Anda di halaman 1dari 20

Kata Pengantar

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan karunia-Nya,
saya dapat menyelesaikan Laporan Kimia “Pengamatan tentang Osmosis terhadap Timun dan Telur”.

Tugas ini bertujuan untuk memberitahukan kepada pembaca tentang pengaruh osmosis terhadap
timun dan telur. Dan juga untuk memberitahukan tentang bagaimana osmosis itu terjadi.
Terakhir, ucapan terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu
penyusunan tugas ini. Saya berharap tugas ini dapat menambah wawasan pengetahuan para pembaca
tentang pengaruh osmosis terhadap timun dan telur.

Jember, Agustus 2014

Penulis

1
Daftar Isi

Kata Pengantar 1

Daftar Isi 2

Pengamatan 3

Hasil Pengamatan 5

Soal dan Jawaban 18

Kesimpulan 19

2
Pengamatan

Nama Pengamatan : Peristiwa Osmosis

Tujuan Pengamatan : Menyelidiki adanya peristiwa osmosis pada Timun dan Telur

Tempat Pengamatan : Rumah

Hari dan Tanggal Pengamatan : Kamis, 14 Agustus 2014 – Senin, 18 Agustus 2014

Pengamatan 1

Alat dan Bahan :


 Dua buah ketimun
 Dua buah gelas plastik yang berukuran cukup besar
 Sendok
 Gula
 Garam
 Air
 Penggaris
 Balpoint
 Kertas

Cara Kerja :
 Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
 Memasukkan air ke dalam dua buah gelas plastik dengan volume yang sama
 Memasukkan gula sebanyak + 4 sendok ke salah satu gelas plastik yang telah diisi air, lalu
aduk hingga menjadi larutan gula pekat
 Sedangkan, gelas yang lain diisi dengan garam sebanyak + 4 sendok, lalu aduk hingga
menjadi larutan garam pekat
 Mengukur tinggi larutan dari gelas yang berisi larutan gula pekat dan larutan garam pekat
menggunakan penggaris
 Setelah diukur, hasil pengukuran tadi ditulis di kertas
 Setelah itu, memasukkan ketimun ke dalam gelas plastik yang telah diberi garam dan gula
tadi masing-masing satu buah
 Mengukur tinggi larutan gula pekat dan larutan garam pekat yang berisi ketimun
menggunakan penggaris dan mengamati perubahan yang terjadi setiap hari selama beberapa
hari
 Hasil pengukuran dan pengamatan tadi ditulis di kertas

Pengamatan 2

Alat dan Bahan :


 Dua buah telur
 Tiga buah gelas plastik yang berukuran cukup besar
 Sendok
 Cuka
 Garam
 Air
 Penggaris
 Balpoint
 Kertas

3
Cara Kerja :
 Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
 Memasukkan cuka ke dalam satu buah gelas plastik dengan volume yang sama
 Memasukkan dua buah telur ke dalam gelas plastik yang berisi cuka
 Menunggu dua buah telur tersebut hingga kulit luarnya menjadi empuk kira-kira + 12 jam
 Memasukkan garam sebanyak + 4 sendok ke salah satu gelas plastik yang telah diisi air, lalu
aduk hingga menjadi larutan garam pekat
 Mengukur tinggi larutan dari gelas yang berisi larutan garam pekat menggunakan penggaris
 Setelah diukur, hasil pengukuran tadi ditulis di kertas
 Memasukkan salah satu telur yang kulit luarnya telah empuk ke dalam larutan garam pekat
 Mengukur tinggi larutan garam pekat yang berisi telur dan mengamati perubahan yang terjadi
setiap hari selama beberapa hari
 Setelah diukur, hasil pengukuran tadi ditulis di kertas
 Memasukkan air ke dalam salah satu gelas plastik
 Mengukur tinggi larutan dari gelas yang berisi air menggunakan penggaris
 Setelah diukur, hasil pengukuran tadi ditulis di kertas
 Memasukkan salah satu telur yang kulit luarnya telah empuk ke dalam air
 Mengukur tinggi air yang berisi telur dan mengamati perubahan yang terjadi setiap hari
selama beberapa hari
 Setelah diukur, hasil pengukuran tadi ditulis di kertas

4
Hasil Pengamatan

Hari ke 1 – Kamis, 14 Agustus 2014

5
6
Tinggi Larutan Keadaan
Sebelum Ketimun dimasukkan ke 10 cm Larutan berwana Bening
dalam Larutan Gula Pekat
Setelah Ketimun dimasukkan ke 11,5 cm Ketimun terapung di atas larutan dan
dalam Larutan Gula Pekat hanya setengah bagian yang tercelup ke
dalam larutan
Sebelum Ketimun dimasukkan ke 10 cm Larutan berwana Bening
dalam Larutan Garam Pekat
Setelah Ketimun dimasukkan ke 11,5 cm Ketimun terapung di atas larutan dan
dalam Larutan Garam Pekat hanya setengah bagian yang tercelup ke
dalam larutan

Hari ke 2 – Jum’at, 15 Agustus 2014

7
8
9
Tinggi Larutan Keadaan
Ketimun di dalam Larutan Gula 11,3 cm Ketimun terapung di atas larutan dan
Pekat hanya setengah bagian yang tercelup ke
dalam larutan
Ketimun di dalam Larutan Garam 11,5 cm Ketimun terapung di atas larutan dan
Pekat hanya setengah bagian yang tercelup ke
dalam larutan dan Terdapat Kerutan di
ketimun
Saat Telur dimasukkan ke dalam 8 cm Disekitar telur terdapat Gelembung-
Cuka gelembung gas dan Telur tenggelam
dalam cuka
Beberapa saat kemudian saat 8 cm Disekitar telur terdapat Gelembung-
Telur dimasukkan ke dalam Cuka gelembung gas dan Di atas permukaan
larutan terdapat Buih

