Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Demokrasi adalah bentuk sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya
mewujudkan kedaulatan rakyat atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara
tersebut. Demokrasi merupakan toalak ukur keabsahan politik dalam suatu negara.
Kehendak rakyat adalah dasar utama penegakan sistem politik demokrasi. Hal itu
menunjukan bahwa rakyat di letakkan pada posisi terpenting walaupun secara
operasional implikasinya di berbagai negara tidak selalu sama. Tidak ada negara yang
ingin dikatakan sebagai negara yang otoriter atau negara yang tidak demokratis.
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum
atau dapat dikatakan sebagai sebuah negara yang berdasarkan demokrasi pancasila
yang berarti bahwa negara memberikan kebebasan kepada setiap warga negara untuk
mengemukakan pendapat. Di Indonesia, kebebasan menyampaikan pendapat di muka
umum adalah hak asasi manusia yang dijamin oleh UUD 1945 dan deklarasi universal
hak-hak asasi manusia. Kebebasan setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat
di muka umum merupakan perwujudan demokrasi dalam tatanan kehidupan
masyarakat berbangsa dan bernegara.
Kebebasan mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tulisan telah
ditetapkan dalam Undang-Undang. Namun dengan adanya ketentuan tersebut
menimbulkan asumsi atau persepsi masyarakat yang lebih luas, sehingga dewasa ini
banyak terjadi demonstrasi di seluruh Nusantara. Bahkan dalam melakukan aksinya
pun demonstran cenderung tidak bisa mengontrol diri, yang akhirnya menuju pada
sikap anarkis. Di dalam negara demokrasi, aksi demonstrasi damai adalah aktifitas legal
untuk mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat atau guna
mengemukakan aspirasi dan pendapat rakyat. Kendati demikian, sebagai negara yang
beradab, demonstrasi tentunya harus dilakukan dengan aksi-aksi yang memiliki nilai
etik kepatutan.
Seluruh rakyat dimanapun mereka berada pasti menginginkan rasa keadilan
serta keinginan untuk hidup lebih sejahtera. Namun apabila rakyat tidak mendapatkan
sesuai dengan apa yang telah dijanjikan oleh pemerintah untuk hidup yang lebih baik,
maka rakyat akan melakukan unjuk rasa atau demonstrasi sebagai salah satu cara

1
mengemukakan pendapatnya. Tujuan dari demonstrasi adalah untuk mewujudkan
keadilan dan ketertiban. Unjuk rasa atau demonstrasi merupakan salah satu bagian dari
kehidupan demokrasi di suatu negara, karena demonstrasi merupakan salah satu cara
untuk menyampaikan pendapat dimuka umum. Tetapi demonstrasi yang terkadang
disertai juga dengan tindakan yang anarkis tentunya bertentangan dengan tujuan dari
demonstrasi itu sendiri.
Dewasa ini masyarakat Indonesia sering melakukan demonstrasi terhadap
kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat. Padahal, dalam
mengambil suatu kebijakan, pemerintah pasti memikirkan manfaat bagi masyarakat.
Bukan hanya manfaat yang muncul dalam jangka waktu pendek, tapi juga manfaat yang
muncul dalam jangka waktu panjang. Demonstrasi yang dilakukan masyarakat untuk
memprotes kebijakan pemerintah pada saat ini juga cenderung anarkis, contohnya
seperti yang dilansir dari Liputan 6 bahwa para mahasiswa di Makasar melakukan aksi
demonstrasi menuntut DPR agar tetap mengusut tuntas skandal Bank Century. Alih-
alih melakukan demonstrasi yang bersifat damai, para mahasiswa tersebut meluapkan
kekesalannya terhadap kinerja DPR dengan cara merusak pos polisi yang merupakan
fasilitas publik. Selain itu, aksi demonstrasi anarkis di Makasar juga kembali dilakukan
oleh para mahasiswa dengan cara membakar foto Presiden SBY dan Wakil Presiden
Boediono. Para mahasiswa ini kecewa dengan kinerja 100 hari pemerintahan SBY-
Boediono yang tidak melakukan satu hal yang dapat memperbaiki masalah yang
melanda Indonesia seperti kasus Bank Century yang tidak diusut tuntas oleh SBY dan
Boediono. Dan contoh demonstrasi anarkis lainnya yang sempat terjadi di Indonesia
pada tahun 2014 adalah demo mahasiswa menolak kenaikan harga BBM. Para
mahasiswa melakukan aksi tersebut karena pemerintahan baru Jokowi-JK menaikkan
harga BBM dari Rp 6.500 menjadi Rp 9.500 yang akan semakin menyengsarakan
rakyat Indonesia. Pada umumnya, mereka melakukan tindakan anarkis atas nama
memperjuangan nasib rakyat. Tetapi para demonstran yang anarkis ini sering kali lupa
bahwa tindakan anarkis yang mereka lakukan malah sebaliknya menyengsarakan
rakyat.
Demonstrasi seharusnya dilakukan dengan tertib dan damai yang
mencerminkan demokrasi pancasila dimana para demonstran harus mengutamakan
penyampaian maksud dan menjelaskannya dengan baik tanpa mendahulukan emosi.
Terlepas dari mahasiswa sebagai kaum terpelajar, mahasiswa seharusnya memberikan
contoh yang baik terhadap masyarakat pada umumnya karena mahasiswa merupakan
2
agen perubahan. Sebagai agen perubahan dan kaum terpelajar, mahasiswa seharusnya
dapat mengontrol diri dalam menghadapi suatu hal. Pada dasarnya tidak semua
demonstrasi mahasiswa anarkis, banyak di antara demonstrasi mereka berjalan damai
atau bahkan demonstrasi anarkis mahasiswa sebenarnya hanya dilakukan oleh oknum
atau segelintir orang yang mungkin mereka bukan mahasiswa.Tidak dapat dipungkiri,
aksi anarkisme tersebut menjadikan nama mahasiswa menjadi buruk, meskipun pada
dasarnya aksi tersebut dilakukan mahasiswa untuk melindungi masyarakat. Tetapi bila
aksi mereka dilakukan dengan anarkis, masyarakat pun pasti miris melihat mahasiswa
sebagai kaum terpelajar melakukan aksi anarkisme yang seharusnya tidak mereka
lakukan. Oleh karena itu penulis mengangkat judul makalah “Demonstrasi Anarkis
Mahasiswa dalam Sistem Demokrasi di Indonesia”

