Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Obligasi dan saham keduanya adalah instrumen keuangan yang
disebut sekuriti namun bedanya adalah bahwa pemilik saham adalah bagian dari pemilik
perusahan penerbit saham, sedangkan pemegang obligasi adalah semata merupakan
pemberi pinjaman atau kreditur kepada penerbit obligasi. Obligasi juga biasanya
memiliki suatu jangja waktu yang ditetapkan dimana setelah jangka waktu tersebut tiba
maka obligasi dapat diuangkan sedangkan saham dapat dimiliki selamanya ( terkecuali
pada obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Inggris yang disebut gilts yang tidak
memiliki jangka waktu jatuh tempo

Obligasi secara ringkasnya adalah utang tetapi dalam bentuk sekuriti. "Penerbit"
obligasi adalah sipeminjam atau debitur, sedangkan "pemegang" obligasi adalah pemberi
pinjaman atau kreditur dan "kupon" obligasi adalah bunga pinjaman yang harus dibayar
oleh debitur kepada kreditur. Dengan penerbitan obligasi ini maka dimungkinkan bagi
penerbit obligasi guna memperoleh pembiayaan investasi jangka panjangnya dengan
sumber dana dari luar perusahaan

B. Rumusan masalah
a. Apa yang dinamakan obligasi ?
b. Apa macam-macam obligasi ?
c. Apa saja karakter obligasi?
d. Bagaimana penilaian obligasi ?

C. Tujuan
a. Agar mahasiswa paham apa yang dinamakan obligassi
b. Agar mahasiswa mengetahui macam-macam obligasi
c. Agar mahasiswa mengetahui karakter-karakter obligasi
d. Agar mahasiswa dapat menghitung penilaian dari obligasi

Page 1
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN OBLIGASI
Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi
pinjaman dengan penerima pinjaman. Surat obligasi adalah selembar kertas yang
menyatakan bahwa pemilik kertas tersebut memberikan pinjaman kepada perusahaan
yang menerbitkan obligasi. Dalam setiap obligasi tertera nilai nominal obligasi serta
tingkat bunga obligasi. Kontrak yang tertulis dalam obligasi berisi janji tertulis dari
emiten / penerbit untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada investor, pada waktu
tertentu di masa yang akan datang (umumnya antara 5 – 10 tahun) dan juga membayar
imbalan bunga dengan jumlah tertentu pada setiap waktu tertentu.
Perusahaan menerbitkan obligasi biasanya disebabkan oleh kebutuhan dana dalam
jumlah besar yang tidak bisa dipenuhi dari akumulasi laba ditahan maupun dari utang
bank, maka apabila perusahaan menerbitkan obligasi akan menimbulkan utang obligasi.
Utang ini dikelompokkan ke dalam utang jangka panjang.Investor meemiliki pilihan
dalam berinvestasi dalam obligasi.
Berbeda dengan saham, obligasi ini tidak mempunyai hak terhadap manajemen
dan kekayaan perusahaan. Artinya perusahaan yang mengeluarkan obligasi hanya
mengakui memiliki hutang kepada si pemegang obligasi sebesar obligasi yang
dimilikinya. Oleh karena itu, dalam struktur modal perusahaan yang terlihat dalam
neraca, obligasi dimasukkan dalam modal asing atau utang jangka panjang. Utang ini
akan dilunasi apabila telah jatuh tempo waktunya.

B. KARAKTERISTIK OBLIGASI
Obligasi merupakan alternatif investasi yang memiliki beberapa karakteristik,
yaitu sebagai berikut:
a. Memiliki Masa Jatuh Tempo
Masa berlaku suatu obligasi sudah ditentukan secara pasti saat obligasi
tersebut diterbitkan, misalnya 5 tahun, 7 tahun dan seterusnya. Artinya, jika telah
melampaui masa jatuh tempo, maka obligasi tersebut tidak berlaku lagi.

Page 2
b. Nilai Pokok Utang
Besarnya nilai obligasi yang dikeluarkan sebuah perusahaan telah
ditetapkan sejak awal obligasi tersebut diterbitkan.

c. Kupon Obligasi
Pendapatan utama pemegang obligasi adalah berupa bunga yang dibayar
perusahaan kepada pemegang obligasi pada waktu yang telah ditentukan misalnya
setiap 3 bulan, atau setiap 6 bulan sekali. Di obligasi, istilah bunga umumnya
disebut kupon. Kupon merupakan daya tarik utama investor untuk membeli
obligasi karena kupon tersebut merupakan pendapatan pasti yang diterima
pemegang obligasi selama masa berlakunya obligasi tersebut.

d. Peringkat Obligasi
Peringkat obligasi berguna untuk memberikan investor gambaran tingkat
risiko ketidakmampuan perusahaan dalam membayar, maka didalam dunia surat
utang atau obligasi dikenal suatu tingkat yang menggambarkan kemampuan
membayar kewajiban tersebut dikenal dengan istilah peringkat obligasi. Peringkat
obligasi dikeluarkan oleh lembaga independen yang secara khusus bertugas
memberikan peringkat atas semua obligasi yang diterbitkan perusahaan.

