Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN(SAP)

HIPERTENSI

Siti Khotimatul K

21117106

PROGRAM PROFESI NERS

STIKES PERTAMEDIKA

2018
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

Topik : Hipertensi

Pokokbahasan : Pencegahan dan penanganan hipertensi

Sasaran : Bpk. S

Waktu : 30 menit

Tempat : Rumah Bpk. S, Jl. Bintaro RT/RW 005/001

Hari / tanggal : Selasa, 3 April 2018

A. IdentifikasiMasalah
Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan
sistoliknya diatas 120 mmHg dan diastoliknya di atas 90 mmHg (Smeltzer dan
Bare, 2001 dalam Ahmad, 2009). Menurut WHO (World Health
Organization), batas normal adalah 120-140 mmHg sistolik dan 80-90 mmHg
diastolik. Jadi seseorang disebut mengidap hipertensi jika tekanan darah
sistolik ≥ 160 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 95 mmHg, dan tekanan
darah perbatasan bila tekanan darah sistolik antara 140-160 mmHg dan
tekanan darah diastolik antara 90-95 mmHg (Poerwati, 2008). Sedangkan
menurut lembaga-lembaga kesehatan nasional (The National Institutes of
Health) mendefinisikan hipertensi sebagai tekanan sistolik yang sama atau di
atas 140 dan tekanan diastolik yang sama atau di atas 90 (Diehl, 2007).

Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama


(persisten) dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal (gagal ginjal), jantung
(penyakit jantung koroner) dan otak (menyebabkan stroke) bila tidak dideteksi
secara dini dan mendapat pengobatan yang memadai.
Sampai saat ini, hipertensi masih merupakan tantangan besar di Indonesia.
Betapa tidak, hipertensi merupakan kondisi yang sering ditemukan pada
pelayanan kesehatan primer. Hal itu merupakan masalah kesehatan dengan
prevalens yang tinggi, yaitu sebesar 25,8%, sesuai dengan data Riskesdas
2013. Disamping itu, pengontrolan hipertensi belum adekuat meskipun obat-
obatan yang efektif banyak tersedia.

Menurut American Heart Association (AHA), penduduk Amerika yang


berusia diatas 20 tahun menderita hipertensi telah mencapai angka hingga 74,6
juta jiwa, namun hampir sekitar 90-95% kasus tidak diketahui penyebabnya.
Hipertensi merupakan silent killer dimana gejala dapat bervariasi pada
masing-masing individu dan hampir sama dengan gejala penyakit lainnya.
Gejala-gejalanya itu adalah sakit kepala/ rasa berat ditengkuk, vertigo, jantung
berdebar-debar, mudah lelah, penglihatan kabur, telinga berdenging, dan
mimisan.

B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan tindakan penyuluhan kesehatan selama 30 menit
diharapkan keluarga mengerti tentang hipertensi

2. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama30 menit keluarga mampu:
a. Menjelaskan kembali pengertian hipertensi
b. Menjelaskan kembali penyebab hipertensi
c. Menyebutkan kembali tanda dan gejala hipertensi
d. Menyebutkan kembali komplikasi hipertensi
e. Menyebutkan kembali faktor resiko hipertensi
f. Menyebutkan kembali pencegahan hipertensi
g. Menyebutkan makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan pada
penderita hipertensi
h. Mampu mendemonstrasikan pembuatan obat tradisional anti hipertensi
C. Materi
1. Pengertian hipertensi
2. Penyebab hipertensi
3. Tanda dan gejala hipertensi
4. Komplikasi hipertensi
5. Faktor resiko hipertensi
6. Pencegahan hipertensi
7. Makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan penderita hipertensi
8. Obat tradisional anti hipertensi

D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab

E. Media
1. Leaflet
2. Lembar balik
3. Contoh makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan penderita
hipertensi
4. Obat tradisional anti hipertensi
F. Kegiatan
No Waktu KegiatanPenyuluhan Kegiatan Media
Keluarga