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa pengertian demokrasi?
1.2.2 Apa pengertian demonstrasi?
1.2.3 Apa pengertian perilaku anarkis?
1.2.4 Apa pengertian mahasiswa?
1.2.5 Bagaimana keterkaitan demonstrasi dengan demokrasi?
1.2.6 Apa saja faktor – faktor penyebab demonstrasi yang anarkis?
1.2.7 Bagaimana dampak dari demonstrasi yang anarkis di Indonesia?
1.2.8 Bagaimana analisis kasus demonstrasi anarkis mahasiswa dalam sistem
demokrasi di Indonesia?
1.2.9 Bagaimana solusi mengatasi demonstrasi yang tidak sesuai dengan demokrasi di
Indonesia?

1.3 Tujuan
1.3.1 Mengetahui pengertian demokrasi.
1.3.2 Mengetahui pengertian demonstrasi.
1.3.3 Mengetahui pengertian perilaku anarkis.
1.3.4 Mengetahui pengertian mahasiswa.
1.3.5 Mengetahui keterkaitan demonstrasi dengan demokrasi.
1.3.6 Mengetahui faktor – faktor penyebab demonstrasi yang anarkis.
1.3.7 Mengetahui dampak dari demonstrasi yang anarkis di Indonesia.

3
1.3.8 Memahami analisis kasus demonstrasi anarkis mahasiswa dalam sistem
demokrasi di Indonesia.
1.3.9 Memahami solusi mengatasi demonstrasi yang tidak sesuai dengan demokrasi di
Indonesia.

1.4 Batasan Permasalahan


Agar pembahasan dari makalah ini tidak menyimpang dan tetap terarah , maka
penulis membatasi pembahasan masalah ini , yaitu hanya tentang pengertian
demokrasi, pengertian demonstrasi, pengertian perilaku anarkis, pengertian
mahasiswa, keterkaitan demonstrasi dengan demokrasi, faktor – faktor penyebab
demonstrasi yang anarkis, dampak dari demonstrasi yang anarkis di Indonesia,
analisis kasus demonstrasi anarkis mahasiswa dalam sistem demokrasi di Indonesia,
solusi mengatasi demonstrasi yang tidak sesuai dengan demokrasi di Indonesia.

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Landasan Teoritis


2.1.1 Pengertian Demokrasi

Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Begitulah pemahaman yang paling sederhana tentang demokrasi, yang diketahui
oleh hampir semua orang. Istilah "demokrasi" berasal dari Yunani Kuno yang
diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. Negara tersebut biasanya
dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan
hukum demokrasi modern. Namun, arti dari istilah ini telah berubah sejalan
dengan waktu, dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18, bersamaan
dengan perkembangan sistem "demokrasi" di banyak negara.

Kata "demokrasi" berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat,
dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai
pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat,
oleh rakyat dan untuk rakyat. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci
tersendiri dalam bidang ilmu politik. Hal ini menjadi wajar, sebab demokrasi saat
ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara.

Berbicara mengenai demokrasi adalah memperbincangkan tentang


kekuasaan, atau lebih tepatnya pengelolaan kekuasaan secara beradab. Ia adalah
sistem manajemen kekuasaan yang dilandasi oleh nilai-nilai dan etika serta
peradaban yang menghargai martabat manusia. Pelaku utama demokrasi adalah
kita semua, setiap orang yang selama ini selalu diatasnamakan namun tak pernah
ikut menentukan. Menjaga proses demokratisasi adalah memahami secara benar
hak-hak yang kita miliki, menjaga hak-hak itu agar siapapun menghormatinya,
melawan siapapun yang berusaha melanggar hak-hak itu. Demokrasi pada
dasarnya adalah aturan orang (people rule), dan di dalam sistem politik yang
demokratis warga mempunyai hak, kesempatan dan suara yang sama di dalam
mengatur pemerintahan. Sedangkan demokrasi adalah keputusan berdasarkan
suara terbanyak. Di Indonesia, pergerakan nasional juga mencita-citakan

5
pembentukan negara demokrasi yang berwatak anti-feodalisme dan anti-
imperialisme dengan tujuan membentuk masyarakat sosialis.

2.1.2 Pengertian demonstrasi

Demonstrasi memiliki banyak definisi dan pengertian yang berbeda-beda


jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Demonstrasi dapat diartikan sebagai
suatu aksi peragaan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk
menunjukkan cara kerja, cara pembuatan, maupun cara pakai suatu alat, material,
atau obat jika dilihat dari sudut pandang perdagangan maupun sains.

Akan tetapi, di sini, penulis menggunakan definisi demonstrasi dalam


konteksnya sebagai salah satu jalur yang ditempuh untuk menyuarakan pendapat,
dukungan, maupun kritikan, yaitu suatu tindakan untuk menyampaikan
penolakan, kritik, saran, ketidakberpihakan, dan ketidaksetujuan melalui berbagai
cara dan media dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan baik secara tertulis
maupun tidak tertulis sebagai akumulasi suara bersama tanpa dipengaruhi oleh
kepentingan pribadi maupun golongan yang menyesatkan dalam rangka
mewujudkan demokrasi yang bermuara pada kedaulatan dan keadilan rakyat.