C. JENIS-JENIS OBLIGASI
1. Obligasi dilihat dari sisi penerbit
a. Corporate Bonds: obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, baik yang
berbentuk badan usaha milik negara (BUMN), atau badan usaha swasta.
b. Government Bonds: obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat.
c. Municipal Bond: obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untut
membiayai proyek-proyek yang berkaitan dengan kepentingan publik (public
utility).

Page 3
2. Obligasi dilihat dari system pembayaran bunga
a. Zero Coupon Bonds: obligasi yang tidak melakukan pembayaran bunga secara
periodik. Namun, bunga dan pokok dibayarkan sekaligus pada saat jatuh
tempo.
b. Coupon Bonds: obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik
sesuai dengan ketentuan penerbitnya.
c. Fixed Coupon Bonds: obligasi dengan tingkat kupon bunga yang telah
ditetapkan sebelum masa penawaran di pasar perdana dan akan dibayarkan
secara periodik.
d. Floating Coupon Bonds: obligasi dengan tingkat kupon bunga yang
ditentukan sebelum jangka waktu tersebut, berdasarkan suatu acuan
(benchmark) tertentu seperti average time deposit (ATD) yaitu rata-rata
tertimbang tingkat suku bunga deposito dari bank pemerintah dan swasta.

3. Dilihat dari hak penukaran / opsi :


a. Convertible Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi
untuk mengkonversikan obligasi tersebut ke dalam sejumlah saham milik
penerbitnya.
b. Exchangeable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada pemegang
obligasi untuk menukar saham perusahaan ke dalam sejumlah saham
perusahaan afiliasi milik penerbitnya.
c. Callable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli
kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.
d. Putable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada investor yang
mengharuskan emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu.
e. Euro Bonds: perusahaan dapat menerbitkan obligasi dalam mata uang asing
dan dijual diluar negri, contoh : PT BNI menerbitkan obligasi di Amerika
dalam mata uang rupiah
f. Yankee Bonds : perusahaan dapat menerbitkan obligasi dengan mata uang
setempat dimana obligasi tersebut ditawarkan, contoh : PT BNI menerbitkan
obligasi di Amerika dalam mata uang dollar.

Page 4
4. Dilihat dari segi jaminannya :
a. Secured Bonds : obligasi yang dijamin dengan kekayaan tertentu dari
penerbitnya atau dengan jaminan lain dari pihak ketiga. Dalam hal ini,
termasuk didalamnya adalah :
 Collateral
Perusahaan penerbit membuat suatu janji, apabila pada saat jatuh
tempo obligasi perusahaan penerbit tidak dapat membayar nilai nominal
obligasi maka perusahaan penerbit menyediakan sejumlah aset milik
perusahaan sebagai jaminan. Hal tersebut akan memperkuat tingkat
kepercayaan pemodal, yang menjamin bahwa pemodal tidak akan
mengalami kerugian.
 Debenture
Dalam tipe obligasi ini, perusahaan penerbit obligasi tidak
menjamin dengan aktiva tertentu, tetapi dijamin oleh tingkat likuiditas
perusahaan. Pemodal berharap bahwa perusahaan dapat mencapai laba
untuk membayar bunga dan nilai nominal obligasi.
 Subordinate debenture
Dalam perjanjian kontrak obligasi, pemegang obligasi
diklasifikasikan berdasarkan siapa yang akan dibayar terlebih dahulu. Jika
perusahaan bangkrut, siapa yang paling mendapat prioritas untuk dibayar
terlebih dahulu. Tipe subordinate debenture dibayar setelah debenture.
Oleh karena itu, subordinate debenture merupakan obligasi yang
mempunyai risiko tinggi.
 Obligasi pendapatan (Income bonds)
Obligasi tipe ini, tidak dijamin dengan aset tertentu. Di samping
itu, perusahaan penerbit tidak mempunyai kewajiban membayar bunga
secara periodik kepada pemegang obligasi. Dalam obligasi, perusahaan
akan membayar bunga apabila laba yang dicapai cukup untuk membayar
bunga. Perusahaan penerbit tidak mempunyai utang bunga apabila periode
yang berlalu tidak mampu membayar bunga.

