Anda di halaman 1dari 14

TEKNIK DIGITAL

FLIP FLOP

Disusun Oleh :
NAMA : RAHMANIAR
NIM : 4151240017

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga
makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak
terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan
baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun
menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih
banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan
kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Medan, 28 Maret 2018

Penyusun
Daftar Isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
BAB II Pembahasan
2.1 Dasar Teori
2.2 Pemicuan Flip-Flop
2.3 Flip-Flop R-S
2.4 Flip-flop D
2.5 Flip-flop J-K
2.6 Register
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Flip-flop merupakan suatu rangkaian sekuensial yang dapat menyimpan data


sementara (latch) dimana bagian outputnya akan merespon input dengan cara mengunci
nilai input yang diberikan atau mengingat input tersebut. Flip-flop juga adalah sebagai
rangkaian untuk memori yang merupakan salah satu bagian yang penting dari sebuah
computer.
Ada dua macam memori yaitu memori tipe Non Volatile yang merupakan memori
yang dapat menyimpan atau mengingat suatu informasi atau data untuk jangka waktu lama
dan memori tipe Volatile yang merupakan memori yang dapat menyimpan informasi
selama sambungan listrik tersambung. Memori tipe Volatile terdiri atas memori dinamik
dan memori static. Flip-flop termasuk tipe memori statik.
Perubahan dari setiap keadaan output dapat terjadi jika diberikan trigger pada flip-
flop tersebut. Triger nya berupa sinyal logika 1 dan 0 yang kontinu. Ada 4 (empat) tipe
Flip-flop yang dikenal yaitu SR, JK, D dan T Flip-flop. Dua tipe pertama merupakan tipe
dasar dari Flip-flop, sedangkan D dan T merupakan turunan dari SR dan JK Flip-flop.
1.2 Rumusan Masalah
Dengan makalah yang di buat oleh kami dapat ditemui beberapa permasalahan
diantaranya, yaitu :
1. Apa yang dimaksud dengan rangkaian flip flop?
2. Apa yang dimaksud dengan sinyal clock ?
3. Apa yang dimaksud flip flop RS, JK, T ?

1.3 Tujuan
Dalam pembuatan makalah ini kami juga mempunyai beberapa tujuan dalam menulis
makalah ini yaitu sebagai berikut :
1. Menjelaskan tentang rangkaian flip flop dasar
2. Menjelaskan sinyal clok
3. Membuat table kebenaran
4. Menjelaskan jenis – jenis flip flop : RS,D, JK, T
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Dasar Teori


Rangkaian Logika terbagi menjadi dua kelompok yaitu rangkaian logika
kombinasional dan rangkaian sekuensial. Rangkaian logika kombinasional adalah rangkaian
yang kondisi keluarannya (output) dipengaruhi oleh kondisi masukan (input). Rangkaian
logika sekuensial adalah rangkaian logika yang kondisi keluarannya dipengaruhi oleh
masukan dan keadaan keluaran sebelumnya atau dapat dikatakan rangkaian yang bekerja
berdasarkan urutan waktu. Ciri rangkaian logika sekuensial yang utama adalah adanya
jalur umpan balik (feedback) di dalam rangkaiannya.
Rangkaian yang termasuk rangkaian logika kombinasional yaitu Dekoder, Enkoder,
Multiplekser, Demultiplekser. Pada rangkaian-rangkaian itu terlihat bahwa kondisi keluaran
hanya dipengaruhi oleh kondisi masukan pada saat itu. Adapun contoh rangkaian yang
termasuk rangkaian sekuensial yaitu flip-flop, counter, dan register.
Flip-flop adalah rangkaian utama dalam logika sekuensial. Counter, register serta
rangkaian sekuensial lain disusun dengan menggunakan flip-flop sebagai komponen utama.
Flip-flop adalah rangkaian yang mempunyai fungsi pengingat (memory). Artinya rangkaian
ini mampu melakukan proses penyimpanan data sesuai dengan kombinasi masukan yang
diberikan kepadanya. Data yang tersimpan itu dapat dikeluarkan sesuai dengan kombinasi
masukan yang diberikan.
Ada beberapa macam flip-flop yang akan dibahas, yaitu flip-flop R-S, flip-flop J-K,
dan flip-flop D. Sebagai tambahan akan dibahas pula masalah pemicuan yang akan
mengaktifkan kerja flip-flop.
Hubungan input-output ideal yang dapat terjadi pada flip-flop adalah:
1. Set, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan keluaran (Q) bernilai
logika positif (1) saat dipicu, apapun kondisi sebelumnya.
2. Reset, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan keluaran (Q) bernilai
logika negatif (0) saat dipicu, apapun kondisi sebelumnya.
3. Tetap, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan keluaran (Q) tidak
berubah dari kondisi sebelumnya saat dipicu.
4. Toggle, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan logika keluaran (Q)
berkebalikan dari kondisi sebelumnya saat dipicu.
Secara ideal berdasar perancangan kondisi keluaran Q’ selalu berkebalikan dari
kondisi keluaran Q.
2.2 Pemicuan Flip-Flop
Pada flip-flop untuk menyerempakkan masukan yang diberikan pada kedua
masukannya maka diperlukan sebuah clock untuk memungkinkan hal itu terjadi. Clock yang
dimaksud di sini adalah sinyal pulsa yang beberapa kondisinya dapat digunakan untuk
memicu flip-flop untuk bekerja. Ada beberapa kondisi clock yang biasa digunakan untuk
menyerempakkan kerja flip-flop yaitu :
1. Tepi naik : yaitu saat perubahan sinyal clock dari logika rendah (0) ke logika
tinggi.
2. Tepi turun : yaitu saat perubahan sinyal clock dari logika tinggi (1) ke logika
rendah (0).
3. Logika tinggi : yaitu saat sinyal clock berada dalam logika 1.
4. Logika rendah : yaitu saat sinyal clock berada dalam logika 0.

