Anda di halaman 1dari 5

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PEMERIKSAAN IVA
UPT PUSKESMAS SUTOJAYAN

UPT PUSKESMAS SUTOJAYAN


TAHUN 2017
PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR
DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS SUTOJAYAN
Jln. Raya Utara No. 113 Kembangarum Telp (0342) 441012
Email: pkm.sutojayan03@gmail.com
SUTOJAYAN 66172

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


PEMERIKSAAN IVA (INSPEKULO VISUAL ASAM ASETAT)

I. Pendahuluan
Kebijakan Nasional yang mengamanatkan bahwa deteksi dini kanker merupakan hal
yang sangat penting untuk dilakukan karena dapat menekan angka kesakitan dan
kematian, harus terus diupayakan melalui berbagai kesempatan dan kegiatan. Kanker
leher rahim, merupakan jenis keganasan yang paling sering ditemukan di kalangan wanita.
Angka kejadian dan kematian akibat kanker leher rahim di dunia menempati urutan kedua
setelah kanker payudara. Namun, di negara berkembang masih menempati urutan teratas.
Di Indonesia, insidensi kejadian kanker leher rahim paling tinggi dibandingkan jenis kanker
lainnya. Berdasarkan data dari Badan registrasi Kanker Ikatan Dokter Ahli Patologi
Indonesia (IAPI), kanker leher rahim menduduki peringkat pertama (17,2%) dari seluruh
kasus kanker, diikuti kanker payudara (12,2%). Berdasarkan data dari kementerian
kesehatan, bahwa di Indonesia terdapat 90-100 kasus kanker leher rahim per 100.000
penduduk. Setiap tahun, lebih dari 460.000 kasus kanker leher rahim terjadi dan sekitar
231.000 perempuan di seluruh dunia meninggal karena penyakit tersebut. Angka kasus
kanker leher rahim lebih tinggi di negara-negara berkembang, hampir 80% kasus kanker
leher rahim berada di negara berkembang, yaitu di Afrika 16%, Eropa 12% dan Asia 54%
(Rachmadaniar, 2013). Angka kematian kanker leher rahim dihubungkan dengan sebagian
besar stadium kanker leher rahim (70% kasus) adalah stadium invasif, lanjut dan bahkan
stadium terminal pada saat diagnosis ditegakkan. Hal itu terjadi karena penderita datang
dalam stadium lanjut, karena pada stadium awal sering tidak merasakan gejalnya (Iswara
S, Suwiyoga I). Sedangkan berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun
2013, prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 per seribu penduduk. Prevalensi tertinggi
terjadi di Yogyakarta (4,1‰), dikuti Jawa Tengah (2,1‰), Bali (2‰), Bengkulu dan DKI
masing-masing (1,9‰). Kanker tertinggi pada perempuan 2 adalah kanker leher rahim dan
payudara. Kementerian Kesehatan (2014) mencatat dari sekian banyak kanker yang
menyerang penduduk Indonesia, kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks) tertingi
kasusnya di seluruh Rumah Sakit. Berdasarkan Sistem Informasi RS (SIRS), jumlah
pasien rawat jalan maupun rawat inap pada kanker payudara terbanyak yaitu 12.014
orang (28,7%) dan kanker serviks 5.349 orang (12,8%). Dari seluruh penduduk berusia 30
sampai 50 tahun yang berisiko tinggi sebanyak 36,7 juta lebih dan yang mendapatkan
deteksi dini baru 1,75% atau 644.951 jiwa. Sedangkan target pemerintah adalah 80%.
Data kasus penyakit kanker di provinsi Jawa Tengah dari tahun ke tahun menunjukkan
angka yang cukup tinggi, khususnya kasus kanker leher rahim. Pada tahun 2013 terdapat
1.934 kasus dan 2014 sebanyak 1.213 kasus. Di sisi lain kesadaran dan pengetahuan
masyarakat tentang kanker termasuk faktor risiko dan upaya pencegahannya masih
kurang. Sebanyak 90-95% faktor risiko kanker berhubungan dengan perilaku dan
lingkungan. Karena itu perlu ada suatu gerakan bersama, menyeluruh dan
berkesinambungan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kanker terutama
kanker leher rahim. Insiden kanker leher rahim sebenarnya dapat ditekan dengan
melakukan upaya pencegahan primer seperti meningkatkan atau intensifikasi kegiatan
penyuluhan kepada masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat, menghindari faktor
risiko terkena kanker, melakukan immunisasi dengan vaksin HPV dan diikuti dengan
deteksi dini kanker leher rahim tersebut melalui pemeriksaan IVA (inspeksi visual dengan
menggunakan asam acetat). Untuk itu bertepatan dengan hari kesehatan nasional ke 51,
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melakukan upaya penyebarluasan informasi
terkait deteksi dini kanker leher rahim dengan metode IVA yang dikemas dalam Seminar
Nasional dengan tema “Upaya Mencegah Kanker Leher Rahim Melalui Deteksi Dini
dengan Pemeriksaan Inspekulo Visual Asam Asetat (IVA)”