1 1 menit Pendahuluan: 1. Menjawab Kata-kata/


1. Mahasiswa mengucapkan salam kalimat
salam 2. Mendenga
2. Mengingatkan kembali rkan dan
akan adanya kontrak memperha
pertemuan tikan.
2 14 menit Pelaksanaan : Menyimak Leaflet,
dan lembar balik,
Menjelaskan materi penyuluhan
mendengarka contoh
secara berurutan dan teratur
n penjelasan makanan
Materi : mahasiswa yang
dianjurkan
1. Pengertian hipertensi
dan tidak
2. Penyebab hipertensi
dianjurkan
3. Tanda dan gejala hipertensi
penderita
4. Komplikasi hipertensi
hipertensi,
5. Faktor resiko hipertensi
daun salam (
6. Pencegahan hipertensi
yang sudah
7. Mendemonstrasikan apa
diolah
saja makanan yang
menjadi obat
dianjurkan dan tidak
tradisional
dianjurkan penderita
dan yang
hipertensi
belum
8. Mendemonstrasikan
diolah)
pembuatan obat tradisional
anti hipertensi (daun
salam)
3 14menit Evaluasi : Bertanya dan Kata-kata/
menjawab kalimat
1. Memberi kesempatan pada
pertanyaan
keluarga untuk bertanya.
2. Mendiskusikan dengan
keluarga mengenai
pengertian, penyebab,
komplikasi, tanda dan
gejala, faktor resiko, serta
pencegahan hipertensi.
3. Memotivasi kembali
keluarga untuk
menyebutkan penyebab,
komplikasi, tanda dan
gejala, faktor resiko serta
pencegahan hipertensi
4. Memberikan reinforcement
positive atas jawaban
keluarga
4 1 menit Penutup : Menjawab Kata-kata/
salam kalimat
1. Menyimpulkan materi
penyuluhan yang telah
disampaikan
2. Menyampaikan terimakasih
atas perhatian dan waktu
yang telah di berikan
kepada peserta
3. Mengucapkan salam
G. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Persiapan media yang akan digunakan (Lembar balik, leaflet)
b. Persiapan tempat yang akan digunakan
c. Kontrak waktu
d. Persiapan SAP
2. Evaluasi Proses
a. Selama penyuluhan keluarga memperhatikan penjelasan yang
disampaikan
b. Selama penyuluhan keluarga aktif bertanya tentang penjelasan yang
disampaikan
c. Selama penyuluhan keluargaa aktif menjawab pertanyaan yang
diajukan
3. Evaluasi Hasil Akhir
Diharapkan keluarga dapat:
a. Mengetahui pengertian hipertensi
b. Mengetahui penyebab hipertensi
c. Mengetahui tanda dan gejala hipertensi
d. Mengetahui komplikasi hipertensi
e. Mengetahui faktor resiko hipertensi
f. Mengetahui pencegahan hipertensi
g. Mengetahui makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan penderita
hipertensi
h. Mengetahui dan dapat membuat obat tradisional antihipertensi
MATERI

1. Pengertian hipertensi
Hipertensi atau darah tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami
peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu yang
lama). Menurut Yekti dan Ari(2011), hipertensi adalah suatu kondisi
tekanan darah berada diatas angka normal 120/80 mmHg.

