Anda di halaman 1dari 4

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN TRANSFUSI DARAH

PADA Tn. O Di RUANG KENARI RS. BHAYANGKARA MAKASSAR

Nama : Tn. O

Umur : 25 Tahun

Alamat : Bontorita,Dusun Bonto Mangape, Galesong, Takalar

Diagnosa Medis : Epistaksis

No. RM : 290032

1. Diagnosa Keperawatan

DS :

- klien mengatakan mimisan


- klien mengatakan muntah darah
- Klien mengatakan lemah

DO :

- Klien nampak mimisan


- Klien nampak muntah darah
- Klien nampak lemah
- Klien nampak pucat

2. Dasar Pemikiran

Epistaksis (mimisan ) adalah suatu keadaan pendarahan dari hidung yang


keluar dari lubang hidung. Epistaksis bukan merupakan suatu penyakit tetapi
merupakan gejala dari suatu kelainan. Ada dua tipe pendarahan pada hidung
yakni tipe anterior (bagian depan ) dan tipe posterior ( bagian belakang).
Dalam kasus tertentu darah dapat berasal dari sinus dan mata. Selain itu
pendarahan yang terjadi dapat masuk ke dalam saluran pencernaan dan dapat
mengakibatkan muntah.
3. Tindakan Keperawatan yang di Lakukan
Tindakan keperawatan yang dilakukan yakni transfusi darah
Persiapan Klien :
1. Informed consent
2. Atur posisi klien pada posisi yang nyaman.
Persiapan Alat :
1. Transfusi set
2. Cairan NaCl
3. Persediaan darah yang sesuai dengan golongan darah klien, sesuai
dengan kebutuhan.
4. Sarung tangan bersih
5. Perlak alas
Prosedur Pelaksanaan :
1. Jelaskan kembali prosedur yang akan dilakukan.
2. Bawa alat kedekat klien
3. Periksa kembali sediaan darah yang akan diberikan.
4. Cuci tangan
5. Pasang perlak alas.
6. Pakai sarung tangan
7. Buat jalur intravena, gunakan slang infus yang menggunakan filter
dengan tipe Y (bila ada). Bila tidak ada slang tipe Y, gunakan slang
infus yang telah terpasang dengan menggantikan cairan Nacl dan
darah secara bergantian.
8. Berikan cairan NaCl terlebih dahulu, kemudian darahnya.
9. Atur tetesan darah sesuai dengan program therapy.
10. Kaji respon klien saat transfusi dilakukan.
11. Bereskan alat
12. Buka sarung tangan dan cuci tangan
13. Evaluasi hasil tindakan
14. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan.

4. Prinsip Tindakan
 Steril

5. Analisa Tindakan

Tujuan transfusi darah pada penderita secara umum :


1. Memperbaiki kemampuan pengangkutan oksigen (oxygen carryng).
2. Mengembalikan volume cairan darah yang hilang.
3. Memperbaiki faal bekuan darah.
4. Memperbaiki kemampuan fagositosis dan menambah sejumlah protein darah
Berdasarkan pada tujuan di atas, maka saat ini transfusi darah cenderung
memakai komponen darah disesuaikan dengan kebutuhan sel darah putih,
granulosit, trombosit, dan plasma darah yang mengandung protein dan faktor-
faktor pembekuan darah.

6. Bahaya dan Pencegahan

Bahaya : secara umum jika dilakukan transfusi darah jarang mengakibatkan


komplikasi namun tetap ada resiko di balik langkah medis ini. seperti demam,
alergi, kerusakan paru, kelebihan cairan dll.

Pencegahan : Kebanyakan orang tidak mengalami masalah saat menerima


transfusi darah. Namun, jika terjadi perubahan kondisi pada tubuh, terutama
saat proses berlangsung, segera beritahu dokter. Pastikan juga transfusi darah
dilakukan di rumah sakit dan di bawah anjuran serta pengawasan dokter.

7. Hasil yang di dapatkan dan maknanya.

S : - Klien mengatakan masih terjadi mimisan dan muntah darah


O : - klien nampak mimisan dan muntah darah
- Terpasang tanpon pada hidungnya
- Klien nampak lemah
- Klien nampak pucat
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan Intervensi

8. Tindakan Keperawatan lain

a. Pantau TTV
b. Tinggikan kepala klien ( posisi semi fowler )
c. Kolaborasi pemberian obat untuk menghentikan pendarahan

9. Evaluasi Diri

Sebelum melakukan transfusi darah hendaknya untuk memastikan betul


sediaan darah yang diberikan yang sesuai dengan golongan darah pasien.

Pembimbing Mahasiswa

( ) ( )