Menurut UU Nomor 9 Tahun 1998, pengertian demonstrasi atau unjuk rasa


adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang atau lebih untuk mengeluarkan
pikiran dengan lisan, tulisan dan sebagainya secara demonstratif dimuka umum.
Namun, dalam perkembangannya sekarang, demonstrasi kadang diartikan sempit
sebagai long-march, berteriak-teriak, membakar ban, dan aksi teatrikal. Persepsi
masyarakat pun menjadi semakin buruk terhadap demonstrasi karena tindakan
pelaku-pelakunya yang meresahkan dan mengabaikan makna sebenarnya dari
demonstrasi.

2.1.3 Pengertian perilaku anarkis


Sebelum mengetahui makna perilaku anarkis kita perlu mengetahui makna
dari perilaku dan juga makna anarkisme. Perilaku merupakan aktifitas yang di
lakukan manusia dengan motif dan tujuan tertentu. Perilaku yang dilakukan oleh
manusia bisa dipengaruhi faktor dari dalam serta faktor dari luar diri manusia.
Baik buruknya perilaku ditentukan oleh baik atau buruknya faktor yang
mempegaruhinya. Baik buruknya perilaku juga di pengaruhi kondisi pikiran
seseorang ketika dia sedang menampilkan perilaku tersebut. Jadi perilaku

6
manusia akan muncul sebagai hasil atau realisasi dari apa yang ada dalam fikiran
manusia dengan motif dan tujuan tertentu.
Perilaku manusia adalah suatu aktivitas manusia itu sendiri, Secara
operasional, perilaku dapat diartikan suatu respons organisme atau seseorang
terhadap rangsangan dari luar subjek tersebut. Perilaku juga bisa diartikan sebagai
suatu aksi-reaksi organisme terhadap lingkungannya. Perilaku baru terjadi apabila
ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan reaksi, yakni yang disebut
rangsangan. Berarti rangsangan tertentu akan menghasilkan reaksi atau perilaku
tertentu. Menurut Notoatmojo,S,1997:58-60, perilaku adalah tindakan suatu
organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat di pelajari.
Kata anarki merupakan kata serapan dari bahasa Inggris anarchy atau
anarchie (Belanda atau Jerman atau Prancis), yang berakar dari kata Yunani
Anarchos atau anarchein yang artinya tanpa pemerintahan atau pengelolaan dan
koordinasi tanpa hubungan memerintah dan diperintah, menguasai dan dikuasai,
mengepalai dan dikepalai, mengendalikan dan dikendalikan, dan lain sebagainya.
Sedangkan Anarkis berarti orang yang mempercayai dan menganut anarki.
Sedangkan isme sendiri berarti paham, ajaran atau ideologi.
Jadi anarkisme adalah paham yang percaya bahwa manusia sebagai anggota
masyarakat akan membawa manfaat yang baik bagi semua jika tidak diperintah
maupun adanya otoritas. Paham ini merupakan keyakinan bahwa manusia adalah
makhluk yang bisa hidup berdampingan dengan manusia lain tanpa adanya
pemilik otoritas atau penguasa. Anarkisme menganjurkan kolektifitas atas
kebebasan individu, ketiadaan suatu negara dan semua bentuk penindasan, dan
juga teori-teori sosial yang mana juga menganjurkan penghapusan paham
kapitalisme dan kepemilikan pribadi demi tujuan kapitalistik, anarkisme
memfokuskan pada kolektifitas kerjasama dan bantuan kebersamaan.
Dari pandangan ini kaum anarkis menganggap semua bentuk otoritas dan
simbol otoritas harus dilawan. Kebanyakan kaum anarkis melegalkan kekerasan
dalam melawan otoritas. Mungkin inilah yang menyebabkan kata anarkis
diidentikkan dengan perbuatan melawan hukum, walaupun sebenarnya kekerasan
bisa dilakukan oleh siapa saja bukan hanya milik kaum anarkis.
Dari uraian tentang perilaku dan anarkisme diatas maka penulis dapat
menyimpulkan bahwa perilaku anarkis adalah aktifitas yang dilakukan oleh
manusia dengan motif dan tujuan tertentu yang mengarah pada kekerasan dan
7
tindakan yang melawan hukum. Perilaku anarkis bisa dipengaruhi oleh faktor dari
dalam dan dari luar diri manusia. Contoh faktor dari dalam adalah kondisi pikiran
manusia itu ketika dia melakukan tindakan, sedangkan faktor dari luarnya adalah
lingkungan dan teman. Lingkungan di sini bisa di maknai sebagai lingkungan
dimana manusia tinggal yang mana jika manusia sejak kecil hingga dewasa hidup
pada lingkungan yang terdapat kekerasan dan kejahatan maka sedikit banyak
manusia itu akan terpengaruh. Faktor dari luar yang lain yaitu pertemanan.
Manusia yang awalnya baik jika tidak bisa menjaga diri dalam pertemanan maka
bisa terpengaruh oleh sifat-sifat negatif yang ada dalam pergaulan.

2.1.4 Pengertian Mahasiswa


Mahasiswa adalah status yang disandang oleh seseorang karena
hubungannya dengan perguruan tinggi yang diharapkan dapat menjadi calon-
calon intelektual. Berikut beberapa pengertian mahasiswa menurut para ahli
yaitu:
a) Pengertian mahasiswa menurut Knopfemacher [dalam Suwono, 1978]
merupakan insan-insan calon sarjana yang dalam keterlibatannya dengan
perguruan tinggi, dididik & di harapkan menjadi calon – calon intelektual.
b) Pengertian mahasiswa menurut Sarwono [1978] adalah setiap orang yang
secara resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi
dengan batas usia sekitar 18 – 30 tahun.
c) Pengertian mahasiswa menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia),
mahasiswa ialah pelajar perguruan tinggi. Di dalam struktur pendidikan
Indonesia, mahasiswa menduduki jenjang satuan pendidikan tertinggi di
antara yang lain.