Hari ke 3 – Sabtu, 16 Agustus 2014

10
11
Tinggi Larutan Keadaan
Ketimun di dalam Larutan Gula 11,3 cm Ketimun terapung di atas larutan dan
Pekat hanya setengah bagian yang tercelup ke
dalam larutan
Ketimun di dalam Larutan Garam 11,5 cm Ketimun terapung di atas larutan dan
Pekat hanya setengah bagian yang tercelup ke
dalam larutan dan Kerutan bertambah di
ketimun
Telur di dalam air 8 cm Telur Tenggelam
Telur di dalam Larutan Garam 8 cm Telur Melayang
Pekat

Hari ke 4 – Minggu, 17 Agustus 2014

12
13
14
Tinggi Larutan Keadaan
Ketimun di dalam Larutan Gula 11,2 cm Ketimun terapung di atas larutan dan
Pekat hanya setengah bagian yang tercelup ke
dalam larutan
Ketimun di dalam Larutan Garam 11,5 cm Ketimun terapung di atas larutan dan
Pekat hanya setengah bagian yang tercelup ke
dalam larutan dan Kerutan bertambah di
ketimun
Telur di dalam Air 8 cm Telur Tenggelam dan Telur sedikit
membesar
Telur di dalam Larutan Garam 8 cm Telur Tenggelam
Pekat

Hari ke 5 – Senin, 18 Agustus 2014

15
16
Tinggi Larutan Keadaan
Ketimun di dalam Larutan Gula 11,2 cm Ketimun terapung di atas larutan dan
Pekat hanya setengah bagian yang tercelup ke
dalam larutan
Ketimun di dalam Larutan Garam 11,5 cm Ketimun terapung di atas larutan dan
Pekat hanya setengah bagian yang tercelup ke
dalam larutan dan Kerutan bertambah di
ketimun
Ketimun dikeluarkan dari 9,5 cm Ketimun tetap seperti keadaan semula
Larutan Gula Pekat
Ketimun dikeluarkan dari 10,5 cm Kerutan di ketimun banyak
Larutan Garam Pekat
Telur di dalam Air 8 cm Telur Tenggelam dan Telur sedikit
membesar
Telur di dalam Larutan Garam 8 cm Telur Tenggelam
Pekat
Telur dikeluarkan dari dalam Air 5,5 cm
Telur dikeluarkan dari dalam 6 cm
Larutan Garam Pekat

17
Soal dan Jawaban

Soal Pengamatan 1

1. Bagaimanakah cara membuat larutan jenuh?


2. Bagaimanakah perubahan yang terjadi pada ketimun yang dimasukkan ke dalam larutan jenuh
garam dan larutan jenuh gula?
3. Buatlah laporan tertulis secara individu!

Jawaban dari Soal Pengamatan 1

1. Cara membuat larutan jenuh yaitu :


 Gelas diisi dengan air
 Lalu masukkan + 4-5 sendok gula atau garam ke dalam gelas yang telah berisi air
 Setelah itu aduk larutan tersebut hingga menjadi larutan pekat
2. Perubahan yang terjadi pada ketimun yang dimasukkan ke dalam larutan jenuh garam yaitu
adanya kerutan yang terbentuk pada ketimun, sedangkan ketimun yang dimasukkan ke dalam
larutan jenuh gula sama seperti ketimun sebelum dimasukkan ke dalam larutan jenuh gula.

Soal Pengamatan 2

1. Mengapa kulit telur yang keras larut dalam cuka?


2. Bagaimanakah perubahan yang dialami telur pada kegiatan ini?
3. Buatlah laporan tertulis secara individu!

Jawaban dari Soal Pengamatan 2

1. Kulit telur yang keras larut dalam cuka karena kulit telur sebagian besar terbuat dari CaCO 3
(Kalsium karbonat), dengan menggunakan asam maka kulit ini akan dapat larut. Tidak hanya
dengan cuka, namun bisa juga direaksikan dengan HCl dan H2SO4. Untuk larutan asam yang
kurang pekat, gelembungnya tidak terlihat. Sedangkan untuk larutan asam yang pekat,
gelembungnya dapat terlihat.
2. Perubahan yang dialami telur di dalam air yaitu Telur sedikit membesar dan Telurnya tenggelam di
dalam air. Sedangkan perubahan yang dialami telur di dalam larutan garam pekat yaitu pada hari
pertama telur dimasukkaan ke dalam larutan garam pekat, telur itu melayang, namun keesokan
harinya telur itu tenggelam.

18
Kesimpulan

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa :

 Tekanan Osmosis adalah Perpindahan molekul air melalui selaput permiabel selektif dari bagian
yang lebig encer ke bagian yang lebih pekat
 Membran semipermiabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut yang
mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran
 Tekanan Osmotik adalah Tekanan yang dibutuhkan untuk mempertahankan kesetimbangan
osmotik antara suatu larutan dan pelarut murninya yang dipisahkan oleh sutu membran yang
hanya dapat ditembus oleh pelarut tersebut
 Tekanan Osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada
konsentrasi zat terlarut dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri

19
20