Page 5
 Obligasi Hipotek (Mortgage)
Obligasi tipe ini dijamin dengan aset tertentu dan aset yang
dijadikan agunan disebutkan secara jelas. Aset tersebut merupakan aset
yang tidak bergerak misalnya, tanah dan gedung. Apabila perusahaan
melalaikan janjinya, agunan tersebut dapat dijual untuk menutupi
kewajiban perusahaan tersebut. Dalam obligasi tipe ini, aset perusahaan
yang baru secara langsung menjadi agunan.
b. Unsecured bonds : obligasi yang tidak dijamin dengan kekayaan tertentu tapi
dijamin dengan kekayaan penerbit secara umum

5. Dilihat dari segi perhitungan imbal hasil:


a) Konvensional Bonds: obligasi yang diperhitungan dengan menggunakan
sistem kupon bunga.
b) Syariah Bonds: obligasi yang perhitungan imbal hasil dengan menggunakan
perhitungan bagi hasil. Dalam perhitungan ini dikenal dua macam obligasi
syariah, yaitu:
 Obligasi Syariah Mudharabah merupakan obligasi syariah yang
menggunakan akad bagi hasil sedemikian sehingga pendapatan yang
diperoleh investor atas obligasi tersebut diperoleh setelah mengetahui
pendapatan emiten.
 Obligasi Syariah Ijarah merupakan obligasi syariah yang menggunakan
akad sewa sedemikian sehingga kupon (fee ijarah) bersifat tetap, dan bisa
diketahui/diperhitungkan sejak awal obligasi diterbitkan.

6. Dari segi tempat penerbitannya


Memandang obligasi dari segi tempat penerbitan atau tempat perdagangannya
dapat dibagi atas 3 jenis :
1) Obligasi domestik (Domestic Bond)
Obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan atau lembaga dalam negeri
dan dipasarkan di dalam negeri. Misalnya obligasi PLN yang dipasarkan
di dalam negeri (Indonesia).

Page 6
2) Obligasi asing (Foreign Bond)
Adalah obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan atau lembaga asing
pada suatu negara tertentu di mana obligasi tersebut dipasarkan. Contoh
: Yankee Bond diterbitkan dan dipasarkan di Amerika Serikat, Samura
Bond diterbitkan dan dipasarkan di Jepang, Dragon Bond diterbitkan dan
dipasarkan di Hongkong dan sebagainya.
3) Obligasi Global (Global Bond)
Obligasi yang diterbitkan untuk dapat diperdagangkan dimanapun
tanpa adanya keterbatasan tempat penerbitan atau tempat perdagangan
tertentu.

7. Dilihat dari waktu jatuh temponya :


a. Term Bonds (obligasi waktu) yaitu bila obligasi yang dikeluarkan jatuh tempo
pada waktu bersamaan.
b. Serial Bonds (obligasi seri) yaitu obligasi yang jatuh temponya terbagi di
dalam beberapa tanggal.

 Jenis Obligasi di Indonesia


Secara umum jenis obligasi dapat dilihat dari penerbitnya, yaitu, Obligasi
perusahaan dan Obligasi pemerintah. Obligasi pemerintah sendiri terdiri dalam beberapa
jenis, yaitu:
1. Obligasi Rekap, diterbitkan guna suatu tujuan khusus yaitu dalam rangka Program
Rekapitalisasi Perbankan;
2. Surat Utang Negara (SUN), diterbitkan untuk membiayai defisit APBN;
3. Obligasi Ritel Indonesia (ORI), sama dengan SUN, diterbitkan untuk membiayai
defisit APBN namun dengan nilai nominal yang kecil agar dapat dibeli secara ritel;
4. Surat Berharga Syariah Negara atau dapat juga disebut "obligasi syariah" atau
"obligasi sukuk", sama dengan SUN, diterbitkan untuk membiayai defisit APBN
namun berdasarkan prinsip syariah.

Page 7
D. PEMBELIAN OBLIGASI
Pembelian obligasi dicatat sebesar harga perolehannya, yaitu harga beli ditambah
biaya komisi, PPN dan biaya-biaya lain dalam pembeliannya. Apabila obligasi diperoleh
dengan cara pertukaran dengan aktiva selain kas, maka harga perolehan sebesar harga
pasar aktiva yang diserahkan. Obligasi yang dibeli tidak bertepatan pada hari pembayaran
bunga, maka pembeli harus membayar bunga sejak pembayaran bunga terakhir sampai
dengan terjadinya pembelian. Bunga obligasi ini tidak termasuk harga perolehan atau
harga pokok obligasi, maka pencatatannya harus dipisahkan dari harga perolehan.

Contoh :
Pada 1 Desember 2001, PT Nusa Raya, Depok membeli obligasi PT. Samudra sebanyak
500 lembar, nominal @ Rp. 1.000.000,00. Bunga obligasi 12% dibayar setiap tanggal 1
Mei dan 1 Nopember. Kurs beli 100, biaya komisi 1% dari nilai transaksi dan PPN 1%
dari nilai komisi.