2.1.5 Keterkaitan Demonstrasi dengan Demokrasi


Indonesia adalah negara yang menganut demokrasi, yaitu demokrasi
pancasila. Salah satu dari 10 prinsip dasar demokrasi Pancasila yang dianut oleh
negara Indonesia adalah demokrasi yang berkedaulatan rakyat, yaitu demokrasi
di mana kepentingan rakyat harus diutamakan oleh wakil-wakil rakyat, rakyat
juga dididik untuk ikut bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara. Kebebasan menyampaikan pendapat melalui unjuk rasa atau
demonstrasi merupakan bagian dari implementasi prinsip dasar tersebut. Saat ini
8
bagi hampir semua orang, demonstrasi dipandang dan diyakini sebagai satu-
satunya cara efektif dalam mewujudkan aspirasi rakyat.
Demonstrasi telah merambat ke tingkat politik lokal seperti di kawasan
pedesaan, kecamatan maupun tingkat pemerintahan daerah lainnya. Demonstrasi
dipandang sebagai cerminan kehidupan peradaban masyarakat modern yang
demokratis. Jadi tidak heran dan sangat wajar jika dewasa ini hampir setiap
perselisihan pendapat di lingkungan masyarakat, baik antar masyarakat itu sendiri
maupun dengan pemerintah, selalu diikuti dengan aksi unjuk rasa atau
demonstrasi dari pihak yang merasa dirugikan. Unjuk rasa atau demonstrasi
harusnya bukan saja dipandang sebagai ekspresi masyarakat yang wajar,
melainkan juga sebagai indikator penerapan prinsip demokrasi dalam kehidupan
masyarakat yang pluralistik, khususnya pada masyarakat yang sedang berubah.
Tingkat kemajuan demokrasi suatu masyarakat ditentukan dengan semakin
beragamnya aktivitas sosial, ekonomi, politik, budaya, serta keamanan. Semakin
beragam aktivitas masyarakat mengharuskan penanganan aksi unjuk rasa sejalan
dengan penguatan civil societ dan good governance dalam penyelenggaraan
pemerintahan. Sebagai perwujudan demokrasi, aksi unjuk rasa telah dilaksanakan
dan diijinkan pemerintah di negara-negara maju maupun berkembang. Hampir
semua surat kabar ibu kota dihiasi oleh kabar berita unjuk rasa di negara tersebut.
Sebagai ilustrasi adanya isu kenaikan harga BBM di Indonesia membuat
masyarakat Indonesia mengadakan demonstrasi. Nurcholis Madjid menyatakan
bahwa ada 7 prinsip demokrasi yang sebenarnya layak dipikirkan untuk ditarik
menjadi sebuah konsep yang lebih aplikatif dan bisa dijadikan sebagai tegaknya
demokratisasi di Indonesia. Dua dari ketujuh prinsip tersebut adalah prinsip
kebebasan nurani dan prinsip perlunya pendidikan demokrasi. Prinsip pertama
ingin meneguhkan egalitarianisme dan kesantunan politik yang pada intinya
bahwa demokrasi menolak masyarakat yang terkotak-kotak dan saling
mencurigai satu dengan yang lainnya. Sedangkan prinsip kedua menekankan
bahwa prinsip ini memegang peran yang sangat penting. Apalagi dalam konteks
kebangsaan sekarang yang sedang aktif-aktifnya belajar demokrasi. Menurutnya,
demokrasi juga merupakan proses trial and error. Proses coba salah dalam
demokrasi merupakan hal yang sangat wajar apalagi jika suatu negara sedang
berada dalam proses transisi demokrasi tersebut. Nurcholis Madjid
menambahkan bahwa dalam konteks ini perlunya mengedepankan konsistensi
9
dan kesabaran dalam menjalani demokratisasi, termasuk di dalamnya
demonstrasi.

2.1.6 Faktor-Faktor Penyebab Demonstrasi yang Anarkis


Ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya tindakan anarkis dalam
demonstrasi :
1. Sikap para demonstran yang menganggap pendapat mereka paling benar dan
harus dituruti.
Hal ini bisa kita lihat dalam pelaksanaan demonstrasi, para demonstran
menganggap bahwa aspirasi atau pendapat yang mereka suarakan merupakan
aspirasi yang benar. Mereka juga menganggap bahwa aspirasi yang mereka
suarakan merupakan aspirasi yang mewakili suara hati seluruh rakyat
Indonesia, dengan dasar itulah mereka menganggap bahwa apa yang mereka
pikirkan, apa yang mereka ucapkan dan apa yang mereka lakukan merupakan
hal yang benar dan mereka menginginkan agar apa yang mereka suarakan bisa
terealisasikan.
2. Suasana panas, sesak dan penat akan membuat para demonstran cenderung
mudah terpancing emosi.
Anarkisme dalam demmonstrasi juga bisa disebabkan karena situasi
ketika demo terjadi, umumnya dalam suatu demonstrasi memerlukan waktu
yang tidak sebentar dan dilakukan di siang hari dimana pada saat tersebut
suasana yang panas, sesak dan penat akan mudah membuat para demonstran
untuk terpancing emosinya dan mudah marah.
3. Tidak ada perwakilan yang bersedia menanggapi dan berbicara dengan
demonstran.
Ketika ada niat untuk melakukan demonstrasi, tentunya suatu kelompok
atau pihak yang akan melakukan demonstrasi sudah mempunyai suatu
pandangan, gagasan dan pemikiran yang mereka yakini kebenarannya. Inilah
yang nantinya akan mereka suarakan dengan harapan apa yang mereka
suarakan bisa menjadi kenyataan, atau paling tidak mendapatkan tanggapan
dari pihak yang mereka harapkan. Namun yang sering terjadi ketika ada
demonstrasi, tidak ada satupun orang yang bersedia menemui para
demonstran untuk berbicara dan memberi penjelasan. Hal ini membuat para

