Anda di halaman 1dari 4

LINTASAN ELEKTRON DALAM MEDAN MAGNET

Rani Indah Pratiwi*(140310150005), Diba Grace Aulia (140310150071)


Program studi Fisika, MIPA Universitas Padjadjaran
Selasa, 31 Oktober 2017
Asisten : M. Rizal fauzi

Abstrak

Elektron adalah partikel subatom yang bermuatan negatif dan umumnya ditulis sebagai e-
. Elektron tidak memiliki komponen dasar ataupun substruktur apapun yang diketahui, sehingga ia
dipercayai sebagai partikel elementer. Elektronmemiliki massa sekitar 1/1836 massa proton. Elektron
yang bergerak serta dipengaruhi medan magnet akan timbul gaya lorentz. Besarnya tegangan yang
diberikan akan mempengaruhi besarnya kecepatan elektron maka arus dapat dialirkan dan yang akan
terjadi adalah dihasilkan medan magnet. Pada praktkum kali ini kita akan mencari e/m pada tiap
percobaan. Percobaan yang pertama meninjau diameter yang tetap, yang kedua arus yang tetap dan
yang terakhir tegangan yang tetap sehingga di dapatkan semuanya yaitu untuk diameter tetap 0,000275;
untuk tegangannya tetap 0,000238 dan untuk arus yang tetap yaitu 80557,043.
Kata kunci: Elektron, Proton, Gaya lorenz, diameter, tegangan..

I. Pendahuluan Elektron tersebut bergerak dalam medan


Elektron merupakan muatan negatif yang berada dalam magnet seragam (akibat kumparan Helmholtz),
atom. Elektron yang bergerak serta dipengaruhi oleh medan sehingga terjadi perubahan arah dari kecepatan
magnet homogen maka akan timbul gaya Lorentz. Besarnya elektron tanpa merubah kelajuannya, sehingga elektron
tegangan yang diberikan akan mempengaruhu besarnya akan bergerak melingkar. Pada gerak melingkar ini
kecepatan electron maka arus dapat dialirkan dan yang besar gaya sentripental sama dengan besar gaya medan
akan terjadi adalah dihasilkannya medan magnet, sehingga magnet pada elektron tersebut. [3]
elektron bergerak pada lintasan dengan diameter tertentu,
dengan hubungan ini, maka dapat diketahui besarnya
muatan spesifik e/m yang dimiliki elektron.
Tujuan dari praktikum ini yaitu Menghitung muatan
spesifik e/m melalui pembelokan berkas elektron oleh
medan magnetik homogen.

1.1 Lintasan elektron pada medan magnet Pada praktikum ini akan terjadi gaya
Jika suatu muatan elektron bergerak di dalam yang konstan pada penyusunan potensialnya
ruang yang berada di bawah pengaruh medan magnet ketika electron bergerak pada mean magnet yang.
atau medan listrik maka muatan tersebut akan Sehingga hukumnya seperti hukum benda-benda,
mengalami gaya sehingga pergerakan elektron akan dari hukum newton:
menyimpang. Adanya gejala fisis ini dipertimbangkan d 2x
sebagai pergerakan muatan elektron didalam medan m   Ee ....(1)
magnet maupun medan listrik persis seperti partikel dt 2
yang dilemparkan horizontal didalam medan gravitasi
bumi. Percobaan ini menggunakan sebuah tabung m = massa dari elektron = 9.107 x 10-31
katode dan kumparan yang berfungsi untuk x = panjang lintasan(m)
menghasikan medan magnet[1]. Kumparan ini disebut t = waktu(s)
kumparan Helmholtz (yaitu kumparan yang memiliki dV
besar jari-jari sama dengan jarak kedua kumparan) E  ....(2)
yang digunakan untuk menghilangkan medan dx
magnetik bumi dan untuk memberikan medan magnet adalah gradien dari potensial, volt per meter
yang konstan dalam ruang yang sempit dan terbatas.[3] e = muatan elektron = 1,602 x 10-19
dari persamaan diatas diperoleh
Elektron yang dihasilkan oleh filamen (yang dx e
v    Et (m/s) ....(3)
berlaku sebagai katoda), akibat proses termoelektron, dt m
akan dipercepat ke arah anoda yang mempunyai beda Dapat kita lihat, pada saat t=0 konstatnta diatas
tegangan (V) terhadap katoda. Dari prinsip kekekalan menjadi nol karena kecepatan yang diberika
energi, jika tidak ada usaha yang dikenakan pada adalah nol. Sehingga Intergral terhadap waktu
elektron, maka elektron tersebut akan mempunyai memberikan kita rumusan sebagai berikut :
energi kinetik akibat tegangan (V). (3)
1 e
x Et 2 (m) ....(4)
2m
Dan dilihat pula, pada keadaan ini konstanta 9. Jangka Sorong
bernilai nol lagi untuk permulaan elektron yang
Digunakan untuk mengukur diameter lingkaran
bergerak dari tempat yang tidak memiliki
potensial. [2] dari lintasan elektron yang berupa deflesi sinar
Ketika V   Ex terjadi, elektron akan elektron.
menjadi jatuh. Pada keadaan persamaan
sebelumnya, energi kinetik diberikan oleh 10. Kabel-kabel penghubung
permulaan elektron sederajat dengan energi yang Digunakan untuk menyambungkan rangkaian
hilang atau dilepaskan, sehingga solusi untuk v
selanjutnya menjadi : yang satu ke rangkaian yang lainnya.