Perhitungan harga perolehan:


Keterangan : Nilai Uang (Rp.)
Transaksi Beli 500 x 1.000.000 x 100% 500.000.000
Komisi 1% x nilai trans. 5.000.000
PPN 10 % dari komisi 500.000
Total biaya transaksi beli 5.500.000
Total pembelian 505.500.000
Bunga berjalan (1/11-1/12) 1/12 x 500.000.000 x12% 5.000.000
Total Pembayaran 510.500.000

Catatan:
Bunga berjalan 1 Nop – 1 Des 2001 merupakan pembayaran bunga berjalan
sebesar Rp. 5.000.000,00. Jumlah ini akan mengurangi pendapatan bunga yang akan
diterima pada 1 Mei 2002.
Ada dua pendekatan untuk pencatatan bunga berjalan tersebut, yaitu:
 Bunga berjalan dicatat sebagai Pendapatan Bunga yang didebet, atau

Page 8
 Bunga berjalan dicatat sebagai Piutang Pendapatan Bunga yang didebet.

1. Pencatatan oleh PT. Nusaraya, bunga berjalan sebagai pendapatan bunga yang didebet :
Tgl. Nomor Keterangan Ref Debit kredit
Bukti
2001 Rp. Rp.
Dec, 1 - Investment in Bonds 505.500.000 -
Interest Revenue 5.000.000 -
Cash 510.500.000

- Pada 1 Mei 2002 penerimaan bunga obligasi sebesar Rp. 30.000.000,-


(6/12 x 500.000.000 x 12%) akan dijurnal sebagai berikut :
Tgl. Nomor Keterangan Ref Debit kredit
Bukti
2002 Rp. Rp.
Dec, 1 - Cash 30.000.000 -
Interest Revenue - 30.000.000

2. Pencatatan oleh PT. Nusaraya, bunga berjalan sebagai piutang pendapatan bunga yang
didebet :

Tgl. Nomor Keterangan Ref Debit kredit


Bukti
2002 Rp. Rp.
Dec, 1 - Investment in Bonds 505.500.000 -
Interest Receivable 5.000.000 -
Cash 510.500.000

Page 9
- Pada 1 Mei 2002 penerimaan bunga obligasi sebesar Rp.30.000.000,-
(6/12x 500.000.000 x 12%) akan dijurnal sebagai berikut :
Tgl. Nomor Keterangan Ref Debit kredit
Bukti
2002 Rp. Rp.
Dec, 1 - Cash 30.000.000 -
Interest Receivable - 5.000.000
Interest Revenue - 25.000.000

E. PEMBAYARAN DAN PENEBUSAN ATAS OBLIGASI

1. Dana Pelunasan Obligasi


Karena pembayaran obligasi melibatkan kas dalam jumlah besar, kontrak obligasi
dapat mengatur agar ka dipindahkan secara periodikke dana kas khusus selama
jangkam waktu obligasi. Dana kas khusus seperti ini disebut dana pelunasan (sinking
fund).

Ketika kas dipindahkan ke dana pelunasan, kas tersebut dicatat dalam akun yang
bernama kas dana pelunasan sinking fund cash). Investasi yang dibeli dengan
menggunakan kas dana pelunasan dicatat dalam akun investasi dana pelunasan
(sinking fund investment). Saat pendapatan (bunga atau deviden) diterima, maka
dicatat dalam akun pendapatan dana pelunasan (sinking fund revenue).

2. Penebusan Obligasi
Obligasi yang dapat ditebus (callable bonds) dapat dibelikembali oleh perusahaan
penerbit dalam periode waktu dan pada harga yang dinyatakan dalam kontrak
obligasi.

Page 10
Ayat jurnal untuk mencatat penebusan adalah:
Utang obligasi xxx
Premium atas obligasi xxx

Kas xxx
Laba atas penebusan obligasi xxx

3. Premium dan Discount

Dalam pembelian obligasi, apabila ternyata harga perolehan tidak sama dengan
nilai nominal obligasi maka akan terjadi premium dan discount. Premium obligasi
disebut pula Agio obligasi terjadi bila harga perolehan lebih besar daripada nilai
nominal obligasi. Discount obligasi atau Disagio obligasi terjadi bila nilai nominal
obligasi lebih besar daripada harga perolehan obligasi. Premium maupun discount
diamortisasi sepanjang umur obligasi, sehingga pada tanggal jatuh tempo obligasi
nilai buku Investasi Jangka Panjang – Obligasi akan menunjukkan jumlah yang sama
dengan nilai nominal obligasi. Amortisasi premium dan discount dihitung dengan
cara menghitung:

Jumlah Agio / Disagio


= ------------------------------
Umur obligasi

Ada 2 cara untuk amortisasi agio atau disagio obligasi yaitu dengan metode garis
lurus (straight-line method) dan metode bunga efektif (effective interest method).