10
demonstran kecewa dan marah sehingga melakukan berbagai tindakan
anarkis sebagai luapan emosinya.
4. Solidaritas yang tinggi antara para anggota demonstran.
Dalam suatu demonstrasi umumnya, para demonstran memiliki
solidaritas yang sangat tinggi antara anggota satu dengan anggota yang
lainnya. Tindakan anarkis awalnya hanya dilakukan oleh satu atau beberapa
orang saja, namun karena para demonstran mempunyai kesamaan visi, misi
dan tujuan maka mereka mempunyai solidaritas yang tinggi. Jika salah
seorang anggota melakukan tindakan anarkis maka anggota lain akan
melakukan hal yang sama, jika salah seorang anggota diamankan oleh pihak
kepolisian maka anggota yang lain akan berusaha menyelamatkan rekannya.
Hal ini terkadang memicu kerusuhan antara demonstran dengan aparat
kepolisian.
5. Kerusuhan dalam demonstrasi memang sudah di rencanakan
Faktor yang menyebabkan tindakan anarkis dalam demonstrasi lainnya
adalah kerusuhan dalam demonstrasi memang sudah direncanakan
sebelumnya. Kerusuhan ini biasanya dilakukan oleh lawan politik atau pihak-
pihak lain yang tidak suka dengan pemeritahan yang sedang berjalan.
Contohnya dalam demonstrasi Kasus Bank Century dan juga 100 hari
pemerintahan SBY-Budiono, mungkin saja bila tindakan anarkis juga sudah
di rencanakan sebelumnya oleh pihak-pihak tertentu. Hal ini mungkin saja di
lakukan oleh partai oposisi, karena partai oposisi selalu mengkritisi kebijakan
pemerintahan SBY-Budiono. Partai oposisi yang umumnya selalu
mengeluarkan kritikan dan juga kecaman terhadap pemerintah dan juga bisa
dilakukan oleh partai mitra koalisi yang memang kecewa dengan sikap
pemerintah.
6. Adanya provokasi
Setiap demonstrasi tentunya melibatkan banyak orang, hal ini membuat
situasi sangat sulit untuk dikontrol dan dikendalikan. Selain itu banyaknya
demonstran juga sangat rawan dengan provokasi, baik provokasi dari dalam
maupun dari luar, provokasi dari dalam biasanya dilakukan oleh salah satu
anggota demonstran yang mempunyai kecenderungan perilaku menyimpang
dalam kesehariannya, sehingga dimanapun orang tersebut berada maka akan
ada potensi untuk rusuh akibat perilaku yang dilakukannya.
11
2.1.7 Dampak dari Demonstrasi yang Anarkis Di Indonesia
Unjuk rasa yang anarkis diantaranya dapat membawa dampak yang buruk
berupa:
1. Pengrusakan fasilitas umum
Sebagaimana yang terdapat di dalam artikel bahwa para pendemo yang
berasal dari kalangan mahasiswa, yang dianggap sebagai kalangan terdidik,
merusak pos polisi di Makassar yang merupakan bagian dari fasilitas umum.
Pengrusakan fasilitas umum ini sangat merugikan bagi masyarakat, di mana
fasilitas yang dibuat dengan menggunakan uang rakyat, yang ditujukan
untuk memenuhi kebutuhan umum masyarakat, yang bahkan tidak jarang
membutuhkan waktu berbulan bulan untuk membangunnya mulai dari
perencanaan sampai dengan siap digunakan oleh masyarakat, dihancurkan
hanya dalam hitungan jam, bahkan menit.
2. Orang-orang yang tidak bersalah ikut menjadi korban
Dapat kita lihat bahwa demonstrasi yang anarkis biasanya menjadikan
barang-barang disekitarnya sebagai bahan amukan untuk menunjukkan sikap
protes dan kemarahan mereka. Padahal, mungkin barang yang dihancurkan
tersebut punya orang yang tidak mengerti dan tidak ada sangkut-pautnya
dengan apa yang dilakukan dan apa yang diinginkan oleh para demonstran.
Atau setidak-tidaknya mereka yang tidak bersalah merasakan ketakutan dan
terganggu kegiatannya dikarenakan macet ataupun penutupan jalan.
3. Pertumpahan darah
Ini merupakan hal yang paling dikhawatirkan akan terjadi dalam suatu
demonstrasi. Namun, kita tidak dapat memungkiri bahwa hal ini sering
terjadi. Unjuk rasa yang anarkis selalu berakhir dengan adu fisik, maupun
saling lempar batu, baik antar pihak yang melakukan unjuk rasa dengan pihak
yang menghalangi unjuk rasa seperti polisi, petugas keamanan lainnya,
maupun antar sesama pihak yang melakukan aksi unjuk rasa yang berbeda
kubu. Bahkan seringkali ini berakhir dengan hilangnya nyawa seseorang. Jika
sudah demikian, hanya penyesalan yang tertinggal.

12
2.2 Pembahasan
2.2.1 Analisis Kasus Demonstrasi Anarkis Mahasiswa dalam Sistem Demokrasi
di Indonesia

Dalam sejarah Negara Republik Indonesia yang telah lebih dari setengah
abad, perkembangan demokrasi telah mengalami pasang surut. Masalah pokok
yang dihadapi oleh bangsa Indonesia ialah bagaimana meningkatkan kehidupan
ekonomi dan membangun kehidupan sosial dan politik yang demokratis dalam
masyarakat yang beraneka ragam pola adat dan budaya.