 2 Exe 2eV
v  (m/s) ….(5)
m m
Sehingga muatan spesifiknya:
e 2U
 2 A2 .....(6)
m B xr

III. Metode Penelitian


3.1 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan yaitu : Gambar 2. Alat percobaan lintasan elektron
3.2 Metode eksperimen
1. Fine Beam Tube (FBT) I tetap
Digunakan sebagai tabung hampa udara untuk
Menyusun peralatan seperti
menempatkan elektron sehingga bebas bergerak gambar 2
2. Kumparan Helmholtz (HC)
Digunakan untuk menempatkan FBT dan
kumparan sehingga keduanya saling berhubungan. Mengatur arus yang diberikan
yaitu 1,2 A, 1,4 A dan 1,6 A
3. Teslameter
Digunakan untuk mengukur besar medan
magnetik.
4. Tangential B-Probe Diatur tegangan yang diberikan
5. Power Supply, 300 V/50 Ma
Digunakan untuk memberikan tegangan masukan
Di catat diameter yang dihasilkan
pada rangkaian sehingga rangkaian percobaan
oleh elektron sampai v = 225 volt
dapat berjalan dengan baik.
v tetap
6. Voltmeter
Digunakan untuk mengukur tegangan yang Menyusun peralatan seperti gambar 2
mempengaruhi rangkaian EFBT.
7. Sumber Arus Diatur tegangan yang diberikan yaitu
Digunakan untuk mengontrol besarnya aliran arus 150 volt, 200 volt dan 250 volt

yang dimasukan kedalam rakaian sehingga


pemancaran elektron lebih terencana. Diatur arus yang diberikam
8. AV meter
Digunakan untuk mengukur arus dan tegangan. Di catat diamter lintasan elekton
sampai I = 1,5A
D tetap
Grafik 1. Hubungan arus terhadap medan magnet
Menyusun peralatan seperti gambar 2

Diatur lintasan elektron pada diamter


60 mm, 80 mm dan 100 mm

Dicatat arus dan tegangan


yang dihasilkan

IV. Data dan Analisis Tabel 2. Menentukan e/m untuk u tetap


4.1 Data percobaan

Dari data yang didapat, kita dapat olahnya


menggunakan persamaan berikut :
Contoh perhitungan:
1. Menghitung medan magnet (B) (data tabel 2)
𝐵 = (0,8329𝑥 𝐼) + 0,0418 Grafik 2. Hubungan medan magnet terhadap jari-jari
B = (0,8329 x 1200) + 0,0418 = 999,52mT
2. Menghitung 𝑒/𝑚 (data tabel 2)
Berdasarkan persamaan (6) diperoleh nilai
𝑒
= 0,0002042𝐶/𝑔
𝑚
3. Menghitung e/m grafik untuk v tetap
𝑒 2𝑎𝑡
= 2
𝑚 (𝐵)
𝑒 2(700000000)
= = 0,0002143 𝐶/𝑔
𝑚 999043,43
4. Menghitung e/m grafik untuk I tetap Tabel 3. Menentukan e/m untuk I tetap
𝑒 2𝑣
=
𝑚 𝑎𝑡
𝑒 2(126000)
= = 0,0003853 𝐶/𝑔
𝑚 85,554

5. Menghitung e/m grafik untuk d tetap


𝑒 𝑎𝑡
= 2 Grafik 3. Hubungan tegangan terhadap jari-jari
𝑚 (𝑟)
𝑒 0,1371
= = 0,000224 𝐶/𝑔
𝑚 1225