Page 11
Contoh :
1. Amortisasi Agio
Obligasi nominal Rp. 100.000 bunga 8% per tahun dibayar dua kali dengan umur
5 tahun terjual dengan harga Rp. 108.530. Tingkat bunga umum 6% per tahun.

TABEL AMORTISASI AGIO OBLIGASI


METODE GARIS LURUS
Tgl Bunga Amortisasi Jumlah Agio Nilai
Pendapatan Belum
Bunga Obligasi Agio Bunga Diamortisasi Buku
Rp 8,530 Rp 108,530
1 Rp 4,000 Rp 853 Rp 3,147 Rp 7,677 Rp 107,677
2 Rp 4,000 Rp 853 Rp 3,147 Rp 6,824 Rp 106,824
3 Rp 4,000 Rp 853 Rp 3,147 Rp 5,971 Rp 105,971
4 Rp 4,000 Rp 853 Rp 3,147 Rp 5,118 Rp 105,118
5 Rp 4,000 Rp 853 Rp 3,147 Rp 4,265 Rp 104,265
6 Rp 4,000 Rp 853 Rp 3,147 Rp 3,412 Rp 103,412
7 Rp 4,000 Rp 853 Rp 3,147 Rp 2,559 Rp 102,559
8 Rp 4,000 Rp 853 Rp 3,147 Rp 1,706 Rp 101,706
9 Rp 4,000 Rp 853 Rp 3,147 Rp 853 Rp 100,853
10 Rp 4,000 Rp 853 Rp 3,147 Rp - Rp 100,000

Page 12
TABEL AMORTISASI AGIO OBLIGASI
METODE BUNGA EFEKTIF
Tgl Bunga Pendapatan Amortisasi Agio Nilai
Bunga Belum
3%xnilai
Bunga
Obligasi buku Agio Diamortisasi Buku
Rp 8,530 Rp 108,530
1 Rp 4,000 Rp 3,256 Rp 744 Rp 7,786 Rp 107,786
2 Rp 4,000 Rp 3,234 Rp 766 Rp 7,020 Rp 107,020
3 Rp 4,000 Rp 3,211 Rp 789 Rp 6,231 Rp 106,231
4 Rp 4,000 Rp 3,187 Rp 813 Rp 5,418 Rp 105,418
5 Rp 4,000 Rp 3,163 Rp 837 Rp 4,581 Rp 104,581
6 Rp 4,000 Rp 3,137 Rp 863 Rp 3,718 Rp 103,718
7 Rp 4,000 Rp 3,112 Rp 888 Rp 2,830 Rp 102,830
8 Rp 4,000 Rp 3,085 Rp 915 Rp 1,915 Rp 101,915
9 Rp 4,000 Rp 3,057 Rp 943 Rp 972 Rp 100,972
10 Rp 4,000 Rp 3,029 Rp 971 - Rp 100,000

2. Amortisasi Disagio
Obligasi nominal Rp. 100.000 bunga 8% per tahun dibayar dua kali dengan umur 5
tahun terjual dengan harga Rp. 92.273. tingkat bunga umum 10%.

Page 13
TABEL AMORTISASI DISAGIO OBLIGASI
METODE GARIS LURUS
Tgl Bunga Amortisasi Pendapatan Disagio Nilai
Belum
Bunga Obligasi Disagio Bunga Diamortisasi Buku
Rp 7,727 Rp 92,273
1 Rp 4,000 Rp 772.7 Rp 4,772.7 Rp 6,954.3 Rp 93,045.7
2 Rp 4,000 Rp 772.7 Rp 4,772.7 Rp 6,181.6 Rp 93,818.4
3 Rp 4,000 Rp 772.7 Rp 4,772.7 Rp 5,408.9 Rp 94,591.1
4 Rp 4,000 Rp 772.7 Rp 4,772.7 Rp 4,636.2 Rp 95,363.8
5 Rp 4,000 Rp 772.7 Rp 4,772.7 Rp 3,863.5 Rp 96,136.5
6 Rp 4,000 Rp 772.7 Rp 4,772.7 Rp 3,090.8 Rp 96,909.2
7 Rp 4,000 Rp 772.7 Rp 4,772.7 Rp 2,318.1 Rp 97,681.9
8 Rp 4,000 Rp 772.7 Rp 4,772.7 Rp 1,545.4 Rp 98,454.6
9 Rp 4,000 Rp 772.7 Rp 4,772.7 Rp 772.7 Rp 99,227.3
10 Rp 4,000 Rp 772.7 Rp 4,772.7 - Rp 100,000.0