Masalah yang sedang dialami oleh bangsa Indonesia beberapa tahun


terakhir ini telah terjadinya peristiwa penting yang mempengaruhi kualitas hidup
dan kesejahteraan masyarakat yaitu, Keputusan Pemerintah yang menurunkan
subsidi BBM dengan menaikan harga BBM dan juga ketidakberhasilan
pemerintah dalam mengusut tuntas kasus Bank Century. Harus diakui bahwa
kebijakan pemerintah telah menyebabkan merebaknya pro dan kontra diseluruh
elemen masyarakat, bukan hanya di mayarakat awam melainkan juga melibatkan
para intelekual dan para mahasiswa.

Hasil keputusan pemerintah yang menaikan harga BBM dan


ketidakberhasilan pemerintah dalam pengusutan masalah Bank Century tersebut
menimbulkan terjadinya serangkaian aksi demonstrasi diberbagai daerah di
Indonesia seperti di Makasar dan di Serang Banten. Aksi demo dilakukan oleh
mahasiswa di berbagai daerah dan hampir semuanya diwarnai tindakan amoral
hingga berujung pada tindakan anarkis. Mahasiswa merupakan insan-insan calon
sarjana yang dalam keterlibatannya dengan perguruan tinggi, dididik dan di
harapkan menjadi calon – calon intelektual. Sebagai negara demokrasi,
pelaksanaan demonstrasi tentunya di anggap sebuah hal yang wajar , karena
dalam demokrasi Negara harus mengakui, melaksanakan serta melindungi adanya
aspirasi dari masyarakat khususnya mahasiswa. Bentuk aspirasi masyarakat
terdiri atas beberapa macam, salah satunya adalah hak untuk mengemukakan
pendapat yang diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 yang berbunyi
“ bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul mengeluarkan pikiran dengan
lisan dan tulisan ditetapkan dengan undang-undang” . Demonstrasi merupakan
salah satu perwujudan dari hak untuk mengeluarkan pendapat. Demonstrasi

13
masih di anggap sah apabila masih berada pada alur yang benar, berjalan tertib,
tidak menggunakan kekerasan atau anarkisme serta tidak melanggar peraturan
yang ada.

Dalam Undang-undang No. 9 Tahun 1998 pasal 1 ayat (1) di tegaskan


bahwa “Kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara
untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas
dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku” dalam pasal ini termuat kalimat “sesuai dengan aturan yang
berlaku”. Artinya walaupun warga negara mempunyai kebebasan yang di jamin
dan dilindungi oleh negara, warga negara tidak bisa mengekspresikan kebebasan
itu dengan sebebas-bebasnya, tetapi harus tetap mentaati aturan hukum yang ada.

Akan tetapi tidak demikian dengan demonstasi yang terjadi pada


demonstrasi penolakan harga BBM dan demonstrasi kasus Bank Century,
ternyata mahasiswa masih mengunakan kebebasan mereka secara berlebihan dan
tidak sesuai dengan aturan hukum yang ada di Indonesia. Hal ini menyebabkan
demonstrasi kehilangan relevansinya. Demo yang semula dijadikan simbol
kebebasan dalam demokrasi jutru malah mencederai nilai-nilai demokrasi.
Seperti yang telah dikemukakan di atas dalam demokrasi sangat menjunjung
tinggi kebebasan, namun kebebasan disini bukan dalam arti kebebasan tanpa
batas. Kebebasan tetap harus pada jalur yang benar, sesuai dengan aturan hukum
yang berlaku. Kebebasan dalam demonstrasi yang terjadi ini tidak mencerminkan
kebebasan dalam demokrasi, tetapi lebih mencerminkan tindakan yang
mencederai demokrasi di Indonesia.

Seperti kasus yang penulis singgung ternyata masih banyak masyarakat


Indonesia yang tidak mengerti cara menyampaikan pendapat yang baik dan benar,
terutama dikalangan mahasiswa. Tindak anarkis yang dilakukan oleh mahasiswa
dalam aksi menolak kenaikan harga BBM dan kasus Bank Century telah
meresahkan warga sekitar tempat demonstrasi. Mereka juga merusak fasilitas-
fasilitas umum disekitar area demonstrasi. Disamping itu banyak masyarakat
yang merasa dirugikan karena mereka terjebak kemacetan yang diakibatkan para
pendemo berdemonstrasi di badan-badan jalan raya dan bahkan para pendemo
sendiri yang menjadi korban luka-luka. Faktor-faktor yang dapat menjadi

14
penyebab dalam demonstrasi yang anarkis yaitu : sikap para demonstran yang
menganggap pendapat mereka paling benar dan harus dituruti, suasana panas,
sesak dan penat akan membuat para demonstran cenderung mudah terpancing
emosi, tidak ada perwakilan yang bersedia menanggapi dan berbicara dengan
demonstran, solidaritas yang tinggi antara para anggota demonstran, ataupun
adanya provokasi.

Demonstrasi anarkis menurut tinjauan demokrasi seperti yang disinggung


oleh Plato dalam ajarannya menyatakan bahwa dalam bentuk demokrasi,
kekuasan berada di tangan rakyat sehinga kepentingan umum (kepentingan
rakyat) lebih diutamakan. Secara prinsip, rakyat diberi kebebasan dan
kemerdekaan. Akan tetapi kemudian rakyat kehilangan kendali, rakyat hanya
ingin memerintah dirinya sendiri dan tidak mau lagi diatur sehingga
mengakibatkan keadaan menjadi kacau yang disebut anarki. Hal ini sangat sesuai
dengan demonstrasi anarkis yang terjadi di Indonesia saat ini. Dalam demonstrasi
para demonstran umumnya tidak hanya mengemukakan pendapat, tetapi pada
ujungnya sampai pada tahap memaksakan kehendak dan pendapatnya yang
kemudian mereka melakukan berbagai tindakan anarkis dan amoral dalam
memaksakan pendapatnya, yang akhirnya berujung pada kekerasan atau tindakan
yang anarkis.