Gambar 2.1 Kondisi Pemicuan Clock

Gambar 2.2. Simbol-simbol Pemicuan

Selanjutnya cara pengujian pemicuan suatu flip-flop akan dijelaskan dalam Tabel 2.2.
Pada tabel tersebut, kita gunakan penerapan logika positif. Kondisi Clock High, yaitu saat
clock ditekan sama artinya dengan logika 1, sedangkan saat clock dilepas sama artinya
dengan logika 0. Jika pada langkah pengujian pertama keadaan sudah sesuai dengan tabel,
pengujian dapat dihentikan, demikian seterusnya.
Tabel 2.1. Pengujian Pemicuan Clock
Langkah
Clock Input Output Jenis Pemicuan
Pengujian
Diubah-
1. 1 Berubah Logika Tinggi
ubah
Diubah-
2. 0 Berubah Logika rendah
ubah
Diubah-
0 Tetap
ubah
0 ke 1 Diubah-
3. Berubah Tepi naik
(ditekan) ubah
Diubah-
1 Tetap
ubah
Diubah-
1 Tetap
ubah
1 ke 0 Diubah-
4. Berubah Tepi turun
(dilepas) ubah
Diubah-
0 Tetap
ubah

2.3 Flip-Flop R-S


Flip-flop R-S adalah rangkaian dasar dari semua jenis flip-flop yang ada. Terdapat
berbagai macam rangkaian flip-flop R-S, pada percobaan ini flip-flop R-S disusun dari empat
buah gerbang NAND 2 masukan. Dua masukan flip-flop ini adalah S (set) dan R (reset), serta
dua keluarannya adalah Q dan Q’.
Kondisi keluaran akan tetap ketika kedua masukan R dan S berlogika 0. Sedangkan
pada kondisi masukan R dan S berlogika 1 maka kedua keluaran akan berlogika 1, hal ini
sangat dihindari karena bila kondisi masukan diubah menjadi berlogika 0 kondisi kelurannya
tidak dapat diprediksi (bisa 1 atau 0). Keadaan ini disebut kondisi terlarang. Selanjutnya
kondisi terlarang, pacu, dan tak tentu akan dijelaskan melalui Tabel 2.1.
Gambar 2.3. Rangkaian Percobaan Flip-Flop R-S

Tabel 2.2.a. Kondisi terlarang, pacu, dan tak tentu, karena perubahan clock
No. S R Clock Keterangan
1. 1 1 Aktif (1) Kondisi terlarang
2. 1 1 Tepi turun (Berubah Kondisi pacu
dari 1 ke 0)
3. 1 1 Tidak aktif (0) Kondisi tak tentu

Tabel 2.2.b. Kondisi terlarang, pacu, dan tak tentu, karena perubahan clock dan masukan
yang serempak
No. S R Clock Keterangan
1. 1 1 Aktif (1) Kondisi terlarang
2. 0 0 Tepi turun Kondisi pacu
3. 0 0 Tidak aktif (0) Kondisi tak tentu

2.4 Flip-flop D
Flip-flop D dapat disusun dari flip-flop S-R atau flip-flop J-K yang masukannya
saling berkebalikan. Hal ini dimungkinkan dengan menambahkan salah satu masukannya
dengan inverter agar kedua masukan flip-flop selalu dalam kondisi berlawanan. Flip-flop ini
dinamakan dengan flip-flop data karena keluarannya selalu sama dengan masukan yang
diberikan. Saat flip-flop pada keadaan aktif, masukan akan diteruskan ke saluran keluaran.