TABEL AMORTISASI DISAGIO OBLIGASI


METODE BUNGA EFEKTIF
Tgl Bunga Pendapatan Amortisasi Disagio Nilai
Bunga Belum
5%xnilai
Bunga
Obligasi buku Disagio Diamortisasi Buku
Rp 7,727 Rp 92,273
1 Rp 4,000 Rp 4,614 Rp 614 Rp 7,113 Rp 92,887
2 Rp 4,000 Rp 4,644 Rp 644 Rp 6,469 Rp 93,531
3 Rp 4,000 Rp 4,677 Rp 677 Rp 5,792 Rp 94,208
4 Rp 4,000 Rp 4,710 Rp 710 Rp 5,082 Rp 94,918
5 Rp 4,000 Rp 4,746 Rp 746 Rp 4,336 Rp 95,664
6 Rp 4,000 Rp 4,783 Rp 783 Rp 3,553 Rp 96,447

Page 14
7 Rp 4,000 Rp 4,822 Rp 822 Rp 2,731 Rp 97,269
8 Rp 4,000 Rp 4,863 Rp 863 Rp 1,868 Rp 98,132
9 Rp 4,000 Rp 4,907 Rp 907 Rp 961 Rp 99,039
10 Rp 4,000 Rp 4,952 Rp 952 - Rp 100,000

Contoh :
Pada tanggal 1 April 1991 dibeli obligasi, nominal Rp. 1.000.000,- bunga 12%, jatuh
tempo tanggal 31 Desember 1993, dengan harga Rp. 1.066.000 (termasuk komisi dan
biaya pembelian lain). Bunga dibayarkan tiap tanggal 1 Maret dan 1 September. Pada
tanggal jatuh tempo obligasi dilunasi.

Perhitungan harga perolehan :


Keterangan : Nilai Uang (Rp.)
Harga Beli obligasi 1.066.000
Bunga berjalan 1/12 x1.000.000 x12% 10.000
Total Pembayaran 1.076.000

Catatan: Bunga berjalan 1 bulan (dari 1 Maret 1991 s.d 1 April 1991)

Premium Obligasi = Rp. 1.066.000,- – Rp. 1.000.000,- = Rp. 66.000,-


Diamortisasi selama umur obligasi 33 bulan (1 April ’91 – 31 Des ’93)
Amortisasi premium obligasi per bulan :
Rp. 66.000 = Rp. 2.000,-
33
Pencatatan untuk bunga berjalan sebagai pendapatan bunga yang didebet:
Tgl. Nomor Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti
1991 Rp. Rp.
Apr, 1 - Investment in Bonds 1.066.000 -
Interest Revenue 10.000 -
Cash - 1.076.000

Page 15
Transaksi :
01 Sep 1991, menerima bunga obligasi sebesar Rp. 60.000,00 (6/12 x 12%x Rp. 1.000.000).
31 Des. 2000, amortisasi premium obligasi 9 bulan (April-Des. 1991) sebesar Rp. 18.000,- (9
x Rp. 2.000).
31 Des. 2000, penyesuaian pendapatan bunga yang masih harus diterima 4 bulan (Sep – Des)
Rp. 40.000,- (4/12x12%xRp. 1.000.000).
01 Jan 1992, reversing entry.
31 Des 1993, pelunasan obligasi.

Transaksi-transaksi tersebut di atas dijurnal sebagai berikut :


Tgl. Nomor Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti
1991 Rp. Rp.
Sep, 1 - Cash 60.000 -
Interest Revenue - 60.000
Dec,31 - Interest Revenue 18.000 -
Investment in Bonds - 18.000
Dec,31 - Interest Receivable 40.000 -
Interest Revenue - 40.000
1992
Jan, 1 - Interest Revenue 40.000 -
Interest Receivable - 40.000
1993
Des,31 - Cash 1.000.000 -
Investment in Bonds - 1.000.000

Page 16
4. Penjualan Obligasi Sebelum Tanggal Jatuh Tempo

Penjualan obligasi sebelum jatuh tempo dapat menimbulkan laba atau rugi
penjualan obligasi. Laba atau rugi penjualan obligasi dihitung dengan
membandingkan jumlah uang yang diterima dari penjualan obligasi dengan nilai buku
Investasi Jangka Panjang Obligasi pada saat terjadinya penjualan.

Contoh :
Misalnya obligasi pada contoh diatas, pada tanggal 1 April 1993 dijual dengan harga
Rp. 1.015.000,- (sesudah dikurangi komisi dan lain-lain).