II. Latar Belakang


Kanker leher rahim merupakan masalah kesehatan yang penting bagi wanita di
seluruh dunia.Kanker ini adalah jenis kanker kedua yang paling umum pada perempuan-
dialami oleh lebih dari 1,4 juta perempuan di seluruh dunia (Farley et al.2001).Setiap
tahun,lebih dari 460.000 kasus terjadi dan sekitar 231.000 perempuan meninggal karena
penyakit tersebut (Parkin 2000;Sherris and Herdman 2000).
Di Indonesia berdasarkan data yang di peroleh kanker leher rahim menempati urutan
kedua dari kanker pada wanita. Angka estimasi insiden rate kanker leher rahim di
beberapa kota; Jakarta 100/100.000; Bali 152/100.000; Tasikmalaya 360/100.000;
Sidoarjo 49/100.000.
Di kabupaten sragen Tahun 2014 mempunyai target untuk pemeriksaan IVA yaitu:
163.333
Sedangkan untuk UPT Puskesmas Sutojayan mempunyai sasaran yang harus di
periksa IVA yaitu: 7.241
Kegiatan pemeriksaan IVA ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk mencapai
Visi dan Misi Puskesmas Sutojayan. Adapun Visi dan Misi tersebut yaitu Visi : Menuju
kabupaten Blitar lebih sejahtera, maju dan berdaya saing. Misi : mengembangkan dan
meningkatkan penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat, mengembangkan dan
meningkatkan penyelenggaraan upaya kesehatan perorangan, meningkatkan kemitraan
dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia
dan pengelolaan managerial, menyelenggarakan upaya pemeliharaan pelayanan
kesehatan ibu dan anak yang berkualitas. Selain Visi dan Misi Puskesmas Sutojayan
juga mempunyai Tata Nilai yang selalu diutamakan, Tata Nilai tersebut yaitu : Gerak cepat
dan tepat, akuntabel, wawasan luas, amanah, mengutamakan profesionalitas dan disiplin.

III. Tujuan
Tujuan Umum
Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat kanker, Khususnya kanker
payudara dan kanker leher rahim.
Tujuan Khusus
a. Meningkatnya motivasi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara
rutin.
b. Meningkatnya jumlah perempuan yang melakukan deteksi dini kangker payu dara dan
kangker leher rahim
c. Meningkatnya penemuan lesi prakangker dan stadium dini kangker leher rahim.
d. Meningkatkan penemuan kasus dini kangker payudara
e. Terlaksananya perluasan informasi tentang penyakit kangker ,factor risiko kangker dan
upaya pengendaliannya
f. Terselenggaranya kampanye pengendalian kangker melalui media
g. Terselenggaranya koordinasi lintas program, lintas sector ( organisasi profesi, LSM, dan
masyarakat).

IV. Kegiatan Pokok Dan Rincian Kegiatan


a. Pasif ( di dalam gedung )
b. Kegiatan Deteksi Dini kanker leher rahim dan kanker payudara di laksanakan di
Puskesmas Sutojayan
c. Aktif ( di luar gedung )

V. Cara Melaksanakan Kegiatan


a. Pendataan Sasaran : Jumlah WUS usia 30-50 tahun
b. Wawancara atau Anamnese
c. Pemeriksaan : Melakukan pemeriksaan payudara dan IVA tes.
d. Penatalaksanaan kasus : Apabila di temukan kasus IVA tes positif maka di
laksanakan pengobatan yang berupa krioterapi.
e. Pencatatan dan Pelaporan

VI. Sasaran
Sasaran pemeriksaan Deteksi dini kanker leher rahim dan kanker Payudara
dilakukan pada kelompok sasaran perempuan 20 tahun keatas, namun prioritas program
deteksi dini di Indonesia pada perempua usia 30-50 tahun dengan target 50 % perempuan
sampai tahun 2019. Deteksi dini kanker Payudara dilakukan dengan Pemeriksaan
Payudara Klinis (SADANIS) yaitu pemeriksaan Payudara oleh petugas Kesehatan sambil
mengajarkan kepada Ibu/Klien untuk melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)
setiap bulannya.

VII. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan


No KEGIATAN Ja Fe Ma Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des
n b r

1 Pelaksana √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
an
Pemeriksa
an IVA
setiap hari
senin di
puskesmas

VIII. Peran Lintas Program dan Lintas Sektor


Lintas program dan lintas sektor sangat berperan dalam kegiatan pemeriksaan IVA ini
karena kegiatan ini tidak dapat berjalan dengan maksimal tanpa adanya bimbingan dari
lintas program maupun lintas sektor.

IX. Sumber Dana


Biaya pelaksanaan dari JKN

X. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Dan Pelaporan


Pelaksanaan kegiatan dievaluasi tentang permasalahan, hambatan, kemudian
dianalisa dan dicari pemecahan masalah. Kemudian penanggung jawab kegiatan
melaporkan hasil kegiatan kepada Kepala Puskesmas.
a. Pencatatan dan pelaporan
Hasil kegiatan dicatat dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen juga
sebagai acuan untuk menyusun kegiatan selanjutnya

b. Evaluasi Kegiatan
Evaluasi kegiatan dilaksanakan setelah kegiatan selesai, dicocokkan apakah
pencapaian kegiatan telah sesuai dengan target sasaran/program.
Mengetahui Pelaksana program PTM
Kepala UPT Puskesmas UPT Puskesmas Sutojayan
Sutojayan
Sutojayan, 25 Januari 2017

dr. HADI SISWOYO PANDIE NOVA DAMAYANTI Amd.Kep


NIP. 19680728 200212 1 003 NIP. 19831106 201101 2 011