Anda di halaman 1dari 1

"Jaejoongie, i love u"

"Yunho ah...."

"Please tell me, do you love me?"

"Nde love you too"

"Jadi kita pacaran sekarang?"

Aku hanya menunduk, menyembunyikan wajah merahku. Demi Tuhan hal ini tak kusangka akan
terjadi. Pria yang kukagumi menyambut perasaanku. Peristiwa manis itu tidak pernah sekalipun aku
lupakan. Meski sudah berlalu 11 tahun lamanya.

Perpisahan tak terelakkan terjadi. Kebersamaan kami berlima dan kehidupan cintaku dengannya
pupus dengan hengkangnya aku, yoochun, dan Junsu dari SM. Alasan ku adalah aku ingin kebebasan.
Dia yang loyal tetap teguh dengan pendiriannya. Bertahan dengan kerasnya perlakuan SM. Changmin,
maknae yang paling kusayangi, dia ikut dengan yunho.

Awalnya kami berlima sepakat untuk mengajukan gugatan bersama-sama. Entah kenapa, beberapa
hari kemudian yunho berubah pikiran, begitu pula changmin. Aku berusaha untuk membujuk Yunho
untuk kembali memikirkan keputusannya. Perdebatan tak bisa dihindarkan. Aku kukuh pada
keputusanku dan dia juga tetap pada pendiriannya. Aku berpikir inikah akhir kisah kami berlima
sebagai grup dan lebih menusuk hatiku apakah keputusan yang kubuat ini merupakan penyebab
perpisahan diriku dan Yunho.

Memang penyesalan selalu datang setelahnya. Lima tahun aku membentuk JYJ dan berpisah
dengannya. Berbagai rintangan harus siap aku tempuh bersama Yoochun dan Junsu selama masa
lawsuit. Tak terpikir olehku, setelah mengajukan gugatan kepada SM, komunikasi apapun antara JYJ
dengan Yunho dan Changmin sepenuhnya terputus. Nomor telepon mereka berh. Apartemen, tempat
kami berlima tinggal dahulu, kini sudah dihuni oleh pemilik yang baru. Berapa kali pun aku
menghubungi Yunho, tak pernah berhasil. Frustasi dan kesepian melanda diriku. Aku tak bisa seperti
ini terus, kata hatiku berkata aku harus dapat berbicara dengan mereka lagi, bagaimana pun caranya.
Aku menghubungi teman yang masih