2. Penyebab hipertensi
Penyebab hipertensi antara lain:
a. Umur
b. Keturunan
c. Gaya hidup
d. Stress

3. Tanda dan gejala hipertensi


Hipertensi tidak memberikan tanda-tanda pada tingkat awal. Kebanyakan
orang mengira bahwa sakit kepala terutama pada pagi hari, pusing, berdebar-
debar, dan berdengung ditelinga merupakan tanda-tanda hipertensi. Tanda-
tanda tersebut sesungguhnya dapat terjadi pada tekanan darah normal, bahkan
seringkali tekanan darah yang relatif tinggi tidak memiliki tanda-tanda
tersebut. Cara yang tepat untuk meyakinkan seseorang memiliki tekanan
darah tinggi adalah dengan mengukur tekanannya. Hipertensi sudah mencapai
taraf lanjut, yang berarti telah berlangsung beberapa tahun akan menyebabkan
antara lain:
a. Sakit kepala/ nyeri pada tengkuk
b. Migrain
c. Mata berkunang-kunang
d. Kelelahan
e. Sulit tidur
4. Komplikasi hipertensi
a. Stroke
Stroke dapat timbul akibat perdarahan tekanan tinggi di otak, atau akibat
embolus yang terlepas dari pembuluh non otak yang terpajan tekanan
tinggi. Stroke dapat terjadi pada hipertensi kronik apabila arteri-arteri
yang memperdarahi otak mengalami hipertropi dan menebal, sehingga
aliran darah ke daerah-daerah yang diperdarahinya berkurang.
b. Gagal ginjal
Gagal ginjal dapat terjadi karena kerusakan progresif akibat tekanan
tinggi pada kapiler-kepiler ginjal, glomerolus. Dengan rusaknya
glomerolus, darah akan mengalir keunit-unit fungsional ginjal, nefron
akan terganggu dan dapat berlanjut menjadi hipoksia dan kematian.
Dengan rusaknya membran glomerolus, protein akan keluar melalui urin
sehingga tekanan osmotik koloid plasma berkurang, menyebabkan edema
yang sering dijumpai pada hipertensi kronik (Corwin, 2005).
c. Penyakit jantung koroner
Tekanan darah yang terus meningkat dalam jangka waktu panjang
akan menggangu fungsi endotel, sel-sel pelapis dinding dalam
pembuluh darah (termasuk pembuluh koroner). Disfungsi endotel ini
mengawali proses pembentukan kerak yang dapat mempersempit
liang koroner. Pengidap hipertensi beresiko dua kali lipat menderita
penyakit jantung koroner. Selain itu, hipertensi juga dapat menebalkan
dinding bilik kiri jantung yang akhirnya melemahkan fungsi pompa
jantung (Yahya, 2010). Resiko penyakit jantung koroner secara
langsung berhubungan dengan tekanan darah, untuk setiap penurunan
tekanan darah diastolik sebesar 5 mmHg resiko penyakit jantung
koroner berkurang sekitar 16% (Leatham, 2006).
d. Gagal jantung
Gagal jantung atau ketidakmampuan jantung dalam memompa darah
yang kembalinya kejantung dengan cepat mengakibatkan cairan
terkumpul di paru,kaki dan jaringan lain sering disebut edma.Cairan
didalam paru – paru menyebabkan sesak napas,timbunan cairan ditungkai
menyebabkan kaki bengkak atau sering dikatakan edema (Amir, 2002)
e. Kerusakan pembuluh darah diotak
Arteri-arteri otak yang mengalami arterosklerosis dapat melemah
sehingga meningkatkan kemungkinan terbentuknya aneurisma (Corwin,
2005).

5. Faktor resiko hipertensi


a. Emosional
b. Kegemukan/ obesitas
c. Merokok
d. Konsumsi garam berlebihan
e. Makanan cepat saji

6. Pencegahan hipertensi
a. Olahraga secara rutin
b. Batasi makanan yang mengandung lemak kolesterol tinggi, santan,
gorengan.
c. Perbanyak makan buah dan sayur
d. Ciptakan suasana damai dan rileks
e. Kendalikan stress dan emosi
f. Hindari rokok dan alkohol
g. Ukur tekanan darah secara rutin
h. Kurangi asupan garam
i. Turunkan berat badan bila kegemukan

7. Makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan penderita hipertensi


a. Dianjurkan:
1) Sayuran : kecuali sayuran hijau seperti daun singkong, kacang –
kacangan, melinjo, dan daun melinjo.
2) Buah-buahan kecuali durian
3) Ikan laut tidak asin
4) Telur maksimal 2x seminggu (putih saja)
5) Daging ayam kecuali kulit, jeroan dan otak.
b. Tidak dianjurkan:
1) Makanan kaleng
2) Daging merah (hati ayam, sosis sapi, daging kambing)
3) Makanan berlemak, bersantan tinggi dan terlalu asin

8. Obat tradisional antihipertensi


1. Rebusan Daun Salam
Cara meramu:
Rebus 10-15 lembar daun salam segar maupun kering dengan 3 gelas
air sampai tersisa 1 gelas, minum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.

Pemakaian:
Hasil saringan diminum pagi dan sore.

Di minum 2 - 3 x seminggu