2.2.2 Solusi Mengatasi Demonstrasi yang Tidak Sesuai dengan Demokrasi di


Indonesia
Penanganan aksi demonstrasi yang tidak sesuai dengan demokrasi
pancasila, yaitu :
1. Berlandaskan pada sikap yang jauh dari permusuhan antara demonstran dan
sasaran yang mengatasi demonstrasi. Melalui musyawarah yang dilandaskan
pada sikap saling menghormati yang sesuai dengan demokrasi pancasila akan
membuka jalan penyelesaian yang elegan dan sejalan dengan tujuan konstitusi
terhadap aksi demonstrasi.
2. Perlu diadakannya evaluasi oleh pelaksana demonstrasi serta berusaha
meminimalisir adanya hal-hal atau faktor yang bisa menyebabkan terjadinya
aksi anarkis dari para peserta demonstrasi. Contohnya provokator yang bisa
memprovokasi peserta lainnya melakukan tindakan anarkis dan melenceng
dari tujuan awal demonstrasi.

15
3. Penanggung jawab atau pemimpin demonstrasi harus pandai-pandai
meredakan emosi para peserta demonstrasi dan mengondisikan pesertanya
sehingga melaksanakan demokrasi dengan tertib. Untuk itu, penanggung
jawab demonstrasi harus orang yang memang ahli dalam bidang ini.
4. Peserta demonstrasi juga perlu dibekali pembelajaran tentang etika atau tata
cara pelaksanaan demonstrasi yang sesuai dengan undang-undang dan
mencerminkan nilai-nilai demokrasi pancasila. Peserta harus paham benar
tujuan awal dari demonstrasi itu adalah untuk menyampaikan pendapat dan
menuntut perubahan ke arah yang lebih baik. Bukan mencela atau meluapkan
emosi terhadap pihak yang didemo serta melakukan tindakan anarkis apalagi
sampai terjadi bentrok atau tawuran dan merusak fasilitas umum yang
menyebabkan kerugian material dan jiwa.

16
BAB III

KESIMPULAN

3.1 Simpulan
Negara Indonesia adalah negara demokrasi yang artinya segala sesuatu diatur
oleh rakyat. Salah satunya adalah hak rakyat adalah untuk mengemukakan pendapat
yang diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 yang berbunyi “bahwa
kemerdekaan berserikat dan berkumpul mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan
ditetapkan dengan undang-undang”. Demonstrasi merupakan salah satu perwujudan
dari hak untuk mengeluarkan pendapat. Demonstrasi masih dianggap sah apabila masih
berada pada alur yang benar, berjalan tertib, tidak menggunakan kekerasan atau
anarkisme serta tidak melanggar peraturan yang ada. Pada umumnya, demonstrasi
dilakukan oleh para mahasiswa yang kontra terhadap keputusan yang diambil oleh
pemerintahan. Mahasiswa merupakan insan-insan calon sarjana yang dalam
keterlibatannya dengan perguruan tinggi, dididik dan di harapkan menjadi calon – calon
intelektual.
Akan tetapi tidak demikian dengan demonstasi yang terjadi pada demonstrasi
penolakan harga BBM dan demonstrasi kasus Bank Century, ternyata masyarakat
masih menggunakan kebebasan mereka secara berlebihan dan tidak sesuai dengan
aturan hukum yang ada di Indonesia. Demonstrasi yang semula dijadikan simbol
kebebasan dalam demokrasi jutru malah mencederai nilai-nilai demokrasi apalagi
demonstrasi tersebut dilakukan oleh mahasiswa yang cenderung anarkis sehingga
menimbulkan dampak yang merugikan baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

3.2 Saran

Hukum dibuat dalam rangka untuk menciptakan ketertiban dalam kehidupan


berbangsa dan bernegara, sebagai warga Negara yang baik kita semua harus patuh dan
tunduk pada hukum yang berlaku, jangan jadikan hukum hanya sebagai wacana dan
pajangan yang kehilangan fungsinya, kita telah melihat berbagai bukti peristiwa yang
menunjukkan ketidak patuhan pada hukum pasti menimbulkan kekacauan dalam
kehidupan, jangan biarkan ini terjadi agar eksistensi bangsa Indonesia tetap terjaga.
Gunakan kebebasan yang kita miliki dengan bijak sesuai dengan amanat demokrasi.

17
DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1998. Tentang Kemerdekaan


Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum : Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-
undangan Kementerian Hukum dan Hak azasi manusia.

Zubaidi, achmad, dan kaelan. 2010.Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan tinggi.


Paradigma:Yogyakarta.

http://www.artikelsiana.com/2015/08/demokrasi-pengertian-ciri-ciri-macam.html Diakses
pada 18/05/2016

http://news.liputan6.com/read/266417/demo-anarkis-mahasiswa-rusak-pos-polisi Diakses
pada 18/05/2016

http://news.detik.com/berita/1286420/belasan-mahasiswa-makassar-bakar-foto-sby-boediono
Diakes pada 18/05/2016

http://news.liputan6.com/read/2133701/demo-tolak-kenaikan-bbm-di-serang-ricuh-2-
mahasiswa-dicokok Diakses 18/05/2016

http://adiesumardy.blogspot.co.id/2015/08/pengertian-mahasiswa-menurut-para-ahli.html
Diakses pada 18/05/2016