Keterangan:
𝑣 = tegangan (mV)
I = arus (mA)
r = jari − jari (mm)
e/m = muatan spesifik (c/g)
B = medan magnet
Dari persamaan tersebut didapatlah data sebagai
berikut :
Tabel 1. Menentukan e/m untuk d tetap
4.2 Analisa Data
Pada percobaan ini kita kita melakukan 3
variasi arus tetap, diameter tetap, dan
tegangan tetap. Dilakukan 3 variasi untuk
menghitung muatan spesifik yang dihasilkan
oleh elektron dalam suatu medan magnet
homogen.
Pada percobaan yang pertama kita
menghitung dengan diameter tetap. Disini
yang akan diubah yaitu tegangan dan arusnya.
Didapatkan yang seharusnya ketika tegangan
dan arus yang dihasilkan semakin besar saat Pada praktikum ini hampir semua tidak
diameter lintasan elektron semakin besar sesuai dengan teori yang ada karena ketelitian
juga. Tetapi saat percobaan kita mendapatkan saat menghitung kurang. Terutama saat
hasil acak. Ini tidak sesuai dengan teori yang menghitung diameter pada lintasan elektron
ada, sehingga menyebabkan Medan magnet tersebut. Ini mengakibatkan perbedaan pada
(B) nilainya akan berantakan juga. grafik dan e/m yang seharusnya konstan.
Seharusnya makin besar I maka B pun
seemakin besar. Grafik yang dihasilkan pun V. Simpulan
tidak linear. Sedangkan untuk nilai e/m Di Diperoleh muatan spesifik e/m untuk masing-masing
dapatkan nilai e/mnya yaitu untuk diameter percobaan:
70 mm e/m = 0,000224; diameter 80 mm e/m - Tegangan tetap
= 0,00234; untuk 90 mm e/m = 0,000159 dan V = 75 V
untuk diameter 100 mm e/m = 0,000203. e/m=0,0002944 C/Kg
Untuk nilai e/m seharusnya konstan sesuai V = 150 V
dengan tujuan pada percobaan, tidak e/m=0,0002307 C/Kg
dipengaruhi B, V atau I atau d. V = 225 V
Untuk percobaan yang kedua yaitu e/m=0,0002186 C/Kg
tegangan tetap dan diubah diameter dan V = 300 V
arusnya. Disini kita tidak sesuai dengan teori e/m=0,0002088 C/Kg
yang ada yaitu ketika diameter lintasan - Arus tetap
elektron yang dihasilkan semakin kecil, I = 0,8 A
arusnya akan terus naik. Dan e/m akan e/m=0.0002443 C/Kg
konstan. Tetapi yang didapat untuk diameter I=1A
tidak sesuai dengan teori begitu pun arusnya e/m=0,0002182C/Kg
sehingga grafik yang dibentuk pun tidak I = 1,5 A
linear. Untuk e/m seharusnya konstan atau e/m=0,0002049C/Kg
mendekati antara 1 dengan yang lainnya. I=2A
Untuk e/m didapat untuk 75 volt e/m = e/m=322228,17 C/Kg
0,0002143; untuk 150 volt e/m = 0,0003;
untuk 225 volt e/m = 0,000225; dan untuk 300 - Diameter tetap
volt 0,0002. D = 7 cm
Untuk percobaan ke tiga yaitu arus tetap. e/m=0,000223 C/Kg
Diameter dan tegangan diubah. Ketika arus D = 8 cm
semakin besar maka medan magnet pun e/m=0,000168 C/Kg;
semakin besar ini di karena kan medan D = 9 cm
magnet memiliki hubungan B = (0,8329 x I ) e/m=0,000495 C/Kg
+ 0,0418. Sehingga medan magnet dan arus D = 10 cm
berbanding lurus. Untuk diameter dan arus e/m=0,000214C/Kg
seharusnya diperoleh bahwa semakin besar
arus maka diameter lintasan elektron akan
semakin besar karena tegangan yang Daftar Pustaka
diberikan juga semakin besar yang
disebabkan oleh prinsip kekekalan energi [1] Siregar E Rustam.2010. Fisika Kuantum.
yang mengatakan bahwa jika tidak ada usaha Bandung : Widya Padjadjaran.
yang dikenakan pada elektron maka elektron [2] e/m elektron. Diakses: 28 Oktober 2017 00.12
tersebut akan mempunyai energi kinetik WIB.web.unair.ac.id/admin/file/f_41130_em.pd
akibat tegangan. Elektron tersebut bergerak [3] elektron fine beam. www.scribd.com. Diakes pada
dalam medan magnet homogen sehingga 28 Oktober 2017 pada pukul 23.53 WIB
terjadi perubahan arah dari kecepatan
elektron. Pada gerak melingkar ini besar gaya
sentripetal sama dengan besar gaya medan
magnet pada elektron tersebut, sehingga
apabila tegangan diperbesar maka akan
mempercepat pergerakan elektron dan
menyebabkan diameter lintasan elektron
semakin besar. Tetapi yang kita dapat
random/acak sehingga grafik yang terbentuk
pun tidak linear. Dan untuk e/m seharusnya
konstan tapi disini tidak konstan. Dikarena
kan diameter dan teganganya acak.