Perhitungan laba/rugi:
Harga perolehan obligasi Rp. 1.066.00,00
Amortisasi premium obligasi :
1991 = 9 x Rp. 2.000,00 = Rp. 18.000,00
1992 = 12 x Rp. 2.000,00 = Rp. 24.000,00
1993 = 3 x Rp. 2.000,00 = Rp. 6.000,00
Rp. 48.000,00
Nilai buku obligasi Rp.1.018.000,00
Harga jual obligasi Rp.1.015.000,00
Rugi penjualan obligasi Rp. 3.000,00
Bunga berjalan 1 bulan: 1/12xRp. 1.000.000x12% Rp. 10.000,00
Jumlah penerimaan Rp.1.025.000,00

Pencatatan atas penjualan obligasi diatas adalah :


No.
Tgl. Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti
1993 Rp. Rp.
Apr, 1 - Cash - 1.025.000 -
Loss on Sales of Bonds 3.000 -
Investment in Bonds - 1.018.000

Page 17
Interest Revenue - 10.000
(mencatat penjualan dan
penerimaan bunga)
- Interest Revenue - 6.000 -
Investment in Bonds - 6.000
(mencatat amortisasi agio
selama 3 bulan)

5. Pelunasan Obligasi
Obligasi dapat dilunasi pada saat jatuh tempo atau apabila penerbit merasa perlu,
obligasi dapat ditarik dari peredaran dengan jalan membeli di pasaran baik untuk
dihentikan seterusnya atau akan dijual kembali. Untuk pelunasan pada saat jatuh
tempo tidak ada masalah karena agio atau disagio apabila ada sudah teramortisasi
seluruhnya sehingga nilai obligasi sudah sebesar nilai nominalnya, sehingga jurnalnya
adalah dengan mendebit akun Kas dan mengkredit akun Investasi Jangka Panjang -
Obligasi.
Apabila pelunasan sebelum jatuh tempo, akan diperlakukan seperti jual beli biasa
sehingga timbul adanya laba atau rugi dari selisih antara nilai buku investasi dengan
harga jualnya.

6. Pertukaran Obligasi
Jika obligasi ditukarkan dengan surat berharga lain, maka akun Investasi Jangka
Panjang – Obligasi ditutup dan diganti dengan surat berharga yang baru diterima.
Harga perolehan surat berharga yang baru didasarkan pada harga pasarnya, selisihnya
dengan nilai buku obligasi dicatat sebagai laba atau rugi.

Contoh :
Obligasi yang dimiliki nominal Rp. 100.000,00, bunga 12%, dibayarkan tiap tanggal
1 Maret dan 1 September. Pada tanggal 1 April 1991 nilai bukunya sebesar Rp.
102.400,00, dan ditukarkan dengan 10 lembar saham biasa, nominal Rp. 10.000,00

Page 18
per lembar. Pada tanggal tersebut harga pasar saham biasa tercatat sebesar Rp.
12.000,00 per lembar.
Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi di atas sebagai berikut:
No.
Tgl. Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti
Bukti
1993 Rp. Rp.
Aprl 1 Cash - 1.025.000 -
Loss on Sales of Bonds 3.000 -
Investment in Bonds - 1.018.000
Interest Revenue - 10.000
(mencatat penjualan dan
penerimaan bunga)
Interest Revenue - 6.000 -
Investment in Bonds - 6.000
(mencatat amortisasi agio
selama 3 bulan)
Tgl. Keterangan Ref Debit Kredit

1991 Rp. Rp.


Apr, 1 Interest Revenue Xxx -
Investment in Bonds - Xxx

(mencatat amortisasi agio


selama 3 bulan)
Investment in Common
Stock 120.000 -
Investment in Bonds - 102.400
Gain on Change of
Bonds - 17.600

Page 19
(mencatat pertukaran
obligasi
dengan saham)
Cash 1.000 -
Interest Revenue - 1.000

7. Dana Pelunasan Obligasi


Perusahaan yang mengeluarkan obligasi, seringkali harus mengumpulkan dana
pelunasan obligasi agar dapat memenuhi perjanjian pada waktu menjual obligasi.
Dana yang terkumpul digunakan untuk melunasi obligasi pada tanggal jatuh tempo.
Dana yang terkumpul dapat digunakan untuk mencari tambahan penghasilan,
biasanya dibelikan surat-surat berharga jangka pendek.

Contoh :
PT. Good Years telah memanfaatkan dana pelunasan utang obligasi yang
penyisihannya dari uang kas sejumlah Rp. 63.180.000,- yang mana ini digunakan
untuk transaksi-transaksi berikut ini :
1. Dibeli 100 lembar saham PT. Kuda Laut dari kas dana pelunasan utang obligasi
seharga Rp. 59.130.000,-
2. Diterima dividend tunai dari PT. Kuda Laut sejumlah Rp. 6.547.500,-
3. Dijual 100 lembar saham PT. Kuda Laut seharga Rp. 72.387.000,- jumlah ini
diterima bersih perkas
4. Pada tanggal jatuh tempo obligasi yang beredar ditebus kembali dari uang dana
pelunasan utang obligasi, yang jumlahnya Rp.81.000.000,-
5. Sisa dari pelunasan utang obligasi tersebut dialihkan kembali ke rekening kas
perusahaan