18
LAMPIRAN

1. Demo Anarkis, Mahasiswa Rusak Pos Polisi

Aksi anarkis yang dilakukan mahasiswa menuntut penuntasan skandal Bank


Century kembali terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan Kamis (4/2). Ratusan
mahasiswa Universitas Sultan Alauddin Makassar berunjuk rasa dengan merusak
fasilitas publik yang berada di sekitar Jalan Sultan Alauddin. Pos polisi yang berada di
perempatan Jalan Pettarani dan Sultan Alauddin yang berada di dekat kampus juga
menjadi sasaran pengrusakan. Selain memecahkan kaca-kaca, mereka juga
menghancurkan perabotan di pos polisi.
Aksi anarkis ini merupakan buntut dari insiden kekerasan yang berlangsung di
depan sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam di jalan Bottolempangan Rabu (3/2)
malam. Mahasiswa yang saat itu sedang berunjuk rasa dibubarkan aparat kepolisian
karena memblokade badan jalan, hingga bentrokan terjadi. Dua mahasiswa ditangkap
aparat kepolisian dari peristiwa itu.
Aksi unjuk rasa serupa juga terjadi di depan kampus Universitas Muslim
Indonesia dan Universitas Empat Lima. Mahasiswa di kedua kampus tersebut
memblokir jalan dengan membakar ban bekas. Akibat aksi ini, hampir sebagian jalur
trans Sulawesi lumpuh total. Mahasiswa menuntut DPR agar tetap pada komitmennya
melahirkan rekomendasi hukum guna mengusut tuntas skandal Bank Century, tanpa
menghiraukan tekanan dari kelompok anti keadilan.
(http://news.liputan6.com/read/266417/demo-anarkis-mahasiswa-rusak-pos-polisi
Diakses pada 18/05/2016)

2. Belasan Mahasiswa Makassar Bakar Foto SBY-Boediono

Belasan mahasiswa Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), membakar foto


Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono. Para mahasiswa ini kecewa dengan
kinerja 100 hari pemerintahan SBY-Boediono. Aksi pembakaran foto kepala negara itu
dilakukan para mahasiswa yang menamakan diri Front Mahasiswa Makassar Anti
Rezim SBY saat menggelar jumpa pers di Kafe Metro, Jl Pelita Raya, Makassar
(26\/1\/2010).

19
Koordinator Front Mahasiswa Makassar, Rizal, mengaku kecewa dengan
kinerja 100 hari pemerintahaan SBY-Boediono. "Dalam 100 hari pemerintahannya,
tidak ada satupun hal yang baik dilakukan oleh presiden kita, contohnya bisa kita lihat
dalam sikapnya atas kasus Bank Century," ujar Rizal. Dalam kesempata itu Rizal juga
berjanji akan menggelar aksi pada 28 Januari dengan damai. Mereka tidak akan
mengulangi sikap brutal yang dilakukan saat demo Hari Anti Korupsi pada 9 Desember
2009 lalu. Di tempat terpisah, Kapolda Sulselbar Irjen Adang Rochjana, menegaskan
akan memperketat penjagaan sejumlah tempat pada 28 Januari. Adang tidak ingin
kecolongan lagi seperti tanggal 9 Desember 2009 itu. "Kami akan memperketat
pengamanan dan mengawal aksi mahasiswa agar tertib dan lancar," kata Adang.
(http://news.detik.com/berita/1286420/belasan-mahasiswa-makassar-bakar-foto-sby-
boediono Diakes pada 18/05/2016)

3. Demo Tolak Kenaikan BBM di Serang Ricuh, 2 Mahasiswa Dicokok

Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi, seperti Kumala, PMII, GMNI,


HMI, Kumandang, Himata, Kumaung, KMS 30, dan UMC menggelar demonstrasi
menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan Kantor DPRD Provinsi
Banten yang berlokasi di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota
Serang, Banten. Pantauan Liputan6.com, Kamis (13/11/2014), para mahasiswa dan
aparat kepolisian yang berjaga sempat terlibat adu dorong. Usai adu dorong, polisi
mencokok 2 mahasiswa yang diduga sebagai provokator aksi.
Sebelumnya saat berorasi, mahasiswa menuding pemerintahan Joko Widodo-
Jusuf Kalla (Jokowi-JK) terlalu takut dengan mafia migas, sehingga ikut mengamini
untuk menaikkan harga BBM. "Pemerintahan Jokowi-JK yang baru dilantik akan
menaikkan (harga) BBM, jelas akan merugikan masyarakat menengah ke bawah," kata
juru bicara aksi, Ahmad Suhari, di sela-sela demonstrasi menolak kenaikan harga BBM.
Ahmad pun menuding asing menguasai perminyakan di Indonesia, sehingga
pemerintah terpaksa membeli minyak yang diambil dari tanah Indonesia sendiri.
Ia juga mempertanyakan alasan pemerintah Jokowi-JK menaikkan harga BBM
dari Rp 6.500 menjadi Rp 9.500 tak masuk logika. Sebab, Indonesia memiliki kekayaan
migas yang melimpah dan bisa menutupi kebutuhan masyarakat Indonesia. "Kebijakan
menaikkan harga BBM hanya dinikmati oleh pihak asing dan mafia migas yang
merugikan negara kita," terang Ahmad.
20
Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempar)
pun menolak alasan kenaikan harga BBM karena kebocoran Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) yang mencapai 30%. Sebab, menurut mereka, persoalan
sebenarnya adalah karena praktik korupsi dan pemborosan anggaran belanja mewah
anggota Dewan. "Solusinya adalah melakukan nasionalisasi aset perusahaan minyak
asing, berantas mafia migas, tegakkan UUD 45. Tetapi Jokowi-JK tak berani," tegas
perwakilan Gempar. (http://news.liputan6.com/read/2133701/demo-tolak-kenaikan-
bbm-di-serang-ricuh-2-mahasiswa-dicokok Diakses 18/05/2016)

21