
dan sudah ditandatangani,formulir cuti diserahkan pada
bagian Branch Manajer (kepala cabang) untuk
menandatangani surat yang sudah diijinkan.
7. Setelah formulir permohonan cuti di tandatangani dan sudah
diproses formulir permohonan cuti diserahkan kepada
pegawai yang bersangkutan dan untuk dilaksanakan.

1. Direktur
2. Kasi Keperawatan
UNIT TERKAIT 3. Kasi Pelayanan
4. Kasi Kepegawaian
5. Seluruh Pegawai
SPO TUKARAN DINAS

No. Dokumen No. Revisi Halaman

RSUH/SPO/..../…. 00 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan


STANDAR Direktur RSU Handayani
PROSEDUR 28 April 2018
OPERASIONAL

dr. H. Djauhari Thalib, M.Kes

Suatu kegiatan tukar shift yang dilakukan perawat/ bidan


PENGERTIAN dikarenakan ada keperluan yang mendadak

Mengkomunikasikan antara teman sejawat untuk mengantikan


jadwal shift jaga kita, dikarenakan kita sedang berhalangan hadir
TUJUAN
agar tidak ada kesalahpahaman komunikasi

1. Jadwal dinas dibuat oleh kepela ruangan


2. Setiap satu shift terdapat penanggung jawab shift
KEBIJAKAN
3. Dalam ruang khusus tiap shift nya harus ada tenaga terlatih

1. Tukar dinas hanya berlaku antara perawat dengan perawat,


bidan dengan bidan . Dengan membuat atau menanda
tangani bukti acar dan diketahui kepala ruangan .
PROSEDUR
2. Apabila perawat atau bidan yang menukar dinasnya karena
Berhalangan, tidak boleh melebihi 3 kali dalam kurun
waktu bersamaan ( tiap bulannya).

1. Unit Rawat Jalan


UNIT TERKAIT 2. Unit Rawat Inap
SPO PENGATURAN JADWAL DINAS
No. Dokumen No. Revisi Halaman

RSUH/SPO/..../…. 00 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan


Direktur RSU Handayani
STANDAR
28 April 2018
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. H. Djauhari Thalib, M.Kes

Suatu kegiatan di unit keperawatan yang di lakukan oleh kepala ruangan


PENGERTIAN untuk membuat daftar dinas.

1. Jadwal dinas tiap unit pelayanan keperawatan di buat


dengan standar kebutuhan tenaga medis
2. Jadwal dinas diatur dalam surat keputusan Direktur tentang
TUJUAN pemberlakuan dinas shift tenaga keperawatan di
RSU.Handayani.
3. Surat keputusan Direktur tentang pemberlakuan SPO
pelayanan keperawatan di RSU.handayani

1. Jadwal dinas tiap-tiap unit pelayanan keperawatan


2. Surat keputusan Direktur tentang pemberlakuan prosedur
KEBIJAKAN
tetap/SPO pelayanan keperawatan di RSU.Handayani
3. Surat keputusan tentang pemberlakuan dinas shift tenaga
keperawatan di RSU.Handayani

1. Setiap akhir bulan Kepala Ruangan membuat perencnaan


penggunaan tenaga dengan menyusun daftar dinas
2. Susunan jga shift dibagi menjadi tiga shift :
- Shift pagi terdiri dari :
a. Kepala ruangan
b. Wakil kepla ruangan
PROSEDUR
c. Anggota tim
d. Petugas shift yang turun pagi
- Shift sore terdiri dari :
a. Penanggung jawab shift
b. Anggota
- Shift malam terdiri dari :
a. Penanggung jawab shift
b. anggota
RAWAT JALAN
UNIT TERKAIT
RAWAT INAP
URAIAN TUGAS PENANGGUNG JAWAB SHIFT

No. Dokumen No. Revisi Halaman

RSUH/SPO/..../…. 00 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan


STANDAR Direktur RSU Handayani
PROSEDUR 28 April 2018
OPERASIONAL

dr. H. Djauhari Thalib, M.Kes

Penanggung jawab shift adalah seorang tenaga keperawatan yang


PENGERTIAN mempunyai tanggung jawab sebagai penanggung jawab shift
(pagi,sore dan malam)

TUJUAN Sebagai pedoman pelaksaan uraian tugas penanggung jawab shift


1. SK direktur
2. Kegiatan bidang pelayanan keperawatan meliputi
perencanaan,pengembangan,monitoring dan evaluasi dibidang
KEBIJAKAN
pelayanan dan SDM keperawatan
3. Pelayanan keperawatan 24 jam secara efektif dan efisien