Gambar 2.4. Contoh rangkaian Flip-flop D (Picu logika tinggi)


2.5 Flip-flop J-K
Flip-flop J-K merupakan penyempurnaan dari flip-flop R-S terutama untuk mengatasi
masalah osilasi, yaitu dengan adanya umpan balik, serta masalah kondisi terlarang seperti
yang telah dijelaskan di atas, yaitu pada kondisi masukan J dan K berlogika 1 yang akan
membuat kondisi keluaran menjadi berlawanan dengan kondisi keluaran sebelumnya atau
dikenal dengan istilah toggle. Sementara untuk keluaran berdasarkan kondisi-kondisi
masukan yang lain semua sama dengan flip-flop R-S.

Gambar 2.5. Flip-flop J-K

2.6 Register
Register merupakan sekelompok flip-flop yang dapat menyimpan informasi biner
yang terdiri dari bit majemuk. Register dengan n flip-flop mampu menyimpan sebesar n bit.
Ada dua cara untuk menyimpan dan membaca data ke dalam register, yaitu seri dan paralel.
Dalam operasi paralel, penyimpanan atau pembacaan dilakukan secara serentak oleh semua
tingkat reigster. Sedangkan untuk operasi seri, diterapkan secara sequential bit demi bit
sampai semua tingkat register terpenuhi.
Ada empat tipe register :
1. Serial In – Serial Out
2. Paralel In – Paralel Out
3. Serial In – Paralel Out
4. Paralel In – Serial Out

1. Register Serial In – Serial Out


Pada Register Serial In – Serial Out, jalur masuk data berjumlah satu dan jalur
keluarannya juga berjumlah satu. Pada jenis register ini data mengalami pergeseran, flip-flop
pertama menerima masukan dari input, sedangkan flip-flop kedua menerima masukan dari
flip-flop pertama, dan seterusnya.
Gambar 2.6. Rangkaian Register Serial In - Serial Out

2. Register Paralel In – Paralel Out


Register Paralel In - Paralel Out mempunyai jalur masukan dan keluaran sesuai
dengan jumlah flip-flop yang menyusunnya. Pada register jenis ini, data masuk dan keluar
secara serentak. Dan hanya membutuhkan satu kali picu.

Gambar 2.7. Rangkaian Register Paralel In – Paralel Out

3. Register Serial In – Paralel Out


Register serial In – Paralel Out mempunyai satu saluran masukan dan saluran
keluaran sejumlah flip-flop yang menyusunnya. Data masuk satu-persatu (secara serial) dan
dikeluarkan secara serentak. Pengeluaran data dikendalikan oleh sebuah sinyal kontrol.
Selama sinyal kontrol tidak diberikan, data akan tetap tersimpan dalam register.

Gambar 2.8. Rangkaian Register serial In – Paralel Out


4. Register Paralel In – Serial Out
Register Paralel In - Serial Out mempunyai jalur masukan sesuai dengan jumlah flip-
flop yang menyusunnya, dan hanya mempunyai satu jalur keluaran. Data masuk ke dalam
register secara serentak dengan dikendalikan sinyal kontrol, sedangkan data keluar satu-
persatu (secara serial).

Gambar 2.8. Rangkaian Register Paralel In – Serial Out


BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN

1. Flip flop adalah rangkaian digital yang di gunakan untuk menyimpan satu bit secara
semi permanen sampai ada perintah untuk menghapus atau mengganti bit yang sudah
tersimpan. Prinsip dasar dari flip flop adalah suatu komponen elektronika seperti
thransistor, resistor, dan dioda yang di rangkai menjasdi suatu gerbang logika yang
dapat bekerja secara sekuensial.
2. RS Flip-Flop RS FF adalah flip-flop dasar yang memiliki dua masukan yaitu R
(Reset) dan S (Set) dan mempunyai 2 jalan keluar Q dan Qnot (Q atasnya digaris).
3. D Flip Flop D flipflop adalah RS flipflop yang ditambah dengan suatu inventer pada
reset inputnya.
4. T Flip Flop Rangkaian T flip-flop atau Togle flip-flop dapat dibentuk dari modifikasi
clocked RSFF, DFF maupun JKFF.
5. JK Flip Flop. JK flip-flop sering disebut dengan JK FF induk hamba atau Master
Slave JK FF karena terdiri dari dua buah flip-flop, yaitu Master FF dan Slave FF.

SARAN
Dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat diharapkan dapat memacu
semangat dalam mempelajarinya kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA

one.indoskripsi.com/click/532/0 –
www.google.com
Wikipedia.org
ic2design.wordpress.com
www.scribd.com/doc/5813463/FlipFlop
www.electroniclab.com/index.php?