Jurnal-jurnal yang dibuat PT. Good Years sebagai berikut :


No.
Tgl. Keterangan Ref Debit kredit
Bukti

Page 20
Rp. Rp.
Bond Retirement Fund
- Cash 63.180.000 -
Cash - 63.180.000
1 - BRF Marketable Securities 59.130.000 -
Bond Retirement
Fund Cash - 59.130.000
Bond Retirement Fund
2 - Cash 6.547.500 -
BRF Devidend
Revenue - 6.547.500
Bond Retirement Fund
3 - Cash 72.387.000 -
BRF Marketable
Securities - 59.130.000
BRF Gain on Sale
Securities - 13.257.000
4 - Bonds Payable 81..000.000 -
Bond Retirement
Fund Cash - 81.000.000
5 - Cash 1.579.500 -
Bond Retirement
Fund Cash - 1.579.500

8. Neraca Perusahaan
a. Penyajian Utang Obligasi di Neraca
Saat tanggal neraca berada dalam satu tahun dari tanggal jatuh tempo,
maka obligasi dapat digolongkan kewajiban lancar. Jika obligasi akan dibayar
dari dana pelunasan atau jika akan didanai kembali denngan penerbitan
obligasi lain, mak obligasi akan tetap berada dalam kategori jangka panjang.
Saldo dalam akun diskon utang obligasi dilaporkan sebagai pegurang dari
Page 21
utang obligasi. Keballikkannya, saldo akun premium akan dilaporkan sebagi
penambah pada utang obligasi terkait.

b. Peyajian Investasi Obligasi dalam Neraca


Investasi dalam obligasi atau surat berharga utang lainnya yang ditujukan
oleh manajemen untuk disimpan hingga tanggal jatuh tempo disebut surat
berharga yang dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-maturities securities).
Surat berharga semacam ini digolongkan sebagi investasi jangka panjang pada
bagian investasi.

9. Metode Amortisasi Suku Bunga Efektif


Metode suku bunga efektif untuk mengamortisasi diskon dan premium
memberikan suku bu nga konstan pada nilai yang tercatat obligasi diawal masing –
masing periode. Hal ini berkebalikan dengan metode garis lurus , yang memberikan
jumlah beban bunga yang konstan.
Suku bunga yang digunakan dalam metode amortisasi suku bunga adalah suku
bunga pasar pada tanggal obligasi diterbitkan. Nilai tercatat dari obligasi yang
dikenakan suku bunga merupakan nilai nominal obligasi dikurangi dengan diskon
yang belum diamortisasi atau ditambah premium yang belum diamortisasi .
Dengan metode suku bunga , beban bunga yang akan dilaporkan dilaba rugi
dihitung dengan cara mengalikan suku bunga efektif dengan nilai tercatat obligasi.
Selisih antara beban bunga yang dihitung dengan cara ini dan pembayaran bunga
periodic merupakan jumlah diskon atau premium yang akan diamortisasi pada priode
tersebut.

Page 22
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Obligasi kini menjadi alternatif bagi perusahaan untuk mendapatkan
modal dalam jumlah yang besar tanpa harus melalui syarat syarat yang rumit ketika akan
meminjam dana ke bank Karena dalam obligasi ini penjualannya akan dipublikasikan dan
dijual kepada investor langsung. Pada dasarnya ini obligasi adalah surat tanda utang yang
dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh modal. Secara umum obligasi memiliki
jangka waktu jatuh tempo antara 10 sampai 30 tahun, namun ada juga obligasi yang
memiliki jangka waktu jatuh tempo antara 7 sampai 10 tahun. Sedangkan bunga atau
kupon yang diberikan bagi pemegang obligasi ini stabil berbeda dengan pemegang saham
yang cenderung berfluktuatif. Sedangkan bagi perusahaan dengan adanya obligasi dan
saham prefern ini memberikan perlindungan pajak. Hal ini disebabkan karena
pembayaran bunga dan deviden untuk saham prefern dan obligasi yang komulatif ini
merupakan pengurang pajak. Dilihat dari segi kepemilikannya pemegang obligasi ini
disebut sebagai kreditur, serta obligasi ini memiliki jatuh tempo. Konsekuensinya lain
penggunaan obligasi ini adalah ketidakmampuan membayar bunga dapat mengakibatkan
kebangkrutan sedangkan ketidakmampuan membayar dividen tidak berakibat apa apa.

Page 23
DAFTAR PUSTAKA

1. Sigit Triandaru, Bank dan Lembaga Keuangan Lain, (Jakarta,Salemba,2006)


2. Padjii Anoraga,S.E.,MM., Pengantar Pasar Modal,(Jakarta,PT Rineka Cipta,1995)
3. http://doweanali.blogspot.com/2012/12/pengertian-obligasi.html.16.00/9.10.2014

Page 24