1. Persyaratan
1) Minimal D3 Keperawatan diutamakan memiliki
pengalaman kerja di rumah sakit 1 tahun
2) Bersedia dinas pagi,sore, malam dan hari libur
3) Memahami tata kelola rumah sakit
4) Terampil dalam memberikan asuhan keperawatan
5) Mampu berkomunikasi dan kerjasama baik secara
horizontal maupun vertical
6) Berkepribadian menarik,sabar dan telaten
menghadapi pasien
PROSEDUR 7) Sehat jasmani dan rohani
8) Jujur dan beriman
9) Pelatihan untuk unit khusus seperti

 IGD (PPGD,BTLS,BCLS,ATLS,ACLS)
 Intensif (pelatihan ICU,dasar-dasar
kardiovaskuler)
 IBS (pelatihan khusus OK,keterampilan bedah
dasar,anastesi)
1. Tanggung jawab
1) Kebenaran dan ketepatan dalam hal memberikan
asuhan keperawatan sesuai standart
2) Kebenaran dan ketepatan dalam
mendokumentasikan pelaksanaan asuhan
keperawatan atau kegiatan lain yang dilakukan
2. Wewenang
1) Meminta informasi dan petunjuk kepada atasan
2) Memberikan asuhan keperawatan kepada pasien
atau keluarga pasien sesuai kemampuan dan batas
wewenangnya
3. Uraian tugas
1) Mengisi daftar hadir (hadir 15 menit sebelum waktu
dinasnya)
2) Menerima laporan dan tugas-tugas dari penanggung
jawab shift sebelumnya
3) Mengontrol pasien yang dirawat
4) Melaksanakan pembagian tugas dengan pelaksana
5) Membuat laporan harian keperawatan
6) Melaksanakn pelayanan keperawatan sesuai SPO
yang berlaku di RSU Handayani
7) Melakukan asuhan keperawatan berdasarkan %
tahapan meliputi:pengkajian,perencanaan,
implementasi, evaluasi, dan dokumentasi
keperawatan
8) Mendampingi dokter visite
9) Mengatur dan menjalankan instruksi dokter
10) Memberikan penjelasan baik administrasi maupun
prosedur kerja kekeluarga pasien yang diakan
dilakukan tindakan
11) Memonitor tindakan keperawatan yang dilakukan
oleh pelaksana
12) Membantu menyiapkan dan menerima pasien baru
13) Menyiapkian pasien pulang dan memberi penjelasan
atau penyuluhan kepada pasien dan keluarga
14) Menjaga kebersihan ruang perawatan
15) Memelihara peralatan medis agar selalu siap pakai
16) Memberikan laporan harian keperawatan kepada
penanggung jawab shift berikutnya
17) Memeonitor entri data di SIM RS setiap transaksi
yang telah dilakukan
18) Melaksanakan tugas sebagai MON (manager on
duty)sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan
oleh management

a. Instalasi rawat inap


b. Instalasi rawat jalan
UNIT TERKAIT c. Instalasi gawat darurat
d. Instalasi intensif
e. Instalasi bedah sentral
SPO MONITORING TTV

No. Dokumen No. Revisi Halaman

RSUH/SPO/..../…. 00 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan


STANDAR Direktur RSU Handayani
PROSEDUR 28 April 2018
OPERASIONAL

dr. H. Djauhari Thalib, M.Kes

Monitoring TTV adalah pengukuran fungsi tubuh paling dasar


untung mengetahui tanda klinis dan berguna untuk menegakkan
diagnosis suatu penyakit dan berfungsi dalam menentukan
PENGERTIAN
perencanaan perawatan medis yang sesuai

1. Pengukuran suhu tubuh dilakukan untuk mengetahui


tentang suhu tubuh
2. Mengetahui denyut nadi (irama, frekuensi dan kekuatan)
3. Menilai kardio vaskuler
4. Mengetahui frekuensi irama dan kedalaman pernafasan
TUJUAN
5. Menilai kemampuan fungsi pernafasan
6. Mengetahui nilai tekanan darah

1. Pasien baru rumah sakit


2. Pasien dengan sakit yang berhubungan dengan vital sign
3. Semua pasien dirawat
KEBIJAKAN
4. Pasien dengan gangguan system pernafasan, kardiofaskuler,
dan suhu tubuh

1. Pemeriksaan tekanan darah


a. Jelaskan prosedur pada pasien
b. Cuci tangan
PROSEDUR c. Atur posisi pasien
d. Letakkan tangan yang hendak diukur pada posisi
terlentang
e. Lengan baju dibuka
f. Pasang manset pada lengan kiri atau sekitar 3cm diatas
vosacubiti(jangan terlalu ketat maupun terlalu longgar)
g. Tentukan denyut nadi arteri radialis
h. Pompa balon udara manset sampai denyut nadi arteri
radialis tidak teraba
i. Pompa terus sampai manometer setinggi 200mmHg
lebih tinggi dari titik radialis tidak teraba
j. Letakkan diafragma stetoskop diatas nadi brakialis dan
kempeskan balon udara manset secara perlahan dengan
memutar sekrup pada pompa udara berlawanan arah
jarum jam
k. Catat mmHg manometer saat pertama kali denyut nadi
terdengar dan saat terakhir terdengar
l. Catat hasil
m. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
2. Pemeriksaan pernafasan
a. Jelqaskan prosedur kepada pasien
b. Cuci tangan
c. Atur posisi
d. Hitung frekuenswi dan irama pernafasan
e. Catat hasil
f. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
3. Pemeriksaan denyut nadi
a. Jelaskan prosedur pada klien
b. Cuci tangan
c. Atur posisi
d. Letakkan kedua tangan terlentang di sisi tubuh
e. Tentukan letak arteri (denyut nadi yang akan dihitung)
f. Periksa denyut nadi dengan menggunakan ujung jari
telunjuk, jari tengah dan jari manis . tentukan frekuensi
nya per menit dan keteraturan irama, kekuatan
denyutan.
g. Catat hasil
h. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
4. Pemeriksaan suhu tubuh
a. Jelaskan prosedur pada klien
b. Cuci tangan
c. Atur posisi
d. Tentukan letak aksila dan gunakan sarung tangan untuk
bersihkan daerah aksila serta pasang termoterer pada
lengan pasien fleksi di atas dada
e. Setelah 10 menit thermometer diangkat dan di baca
hasilnya
f. Catat hasil
g. Bersihkan thermometer dengan tissue
h. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
5. Klarifikasi tingkat ketergantungan
a. Minimal care :
Pasien bisa mandiri atau hamper tidak memerlukan
bantuan :
a) Mampu naik turun , mampu ambulasi sendiri ,
mampu makan dan minum sendiri , mampu
mandi sendiri , sebagian dengan bantuan ,
mampu membersihkan mulut sendiri, mampu
berpakaian dan berdandan dengan sedikit
bantuan , mampu BAB dan BAK dengan sedikit
bantuan . status psikologis stahil pasien dirawat
untuk prosedur diagnostic, operasi ringan .
b. Parsial care :
Pasien memerlukan perawatan bantuan sebagian :
a) Pasien memerlukan bantuan orang untuk naik turun
tempat tidur , bantuan untuk ambulasi berjalan,
bantuan dalam menyiapkan makanan, bantuan untuk
makan disuap , bantuan untuk berpakaian, bantuan
untuk BAB dan BAK
b) Pasca operasi minor (24jam)
c) Melewati fase akut pasca operasi mayor
d) Fase awal penyembuhan
e) Observasi TTV setiap 4jam
f) Gangguan operasional ringan
c. Total care :
Pasien memerlukan perawat sepenuhnya dan
memerlukan waktu perawatan yang lebih lama
a) Memutuhkan 2 orang lebih untuk mobilisasi
b) Membutuhkan latihan pasif
c) Membutuhkan nutrisi dan cairan dipenuhi melalui
infuse atau NGT
d) Membutuhkan bantuan kebersihan mulut
e) Membutuhkan bantuan untuk berpakaian dan
berdandan
f) Dimandikan rawat keluarga
g) Dalam keadaan inkontinensia pasien menggunakan
kateter setelah 24 jam pasca operasi mayor
h) Pasien tidak sadar
i) Pasien tidak stabil
j) Observasi TTV setiap 2jam
k) Perawatan luka bakar
l) Perawatan kolostomi
m) Menggunakan alat bantu pernafasan
n) Menggunakan WSD
o) Irigasi kandung kemih secara terus menerus
p) Menggunakan alat traksi 9skeletaltraksi)
q) Fraktur atau pasca operasi tulang belakang
r) Gangguan emosional berat, bingung , disorientasi
Rawat Inap
UNIT TERKAIT
Rawat Jalan